Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Posts Tagged ‘Media

Siklus Startup

leave a comment »

Ada banyak siklus TI, beberapanya misalnya:

1.Siklus Global
2000-2007 Internet, 2007-2014 Facebook, 2014-2021 Smartphone.

2.Siklus Local Consolidation
Siklus ini bisa mengikuti siklus global bisa tidak. Contoh yang mengikuti Gojek (2015) seiring Uber (2014) masuk, tapi yang tidak mengikuti juga banyak, misalnya Local Concentration (2011): Detik oleh Transmedia (2011), Kaskus oleh Djarum (2011). Salah satu perbedaan yang mencolok pada Local Consolidation adalah ikut bermainnya perusahaan Telco dan Media seperti Telco Acquisition (2014-2016): Cipika Indosat (2014-2017), Elevania XL (2014-2017), Mataharimall Lippo (2016), Blanja (2016) dan Media Acquisition Bukalapak oleh Emtek (2015).

3.Siklus Global Consolidation
Koprol oleh Yahoo (2011), dilanjutkan Tokopedia oleh Alibaba (2017) dan Gojek lewat Tencent (2018).

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

September 17, 2018 at 4:07 pm

Ditulis dalam Society

Tagged with

Concentration of media

leave a comment »

Detik mengeluarkan opini dari tokoh yang relatif oposisi pemerintah krisis ekonomi, krisis transportasi. Tirto mencoba lebih dalam mengenai krisis transportasi dari jurnalis internal. Sekilas tidak ada perubahan, Detik masih unggul menguasai market share internet di Indonesia. Detik (b1998, b2011 as TransMedia), Tirto (b2016),

Written by Anjar Priandoyo

September 17, 2018 at 3:17 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Info Cegatan Jogja

leave a comment »

Sergeant Terry Jeffords: Is it? Or is your favorite artist really Taylor Swift?
Detective Jake Peralta: [sighs] No.
Abel: Lie.
Detective Jake Peralta: Alright, fine, she is. She makes me feel things ref

Saya perlu memberi kredit kepada Info Cegatan Jogja (ICJ), posting didalamnya benar-benar personal dan emosional. Ada pencuri, umur masih 28 tahun, punya anak 2, punya hutang banyak dari tingkat penggelapan toko kamera (7 juta), penggelapan hutang motor, sampai hutang burjo (2 juta).

Sayangnya forum seperti ini hanya ada di Jateng DIY, tidak ada forum serupa di Cirebon, Bandung atau Surabaya. Cegatan Jogja 892K, Cegatan Solo 112K

Written by Anjar Priandoyo

September 10, 2018 at 7:05 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Siklus Media

leave a comment »

Industri media sudah dimulai sejak tahun 1700-an di Inggris dan tahun 1800-an di Amerika. Koran merupakan media harian yang pertama kali muncul seperti koran berita yaitu Times (b1785), Guardian (b1821) dan koran bisnis Financial Times (b1888), Economist (b1843). Di Amerika polanya pun sama, ada koran Berita New York Times (b1851) dan koran Bisnis Wallstreet Journal (b1889).

Meski demikian, media harian saja tidak cukup, orang membutuhkan informasi yang lebih komprehensif yang memunculkan media mingguan dalam bentuk majalah. Majalah sebenarnya sama tuanya dengan koran itu sendiri seperti Harper’s (b1850), Atlantic (b1857), Cosmopolitan (b1886), National Geographic (b1888), Vogue (b1892). Gelombang kedua majalah yang lebih besar mulai banyak bermunculan pada tahun 1920-an seperti majalah berita Time Magazine (b1923), New Yorker (1925) dan majalah bisnis Businessweek (b1929), Newsweek (b1933), Forbes (b1917), Fortune (b1929).

Di Indonesia, industri media baru dimulai sejak era kemerdekaan pada tahun 1945 dalam bentuk koran seperti Kedaulatan Rakyat (1945), Jawa Pos (1949) dan gelombang berikutnya dimulai pada tahun 1960-an seperti seperti Kompas (1965), Pikiran Rakyat (1966), Suara Pembaruan (1961). Mengikuti pola yang sama, majalah juga mulai didirikan seperti majalah berita Tempo (b1971), majalah Femina (b1972), majalah bisnis Swa (b1985), Warta ekonomi (b1989). Pola turunan juga sama seperti koran Bisnis (b1985), Majalah berita Gatra (b1994), koran bisnis Kontan (b1996).

Masalah baru muncul dengan munculnya internet, media tidak lagi dibagi antara koran harian yang uptodate dan majalah mingguan yang komprehensif, hanya ada satu jenis media: uptodate dan komprehensif. Akibatnya, majalah merupakan media yang pertama kali terkena dampaknya seperti majalah Newsweek di Amerika dan Wartaekonomi, Infokomputer di Indonesia. Informasi yang diberikan majalah mingguan sudah sangat terlambat. Koran harian pun lama kelamaan dirasa tidak cukup cepat untuk memberikan informasi apa yang sedang terjadi. Industri media pun kemudian menyikapinya dengan mereformasi bisnis modelnya. Yang dipertahankan hanya namanya saja, brand Wartaekonomi, brand Infokomputer tetap ada, tapi di Internet, fisiknya tidak bisa dibedakan apakah majalah atau koran.

Menurut saya, kedepan industri media akan berevolusi paling tidak menjadi dua: platform Youtube menggantikan majalah yang komprehensif misalnya channel Youtube Vice (2005), Vogue (2008), Vox (2014), Economist (2009) dan platform Social Media (FB, IG, Twitter) menggantikan koran yang uptodate seperti halaman sosial media untuk selebriti, tokoh politik maupun untuk media dan institusi swasta/pemerintah yang mau tidak mau harus mengikuti seperti Daily Mail (2011), Detik (2012), Kompas (2008).

Menariknya meski media sudah berevolusi semakin komprehensif dan uptodate, fungsi media tetap fungsi hiburan. Untuk fungsi edukasi hanya bisa disediakan secara konservatif oleh buku dan pada tingkat tertentu secara personal oleh guru. Makanya saya bercita-cita membaca buku sebanyak-banyaknya dan secara personal jika perlu berguru pada orang yang memang ahli pada bidangnya.

Written by Anjar Priandoyo

September 6, 2018 at 9:39 am

Ditulis dalam Society

Tagged with

Siklus tiga tahunan teknologi informasi

leave a comment »

1.Periode 2000-2007: Internet
Periode ini bisa dibagi menjadi dua tahapan yaitu periode 2000-2003 Web 1.0 dan periode 2004-2007 Web 2.0 (blog). Individual platform seperti Yahoo Geocities (b1999) mulai berdiri namun hanya memberikan halaman statis, salah satu fitur yang digunakan adalah guest book dan counter. Fitur guest book ini kemudian sempat diisi dengan Friendster (b2002) yang jumlahnya terbatas. Baru kemudian Google Blogspot (b2003) mengeluarkan platform blog yang menggantikan Geocities dan Friendster. Secara teknologi seharusnya platform social medianya Friendster bisa mengalahkan platform publishingnya Blogspot, sayangnya Friendster dikalahkan popularitas Blog. Platform komunitas sendiri berdiri pada waktu yang bersamaan lewat milis, misalnya milis UGM (b1999) ref yang juga diikuti dengan milis angkatan, milis marketing club dan milis lainnya.

Periode 2004-2007 merupakan puncak dari platform blog dengan titik klimaks pada Pesta Blogger pertama di 2007. Sementara, disaat yang hampir sama Facebook sendiri berdiri tahun 2004, namun belum banyak penetrasi di Indonesia karena saat itu orang di Indonesia masih menggunakan platform blog. Penetrasi Facebook di Indonesia dimulai pada tahun 2007, ketika pesta blogger pertama kalinya diadakan -yang ironisnya justru menunjukkan tanda-tanda penurunan blog. Ini anomali yang terjadi dimana pengguna internet menunda untuk mengadaptasi Facebook, yang pada awalnya lebih banyak ditujukan untuk bermain game.

2.Periode 2007-2014: Facebook
Periode ini bisa dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama adalah perkenalan teknologi smartphone ditandai munculnya Iphone (2007) dan Galaxy (2009) yang adopsinya relatif lebih cepat karena tidak tergantung dengan komunitas. Facebook semakin matang, Instagram (b2010) baru diperkenalkan namun belum bisa diimplementasikan secara massal. Blog sudah mati total, Google menutup RSS reader di tahun 2013. Periode ini ditandai titik klimaksnya pada Pilpres 2014 yang sama ironisnya seperti periode sebelumnya yang justru menurunkan kunjungan Facebook.

3.Periode 2014-2021: Smartphone
Tahun 2014 ditandai dengan matangnya smartphone, sehingga sosial media menjadi aktivitas baru yang wajib dilakukan oleh orang. Periode ini juga ditandai berdirinya startup, maraknya hate speech menunjukkan tingkat penetrasi yang semakin tinggi. Xiaomi menjadi produsen smartphone terbesar di China, munculnya Uber (ID,2014), Gojek (2015) dan kemudian Instagram merajai untuk wilayah pribadi maupun untuk jualan. Platform komunitas semakin besar, ditandai dengan aplikasi WA, Telegram yang menjangkau keluarga, sekolah maupun komunitas bekerja.

Akhir periode ketiga pada siklus inovasi teknologi informasi ini akan berakhir pada tahun 2021. Tanda-tandanya sama seperti periode sebelumnya. Facebook mulai mengupdate News Feed Algorithm dari Chronological menjadi Prioritized (Februari 2018), menutup Friend List Feed (Agustus 2018) berdampak pada pengguna dengan turunnya trafik (reach dan view) dari konten yang selama ini digunakan untuk mengaktualisasikan diri hingga jualan, sama seperti Google menutup RSS Reader. Diakhir siklus ini ketika semua orang sudah terhubung, ini akan menjadi saat yang paling tepat bagi Facebook untuk mengambil keuntungan dengan menarik biaya atas jasa Facebook, dimana pemasukan Facebook bukan dari ‘iklan’ tapi dari bagaimana orang membutuhkan reach untuk menjangkau audiens yang lebih besar.

Written by Anjar Priandoyo

September 5, 2018 at 1:42 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Facebook Algorithm Update

leave a comment »

Baru sadar sejak awal September 2018, Friend List Feeds sudah tidak bisa dilihat lagi, secara resmi ini sudah diterapkan Facebook sejak 9 Agustus 2018 ref. Entah ini berita baik atau berita buruk. Yang jelas ini sama seperti policy dari google yang menginginkan search result yang lebih baik, tapi permasalahannya, Facebook ini bukan search engine, tapi social network. Penasaran nanti hubungannya dengan trafik seperti apa.

Written by Anjar Priandoyo

September 4, 2018 at 3:20 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Masa depan ada di group WA?

leave a comment »

Feb 2016, Techcrunch memprediksikan masa depan media ada di messaging (WA) bukan di social media ref. Jun 2017 pun analisanya tetap sama ref, tapi saya menemukan bahwa social media lebih efektif dalam hal reach yang lebih luas.

Written by Anjar Priandoyo

September 1, 2018 at 3:51 pm

Ditulis dalam Society

Tagged with