Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Kenapa kita impor garam

leave a comment »

Kalau ngobrol di warung kopi, kita bisa berceloteh mengatakan “Gimana mau maju, garam aja impor, pasti pejabat banyak yang pemburu rente” atau mengatakan “Indonesia itu penghasil kopi keempat terbesar dunia, dan kopi adalah komoditas kedua terbesar yang diperdagangkan setelah minyak, tapi kenapa kita miskin”

Kedua statemen warung kopi diatas sekilas memang bisa dipertanggungjawabkan. Kopi misalnya, Brazil memproduksi 2.5 MT, Vietnam 1.6MT, Colombia 0.8MT, Indonesia 0.6MT. Masalahnya, kopi merupakan komoditas kedua terbesar yang diperdagangkan, hanya terjadi di negara berkembang, belum lagi nilai jual kopi secara agregat tidak besar. Secara nominal komoditas yang paling berharga diperdagangkan adalah minyak bumi, selanjutnya mobil dan elektronik. Kopi? kira-kira urutan ke 98.

Garam? sama saja. Yang kita tahu, garam dibuat dengan cara menjemur air laut. Dengan dijemur NaCl (Sodium Clorida) akan muncul. Voila. Nanti dulu, produksi garam Indonesia hanya 0.6MT, padahal kebutuhannya sekitar 4MT. Jadilah garam itu di impor. Apalagi kalau konteksnya diperluas dengan garam industri. Dan sepanjang sejarah, garam pernah merupakan komoditas yang sama mahalnya dengan emas (Salt Road). Sama seperti dulu kita mengklaim bahwa rempah-rempah (pala/nutmeg) setara dengan emas.

International trade memang membingungkan.

Data UN Comtrade
http://wits.worldbank.org/CountrySnapshot/en/IDN/textview

http://www.dimattinacoffee.com.au/blog/entry/coffee_second_only_to_oil_is_coffee_really_the_second_largest_commodity
https://www.perfectdailygrind.com/2017/05/coffee-isnt-worlds-2nd-traded-commodity-important/

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Mei 14, 2017 pada 2:40 pm

Ditulis dalam Society

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: