Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Posts Tagged ‘Misleading

Manual Kehidupan

leave a comment »

Manual Kehidupan

Ibarat mengendari mobil ada banyak parameter yang harus kita lihat, kecepatan, bensin, suhu udara, jumlah muatan. Dengan data yang sangat kaya ini, kita bisa menentukan bagaimana idealnya cara kita berkendara. Tapi, seringkali manual ini tidak bisa dipakai dalam realita kehidupan.

Manual kehidupan yang tidak bisa diterapkan
Berapa rata-rata waktu yang dibutuhkan orang untuk belajar berenang? statistik menunjukkan sekitar 8-12 pertemuan. Makanya program berenang di kolam renang bisa membuat jadwalnya dalam kisaran 2-3 bulan pada saat liburan summer. Percobaan yang saya lakukan dengan anak saya berusia 9 tahun pun rasanya membutuhkan sekitar waktu 10an pertemuan secara rutin untuk bisa berenang panjang 25 M (Olympic Size 50 M). Tapi menggunakan benchmark ini sebagai target untuk mencapai suatu tujuan? nanti dulu.

Bersepeda misalnya, rata-rata waktu yang dibutuhkan anak adalah sekitar 4-5 latihan untuk bisa bersepeda secara mandiri tanpa stabilizer (roda tambahan). Namun pengalaman saya pada dua orang anak, juga menunjukkan data yang berbeda. Anak satu bisa bersepeda dari usia 5 tahun, dan anak kedua tidak menunjukkan minat sama sekali untuk bersepeda bahkan pada usia 6 tahun. Jadi, kalau menggunakan benchmark ini sebagai target juga nanti dulu.

Manual kehidupan yang misleading
di UK, ternyata emigration (meninggalkan UK) sekitar 600rb orang / tahun sementara imigration sekitar 300rb/tahun, artinya lebih banyak yang masuk dari pada yang keluar. Begitu juga di Australia yang emigrate sekitar 90rb sementara yang immigrate ke Australia sekitar 200rb. Wajar, karena UK/AU merupakan negara maju yang orang ingin masuk. Sementara Indonesia justru kebalikannya lebih banyak yang emigrate (net -700rb), termasuk India (net -2500rb), China (-1800rb). Menarik karena China termasuk relatif rendah.

Gojek misalnya, survey UI (via detik Mei 2017) mengatakan bahwa 87% driver gojek adalah fulltime dengan pendapatan diatas 1.9jt (diatas UMP nasional, mislead karena UMP Jakarta 3,3jt)

http://www.telegraph.co.uk/news/general-election-2015/politics-blog/11620356/Emigration-nation-who-are-the-thousands-fleeing-Britain-each-year.html
http://www.bbc.co.uk/news/magazine-15970341

Written by Anjar Priandoyo

Mei 8, 2017 at 12:28 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Kontribusi: klaim sepihak yang menyesatkan

leave a comment »

Saya tidak membayangkan betapa sering saya akan menulis catatan mengenai “kontribusi” yang menyesatkan. Contoh berita di CNN Indonesia (Nov 2016), mengatakan bahwa:
– kontribusi UKM 60% dari GDP
– kontribusi UKM 97% dari tenaga kerja

UKM sendiri merupakan jargon yang menyesatkan, yang menurut UU 20/2008 mengatakan bahwa Mikro omset 300jt/tahun, Kecil omset 2.5m/tahun dan Menengah omset 50m/tahun. Artinya tukang pecel lele 1 tenda itu masuk Mikro, yang jualannya sekitar 1jt/malam (Rp 20,000 x 50 orang, beroperasi selama 5 jam sehari, atau 10 orang per jam (6 menit per orang)). Kalau juragan ikan di pasar yang omsetnya per malam sekitar 10jt itu masuk ke usaha kecil.

Owner usaha mikro misalnya, pendapatannya sekelas dengan orang kantoran kelas staff. Bisa bersih mendapatkan 5-10jt/bulan. Sementara, orang pengusaha menengah, bisa punya gaya hidup yang sama dengan orang kantoran kelas manager/professional.

Kalau dilihat dari kacamata income inequality, sebenarnya menjadi pengusaha UKM dengan menjadi manager professional tidak ada bedanya. Kelas antara kasta pekerja-pengusaha ukm tidak ada bedanya. Yang berbeda, hanyalah kelas elit yang posisinya mungkin hanya 0.001% dari keseluruhan populasi. Inilah yang mengumpulkan wealth paling banyak.

Masalah dengan UKM adalah:
1.UKM sangat sulit diklasifikasi, apakah berdasarkan size atau sektor. Sifatnya lebih banyak pada underground ekonomi yang sulit diatur. Contoh untuk menertibkan pedagang pecel lele, paling tidak harus menagih iuran pada pedagang tersebut, namun akibatnya pedagang harus membebankan iuran tersebut pada pelanggan. Karena kompetisi yang tidak sehat, bersaing dalam harga, maka pedagang tidak mau membayar iuran. UKM ada karena survivalitas dari masyarakat.

2.UKM itu chaos. UKM merupakan sebuah jargon untuk menyebut sebuah entitas yang sporadis namun bisa diklasifikasikan dalam satu kategori yang sebenarnya bukan kategori yang tepat. Ini ibarat mengatakan, kita punya banyak atlit yang bisa memenangkan lomba catur, padahal atlit yang ada atlit lari, renang dan sepeda.

Kesimpulan:
1. Punya kategori yang sama, bukan berarti mudah untuk membuat policy. Berada dalam kelas klasifikasi yang sama bukan berarti bisa dibuat aturan yang sama. Sama seperti ukuran berat badan atlit, buat tinju atau angkat berat mungkin efektif, tapi buat lari misalnya, tidak efektif.
2. Ada 2 approach untuk UKM, bisa berdasarkan government classification (e.g France) atau berdasarkan government certification (e.g UK). Sama seperti selalu ada 2 approach untuk menyelesaikan sebuah masalah. Dua aproach yang berada dalam sebuah polar yang berbeda.

Catatan: Ini juga berlaku pada klaim menyesatkan lainnya semacam sektor pariwisata

http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20161121122525-92-174080/kontribusi-umkm-terhadap-pdb-tembus-lebih-dari-60-persen/
http://www.kemenkeu.go.id/en/node/47721

Written by Anjar Priandoyo

April 26, 2017 at 11:22 am

Ditulis dalam Science

Tagged with ,

Forest and the Assumptions

leave a comment »

I am tired with another misleading assumption. I think I need to built separate tag to describe this situation.

First, open any paper, see the introduction part. We fill find some highlight or opening statement that is exaggerate as something big. For example in UK, 17% of croppable land is to grow rapeseed. This statement by simple search is true, half of croppable land is to grow wheat.

In another example, Indonesia for example, its Forest is around 111 million ha, the seoncd comes for Plantation which around 13 mil ha, and Wetland around 8 mil ha. But in Indonesia, the forest size is decreasing rapidly. So number of forest size is decreasing every years.

But making a centralized policy from statistical number is difficult. For example, we can say that majority of rice production is from Java. But in the other side, we can say that the majority of palm oil production is from Sumatra / Kalimantan.

Further we also can make claim, that palm oil productity (production per land size) is the biggest compare with other oil based plantation.

Another sample is the when claiming how big forest, we can use tropical forest categorization. With tropical forest categorization, Indonesia with Brazil has 35% share of world tropical forest. And further we can say that deforestation is contributed to 6-17% CO2

http://www.telegraph.co.uk/news/newstopics/howaboutthat/9305082/Rapeseed-the-unlikely-British-attraction-for-Japanese-tourists.html
https://www.gov.uk/government/uploads/system/uploads/attachment_data/file/486326/structure-jun2015final-uk-17dec15.pdf
http://www.fao.org/ag/agp/agpc/doc/counprof/Indonesia/Indones.htm
http://gapki.id/orang-bilang-perkebunan-kelapa-sawit-adalah-yang-terluas-di-dunia-benarkah/

Written by Anjar Priandoyo

Maret 7, 2017 at 2:44 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with ,

Klaim kontribusi pada GDP

leave a comment »

I am tired with this misleading assumption.

Saya capek membaca klaim sepihak bahwa suatu pihak memiliki peranan lebih dibandingkan pihak yang lain. Contoh klaim pertamina akan peranan penerimaan negara atas setoran pajak 58T (11/01/2017) lebih lanjut menyatakan bahwa peranan GDP (konsumsi masyarakat, belanja pemerintah, investasi, dan selisih antara ekspor dikurangi impor).

Klaim lain yang sering dilakukan antara lain:
– 7-8% to GDP from oil and gas sector (IPA)
– 21-30% to state revenue (tax and non-tax)) from oil and gas sector (IPA)
– 12% foreign investment from oil and gas (PWC)
– 12.34% export oil and gas to GDP

Klaim lain yang juga terlalu sepihak
– 58% Jawa Economy contribution to GDP
Dan klaim sebelumnya dari Freeport hingga UKM

Klaim sepihak ini berbahaya. Daripada menjelaskan bahwa energi memiliki peranan penting, mengapa kita tidak bilang

Contoh UK, export terbesarnya adalah machinery/electrical (19%), sementara Indonesia terbesarnya adalah mineral/energy (30%)

http://www.pertamina.com/news-room/siaran-pers/pertamina-berperan-penting-dalam-pertumbuhan-gdp-indonesia/
http://id.beritasatu.com/energy/pertamina-turut-tingkatkan-gdp-indonesia/155119
http://bisnis.liputan6.com/read/2431727/opini-seperti-ini-dampak-serius-penurunan-harga-minyak-dunia
http://wartaekonomi.co.id/read/2016/08/12/109690/kontribusi-jawa-terhadap-pdb-akan-menyusut.html

Written by Anjar Priandoyo

Februari 27, 2017 at 11:11 am

Ditulis dalam Science

Tagged with ,

1997 vs 2015 Indonesia Forest Fire

leave a comment »

1997 Indonesian Forest Fires:
Size of affecting area:
0,75 million ha (Government of Indonesia)
9,75 million ha (Asian Development Bank)
13,0 million ha (Walhi)

Economic value loss:
5-6 bill USD (EEAPSEA
4.47 – 4.86 bill USD (Bappenas & ADB)

CO2 emission:
0.81-2.57 gigatonnes CO2 (13-40% annual CO2 from burning fossil fuel)

2015 Indonesian Forest Fires:
2,6 million ha
35-47 USD billion (GOI) (475 trilliun IDR)
16 bil USD (221 trilliun IDR) (World Bank), 1.9% GDP

Main cause: Slash and burn, El Nino
2015: 37% of fires in Sumatra on Pulpwood concessions according to WRI

Ref: Wiki, Guardian, DW, StraitsTimes, BBC

Written by Anjar Priandoyo

Desember 18, 2015 at 11:11 am

Ditulis dalam Science

Tagged with , ,

Goodbye Jargon, Made-up Term, Buzzword etc

leave a comment »

Some of them is overrated:
1. Consensus
2. Customer Focus
3. Brainstorming
4. Rightsizing
5. Human Resources
6. Leadership

http://www.inc.com/geoffrey-james/6-most-overrated-management-concepts.html

Written by Anjar Priandoyo

Juli 1, 2015 at 4:40 pm

Ditulis dalam Management

Tagged with