Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Archive for the ‘Science’ Category

What is policy

leave a comment »

Policy is a plan or statement of intentions (Cunningham 2010). In political science perspectives, (Public) Policy is a principles, laws or goals established by some government body. Politics can be interpreted as is the struggle for power among competing interest groups, which can result in tyranny of powerful elite over the powerless public, or politics can be interpreted as a way to process of veto-group competition and its supervision by the government, which is functional for society. Aka state as tools (used by class for strugle) or state as neutral (during class strugle)

  • Many conflicting values and needs cannot be compared because they aren’t comparable or we don’t have perfect information. Simply, we dont know.

In Energy Development, policy is required to accelerate Technology, use Market and encourage Consumer (Randolph Masters 2008). However Policy is complex study, for example in Solar PV Policy, Japan might promote upstream industry incentive of Solar PV (Giving producer subsidy), while German might promote downstream incentive of Solar PV (Giving consumer subsidy).

As environmental scientist, which is not a social scientist. The aim of narrative is to describe government as neutral institution. Where policy making is based on rational choice / science based management / utilitarian approach / policy should not have greater total costs than benefits.

Political economy broadly focuses on how resource allocation and development outcomes are shaped by the distribution of power between different actors, and the material and ideational factors that influence the behaviour of these actors. Political economy is commonly applied to study and interpret situations of conflict, or responses to collective action problems. (Atteridge and Weitz)

Key Policy Process:

  • Policy Optimization vs Policy Evaluation
  • Policy Development vs Policy Selection
  • Energy Policy: Design – Licensing – Contract Making – Regulator – Operation
Iklan

Written by Anjar Priandoyo

September 7, 2017 at 1:35 pm

Ditulis dalam Science

Electricity Transmission and Distribution in Indonesia

leave a comment »


Saya sebenarnya malas menulis hal ini, karena pertanyaannya sebenarnya sederhana: “negara kepulauan seperti Indonesia itu transmisi dan distribusi listriknya complicated, kenapa?” saya mau menjawabnya sesederhana “mahal”. Mahal menurut saya alasan yang obvius, rational dan seharusnya non-debatable.

Tapi, mungkin ada beberapa orang yang tidak puas dengan jawaban mahal. Sebelum masuk ke Transmisi listrik saya mau menggambarkan dengan ilustrasi bidang yang mirip.

1.Renewable energy itu mahal.
Ini sama seperti pertanyaan kenapa renewable energy tidak mungkin berkembang di Indonesia. Jawabannya saya mustahil, geothermal bisa 3x lbh mahal, wind bisa 3x dan solar pv bisa 4x lbh mahal.

2.Sawit itu menguntungkan.
Ini juga pertanyaan yang sama kenapa Palm Oil lebih maju dari pada Rubber. Meski Palm Oil butuh lebih banyak pupuk, daripada Rubber yang hanya 2 kali setahun, tapi Rubber butuh tenaga kerja lebih banyak. Sawit bisa dipanen setelah 4 tahun untuk kemudian 20 tahun, sementara karet dipanen setelah 7 tahun untuk 25 tahun. Sehingga jatuhnya, keuntungan perjamnya lebih besar dari Sawit yang hampir 4 kali lebih besar dari Karet. ref

3.Submarine power cable itu mahal.
Perbandingan per 75km-nya kira-kira sebagai berikut £150:£750:£1000, antara overhead vs underground vs subsea. Subsea itu mahalnya minta ampun. Di Indonesia rencana pembangunannya untuk Sumatra Jawa. Subsea itu biasanya dilaut yang dangkal <500M, yang paling dalam 1650m (SA.PEI), dan ini super ribet, harus lihat seabed topology, oceanic wave dkk dsb ref, ref. NorNed panjangnya sekitar 580km.

4.Biaya hidup di luar negeri itu mahal.
Mumpung inget, ini juga perdebatan yang menurut saya melelahkan. Biaya hidup diluar negeri itu mahal, housingnya terlalu mahal.

Catatan:

  • Transmisi lebih long distance, Distribution lebih ke short distance ke customer
  • Submarine power cable (wiki): Subsea Cable (csi): Marine cable ((IEEE) vs Landbased Cable))

Electricity Transmission Costing Study (Parsons Brinckerhoff / CSI)

Faizal, Ricky, et al. "Sumatra-Java HVDC transmission system modelling and system impact analysis." PowerTech, 2015 IEEE Eindhoven. IEEE, 2015.

Written by Anjar Priandoyo

September 6, 2017 at 6:16 pm

Ditulis dalam Science

TIL Basic Concept

leave a comment »

Lebih baik mengaku tidak tahu sekarang, daripada terlambat. Ternyata banyak sekali concept basic yang saya miss.

1.Ozone Gas berbeda dengan Ozone Layer ref
Ternyata, Ozone (O3) ini bukanlah sekedar lapisan (layer) atmosphere. Ozone adalah “inorganic molekul” yang terdiri dari 3 atom oksigen. Ozone adalah salah satu bentuk oksigen, selain dalam bentuk O2. Sementara Ozone sebagai sebuah layer bisa berarti buruk (Ground Level Ozone (Tropospheric)) dan berarti baik Stratospheric Layer Ozone.

2.Ozone Hole berbeda dengan Global Warming ref
Ozone Depletion (Ozone Hole) itu merupakan isu tahun 80-an. Untuk menanggulanginya diadakan Montreal Protocol (1987). Penyebabnya CFCs, akibatnya Ozone berlubang dan menyebabkan sinar UV meningkat, yang dampak kesehatannya seperti kanker kulit. CFC membahayakan Ozone karena bertindak sebagai katalis dalam proses Photodissociation (photolysis, photodecomposition) dimana sebuah compound dibreakdown oleh Photons (dari O3 menjadi O2). Ozone hole ini terjadinya di Stratosphere.

Global Warming merupakan isu tahun 90-an, untuk menanggulanginya diadakan Kyoto Protocal (1997). Isu global warming sebenarnya lebih powerful (dan complicated) dibandingkan Ozone Depletion. Global Warming terjadi di Surface Temperature (jadi rendah sekali posisinya). Akibat global warming lebih abstrak e.g Extreme Weather, Sea level rise.

3.CO berbeda dengan CO2 ref
Ini sudah berkali-kali dibahas, tapi lebih sering lupa. CO itu polusi udara, CO itu berteman dengan Ozone, Lead, PM, CO, NO2 dan SO2. Mereka berteman dalam gang Air Pollution (Gang 6). Sementara CO2 itu temannya adalah CH4, N2O dan CFCs dalam Gang GHG (Gang 4). Jadi ini konsep yang sama sekali berbeda. Ini harus dibatasi, dalam konteks polusi udara atau dalam konteks GHG. Kalau ditarik dalam framing SLCP/LLCP juga akan berbeda lagi dibandingkan AP/GHG.

Written by Anjar Priandoyo

September 6, 2017 at 1:36 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Impact based framing

leave a comment »

Environmental scientist itu punya banyak framing untuk melihat sebuah masalah. Contoh, sektor transportasi, banyaknya mobil mengakibatkan polusi udara. Polusi udara ini buruk, tapi seberapa buruk? mungkin kita akan menjawab sesederhana, banyak orang sakit paru-paru, dan menjawab sesederhana menggunakan masker, dan memberikan jasa layanan rumah sakit yang baik.

Tapi, scientist tidak melihat sebuah masalah untuk keperluan debat. Scientist melihat sebuah masalah secara lebih luas. Contoh mengenai polusi udara (Pencemaran Udara), scientist melihatnya sebagai fenomena Emisi Udara (Air Emission) secara general. Yang kalau ditanya seberapa buruk, bisa dengan beberapa framing:

  • GHG: CO2, CH4 yang bisa menyebabkan pemanasan global
  • Polusi Udara: PM yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan

Bisa juga framingnya lebih banyak pada exposure dan impact, sehingga klasifikasinya menjadi

  • Ozone: yang bisa menyebabkan gangguan produksi pertanian
  • Black carbon:

Written by Anjar Priandoyo

September 6, 2017 at 12:39 pm

Ditulis dalam Science

Carbon-based Framing

leave a comment »

Di dunia ini, matter (benda, sesuatu) itu wujud fisiknya (yang bisa bisa terlihat) cuman tiga macam saja yaitu gas, padat, cair (dan plasma). Namun kalau dilihat dari kandungan kimia-nya bisa dibagi dua yaitu substance (zat) atau mixture (campuran). Substance itu segala hal yang terdiri dari satu jenis molekul saja contohnya arang, diamond, sementara mixture lebih gabungan beberapa substance.

Sebuah benda padat itu sifat kimianya bisa berbeda. Bisa berupa elemen carbon saja e.g Diamond C(s,diamond), Graphite C(s,graphite), bisa berupa molekul H2O e.g es batu. Secara umum bisa dibagi dua, subtance contohnya Air dan mixture contohnya Kopi.

Dari semua benda itu, yang paling penting adalah organic compound (secara definisi apapun yang mengandung (atau banyak mengandung) carbon (C), walaupun sejarahnya organic berasal dari mahluk hidup, e.g Urea/Amonia NH3 bisa disintesis).

Organic Carbon (TOC: Total Organic Carbon) bisa dibagi dua: berdasarkan molekulnya

  • TIC: Inorganic Carbon: CO2, Carbonate
  • TOC: Organic Compound: Living organism

Organic Carbon (TOC: Total Organic Carbon) bisa dibagi dua: berdasarkan atomnya

  • Elemental Carbon (EC) aka Black Carbon
  • Organic Matter (OM)

Organic compound ini kalau dipisahkan lagi, bisa dibagi menjadi

  • Carbon saja: Black Carbon (Inorganic Carbon), Elemental Carbon (EC), charcoal, coal, soot (diamond, graphite). EC can be extraction of TIC or TOC
  • Hidrocarbon: CH: Organic Carbon
  • NMVOC: Non Methane: Organic Carbon

One major distinction is between natural and synthetic compounds. Organic compounds can also be classified or subdivided by the presence of heteroatoms, e.g., organometallic compounds, which feature bonds between carbon and a metal, and organophosphorus compounds, which feature bonds between carbon and a phosphorus

yang paling penting adalah hidrokarbon (secara definisi hanya terdiri dari C dan H saja).

Jargon ref stackexchange

  • Elements/Atom: Atom: H
  • Molecules: Molekul: H2, H2O
  • Compound: Senyawa: H2O, CH4 (H2, N2, O2 is not compound because it is composed of single element)
  • Substance: aka Pure Substance, Pure Mixtures: H2O
  • Mixture: Campuran: Gasoline (C6H14 and C12H2): Octane (C8H18) + Butane (C4H10) + 2,2,4-Trimethylpentane + 3-ethyltoluene: Benzene (C6H6) ref major component of gasoline. Gasoline US, Petrol UK, Bensin German, Indo, Thai (Benzene).

LPG: Substance: propane (C3H8), mostly butane (C4H10)
Natural Gas: Substance: methane (CH4)

A compounds are molecules, but not all molecules are compounds ref, ref
A molecule is formed when two or more atoms join together chemically

There are four main types of hydrocarbons found in crude oil.

  • paraffins (15-60%)
  • naphthenes (30-60%)
  • aromatics (3-30%)
  • asphaltics (remainder)

Framing dimana-mana susah, sepeda yang tidak bisa ngebut, bisa karena ban-nya kempes, kurang oli atau memang tenaga mengayuhnya yang kurang. Sama halnya dengan Air pollution, yang bisa diframing berdasarkan komposisi (chemical, size), formation, lifetime dan sources.

Salah satu framing yang bisa digunakan adalah Carbon-based Framing. Artinya melihat segala sesuatu dari sisi kehidupan (CHONPS)

Combustion misalnya, secara teori combustion will turn all the carbon in the fuel into CO2, in practice Combustion is never complete (combustion will produce CO, VOC, NVOC that condense and form OC dan BC aerosols:

Combustion result:
– CO2
– CO
– VOC
– NVOC > condense and form OC > also called Organic Matter (OM)
– BC Aerosols > also called Elemental Carbon (EC)

PM adalah term yang sangat general, yaitu framing berdasarkan size.

Although the definition and measurement techniques for atmospheric “black carbon” (“BC”) or “elemental carbon” (“EC”) have long been subjects of scientific controversy, the recent discovery of light-absorbing carbon that is not black (“brown carbon, Cbrown”) makes it imperative to reassess and redefine the components that make up light-absorbing carbonaceous matter (LAC) in the atmosphere (Andreae & Gelenser)

Note:
Black carbon or brown carbon? The nature of light-absorbing carbonaceous aerosols M. O. Andreae and A. Gelencsér

Emissions of volatile organic compounds from plants and their role in air quality
NASA Volatile Trees

Written by Anjar Priandoyo

September 5, 2017 at 3:42 pm

Ditulis dalam Science

Tagged with

Why my english bad #4: A word that you never heard (Vocabulary)

leave a comment »

Hari ini saya mendengar kata “Opaque” untuk pertama kalinya. Kata ini sebenarnya sudah sering saya lihat di Photoshop dan image editor lainnya. Seingat saya kata ini berhubungan dengan fitur transparan di Photoshop. Baru hari ini saya menyadari bahwa Opaque adalah sebuah kata yang sama sekali berbeda. Opaque adalah opposite dari Transparent.

  • Tembus pandang: Transparent
  • Tidak tembus pandang: Opaque
  • Mudah menguap: Volatile
  • Tidak mudah menguap: Refractory (dalam planetary sciences, relatively high to Thermodynamic equilibrium

Kosakata Bahasa Indonesia memang tidak terlalu banyak, apabila dibandingkan dengan bahasa Inggris, penyebabnya adalah jumlah penuturnya yang tidak banyak (termasuk tidak tersebar ke seluruh dunia), penyebab lain adalah banyaknya kata dalam bahasa Indonesia yang tidak standar, yang bisa mengambil bahasa jawa (e.g mules, dingklik) atau menggunakan penyebutan nama berdasarkan fungsinya (e.g cekrekan (stapler), plembungan (permen karet)).

  • Stool: kursi tanpa lengan (chair without armrests or backrests)
  • Step Stool: Dingklik
  • Dingklik: Step stool that used to sit; small stool

Lalu bagaimana menyikapinya, bila kosa kata kita tidak banyak
Hidup itu sebenarnya mempelajari kosa kata

English Native
Umur 4 tahun: 5,000 kata
Umur 8 tahun: 10,000 kata
Umur 18 tahun: 15,000 kata

Foreign
Umur 18 tahun: 15,000 (-4,500 english?)
Foreign people yang move to english for the rest of his life: 15,000 (-10,000 english)

Makanya anak umur 4 tahun bisa punya kemampuan bahasa yang lebih baik dari orang dewasa. Dan makanya foreign people di Inggris kosakatanya tidak bisa sebanyak native.

Lalu berapa yang target yang harus dikejar? sebenarnya kalau dari AWL (Academic Word List) hanya 570 kata. Ini saja saya tidak semuanya tahu.

Statistics
Jumlah kata bahasa Inggris: >1 million words
Dutch: 90,000 words
KBBI 2008: 90,000 words
English: 220,000 words
Oxford 3000: 3,000 words
AWL: 570 words

ref, ref

Written by Anjar Priandoyo

September 5, 2017 at 11:36 am

Ditulis dalam Science

Tagged with

Why my english bad #3: Sickness and Feeling

leave a comment »

This two (Feeling and Sickness), I think the most difficult part of English that Indonesian (at least me) found difficult to learn. The key is not try word-by-word translation, but through understanding English word first, and try to find its equivalent in Indonesian word.

Sakit Perut (General Term): Stomach Ache, Stomach Pain, Abdominal Pain, Tummy Ache
Medical Term: Gastritis (Stomach Inflammation),

Sakit Perut is very general Indonesian EYD term, which is polite term, but it can be anything. It can be:
– Mules, want to go to toilet
– Mulas, nervous
– Melilit, hurt (maag)
– Sakit, menstruation
– Maag

In english, the similar term that can be used:
– Heartburn, Mulas
– Indigestion,

Cure of Sakit Perut:
– Antacid: Neutralizes stomach acidity: in the form of Effervescent (Sodium Carbonate release CO2), Algeldrate. Ranitidine (b1976)

Masuk Angin: Feeling unwell, Catching cold old rarely used term

Written by Anjar Priandoyo

September 5, 2017 at 10:59 am

Ditulis dalam Science

Tagged with