Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Posts Tagged ‘Energy

Energy Diversity

leave a comment »

Ternyata banyak sekali konsep yang bisa digunakan menjelaskan sesuatu. Contoh “risk management”, artinya orang harus siap-siap untuk segala kemungkinan terburu. Atau “diversity”, artinya jangan meletakkan telur dalam satu keranjang. Hanya saya konsep-konsep ini sebenarnya jangan terlalu sering digunakan, karena akibatnya orang menjadi bingung. Ini mirip humblebragging dalam konteks ilmiah

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

April 26, 2018 at 12:08 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Manajemen risiko energi

leave a comment »

Manajemen risiko energi mungkin bukan karir ref, ini hanya sekedar pekerjaan. Tapi adanya sertifikasi seperti menarik juga memudahkan untuk belajar area energi dengan baik.

Area 1: Crude Oil and Refined Product Markets | 40%

  • Physical properties of crude oil
  • Exploration, production, and project development
  • Transportation and storage economics
  • Crude oil refining

Area 2: Natural Gas and Coal Markets | 25%

  • Physical properties of natural gas and coal
  • Transportation and storage economics
  • Global natural gas markets and economic fundamentals
  • Global coal markets and economic fundamentals

Area 3: Electricity Markets and Power Generation | 35%

  • Properties of electricity
  • Electricity market economics
  • Investing in generating capacity including renewables
  • Electric energy markets and trading
  • Global electricity market and economic fundamentals
  • Emission reduction programs and regulation

Written by Anjar Priandoyo

April 23, 2018 at 12:20 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with ,

Harga Energi and Sulphur Content

leave a comment »

Mengapa bisnis adalah bisnis. Dahulu Harga Minyak Mentah Indonesia – Indonesia Crude Price (ICP) = MOPS (Mean of Platts Singapore), RIM Intelligence. APPI (Asian Petroleum Price Index). Namun sekarang tidak lagi berlaku.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan formula baru harga minyak mentah Indonesia periode Juli 2016 – Juni 2017. Ketetapan formula baru ini tercantum dalam Surat Keputusan (SK) Menteri ESDM Nomor 6171 K/12/MEM/2016. “Dengan demikian maka formula harga minyak mentah Indonesia yang telah diberlakukan sejak tahun 2007, yaitu Indonesia Crude Price (ICP) = 50% RIM + 50% PLATTS, dinyatakan tidak berlaku,”. Terhitung mulai tanggal 1 Juli 2016, formula harga minyak mentah Indonesia adalah ICP = Dated Brent + Alpha, dimana Alpha dihitung dengan mempertimbangkan kesesuaian kualitas minyak mentah, perkembangan harga minyak mentah internasional dan ketahanan energi nasional. ref. Formula harga minyak mentah Indonesia akan dievaluasi sekurang-kurangnya satu kali dalam satu tahun ref

Harga Batu bara Acuan/HBA periode Maret 2018 berhasil menyentuh titik tertinggi sejak enam tahun terakhir. Menurut Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral/ESDM Nomor 1320 K/32/MEM/2018, harga batu bara acuan periode itu mencapai US$ 101,86 per ton. Dalam aturan itu, ada beberapa variabel penentu HBA. Di antaranya adalah rata-rata Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platss 5900 pada sebelumnya. Kualitasnya disetarakan pada kalori 6322 kcal per kg GAR, Total Moisture 8%, Total Sulphur 0,8% dan Ash 15%. ref

Written by Anjar Priandoyo

April 22, 2018 at 6:53 am

Ditulis dalam Science

Tagged with

Rudy Tavinos, Realita bisnis migas (refinery)

leave a comment »

Tri Wahana Universal (TWU)

2010, train 1 beroperasi dengan kapasitas 6000 BPD
28 Agustus 2015, Tudingan miring transaksi Exxon Banyu Urip – TWU ref
Januari 2016, Berhenti beroperasi
Agustus 2016, Mulai beroperasi
21 Nov 2017, Peraturan ESDM mulut tambang, menguntungkan Pertamian Cepu ref
Jan 2018, Berhenti beroperasi lagi
31 Mar 2018, Harga minyak di Bojonegoro lebih mahal ref.
2 April 2018, Harga minyak TWU harus adil ref
6 April 2018, Menyalahkan kebijakan pemerintah mengenai penjualan minyak mentah di mulut tambang. Lumbung Itu Tidak Untuk Ayam ref (6 April 2018)

Kesimpulan:
1.Bisnis energi bukan bisnis yang murah. Bisnis dengan modal kecil akan sangat sulit berkembang. Ada banyak aturan lokal yang memang berat (dalam artian harga) untuk dipenuhi. Ada banyak faktor global yang keras (mempengaruhi harga).
2.Bisnis energi tidak ada nilai tambah, berupa komoditas.

Written by Anjar Priandoyo

April 17, 2018 at 6:47 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Kegaduhan media: Uang elektronik dan biodiesel

leave a comment »

Orang tidak akan bisa catch up dengan dunia (berita perkembangan terakhir), misalnya TCash lepas dari Induknya menggambarkan betapa sulitnya bisnis fintech. Perusahaan besar non keuangan seperti EMTEK pun harus menggandeng Alipay. Penggalan ini menggambarkan nilai industri fintech yang masih sangat kecil.

Banyak berita yang didapat hanya sepenggal, contoh kenaikan Harga Indeks Pasar Biodiesel/Bioethanol, Biodiesel menjadi 8.161 dan Bioethanol menjadi 10.083, ini seperti kenaikan harga FIT untuk Solar PV/Geothermal. Termasuk dengan harga batubara acuan yang di kisaran $101 tertinggi dalam enam tahun terakhir. Padahal penggalan berita ini menggambarkan bahwa pemerintah masih menjadi pembeli yang dominan.

Written by Anjar Priandoyo

Maret 31, 2018 at 5:09 am

Ditulis dalam Science

Tagged with

Memahami Bisnis Pertambangan

leave a comment »

Ada artikel di tulis Anggra Wishnu di Kagamavirtual. Tulisan ini private hanya untuk digroup, link saya tulis disini biar saya mudah mentracknya. Point yang disampaikan menarik, karena bisnis batubara sebenarnya relatif mudah dari sisi teknis, pemrosesannya dilakukan mekanik (crushing), tidak seperti oil yang banyak proses chemical dan thermalnya. Meski bisnis relatif sederhana, tapi pointnya bukan itu. Pointnya adalah:

  1. Ini bisnis yang membutuhkan modal sangat besar, karena sebuah liebher harganya bisa 10 juta dollar.
  2. Margin keuntungan, sebagaimana bisnis besar lainnya sebenarnya kecil. Bisnis yang marginnya paling besar sebenarnya adalah bisnis jasa, semakin traditional biasanya margin keuntungannya makin kecil. Semacam Oil.

Catatan: 25 April 2018, tulisan seperti ini memang menarik karena gaya penulisannya adalah kontras, misalnya sesuatu sangat mahal, tetapi untuknya sangat sedikit, penekanan pada sangat.

(17Jul2017, Bisnis Pertambangan) ref
(26Nov2015, Freeport) ref

Written by Anjar Priandoyo

Desember 22, 2017 at 2:52 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Perbedaan mengerjakan PhD dan mengerjakan penelitian

leave a comment »

Mengerjakan PhD sangatlah berbeda dengan mengerjakan Penelitian. PhD buat beberapa orang disebut juga sebagai training degree, mini research, dalam beberapa obrolan warung kopi disebut juga sebagai penelitian main-main, bohong-bohongan. Berikut penjelasannya.

1.Training Degree
Kenapa training degree? padahal prosesnya lama sekali 3-5 tahun? Disebut training karena dibandingkan dengan kegiatan meneliti setelahnya yang akan terus menerus sepanjang hidupnya, misalnya 20 tahun. Artinya belajar 5 tahun itu untuk menyiapkan fondasi bekerja selama 20 tahun. Artinya PhD itu sekedar training persiapan masuk ke dunia nyata.

2.Kegiatan main-main
Orang mengatakan main-main, karena PhD tidak ada nilai. Kalau tidak ada nilai, bagaimana bisa mengukur -alibi praktisi. Justru karena tidak ada nilai, maka tujuan PhD adalah mengeksplorasi ide. Walaupun tidak ada nilai ada ukuran yang lain, semisal jumlah publikasi, jumlah halaman atau sesederhana durasi waktu diskusi.

3.Abstrak
Ini yang paling menarik, dan kita harus terbiasa dengan konsep ini. Fokus PhD saya adalah mengenai Energy System. Energy System ini tergantung konteksnya, dalam konteks negara, Energy System definisinya adalah Energy Supply dan Demand, atau dalam istilah IPCC adalah semua komponen yang terkait produksi, konversi, delivery dan konsumsi dari energi. Tapi, energy system bisa sama sekali berbeda dalam konteks yang berbeda, misalnya Oil Platform. Energy System pada Oil Platform adalah keseluruhan proses dari produksi hingga konsumsi dari oil platform. Ini universenya sangat kecil dibandingkan universenya sebuah negara. Walaupun sama-sama Energy System, perspective Micro atau Macro bisa berbeda.

Energy Modelling misalnya, definisinya adalah sebuah proses untuk menganalisa sebuah energy system, biasanya dengan menggunakan pendekatan Scenario Analysis. Pertanyaannya apakah definisi ini berlaku untuk semua energy system? nanti dulu. Energy system bisa juga dianalisa dengan pendekatan Thermodynamic Assessment (seperti di Oil Platform tadi), atau kalau dalam konteks negara, bisa dianalisa dengan Emission Inventory, atau bisa juga dengan Lifecycle Analysis.

Written by Anjar Priandoyo

Mei 16, 2017 at 12:51 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with