Anjar Priandoyo

Simple Advice for Everyone

Archive for the ‘Life’ Category

Data 2010 mana yang kita pegang? IEA

leave a comment »

IEA for million of reasons :)

Populasi: BPS 237 million, IEA 241 million, World Bank 240 million
Total Primary Energy Supply (TPES): IEA 212 MTOE

Written by Anjar Priandoyo

Maret 28, 2017 at 12:31 pm

Ditulis dalam Life

Santai

leave a comment »

Hari ini, seperti biasa, saya merapihkan catatan yang berserak di notes dan desktop. Dari catatan yang sedemikian banyak ini saya menyimpulkan:

1.Semua sudah ada yang mengurus
Ini pertanyaan yang seringkali saya ajukan pada diri saya sendiri. Apa masalah yang harus dipecahkan? apa yang bisa kita lakukan untuk membuat orang lain hidup lebih baik. Jawabannya ternyata sudah ada. Contoh, artikel mengenai bagaimana LIPI melihat solusi perekonomian di Indonesia, bagaimana LIPI melihat solusi krisis air, hingga bagaimana BPPT mendesign teknologi tepat guna untuk Indonesia. Sebuah sudah ada yang mengurus, sudah ada jawabannya pula. Maka tidak ada pertanyaan yang perlu dijawab selain: “apa yang bisa membuat kita bahagia hari ini” jawabannya? bisa makan, olahraga, menonton, relax atau apapun.

2.Ada banyak hal (masalah, prioritas, concern) yang kita tidak tahu

3.Berhati-hati mengedepankan perasaan.
Di koran misalnya, banyak statemen yang sifatnya emosional “saya menduga bahwa pimpinan partai kalang kabut” “saya bersedih dengan kondisi gempa jogja” atau banyak berita yang sifatnya memainkan emosi orang.

http://print.kompas.com/baca/opini/artikel/2017/03/23/Titik-Nol-Islam-Nusantara
http://lipi.go.id/berita/single/Lima-penyebab-Indonesia-sulit-jadi-negara-maju-versi-LIPI/7911
http://lipi.go.id/staf/detail/lati001
http://asiapacificreport.nz/2017/03/23/indonesia-steps-up-fight-against-foreign-research-biopiracy/
http://www.netralnews.com/news/nasional/read/63945/lipi.pecahkan.masalah.krisis.air.indonesia
https://xkcd.com/386/
None of your business
Mind your own business (MYOB)
http://regional.kompas.com/read/2017/03/27/05175401/korban.isu.penculikan.pria.ini.tewas.dihakimi.massa.saat.antar.beras.untuk.anaknya
https://news.detik.com/berita/d-3457994/disebut-jokowi-cuma-sebatas-plastik-di-manakah-chip-di-e-ktp
http://www.antaranews.com/berita/619778/klhk-bppt-kembangkan-pengganti-merkuri

Written by Anjar Priandoyo

Maret 27, 2017 at 6:59 pm

Ditulis dalam Life

International Trade

leave a comment »

“…Jika suatu negara membuka perdagangan internasional dan menjadi pengekspor suatu barang, maka produsen domestik barang tersebut akan diuntungkan dan konsumen domestik barang (importir) tersebut akan dirugikan. Ekspor merupakan pengeluaran otonomi, yaitu ia tidak ditentukan oleh pendapatan nasional…”

Statement diatas benar, meski kalau merujuk ke buku teks ekonomi, statement yang lebih benar adalah ekspor/impor itu lebih banyak manfaatnya. Yang jelas, kondisi international trade seperti sekarang buat Indonesia tidak menguntungkan. Indonesia menjual barang murah e.g hasil bumi (crude oil) kemudian membeli produk olahan (refined oil). Indonesia menjual tanaman kemudian membeli elektronik.

Sayangnya, analisa ekonomi sangat rentan untuk disalahgunakan. Karena sangat banyak pendekatan yang bisa diambil (GDP bisa 3 metode), kewajaran harga beras (bisa banyak metode pengujian e.g perbandingan negara, metode sampling) dkk

Written by Anjar Priandoyo

Maret 14, 2017 at 2:55 pm

Ditulis dalam Life

Tertinggal lagi

leave a comment »

Written by Anjar Priandoyo

Maret 13, 2017 at 7:24 pm

Ditulis dalam Life

Analis Industri vs Analis Pasar

leave a comment »

1.Analisa yang misleading
Banyak analisa industri/market di Indonesia yang fokusnya lebih banyak pada aspek pasar, yang seringkali menjadi misleading mengenai kondisi Indonesia yang sebenarnya. Contoh, survey bank yang mengatakan fokus adalah pada KPR (41%) atau growth yang bisa mencapai 10%. Padahal kalau analisanya itu digeser sedikit saja, misalnya kepemilikan aset, kita bisa melihat bahwa aset bank asing mendekati setengah aset bank di Indonesia.

2.Angka-angka yang sangat besar
Baru sadar bahwa 80% market marine coatings industry itu di China-South Korea-Japan. Artinya ini sangat terkait dengan industri shippingnya. Industri maju itu secara bersamaan, shipping + marine coating + logistics ini satu paket.

3.Industri raksasa
Saya baru ngeh juga kalau PPG itu no 1 di industry coatings, bersama dengan AkzoNobel, Sherwin Williams, Axalta, Valspar dan BASF.

4.Orang yang jujur: negara kecil
Tidak banyak yang menyadari bahwa Indonesia adalah negara kecil (bargain position lemah (tidak ada industri)). makanya selalu menjadi korban dari negara besar.

5.Dimana kita tertinggal? upstream – downstream
Entah apa istilahnya, menurut saya Indonesia tertinggal dalam hal upstream research, jadi institusi seperti Frost & Sullivan, IDC, Forrester atau Gartner tidak ada di Indonesia. Institusi seperti itu adalah luxury dari negara maju. Sama seperti tinggal di desa, mengharapkan ada perusahaan fitness/gym. Dari sisi downstream juga sama, tidak ada institusi seperti IPEN (International POPs Elimination Network) yang fokus mengurusi Persistent organic pollutant POPs. Makanya banyak dari kita tidak aware dengan timbal, dengan mercury.

https://www.pwc.com/id/en/publications/assets/financialservices/ibs-2017.pdf
http://id.beritasatu.com/home/asing-akan-kuasai-50-lebih-aset-bank-nasional/51529
http://www.coatingsworld.com/issues/2015-08-01/view_features/asia-pacific-report
http://investor.ppg.com/~/media/Files/P/PPG-IR/presentations/051614.pdf
http://poskotanews.com/2016/11/09/negara-kecil-selalu-jadi-korban-negara-besar/
http://ipen.org/sites/default/files/documents/Asia%20Regional%20Paint%20Report%20final.pdf
http://journal.sbm.itb.ac.id/index.php/IJBA/article/viewFile/282/227

Written by Anjar Priandoyo

Maret 13, 2017 at 12:50 pm

Ditulis dalam Life

Indonesia, Negara Kecil

leave a comment »

Mencoba melihat dengan kepala dingin, kalau saya tidak setaktis ini, mungkin saya tidak akan pernah ada disini. Kalau saya tidak pernah memutuskan untuk berspekulasi dengan mengambil pekerjaan pertama saya, mungkin saya tidak akan pernah mendapatkan posisi sebagai konsultan. Berpikir taktis ini yang seharusnya terus menerus dilakukan. Dan berpikir taktis ini untuk selalu mengingatkan sedang dimana kita berdiri.

Cirebon. Ya, Cirebon adalah kota kecil. Ditempat ini pekerjaan yang bisa dilakukan adalah menjadi karyawan pabrik rokok -yang ternyata sudah tutup, atau bekerja di Pertamina yang belakangan pun pertumbuhannya tidak sebesar dulu. Kesempatan adanya di Jakarta. Jakarta menawarkan bekerja di pabrik otomotif seperti Astra atau bekerja di kantor pusat bank. Tapi sekarang, Cirebon jauh lebih kecil dibandingkan Bintaro sekalipun, padahal dulu saya selalu membanggakan Cirebon adalah kota terbesar kedua di Jawa Barat setelah Bandung.

Indonesia, nah sekarang konteksnya adalah Indonesia. Untuk mengubah perspektif bahwa Indonesia adalah negara kecil itu susah sekali. Contoh paint consumption per capita sekitar 2.8 kg/person/year (44% decoration, 46% industry dan 10% automotive) yang mana kecil sekali dibandingkan negara-negara tetangga. Kalau direport yang lain 60% decorative (contribute 80% volume)

http://www.growthconsulting.frost.com/web/images.nsf/0/a01dc38ec55ecce3652577430040c4d9/$FILE/APCJ.FebMar10.Sheila.pdf

Written by Anjar Priandoyo

Maret 13, 2017 at 12:12 pm

Ditulis dalam Life

Realita Penelitian di Indonesia

leave a comment »

Di kompas, opini pendidikan adalah opini yang entah mengapa terlihat paling sering saya lihat dan paling menarik. Mungkin, salah satunya karena saya sedang terlibat dalam bidang ini, atau memang karena persoalan ini merupakan persoalan yang sangat mendasar. Mari kita lihat.

  1. Ranking PT dan Tradisi Penulisan Ilmiah (17/02/2017): Ide Riset
  2. Hantu “Scopus” (21/02/2017): Counter Ide, Tidak ada Solusi, Tunjangan vs Riset
  3. Scopus, ISI-Thomson, dan Predator (28/02/2017): Support Ide, Solusi Tidak Realistis, Usul Metode
  4. Profesor “Pohon Pisang” (01/03/2017): Tidak ada Solusi, Setuju Riset
  5. Universitas di Simpang Jalan: Solusi Realistis (02/03/2017)
  6. Perhitungan Angka Kredit Dosen (09/03/2017) Potret Realistis

Dari 6 artikel yang dimuat kompas secara historis ini, menurut saya sudah tergambarkan potret dunia penelitian di Indonesia. Dunia pendidikan pada dasarnya adalah PNS, dan menjadi dosen pada dasarnya adalah menjadi PNS.

Meskipun artikel ini sudah dimuat berkali-kali, muat saya tetap membuat senyum. Beratus-ratus kali dimuat pun akan tetap membuat saya tersenyum.

Written by Anjar Priandoyo

Maret 10, 2017 at 2:25 pm

Ditulis dalam Life