Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Posts Tagged ‘Media

Kesimpulan: kompleks

leave a comment »

“Necessity is the mother of invention” (the primary driving force for most new inventions is a need)

Apa yang orang mau dengar? pemerintah salah. Maksudnya semua kebijakan pemerintah itu salah. Disini media membutuhkan narasumber yang bertentangan (bisa mengkritik) kebijakan pemerintah.

Ini menjadi semaca prosedur media untuk punya referensi pihak yang bersebrangan.

Kita mulai dari sini. Pemerintah selalu salah dan itu yang mau didengar oleh masyarakat.
Buktinya,
i) kebijakan penyatuan golongan listrik salah, bikin mahal ref 17 nov,
ii) kebijakan prioritas downstream salah, seharusnya upstream ref 18 nov,
iii) kebijakan BBM bersubsidi salah ref 18 nov
iv) kebijakan kontrak kerja sama salah, harusnya gross split ref 27 nov

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Desember 4, 2017 at 12:16 pm

Ditulis dalam Management

Tagged with

Masihkah kita membaca media online?

leave a comment »

4 Oct 2016, Tirto melaporkan startup gagal (Foodpanda, YesBoss, HaloDiana, Shopious, Jade, Coral, Ensogo, Rakuten, dan OpenRice), padahal 28 Maret 2016, Tirto melaporkan startup cerah -dan bahkan startup yang sama. Hanya sekitar 6 bulan, sebuah media melaporkan suatu kondisi yang ekstrim berbeda.

Atmaji Sapto Anggoro mendirikan Tirto pada 3 Agustus 2016. Kumparan mulai launching Jan 2017. IDNtimes berdiri Jun 2014.

Written by Anjar Priandoyo

Desember 3, 2017 at 7:41 pm

Ditulis dalam Management

Tagged with

Bisnis media yang semakin matang

leave a comment »

Republika berubah. Pertama ada fitur most popular (terpopuler dan terkomentari) ini membantu sekali. Kemudian dalam fitur terpopuler ternyata juga diisi tulisan opini yang ditulis oleh netizen, ini menarik sekali, karena positioning republika sebagai koran islam. Belum lagi kolumnisnya seperti Syafii Maarif. Ini masih ditambah dengan fitur komentar yang langsung terhubung dengan account facebook. Keren sekali.

Sekilas melihat Kompas, JakartaPost hingga Tempo masing-masing menggunakan strategi digital yang sama. Masing-masing punya wadah untuk menampung opini dari netizen. Ikon masing-masing juga jelas, Tempo (T), Republika (R), Kompas (K). Hebat. Yang kita lihat ini adalah pertarungan modal besar dengan segala strateginya.

Keren.

Written by Anjar Priandoyo

November 30, 2017 at 7:28 pm

Ditulis dalam Life

Tagged with

Karakteristik Media

leave a comment »

Sebulan terakhir ini saya mencoba rutin menulis di facebook. Biasanya saya jarang menulis difacebook. Saya menemukan pola yang aneh. Tulisan yang saya susun dengan susah payah, dengan data yang mendetail ternyata tidak disukai orang -contoh bipedal stereoscopic adalah tulisan favorit saya.

Sementara tulisan yang paling diminati adalah yang kontroversial seperti Memahami Rhenald Kasali dan Rumah Anak Milenial. Selain kontroversial yang juga diminati adalah yang bercerita mengenai pribadi seperti dengan judul “Peka” walaupun tidak diriset dengan mendalam banyak orang yang suka. Tulisan “Peka” meski nadanya tidak sevulgar tulisan “Nakal” lebih disukai orang.

Artinya tulisan di facebook harus lebih santai dibandingkan tulisan di blog.

Written by Anjar Priandoyo

November 7, 2017 at 6:38 pm

Ditulis dalam Life

Tagged with

Pemenang selalu tidak terbantahkan

leave a comment »

Saya baru sadar kenapa Tribunnews menang di era digital seperti ini. Ketika saya search “Anang Hermansyah” yang masuk adalah berita.

http://suryamalang.tribunnews.com/2017/08/19/keluarga-anang-hermansyah-buka-toko-oleh-oleh-di-kota-malang-penasaran-datang-saja-ke-sini

Dari sidebar berita ini, langsung menuju top post ini.

http://suryamalang.tribunnews.com/2017/11/03/ott-di-kantor-bpn-kota-malang-status-tersangka-dua-pegawai-bpn-akan-ditetapkan-hari-ini

Desain ini perlu ditiru oleh Jawapos atau siapapun yang ingin bermain di media internet. Buat saya, ini programmernya harus diberi penghargaan setinggi-tingginya

Written by Anjar Priandoyo

November 3, 2017 at 6:40 am

Ditulis dalam Life

Tagged with

Bagaimana mengakses berita dengan baik

leave a comment »

Koran Indonesia yang paling populer itu Kompas, disusul Media Indonesia dan Tempo kemudian Republika yang kental Islamnya. Tapi kalau dilihat dari lokalitasnya maka Koran yang paling populer adalah Jawa Pos, disusul oleh Tribun dan Sindo, walau ada juga raja-raja daerah seperti Pikiran Rakyat di Jawabarat.

Logikanya, pemain nasional bisa juga menguasai pasar lokal, contoh Kompas, tapi tidak semua bisa menguasai semuanya seperti Sindo yang lebih banyak di lokal.

Ini juga berlaku untuk pasar internet, dulu penguasanya adalah Detik, yang kemudian gagal juga masuk pasar cetak. Sekarang penguasanya adalah tribunnews yang kemudian harus berhadangan juga dengan orang-orang TV seperti viva, liputan6 atau yang murni internet seperti merdeka.

Mengapa sesuatu bisa berhasil dan sesuatu yang lain gagal adalah misteri. Sama seperti di UK, koran yang paling tinggi sirkulasinya adalah tabloid, yang ringan. Sama seperti koran lokal Indonesia yang total sirkulasinya lebih banyak dari koran nasional. Tapi penguasa koran cetak belum tentu menguasai internet. Contohnya adalah Guardian, dari banyak meskipun sirkulasinya bukan yang paling tinggi, tapi traffic internetnya yang paling tinggi. Keanehan tingginya traffik Dailymail karena royal family, dan mirror karena sepakbola juga aneh, karena trafik ini datangnya justru 70% dari luar UK.

Jadi rutinitas informasi saya dimulai dari:
1. Kompas/Detik/Tribunnews
2. Dailymail/Guardian
Untuk indepth yang saya gunakan adalah reddit/9gag, chirpstory/kaskus. Sedangkan untuk personal opinion didapat dari WA ataupun Group Alumni.

Written by Anjar Priandoyo

November 1, 2017 at 7:17 pm

Ditulis dalam Management

Tagged with

Statistik media yang bisa menyesatkan

leave a comment »

Membaca report PWC mengenai statistik media bisa menyesatkan. Di edisi 2017, dinyatakan bahwa Indonesia Advertising Mix terbesar adalah di TV dengan share sebesar 53%, Koran sekitar 28% dan Internet sekitar 13%. Menarik karena rata-rata dunia, TV itu sangat kecil sekitar 28%. Namun data ini tidak terlalu bunyi, jika dilihat dengan data PWC 2013 yang mengatakan bahwa share terbesar ada di Koran dengan sekitar 34%.

Written by Anjar Priandoyo

Agustus 8, 2017 at 6:13 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with