Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Archive for the ‘Management’ Category

Bakrie Family, Family Business in Developing Countries

leave a comment »

Well I start to realize that there a lot of successful business are family business, Toyota and most of car manufacturing companies for example. Advanced economy is indicated by a bigger share of private business instead of state own business. And within private itself family business has significant share (90% of american business ref maybe counting as small percentage as Toyota Family 0.1% control). The main problem with family business is succession ref Deloitte, McKinsey, Family business doing better ref

1st First Generation
Achmad Bakrie (b Lampung 11 Juni 1916) m. Roosniah Nasution (Pangkalan Brandan 17 June 1926)
– Aburizal Bakrie (Ical) m. Tatty Murnitriati (Pati)
– Roosmania Bakrie (Odi) m. Bangun Sarwito Kusmulyono
– Nirwan Dermawan Bakrie (Nirwan) m. Indira (Ike)
– Indra Usmansyah Bakrie (Indra) m1. Dotty Suraida-Rasyid m2. Gaby Djorgie (b. 28 Januari 1973)

2nd Second Generation
Aburizal Bakrie, Jakarta 15 November 1946
– Anindya Novyan Bakrie (b. 10 November 1974) m. Firdani Saugi
– Anindhita Anestya Bakrie m. Taufan Eko Nugroho Rotorasiko (Chairman of KNPI)?
– Anindra Ardiansyah Bakrie (Ardi) (b. 22 April 1979) CEO TVOne m. Nia Ramadhani

Nirwan Dermawan Bakrie (Nirwan)
– Adhika Nuraga Bakrie (Aga) m. Rosalindynata Gunawan
– Adhika Andrayudha Bakrie (Andra)
– Adhika Arysthama Bakrie (Arya)

Indra Usmansyah Bakrie (Indra) University of Southern California 1976 m. Dotty Suraida-Rasyid
– Syailendra Surmansyah Bakrie (Eda) (b. 29 Apr 1980) CFO EMP Exploration Kangean ref m. Intania Karunia
– Adinda Bakrie m. Seng Hoo Ong

3rd Generation

Classic B7: BNBR, BUMI, DEWA, ELTY, ENRG, BTEL, UNSP

PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR)
PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)
PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY)
PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP)
PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS)
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)
PT Brau Coal Energy (BRAU)
PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), masuk bursa 2014?

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Oktober 9, 2018 at 1:09 pm

Ditulis dalam Management

Sistem perhitungan bunga

leave a comment »

Perhitungan bunga sebenarnya hanya ada dua macam: 1) bunga KTA dan 2) bunga KPR. Bunga KTA menggunakan sistem flat dan bunga KPR menggunakan sistem anuitas. Kalau dilihat dari sisi teori, ada banyak cara menghitung bunga seperti flat, efektif (payment terus menurun seiring turunnya principal (pokok) 3) anuitas 4)floating. Floating tidak perlu dibahas karena semua bank menggunakan klausul yang sama dimana bunga bisa berubah sewaktu-waktu.

Dari dua jenis bunga ini, ada beberapa tips:

  • Sebaiknya KTA tidak digunakan untuk membeli rumah, karena bunganya sebenarnya lebih mahal. Meski tentunya lebih mudah karena tidak perlu ada jaminan rumah.
  • Pelunasan sebagian, sebaiknya tidak dilakukan karena selain ada aturan pinalti, pelunasan sebagian sebenarnya merugikan nasabah. Lebih baik uang cash yang ada digunakan untuk membeli properti yang lain. (menarik setelah 10an tahun mencicil KPR, akhirnya punya pola pikir pelunasan yang berbeda).

Written by Anjar Priandoyo

Oktober 9, 2018 at 10:05 am

Ditulis dalam Management

Data Jumlah ATM

leave a comment »

Hingga akhir bulan Juli 2018, Inggris sudah menutup 1,500 mesin ATM atau rata-rata 250 ATM setiap bulannya, kalau termasuk mesin ATM non bank (e.g milik Alto, Bersama) jumlah penutupannya mencapai 500 ATM setiap bulan. Penyebabnya orang yang menggunakan transaksi cash semakin sedikit. Inggris merupakan negara pertama yang menggunakan mesin ATM pada tahun 1967 di Bank Barclays, London. ref

Di Eropa sejak tahun 2010, mesin ATM berkurang rata-rata 6% pertahun. Di negara berkembang sebaliknya, di Indonesia pertumbuhan ATM tertinggi justru terjadi pada periode 2010-2015 dengan rata-rata pertumbuhan 15% pertahun, puncak tertinggi adalah 2011 dengan pertumbuhan mencapai 24%. Ini sama dengan di India dimana pertumbuhan ATM tahun 2010 mencapai 37%.

Di Indonesia saat ini ada 100 ribu ATM. Presiden dan Menko perekonomian sudah mengingatkan bahwa jumlah ATM di Indonesia terlalu banyak. BRI tertinggi dengan 24 ribu disusul Mandiri, BNI dan BCA masing-masing sekitar 17 ribu. BCA sudah mengerem pertumbuhan ATM sejak tahun 2016, mengingat biaya operasional ATM yang mencapai Rp 144 juta per tahun. Pelopor selalu tahu kapan waktunya berhenti.

Mesin ATM pertama di dunia 27 Juni 1967 Barclays di London. Butuh 50 tahun.

2010: Jumlah ATM 32,059, 2011 40,021, 2012 47,000 2013, 51,111 2014 55,694
Rata-rata kenaikan 2010-2015 mencapai 15% pertahun ref

2011: Growth ATM 24%, 2012 17%, 2013 8%, 2014 8%.

2012: Total 47 ribu ATM (transaksi per hari 7T, transaksi per mesin 157 juta). Terbanyak BRI 11111, Mandiri 10361, BCA 8836 dan BNI 6831.

2016: Biaya operasional ATM 144 juta ref

2017: OJK Total ATM 103 ribu. Perbandingan growth: India 2016 9%, 2009 25%, 2010 37% ref. World Bank ATM per 100,000 adults ref. Jumlah ATM BCA Jun 2017 17 ribu.

Jumlah ATM di UK Q4 2017 69,603 unit

BRI 24.802 ATM, Mandiri 17.695 ATM, BNI 17.178 ATM ref

2018:
Jumlah EDC BUMN 736 ribu, ATM BUMN 62 ribu ref

Written by Anjar Priandoyo

September 13, 2018 at 10:12 am

Ditulis dalam Management

Miracle

leave a comment »

In my understanding so far, miracle is a key concept in western monotheism. It has many form such as miracle (karamah) which given to righteous person and prodigy/exceptionalism (istidraj) which given to disobey person/infidels or sinful ref.

However in east asian culture, I dont see any miracle concept. Taoism would see it from the perspective of karma (cause influence effect), while Confucinism would see it from perspective of balance/harmony.

There is a good book on this subject: Beyond Our Means: Why America Spends While the World Saves, Sheldon Garon 2011. Yang bisa menjelaskan mengapa Chinese save four times as much as Britons ref, yang konon bukan karena faktor budaya, tapi faktor institusi.

From the economic perspective, east asian miracle is indicated by imitation (not innovation) and high saving rates ref

Written by Anjar Priandoyo

Agustus 31, 2018 at 10:27 am

Ditulis dalam Management

Belajar dari kasus Deloitte

leave a comment »

PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP Finance) anak usaha Group Columbia.

20 Feb 2018 Rating Pefindo idA/Stable
5 Mar 2018 Rating Pefindo dinaikkan menjadi idA (dari idA-)
9 Mei dan 14 Mei MTN (Medium Term Notes) SNP Default ref
9 Mei 2018 Pefindo menurunkan rating menjadi idD (default)
14 Mei 2018 SNP dibekukan OJK ref
6 Jun 2018, Bank Mandiri menduga penyelewangan dana ref
30 Agustus 2018, Kemenkeu memberi sanksi ke Deloitte ref, ref

Korban: Investor pemegang MTN 1.8 trilyun
14 Bank kreditur SNP ref, senilai 4.2 trilyun. ref

Sanksi EY Indonesia Feb 2017

OJK bidang pasar modal, Deloitte oleh Kementerian Keuangan, SNP Finance oleh OJK IKNB dan kreditur oleh OJK perbankan.

Written by Anjar Priandoyo

Agustus 30, 2018 at 11:44 am

Ditulis dalam Management

Belajar dari Youtube part III

leave a comment »

Math, Science, History.

  • Middle East’s cold war (Vox, 2017) failing states framing (Libya, Syria, Iraq, Yemen) is a proxy of Saudi v Iran war using ISIS, Hezbollah, Al Qaeda, who start the fight framing (US invasion in 2003 that makes border as proxy unstable)
  • What Happened Before History? Human Origins (Kurzgesagt, 2016) diambil dari Sapiens (Harari, 2011)
  • Populism is reshaping our world (The Economist, Credit Suisse, 2017) terinspirasi technological determinism, populism tidak dikalahkan teknologi.
  • CrashCourse

Written by Anjar Priandoyo

Agustus 16, 2018 at 3:47 pm

Ditulis dalam Management

Kemampuan beradaptasi, kemampuan mencatat

leave a comment »

Ini bukan masalah ekonomi bung, ini masalah ideologi. Ini bukan masalah baik atau buruk, tapi masalah bisa atau tidak. Hal sebaik apapun kalau tidak bisa dijalankan justru berbahaya. Sebagai contoh yang paling baik pada saat musim liburan adalah menghabiskan waktu untuk membaca buku dan menulis. Namun pada kenyataannya menonton saja susah dilakukan.

Kebijakan ekonomi Donald Trump pun demikian, kebijakan ekonomi trump seharusnya menekankan pada gun control atau health reform, tapi prakteknya sulit dilakukan, keputusan yang relatif aman -sedikit sensasional adalah menaikkan tarif impor baja dan alumunium yang risikonya relatif kecil. Melakukan perubahan baru termasuk berbahaya.

Liburan musim panas ini, di minggu ketiga saya baru menemukan kesalahan yang saya lakukan:

  1. Tidak menyadari betapa berat beban musim panas. Jika menyadari beratnya beban musim panas, maka memprioritaskan diri untuk menulis buku atau menulis posting facebook rasanya terlalu berlebihan. Seharusnya dengan beban musim panas, lebih baik menikmati waktu dengan santai menonton atau santai bercanda.
  2. Beban musim panas, bisa berdampak pada keputusan untuk makan terlalu banyak yang berbahaya. Berdampak pada food alergy yang menumpuk dan memicu konflik yang lebih besar.

Tapi sejauh ini, hingga hari ini harusnya masih bisa terkendali, yang penting konsisten mencatat.

Written by Anjar Priandoyo

Agustus 8, 2018 at 5:00 pm

Ditulis dalam Management