Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Posts Tagged ‘Agriculture

Kematian dan kegagalan panen

leave a comment »

1.Berapa banyak
Di Indonesia, dengan penduduk sekitar 250 juta, ada sekitar 1.5 juta (2010, GBD) yang meninggal atau 1.8 juta orang yang meninggal (total death) setiap tahunnya. Dari 1.5 juta orang yang meninggal tersebut, penyebab kematian (cause of death) tertinggi Non-Communicable Disease (NCD) 68% seperti jantung (cardiovascular disease), kanker (neoplasm) dan diabetes. NCD ini wajarlah, tidak bisa dicegah. Namun penyebab kematian Group I (CD, Maternal, Neonatal dan Nutritional Diseases) seharusnya bisa dicegah secara medis, porsinya sekitar 25%, termasuk Injuries yang porsinya sekitar 7%.

Di Group NCD sendiri, penyebab terbesar adalah Jantung sekitar 7% atau sekitar 511 ribu orang. Kecelakaan lalu lintas sendiri sekitar 43 ribu atau sekitar 2%.

Tapi, penyebab kematian (cause of death) ini sebenarnya masih bisa dicegah lebih dini dengan memperhatikan perilaku gaya hidup (behavioral risk), pola makan (metabolic risk), dan lingkungan (environmental risk). Gaya hidup contohnya makan, rokok, alkohol, kurang gerak. Metabolic contohnya tekanan darah, berat badan, kolesterol. Untuk lingkungan sendiri mulai dari polusi udara, keselamatan kerja dan transportasi. Ambient air pollution sendiri berkontribusi sekitar 100 ribu orang kematian.

Data GBD sendiri merupakan benchmark, sebagai contoh data korlantas polri sekitar 28-38 ribu orang ref, atau data kecelakaan kerja sekitar 2500 orang pada tahun 2015 ref masih setara dengan data GBD. Atau data dari UN pada 2017 yang mengatakan jumlah total death sekitar 1.8 juta orang ref.

2.Berapa besar dampaknya
Setelah punya data total death, termasuk data death cause/risk, selanjutnya harus menemukan ukurannya, semisal setiap kenaikan 10ug/m3 PM2.5 increase mortality risk sebesar 6% pertahun ref

Kerusakan panen akibat polusi udara
1.Berapa banyak
Produk pertanian terpengaruh dengan kegagalan sekitar 3-16% ref UNECE. Padi di India, akibat perubahan iklim dan polusi udara bisa kehilangan panen hingga 50% ref Guardian pada lokasi yang padatref PNAS, rata-rata sekitar 20%.

Padi sendiri crop yang kompleks, dengan loss sekitar 37% sekitar 10-15% loss karena penyakit dan 20% karena faktor diluar penyakit ref gatech edu presentation very good. Ozone sebagai polusi paling berbahaya untuk pertanian punya siklus yang harus diperhatikan oleh petani. Ozone sendiri merusak tanaman dengan berbagai cara: 1) merusak stomata daun; 2) merusak chloroplast outer sehingga fotosintesis berkurang; 3) merusak akar karena karbon uptake berkurang. SO2 misalnya merusak water stress level, membrane permeability, synthesis of protein. Solar irradiation sendiri bisa merusak tanaman.

Ozone sendiri kompleks, terdiri dari Ground level ozone dan Surface level ozone (atmospheric).

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Juli 13, 2018 at 1:39 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with ,

Agriculture Sector Emission

leave a comment »

Salah satu tantangan dalam analisa ilmu lingkungan adalah mengukur intensitas dari sebuah aktivitas emisi. Iya sebuah aktivitas ada emisinya tapi seberapa besar dan bagaimana perbandingannya. Sayangnya area intensitas ini (baik emision factor atau emission intensity) merupakan area yang banyak perdebatannya.

Contoh untuk land use change ke perkebunan, ICCCT mengatakan sekitar 86 mg CO2/Ha tahun. Penelitian lain justru mengatakan hanya sekitar 55 mg CO2/Ha tahun ref yang lebih rendah, sementara tropical rain peatland sendiri hanya 78.5 mg CO2/Ha tahun. Konsep emisi sendiri harus dilihat dari kacamata Carbon Sink.

Sawit masih banyak tantangan, lahan gambut hanya sekitar 1 juta Ha dan produktivitasnya hanya 15 Ton/Ha dibawah Malaysia yang 30 Ton / Ha ref, termasuk kampanye hitam ref.

Written by Anjar Priandoyo

Juli 2, 2018 at 1:46 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Debat: Perang sawit yang masih panjang

leave a comment »

Kompas 26 Jan 2018, meliput bahwa Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa Indonesia berhasil memenangkan sengketa biodiesel dengan Uni Eropa, dalam hal Bea Masuk Anti Dumping yang difasilitasi WTO (UE) ref, ref. Berita ini masih disampaikan secara lisan.

Reuters ref, Jakartapost menerima siaran pers pada 21 Mar 2018, kemudian di ulang lagi oleh CNN Indonesia di 22 Mar 2018, Detik 23 Mar 2018, di Merdeka 7 April 2018. Selanjutnya analis menggunakan berita ini untuk berbagai kepentingan dari menunjukkan performa tim negosiasi hingga kenaikan saham. Padahal biodiesel dan sawit ini masih perjalanan yang sangat panjang. Sebagai perbandingan nilai ekspor minyak sawit sekitar EUR 2 billion (30 trilyun) dimana 45%nya adalah biofuel ref. Baik BBC, Tirto masih meneruskan untuk membahas sawit ini sebagai sebuah topik ekonomi di Indonesia.

Sebagai catatan untuk biodiesel sendiri masalah dimulai ketika EU mengenakan bea masuk sekitar 8.8-23.3% sebagai kebijakan antidumping atas Indonesian biodiesel on Nov. 19, 2013. Indonesia kemudian mengajukan gugatam terhadap pengenaan BMAD di Pengadilan Umum Tingkat I UE dimulai sejak 19 Februari 2014. Pada 15 September 2016, Pengadilan Umum Tingkat I UE menolak penerapan BMAD. Dari hasil tersebut, UE mengajukan gugatan banding ke Mahkamah UE pada 24 November 2016 lalu. Dan akhirnya 26 Jan 2018 WTO (atau pengadilan) menyetujui.

Mengenai sawit sendiri meski menang sedikit di biodiesel perang ini masih panjang, misalnya 9 April 2018, Iceland supermarket memban kelapa sawit “palm oil was present in 130 products, or 10% of its own brand food”. Indonesia mengancam akan menghentikan pembelian airbus dan boeing ref. 11 April 2018 Polandia diminta membantu, 25 April 2018 Vatikan diminta membantu negoisasi sawit.

Written by Anjar Priandoyo

April 30, 2018 at 10:11 am

Ditulis dalam Science

Tagged with ,

Rumitnya masalah pertanian

leave a comment »

Masalah pertanian bukan sekedar masalah keengganan orang untuk menjadi petani, tapi banyak masalah lain seperti susahnya melakukan mekanisasi pertanian di Indonesia dengan tanah yang berbukit-bukit ref. Untuk menanam padi misalnya, ada berbagai pilihan mekanisasi yang bisa dilakukan misalnya Pothole seedling of mechanical transplanting (PSMT), carpet seedling of mechanical transplanting (CSMT) and mechanical direct seeding (MDS) ref, yang kalau industri pertaniannya maju, otomatis industri penelitian pertaniannya juga akan maju. Mekanisasi ini bukan sekedar membeli traktor kemudian masalah selesai, tapi juga membeli mesin pemotong hingga bagaimana pembiayaannya ref.

Gagal panen sendiri bisa disebabkan oleh hama, penyakit hingga weeds (gulma). Kalau penelitian ini diteruskan maka bisa mencakup aspek lain seperti polusi udara bagaimana dampaknya mengurangi produksi pertanian.

Written by Anjar Priandoyo

April 24, 2018 at 10:58 am

Ditulis dalam Science

Tagged with

Dampak – Bidirectional relationship of Everything: Climate Change and Agriculture

leave a comment »

Wiki: Climate Change and Agriculture

Dampak Perubahan Iklim (hujan tidak menentu, kekeringan) pada Pertanian (produksi menurun)
– Kualitas buah menurun
– Kualitas tanah menurun
– Hama meningkat

Dampak Pertanian (produksi, deforestasi, enteric fermentation) pada Perubahan Iklim
– CO2 meningkat
– CH4 meningkat

Energy and Agriculture

Energi (polusi) mengganggu pertanian
Pertanian (biofuel) meningkatkan energi

Written by Anjar Priandoyo

Februari 21, 2018 at 4:34 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Rice and Indonesia’s Landscape

leave a comment »

Rice shapes Indonesia’s landscape, its true, and even its bigger than that. It’s shape the communal collective culture, it’s shape the irrigation, it’s shape the class structure. During the commercial revolution, rice no longer become dominant forces, replaced by trading port along the north coast of Java’s island.

Written by Anjar Priandoyo

Februari 19, 2018 at 10:12 am

Ditulis dalam Science

Tagged with

Dilema Masalah Pangan

leave a comment »

Masalah pangan adalah masalah yang sangat serius. OECD, IFPRI, Deptan memprioritaskan pengendalian pangan ini semaksimal mungkin, hidup dan matinya untuk menjaga ini. Komoditas yang menjadi prioritas 5 besar (Padi, Jagung, Kedele, Tebu, Sapi) dan 6 Besar (Padi, Jagung, Kedele, Tebu, Palm Oil, Karet). Termasuk dengan undang-undang pangan 18 tahun 2012, didalamnya termasuk impor, monopoli, tata kelola pasar. Masalah ini menyeluruh termasuk rangkaian proses dari pembibitan, hingga pencegahan hama.

Dalam meliihat masalah pangan, yang dilihat hanya itu saja: prosesnya, obyeknya dan orang-orang didalamnya.

Written by Anjar Priandoyo

Februari 6, 2018 at 12:32 pm

Ditulis dalam Management

Tagged with