Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Posts Tagged ‘Kuliah

Wisuda – rencana sempurna untuk lulus tepat waktu

leave a comment »

Saya tidak pernah menduga bisa lulus kuliah persis selama 4 tahun. Seingat saya, kakak angkatan saya paling cepat menyelesaikannya dalam 4.5 tahun, diangkatan saya yang lulus persis 4 tahun hanya 1 orang ditambah saya menjadi 2 orang, itu pun karena orang pertama tadi memang sangat rajin belajar. Sebagai pembanding, saya bisa menyelesaikan kuliah termasuk dengan KP selama 2 bulan di Kantor Pusat BRI Jakarta, masih ditambah KKN di Sukoharjo selama sekitar 2 bulan juga ditambah kerja Partime selama 1 tahun terakhir. Banyak teman kuliah saya yang bisa lulus kuliah tanpa mengambil KP Jadi kalau dihitung net masa kuliah, saya bisa mengklaim lulus dalam waktu 3.5 tahun, jika dikurangi waktu KKN, waktu KP dan waktu partime. Meski demikian harus diakui bahwa saya lulus dengan IPK sedang saja, persis 3.00.

Kalau diingat-ingat, saya memang tidak merencanakan lulus persis 4 tahun, yang saya rencanakan adalah lulus dengan IPK >3.00 mungkin pantas-pantasnya adalah IPK 3.20. Hanya waktu itu, di detik-detik terakhir (20 Juli 2004 setelah pendadaran, baru rencana saya berubah), setelah saya hitung-hitung lagi, lebih tepatnya setelah saya mengulang mata kuliah IMK (Interaksi Manusia Komputer) kedua kalinya dan tetap mendapat nilai C, saya menyadari bahwa bila pun saya bisa mencapai 3.10 tapi dengan catatan waktu masa kuliah 4.5 tahun, rasanya lebih baik saya mendapatkan IPK 3.00 dengan masa kuliah 4 tahun. Singkatnya perhitungan saya ini benar.

Saya mencoba mengingat lagi, apakah memang tidak saya rencanakan?

di UGM semester itu hanya ada dua kali dalam setahun. Semester ganjil dimulai di Agustus dan semester Genap dimulai di Februari. Semester Pendek itu policy masing-masing kampus. Kira-kira timeline saya untuk pengerjaan skripsi sebagai berikut:

Jul – Aug 2003: KKN Semester Pendek akhir tahun ketiga

Aug 2003 – Jan 2004: Semester Tujuh
15 Sept – 15 Nov 2003: KP Kantor Pusat BRI (Jakarta already change my mind)

01 Februari 2004, day 1 skripsi
13 Mei 2014, Parttime SIC
19 Juni 2004, Presentasi di SNATI
20 Juli 2004, Pendadaran

Apa kesimpulannya?
Kalau dilihat timeline kuliah dahulu, momen paling penting adalah pada saat akhir tahun ketiga, yang merupakan rangkaian KKN dilanjutkan KP. Ini bukan artinya semua-semua harus dikerjakan, tapi justru karena KKN dan KP bisa terselesaikan maka Skripsi juga bisa diselesaikan dengan cepat dalam waktu sekitar 4 bulan. Artinya untuk bisa lulus skripsi dalam waktu 4 bulan, harus mengambil KKN 2 bulan dan KP 2 bulan. KKN dan KP adalah latihan menjelang Skripsi.

Entah ini resep yang bisa dipakai lagi atau tidak saya tidak pernah tahu.

Yang saya ingat, orientasi saya dahulu selalu IPK, bukan masa studi. Orientasi IPK ini lebih populer dibandingkan target masa studi. Baru di detik-detik terakhir saya mengambil orientasi masa studi. Implikasi dari masa studi ini adalah masa pencarian kerja saya menjadi lebih cepat karena saya menghitung dimensi waktu. Sehingga Oktober 2004 saya langsung bekerja. Persis selang 1 bulan setelah wisuda. Istilahnya, IPK itu Prepared plan, sementara masa studi itu Emerging Plan.

Bagaimana penerapan teori ini?
Kalau memang saya sudah menyadari rencana ini sejak dulu, maka pada semester 7 saya tidak akan mengambil KP, karena terlalu beresiko – misalnya saya jadi lebih senang kerja daripada menyelesaikan kuliah. Sebagai gantinya saya akan mengambil bimbingan skripsi pada semester 7 (yang rasanya pada waktu itu tidak mungkin dilakukan, yang artinya kecil kemungkinan ada anak di angkatan saya yang bisa menyelesaikan kuliah dalam 3.5 tahun).

Maka untuk bisa membuktikan teori ini, maka submission harus dilakukan pada akhir tahun ketiga.

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

September 4, 2017 at 8:43 pm

Ditulis dalam Life

Tagged with

Jalan pintas

leave a comment »

Tahun 2004 rasanya baru kemarin. Saya masih ingat betul (tentunya tidak 100% ingat, ini namanya pentingnya mencatat). Tanggal 8 Juli 2004, teman seangkatan saya menyelesaikan pendadaran (viva) pertama diangkatan 2000, si teman merupakan yang paling pintar diangkatan. Dia bergerak sesuai jadwal, menyelesaikan pendadarannya sebelum deadline 10 juli 2004, kemudian yudisium 20 juli dan mendapatkan tiket wisuda di 19 Agustus 2004. Wajarlah si teman memang pintar.

Namun ternyata nasib berkata lain, saya ternyata masih sempat ikut pendadaran di 20 juli 2004, masih berkesempatan yudisium di 26 juli dan kemudian sama-sama mendapatkan tiket wisuda di 19 Agustus 2004. Jadilah saya orang kedua yang selesai pendadaran, dan termasuk dua orang lulusan paling cepat di angkatan dengan masa studi persis 4 tahun, dengan IPK persis 3.00

Kemudian selanjutnya, masa antara 19 Agustus hingga 27 September adalah masa paling menakutkan selama hidup saya pada waktu itu. Memang saya masih punya pekerjaan parttime dikampus, sehingga saya merasa cukup tenang untuk bisa menganggur sambil mencari pekerjaan. Dan transkrip pun yang sebenarnya sudah saya pegang sebelumnya dibulan juli tetap membuat perasaan tegang itu naik turun setiap saat.

Akhirnya, setelah melewati beberapa test mandiri di kampus dan test bca di jakarta, saya memutuskan untuk segera mengambil pekerjaan di Jakarta, bila dalam 2 bulan tidak ada kepastian mendapatkan pekerjaan. Singkat kata perhitungan saya memang tidak salah, butuh waktu 1 tahun untuk memahami peta kerja di Jakarta termasuk memahami bahwa pentingnya memiliki keahlian (spesialisasi aka sertifikasi) untuk bisa memenangkan persaingan. Dan rasanya butuh waktu 2 tahun untuk bisa mengetahui apa yang seharusnya saya kejar.

Kini cerita itu berulang lagi. Tanggal itu bukan lagi 19 Agustus 2004, tanggal itu adalah Senin, 30 September 2019.

Written by Anjar Priandoyo

Agustus 5, 2017 at 7:24 pm

Ditulis dalam Life

Tagged with