Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Silly sekali ya

leave a comment »

Social scientist itu ga perduli dengan fakta bahwa Indonesia menghasilkan GHG dengan tingkat pertumbuhan lebih tinggi dari pada pertumbuhan konsumsi energinya. Social scientist itu ga perduli, mau dengan skenario Markal, LEAP, ASIF atau home made scenario yang dibikin dengan berdarah-darah bahwa angka yang dihasilkan adalah 100, 200 atau 300.

Social scientist itu mengkategorikan dengan sangat subyektif. Social scientist merasa bahwa sector transportasi berbeda dengan sector residential. Sementara applied scientist tidak perduli, mau transportasi atau residential bila metodenya sama-sama sampling maka akan masuk group yang sama. Mau bis atau kompor bila metodenya sama-sama decomposition analysis maka masuk group yang sama. Mau dose-response atau regression masuk kategori economics yang sama. Mau citra satelit atas kebakaran hutan atau citra satelit atas polusi udara masuk group yang sama.

Kesalahan ini baru saya sadari setelah hampir 2 tahun. Lambat sekali. Berkutat dengan sintesis writing yang tidak perlu. Buat applied scientist, sistem informasi transportasi dengan sistem informasi listrik, sama kategorinya. Buat social scientist analisa Indonesia yang ditulis oleh orang Eropa berbeda dengan analisa Indonesia yang ditulis orang Asia, padahal metodenya sama persis.

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Mei 9, 2017 pada 9:25 am

Ditulis dalam Life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: