Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Mempersiapkan pensiun sedini mungkin

leave a comment »

Seorang teman pensiun di umur 50 tahun, tidak lama setelah krismon 1997-an -yang tidak pernah terbayangkan oleh siapapun. Teman saya yang lain, juga pensiun diumur 50 tahun, bukan karena krisis, tapi ada trend dimana bank mulai konsolidasi dengan membeli bank-bank kecil di sekitar tahun 2008-an. Dan kini, seorang teman yang lain juga pensiun disekitar umur 50 tahun karena harga minyak dunia yang terus kandas di angka $40, sesuatu yang dulu orang tidak pernah membayangkan minyak turun dibawah $100.

Ini bukan karena krisis, ini karena sesuatu yang tidak terduga. Teman pertama tidak menduga akan di pensiun dini-kan, karena faktor krismon. Teman kedua lebih siap terhadap krismon, tapi tidak menduga bisnis perusahaan berubah dengan cepat. Teman yang ketiga lebih parah, bukan hanya bisnis perusahaan yang berubah, tapi keseluruhan industrinya berubah.

Mempersiapkan pensiun, paling tidak ada beberapa hal yang bisa kita lakukan:

  1. Diversifikasi sedini mungkin. Kalau karyawan harus bisa punya keterampilan yang bisa dijual, misalnya mengajar, makanya saya sangat mendorong orang untuk mengambil sekolah atau sertifikasi. Kalau suka membuat kue, maka harus bisa membuat kue secara professional atau paling tidak bisa dijual, atau paling minimal bisa untuk mengajarkan anak membuat kue. Punya keterampilan ini penting, kalau seumur hidup hanya mengurusi risk management misalnya, ini berbahaya, sama seperti menaruh telur dalam satu keranjang. Kalau keranjang jatuh, habis semua.

  2. Jangan pernah memprediksi. 1997 Krisis Politik, 2007 Krisis Bank, 2014 Krisis Minyak, 2019 Krisis Politik dan seterusnya. Krisis ini tidak perlu diprediksi, lha wong makin lama kondisi bukan makin baik, tapi makin buruk. Jadi kalau mengharapkan nanti kondisi akan semakin baik itu mengkhayal. Kondisi semakin lama akan semakin buruk. Kesehatan akan semakin buruk, keuangan akan semakin buruk. Kondisi terbaik kita adalah hari ini, atau dari kacamata orang umur 30-an awal, kondisi terbaik kita adalah hari ini. Kondisi terbaik saat kita sedang berpikir mengenai pensiun adalah hari ini. Anak baru kerja usia 22 tahun tidak pernah kepikiran tentang pensiun.

  3. Jaga dari sekarang. Kesehatan dijaga, uang dijaga (dikumpulkan, dihemat), emosi dijaga (sabar, jangan mudah tersinggung, jangan meluap-luap). Apa yang happening sekarang belum tentu akan happening lagi di masa depan. Bersiapa untuk kemungkinan terburuk. Misalnya? bisa jadi negara Indonesia sudah tidak ada lagi atau ada meteor yang menabrak bumi.

Sederhana ya, no tricks.

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Mei 18, 2017 pada 6:50 pm

Ditulis dalam Career

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: