Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Ketahanan Buah

leave a comment »

Impor adalah sesuatu yang buruk bagi ekonomi. Apalagi, yang diimpor produk jadi yang harganya lebih mahal daripada ekspor barang mentah. Indonesia bukan negara eksportir, pisang contohnya produksinya sekitar 6MT, tapi yang diekspor sangat kecil sekitar 30KT (0.03MT).

Orang berargumen impor tidak apa-apa karena adanya competitive advantage, ada negara yang memang fokus mengembangkan produk tertentu, sehingga menjadi lebih efisien. Namun dari kacamata perdagangan harusnya seimbang dong.

Contoh, saya baru tersadar bahwa membanjirnya Jeruk Shantang yang diobral murah di Giant atau buah Lengkeng yang dijual murah di Carefour dengan promosi yang heboh merupakan buah yang paling banyak diimpor. Kalau lihat supermarket modern, isinya kebanyakan buah impor.

Buah memang punya banyak kendala tranportasi. E.g Jeruk pontianak biaya kirim ke Jakarta jauh lebih mahal daripada Jeruk impor dari China.

World most produce fuit: Banana 114MT, Watermelons 111 MT, Apples 84MT, Grape 83MT
Indonesia most produce fruit: Banana 6MT, Mango 2MT, Jeruk 1.5MT

Fruit Import 2012: 759 KT ($814mill)
1. Apel 173 KT: China 122 KT, US 47 KT (98% market share of apple is import)
2. Jeruk Shantang 169 KT: China 152 KT, Australia 4 KT
3. Pir 124 KT: China 117 KT
4. Lengkeng 116 KT: Thailand 115 KT
5. Anggur 57 KT: US 15 KT, China 12 KT
6. Jeruk 32 KT: Australia 5KT, Argentina 6KT
7. Kurma 20 KT: Egypt 8KT, UEA 5 KT
8. Durian 19 KT: Thailand, Malaysia

Pineapple country: Costarica 26MT, Brazil 2.4MT, Philipines 2.4MT, Thailand 2.2MT, Indonesia 1.8MT
Mango Country: India 18MT, China 4.4MT, Thailand 3.1MT, Indonesia 2.0MT, Mexico 1.9MT
Banana Country: India 27MT, China 12MT, Philipines 8MT, Brazil 6MT, Ecuador 6MT (23% world export)

Susah juga ya, karena ini masalah pusat ekonomi juga. Pusat ekonomi Indonesia hanya satu, di pulau jawa, dan lebih tepatnya di Jakarta. Kedepan yang akan maju adalah jalur-jalur ekonomi.

China misalnya, dari 10 pelabuhan terbesar di dunia, 6-nya ada di China (Shanghai, Shenzen, Ningbo-Zhoushan, Qindao etc). Titik-titik inilah yang akan terhubung dengan Jakarta. Sama seperti Chartage dan Rome yang berasa tetangga karena Mediteranian Superhighway. Sukabumi misalnya, yang posisinya lebih dekat dengan Jakarta, akan lebih tertinggal pastinya.

Dan ini bukan salah pemerintah, bukan salah invisible hand, bukan salah mafia juga. Ini semata salah geography

http://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/2154804/1#bigpic
http://www.worldatlas.com/articles/top-pineapple-producing-countries.html
http://www.worldatlas.com/articles/the-top-mango-producing-countries-in-the-world.html
http://epublikasi.setjen.pertanian.go.id/epublikasi/outlook/2016/Hortikultura/OUTLOOK%20PISANG%202016/files/assets/common/downloads/OUTLOOK%20PISANG%202016.pdf

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Mei 13, 2017 pada 6:08 pm

Ditulis dalam Science

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: