Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Posts Tagged ‘Fiction

Dialogue vs Narrative

leave a comment »

Balancing, intinya. Menarik juga. Sedikit demi sedikit baru ngerti. ref

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Februari 19, 2018 at 10:15 am

Ditulis dalam Society

Tagged with

Realistis

leave a comment »

Ini bagian yang sedang dipelajari, seberapa lebay imajinasi. Ternyata banyak yang mempersoalkan memang, mau seberapa jauh ref, ref, ref. Contoh kalau mau berkelahi, kira-kira musuhnya punya peralatan apa saja.

Written by Anjar Priandoyo

Februari 10, 2018 at 2:56 pm

Ditulis dalam Life

Tagged with

Inciting Incident: Heroes/Romance (Kebetulan/Coincidences)

leave a comment »

Istilahnya: Kebetulan ref

Film itu sebenarnya kumpulan kebetulan yang bisa mengubah seseorang menjadi reluctant hero

Professor Marston & Wonder Women:
Conflict/Incident: bertemu dengan Olive Byrne
Solution: Live together/Create Wonder Women

Coco:
Conflict/Incident 1: Accidentally cursed to land of death (Theme)
Incident 2: Accidentally met hector
Solution: Coco defeat Dela Cruz

Neighbor Sorority
Conflict: Family want to sell the house with escrow
Incident: Teddy met Shelby
Solution: Shelby rent the house

Thor Ragnarok
Incident: Thor met Hulk

Key Themes:
Sergeant York (1941) / Reluctant Hero
2001: A Space Odyssey (1968)

Written by Anjar Priandoyo

Februari 5, 2018 at 10:38 am

Ditulis dalam Management

Tagged with

Sudut pandang mana yang paling baik?

leave a comment »

Contoh yang paling baik adalah karya Habiburrahman el Shirazy, beliau bisa menulis AAC dalam sudut pertama dan menulis KCB dalam sudut ketiga. Saya mungkin lebih nyaman menuliskannya dalam sudut pandang orang pertama.

Sudut Pertama

Ini cerita tentang hidupku. Waktu aku kecil, ibu selalu mengajariku untuk tidak mencuri. Aku tidak pernah mencuri memang, tapi bukan karena nasihat ibuku. Aku tidak mau mencuri karena aku tidak dapat membayangkan betapa kemarahan orang yang bisa terjadi kalau barangnya hilang dicuri.

Dialog:
“Besok pagi aku akan ke kota. Aku akan membeli sepatu baru untuk Sri” kataku
“Ya sudah, jangan lupa bekalnya disiapkan” Ibu menjawab

Contoh: Laskar Pelangi, Negeri 5 Menara, Ayat-ayat Cinta, Daun yang Jatuh

Sudut Ketiga

Ini cerita tentang Bawon. Waktu Bawon kecil, ibunya selalu mengajari Bawon untuk tidak mencuri. Bawon tidak pernah mencuri memang, tapi bukan karena nasihat ibunya. Bawon tidak mau mencuri karena Bawon tidak dapat membayangkan betapa kemarahan orang yang bisa terjadi kalau barangnya hilang dicuri.

Dialog:
Sama dengan sudut pandang pertama

Contoh: 5 cm, Ketika Cinta bertasbih, Perahu Kertas

Perbandingan
Ini mungkin contoh lain yang keren, di Until I Find You (John Irving, 2005) yang mengubah sudut pandangnya dari pertama menjadi ketiga. Saya bayangkan mungkin kira-kira hasilnya seperti ini

Sudut Pertama
Saya kesal karena diperlakukan seperti ini, kelak saya akan membalas perlakuan orang tersebut

Kalimat ini bisa jadi terlalu berbahaya atau kontroversi sehingga bisa diganti menjadi
Budi kesal karena diperlakukan seperti ini, kelak Budi akan membalas perlakuan orang tersebut.

Yang jelas, sudut pandang orang pertama adalah sudut pandang yang paling mudah.

Written by Anjar Priandoyo

Januari 22, 2018 at 3:15 pm

Ditulis dalam Life

Tagged with

Show dont tell

leave a comment »

Di awal film Hidden Figures (2016), diceritakan bahwa Katherine G. Johnson, Dorothy Vaughan dan
Mary Jackson sedang memperbaiki mobil yang mogok.

Katherine duduk disetir mobil, Dorothy tiduran dibawah kap mobil dan Mary berdiri disamping mobil. Ini menggambarkan karakter Katherine sebagai seorang leader/visioner/tokoh utama, Dorothy sebagai tokoh keibuan/rela berkorban, dan Mary sebagai tokoh out of the box.

Simbol ini sebenarnya berbeda dengan profesinya, yang Engineer adalah Mary -dia tidak memperbaiki mobil.

Kalau mau bisa saja yang memperbaiki mobil adalah Mary, karena dia yang mengerti teknisnya, tapi disini diceritakan dia justru tidak memperbaiki. Adegan ini menjelaskan banyak sekali bagaimana karakter tiga tokoh ini, yang buat beberapa orang justru bisa jadi tidak perlu.

Alternatif lainnya adalah dinarasikan saja bagaimana karakter tiga orang ini.

Sebelum itu sebenarnya, untuk menceritakan adventure seperti ini, komposisi karakter tiga orang ini perlu didesain semenarik mungkin chemistrynya.

Ini juga sesuai teori yang mengatakan untuk membuat kombinasi karakter harus terdiri dari ref
1. Superficial similarities: works in NASA
2. Meaningful differences: leader (widow), family guy, easy going
3. Unifying influence: interact with head of NASA (although true leader in the group is Dorothy)

Protagonist, Antagonist, Mentor, Sidekick, Love Interest

Written by Anjar Priandoyo

Januari 15, 2018 at 1:44 pm

Ditulis dalam Life

Tagged with

Memahami Romance Indonesia

leave a comment »

Film Romance di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari Habiburrahman El Shirazy dan Helvy & Asma Nadia. Habiburrahman El Shirazy: Ketika Cinta Bertasbih (KCB) 2009 Azzam, Anna, Furqon; Ayat-Ayat Cinta (2008) Fahri. Puncak film Romance di Indonesia dipegang dua tokoh ini.

Kang Abik dan Duo Lingkar Pena ini menarik. Namun yang paling menarik sebenarnya antara Helvy dan Asma. Kurang lebih ini adalah gaya penulisan yang berbeda dari dua penulis paling produktif. Asma adiknya lebih membumi, sementara Helvy kakaknya lebih berat. Yang paling laris? tentunya Asma. That’s show business.

SYTD1:
Couple: Pras dan Arini
3rd person: Meirose (with baby)
Result: Meirose leaving, give the baby

SYTD2:
Couple 1: Pras dan Arini
Conflict: Arini cancer
Couple 2: Syarief dan Meirose
Result: Arini leaving, Pras with Meirose

Pearl Harbour
Evelyn and Rafe
Danny (have baby with Evelyn)
Danny leaving

Written by Anjar Priandoyo

Januari 8, 2018 at 4:03 pm

Ditulis dalam Management

Tagged with

Teknik Bercerita

leave a comment »

Teknik Bercerita

  1. Reportase (As is)
  2. Comedy (Element of Surprise) > Happy (Laugh)
  3. Drama (Element of Emotional) > Happy, Sad, Angry, Scared, Tender, Excited

Contoh 1
“Bapak sama ibu berantem”
Reportase. Melaporkan sesuatu yang terjadi tanpa emosi.

“Bapak sama ibu berantem tuh”
Komedi. Maksudnya bapak yang dimaksud bukan bapak sesungguhnya, ibu yang dimaksud juga bukan ibu sesungguhnya. Situasinya bisa dikantor atau sekolah, dimana ada unsur “element of surprise”.

“Bapak sama ibu berantem lho”
Drama. Ada konflik yang diangkat, karena seharusnya bapak dan ibu tidak berantem.

Contoh 2
“Bapak jatuh dari becak” Reportase

“Bapak jatuh dari becak coba” Komedi, maksudnya tidak ada orang yang jatuh dari becak. Kejadian ini sudah mengandung unsur lucu (komik) atau “element of surprise”

“Bapak jatuh dari becak kan” Drama, maksudnya bapak sudah tua, tidak mau bepergian, karena dipaksa naik becak akhirnya bapak mau. Akhirnya jatuh.

Tipe Drama
Opposite dari tragedy (misfortune) itu bukan komedi, tapi fortune (happy ending). Drama harus punya conflict.

Tragedi: Bapak jatuh dari becak kemudian mati
Komedi: Bapak jatuh dari becak kemudian celananya robek

Tragedi: Bapak sama ibu berantem kemudian mati
Komedi: Bapak sama ibu berantem kemudian diundang menjadi artis (happy ending, element surprise)

Tipe Plot
Conquest: Bapak tidak mau naik becak, setelah bapak mencoba, bapak mau
Rebirth: Bapak tidak mau naik becak, setelah bapak pulang ke kampung, bapak mau

Written by Anjar Priandoyo

Januari 5, 2018 at 3:58 pm

Ditulis dalam Life

Tagged with