Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Pemikiran kita tidak berubah, tapi perasaan (pengalaman) kita berubah

leave a comment »

Ada anak tentara yang orangtuanya sangat disiplin. Orangtuanya selalu tepat waktu, mematuhi aturan dan terstruktur. Anak tentara ini sedari lahir tinggal di asrama militer. Ada anak seniman yang orangtuanya sangat egaliter, cenderung tidak disiplin. Anak tentara masuk sekolah umum, anak seniman masuk sekolah berasrama. Hasilnya? anak seniman menjadi disiplin. Kesimpulannya? anak seniman mengubah penilaiannya (perasaannya) mengenai konsep disiplin. Si anak seniman melihat bahwa disiplin bisa diterapkan dan harus diterapkan oleh dirinya. Sementara si anak tentara, melihat bahwa disiplin secara realistis tidak bisa diterapkan. Artinya experience itu tidak bisa diajarkan, harus dipraktekkan, dan dirasakan.

Orang yang pernah bekerja sebagai user di perusahaan punya cara pandang yang berbeda dengan orang yang bekerja sebagai konsultan external di kantor akuntan publik/kantor konsultan. Padahal seumur hidupnya yang dikerjakan sama. Padahal dua-duanya bekerja dalam ruangan yang sama. Cara berpikir, kecerdasan mungkin sama, namun pengalamannya (atau apapun istilahhnya seperti perasaannya atau sense/feeling atau penilaian) berbeda.

Bisakah perasaan itu diadjust? tidak bisa.

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Mei 11, 2017 pada 10:32 am

Ditulis dalam Management

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: