Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Menjadi Pribadi Unggul (Excellent Career)

leave a comment »

Hari ini ada yang bertanya mengenai nasihat karir kepada saya. Saya belum tahu pertanyaannya apa, tapi saya sudah berandai-andai, kira-kira jawaban apa yang akan saya berikan padanya “pokoknya, kita harus menjadi yang paling unggul dilingkungan kerja kita”. Sebenarnya mau pertanyaan apapun jawabannya sesederhana itu. Sayangnya, beberapa orang seringkali tidak melihat duduk perkara persoalannya dengan jelas. Mungkin karena sibuk dengan pekerjaannya atau ada faktor emosional yang menghalangi orang untuk berpikir dengan jernih.

Mantra pokoknya menjadi yang paling unggul ini memang seringkali susah untuk diterapkan. Paling tidak ada beberapa alasan mengapa mantra ini susah diterapkan.

1.Setiap orang selalu berusaha menjadi yang terbaik.
Contoh, A berusaha dengan berangkat kerja paling awal. B berusaha dengan pulang kerja paling akhir. C berusaha dengan menjalin hubungan baik dengan atasan. Kalau kita pegawai di kantor ini bagaimana kita bisa menang dalam persaingan? Disini kita harus melihat, keunggulan mana yang bisa kita kejar dan mana yang tidak bisa kita kejar. Contoh, si A punya anak kecil, bisa jadi berangkat kerja paling awal karena harus mengantar anaknya, si B yang bujangan relatif lebih santai sehingga bisa pulang paling akhir. Kita bisa jadi tidak bisa bersaing dengan A dan B, maka kita harus mencari keunggulan lain. Contoh, menjadi karyawan yang tidak pernah ngaret pada saat makan siang.

2.Ada orang yang memiliki beberapa keunggulan sekaligus.
Si X contohnya, dia pintar teknis, si Y pintar jualan, si Z pintar teknis dan jualan. Kalau kita harus bersaing dengan X, Y dan Z apa yang harus kita lakukan? Kalau persaingan sudah sedemikian ketat, maka Z hampir dipastikan akan menjadi bos. Perusahaan tentunya lebih senang memilih Z menjadi pimpinan, karena memiliki banyak keunggulan sekaligus. Nah kalau ini yang terjadi maka solusinya sederhana: pindah. Pindah ini bisa dengan promosi ke bagian lain atau perusahaan lain.

3.Ada kalanya lingkunga kerja memang tidak sehat.
Ini juga faktor yang signifikan menghalangi orang berpikir jernih. Kalau tempat kerja memang sudah tidak kondusif, misalnya baru merger, maka tentunya berkompetisi juga tidak sehat. Misalnya memang tidak ada posisi baru selama 3 tahun kedepan. Dalam kondisi ini menjadi yang paling unggul bisa jadi bukan pilihan yang baik.

Intinya, tempat kerja adalah persaingan yang sangat ketat dalam kompetisi yang seringkali tidak adil. Bagaimana kita mungkin bersaing dengan pegawai muda yang selain memiliki kemampuan kerja lebih baik juga memiliki biaya gaji yang lebih murah. Lalu solusinya bagaimana? buat saya, solusinya cuman satu: belajar. Belajar lebih banyak lagi, baik formal maupun informal.

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Juli 11, 2017 pada 5:56 pm

Ditulis dalam Career

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: