Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Ngotot

leave a comment »

Quantitative vs Qualitative
Survey itu lebih bagus daripada Interview. Contoh kalau sebuah kelas berjumlah 200 orang menentukan warna jaket angkatan, kalau ditanya satu-satu suka yang mana tidak akan efektif.

Interview itu lebih bagus daripada Survey. Kalau direktur di bank ada sekitar 5 orang maka lebih baik mereka ditanya satu-satu. Biasanya ada insight yang hanya datang dari direktur tertentu.

MLP (Multi-actor/Sociological) vs TIS (Innovation)
Sociological approach itu lebih berguna, jadi kita bisa tahu lapisan mana saja yang terlibat.

Innovation approach itu lebih berguna. Jadi kita bisa tahu, teknologi apa yang akan dipakai.

Intinya, dalam ilmu sosial (menulis) yang diperlukan adalah lebih ngotot. Inilah yang pada tingkat fundamental tidak bisa saya lakukan. Saya bukan orang yang ngotot memaksakan satu konsep.

Jawaban paling bener adalah pilih dua-duanya, dan masalahnya cuman satu: effort yang lebih berat.

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Juni 18, 2017 pada 2:28 pm

Ditulis dalam Life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: