Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Memahami Linearitas Rumpun Ilmu

with one comment

Misalkan ada dosen dengan linearitas bidang ilmu beragam sedang mengajukan jabatan fungsional sebagai guru besar, dilema linearitas bidang ilmu ini bisa dilihat dari berbagai case study sebagai berikut:

Case Study A1: S1 Ilmu Komputer, S2 Magister Manajemen
A1 setelah lulus bekerja di Jurusan Sistem Informasi, kemudian S3 di Jurusan Manajemen dengan penelitian mengenai Sistem Informasi. Maka linearitas bidang ilmunya adalah:
450 Teknik Elektro dan Informatika
S1 459 Ilmu Komputer
S2 –
S3 461 Sistem Informasi

Case Study A2: S1 Ilmu Komputer, S2 Magister Manajemen
A2 setelah lulus bekerja di Jurusan Akuntansi, kemudian S3 di Jurusan Manajemen dengan penelitian mengenai Sistem Informasi. Maka linearitas bidang ilmunya adalah:
570 Ilmu Manajemen
S1 –
S2 571 Manajemen
S3 577 Manajemen Informatika

Case Study B1: S1 Psikologi, S2 Transportation Engineering
B1 setelah lulus bekerja di jurusan Psikologi, kemudian S3 di Jurusan Psikologi dengan penelitian Psikologi Transportasi. Linearitasnya adalah:
390 Ilmu Psikologi
S1 391 Psikologi Umum
S2 –
S3 394 Psikologi Kerja (Industri)

Case Study B2: S1 Psikologi, S2 Transportation Engineering
B1 setelah lulus bekerja di jurusan teknik transportasi, kemudian S3 di Jurusan Teknik Mesin dengan penelitian Transportasi Safety. Linearitasnya adalah:
420 Teknik Sipil dan Perencanaan Tata Ruang
S1 –
S2 428 Transportasi
S3 428 Transportasi

Case Study C1: S1 Sastra Inggris, S2 Manajemen
C1 setelah lulus bekerja di jurusan manajemen, kemudian S3 di jurusan lingkungan dengan penelitian, Manajemen bencana alam. Setelah lulus S3 Manajemen Bencana Alam, C1 fokus bekerja di BASARNAS (atau lembaga penelitian lain), dengan karya-karya publikasi spesifik mengenai bencana alam. Maka C1 tetap bisa mengajukan gelar profesor riset, atau tetap mengajukan gelar profesor akademik, bila C1 pada suatu titik pindah ke universitas.

Dari case study diatas, sebenarnya yang paling penting adalah S3-nya, karena S3 sangat spesifik yang bisa jadi tidak ada keselarasan dengan bidang S1-nya. Namun, bisa juga, kasus C1 satu diatas, C1 lebih banyak melakukan penelitian dalam bidang Sastra Inggris sehingga kemudian mengajukan Guru Besar dalam bidang Sastra Inggris.

Namun secara umum, pemberian gelar guru besar tidaklah mudah, karena menyangkut institusi yang memberikan gelar. Contoh, guru besar pertama dari UGM tentunya berbeda dibandingkan guru besar kelima dari UI. Dalam hal ini, UGM masih ‘bisa’ menghasilkan empat guru besar lainnya.

Kesimpulannya, guru besar / profesor adalah gelar kehormatan. Karena gelar kehormatan ini tidak seharusnya diperebutkan, atau dilebih-lebihkan.

Catatan:
Pada tanggal 11 Agustus 2014, Dirjen DIKTI mengeluarkan edaran resmi mengenai linearitas bidang ilmu dosen. Berdasarkan edaran tersebut, terdapat klarifikasi pemahaman “linearitas” yang bersangkutan dengan kenaikan jenjang jabatan :

“Linearitas bidang ilmu dosen memberikan makna bahwa disiplin ilmu yang dimiliki dosen yang berkarya pada sebuah program studi yang pohon keilmuannya berbeda namun dalam satu rumpun yang sama, tetap dapat naik jejang jabatan, sepanjang dapat menunjukkan keterkaitan dalam pengembangan program studi tersebut, yang ditunjukkan oleh publikasi karya ilmiah dalam jurnal terakreditasi atau terindeks.”

“Dalam hal kenaikan jabatan ke Guru Besar dimungkinkan apabila bidang pendidikan S1 dan S2 berbeda dengan pendidikan S3 yang ditekuninya, sepanjang dapat menunjukkan publikasi internasional yang serumpun dengan pendidikan akhir yang ditempuhnya dengan merujuk pada ketentuan yang berlaku” ref

Profesor Riset ref

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Agustus 7, 2017 pada 7:48 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. kelinearan rumpun ilmu harus dipahami agar ketika kita melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bisa sama / linear

    Pendaftaran

    Agustus 11, 2017 at 11:15 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: