Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Definition: Public-Private Sector vs State-Public-Private Ownership

leave a comment »

Ini konsep mendasar yang sering terbalik-balik. Jalan tol misalnya, ini adalah usaha yang bergerak di sektor publik, ini berbeda dengan supermarket yang bergerak di sektor private. Public sector biasanya non profit dan dirasakan manfaatnya oleh semua orang tanpa kecuali. Sementara private sector manfaatnya hanya dirasakan penggunanya saja, dan tujuannya adalah profit.

Public sector biasanya state owned, ada juga yang public owned, dan ada juga yang private owned. Jalan tol ada yang punya pemerintah, ada yang punya swasta.

Yang menjadi rumit adalah untuk mengejar target pembangunan (development), beberapa sector public yang kemudian dimiliki oleh bukan public (istilahnya privatisasi). Di negara maju (atau dinegara yang tata kelolanya baik, atau dinegara yang nasibnya baik) hal ini bisa menjadi baik, namun bagi negara lain bisa jadi ini bukan kondisi yang baik.

Kalau dilihat dari kacamata uang, maka sebaik-baiknya ownership adalah yang dimiliki sebanyak-banyak pada public. Karena bila dikuasai negara sebenarnya dalam jangka panjang akan memberatkan. Tapi, sebaik apapun, tanpa adanya political forces, tidak akan bisa tercapai.

Maka apa yang bisa dilakukan negara berkembang? tidak ada.

State-Owned Enterprises in Less Developed Countries: Privatization and Alternative Reform Strategies ref

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Juli 10, 2017 pada 6:59 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: