Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Perbedaan mengerjakan PhD dan mengerjakan penelitian

leave a comment »

Mengerjakan PhD sangatlah berbeda dengan mengerjakan Penelitian. PhD buat beberapa orang disebut juga sebagai training degree, mini research, dalam beberapa obrolan warung kopi disebut juga sebagai penelitian main-main, bohong-bohongan. Berikut penjelasannya.

1.Training Degree
Kenapa training degree? padahal prosesnya lama sekali 3-5 tahun? Disebut training karena dibandingkan dengan kegiatan meneliti setelahnya yang akan terus menerus sepanjang hidupnya, misalnya 20 tahun. Artinya belajar 5 tahun itu untuk menyiapkan fondasi bekerja selama 20 tahun. Artinya PhD itu sekedar training persiapan masuk ke dunia nyata.

2.Kegiatan main-main
Orang mengatakan main-main, karena PhD tidak ada nilai. Kalau tidak ada nilai, bagaimana bisa mengukur -alibi praktisi. Justru karena tidak ada nilai, maka tujuan PhD adalah mengeksplorasi ide. Walaupun tidak ada nilai ada ukuran yang lain, semisal jumlah publikasi, jumlah halaman atau sesederhana durasi waktu diskusi.

3.Abstrak
Ini yang paling menarik, dan kita harus terbiasa dengan konsep ini. Fokus PhD saya adalah mengenai Energy System. Energy System ini tergantung konteksnya, dalam konteks negara, Energy System definisinya adalah Energy Supply dan Demand, atau dalam istilah IPCC adalah semua komponen yang terkait produksi, konversi, delivery dan konsumsi dari energi. Tapi, energy system bisa sama sekali berbeda dalam konteks yang berbeda, misalnya Oil Platform. Energy System pada Oil Platform adalah keseluruhan proses dari produksi hingga konsumsi dari oil platform. Ini universenya sangat kecil dibandingkan universenya sebuah negara. Walaupun sama-sama Energy System, perspective Micro atau Macro bisa berbeda.

Energy Modelling misalnya, definisinya adalah sebuah proses untuk menganalisa sebuah energy system, biasanya dengan menggunakan pendekatan Scenario Analysis. Pertanyaannya apakah definisi ini berlaku untuk semua energy system? nanti dulu. Energy system bisa juga dianalisa dengan pendekatan Thermodynamic Assessment (seperti di Oil Platform tadi), atau kalau dalam konteks negara, bisa dianalisa dengan Emission Inventory, atau bisa juga dengan Lifecycle Analysis.

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Mei 16, 2017 pada 12:51 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: