Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Pembangunan, apa sih yang mempengaruhinya?

leave a comment »

Baik ekonom maupun sosiolog adalah ilmuwan yang senantiasa berpikir mengenai kemajuan suatu bangsa.

Perbedaan ekonom dan sosiolog
Ekonom berpikir sederhana, bahwa pengangguran buruk bagi perekonomian, sekian persen pengangguran menyebabkan sekian persen penurunan ekonomi (elastisitas). Untuk maju, maka pengangguran mesti dikurangi. Rekomendasinya, pemerintah mesti menyiapkan lapangan kerja, 700ribu lapangan kerja untuk kenaikan 1% ekonomi.

Sementara, sosiolog berpikir lebih abstrak (dan liar) dimana pengangguran itu bisa dikarenakan struktural (industrialisasi) ataupun moral (budaya, semisal perempuan mengasuh anak). Rekomendasinya, pemerintah mesti menyiapkan lapangan kerja untuk perempuan, dimana sebelumnya harus ada kampanye kesetaraan perempuan.

Mana rekomendasi yang lebih didengar? jelas ekonom. Kenapa? karena rekomendasi yang diberikan sosiolog lebih susah untuk diterapkan. Budaya perempuan tidak bekerja tidak mudah untuk dirubah. Ekonom pada kenyatannya didengar lebih dahulu daripada sosiolog.

Ekonom berpikir tujuan
Ekonom selalu berpikir faktor apa yang mempengaruhi kemajuan suatu bangsa. Ya, Ekonom selalu berpikir bagaimana cara memajukan bangsa. Hebat ya. Buat ekonom, cara memajukan sebuah bangsa adalah dengan memberikan rekomendasi atas suatu hal, yang didapat dengan analisa sebab akibat.

Contohnya, ekonom berpendapat agar bangsa maju, maka sebuah bangsa harus mengadopsi industrialisasi (Industrial Development). Rekomendasinya industrial development menyebabkan ekonomi maju. Logika common-sense-nya, kalau ada pabrik pasti ekonomi didaerah tersebut maju.

Ekonom juga memberikan rekomendasi lain, misalnya kalau perbankan maju (financial development) maka ekonomi akan maju, kalau pendidikan maju, energi maju, lingkungan maju maka ekonomi akan maju dan seterusnya.

Namun, Ekonom hanya berpikir faktor apa yang mempengaruhi, tapi bagaimana cara merubahnya itu bukan urusan Ekonom. Cara merubahnya adalah urusan Sosiolog.

Sosiolog berpikir perubahan
Sosiolog selalu ingin merubah keadaan. Untuk itu sosiolog butuh framing berpikir. Dan inilah kelemahan terbesar sosiolog. Contoh mengenai energi terbarukan. Sosiolog bisa melihatnya dari kacamata MLP (Multilevel) atau kacamata TIS (Tech. Innovation). TIS melihat pada penyerapan teknologinya (difusi inovasi) yang spesifik. Sementara MLP melihatnya pada perubahan sosialnya (societal transformation).

Masalahnya? kedua cara berpikir ini sama-sama subyektif. Dan masing-masing bisa digunakan untuk menganalisa hal yang sama. Masalah dengan sosiolog itu ada dua yang pertama common-sense dan yang kedua imajinasi. Semua teori sosiologi bisa dijelaskan dengan common-sense, sementara imajinasi itu tidak ada batasnya.

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Juni 16, 2017 pada 12:00 pm

Ditulis dalam Life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: