Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Memecahkan masalah dengan interdisciplinary

leave a comment »

Environmental sciences per hari ini, mungkin adalah satu-satunya bidang ilmu yang interdisipliner yang paling mature. Interdisipliner karena didalamnya melibatkan banyak bidang, ada orang biologi & kimia (untuk dampak polusi pada tanaman) dan orang sosiologi (untuk kebijakan lingkungan). Kalau di York, Environmental science ini menghasilkan lulusan BSc dan BA. BSc untuk Environmental Geography, Environment, Economics and Ecology and Environmental Science dan BA untuk Human Geography and Environment.

Sekilas, banyaknya bidang ini mirip dengan Ilmu komputer yang juga beragam research group, contoh kalau di York dari Artificial Intelligence yang “hardcore computer” hingga Human Computer Interaction yang lebih lebih “soft”. Namun, Ilmu komputer saat ini bukanlah ilmu interdisipliner. Sama seperti Ilmu Biologi, yang didalamnya ada biology, bioteknologi dan ekologi. Biologi juga punya dataran research yang menyerempet bidang lain e.g Disease (dengan health), sustainable food/fuel (dengan environment) atau environmental changes (lahan pasti environment)

Ilmu interdisipliner ini hanya tercipta pada bidang atau sektor yang sudah sangat matang. Sebagai contoh, dampak internet untuk transformasi masyarakat sipil (civil society) itu bukanlah lahan dari bidang ilmu komputer hari ini. Internet Adoption (dengan roger’s diffusion) itu baik digunakan untuk menganalisa masyarakat sipil. Adopsi internet untuk menganalisa civil society adalah lahan murni jurusan humanities, jurusan ilmu sosial.

Jurusan Ilmu Komputer, saat ini memang masih dalam stage multidisciplinary. Misal, anak komputer juga belajar mengenai atau adopsi IT, adopsi e-banking, termasuk bagaimana pandangan dengan inovasi IOT. Tapi, yang perlu diingat, wadah interdisiplin dari jurusan Ilmu Komputer ini tidak ada. Lebih lanjut bukan merupakan sesuatu yang masuk dalam agenda global -argumen yang mungkin suatu saat akan berubah. Contohnya dengan cyber crime, bisa jadi Komputer akan menjadi interdisiplinary juga, atau bisa jadi tidak, kalau jurusan lain e.g hukum lebih dahulu mengambil lahan ini.

Namun, penelitian dalam bidang interdisiplinary ini mesti berhati-hati, karena beberapa hal:
1. Bisa melebar ke banyak hal yang bisa jadi memang tidak bisa diselesaikan. Sebuah masalah besar, novel, tapi tidak bisa diselesaikan. Contoh mengobati kanker, yang dengan berbagai metode tidak bisa dipecahkan, atau menerbangkan benda yang lebih berat dari udara -pada jaman pertengahan.
2. Bisa makin ruwet. Contoh resources dependence itu mengakibatkan economic disruption, mengakibatkan institutional failure (ialah orang jadi malas), kemudian mengakibatkan konflik dan lebih lanjut mengakibatkan growth failure. Ini terlalu dalam analisanya dalam political science. Seharusnya analisa mengenai penyebab kebakaran hutan di Indonesia cukup berdasarkan data ENSO, data Citra Satelit. Novelty dalam hal ini dari bagaimana cara menghitung burnt area-nya saja. Atau memodelkan berapa jumlah emisi-nya saja. Tidak perlu dilanjutkan pada tingkat siapa aktornya (ini lahan social science yang terlalu dalam).

A future resource curse in Indonesia: The political economy of natural resources, conflict and development, ref
A Review of Theory on Forestry Politics in New Order Indonesia Cullen, Anne ref

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Juli 11, 2017 pada 12:09 pm

Ditulis dalam Science

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: