Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Archive for the ‘Life’ Category

Eka Kurniawan dan Globalisasi Sastra

leave a comment »

Dalam konteks dunia, Indonesia punya ciri khas sendiri, mungkin tidak serta merta menggambarkan siapa Indonesia sesungguhnya. Tapi paling tidak itu yang (ingin) dilihat dunia.

https://tirto.id/eka-kurniawan-di-mata-pembaca-indonesia-Gvc
medium.com/@hurufkecil/eka-kurniawan-aku-lebih-ingin-membesarkan-diriku-sebagai-pembaca-daripada-penulis-94904e2b7213
https://kumparan.com/ardhana-pragota/eka-kurniawan-keluhkan-tingginya-bea-masuk-buku-impor

http://www.smh.com.au/entertainment/books/eka-kurniawan-a-successor-to-indonesias-greatest-writer-pramoedya-ananta-toer-20150817-gj0luq.html

http://www.aljazeera.com/indepth/features/2017/02/pramoedya-ananta-toer-170206053453639.html

https://en.wikipedia.org/wiki/Latin_American_literature

https://en.wikipedia.org/wiki/Latin_American_Boom

http://www.telegraph.co.uk/culture/books/10629252/The-10-best-Latin-American-books-of-all-time.html

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

November 22, 2017 at 2:00 pm

Ditulis dalam Life

Menteri

leave a comment »

Menteri adalah pekerjaan administratif. Menteri hanya perlu membaca laporan menteri sebelumnya dan melakukan minimal sama dengan apa yang dilakukan oleh menteri sebelumnya. Menteri yang berkinerja baik cukup menambahkan skala intensitas yang dilakukan menteri sebelumnya. Misalnya ada program 1000 buku, maka di periode yang baru ada program 100,000 buku. Karena tugas kementerian adalah perkara birokrasi maka menteri yang baru tinggal mengurangi, memodifikasi, mengintegrasi proses birokrasi yang sebelumnya sudah ada.

Menteri tidak mungkin membuat keputusan tanpa melakukan koordinasi dengan kementerian yang lain. Menteri juga tidak mungkin membuat kebijakan tanpa arahan dari atasannya. Prestasi Menteri merupakan prestasi pemerintahan, karena tidak mungkin menteri bisa bekerja sendiri, bisa melakukan inovasi dan terobosan tanpa dukungan dari segenap pihak.

Namun, tidak semua orang bisa menjadi menteri. Ada beberapa pendapat yang mengatakan mengapa menjadi menteri itu susah.

Pendapat pertama mengatakan bahwa menteri adalah jabatan politis. Artinya posisi menteri adalah buah, adalah hasil dari dinamika kepentingan politik. Menteri dalam hal ini adalah etalase kepentingan politik. Akibatnya, untuk menjadi menteri jalur yang harus ditempuh adalah jalur politik.

Pendapat kedua mengatakan bahwa menteri adalah representasi masyarakat. Artinya posisi menteri adalah fungsi dari respon masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Ini menjelaskan bahwa menteri yang dianggap tidak mampu berkoordinasi dengan pemerintah, atau yang dianggap tidak mampu memberikan kinerja dengan baik atau berbagai alasan lain yang dianggap tidak merepresentasikan masyarakat. Pendapat kedua ini adalah merit berbeda dengan pendapat pertama yang cenderung favoritism (politis).

Lalu bagaimana cara menjadi menteri?

Pertama untuk menjadi menteri maka orang sebaiknya bekerja untuk menteri. “Walk like master, Talk like master, Think like master, Become a master”. Ini cara paling cepat untuk menjadi menteri.

Written by Anjar Priandoyo

November 22, 2017 at 1:50 pm

Ditulis dalam Life

Know the rules, break the rules

leave a comment »

Did you know vs Do you know (both of them gramatically correct)
Did you know = appropriate
https://english.stackexchange.com/questions/139879/which-is-correct-did-you-know-or-do-you-know

Does it hurt vs Is it hurt
Does it hurt = appropriate
https://www.englishforums.com/English/DidItHurtOrIsItHurt/xrbml/post.htm

Are you hurt vs Do you hurt
Are you hurt = appropriate, no connotation
https://ell.stackexchange.com/questions/72923/grammatically-correct-are-you-hurt-and-do-you-hurt

Past Tense vs Present Tense
Untuk buku, lebih baik ditulis dalam past tense ref. Bahasa Indonesia, Chinese, Arabic dan most of Asian language does not have tenses ref, ref, ref.

Written by Anjar Priandoyo

November 22, 2017 at 1:47 pm

Ditulis dalam Life

Tagged with

Kompleksitas Ekonomi

leave a comment »

Ekonomi itu sangat kompleks, susu misalnya, produktivitas lokal rendah, akibatnya susu impor jauh lebih murah, akibatnya sapi dipotong, akibatnya produktivitas makin makin rendah ref. Formula yang sama bisa ditemukan dalam semua aspek ekonomi dari ayam ref hingga sawit

Written by Anjar Priandoyo

November 19, 2017 at 5:13 pm

Ditulis dalam Life

Globalisasi

leave a comment »

Globalization in the power structure of the modern world have weakened developing countries’ autonomy, especially when their modernization is incomplete and they are confronted with the risks inherent in social transformation, such as structural imbalances. Such risks weaken their overall efforts at integration and control, lessen ethnic groups’ need for a national identity and lead to the rise of local ethnic identities and ultimately to national identity crises. ref

Inteligensia Muslim dan Kuasa: Genealogi Inteligensia Muslim Indonesia, Yudi Latif 2005
Inequality and identity: Causes of War? Göran Holmqvist ref
Resolving identity crisis of America, Steve Denning 2012 ref

Google: Cotabato Manobo Legend Letter Missionary

Written by Anjar Priandoyo

November 12, 2017 at 2:37 pm

Ditulis dalam Life

Franchise Buku

leave a comment »

Bahkan dalam dunia perbukuan saja, kapitalisme/industrialisasi buku membuat hanya pengarang-pengarang tertentu saja yang bisa mendapatkan popularitas/kekayaan tinggi.

Nicholas Wade
Before the Dawn: Recovering the Lost History of Our Ancestors
A Troublesome Inheritance: Genes, Race and Human History

Written by Anjar Priandoyo

November 11, 2017 at 3:31 pm

Ditulis dalam Life

Krisis identitas Bangsa yang kalah

leave a comment »

Sumbu Pendek. Orang tua saya telah lama meninggalkan identitasnya sebagai orang Jawa.

Social Darwinism is a false application of Darwin’s ideas such as adaptation and natural selection, and does not really follow from Darwinian thinking in any way. Social Darwinism is a belief, which became popular in England, Europe and America, in the late 19th and early 20th centuries. Herbert Spencer, an English philosopher in the 19th century was one of the most important Social Darwinists. Social Darwinism does not believe in the principle of equality of all human beings. It states that: Some human beings are biologically superior to others ref

Philipines ref, ref

Dalam pandangan saya, dua negara dan bangsa ini—Indonesia dan Portugis—sedang berada di titik nadir pencarian identitas. Keduanya menginginkan identitas baru agar diakui setara sebagai negara yang memiliki peran positif terhadap dunia. Keduanya ingin melepaskan stigma sebagai negara miskin dan bermasalah. Keduanya ingin dikenang memiliki penduduk yang makmur dan berprestasi di tingkat dunia. Keduanya ingin kembali terpandang seperti zaman keemasan kerajaan-kerajaan masing-masing di masa lalu. Bagaimana kita bisa mencari identitas baru yang diakui secara layak di panggung dunia? Hanya satu cara: kita harus kembali membaca buku sejarah dan berbuat yang penting bagi dunia. ref

Menjadi figuran dalam sebuah produksi sinetron, ftv, bahkan menjadi penonton bayaran. Dengan upah mulai 25 ribu hingga 100 ribu, per hari. [re]f2

Written by Anjar Priandoyo

November 11, 2017 at 2:15 pm

Ditulis dalam Life