Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Bank Indicators

leave a comment »

“The same like GDP, all indicator is simply misleading”

tools for monetary policy

Bank di Indonesia ini “mbulet”, sering kali dibenci karena dianggap terlalu bernafsu mencari keuntungan sebesar-besarnya. Sehingga menyalurkan kredit dengan bunga tinggi, akibatnya kredit yang disalurkan juga rendah. Tapi disisi lain, bank di Indonesia ini dicintai, karena memberikan keuntungan yang besar bagi pemilik dan investornya.

Secara umum, perbankan di Indonesia memang tidak efisien. Mungkin karena pada dasarnya orang Indonesia itu tidak biasa dengan konsep berhutang, terlebih tidak biasa dengan konsep bahwa berhutang itu wajib membayar. Atau mungkin seharusnya kita tidak punya banyak pilihan.

BOPO (OER)
Kesimpulan:
Indonesia Feb 2020: 83.62%
ASEAN: <50%
OJK Max: 85%
Permata 2016: 150.8%
BI Max PBI 13/1/2011 93.25%?

CAR (Capital Adequacy)
Kemampuan perbankan dalam menyediakan dana yang digunakan untuk mengatasi kemungkinan risiko kerugian
Optimism (General view): Semakin besar semakin baik, bank punya cukup modal, bank punya potensi tumbuh, bank aman dari risiko
Pessimism: Semakin besar semakin buruk, bank malas menyalurkan kredit

22,33%, 23.32 (Dec 2018)
ASEAN: 13.6-15.8%, China 11%, India 10.8%
OJK: 8-11%

LDR (Loan to deposit ratio)
Kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendek (likuiditas) dengan membagi total kredit terhadap total Dana Pihak Ketiga (DPK)
Optimism: Semakin kecil semakin baik, bank punya cukup likuiditas
Pessimism: Semakin kecil semakin buruk, keuntungan bank rendah

92.50%
OJK: 92%
UK 94%, AU 131%, SG 91%

NIM
Low NIM represent efficient financial intermediation process
Indonesia: 4.81%
ASEAN:2-3.5%
OJK Max: 5%
Danamon 2017: 9.3%
SG: 1.8%, AU 2%, UK 2.6%

ROA (Return on asset)
Kemampuan perbankan dalam menghasilkan profit
Kesimpulan: Indonesia, karena tidak efisien, keuntungannya besar
Indonesia: 2.49%
Asia Tenggara: 1-1.5%

CIR (Cost to Income Ratio)
Indonesia 1996-2017: 51.65%
SG: 42%, AU 46%, UK 57%

Cost income ratio (CIR) is not a suitable ratio to determine productivity, Net Interest Margins (NIM) as well as labor costs of a country significantly influence the CIR, and therefore this measurement does not appear to be appropriate when analyzing performance in terms of service production and settlement ref

Interest rate 2016
corporate 11.1%
while retail 12%
mortgage 11%
non-mortgage 12.2%
microloan 19.4%

Summary:
CAR: Semakin tinggi semakin baik: Modal
NPL/NPF: Semakin rendah semakin baik: Kredit Macet
ROA: Semakin tinggi semakin baik: Pengembalian
BOPO: Semakin rendah semakin baik: Biaya Operasional
LDR/FDR: Semakin tinggi semakin baik:

ref,ref,ref,ref,ref,ref

the effect of financial ratio to profitability buku 3 indonesia stock exchange (Kaban 2019)

Written by Anjar Priandoyo

Mei 31, 2020 pada 7:39 am

Ditulis dalam Business

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: