Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Posts Tagged ‘Media

Social Media

leave a comment »

Highly emotional is addictive

Written by Anjar Priandoyo

Februari 18, 2022 at 9:43 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with ,

Berhenti Sosial Media – Top 10 Arguments

leave a comment »

Alasan untuk berhenti menggunakan sosial media, Facebook dan Whatsapp

  1. Bad system, Terlalu banyak teman yang jualan, baik produk nyata ataupun narsisme
  2. Bad system, Teman yang ditunggu tidak posting
  3. Addictive, Kecenderungan untuk posting lebih sering
  4. Bad system, Sosial media adalah group/arisan/closed-circuit bukan jaringan/pasar/open-circuit
  5. Bad system, Terlalu banyak red flag.

Summary of Jaron Lanier 2018

  1. Addictive, difficult to escape
  2. Bad system, system designed to destroy ourselves, we did not get what we want
  3. Reject truth, Arrogant,
  4. Hide truth, (cherry picking, echo chamber)
  5. No context (virtual)
  6. No emphaty
  7. No happy
  8. No dignity
  9. Lead to conflict, Making politics impossible
  10. No Soul

Social media is addictive (bad) system (complex advance input process ouput), every addictive system is bad. Social media is bad from individual point of view (reject truth, hide truth) and from social point of view (no context, no emphaty, no happiness, no dignities, lead to conflict)

Written by Anjar Priandoyo

Mei 17, 2021 at 7:16 am

Ditulis dalam Science

Tagged with ,

Shopee tahun 2020

leave a comment »

Baru sadar, setelah 2 bulanan ini menggunakan Shopee, karena banyak diskon, ternyata Shopee bisa jadi menjadi ecommerce yang paling unggul karena beberapa hal:
1.Milik asing, berbeda dengan toped dan bukalapak yang produk lokal
2.Beda konsep, lebih ke social media, fitur Shopee live itu menarik
3.Beda bisnis model, Shopee (dari namanya lebih nama perempuan), lebih jualan baju, yang artinya menyasar B2C dan cross border (lihat alasan pertama).

Shopee (3799 karyawan), Tokopedia (3865), Bukalapak (2672). Pada Q4 2019, Shopee mendapatkan kunjungan tertinggi.

Indonesia Internet: The Fight to Unite the Verticals (10 Maret 2020) ref

Written by Anjar Priandoyo

Agustus 16, 2020 at 5:22 am

Ditulis dalam Science

Tagged with

Media

leave a comment »

“The innovation in public transportation industry is not technological innovation (mobile phone), it is also not a business model innovation (independent car owner vs taxi corporation), but it is a change in labour management.

Instead of using bureaucratic layered model of HR/Finance, the task is given to Marketplace. However as it is a public service, which ironically has a tendency of high risk dangerous job, without entry barrier, some task is still given to the Marketplace such as vehicle inspection or safety campaign. Imagine if this happen to cleaning service or bin man -which not as lucrative as ride hailing”

I start to realized, that the biggest question that always intriguing my mind is “how they make money”. Gojek for example, he claim it have 126T transaction in 2019. Big? well BCA has a 325T of EDC transaction using a low tech, efficient GPRS technology or Mandiri with 80T transaction coming from 130 EDC transaction activity.

Noted, for example Uber source of revenue 75% coming from ride and 20% from Food and 5% from Freight. In Indonesia, it might be quit opposite, as Food same said its 4 times bigger than ride.

It is also interesting to noted that although it is keep declining, the share of conventional taxi is still there, as fast food will never replace fancy restaurant. Also in ride hailing market share, they still have tendency to maintain balance think Lyft vs Uber or Grab vs Gojek. For example, conventional taxi might only have declined as 5%, but AirBnB could not be bigger than 20% no matter what, people still maintain some share for convenient travel. Another example is Expedia, the biggest OTA, revenue is 70% hotel, 7% airline tickets, 13% from car rental and insurance, 9% ads. In contrast while Tripadvisor which source of revenue coming from advertising at 33%.

Ebay revenue is a very good example, as the perfect mature e-commerce, the revenue is coming 85% from transaction revenue (marketplace/transaction facilitator/iklan baris) and 15% from marketing services & other (MS&O) ref.

Written by Anjar Priandoyo

Mei 27, 2020 at 12:21 pm

Ditulis dalam Business

Tagged with

Media

leave a comment »

“Four hostile newspapers are more to be feared than a thousand bayonets..”
Napoleon Bonaparte

Tahun 2014-an, mungkin merupakan tahun whistle blower di ungkap melalui media blog -kompasiana secara literal. Era berikutnya berganti menjadi era viral. Menarik.

Netsains (Merry Magdalena, est Apr2007, World Summit Award 2009, Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) tahun 2011, berhenti 2014. IlmuKomputer.com WSIS 2003

Hukum Online (est 2000), pendanaan serie A sejak 2017, Justika Marketplace hukum funding from Assegaf Hamzah & Partners (AHP), Legaltech Marketplace.

Siti Fadilah vonis 4 tahun (Jan 2017), korupsi alkes tahun 2005 (Banjir di Aceh) sebesar 6.1 milyar, diusut tahun 2012, Feb 2008 menulis buku konspirasi virus flu burung.

Rumah Kaca Abraham Samad (Sawito Kartowibowo, 2015)
Skandal Korupsi di Tubuh Militer, Kenapa Sulit Diungkap? (Putra Angkasa, 2015)
Kebobrokan Media di Indonesia (Jilbab Hitam, 2013), Indro Bagus Satrio Utomo

Mengapa ada wacana membebaskan mantan Menkes Siti Fadilah untuk menangani pandemi corona? (Quora Mei, 2020)

Written by Anjar Priandoyo

Mei 23, 2020 at 7:21 am

Ditulis dalam Society

Tagged with

Siklus Startup E-Commerce

leave a comment »

Consumer behavior is constant: brand, discount, envy”

2004:

2009: SMART PHONE ERA
Rise
2010, Tokobagus/Berniaga/OLX
2010, Multiply open office in Jakarta
2010, Koprol/Yahoo, 25 Mei
Mar 2011, Kaskus/Djarum (114m USD),
Apr 2011, Groupon akuisisi Disdus (berdiri Agustus 2010)
Aug 2011, Detik/Trans (60m USD)

Fall:
2012, Koprol closed, Aug 28
2013, Multiply closed, 31 Mei

2014: RIDE SHARING / SMARTPHONE ERA / INSTAGRAM
Groupon closed
Oct 2015, Groupon stop shopping deals

2019: RIDE SHARING CONSOLIDATION
Airy, Stoqo closed
Qureta, Seword, Mojok, VICE: Curated content closed

Written by Anjar Priandoyo

Mei 11, 2020 at 1:02 pm

Ditulis dalam Business

Tagged with

Startup, 2020 Apocalypse

leave a comment »

Peta startup di Indonesia tidak banyak jauh berbeda dengan peta 20 tahun yang lalu. Pertama ada Marketplace dari yang berbasis product real seperti Tokopedia, Bukalapak, berbasis product non real seperti ticket (Traveloka) hingga berbasis jasa real seperti Gojek, Ruang Guru ataupun jasa non real seperti produk keuangan.

Dari kacamata pemberitaaan, ini menarik, karena sebenarnya hal ini terjadi secara normal, namun karena momentum, mengakibatkan hal ini menjadi populer. Ekonomi modern sebenarnya hanya dilihat dari dua indikator: Uang dan Economic of Scale (Mass Media).

Penutupan Stoqo, 29 April 2020
Penutupan Hooq, 30 April 2020 (Video Streaming)
Penutupan Airy, 8 May 2020 (Part of Traveloka)
Airbnb, 6 May 2020 (25% around 1900 employee layoff)

Tokopedia (PMA), Skill Academy Ruangguru (PMA), Maubelajarapa (WordPress), Bukalapak (PMA), Pintaria (Laravel, PMA), Sekolahmu (WordPress), Sisnaker, dan Pijar Mahir ref

Halodoc (2016, 100M) dan Alodokter (2014, 52M) ref

C88 Financial (2013, 45, Cek aja), Doku (2007), Amartha (2010)

Written by Anjar Priandoyo

Mei 3, 2020 at 9:24 am

Ditulis dalam Science

Tagged with

Evolusi Sosial Media: Tiktok

leave a comment »

Jul 2018 Bowo Alpenliebe
3 Jul 2018 Kominfo Blokir Tiktok (10 Jul unblock)
Aug 2018 Tiktok merge with Musical.ly
Aug 2019 Kominfo membuka akun Tiktok
Q1 2020 Government officer in Tiktok, 9Gag with Tiktok, Office activity with Tiktok

Written by Anjar Priandoyo

April 17, 2020 at 6:20 am

Ditulis dalam Science

Tagged with

Detikcom jatuh

leave a comment »

Saya baru tersadar. Ulang tahun keempat CNN Indonesia (15 Dec 2015, memperingati 14 tahun trans tv) sebenarnya adalah awal kejatuhan detikcom. Ini artinya, brand detikcom tidak sebagus CNN sampai-sampai trans group harus membeli CNN. Hari ini mungkin menjelang ulang tahun trans tv lagi, detik harus mengganti layout dan menghilangkan warna biru yang identik dengan websitenya dahulu. Ini mengingatkan mengenai kejatuhan kejayaan detik. Menurut saya seharusnya detik tidak mengganti layoutnya.

*Belajar menulis bergaya reportase ternyata tidak mudah

Written by Anjar Priandoyo

Desember 11, 2019 at 10:13 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Jargon TI Part III

leave a comment »

Masalah masyarakat terbesar adalah kesenjangan (gap), sementara masalah pribadi terbesar adalah konsumerisme (greed). Berada dalam lingkungan yang punya kesenjangan tinggi tidaklah sehat, salah satunya adalah tidak efisien. Sebagai contoh, sebuah kota yang punya infrastruktur berbasis motorcycle ride hailing, memberikan konsekuensi negatif terhadap pengembangan transportasi publik, lebih lanjut, populasi penduduk yang seharusnya bisa direm juga tidak bisa direm.

Salah satu masalah dalam ketidakefisienan ini tidak hanya dalam hal masalah transportasi/logistik. Tapi juga dalam turunannya bekerja yang juga tidak efisien. Sebagai contoh, pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh 2 orang ternyata hanya dilakukan oleh 4 orang (dimana 2 orang menganggur), atau ternyata hanya dilakukan oleh 1 orang (dimana 1 orang lain ingkar janji).

Contoh penerapannya dalam bidang TI, terlalu banyak jargon yang sebenarnya diulang-ulang. Tidak efisien.

Timeline:

  • 2014, Clean Energy, Tesla
  • 2015, Internet of Things, Running, Garmin
  • 2016, Block Chain, Bitcoin
  • 2017, Big Data, Smart City, Emoney
  • 2018, Industry 4.0
  • 2019, AI, Robotic Process Automation, Brompton

Written by Anjar Priandoyo

November 8, 2019 at 3:39 am

Ditulis dalam Science

Tagged with