Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Posts Tagged ‘Theory

Political Transition 1966 Theory

leave a comment »

There are several school of thought of 1966 political transition 1) Structuralist (Theda Skocpol) 2) Conflict Theory (Benedict Anderson, Cornell Paper). Skocpol menekankan pada 1) Tekanan internasional 2) Ketahanan negara dan 3) konflik kelas. Cornell Paper menekankan pada 1) Political involvement of military 2) Antagonistic interaction of capital and isolated city

Skocpol mengambil contoh kasus revolusi yang sukses (Perancis 1789; Rusia 1917 dan Cina 1911) dan revolusi yang gagal (Inggris 1640-60; Jepang 1868-73; dan Jerman, 1848-50). Pendekatan Skocpol sangat bersifat struktural dan dikritik kurang memperhatikan faktor kelompok dan budaya dalam revolusi seperti yang terbukti berperan penting dalam kasus Iran 1979.

Skocpol menekankan perbedaan pola antara Revisonism Rusia Front dan Revolusioner RRC ref

  • Strategi Revisionism Rusia mengalami kegagalan di Cina (Shanghai, 1927), Jerman (1933), Indonesia (1948) dan Singapura (1950an). Namun pola ini berhasil di Rusia (1917), Vietnam-Utara (1941-46), Cekoslovakia (1948), Laos (1975) dan Afganistan (1973).
  • Strategi Revolusioner China berhasil di RRCina (1949), Camboja (1975), dan Nicaragua (1979), namun mengalami kegagalan seperti di British-Malaya (1948-55), Bolivia (1966), dan Peru (1980an), termasuk Indonesia to some degree hybrid (1966)

Wiki: Sino-Soviet split, Revisionism (Marxism), Marxism–Leninism

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

September 26, 2018 at 1:36 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with ,

Origins of Islam Theory

leave a comment »

Religion is instrumen for understanding socioeconomic process, religion affect economic performance, a complex process. Islam for example its origin is not independent and not simple evolvement. Let say trade life-style of Meccans was contrary to nomadic life-style of Arabs.

Origin of Islam is an interesting subject, there is no single explanation of this issue, even it should be classified on several perspectives such as economic/geography or political/etnographic.

  • Economic Origins of Islam Theory: Based on evidence that there are two empirical regularities: Unequal regional agricultural endowments (geography) and Pre-islamic trade routes, it argue that Islam institute income redistribution, therefore low capital accumulation, that prevent large scale shipping trade and capital-intensive industrialization. Islam grow in region with unequal land endowments. This theory exclude the Spread of Islam through conquest theory. Its noted that poverty alleviation and redistribution prominent in Islamic doctrine. It also limit: capital accumulation, equity investment contracts. Noted during Protestant Reformation attitude towards usury relaxed.

  • Political Origins of Islam Theory: Islam originated from adoption of old monotheism that exist before, is not coming from Arab Polytheism/Monotheism tendency.

Ref: Trade and Geography in the economic origins of Islam (Michalopoulos et al 2010)
The Origins of Islam in the Arabian Context Master Thesis (Shutao Wang, 2016) ref
Wiki: Revisionist school of Islamic studies

Written by Anjar Priandoyo

September 25, 2018 at 12:11 pm

Ditulis dalam Society

Tagged with

Origins of Islam in Indonesia Theory

leave a comment »

“Archeology is politics”

Majapahit (1293-1510s): Wijaya (1294-1309), Gadjah Mada (1331-1364). Majapahit is the symbol par excellence of the young republic’s territorial integrity ref Gomperts, Haag and Carey

Islam diffussion theory: (1) Gujurat Theory, Maulana Malik Ibrahim (Gujarati/Samarkand Sufi, arrive 1419), Sunan Ampel / Raden Rakhmat (b Champa 1401-1481). (2) Chinese Theory, Zheng He Voyage (1405-1407)

Interesting, conflicting theory in the past could be clarified by understanding current trend e.g use Daarut Tauhid pesantren origin as reference ref

Two pesantren origin theory: (1) Hindu Budha Asrama, Th G Th Pigeaud, Zamarkhsary Dhofier, dan Nurcholis Madjid begin before 1700an (2) Middle East School Adoption Martin Van Bruinessen begin in 1700an

Written by Anjar Priandoyo

September 25, 2018 at 10:36 am

Ditulis dalam Science

Tagged with

Stages Theory

leave a comment »

Segala hal bisa dilihat dari tahapan (stages). Misalnya tahapan waktu, misalnya project management (IPCMC, Initiating, Planning, Execution, Monitoring, Closing). Dalam relationship (Romance, Strugle, Stability, Commitment, Bliss; Susan Campbell). Stages juga bisa dalam artian negative misalnya Kubler Ross (DABDA, Denial, Anger, Bargaining, Depression, Acceptance). Kalau dari kacamata waktu sama saja sebenarnya ditengah-tengah pasti ada tahapan netral, kemudian akhirnya menyesuaikan dengan visinya.

Kalau dilihat dari tahapan piramida, misalnya Four Stages of Competence (Martin M. Broadwell, 1969), Maslow. Untuk Broadwell, stage competence ini keren juga, ternyata paling tinggi adalah intuisi (skills)

Written by Anjar Priandoyo

Juni 12, 2018 at 7:38 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Theory of Household Energy

leave a comment »

Ini penyebabnya kenapa mendalami satu teori itu susah.

Household fuel use in developing countries: Review of theory and evidence (Muller and Yan, 2018)

Theory:

  • Energy Ladder Theory: Improvement of energy use corresponding to an increase in the household income
  • Fuel stacking Theory: Multiple fuel use patterns, whereby households choose a combination of fuels from both lower and upper levels of the ladder (Masera et al, 2000)
  • Urban household models Theory: Simultaneous consumption of non-commercial and commercial fuels in urban areas Edwards and Langpap (2005) and Gupta and Köhlin (2006)
  • Agricultural household models

Written by Anjar Priandoyo

Februari 27, 2018 at 1:46 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Akar Masalah Korupsi

leave a comment »

Akar masalah korupsi

  • Rent-Seeking: Bupati membacking pengusaha
  • Conflict of Interest (COI): Bupati anggota parpol membacking pengusaha anggota parpol
  • Principle Agent Problem: Bupati menyuruh kelapa dinas membacking pengusaha

Written by Anjar Priandoyo

Februari 6, 2018 at 1:56 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Consumption (economics)

leave a comment »

Ilmuwan sejati itu tidak pernah sepakat dengan pendapat orang lain. Kalau mau sepakat itu namanya praktisi. Saya baru paham, ketika melihat pola bagaimana orang berbelanja. Kalau seorang ekonom disuruh menjadi manajer toko, kemudian memprediksi apa saja yang orang belanjakan, maka ekonom tersebut akan memberikan usulan sebagai berikut.

  1. Life-cycle hypothesis (LCH), (Franco Modigliani 1950). Orang itu semasa muda dihemat-hemat, setelah tua baru dibelanjakan. Ini bisa memprediksi bahwa jumlah tabungan di sebuah negara itu tergantung pada pertumbuhan pendapatan nasionalnya.

  2. Absolute income hypothesis (AIH), (Keynes, Tobin 1960-70). Orang itu kaya cenderung lebih hemat dari pada orang miskin. Ini bisa memprediksi bahwa tingkat menabung tidak selalu sama persis dengan tingkat pendapatan.

  3. Permanent income hypothesis (PIH), (Friedman 1960). Orang itu berbelanja tidak hanya bergantung pada penghasilannya saat ini tapi juga berdasarkan ekspektasi penghasilan dimasa depannya.

  4. Random walk model of consumption (Robert Hall). Orang yang berbelanja berdasarkan ekspektasi penghasilan dimasa depan itu mustahil di prediksi.

  5. Relative income hypothesis (Duesenberry). Orang itu berbelanja dipengaruhi oleh standar/gaya hidupnya.

Written by Anjar Priandoyo

Januari 15, 2018 at 1:29 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with