Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Archive for the ‘Life’ Category

Satay

leave a comment »

My favorite food is satay. Not because it tastes nice, but it reminds me of my childhood. Every time when my mother got no idea what to cook, she just calls a Satay mobile food stall that comes in front of the house around 6pm. Before maghrib time to be exact. So when we finish maghrib prayer we just eat this satay. My mother used to buy around 20 pieces of satay, for five of us. I don’t know how we distribute that satay with all the family member, but I think at that time we have a lot of food. And I am very very happy at that time.

When I worked, I just realize that people eat 10 pieces of satay for himself. Is not a big satay, its the same size or even bigger with the satay that I eat in my hometown. Its strange that people it that big size for himself. The same when I went to university, people eat a whole catfish for himself. Usually, I only eat a third of it. Or maximum I eat only two third of it.

The taste of smaller chunk of catfish, smaller chunk of chicken or even a slice of egg remind me of the good time when everything is very easy and simple. Hope I can be in that situation again, not because of the taste but the feel that I satisfy already with everything that I have.

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Mei 20, 2018 at 6:39 pm

Ditulis dalam Life

Hari keempat ramadhan – pasrah

leave a comment »

Sudah berkali-kali saya belajar untuk pasrah, tapi rasanya tidak pintar-pintar. Hidup itu intinya pasrah, menerima. Nilai ini sudah saya pahami sejak dulu kala. Sejak saya melihat banyak ketidakadilan. Yang saya lihat kuncinya cuman satu saja, pasrah. Karena ada Maha Adil yang memutarbalikan kehidupan. Seperti Saladin yang berniat menaklukan Eropa namun justru membuat Eropa maju. Hukum unintended consequences itu ada benarnya. Hidup kita ini terbatas sekali sebenarnya.

Written by Anjar Priandoyo

Mei 20, 2018 at 6:19 pm

Ditulis dalam Life

Pertahankan Pola

leave a comment »

Mungkin fitur paling ajaib dari manusia adalah konsistensi. Konsistensi ini tidak bisa berjalan lama, contoh orang yang konsisten menyapu setiap pagi, bisa berhenti menyapu ketika jumlah anggota keluarganya bertambah banyak secara cepat. Motivasinya hilang karena ia tahu penambahan jumlah anggota keluarga tidak akan efektif.

Begitu juga menulis, seiring dengan semakin banyaknya konten yang tersaji, orang juga jadi malas menulis, karena tidak mungkin karya tulisannya dibaca orang, karena persaingan yang sangat ketat. Disini kita tidak tahu jawabannya apa, tapi buat saya paling tidak kalau kita rajin mencatat, kita bisa mengamati pola yang sedang terjadi.

Written by Anjar Priandoyo

Mei 20, 2018 at 2:17 pm

Ditulis dalam Life

Catatan Belajar

leave a comment »

Hari ini mencoba merapihkan textbook yang pernah dibaca. Lumayan menarik karena pada dasarnya tiap subyek yang saya tertarik untuk mempelajarinya selalu ada buku textbooknya, semisal mengenai energi terbarukan, ada teksbook yang populer seperti milik Boyle, tapi ada juga populer seperti buku Vaclav Smil. Untuk penelitian tentunya buku populer seperti Vaclav Smil tidak bisa dijadikan sebagai referensi. Bahkan buku Boyle sendiri pun hanya bisa digunakan untuk tugas S1 dimana selanjutnya harus mereferensi dari paper.

Untuk merapihkan textbook rasanya lewat goodreads saja sudah cukup, karena goodreads tidak punya database untuk academic book semisal dari springer. Untuk buku akademik, termasuk paper saya rasanya harus mengelola lewat zotero, dan ini lebih dari cukup.

Sekarang tugas saya mengorganisasikan goodreads lebih baik, namun rasanya materi yang akan dikumpulkan tidak jauh dari history, business dan science. Versi lainnnya, versi popular dari history adalah politics, dan versi popular dari business adalah psychology. Menarik.

Written by Anjar Priandoyo

Mei 17, 2018 at 5:08 pm

Ditulis dalam Life

Buktikan sendiri, jangan percaya omongan orang

leave a comment »

Legenda mengatakan PhD paling tidak harus 80,000 kata atau diatas 200 halaman. Kenyataannya jumlah halaman sangat bergantung pada subyeknya, PhD yang novel rata-rata dibawah 100 halaman. PhD ilmuwan yang super jenius rata-rata dibawah 30 halaman ref. Contoh Edmund Landau, hanya 14 halaman. Menarik, artinya opini orang tidak relevan.

Written by Anjar Priandoyo

Mei 14, 2018 at 11:38 am

Ditulis dalam Life

Sejarah

leave a comment »

Sejarah itu entah environmental determinism atau technological determinism. Meski banyak orang tidak setuju, tapi reductionism seperti ini bertujuan untuk memudahkan memahami teori atau untuk Compatibilism.

Written by Anjar Priandoyo

Mei 13, 2018 at 3:19 pm

Ditulis dalam Life

Begin read as much as possible

leave a comment »

Well I begin this polymath project in reading ref, ref, ref. It looks good, I never need to memorize again. The biggest challenge is to maintain motivation and of course maintain the focus of knowledge that absorbed.

Written by Anjar Priandoyo

Mei 12, 2018 at 4:14 pm

Ditulis dalam Life

Tagged with