Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

City Touring 129km 4h11m

leave a comment »

Home-Grand Savero Bogor 49km 1h21m
Grand Savero Bogor-Monas 58km 1h39m (Via Jalan Raya Bogor)
Monas-Home 24km 1h10m

Lesson learned
1.Simpang.
Dulu patokan yang dipakai adalah McD, ternyata McD relatif tidak akurat untuk dijadikan patokan, lebih tepat adalah Simpang/Prapatan (e.g Simpang Yasmin, Simpang Duren, termasuk beberapa yang terkenal e.g Simpang Gadog, Simpang Jomin). Simpang ini sebenarnya agak berbeda dibandingkan perempatan, perempatan ini biasanya relatif lebih ramai dan banyak toko. Namun beberapa perapatan justru menjadi simpang sifatnya. Contoh Perempatan Jombang (Zodiak), ini sebenarnya secara fisik bentuknya perempatan, tapi sifatnya lebih menjadi simpang, dibuktikan juga pertokoan yang ada di perempatan ini tidak pernah sukses secara bisnis. Next mesti mendata simpang-simpang apa saja yang terdampak.

2.Alternative road
Dulu meyakini bahwa Jalan Parung itu adalah Jalan Raya Bogor, karena super lancar, melawan arus. Ini mirip jalan Elang dan jalan Boulevard Bintaro, jalan yang sejajar, namun punya experience yang berbeda. Kesan saya melewati jalan Daendels ini sangat tidak nyaman dibandingkan via Parung.

Bogor Monas via Jalan Raya Bogor (45km Daendels) 56km 1h32m
Bogor Monas via Parung 59km 1h44m

  • Jalan Raya Kemang
  • Jalan Raya Parung
  • Jalan Raya Ciputat (RE Martadinata, Juanda)

Written by Anjar Priandoyo

Juni 14, 2022 pada 8:09 am

Ditulis dalam Life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: