Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Posts Tagged ‘Banking

Penipuan Investasi 2010s

leave a comment »

The biggest lie is telling truth unconvincingly (Robert A Heinlen)

Fraud menurut Bank Indonesia adalah tindakan penyimpangan atau pembiaran yang sengaja dilakukan untuk mengelabui, menipu, atau memanipulasi Bank, nasabah, atau pihak lain, yang terjadi di lingkungan Bank dan/atau menggunakan sarana Bank

Investasi Bodong (2013-2014)
Cipaganti 3,2T
GBI 1,2T (Gold Bullion Indonesia)
Peresseia Mazekadwisapta Abadi 3T 21 May 2013 Budi Lasmono (Primaz)
Dream for Freedom 3.5T, 700,000 peserta
United Nations Swissindo World Trust International Orbit (UN Swissindo) Start 2012

Dream for Freedom
6 Jan 2015: Berdiri (30% return per bulan)
Juli 2015: Flag, (howmoneyindonesia.com)
Jan 2016: Macet
Feb 2016: 700,000 member
16 Feb 2016: Offline system
23 Jun 2016: Izin dicabut
19 Oct 2016: Fili Muttaqien tersangka

Cipaganti
Maret 2012
15 Juli 2015, Bos divonis 18 tahun

Peresseia Mazekadwisapta Abadi 3T 21 May 2013 Budi Lasmono (Primaz)
April 2013: Macet
May 2013: Polisi

PT Dua Belas Suku (DBS) Blitar 637 M
8 Nov 2014 Larangan OJK
12 April 2014 Polisi, Jefry Christian Daniel

Arisan MMM
Agustus 2014: Larangan OJK

Koperasi Pandawa
2012 mulai investasi (Enny, 10% per bulan dari 350 juta)
April 2015, Izin koperasi
Feb 2017, Macet
15 Nov 2017, dihentikan Satgas Waspada Investasi OJK
20 Feb 2017, Salman Nuryanto tersangka

Cakrabuana Sukes Indonesia (CSI)
30 September 2016 Fatwa MUI 41/MUI/Kab.Cirebon/IX/2016
1 November 2016 Larangan OJK SP 110/DKNS/OJK/XI/2016

First Travel
Maret 2017, Macet (jamaah umrah terlantar)
9 Agustus 2017, Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman tersangka

Koperasi Karangasem Membangun (KKM)
2006 Berdiri (return 30%)
Feb 2009 72,000 nasabah (simpanan 700 milyar avg, 10 juta)
Mar 2009 Macet

PT Qurnia Subur Alam Raya (QSAR) tahun 2002, yang konon menggelapkan dana mencapai sekitar Rp550 miliar rupiah

Profiling customer
Educated, Retirement ref

https://en.wikipedia.org/wiki/Confidence_trick

Written by Anjar Priandoyo

Agustus 23, 2017 at 1:07 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Kamus Perbankan Indonesia Inggris

leave a comment »

Jargon yang lebih populer bahasa Indonesianya:

  • Tabungan = Saving Account
  • Giro = Current Account
  • CASA = Customer Account Saving Account
  • Deposito = Fixed Deposit (Term Deposit / Time Deposit in CA, NZ, AU, US; Bond in UK)

Jargon yang lebih populer bahasa Inggrisnya:

  • Overdraft = Saldo Negatif = Cerukan (Ceruk = Niche)
  • Loopholes = Celah Hukum

Written by Anjar Priandoyo

Agustus 23, 2017 at 10:10 am

Ditulis dalam Science

Tagged with

Apa penyebab krisis 1998? Pakto 88

leave a comment »

Tahun 1988, pemerintah sudah aware bahwa sektor migas tidak bisa dijadikan tempat bergantung lagi, maka harus mendorong pertumbuhan di sektor lain. Maka, bank menjadi sasaran untuk didorong pertumbuhannya lewat Pakto 88. Sayangnya, hanya butuh kurang dari 10 tahun untuk menghasilkan krisis ekonomi 1997.

ref

Written by Anjar Priandoyo

Juli 11, 2017 at 10:03 am

Ditulis dalam Science

Tagged with

Banking and Structural Transformation

leave a comment »

Economic (Structural) Transformation is (where its spirit to understand why some countries is poor) one of most importance in economics (so remind me not to answer this kind of question. This kind of question is the same with philosophy question in sociology on: what make society change). I found that classic Three-sector theory (Fisher et al) will not be answer developing countries problem.

The sectors that not captured (or not sufficiently covered) in three-sector are:

  • Banking sectors, on how the bank plays its role in economic transformation. ref
  • New Economy, (semiconductor revolution, oil boom, gold rush, automobile revolution, internet age)

There are three theory on the banking systems,

  • Financial intermediation theory of banking (traditional) > advice to encourage developing countries to borrow from abroad is misguided
  • Credit creation theory of banking (money creation)
  • Fractional reserve theory of banking (central/reserve bank)

A lost century in economics: Three theories of banking and the conclusive evidence, Richard A. Werner 2015 ref

Written by Anjar Priandoyo

Juni 5, 2017 at 10:23 am

Ditulis dalam Society

Tagged with

BUMN mana yang paling profit? bank

leave a comment »

BUMN itu bisa dibagi dalam 4 group besar

  • BUMN Perbankan Tbk, 43T Mandiri, BRI, BTN
  • BUMN Lain Tbk, 41T Telkom, PGN, Semen
  • BUMN PSO Non TBk, 35T Pertamina, PLN
  • BUMN Non PSO, Non Tbk, 19T

Namun, Laba BUMN itu sebenarnya lebih banyak dari corporate account, bukan dari nasabah ritel yang lebih banyak unsur pelayanannya. Sebagai contoh di Bank pada umumnya Fee Based Income (FBI) kontribusinya hanya sekitar 10-20% dari laba perusahaan. Itu pun sebagian besar datang dari non retail transaction (cash recovery, administration fee, pendapatan forex, dan transaksi transfer dan ritel) ref. Ini juga sama seperti Pertamina yang revenue terbesarnya datang dari explorasi minyak (hulu) bukan dari hilir.

Written by Anjar Priandoyo

Juni 3, 2017 at 10:28 am

Ditulis dalam Career

Tagged with

Timeline penting Bank di Indonesia

leave a comment »

Jatuhnya harga minyak di mid-1980-an ini mewarnai segala perubahan kebijakan di Indonesia. Termasuk AFTA ditandatangani tahun 1992.

Trade Liberalization 1987-1995

1983 Deregulasi
1988 Pakto 88 > Banking Regulatory Reform

  1. PT. Bank Muamalat Indonesia 1991
  2. Bank Syariah Mandiri 1999
  3. Bank Syariah Mega Indonesia 2004
  4. Bank BRISyariah 2008
  5. PT. Bank Syariah Bukopin 2008
  6. Bank Panin Syariah 2009
  7. B.P.D. Jawa Barat Banten Syariah 2010
  8. PT. Bank Victoria Syariah 2010
  9. PT. BCA Syariah 2010
  10. Bank BNI Syariah 2010
  11. PT. Maybank Syariah Indonesia 2010
  12. PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah 2014

http://www.bi.go.id/id/tentang-bi/museum/sejarah-bi/bi/Documents/25d8c7b0fbbe4d27bf24497e5a0f3dfaSejarahPerbankanPeriode19831997.pdf

Control and Competition, Banking deregulation and re-regulation in Indonesia Ross H. McLeod 1999 (ini orang hebat sekali, speak Indonesia fluently)

Written by Anjar Priandoyo

Februari 3, 2017 at 5:51 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with ,

Siapakah ekonom terkemuka di Indonesia?

with one comment

Ekonom secara definisi adalah orang yang belajar (study) dan menerapkan (apply) ilmu ekonomi. Kalau kita melihat daftar ekonom di Indonesia -paling tidak yang disampaikan media-, maka kita akan menemukan nama seperti Sumitro Djojohadikusumo (b 1917) -the only Indonesian with doctorate in economics, Widjojo Nitisastro (b 1927), Mubyarto (b 1938) atau Thee Kian Wie (b 1935).

Namun menurut saya, ketiga orang itu (Sumitro = Widjojo) memiliki spektrum yang sangat berbeda. Dan yang seharusnya, dan yang lebih tepatnya yang disebut ekonom sejatinya hanya satu orang: Thee Kian Wie. Kenapa?

Widjojo Nitisastro, keahlian Population Study, brand Capitalism, Political Ministry of Economics
Mubyarto, keahlian Rural Development (aktif lecturer), brand Economy Pancasila, Political N/A
Thee Kian Wie, keahlian Industrialization (aktif researcher), brand N/A, Political N/A

Widjojo tidak terus menerus belajar/meneliti. Beliau lebih banyak praktek, menerapkan ilmu ekonomi dalam konteks kenegaraan. Sementara Thee Kian Wie sepanjang hidupnya dihabiskan untuk meneliti. Dan sayangnya diakhir hidupnya, beliau ‘hanya’ diberi gelar Sejarawan Ekonomi. Mubyarto nasibnya lebih baik, dengan adanya brand ekonomi pancasila, memegang universitas, nama beliau lebih harum daripada Thee Kian Wie.

Saya berdoa pak. Mendoakan Pak Thee Kian Wie, dan mendoakan calon ekonom-ekonom baru dari Indonesia, untuk mengingat pencapaian yang sudah dilakukannya. Republik ini butuh jauh lebih banyak ekonom seperti Thee Kian Wie daripada (tanpa mengecilkan jasa) dari Widjojo dan Mubyarto. Terimakasih pak.

Ingat, kalau PR terbesar bangsa ini untuk mengurangi kemiskinan. Maka orang tidak didorong untuk menjadi kaya, tapi mendorong orang untuk berprestasi. Dengan berprestasi, misalnya berprestasi dalam olahraga, berprestasi dalam penelitian, berprestasi dalam pengajaran maka kesenjangan itu bisa dihilangkan.

Menambahkan faktor “uang” (monetary value) dalam setiap pencapaian akan berdampak buruk. Namun, bukan salah kita bila tidak mau menjadi Thee Kian Wie. Ini seperti berada di bus yang rusak, orang yang baik bukan duduk tenang dengan sabuk pengaman, tapi orang yang duduk dekat pintu keluar bus.

Catatan:
Memang membandingkan antara Thee Kian Wie dengan Widjojo, sama seperti membandingkan antara Dennis Ritchie dan Steve Jobs. Namun orang memberikan kredit besar kepada Dennis Ritchie, karena pada akhirnya Dennis Ritchie akan menunaikan misinya sebagai pahlawan bagi ilmu pengetahuan -sama seperti Steve Jobs yang mendapatkan National Medal of Technology dan Innovation.

Written by Anjar Priandoyo

Februari 1, 2017 at 2:21 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with ,