Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Posts Tagged ‘Health

Memonitor sakit

leave a comment »

“25% of all allergy sufferers don’t understand what their allergy triggers might be”

1.Temperature
Ini fitur Historical data-nya Timeanddate yang sangat berguna, baru sadar, hari kamis (6 Jul) kemarin memang luar biasa panas, tertingginya 26c sementara semingguan terakhir tertingginya sekitar 20c. Artinya? wajar kalau kemarin mendadak tidak bisa tidur nyenyak.

2.Sun position
Data selanjutnya adalah data dari suncalc.org untuk melihat bagaimana posisi elevasi matahari.

3.Pollen count
Akhirnya ketemu juga historical data, meski hanya 2 hari kebelakang dari Benadryl, rabu dan kamis pollen countnya very high (ini juga diambil dari metoffice). Jadi wajar ya. Ini akan terus berlangsung hingga hari senin baru turun dilevel high.

Bagaimana mencegahnya? ini beberapa tips menarik:
1. Pakai kacamata, agar pollen tidak masuk mata
2. Mandi, cuci muka dan ganti baju

Written by Anjar Priandoyo

Juli 7, 2017 at 5:48 pm

Ditulis dalam Life

Tagged with

Mengenang rasa sakit

leave a comment »

Bener juga, periode lari terberat saya selama full bulan April 2017, ditambah TAP meeting pada 18 April baru dirasakan akibatnya sekitar 2 minggu kegiatan tersebut berakhir. Jadi,

  1. Istirahat bisa jadi tidak ada gunanya, karena virus infection baru masuk 2 mingguan, atau sekitar 20 May 2017.
  2. Ketika kondisi tubuh sudah mulai membaik diawal Juni, mulai terkena Hay Fever, yang prosesnya sudah masuk 2 mingguan juga.

Intinya hidup sehat dimulai dengan lari secara rutin, mengurangi stress. Istirahat relatif tidak berguna. Karena kondisi imun yang menurun tidak bisa ditingkatkan dengan istirahat.

Written by Anjar Priandoyo

Juni 22, 2017 at 3:32 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Istirahat

leave a comment »

Di Inggris cuaca buruk tidak bisa dihindari, hujan bisa turun sepanjang hari. Dalam satu bulan, pasti ada hari dimana cuaca sangat buruk, buruk dalam artian sangat ekstrim. Hari rabu panas, tiba-tiba hari kami dingin dengan angin kencang. Hampir dipastikan dalam satu bulan pasti ada 1-2 hari seperti ini. Hari ekstrim seperti ini berbahaya, lebih baik konstan panas atau konstan dingin.

Bulan 1 – October 2016, sakit 1 hari, parasetamol
Bulan October 2016, saya mulai track lari secara rutin. Namun beberapa komponen belum rutin saya track seperti renang dan waktu tidur. Renang juga berkontribusi terhadap sakit, karena suhu angin yang relatif dingin. Bulan October 2016, saya mengkonsumsi satu tablet parasetamol

Bulan 2 – November 2016, sakit 1 hari, fever (no parasetamol)
Bulan 3 – December 2016, sakit 1 hari, fever (no parasetamol)
Bulan 4 – January 2016, sakit 1 hari, fever (no parasetamol)
Bulan 5 – Feb 2016, sakit 2 hari, diare, fever (no parasetamol)
Bulan 6 – Mar 2017, CLEAN, tracking sleep, swim every week (no parasetamol)
Bulan 7 – Apr 2017, sakit 1 hari, fever, parasetamol
Bulan 8 – May 2017, sakit 2 hari, fever, parasetamol

Kalau dilihat dari kacamata pekerjaan, mengambil cuti sakit selama 1 hari setiap 3 bulan sekali (average UK 2015, average UK 1993 setiap 2 bulan sekali). Merupakan hal yang wajar. Sebagai orang kantor, rata-rata sakit satu hari perbulan termasuk wajar. Anak-anak mungkin lebih sering lagi. Namun bedanya orang kantor cenderung reaktif dengan meminum obat atau tidak mau beristirahat.

Written by Anjar Priandoyo

Mei 15, 2017 at 10:52 am

Ditulis dalam Life

Tagged with

The purpose of running

leave a comment »

I start to realize, the purpose of running is not for competition. It is also not to prove ourselves that we can defeated challenge, not to prove ourselves that we can be disciplied, have commitment with something, or simply have purposes. The purpose of running is not something that people said “running of something”. The purpose of running is simply to have fun, a meditation, a time where you spent with yourself, everyday 1-2 hours. The purpose of running is meditation, relaxation, knowing that we can escape, whatever life treat us.

However, even we use running as meditation, certain measurement is still required. The same as if we think our life is a journey travel around the world, we have a certain physical measurement like money, age, works. The same with running, the measurement is cortisol level, endorphins level and all hormones related with physical exercise.

Written by Anjar Priandoyo

Mei 15, 2017 at 8:18 am

Ditulis dalam Life

Tagged with

Dampak Kesehatan

leave a comment »

Semisal saya meneliti mengenai dampak kesehatan smartphone (HP), maka saya akan masuk area epidemological per individu e.g seberapa besar potensi kematian akibat main HP, apakah memperpendek umur 10 tahun, 15 tahun atau apakah HP jenis tertentu yang bisa menyebabkan kematian (regresion analysis). Bisa juga saya masuk ke area exposure e.g berapa banyak orang yang bisa mati (dihitung dari berapa jumlah HP), apakah 100rb, 200rb. Bisa juga saya masuk ke intervensi-nya, policy apa yang bisa dibangun, apakah orang tidak boleh main HP, ataukah HP otomatis mati.

PS:
Siméon Denis Poisson

Written by Anjar Priandoyo

Mei 9, 2017 at 12:41 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

TIL dose response is different than concentration response

leave a comment »

Jadi health study itu ada yang ke epidemiological (penyakit,hubungan sebab akibat) atau lebih ke modelling, atau lebih ke intervention.

“most basic toxicology texts explain this relationship” researchgate.

https://www.researchgate.net/post/Is_the_dose_response_function_the_same_as_the_concentration_response_function

Written by Anjar Priandoyo

Mei 9, 2017 at 11:42 am

Ditulis dalam Science

Tagged with

Memahami statistik kesehatan: Rekomendasi vs Rata-rata = Realistis

leave a comment »

Rekomendasi olahraga menurut WHO/NHS adalah 150 menit/minggu atau dalam istilah lain 3×50 menit, atau 5×30 menit. Tiga sampai lima kali seminggu. Namun, kenyataannya, tidak banyak yang bisa mencapai angka rekomendasi ini. Contoh di Inggris, 63%nya tidak mencapai angka rekomendasi ini. Dalam istilah yang lain, rata-rata orang US hanya berolahraga 3×30 menit dalam seminggu. Dari data di US, 51% berolahraga hanya 3x seminggu, 18% 1-2x seminggu dan 30% tidak pernah berolahraga.

Artinya, ada gap yang sangat besar pada bidang olahraga antara:
Rekomendasi: 150 menit (5×30, 3×50)
Rata-rata: 90 menit (3×30, 2×45, 1×90)
Realistis: tidak pernah berolahraga

Ini juga terjadi pada bidang lain, semisal sex:
Rekomendasi: 1x/minggu, 3x/minggu
Rata-rata: 1x/minggu
Realistis: tidak pernah reguler, tergantung kesibukan

https://www.theguardian.com/news/datablog/2012/jul/18/physical-inactivity-country-laziest
http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs385/en/
https://www.creditdonkey.com/gym-membership-statistics.html
https://www.popsugar.com/fitness/How-Much-Does-Average-Person-Exercise-Week-22218288

Written by Anjar Priandoyo

Mei 8, 2017 at 9:40 am

Ditulis dalam Science

Tagged with