Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Archive for the ‘Science’ Category

Kursus Online: Coursera, EdX dan Alison

leave a comment »

Mencoba, bebeberapa kursus online, yang paling terkenal mungkin Coursera dan EdX, terkenal karena ada versi Indonesianya juga seperti Harukaedu dan IndonesiaX. Namun dari beberapa kali mencoba, rasanya EdX relatif lebih mudah digunakan dibandingkan Coursera. Namun keduanya dibandingkan dengan Alison rasanya Alison masih lebih mudah, sederhana dan lebih bagus.

MOOC seperti positioningnya masih belum jelas. Kalau jualannya sertifikasi, maka MOOC akan kalah bersaing dengan lembaga sertifikasi yang bahkan punya komunitas lebih besar e.g PMP atau CFA yang komunitasnya lebih besar. CFA sendiri sebenarnya sama dengan MBA baik dari sisi prestise maupun biaya dan waktu yang diperlukan untuk lulus ujian tersebut.

Kalau jualannya kuliah online, maka MOOC ini juga kalah dengan universitas yang sudah established. Contoh dengan Binus di versi lokal, di versi global sendiri Universitas yang mapan sudah punya program kuliah onlinenya sendiri.

Kalau jualannnya adalah interaktif media maka tentu kalah dengan buku.

Mungkin satu-satunya kans MOOC untuk bisa eksis adalah sebagai sarana belajar awal, untuk pembuka, pengenalan topik yang akan dipelajari. Namun untuk itu juga mungkin google atau wikipedia jauh lebih baik. Tapi, sebagai bagian proses belajar memang sebaiknya bisa dipertimbangkan. Saat ini saya lebih memilih Alison.

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Mei 18, 2018 at 7:42 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Contoh riset impact assessment

leave a comment »

Economic Assessment of Crop Yield Losses from Ozone – UK Air Defra ref
Bagus.

Written by Anjar Priandoyo

Mei 18, 2018 at 12:49 pm

Ditulis dalam Science

Mengapa saintis tidak bisa berbicara dengan sesama saintis

leave a comment »

“meta analysis which involved 100 cohort study”. Saya membaca tulisan ini dan sedikit bingung memahaminya, akhirnya saya baru paham bahwa yang berbicara adalah orang epidemiologis -orang kesehatan. Orang teknik/komputer tidak akan bicara mengenai sizing sample, sehingga design penelitian apakah longitudinal vs cross sectional, cohort vs panel, hingga hierarchy of evidence tidak diperlukan bagi orang teknik. Saintis berbicara dengan bahasanya sendiri, yang hanya bisa dimengerti oleh kelompok saintis tersebut.

Written by Anjar Priandoyo

Mei 18, 2018 at 12:05 pm

Ditulis dalam Science

KAPET KEK – Plan is cheap

leave a comment »

“It it may be difficult for tax incentives to compensate firms adequately for locating in poorer regions, as these tend to have unfavorable natural amenities, poor market access, and low quality infrastructure” ref. Baru baca lagi, ternyata sudah banyak rencana, strategy yang disiapkan namun kebanyakan rencana tersebut gagal. Salah satunya kawasan ekonomi khusus, yang dihighlight adalah “poor region”, kawasan miskin ini termasuk “miskin akses pasar”, “miskin infrastruktur” yang membuatnya susah berkembang.

Written by Anjar Priandoyo

Mei 18, 2018 at 11:54 am

Ditulis dalam Science

Jargon Kebijakan Publik

leave a comment »

1.Assessment (evaluation)
Dalam konsep kebijakan publik (policy) ada namanya evaluasi, evaluasi ini pasangannya dengan policy (policy impact evaluation) sementara kalau assessment ini pasangannya dengan obyek policy tersebut misalnya “air polution impact assessment” yang dilihat (diassess) air polution ke manusia, kalau menyebut policy sebagai “air pollution policy impact evaluation” yang dilihat kebijakannya air pollution.

Dua kebijakan publik yang sering dievaluasi adalah kebijakan ekonomi dan kebijakan kesehatan. Kebijakan ekonomi misalnya cash conditional transfer dan kebijakan kesehatan misalnya air pollution atau penanganan obat/penyakit tertentu.

2.Estimation (experimental design/metode)
Dalam mengassess sesuatu, menyatakan bahwa sesuatu itu baik atau buruk sangat bergantung pada cara estimasinya. Cara paling sederhana adalah experimental design (random) intinya membandingkan kelompok yang mendapatkan intervensi dengan kelompok yang tidak dapat intervensi. Sementara yang lain adalah dengan quasy experiment (selected).

Metode estimasi ini sangat spesisik tergantung pada bidang keilmuannya, kebijakan kesehatan (epidemologi) sangat berbeda metodenya dengan kebijakan ekonomi. Dalam epidemiology konsepnya adalah “relative risk”. Relative risk ini penting untuk memberikan pernyataan “Smokers would be twenty times as likely as non-smokers to develop lung cancer”

3.Risk (impact)
Ini juga terminologi yang serupa. Risikonya tertabrak mobil, Impactnya mati. Mengacu pada hal yang sama. Pernyataannya “health impact assessment (HIA)” dan “health risk assessment (HRA) are different concepts, although the two terms are sometimes used interchangeably. An HIA (WHO Regional Office for Europe, 1999): “its potential effects” sementara kalau HRA lebih ke hazardnya.

4.Dose (concentration response)
Banyak konsep-konsep yang sebenarnya mirip memang membingungkan pada mulanya ref, ref. Ini mirip seperti BCP/DRP/RP yang sebenarnya mengacu pada benda yang sama.

Written by Anjar Priandoyo

Mei 18, 2018 at 10:53 am

Ditulis dalam Science

Perbedaan konsep di Alison

leave a comment »

Ada beberapa konsep di Alison yang sedikit berbeda. Misalnya mengenai project management dan SDLC. Misalnya.

Alison PM steps: Investigation, Planning and Design, Production, Evaluation and Monitoring

Alison SDLC steps: Planning, analysis, design, implementation, use/evaluation

Written by Anjar Priandoyo

Mei 17, 2018 at 8:39 pm

Ditulis dalam Science

Data INDC First Submission

leave a comment »

CM2 dinyatakan Electricity Production of 132.74 Twh as 2030, 536 Twh as 2025 according DEN 2014. So it is estimated around 24% for CM2 and 19% for CM1. This number of course change in Second Submission.

Written by Anjar Priandoyo

Mei 14, 2018 at 10:10 am

Ditulis dalam Science