Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Posts Tagged ‘Ringan

Rumah

leave a comment »

Waktu saya berusia sekitar 10 tahun saya pernah merengek pada ibu saya untuk pindah rumah. Sebelumnya saya sejak lahir hingga kelas 1 SD tinggal di Perumnas, perumahan yang padat-padat penduduknya dan seringkali kebanjiran. Bapak kemudian memutuskan pindah ke kabupaten yang penduduknya masih jarang-jarang -pada waktu itu.

Ada saja alasan yang saya buat, dari rumah teman yang jauh, banyaknya anak nakal disekitar rumah yang mengajak berkelahi, hingga anjing kampung yang kerap kali mengejar-ejar sepulang sekolah. Saya tidak suka dengan rumah saya, saya utarakan hal ini pada ibu, meski tahu bahwa hampir mustahil untuk memindahkan rumah. Ibu tidak pernah menanggapi hal ini dengan serius, meski dengan berbagai alasan saya buat untuk meyakinkan ibu.

Cerita ini tidak pernah saya sampaikan pada bapak. Selain bapak seringkali pulang pagi karena lembur. Saya hanya bisa merengek pada ibu, bukan pada bapak. Mungkin gambaran saya di mata bapak berbeda sekali dengan gambaran saya di mata ibu. Sama seperti sekarang saya juga tidak 100% melihat anak saya seutuhnya.

Selama tiga tahun terakhir ini saya tinggal di tiga rumah yang berbeda. Rumah kedua selalu lebih baik dari rumah sebelumnya. Rumah kedua selalu lebih besar, lebih luas. Mungkin juga kebetulan karena rumah pertama selalu dimiliki dengan kondisi serba terbatas, baik dari waktu maupun informasi.

Saya selalu stress berat setiap pindah rumah, baik sebelum maupun sesudah. Banyak barang hilang pada saat berkemas belum lagi yang rusak. Makanya setelah tahu bahwa saya harus pindah lagi untuk kesekian kalinya saya menjadi senewen. Pengalaman saya mungkin bisa 20-30% barang tidak bisa digunakan lagi saat pindah ke rumah baru.

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Desember 21, 2017 at 5:29 am

Ditulis dalam Life

Tagged with

Pintar saja tidak cukup

with one comment

Sebagai suami istri lulusan ilmu komputer, saya bisa mengklaim bahwa saya punya metode mencukupi untuk memahami apakah sebuah hal adalah penipuan, hoax, scam atau sebangsanya. Saya juga bisa mengklaim bahwa saya memiliki keberanian dalam dosis cukup (kenekatan) untuk melakukan pembuktian terhadap suatu hal yang ingin saya tahu.

Kalau pintar artinya tahu lebih banyak, maka saya tahu bahwa diluar sana ada orang yang tahu lebih banyak dari saya. Masalah? iya karena banyak yang lebih tahu dari saya itu berusaha membohongi saya. Penipuan ini tidak terhitung banyaknya dari susu formula, pampers -yang dengan bangga dua anak saya tidak mengkonsumsi susu formula dan pampers- masih banyak lagi penipuan yang beda-beda tipis mulai asuransi, program kurus hingga krim anti aging.

Written by Anjar Priandoyo

Desember 20, 2017 at 8:05 pm

Ditulis dalam Life

Tagged with

Hutang yang tidak perlu dibayar

leave a comment »

Banyak orang yang hidup dihantui perasaan bersalah. Orangtua yang tidak bisa memberikan pendidikan yang terbaik bagi anaknya, anak yang tidak bisa memberikan bulanan yang terbaik kepada orang tuanya.

Masalah pertama ada pada kata “terbaik”. Terbaik ini relatif. Sekolah terbaik misalnya, belum tentu sekolah yang paling mahal, belum tentu juga sekolah yang paling lengkap sarananya, belum tentu juga yang paling dekat lokasinya. Bulanan yang terbaik juga sama, belum tentu juga yang paling besar, belum tentu juga yang paling sering.

Written by Anjar Priandoyo

Desember 8, 2017 at 4:28 pm

Ditulis dalam Life

Tagged with