Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Analisa yang salah

leave a comment »

Saya pernah ditanya “kenapa renewable Indonesia berkembang?” jawaban saya adalah “karena harga minyak semakin tinggi 2003-an mendekati $150, konsumsi tinggi, tergantung impor 2004. Akhirnya Indonesia mengelurkan PP5/2006 Energy Mix”. Namun kalau kita lihat lagi sekarang analisa ini bisa jadi salah karena paska 2014 harga minyak turun hingga $30.

Saya juga pernah ditanya “kenapa harga minyak jatuh dari $150 menjadi $30 di 2014” jawaban saya adalah “Karena ada perang Ukraine, karena ada unconventional oil (e.g shale gas (fracturing), ada CBM dan ada Renewable)”. Tapi kalau kita lihat kondisinya di 2017, Shale Gas dan CBM tidak berkembang.

Dua jawaban saya diatas adalah jawaban yang tidak ilmiah. Jawaban yang ilmiah adalah
“Di negara G7, yang mendorong renewable adalah GDP dan CO2 perkapita. Oil prices tidak banyak pengaruhnya” Ref 1
“Di Indonesia, renewable energy tidak akan berkembang hingga GDP per capita mencapai $7,700” Ref 2

Reference

  1. Renewable energy consumption, CO2 emissions and oil prices in the G7 countries, Perry Sadorsky
  2. The environmental Kuznets curve in Indonesia: Exploring the potential of renewable energy, Yogi Sugiawan, Shunsuke Managi
Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Mei 31, 2017 pada 1:46 pm

Ditulis dalam Science

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: