Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Salah kaprah orang baik

leave a comment »

Stereotype orang barat dan orang timur adalah stereotype yang tidak tepat. Stereotype yang lebih tepat adalah antara orang progressif dan orang belum progressif. Contohnya orang barat makan daging orang timur makan sayur. Ini stereotype yang tidak tepat, yang tepat adalah orang yang sudah maju akan makan beragam, organik dan sehat. Orang yang belum maju akan makan junk food. Jadi ini bukan stereotype barat dan timur.

1.Orang barat itu materialis (vs idealistic/spiritualism)
Orang timur pada umumnya, sering memandang bahwa orang barat melihat segalanya dari materi. Ini stereotype yang kurang tepat, buat saya lebih mudah menemukan orang timur yang materialistis dibandingkan dengan orang barat yang materialistis. Banyak survey yang mengatakan bahwa orang timur lebih materialistis dari orang barat. Lebih lanjut, dengan sistem sosial security yang buruk, tidak ada jaminan kesehatan atau asuransi, sangat wajar orang timur lebih materialistis.

2.Orang barat itu individualist (vs collectivist)
Orang timur sering memandang bahwa orang barat individual, tidak mengedepankan prestasi group. Ini juga stereotype yang tidak tepat. Yang saya lihat, sekolah misalnya, menggunakan seragam, dan tidak ada rangking. Artinya disekolah yang dijunjung adalah semangat collectivitas.

Dari sudut pandang yang lain, orang bisa saja berasumsi bahwa orang barat lebih individualis. Namun penjelasan yang lebih tepat adalah orang barat menghargai masalah hukum dan menghargai privasi.

3.Orang barat itu obesitas
Buat saya, hal yang paling menarik dari orang barat adalah kesukaannya dengan berolahraga. Ini pemandangan yang tidak bisa saya temukan di lingkungan kampus atau di kompleks perumahan di Jakarta. Berolahraga adalah hal yang bermanfaat namun kenyataannya sulit untuk dilakukan.

4.Orang barat itu relatif
Buat saya, orang korea itu lebih barat dari Indonesia, dengan budaya hidup yang lebih baik. Orang Saudi seringkali lebih barat dari Indonesia. Korea atau Saudi bila dilihat dari perspektif nilai bisa lebih baik.

Konsep budaya seringkali misleading.

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Mei 29, 2017 pada 10:01 am

Ditulis dalam Life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: