Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Posts Tagged ‘English

March, Rally and Protest

leave a comment »

“Besok jangan lewat Thamrin, ada demo buruh, lusa juga jangan ada unjuk rasa Pertamina”. Demo berkesan negatif, Unjuk rasa kesannya lebih positif, dua-duanya dalam bahasa Inggris disebut dengan protest (demonstration), cuman istilah protest tidak umum digunakan. Dalam bahasa Inggris turunannya adalah Rally (mass meeting, unjuk rasa) atau March (formasi berbaris).

Unjuk rasa hanya bisa dilakukan untuk topik kiri misalnya:
-Anti Globalization: Menolak korporasi besar multinasional
-Anti Austerity: Menolak penghapusan subsidi: pendidikan, listrik, pangan (demo harga) ref
-Anti European Union (Brexit): Menolak bergabung dengan EU

Topik kanan tidak bisa dilakukan unjuk rasa.

Why are left-wing protests so much more active ref

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Juli 31, 2018 at 12:55 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Disposal

leave a comment »

Interesting. Disposal can be “getting rid of” or distribution or arrangement. This linguistic concept such as homonym often confusing me. I thought I know something but in fact I am not.

Written by Anjar Priandoyo

Mei 30, 2018 at 3:09 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Writing Style: English

leave a comment »

So many option:

  • Passive vs Active
  • Past Tense vs Present Tense
  • We vs I

stackexchange: mix-active-and-passive-voice-in-the-thesis
stackexchange: style-question-use-of-we-vs-i-vs-passive-voice-in-a-dissertation
researchgate: Active_passive_voice_dilemma_which_one_is_suitable_for_scientific_thesis

Written by Anjar Priandoyo

Desember 3, 2017 at 2:25 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Time signal: berbicara dalam tenses

leave a comment »

Bahasa Indonesia itu tidak mengenal tenses, untuk membantunya digunakan time signal

CONTOH 1:
A: “Did you have a meeting?”
B: “Yes, I had a meeting”

Dalam Bahasa
A: “(Kemarin), ada meeting?
B: “Ya, ada”

Ini menyulitkan ketika harus berbicara dalam bahasa Inggris, orang Indonesia cenderung bertanya

A: “Do you have a meeting (Yesterday)”
B: “Yes, I have a meeting (Yesterday)”

Jadi jangan menyalahkan orang Indonesia kalau grammar-nya berantakan, memang dari desain bahasanya sudah berbeda.

stackexchange: have-worked-vs-had-worked
stackexchange: when-is-it-necessary-to-use-have-had

CONTOH 2:
It was last Monday. I had just gotten home from work, and I was in the apartment alone. I was watching TV. Suddenly I hear a strange noise coming from the bathroom. I get up and go to the bathroom door, which is closed.

Ini kejadian senin kemarin. Saya baru pulang dari kantor dan saya sendirian di apartemen. Saya sedang menonton TV. Tiba-tiba saya mendengar suara dari kamar mandi, saya segera berdiri dan pergi ke pintu kamar mandi yang terkunci rapat.

Bahasa Indonesia bisa memberikan deskripsi tanpa menggunakan aturan tenses sama sekali. Dan semua ini dilakukan tanpa mikir, karena diawal kalimat sudah dijelaskan time signalnya

CONTOH 3:
A: “Minggu depan, saya ke Jakarta”
B: “I will go to Jakarta”
Bahasa Indonesia, sepanjang sudah ada time signal (“Minggu depan”) tidak perlu ditambahkan lagi tenses.

A: “Minggu depan, saya akan ke Jakarta”
“akan” ini fungsinya menegaskan, bukan sebagai tense.

CONTOH 4:
A: “Kemarin saya ketemu William” normal Indonesian, ada time signal
B: I have meet William”

C: “Saya sudah ketemu William” tidak normal, sangat formal dalam meeting untuk menegaskan
D: “I have meet William”

E: “Kemarin saya ketemu William tuh” normal Indonesian, ada time signal, akhiran “tuh”

  • Thoughts can happen in the past or the present
  • Reported speech and reported thoughts have their own time
  • Present tense for dramatic effect

stackexchange: mixing-past-tenses-in-the-same-sentence

Written by Anjar Priandoyo

November 27, 2017 at 2:26 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Know the rules, break the rules

leave a comment »

Did you know vs Do you know (both of them gramatically correct)
Did you know = appropriate
stackexchange: which-is-correct-did-you-know-or-do-you-know

Does it hurt vs Is it hurt
Does it hurt = appropriate ref
Are you hurt vs Do you hurt
Are you hurt = appropriate, no connotation
stackexchange: grammatically-correct-are-you-hurt-and-do-you-hurt

Past Tense vs Present Tense
Untuk buku, lebih baik ditulis dalam past tense ref. Bahasa Indonesia, Chinese, Arabic dan most of Asian language does not have tenses ref, ref, ref.

Written by Anjar Priandoyo

November 22, 2017 at 1:47 pm

Ditulis dalam Life

Tagged with

Good English #01 Describe a thing

leave a comment »

“…Once a cornerstone of the economy, Indonesia’s oil and gas sector is in a slump, even as the country’s appetite for energy soars…” ref

This is a good example of journalistic writing. In a single sentence, it describe the problem of Indonesia in one sentence, it also describe the summary of writing in single sentence. The beauty of journalism. This sentence contain exaggeration, overstatement, magnification, amplification. This is beautiful.

For example, it can be rephrase with:
“Oil industry is declining, even when demand is increasing rapidly”

Dictionary:

  • Cornerstone: on which a particular thing depends or is based (oxford), Something of great importance that everything else depends on (cambridge), something of great importance that everything else depends on (dictionary), an important quality or feature
  • Slump: A period of substantial failure or decline (oxford), a fall in the price, value, sales, etc. of something (cambridge), a decrease, decline, or deterioration (dictionary).
  • Soar: to rise very quickly to a high level (cambridge), fly or rise high in the air (oxford)
  • Appetite: A strong desire or liking for something (oxford),

Written by Anjar Priandoyo

November 15, 2017 at 10:17 am

Ditulis dalam Management

Tagged with

Why my english bad #7 Vocabulary

leave a comment »

Bahasa Inggris secara umum lebih susah dari bahasa Indonesia karena banyaknya kata serapan yang digunakan. Banyaknya kata serapan ini mempengaruhi, kerumitan sebuah bahasa. Salah satunya adalah dengan adanya homonim, kata yang sama tapi maknanya berbeda.

Dalam bahasa Indonesia contoh (true) homonim adalah tahu, bisa berarti makanan dari kedelai, bisa berarti mengerti. Ada juga yang homonim saja, misalnya genting berarti bahaya atau atap rumah. Genting sebenarnya bukan true homonim, karena masih dikira-kira bahwa genting adalah bagian paling penting dalam rumah, sama seperti rapat yang artinya dekat, dan rapat yang artinya diskusi, rapat masih bisa dikira-kira sebagai kata yang sama tapi penggunaannya saja yang berbeda. Rapat dan genting bisa dianggap entry (lema) individual, tapi tahu merupakan true homonim.

Dalam bahasa Inggris, contohnya adalah “Bow”. Bow ini artinya busur (Boga in German) dan Bow yang artinya haluan perahu (Boeg in Dutch). Ini true homonim karena sumbernya berbeda. Kalau Bow yang artinya Bow Knot (simpul) atau Bow yang artinya membungkuk, masih bisa dikira-kira berasal dari kata yang sama.

*Terinspirasi dari acara TV “Humbug”, artinya bisa nonsense bisa juga permen.

Kerumitan berbahasa (homonim, sinonim dkk) ini intinya karena perbendaharaan bahasanya sangat kaya. Contoh Buy (Old English) dan Purchase (Norman French). Penggunaannya sama persis ref

Sorry: Old English
Apology: Greek

Gill = Insang
Pectoral Fin = Sirip Depan

Bow = Haluan Perahu
Hull = Lambung Perahu
Stern = Buritan Perahu

Written by Anjar Priandoyo

November 4, 2017 at 1:34 pm

Ditulis dalam Life

Tagged with