Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Posts Tagged ‘Theory

Stages Theory

leave a comment »

Segala hal bisa dilihat dari tahapan (stages). Misalnya tahapan waktu, misalnya project management (IPCMC, Initiating, Planning, Execution, Monitoring, Closing). Dalam relationship (Romance, Strugle, Stability, Commitment, Bliss; Susan Campbell). Stages juga bisa dalam artian negative misalnya Kubler Ross (DABDA, Denial, Anger, Bargaining, Depression, Acceptance). Kalau dari kacamata waktu sama saja sebenarnya ditengah-tengah pasti ada tahapan netral, kemudian akhirnya menyesuaikan dengan visinya.

Kalau dilihat dari tahapan piramida, misalnya Four Stages of Competence (Martin M. Broadwell, 1969), Maslow. Untuk Broadwell, stage competence ini keren juga, ternyata paling tinggi adalah intuisi (skills)

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Juni 12, 2018 at 7:38 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Theory of Household Energy

leave a comment »

Ini penyebabnya kenapa mendalami satu teori itu susah.

Household fuel use in developing countries: Review of theory and evidence (Muller and Yan, 2018)

Theory:

  • Energy Ladder Theory: Improvement of energy use corresponding to an increase in the household income
  • Fuel stacking Theory: Multiple fuel use patterns, whereby households choose a combination of fuels from both lower and upper levels of the ladder (Masera et al, 2000)
  • Urban household models Theory: Simultaneous consumption of non-commercial and commercial fuels in urban areas Edwards and Langpap (2005) and Gupta and K√∂hlin (2006)
  • Agricultural household models

Written by Anjar Priandoyo

Februari 27, 2018 at 1:46 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Akar Masalah Korupsi

leave a comment »

Akar masalah korupsi

  • Rent-Seeking: Bupati membacking pengusaha
  • Conflict of Interest (COI): Bupati anggota parpol membacking pengusaha anggota parpol
  • Principle Agent Problem: Bupati menyuruh kelapa dinas membacking pengusaha

Written by Anjar Priandoyo

Februari 6, 2018 at 1:56 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Consumption (economics)

leave a comment »

Ilmuwan sejati itu tidak pernah sepakat dengan pendapat orang lain. Kalau mau sepakat itu namanya praktisi. Saya baru paham, ketika melihat pola bagaimana orang berbelanja. Kalau seorang ekonom disuruh menjadi manajer toko, kemudian memprediksi apa saja yang orang belanjakan, maka ekonom tersebut akan memberikan usulan sebagai berikut.

  1. Life-cycle hypothesis (LCH), (Franco Modigliani 1950). Orang itu semasa muda dihemat-hemat, setelah tua baru dibelanjakan. Ini bisa memprediksi bahwa jumlah tabungan di sebuah negara itu tergantung pada pertumbuhan pendapatan nasionalnya.

  2. Absolute income hypothesis (AIH), (Keynes, Tobin 1960-70). Orang itu kaya cenderung lebih hemat dari pada orang miskin. Ini bisa memprediksi bahwa tingkat menabung tidak selalu sama persis dengan tingkat pendapatan.

  3. Permanent income hypothesis (PIH), (Friedman 1960). Orang itu berbelanja tidak hanya bergantung pada penghasilannya saat ini tapi juga berdasarkan ekspektasi penghasilan dimasa depannya.

  4. Random walk model of consumption (Robert Hall). Orang yang berbelanja berdasarkan ekspektasi penghasilan dimasa depan itu mustahil di prediksi.

  5. Relative income hypothesis (Duesenberry). Orang itu berbelanja dipengaruhi oleh standar/gaya hidupnya.

Written by Anjar Priandoyo

Januari 15, 2018 at 1:29 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Scenario

leave a comment »

Penelitian sosial jaman sekarang jauh lebih sulit dibandingkan penelitian sosial jaman dulu. Contoh, menyebut penelitian mengenai “scenario analysis” nama yang disebut tidak lagi Shell 1970s, tapi nama yang disebut adalah Nakicenovic et al (2000), ini adalah proyek mega raksasa-nya IPCC mengenai skenario analis dalam hal emisi. Buku lengkapnya adalah Special Report on Emission Scenario (SRES).

Menyebut penelitan mengenai “scenario”, nama yang disebut adalah Rothman (2008), ini juga proyek mega raksasanya UNEP. Dimana Rothman yang dirujuk bicara mengenai Chapter 9 The Future Today, buku lengkapnya adalah Global Environment Outlook (GEA).

Untuk sekedar methodology “scenario development” yang bagus saja, maka kita akan menyebut nama Alcamo (2008), lewat buku terbitan Elsevier berjudul “Environmental Futures: The Practice of Environmental Scenario Analysis”. Disini Rothman dan Alcamo menjadi nama standard untuk setiap penelitian mengenai “Strategic Planning” dan sebangsanya. Joseph Alcamo (b1951), “kebetulan” Chief Scientist-nya UNEP, merupakan definisi dari “Story as Simulation” approach.

Diluar itu, tidak ada lagi penelitian yang skalanya lebih besar dari buku-buku ini, meski riset Mc Kinsey atau Deloitte sekalipun. Dan “sialnya”, ini tidak berhenti di tahun itu saja. IPCC terus merilis buku dan metodologi barunya, begitu juga dengan GEA.

Artinya, sama seperti Higgs Boson, experiment sosial hanya bisa dilakukan dengan biaya yang sangat besar. Untuk bisa menjadi pakar sosial, tidak lagi dengan “semudah” metode tahun 1960-an ala Hofstede dan Lewis, juga tidak dengan metode “popularitas” ala Porter dan Christensen.

Ref:
– Geert Hofstede (b1928) yang mewawancari ribuan orang IBM diseluruh dunia selama belasan tahun
– Richard Donald Lewis (b1930) yang menguasai 11 bahasa asing dan menjadi tutor Empress Michiko

Written by Anjar Priandoyo

Agustus 15, 2017 at 2:10 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Banyak teori, posmo, feminin

leave a comment »

Setiap orang pada dasarnya menyadari dimana posisinya dalam masyarakat, secara ekonomi apakah orang kaya/miskin, secara pendidikan apakah terdidik/tidak, secara ras, agama, suku. Setiap orang pada dasarnya juga menyadari dirinya memiliki cita-cita untuk mencapai sesuatu yang lebih baik, juga menyadari apa yang sedang terjadi.

Orang yang tinggal di Indonesia misalnya menyadari bahwa terjadi perubahan sosial pada tahun 1998. Namun, kesimpulan yang dihasilkan berbeda. Orang bisa berpendapat bahwa dari era orba ke era reformasi tidak ada yang berubah, elit tetap diatas, mayoritas tetap dibawah, ini perspectives functionalism. Tapi, orang juga bisa berpendapat, bahwa sepanjang waktu, perubahan terjadi, dan merupakan bentuk konflik dari masyarakat. Masyarakat yang ditekan pada masa orba, melawan dimasa era reformasi. Masyarakat yang ditekan di era reformasi melawan di era selanjutnya, ini perspectives conflict. Sementara, ada orang yang

two important forces
– religion
– media
– education
– government
– corporations

keyword:
social structure theoretical perspectives
social change theoretical perspectives
change theoretical perspectives

Written by Anjar Priandoyo

Agustus 15, 2017 at 12:05 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with ,

Teori origin of Indonesia

leave a comment »

Disekolah, asal usul orang Indonesia yang diajarkan adalah dari Yunnan, China Selatan. Asal usul ini ternyata hanya satu pendapat saja (Out of Yunnan Theory), diluar itu ada banyak pandangan lain. Teori mengenai asal usul ini dulunya mengandalkan pendekatan antropologi yang seringkali tidak akurat e.g kesamaan bahasa, budaya. Teori yang lebih akurat adalah dengan menggunakan pendekatan molecular biology seperti menggunakan analisa Mitochondrial DNA, sehingga bisa muncul pandangan lain seperti Out of Taiwan Theory.

Lalu seberapa tertinggal kita dengan teori-teori ini? paling tidak ada dua sector yang kita tertinggal:

  • Health, e.g penanganan penyakit seperti Thalassemia
  • Environment, e.g penanganan perubahan iklim

Climate Change and Postglacial Human Dispersals in Southeast Asia (Soares et al 2008)

Written by Anjar Priandoyo

Juli 24, 2017 at 7:03 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with