Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Catatan Panjang

leave a comment »

Harga sebuah eksistensi
Kemarin, saya mengisi hari dengan membereskan rumah. Hampir 1.5 jam saya habiskan untuk membereskan sesuatu yang menurut saya tidak perlu. Mulai dari kardus caprizone yang harus dipisahkan di tempat sampah recycle, hingga beragam jacket yang harus dirapihkan, dan bertumpuk sepatu dan tas. Di sela-sela mengomelnya saya tentang keadaan rumah yang berantakan, saya mulai menyadari bahwa akar permasalahan kerapihan rumah ini sederhana saja: eksistensi. Dan seharusnya saya tahu dan tidak perlu mengkomplen hal ini.

Kardus caprizone misalnya, ini karena saya berenang setiap minggu bersama keluarga. Artinya? perlu disiapkan snack makan siang dari sandwich, crisps hingga caprizone. Caprizone dibeli dalam kardus berisi 8, yang tentunya spacenya besar dan ada ekstra bungkus. Mau tidak ada sampah kardus caprizone? tidak usah berenang setiap minggu. Saya tahu ada orang yang memilih seperti ini dan rumahnya tidak pernah berantakan.

Beragam jacket yang berantakan misalnya, ini saya sadari karena cuaca yang senantiasa ekstrim. Senin dingin dengan jacket winter, Selasa hujan dengan jacket spring berbahan parasut. Tapi semua orang kan seperti itu? yup, dan mau lebih repot. Jaket lari. Paling tidak ada 2 jacket yang digunakan berganti, jaket cotton penahan dingin dan jaket parasut penahan air. Digunakan bergantian, harus dijemur atau digantung bergantian. Berantakan? pastinya, makan tempat? sudah jelas. Mau tidak berantakan? tidak usah berlari. Dengan tidak berlari, tidak akan ada masalah mengenai sepatu olahraga basah yang memakan tempat, atau jacket bau yang berpindah-pindah tempat untuk dijemur.

Memilih berenang setiap minggu atau berlari setiap hari adalah hal kecil saja. Sebuah hal kecil untuk eksistensi diri. Sebenarnya banyak cara lain yang lebih mudah -memposting foto di akun sosmed misalnya. Tidak berantakan, tidak memakan tempat. Dan ada beragam cara yang lebih rumit untuk menunjukkan eksistensi diri. Misalnya dengan menjadi pasangan bekerja atau memilih bekerja di kota besar. Memilih bekerja di kota besar seperti Jakarta tentunya berbeda dengan memilih bekerja di Cirebon yang transportasi bisa diselesaikan dalam hitungan 5-10 menit.

Waktu, obat segala sakit
Dua minggu ini mendata sakit dengan sangat berhati-hati. Menemukan decongestan sebagai obat yang efektif, tapi juga menemukan bahwa eczema bisa menyerang siapapun. Teringat musim sakit di Agustus 2017. Ketika semua diduga terkait hay fever. Jawaban sebenarnya? sakit hanya bisa disembuhkan dengan kondisi imun yang lebih baik. Bagaimana mengembalikan kondisi imun? dengan waktu. Kenapa kita harus beristirahat? agar mengembalikan beban pikiran kita.

Ketika semua akan berakhir.
Biasanya, kalau sudah sangat ruwet dan stress, saya mengawali hari dengan membuat list sederhana mengenai apa yang harus dilakukan. Misalnya, menyiapkan VISA, menyiapkan paper, menyiapkan dokumen tender. Namun baru mengawali satu kegiatan, saya kemudian tersadar bahwa untuk menyelesaikan satu tahapan saja membutuhkan waktu yang lama, bahkan hasilnya belum tentu ada -contoh menyiapkan dokumen tender. Dokumen tender merupakan satu tahapan saja, yang mungkin waktunya tidak akan sempat, belum lagi kompetisinya. Akhirnya, saya tidak melakukan apapun pada hari itu, berhenti.
Saya kemudian teringat, bahwa ternyata saya tidak sendiri. Ada teman-teman lain, yang bahkan tidak membuat list sederhana dan juga berakhir pada titik yang sama. Berhenti.

Berhenti merupakan satu tahapan saja menjelang berakhir. Seperti lomba balapan lari, sejauh 10 km dengan cut off point 2 jam. Berhenti pada km 9 setelah 1 jam 59 menit, merupakan satu tahapan saja menjelang perlombaan berakhir. Saya harus ingat bahwa apapun yang sedang kita hadapi, semua akan berakhir. Menang atau kalah, kita harus tahu kapan waktunya berhenti. Dan saya kira, ini waktunya saya untuk berhenti.

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Mei 23, 2017 pada 9:51 am

Ditulis dalam Life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: