Anjar Priandoyo

Rate freshgrad D3 ditjen pajak 5.5 juta

with 237 comments

“…Saya sekarang masih CPNS di Direktorat Jenderal Pajak, Memang sih sistem penggajian di Ditjen Pajak sudah mulai dibenahi dengan dilakukannya modernisasi kantor pajak, Lulusan Diploma III yang bekerja di kantor modern sudah menerima gaji+tunjangan sekitar 5,5 juta

Tapi kalo menurut saya masih kurang layak apalagi kalo mau dibandingin dengan gaji pegawai bank indonesia. Padahal tantangan bekerja di kantor pajak itu jauh lebih berat daripada kerja di bank indonesia. Bayangin aja pegawai pajak harus bekerja mengumpulkan uang 400 triliun sementara selama ini (sebelum modernisasi kantor pajak) pegawai pajak (fiskus) cuma digaji 2,2 juta. Semoga aja ke depannya sistem remunirasi di Ditjen Pajak semakin baik…”

Komentar:
Jadi inget disalah satu diskusi membandingkan Bank dengan aset terbesar di Indonesia (Bank Mandiri) vs Ditjen Pajak. Ternyata Bank Mandiri ga ada apa-apanya hehehe.

Bacaan lain
Modernisasi KPP jalan terus, setoran pajak lewati target

About these ads

Written by priandoyo

Mei 21, 2007 at 6:09 am

Ditulis dalam Standar Gaji

237 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. baru CPNS DII aja dah 5,5 juta gede dong, coba liat CPNS di departemen lain tak lebih dari 1 juta rupiah..ya semoga dg modernisasi bener memutus rantai goyang wajib pajak ( semua juga pada tau meski bilang gaji cuma 2,2 jt sebelum modernisasi tapi…pendapatan..)

    ali

    Mei 21, 2007 at 6:39 am

    • wajar bos kalau pegawai pajak cari tambahan lain pegawainya rata2 jauh dari keluarga penempatannya seperti kucing beranak jadi perlu tambahan uang ekstra selain biaya hidup dirantau.

      gemeso

      Oktober 21, 2010 at 2:52 am

  2. Heh? kok bisa segitu? itungan dari mana?

    Amir

    Mei 21, 2007 at 6:46 am

  3. 5.5 juta? hmmm… itu kan baru gaji pak, belum termasuk ‘penghasilan’ kan ? ;) ditjen pajak getto lho :)

    osinaga

    Mei 21, 2007 at 6:48 am

    • penghasilan adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis,,,
      gaji itu ya penghasilan lah…

      muhammad

      Oktober 27, 2009 at 1:32 pm

  4. Itulah kalau suka membanding-bandingkan, selalu melihat rumput tetangga lebih hijau. Kalau ybs merasa gaji BI lebih gede dan kerjaan lebih mudah, coba aja suruh test…..kalau dia lulus, berarti setidaknya dia layak untuk menggerutu….bukan berarti itu hal yang patut dipuji.

    (Lebih baik bersyukur apa yang kita peroleh, masih banyak orang lain lebih sulit)

    edratna

    Mei 21, 2007 at 8:29 am

  5. Memang dengan modernisai pajak, take home pay sebagian pegawai pajak memang sudah sebesar itu. Berdasarkan pengalaman saya di kantor modern memang sejumlah itulah penghasilan pegawai pajak. Tak ada penghasilan “lain-lain”. Beda dengan dulu, take home pay kecil tapi sebagian pegawai pajak bisa hdup berkecukupan bahkan ada yang mewah. Nah, dengan modernisasi ini saya melihat justru sekarang pegawai pajak hidup normal dalam arti sesuai dengan gaji dan tunjangannya. Saya termasuk yang bersyukur dengan kenaikan take home pay ini setelah 13 tahun harus hidup pas-pasan.

    doeytea

    Mei 21, 2007 at 10:27 am

  6. setuju ama yang di atas.. klo semuanya merasa kedudukannya lebih penting.. wueh..

    in this case, supaya masuk ditjen Pajak tes STAN kali yah.. kayanya ga gitu2 susah amat de.. dibandingin PTN yang S1.. CMIIW

    defindal

    Mei 21, 2007 at 10:27 am

  7. Dengan gaji 2.2 jt aja dah hidup mewah..gimana ntar kalo gajinya dah 5.5…wow……?????

    learner2

    Mei 22, 2007 at 4:14 am

  8. Ngomong-ngomong masalah Orang Pajak, jadi inget salah satu berita di media cetak nasional beberapa waktu lalu, tentang beberapa orang pajak yang baru masuk, dalam setahun saja sudah bisa membeli mobil mewah keluaran terbaru. Atau temanku sendiri, yang baru masuk sebentar sudah pulang kampung bawa mobil bagus dan sekalian mbeliin buat orang tua juga. Atau temannya istriku, yang anak-anaknya dari kecil disekolahkan di US semua. Atau…pasti akan banyak contoh lainnya kan?

    Semoga dengan sistem yang baru membuat Ditjen Pajak menjadi lebih baik dan kita juga lebih bersemangat membayar pajak. Habis kita selama ini tidak pernah tahu kemana larinya pajak yang kita bayarkan setiap bulan.

    Toyo

    Mei 22, 2007 at 5:17 am

    • itulah bung kalau anak prodip sudah terkontaminasi oleh situasi dan kondisi yang mendukung

      gemeso

      Oktober 21, 2010 at 2:55 am

  9. Hmmm…hehehe, koq jadi mau bandingin gajiku ama mbak mas sekalian. Saya sendiri cuma PNS biasa koq, kebetulan tadi ikut seminar tentang reformasi sistem kepegawaian di instansi pemerintah. Memang kalo masalah remunerasi, kayanya instansi lain selain Depkeu koq rada susah untuk bergerak. Katanya jangan seenaknya sendiri kalo bikin aturan, padahal saya ingin tau juga gimana sih mekanisme pengajuan anggaran Ditjen Pajak ke Ditjen Anggaran. Kayanya mereka juga ‘seenaknya’ kali..lha wong satu departemen. Jangan bandingkanlah ama BI (kalo saya malah bersumpah ga mau masuk BI kalo ga langsung direkrut aka di’bajak’ jadi direkturnya..hehehe.

    Hidup PNS (dengan gaji+tunjangan 1,3juta sebulan, kalo ditambah pendapatan TANPA KORUPSI ya paling jadi 4jutaanlah)!!!

    ABe

    Mei 22, 2007 at 7:32 am

  10. Saya juga PNS, sudah beristri dan dua anak. Gaji pokok saya + tunjangan hanya 1,5 juta. Cukup apa untuk hidup di Jakarta? Makanya saya cari tambahan lain, dan konsekuensinya: saya tidak fokus pada pekerjaan di kantor dan harus melakukan “korupsi waktu”. Kalau mau korupsi uang kecil-kecilan bisa saja, tapi saya tidak mau istri dan anak-anak saya menanggung itu. Satu2nya yg halal, ya cari sumur lain. Makanya gaji PNS harus dinaikkan, wong PNS punya kekuasaan kok. Coba lihat pegawai pajak bisa pegang uang triliyunan, lihat juga pegawai kejaksaan dan polisi yg memegang kendali atas sebuah kasus yang kalau “dibeli” bisa ratusan juta bahkan milyaran nilainya, sementara gajinya hanya 2 jutaan. Gimana gak tergoda tuh para perwira polisi dan jaksa? Sekali lagi, naikkan gaji PNS!

    Kang Asep

    Mei 22, 2007 at 8:08 am

    • percuma bung naik gaji harga barang juga bakal naik wes tetap aja segitu nilainya cuma sekedar mengimbangi aja gaji itu. jadi cukup apa nggak penilaiannya relatip pada diri masing2 dan kondisinya.

      gemeso

      Oktober 21, 2010 at 3:00 am

  11. di KPP modern di daerah daerah [sekarang udah ada sekitar 13 KPP modern], tunjangannya belum turun. jadi gaji s1 kpp modern yg jadi consulent yg harusnya 8 jt, masih dibayar sebesar 2.2 ajah .. :(

    info dari temen dekat di lapangan … oh ya, banyak kawan yg pengen masuk ke KPP modern, dapat duitnya lumayan halal, daripada di KPP biasa, dapat minimal 20 juta, dan kalo nekad bisa 200 jutaan, tapi duitnya kotor. dampaknya pas udah tua sih, anak gak beres, badan ndak sehat, musuh juga banyak :D

    papabonbon

    Mei 22, 2007 at 7:23 pm

  12. Boleh dong tau detail job desc pekerjaan di ditjen pajak itu, sampe dibilang cukup berat :)

    apa yang dikerjakan setiap harinya?

    apa sampe harus lembur2 tiap hari atau harus masuk pada hari libur?

    apa ada target? apa ada reward dan punishment berhubungan dengan target?

    thx…

    weathertop

    Mei 23, 2007 at 2:05 am

  13. seperti PNS-ers bilang, ya betul gaji PNS memang 1,3-1,7 jutaan (gaji+tunjangan) dan kalo ditambah penghasilan lain2 non korupsi jadi sekitar 2-2,5 jutaan (informasi yang saya dapet dari beberapa temen PNS saya di BATAN,DEPKES,LIPI,BAPEDAL,BPS) itupun tidak merata setiap bulan, kadang 2,2jt, kadang 2jt, dan kadang ya 1,7jt itulah :-).
    jadi buat mas ABe yang PNS dan bisa dapet 4 jutaan/bulan udah hrs banyak bersyukur itu mah (udah berlebih,bisa bermewah-mewah dan mbantu sesama tentunya :-) ).
    Alangkah tidak bersyukurnya mas di ditjen pajak yang masih juga mengeluh dengan penghasilan 5,5 juta dari latar belakang D3… jangan terlalu banyak memikirkan uang, itu bisa menggelapkan dan mengeraskan hati mas, nanti lupa lho sama orang lain yang hidup susah….

    ncips

    Mei 23, 2007 at 2:08 am

    • wah wajar dong mas abe (manusia) mengeluh kalau dia hidup dijakarta (bukan dijakarta saja) atau pisah keluarga. jadi nilai segitu dilihat dulu kondisi bersangkutan dikeadaan bagaimana dia berada. kalau gaji 5,5 juta hidup dikampung dan kumpul keluarga yah cukuplah malah gagah kelihatannya dong he..he..he..,yang susah itu hidup tenang dan sehat mas.

      gemeso

      Oktober 21, 2010 at 3:11 am

    • mas2 n mbak2, makanya jangan jd pegawai….miskin susah, kaya di omongin di curigai korupsi… sudah saatnya generasi di Indonesia berubah pola pikir… menciptakan lapangan kerja…gitu lho..meskipun cuma usaha pencucian motor kek… atau jasa pengelolaan sampah gito ..tp … heppi…
      gue juga heran kenapa sih setiap penerimaan PNS bejubel yang daftar… sudah keterima …. menggerutu
      weleh..weleh…

      beningferianti

      November 19, 2012 at 4:44 am

  14. semoga tahun ini aku diterima di STAN D3
    semoga aku tetap dalam lindungan hidayah-Nya,
    dan semoga kita semua selamat dunia akhirot

    amin,
    amin,
    amin,
    amin,
    amin,
    amin,
    amin,

    akoedw

    Mei 23, 2007 at 2:15 am

  15. Ada temen dari BPK lulusan STAN yang saat ini sedang kuliah di Amrik cerita kalo dia ngiri sama temennya STAN dulu yang sekarang kerja di Pajak karena udah bisa beli rumah seharga 1,5 milyar.

    Jadi intinya, saya (pengangguran) ngiri sama orang BPK, sementara BPK ngiri sama orang Pajak, dan Pajak ngiri sama orang BI.

    Kapan ya bisa beli rumah 1,5 milyar??

    Dino

    Mei 23, 2007 at 4:01 am

  16. anak BI dapat rumah dinas lho, apalagi yg tinggalnya di daerah [kalo di jkt udah keabisan, dijatah ama senior soalnya :D]. dah perlu di itung juga, rumah dinas itu kalo kudu sewa sendiri mungkin yg ratenya 10-20 jt per tahun. gede, halaman luas, tempat strategis. what next ?

    untuk gaji industri elektronik, lagi mikir mikir buat sharing. ada perbandingan gaji manajer bebrapa industri, data tahun 2005. saat ini udah naik rata rata 2 juta dari daftar tahun 2007 itu.

    perlu di catat, saat ini gaji manajer di electronics sekitar 9-12 jt. tapi kalau dia pegang posisi sales atau marketing, bisa 15-20 jt. only shorlisted candidates tentunya. top 20 orang lokalnya lah …

    papabonbon

    Mei 23, 2007 at 6:53 am

  17. @ Mas Ncips

    Mohon ampun mas..4 juta tu ya ga selalu koq, rata-rata kurang dikit dari itu, ga boleh dipake hidup mewah..ditabung :)

    Gini bos..kebetulan juga koq ndilalah saya berada langsung di bawah pejabat eselon 1, jadi kalo atasan saya ada kerjaan/jaldis..saya attach beliau, jadi konsekuensinya saya juga dapet surat cinta yang namanya SPPD. Begitu juga kalo beliau harus memberikan paparan, kan saya yang disuruh menyiapkan bahan. Nah, dari situ alhamdulillah saya juga kecipratan rezeki. Tapi konsekuensi posisi saya sekarang ya harus siap lembur (rata-rata tiap hari pulang jam 8 malem, kalo lagi sibuk bisa sampe jam 11), malah week end juga harus kerja.\

    Nah..sebandingkah hal itu dengan pendapatan yang sekian? Alangkah nikmatnya menjadi PNS yang bisa dapat 5.5 juta tanpa harus banting tulang kaya saya :)

    ABe

    Mei 23, 2007 at 8:16 am

  18. yang perlu dicatat 5,5 itu kan masih CPNS dan DIII lho, lom PNS..jelek2 begini saya mantan PNS non Departemen (pernah dipimpin Habibie)..waktu itu gaji saya ta lebih dari 1,5 ( dah PNS dan S1). untuk nutup itu si bos ambil kebijakan mroyek sana dan sini (pertamina, antam, PT DI, PLN dll).. Ya seharusnya bersyukur banget dg gaji segitu… faktanya orang pajak mang kaya2 to ( temen saya SMA , lulusan STAN di DJP..dah punya waralaba alfamart sampe 5 lho.. bayangkan itu..sampe pacare ultah dikasih hadiah video EZI mantap…)

    ali

    Mei 23, 2007 at 8:43 am

  19. [...] Komentar-komentar orang-orang tentang ketidakadilan pola penggajian dan penghargaan [...]

  20. Makanya saya sangat bersyukur kantor pajak udah modern system jadi praktik korupsi bisa diberantas…
    amit-amit dah makan uang haram, jangan sampe….
    kalo pada nanya kok udah bayar pajak tapi gak ngerasain, jangan salahin Direktorat jenderal Pajak (DJP)….
    DJP cuma jadi kuli yang harus nyetor sesuai target…
    semua uang pajak yang mutusin penggunaannya kan DPR…
    Jadi kalo mau nuntut ya ke wakil rakyat yang di senayan…

    adith

    Mei 26, 2007 at 5:39 pm

  21. Mas Adith,
    Memang DPR mesti dikasih setoran, tapi memangnya ditjen pajak cuma kuli yang gak icip2 setoran itu? (halo dana taktis/non-bujeter)
    hehehe… kolega saya bejibun di Depkeu (dari staf biasa sampe dirjen), jadi sedikit banyak saya taulah isi perutnya Depkeu …
    memangnya yg di LTO dan MTO itu semuanya bersih? Nggak juga tuh, udah digaji 8 jt/bulan pun masih banyak yang nyolong2 dibelakang…

    penyakit PNS/birokrat/DPR Indonesia itu adalah memandang dirinya terlalu tinggi. Jadi selalu bandingin dg profesi lain. DPR iri dg gaji BI yang selangit, BI iri dg CEO MNC yang gajinya >100 juta, dst… Kalau memang tujuannya sekaya orang swasta, ya jangan jadi PNS, ngelamar jadi GM Telkomsel atau Direktur BP aja ya….

    bener kata mas Dino: yg pengangguran cuma bisa iri sama PNS yang paling “miskin”.

    gaji layak itu penting, tapi jangan lupakan: banyak PNS yang makan gaji buta! dan jangan lupa juga, siapa yang bayar pajak?

    Beresin dulu deh sistem rekrutmen (gak usah sogok2) dan performance-based reward (yg pinter naik pangkat, yang memble dipecat) PNS, baru naikin gaji. Kalo nggak, ya artinya kita ngegaji tinggi semuanya termasuk para pemalas dan koruptor..

    fau

    Mei 27, 2007 at 6:29 am

  22. @ fau

    makanya mas..masuk tempat saya aja..rekrutmen paling jelas, bisa nanya kenapa kalo sampe ga lolos..ada standar kinerja individu juga selain DPKP dan DP3, meskipun gaji masih ‘nasakom’..hehehe

    *kerja di mana saya?yang jelas ga pernah makan gaji buta dan ga dibutakan ama gaji, serta upah dan gajinya dipotong pajak mulu*

    ABe

    Mei 28, 2007 at 4:17 am

  23. mas dengar dengar, SPPD nantinya bakal harus dipertanggungjawabkan dengan melampirkan semua bukti pengeluaran yah … bener gak ?

    papabonbon

    Mei 28, 2007 at 6:52 am

  24. kerja orang pajak lebih berat ? emang lebih berat godaannya maksud email di atas itu yah … :D

    papabonbon

    Mei 28, 2007 at 6:55 am

  25. @papabonbon

    yup, SPPD harus dipertanggungjawabkan dengan melampirkan ticket dan boarding pass+kuitansi hotel. Peraturan Menkeunya sdh keluar

    luthfie

    Mei 28, 2007 at 8:06 am

  26. SPPD tuh sebenernya ‘hak’ kita ato gimana sih? setauku, kalo kita dapet SPPD bukannya lump sum alias gepokan? mo dipake apa aja terserah? maksudnya tetap sesuai kepentingan dinas sih..

    kalo sekarang kayanya dikasi tiket langsung..berarti kan ga perlu ada plafon atas untuk tiket pesawat. Pertanyaannya..lebihan duitnya dikemanakan??? Pertanggungjawaban kelebihan di bendahara bagaimana??sejauh ini saya ga tau tuh kemana aja duit-duit itu..jadi siluman kali :P

    BIG QUESTION MARK!!!!

    ABe

    Mei 29, 2007 at 1:27 am

  27. [...] (apakah faktanya memang betul-betul banyak atau hanya sebagian kecil saja?) Papabonbon pernah berkomentar dalam suatu posting “…Perlu di catat, saat ini gaji manajer di electronics sekitar 9-12 jt. tapi kalau dia [...]

  28. orang pajak, sabetannya itu yg ga nguatin, jack! digaji berapapun tetep aja bocor sana-sini…emang mentalnya udah kaya getooo boooo…

    otong

    Juni 11, 2007 at 5:46 am

  29. Setau aku lulusan STAn D1 gajinya cuma 1,7…itu temanku loh ya..trus katanya gini “belum nanti dikasih sama orang…” itulah mengapa aku ga mau masuk STAN..karena lingkup pekerjaanya seperti itu..pasti terbawa arus..dan pasti makan duit haram……wahai orang** pajak sadarlah kalian…..bisanya pake duit rakyat juga……syukur aku sudah kerja di BUMN dan duitnya halal…..bagi yang masih sma jangan masuk stan de qlo ga ingin nambahin dosa kerja di pajak….kecuali lu bisa jujur pas kerja….

    ada dech

    Juni 12, 2007 at 8:01 am

  30. sabetannya banyak, emang jaranan yang banyak disabet…? hee..hee..

    manyun

    Juni 12, 2007 at 8:41 am

  31. kantor wah seru juga……tp mesti ada yg diklarifikasi nih, belum semua pegawai pajak nerima penghasilan perbulan segitu, dan juga itu bukan “hanya gaji” tapi sudah termasuk semua tunjangan, dan coba baca lagi postingan plg atas

    “…Saya sekarang masih CPNS di Direktorat Jenderal Pajak, Memang sih sistem penggajian di Ditjen Pajak sudah mulai dibenahi dengan dilakukannya modernisasi kantor pajak, Lulusan Diploma III yang bekerja di “kantor modern” sudah menerima gaji+tunjangan sekitar 5,5 juta”

    dan perlu diketahui bahwa sampai saat ini bagi yang CPNS walaupun bekerja di “kantor modern” tetap tidak mendapatkan tunjangan sebagaimana PNS yg telah bekerja di “kantor modern”

    saya tidak menampik pajak seperti yg kita tahu selama ini, memang byk yg seperti itu tp juga byk yg berharap dengan adanya modernisasi ini direktorat jenderal pajak menjadi lebih baik.

    saat ini yg kami butuhkan dukungan dari semua pihak sehingga DJP dapat melanjutkan perubahan yg sedang dilakukan, seperti Kakanwil saya bilang “di luar sana (mean Wajib Pajak) tidak berubah, jadi kita-lah yang harus berubah, apa yang mereka mau bisa kita berikan (mean peningkatan pelayanan, tidak ada negosiasi, dll) selama ada komitmen dari kita untuk terus berubah”
    jadi pandangan para Wajib Pajak tidak akan berubah terhadap DJP selama DJP sendiri tidak berubah.

    sekali lagi kami butuh dukungan semua pihak agar pajak ke depannya menjadi lebih baik…..dan membuat Indonesia menjadi lebih baik

    crushadi

    Juni 14, 2007 at 7:52 am

  32. Modernisasi bikin manja kecoa2!

    Dikasih gaji gede bukannya kerja lebih keras, yang iya malah makin hobby chatting, maen game online, nunggu perintah atasan, kaga punya inisiatif, produktifitas berkurang karena kaga ada ‘tantangan’, dsb. Gak yang D3, D4, S1 dan S2 sama aja. Yang iya jelas meningkat cuman makin rajin ibadah ke masjid, baliknya pake alasan makan siang dulu kemana2, balik kantor diatas jam 1.

    Budaya cepat puas sekarang2 ini makin menggejala di lingkungan DJP. Kalo yg nulis di blog ini mah bukan lagi cepat puas, tapi kaga ada puasnya. Gaji 5 juta masih kurang? Goblok! Pikir pake otak dogol! Lulus D3 apa di Indon yg begitu masuk dah terima 5 juta, tapi gara2 sistem bikinan orang2 pusat kaga kelar2, kerja malasnya orang2 ini kaga pernah ketahuan, heh? Apa sih istimewanya elo tuh? Bisa nyeret Sukanto Tanoto n his gang, baru dah gua sembah lu! Maruk banget sih ama duit …

    Absen pake jempol aja masih dikadalin: datang pagi, pamitnya visit, eh malah keluyuran, sorenya balik kantor alasan macet segala, terus pulang. Udah kaga usah ngebantah, gua gampar luh!

    Citra jelek itu kaga bisa hapus hanya gara2 elo2 pade cuman bisa berkoar-koar n sosialisasi kemana2 “GUA DAH BERUBAH!”. Yang bisa ngehapus cuman bukti hasil kerja elo. Liat tuh, penerimaan pajak kantormu baru nyampe berapa? Pikir, sekarang dah bulan apa? Jangan mikirin gaji melulu! Dasar uler keket luh! Elu2 pade mau nyandera Republik ini yah? Elu baru mau kerja bener kalo gaji elu pade dinaikin? Nenek moyang elu dari planet Pluto yah?

    Kerja sono! Jangan maen game melulu … Gua gampar juga muka elo baru tau rasa!

    Modernisasi gombal lu pada!

    Kutu_kupret

    Juni 20, 2007 at 1:35 pm

  33. Modernisasi bikin manja kecoa2! (Betul!!!! Mas….kutu kupret) !!!!.. Posting lagi….

    Dikasih gaji gede bukannya kerja lebih keras, yang iya malah makin hobby chatting, maen game online, nunggu perintah atasan, kaga punya inisiatif, produktifitas berkurang karena kaga ada ‘tantangan’, dsb. Gak yang D3, D4, S1 dan S2 sama aja. Yang iya jelas meningkat cuman makin rajin ibadah ke masjid, baliknya pake alasan makan siang dulu kemana2, balik kantor diatas jam 1.

    Budaya cepat puas sekarang2 ini makin menggejala di lingkungan DJP. Kalo yg nulis di blog ini mah bukan lagi cepat puas, tapi kaga ada puasnya. Gaji 5 juta masih kurang? Goblok! Pikir pake otak dogol! Lulus D3 apa di Indon yg begitu masuk dah terima 5 juta, tapi gara2 sistem bikinan orang2 pusat kaga kelar2, kerja malasnya orang2 ini kaga pernah ketahuan, heh? Apa sih istimewanya elo tuh? Bisa nyeret Sukanto Tanoto n his gang, baru dah gua sembah lu! Maruk banget sih ama duit …

    Absen pake jempol aja masih dikadalin: datang pagi, pamitnya visit, eh malah keluyuran, sorenya balik kantor alasan macet segala, terus pulang. Udah kaga usah ngebantah, gua gampar luh!

    Citra jelek itu kaga bisa hapus hanya gara2 elo2 pade cuman bisa berkoar-koar n sosialisasi kemana2 “GUA DAH BERUBAH!”. Yang bisa ngehapus cuman bukti hasil kerja elo. Liat tuh, penerimaan pajak kantormu baru nyampe berapa? Pikir, sekarang dah bulan apa? Jangan mikirin gaji melulu! Dasar uler keket luh! Elu2 pade mau nyandera Republik ini yah? Elu baru mau kerja bener kalo gaji elu pade dinaikin? Nenek moyang elu dari planet Pluto yah?

    Kerja sono! Jangan maen game melulu … Gua gampar juga muka elo baru tau rasa!

    Modernisasi gombal lu pada!

    kupret juga

    Juni 22, 2007 at 10:06 am

  34. Buat mas kutu kupret dan kupret juga saya harap berhentilah mencemooh, karena saya yakin anda adalah bagian dari direktorat jenderal pajak, atau bagian dari departemen keuangan. Mengapa saya katakan seperti itu???sangat jelas karena anda tau kegiatan sehari-hari pegawai pajak. Kalaupun anda membantah, anda pertanggungjawabkan kebohongan anda kepada Tuhan YME. Saya sebagai pihak yg netral sangat menyayangkan perkataan anda yang menurut saya, maaf kurang sopan. Sepertinya anda kelompok Barisan Sakit Hati. Kalopun memang seperti itu keadaanya, apakah anda sudah melakukan perubahan dari diri anda sendiri???melihat cara anda berkata-kata, maaf kalo saya pesimis anda lebih baik dari mereka. Dan terakhir, saya tantang anda, ketika anda telah menduduki jabatan di direktorat jenderal pajak, atau departemen keuangan, anda pertanggungjawabkan kata kata anda, lakukan perubahan!!! kalo tidak, lebih baik anda mencabut pernyataan anda yg hanya berisi umpatan dan makian. Mari hargai perubahan yg dilakukan. Janganlah kesalahan orang lain yg jauh diujung langit dapat kita ketahui dan kritik, sementara kesalahan kita sendiri kita tidak pernah sadari. Semoga hal ini menjadi pelajaran bagi kita, amin.

    Independen Man

    Juni 23, 2007 at 4:45 pm

    • betul pak kejadian seperti itu terjadi pada pada temenku sudah pegang jabatan yah sama aja dengan yang dicacinya dulu yang dilakukannya sudah dah hilang pamornya.

      gemeso

      Oktober 21, 2010 at 3:21 am

  35. INI KISAH NYATA!!!!

    Fiskus alias petugas pajak yang hidup dalam gemerlap harta dan kemudahan fasilitas bukan merupakan bagian dari hidup saya. Rekan-rekan sekantor saya hidup pas-pasan, dan suka agak memalukan miskinnya kalo lagi ada undangan anu atau anu di kantor pusat di betawi. Pernah senior saya mengikuti suatu seminar di betawi merasa sangat malu (atau dipermalukan) lantaran saat seminar dibuka dia bergegas mengeluarkan notes kecil dan pulpen sedang hampir semua hadirin mengeluarkan laptop!!

    Nah, kali ini saya mau cerita lagi seorang rekan sekantor saya. Beliau (sebut saja Mas AM) mengurusi 20 anak yatim piatu di rumahnya yang merupakan pinjaman dari Pemerintah Daerah Halmahera Barat.

    Jika angka 20 terlalu kecil buat anda, maka coba anda bayangkan jika anda sendiri yang tinggal bersama mereka di rumah berukuran kira-kira 120 meter persegi, mengurusi makan, minum, pendidikan, pakaian, dan semua tetek bengek yang ada. Angka itu akan sangat besar jika anda harus juga mengingat kebutuhan pribadi, bukan?

    Nah, kebetulan saya bersama beberapa teman kemarin mengadakan acara buka puasa bareng di panti asuhan tersebut. Ini ramadhan kedua saya berkunjung ke panti asuhan ini. Tak ada perubahan, terutama dalam kesederhanaan dan kekeluargaannya. Agak trenyuh juga ternyata wajah saya masih dikenali oleh beberapa anak kecil yang bahkan saya tidak tahu.

    Jika saya dianggap kampanye pembersihan nama baik petugas pajak, ya monggo. Ning jika sampeyan semua selalu melihat petugas pajak yang kebetulan sampeyan kenal hidup bergelimang harta, ya gak salah kalo sampeyan ngira petugas pajak itu kaya-kaya… Ingat mas AM juga bergaji dua juta sekian dan hidup di pulau yang tempe berukuran kira-kira 15 cm x 8 cm x 1,5 cm berharga dua ribu rupiah!!!!

    Ndak cuman ternate, mase… Kalo mau liat petugas pajak miskin mampirlah ke momere, mampirlah ke luwuk, mampirlah ke pedalaman sumatera, namun itu juga tergantung masing-masing pribadi sang fiskus. Karena saya pernah bertandang ke rumah senior saya di bandung yang target penerimaan pajak di kantornya sebesar 2 trilyun namun rumah kontrakannya jelek sekali yang hanya terdiri dari satu kamar tidur, satu kamar serbaguna, kamar mandi dan dapur.

    Makanya saya cuman nyengir saat melihat di layar kaca ada junior saya yang masih kuliah di STAN terlihat protes dengan rencana kenaikan gaji khusus untuk petugas pajak (yang diiringi dgn pemberian pengawasan dan punishment yang berat, yang terbukti efektif mereda KKN di beberapa kantor percobaan). Adik kelas saya itu mungkin nanti bakal kaget setelah kerja nanti dimana gaji pegawai pajak yang imej-nya selalu jelek itu gak nyampai 5 % dari gaji pegawai telkom, misalnya. Dibanding satpam bank indonesia saja gaji saya itu kayak guyonan lho….

    Seorang kenalan yang dulu juga berada di ternate namun sekarang sudah mutasi di jawa bilang: “Kamu tuh dilindungi Gusti Allah dengan berada di tempat kayak neraka… ya ternate itu kawah candradimuka buatmu. Kalo kamu bisa lulus, niscaya dimanapun nanti kamu pindah, kamu bakal jadi manungso kang tansah eling (manusia yang selalu ingat)… bersyukurlah!!!”

    Benarkah, Gusti?

    ditulis oleh babu negara @ 12:25 AM

    selengkapnya dan plus foto dokumentasinys baca di http://mbnw.blogspot.com/2006/10/kisah-fiskus-dan-20-anak-yatim.html

    HIDUP PEGAWAI PAJAK DAN 20 ANAK YATIM

    Juni 23, 2007 at 5:05 pm

    • wah bapak ini sudah dimutasi ke home base belum yah ? mas kalau saya sekarang ini mau cari peluang usaha mandiri sendiri aja yang kira2 menghasilkan uang sebesar gaji + tkpkn dan menjalani hidup dgn keluarga di home base. Mas kalau saya berharap ada tawaran pensiun dini dengan pesangon biar ada modal misalnya buat bedeng sewaan seperti yang saya sewa saat ini kayaknya lumayan.

      gemeso

      Oktober 21, 2010 at 3:30 am

  36. Untuk si Independen Man(ja)

    Ente itu kebiasaan ngeliat SAPA yang ngomong, bukan APA yang diomongin. Kayaknya elo tuh bangsa model2 penjilat juga dah! Model orang2 di Senayan sono noh …

    Jangan ngelebar ke soal gua sapa, dongok! Gua orang DJP kek, orang PPD kek, orang DPD kek, barisan sakit hati kek, sakit panu kek, sakit ayan kek, apa urusannya, hah?

    Stick to the topic, sukka!

    Kutu_kupret

    Juni 27, 2007 at 5:18 am

  37. Salut buat Babu Negara diatas..
    Bisa dibilang, anda menjadi OKNUM di kantor pajak. Biasanya yang disebut oknum adalah orang yang menyimpang dari tradisi kelembagaan dan jumlahnya minoritas.
    Keep fighting mas…
    Mudah-mudahan suatu saat anda menjadi Dirjen Pajak..
    Amiin..

    somosentono

    Juni 27, 2007 at 6:39 am

  38. 400 trilyun..kira2 yg disetorkan ke negara brp ya?? :)
    Sy pnya rencana akan membuka usaha layanan jasa kesehatan tuk para pensiunan Dirjn pajak yg menurut survey bepotensi besar setelah pensiun mengidap penyakit jantung & stroke..dan layanan rohani bagi mereka yg menyesali perbuatannya sata aktif jd pejabat/kryn dirjen pajak… :)
    just kidding brooo

    Pras

    Juli 4, 2007 at 6:19 am

  39. Ah, biasa aja lah..
    cerita gaji kenapa gak berani cerita kinerja?

    orang pajak memang selalu ngiri sama orang BI..
    semoga semuanya bermanfaat dan halal..

  40. Nih Kutu kupret gak punya etika apa ya?? Apa karena mentang2 di internet gak keliatan muka terus seenaknya aja make kata2 gak sopan ?? Yang dewasa dong…

    W_QeR

    Juli 4, 2007 at 8:45 am

  41. Mas Anjar Priandoyo…Tulisan mas ini telah membuat resah masyarakat…tanpa memberikan Informasi disertai fakta yang tidak lengkap tentang sistem penggajian di Direktorat jenderal pajak…

    oleh karena itu Data pribadi mas anjar kami ambil, dan akan kami tindak lanjuti.
    sekian dan terima kasih.

    Intel

    Juli 4, 2007 at 9:29 am

  42. itu kan tulisan “anak baru”, berkarya aja belum sudah nuntut macem2.
    biasalah selalu ada “pendatang baru” yg sok tau.harusnya bersukur jaman kaya gini susah cari kerja…masih beruntung juga dibanding kakak kelas kamu di stan, yg dibuang ke luar jawa dengan penghasilan mepet.
    orang dengan kualitas kaya kamu di perusahaan swasta paling digaji 1,5jt jg dah untung…

    dalban

    Juli 5, 2007 at 1:10 am

  43. the Key of all problem here is how to be honest to ourself. why do we say what we do not do.
    please give thanks to Allah alone, whatever our salary and where ever we work. Allah will large His provision to whom he wills and vice versa. to Allah alone we will return soon or later.

    CMIIW
    thanks anyway
    cheers

    wong ndeso

    Juli 6, 2007 at 3:20 am

  44. Untuk mas intel , intel kok ngaku intel…wuekek..kek ,jadi lucu . Dulu Bapak saya intel aja baru ngaku waktu dia dah pensiun itu juga kepaksa . Intel Indomie telor kaleee……sekalian juga catat data pribadi saya di kalibata sini , atau data sampean yang saya catet karena membocorkan rahasia intel wua kakak…kaak…Boleh juga nih blog mas anjar dikunjungi intel.

    Ralf

    Juli 6, 2007 at 8:46 am

  45. mas,,bikin forum koq topiknya ga mutu banget…
    malu2in korps depkeu khususnya alumni stan..
    ga tau kode etik depkeu ya??
    peg depkeu ga boleh ngomong Tunjgn khusus ke publik…
    (dodol…)
    msh CPNS aja koq nuntut macem-2…
    target pajak yg 600T ilang tuh kmn??

    kipli

    Juli 10, 2007 at 4:10 pm

  46. Kok rame bangat.. lg ngomongin masalah PAJAK atau DUIT neh?? pasti duit!hehehe :)
    Buat Yg suka kritik… jngan cm kritik orng doang, kasi solusi jg dong.:) biar fair.

    GBU.

    lexo

    Juli 10, 2007 at 7:49 pm

  47. Pli, korps Depkeu tuh dah gak punya malu tau, semua juga tahu. Malakin temen2nya PNS yang mo ngambil gaji yang gak seberapa itu aja tega kok, mana punya malu sih.

    So, orang pajak, Depkeu, gak usah nyombong deh, gak ada yang respect ma lo. Ibu2 aja pada males punya mantu orang Depkeu. Takut anak n cucunya dikasih makan uang gak halal.

    koplo

    Juli 10, 2007 at 11:39 pm

  48. akh…wae lah kalian..,,jd kacung rakyat banyak nungtut…kerja atuh gaya..yg komentar pada brpikir dr 1 sudut pandang…kampungan.,.,kalian semua ga ada bedanya sama om-om berperut membusuk, dan kelak kuburan sempit mengeluarkan darah yg pada kerja di gedung yang kaya pantat pake g-string!!grow up, pren!

    ketua Front Pemuda Idaman

    umpaNmerindu

    Juli 14, 2007 at 3:29 am

  49. [...] dinilai hanya sebagai ucapan tanpa bukti belaka.. Digaji tinggi pun, godaan masih tetap muncul.. ( sini ) Mas Anjar Priandoyo pun menyarankan seorang anak SMA untuk masuk STAN ( sini ).. Apa bener semua [...]

  50. kok semakin kebawah komentarnya semakin gak pake sopan-santun yah?? Begini mas-mas.. bukan saya mau membela, tapi coba kita budayaan diskusi yang baik. Gak cuma asal cuap-cuap.. Asal cela, atau asal-asalan lainnya

    Mas Anjar yang baik, saya tau mas juga seorang yang bekerja di linkungan keuangan, bedanya mas di swastanya dan saya di negerinya. Mungkin mas sepakat bahwa kita gak bisa mengeneralisir hal-hal seperti itu. Budaya korupsi bukan cuma di rusuk pemerintahaan, tapi juga sudah relatif mendarah di beberapa sektor swasta.

    Saya ingin komentarin beberapa hal mengenai “penghasilan” orang Pajak:
    1. Uang 5.5juta itu bukan gaji, tapi take-home-pay.
    2. Semua orang, termasuk Mas Anjar, Saya dan orang lain relatif tidak pernah merasa puas.. Jadi bisa dimaklumi kalau gaji 10 juta sekalipun masih aja merasa kurang.
    3. Kalau ada penyimpangan dalam perpajakan, saya mau bertanya balik, apakah itu salah Fiskusnya atau salah Wajib Pajaknya? Gak bisa kita menyalahkan satu pihak saja, kita semualah yang menyebabkan bangsa kita menjadi seperti ini. Seperti contoh artikel dibawah yang saya kutip dari sini:

    Direktur Informasi dan Akuntansi Depkeu, Hekinus Manao menyatakan, sanksi pidana diberikan supaya kelompok masyarakat yang bernama profesi audit itu harus memiliki tanggung jawab yang jelas, termasuk tanggung jawab keadilan bila akuntan publik tersebut berlaku tidak adil.

    Alasannya, setiap kegiatan yang dilakukan oleh akuntan publik, sebetulnya atas nama publik. “Terus terang saja, yang namanya akuntan itu tidak boleh cuci tangan. Sebab, mereka ikut membuat kenapa negara ini seperti sekarang ini,” kritiknya.

    Nah, tampak bukan bahwa sepenuhnya kondisi memprihatinkan bangsa kita seperti yang kita rasakan sekarang tidak bisa semena-mena karena satu faktor (baca: pemerintah) saja, tapi dari sektor swasta juga.

    Mari kita bangun bangsa kita, bukan cuma dari sektor pemerintahan, tapi juga didukung oleh sektor swasta. Dan sekali lagi untuk para komentator mari budayakan berdiskusi (baca: berkomentar) yang baik.

    Jadi ingat dengan komentator sepakbola, sewaktu kecil dulu saya pernah menonton pertandingan sepak bola melalui televisi dengan paman saya. Disitu paman saya begitu jengah dengan komentar-komentar sang komentator sampai-sampai beliau berkata, “Komentatornya berisik! Coba dia turun kelapangan, apa bisa dia maen bola?”

    apung

    Agustus 15, 2007 at 9:13 am

  51. Oh iyah, cuma ingin mengutip saja, mungkin Mas Anjar pernah baca tulisan ini entah dimana,

    Mengapa harus komentar yang bertanggung jawab?Saya menemukan banyak komentar yang tidak bertanggungjawab diblog ini. Ada yang memanas-manasi tanpa menyertai email yang lengkap, sehingga tidak bisa dihubungi, -bagi saya tipikal komentator seperti ini tidak lebih provokasi belaka. Saya sangat menyarankan (mewajibkan) untuk meninggalkan informasi email yang valid, -bila memang ingin memberikan masukan pada pendapat orang lain

    Pisss… :)

    apung

    Agustus 15, 2007 at 9:22 am

  52. mas, sekalian cross check dan update data terbaru dong. bagaimana dengan informasi di sini : http://papabonbon.wordpress.com/2007/07/25/wah-depkeu-memang-di-luar-perkiraan

    papabonbon

    Agustus 15, 2007 at 9:42 am

  53. papabonbon

    Agustus 15, 2007 at 9:47 am

  54. @papabondon: yah.. dan akhirnya kita harus melihat hal tersebut dari berbagai sisi..

    apung

    Agustus 15, 2007 at 5:34 pm

  55. hmmm hari gini dpt gaji segitu masih gak bersyukur, ck ck ck liatin donk yg masih nganggur, yg makan masih susah, tidur di kolong jembatan. coba duit yg “katanya” kalian kumpulin itu bener2 buat rakyat, mmm hal2 diatas bisa diminimalisir BANGET kan.
    400 triliun…. mmm kebanyakan hilang tanpa jejak, masuk kantong pribadi’s (inggris : jamak). dapet 5.5 juta sebulan aja masih gak bersyukur, WOW calon2 nyari duit “tambahan” nih, moga2 nggak ya mas. mbak dinda ingetin sllu nih suaminya mending hidup pas2an asal halal, ridlo, masuk surga. drpd berlebihan korup, meras, dkk yg cm ngejer bahagia dunia dan neraka hehehe

    kadal putih

    Agustus 21, 2007 at 4:28 am

  56. Pada berisik lo semua orang2x pajak, BI, pemerintahan. Gini aja, ok deh sebagai rakyat biasa gw setuju lo orang2x dapet gaji gede, tapi inget lo orang kerja jgn asal-asalan ya, smpe sekarang rakyat masih susah, sana-sini harga mahal, anak2x sekolah pada mahal, nah tuh pajak di kemanain, BI yg katanya orang2x pinter isinya, halah lo pada bulshit, tau ngak lo, sistem IT lo tuh paling parah, gampang di jebol maling, lo orang2x pinter tapi pada ngak peduli siy. Orang pajak, hrusnya yg masuk sini jgn cuma pinter doank, tapi orang2x yg jujur, nah lo orang pajak dah yakin jujur ngak. Mangnya di gaji 2.2 jt kurang ya, klo jujur liat duit milyaran rupiah harusnya gak silau coy, Lo ngarep gaji gede smentara negara lagi susah, gak malu lo semua.
    Dah ah BT gw ma lo-lo orang. Sorry gw bukannya iri sama lo-lo orang, gak ada yg gw iri-in dari lo semua,

    maling_dealer

    Agustus 21, 2007 at 4:40 am

  57. betul tuh broo… setubuh saya!!!
    sekonyong konyong pake duit pajak buat bli hal yang mubazir!!!
    Preetttttttttttttttt…!!! dasar cumi cumi ubur ubur bangke curut.. lagaNy senga bget dah, hayo adu ilmu komputer ma saya sini!!!
    *ehmm, maap esmosi*
    udah saatNy smua orang2 yang gak berkompeten (TUA untung2an masuk PNS) diganti!!! microsoft word ajah lum becus, gimana linux open office, cape dech..
    gaji sgitu masih dibilang kurang?? MASYA ALLAH.. GAK BERSYUKUR MA REZKI yang udah ada.. mending tu juga gaji sgitu sepadan ma ilmu yang dia punya tuk bkerja di bidang masing2. :nohope: :berbusa:

    bHell

    Agustus 21, 2007 at 4:49 am

  58. 1. Uang 5.5juta itu bukan gaji, tapi take-home-pay.
    2. Semua orang, termasuk Mas Anjar, Saya dan orang lain relatif tidak pernah merasa puas.. Jadi bisa dimaklumi kalau gaji 10 juta sekalipun masih aja merasa kurang..

    ^ set dah masih kurang??? jajan apaAn loh gaji sgtu kurang??? PADA MIKIRIN PERUT MULU SIH!!! IBADAH YANG RAJIN!!! INGET AMA AKHERAT…
    pen gua getok loh orang pada..

    KEONG RACUN

    Agustus 21, 2007 at 4:53 am

  59. gak usah jadi PNS… ngebebanin negara bangeddd, kale.
    jadi entrepeneur aja. dari segitu ratus juta orang Indonesia, blm 20% yg menggunakan insting, otak, dan nyalinya tuk jadi entrepeneur…

    c’mon guys…

    αdιπe

    Agustus 21, 2007 at 5:00 am

  60. kadal putih berkata,
    “..dkk yg cm ngejer bahagia dunia dan neraka hehehe..”
    dunia akherat mas :-)

    KEONG RACUN

    Agustus 21, 2007 at 5:01 am

  61. namanya juga manusia… kagak ada puasnya…. liat aja tuch konglomerat yang katanya duitnya kagak ada nomer serinya.. masih aja minat ngembat duit rakyat.

    sombreng

    Agustus 21, 2007 at 5:02 am

  62. kadal putih berkata,
    “…drpd berlebihan, korup, meras, dkk yg cm ngejer bahagia dunia dan neraka hehehe..”

    SET DAH… mang ada bahagia di neraka, ya?

    yg ada gosong ‘kale… kadal gosong… wakaka…

    αdιπe

    Agustus 21, 2007 at 5:28 am

  63. hahahaha…komentar kalian lucu2, ngomongin sesuatu yg kalian sendiri tidak tahu

    wong pajeg

    Agustus 21, 2007 at 6:15 am

  64. @wong pajeg
    situ juga lucu om wakakaka, masih mending kite2x yg ngak tau, jadi klo salah masih dimaklumin, nah ente2x yg dah tau eh malah berbuat salah, itu namanya dosa besar. Udah tau salah masih di kerjakan wakakakaka. Lucu banget deh lo

    maling_dealer

    Agustus 21, 2007 at 6:45 am

  65. nah ini lebih lutju lagi, darimana anda tau saya salah ?
    dateng2 langsung nunjuk orang… anda BERSALAH !!!
    semua orang merasa BENAR…trus yg salah siapa ? saya ?

    wong pajeg

    Agustus 21, 2007 at 6:57 am

  66. @wong pajeg
    Yang salah yg di penjara wakakaka, gitu aja ko bingung om. Lah situ dateng2x ucluk-ucluk bilang kita2x ini lucu, mang situ kira wa ini pelawak wekekeke, kyk situ ngak lucu aja hihihihihi.

    maling_dealer

    Agustus 21, 2007 at 7:06 am

  67. tau tuh…. hajar terus Ling…. :p

    αdιπe

    Agustus 21, 2007 at 8:17 am

  68. ternyata data itu gak bener. silakan baca komentar mas dudi di http://papabonbon.wordpress.com/2007/07/25/wah-depkeu-memang-di-luar-perkiraan/

    ===
    Saya saja dengan pangkat III B dan masa kerja hampir 15 tahun, masuknya grade 9, 10 atau 11. Grade ini juga didapat oleh lulusan S1 yang sudah kerja sekitar 7 tahun.
    ===

    nah, grade 9 dalam hitungan TKPKN Depkeu itu berapa ? silakan check di link diatas. lalu tambahkan dgn gaji pokoknya. Kira kira itulah THP nya.

    papabonbon

    Agustus 21, 2007 at 8:45 am

  69. data yg mana ?
    CPNS lulusan d3 di kantor modern emg segitu THP nya (pasnya krg tau,skitar 5jutaan lebih yg jelas)
    untuk CPNS lulusan d1 di kantor modern THP nya minimal 4,9an (kalo gak salah juga)
    selain tabel grade yg beredar, sebenarnya ada tabel2 tambahan lagi yg berlaku buat kantor modern, ato pejabat fungsional.
    kalo saya si melihatnya bukan cuma dari sisi penghasilan, tapi dari segi karier dan kesempatan melanjutkan pendidikan.
    karna dsni ada beasiswa dari d3 sampai s3, semua ada…tgl pilih mo LN ato DN (s2 dan s3 nya) tentunya dengan melewati test2 tertentu.

    tekre

    Agustus 21, 2007 at 9:27 am

  70. 4 adine n keong racun,
    maksudnya “…drpd berlebihan korup, meras, dkk yg cm ngejer bahagia dunia dan neraka hehehe” yaitu : kalo kita korup meras dkk itu emang cm dpt bahagia dunia dan bahagia neraka (“bahagia” neraka, bukan bahagia surga) bgtu mas2 sekalian

    wah gwe gak percaya deh sama tuh namanya PNS2an (ajang masuk neraka, yg gak ngikut kontes ini sih Alhamdulillah bgt). skr yg gampang n lagi hot2nya, liat aja tuh lulusan2 (maaf) keparat ipdn, dididiknya aja pke jalur kekerasan gimana stlh terjun k masy gak keras (gak jujur, kasar, korup, n brbagai tindakan setan yg berkedok pemerintah). masa disana abis bunuh orang eh lulus2 lsng jd camat, asisten blalala apa lah tu namanya ampun dah ampun orang kaya gitu disuruh mimpin rakyat. akibatnya…. liat aja sendiri, mo ngurus apa2 susah klo gak UUD, (salah satu penilaian dlm ajang masuk neraka tadi). klo ada yg ngelawan, libas!!! bunuh klo perlu, ck ck ck
    cukup deh soal yg jadi pemimpin rakyat begini, males gak selese2 kebanyakan

    klo soal yg pns2an nih,
    gaji kecil katanya, emang sih tapi “gaji”nya guede bgt kan, bisa beli rumah mobil anak2nya sekolah2 mahal, janggal deh klo diliat, ampun dah inget woi om2 semua itu uang punya rakyat WOIIIIIIIIIIIIIII!!!!!!!!!!!
    pantes aja org bnyk mo jadi PNS walo gaji kecil (“tapi” banyak nganggur), misal gaji (katakan 2,2) trs kebutuhan hidup banyak n banyak “kesempatan/shortcut” memperbaiki hidup di depan mata, ya udah rame2 ikut kontes deh. kekeluargaaannya mantap tapi nih pns, “dapet” rezeki gede dibagi2 deh sekantor ato lebih luas lagi, itung2 bagi2 tiket ikut kontes. masyaAllah

    tp gwe yakin mas2/bpk2 PNS yg disini gak ada yg gt kok, insyaAllah amin

    kadal putih

    Agustus 21, 2007 at 10:07 am

  71. @ tekre

    katanya sih tabel TKN dan tabel yg dikhususkan di modern tax office dihilangkan, diringkas semua jadi satu di tabel TKPKN itu. malu euy, tanya tanya teman masalah gaji. masalahe bisa bisa malah turun tuh THP nya.

    konfirmasi yg bener, yg mana yah ?

    kalau dulu sih selain gaji pokok yg sekitar 1 jt an itu, ada tabel TKN yg sekitar 2 jtan itu. trus di LTO baru deh ada tabel lain. kalaupun ada tabel lain di luar itu, jumlahnya tidak signifikan.

    papabonbon

    Agustus 21, 2007 at 11:24 am

  72. @papabonbon
    Ini temen2 saya. Satu kerja di ditjen LK. Gajinya sekitar 2-3 jt. Tapi selalu ada tambahan honor tim kira2 1-2x gaji tsb. Satu lagi di MTO. THP 8 jt/bln. Dua2nya umur sktr 28-29 thn, STAN nyambung S1 ekstension UI.

    konsultan

    Agustus 21, 2007 at 11:48 am

  73. mo Solusi yg cepat dan efisien :

    BAKAR KORUPTOR !!!

    kemudian selanjutnya,

    Sita Uang Hasil Korupsi untuk dikembalikan ke Negara/Rakyat !!!

    gitu aja koq repot…

    hendra_ku

    Agustus 21, 2007 at 12:09 pm

  74. Kerja di ditjen pajak susah???
    semprul!!!!!!
    gue aja kerja ampe lembur2….cm buat dipotong pajak 10% !!!!!!
    orang pajak cuman ngambil2 duit orang aja….emangnya susah????
    masih aja ngeluh….
    nrimo mas…nrimo….
    ekekekeke….

    light

    Agustus 21, 2007 at 3:33 pm

  75. Bisa gila…
    @hendra_ku : Kayaknya minyaknya abis deh, jadi gak bisa dibakar tuh koruptor, he5…

    atmo4th

    Agustus 22, 2007 at 12:26 am

  76. @papabonbon
    intinya bgini : dengan berlakunya grade tsb,bagi yg sudah kerja di kantor modern, THP yang diterima tdk akan berkurang/bertambah secara signifikan.
    dan perlu diketahui juga bahwa sampai saat ini masih menggunakan itung2an yg lama.

    tekre

    Agustus 22, 2007 at 12:37 am

  77. mak.. ngeri kali ngitungin harta orang terus..

    intinya berapapun penghasilan kita ya marilah kita syukurin, janganlah lihat ke atas teruss…sering2lah lihat kebawah

    peace

    tulang

    Agustus 22, 2007 at 7:35 am

  78. @atmo4th
    bakarnya pake kertas koran aja, biar lebih lama
    wakakakakaka, klo boleh saya yg bakar tuh koruptor

    hendra_ku

    Agustus 22, 2007 at 9:58 am

  79. kok pada main bakar2 aja sih, ini negara hukum bung. tolong donk hormati penegak hukum, klo ketangkep tuh koruptor, bawa rame2 ke kantor polisi trs di depan polisinya baru deh BAKAR IDUP2 TUH KORUPTOR HUAHAHAHAHA

    kadal putih

    Agustus 22, 2007 at 10:54 am

  80. @Keong Racun: mas, sudah pernah belajar tentang pengantar ilmu ekonomi? mungkin Mas Keong Racun harus belajar tentang hukum kepuasan dan kebutuhan manusia yang selalu bertambah terus menerus. kalo belom coba baca dulu..

    apung

    Agustus 25, 2007 at 3:53 pm

  81. Maz pajak,,,,!!!

    TOLONG DONK…. perbaiki jalan2 yg BERLUBANG tiap hari Ane plg pergi lewat JL. RAYA BOGOR dari Cijantung sampe Cibinong…. selalu dapat salam dari LUBANG JALANAN!!!

    hari gini masih ngurusin peyut ndiri, AMPYUN3x……. :(

    AndRe

    Agustus 28, 2007 at 12:04 pm

  82. Klo gaji di BPK freshgrad berapaan yah..??

    ardigit

    Agustus 28, 2007 at 4:11 pm

  83. @AndRe
    orang pajak itu tugasnya ngumpulin pajak yg jadi sumber penerimaan APBN. tau kan dana APBN buat apa aja ?

    klo benerin jalan berlubang, itu kan kewenangan instansi lain (Pemda, PU, dll)

    ampyunnn 3x…hare gene masih blom ngerti juga

    tekre

    Agustus 29, 2007 at 12:35 am

    • Mas itu saling berkaitan sebenarnya tapi betul orang pajak cuma bertugas ngumpulin pajak…jalan bolong tugas Pu untuk ngebenerin PU duitnya dari APBN APBN duitnya dari penerimaan dalam negeri termasuk pajak kalo anggarannya ngga ada ngga tau deh yang nyusun anggaran …….

      dedi

      Desember 15, 2009 at 8:03 am

  84. gaji berapapun harus disyukuri !!!

    saya sendiri kerja di pabrik swasta dengan gaji 1.4 jt

    masih bisa bersyukur…

    Kalo CPNS dengan gaji 5.5 juta sih—> GUEEDE BGT gajihna!!

    ian

    September 1, 2007 at 4:36 am

  85. Mas Anjar, saya mau tanya, betul gak cerita tentang seorang CPNS D3 yang mas Anjar tulis di situs dan dikomentari teman teman…….mereka serius sekali….saya pribadi tidak percaya cerita tentang CPNS Ditjen Pajak D3 mendapat gaji sebesar itu…wong anak kandung saya Febriana, S I Akuntansi, 3 tahun berpengalaman di Akuntan Publik Ernst and Young, setahun penuh test di BI, Lulus dan setahun penuh juga dididik lagi di BI dengan status CPNS, selama CPNS gajinya tidak sampai 5 juta tuh….Memang setelah jadi PNS penuh, gajinya 18 kali/pertahun, hampir 10 juta/bulan dengan tunjangan macem-macem…….

    tirtaamijaya

    September 3, 2007 at 3:23 am

  86. remunerasi …..remunerasi…..annnn…..criiiiiiiit….., ngomong aja minta nambah gaji ato tunjangan, ga usah pake istilah kebarat2an yg bikin telinga wong cilik budeg.ga usah pake alasan-alasan biar ga korupsilah..biar ga cari sampinganlah…biar profesionalah ; itu mah cuma alasan, kalo jd PNS gaji kecil knp mau jd PNS, kalo mau kaya kenapa pake jd PNS, mustinya jd pengusaha monyoooooong. gw punya gambaran neh, bukannya para koruptor yg udah pd ketangkap itu rata2 para pejabat yg gajinya sudah tinggi, bupati, gubernur, malah anggota KPU Pusat dan Menteri, berapa gaji+tunjangannya? pastinya diatas 5,5 jete kan. BETUL?. lalu apa dengan gaji tinggi korupsi bs berkurang. saya yakin para bawahan2 dikantor2 instansi pemerintah ga nuntut2 naik gaji, mereka tu cuma nunut doang, yg nuntut2 itu kan para atasan biar kelakuan busuknya semakin ga terendus. gw lebih setuju kalo pemerintah memberikan fasilitas gratis saja pd para anak PNS daripada menaikan gaji, misalnya kesehatan dan pendidikan gratis sampai SMA dan kredit (subsidi) rumah dan kendaraan, dengan begitu arahnya lebih jelas dan ketahuan kemana uangnya dan barangnya nampak jelas, sehingga lebih mudah untuk mengontrolnya. untuk kesehatan dan pendidikan, program itu bisa jadi nantinya dikembangkan, ketika kemampuan pemerintah meningkat, bukan hanya pegawai saja yang mendapatkan fasilitas pendidikan dan kesehatan geratis, tp juga rakyat indonesia semua. ko gue jd serius sendiri. udah deh gitu aja. pusing gue.

    gantang

    September 6, 2007 at 2:07 pm

  87. sukurin dapet duit brapa juga. pernah ga ngrasain 3 HARI ga makan sama sekali? pernah ga ngerasain 1 minggu berturut – turut ga nemu nasi sama sekali? pernah ngga?

    pada belum pernah? ato ada yang pernah ngerasain?

    SAYA PERNAH MERASAKAN 1 MINGGU GA PUNYA NASI..!!!
    GA PUNYA UANG BUAT BELI NASI.

    inget perhitungan hari esok sesudah mati.

    Anda dapat uang dari mana, dipakai untuk apa, semua pasti ditanya.

    jadi… sukurin kita dapet duit berapa juga. jangan liat keatas terus, sering – sering liat kebawah. liat keatas terus, kesandung batu, jatoh, sakit tau jatohnya.
    liat kebawah, trus jatoh, kita ada persiapan jatohnya.
    liat keatas, jatoh, sakit, lebih sakit tau jatohnya.

    pada belon pernah jatoh? persiapkan diri kita buat jatoh, biar ga telalu sakit.

    eci

    September 10, 2007 at 9:36 pm

  88. sebelum jatuh beli dulu pengaman lutut, siku dan kepala biar rasanya agak nyaman…..

    Nyungsep

    September 11, 2007 at 12:42 am

  89. mohon info kpn penerimaan PNS di kantor pajak. Karena saya tahun 2007 ini ada pembukaan cpns

    sigit

    Oktober 3, 2007 at 3:54 am

  90. saya jg hanya denger dari temen

    sigit

    Oktober 3, 2007 at 3:55 am

  91. Jalan hidup orang emang beda2…

    Sering kita lihat rumput tetangga lebih hijau….

    ARIS

    Oktober 19, 2007 at 7:33 am

  92. amin….amin…
    moga – moga aku cpt lulus D3 pajak STAN
    terus beli mobil,beli rumah,terus nikah deh…he2!
    makasih ya Pak Darmin & Bu Sri Mulyani….,buat kami jadi semangat belajar deh kalo gt!

    Restu

    Oktober 20, 2007 at 12:07 pm

    • iri gw ama low T.T

      loolee

      Januari 7, 2010 at 1:33 pm

  93. CPNS dan PNS di pajak bedanya cuma di Gaji Pokok nya, jadi klo jadi PNS naiknya tidak lebih dari 500rb.
    sebenernya sudah lumayan kok berkarir di pajak diantaranya penghasilan sudah lumayan (diatas 5jt),ada insentif setahun 2x,ada penilaian kinerja dan yg paling penting setelah era modernisasi pajak adalah masalah KKN sudah menjadi hal yg tabu, jadi tidak ada tempat lagi buat yg masuk pajak krn mau ber KKN.

    kroco

    November 22, 2007 at 8:32 am

  94. Hmm 5,5 juta ya. Jumlah yang lumayan, tapi saya masih harus berjuang supaya tidak kena DO , trus berusaha untuk menjadi 10 % lulusan terbaik supaya nanti gampang ngelanjutin D-IV & S 2, trus berbakti sama orang tua & menjadi PNS yang jujur amin

    Newbie

    November 24, 2007 at 2:49 am

  95. syukur lah semoga cepet aja balik modal hehehe bekas sogok sana sogok sini kan lumayan jadi cepet lunas.

    KOEPRET

    November 24, 2007 at 6:20 am

  96. jangan suudzon mas, anak STAN itu 99% tidak ada sogok menyogok.

    thomas

    November 26, 2007 at 4:10 am

  97. Mangkanya aku liat temen2ku yang lulusan STAN itu subur makmur sehat sejahtera semuanya…baru sadar setelah mbaca tulisan ini, tulisan ini sekaligus sedikit merubah pandanganku terhadap pegawe pajek.. Temenku baru lulus D3 STAN n skrg di PBB dengan bangganya bilang penghasilannya gede dan bentar lagi bisa beli rumah n mobil. mbok yao liat masyarakat indonesia yang masih banyak yang miskin. Seandainya PAJAK itu dikelola dengan baik dan tidak ada kebocoran sana-sini, Maybe Gemah ripah loh jinawi akan terwujud….. kapan angan2ku ini terwujud ya…. Mungkin untuk langkah pertama Meng-AUDIT Indepent DJP kali ya

    Lupiz

    November 28, 2007 at 7:05 am

  98. Waduh saya cukup ketinggalan rupanya ….
    gini aja deh yang bukan orang pajak atau depkeu sekedar info emang ada reformasi birokrasi untuk meminimalisasi korupsi meski….sukses gaknya belum keliatan orang masih dibangun dan slaah satu caranya dengan menambah gaji pegawai (berdasarkan kinerja) jadi…yang kinerjanya bagus dinilai lebih en jika gak juga dihargai sesuai kontribusinya…jadi jgn dituduh yang bukan-bukan dulu gtu dunk kan namanya juga strategi keliatan ya jangka panjang kt sama-sama berdoa aja bahwa strategi itu bener2 bisa sampai pada misi pemerintah meminimalisasi korupsi terutama di pemerintahan…en buat orang pajak tolong dunk SLOGAN ” Bayar pajaknya awasi penggunaannya” digati dengan “Bayar pajaknya, awasi penerimaannya dan nikmati penggunaannya” iyu baru cucok klo kita cuma disuruh awasi penggunaannya gak fair dunk la kalo kecurangannya di penerimaan pajak kelolosan dunk…sekian.

    anis

    November 28, 2007 at 8:49 am

  99. untuk ukuran staff/pelaksana gaji di pajak udah lumayan gede,
    contohnya gue 7,5jt tiap bulan.Alhamdulillah

    fadly

    Desember 4, 2007 at 1:55 am

  100. emang, anak stan terutama dr makassar kebxkan nyogok masukx…….napa sy tau cuz sy slah st diantrax……………

    secret

    Desember 20, 2007 at 1:53 pm

  101. kasian ni orang kayanya iri bgt ama anak STAN n orang pajak.
    Eh kutu kupret KASIAN D LU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    koepret

    Desember 29, 2007 at 2:43 am

  102. asw

    maap saya emang gak terlalu mengerti apa2, tp drpd saling membela diri, mencaci maki, merasa dirinya paling bener dan laen2.

    mending kita sama2 berintropeksi diri!! dan di lanjutin dengan perbaikan di masing2 sisi!

    coba buka mata semua perkejaan mau PNS, dokter, pedagang, pegawai swasta, pengacara pasti mempunyai sisi bek dan buruk kan???

    dan drpd mikir diri sendiri mending kita mikir sodara2 kita yg sedang kena cobaan bencana alam yg akhir2 ini melanda negri kita

    wass

    gak ngerti apa2

    Januari 5, 2008 at 4:07 am

  103. ass mas pajak.

    mas, alhamdulillah deh dah dpt gaji segitu utk CPNS. gw di pemda dapat amplop 50rb aja dah diplototin org sekantor. mau korupsi sussaaahh bgt! niat sih pengen korupsi tapi ga ada yang dikorupsi…kaciaaann deh gw..

    padahal sebelum jd pns gw punya prshaan. waktu bangkrut gw hitung total pajak yg dah gw bayar lebih dari 1 milyar!!
    bayangin aja ampe gw pensiun nanti apa iya bisa balik uang gw yang dicuri ama negara??!!

    pikirin deh mas pajak..oke

    ardi

    Januari 6, 2008 at 9:17 am

  104. ah pegawai negeri lagi… males komentar sebetulnya, tapi liat angka 5.5 jt untuk D3? wow bagus banget. S1 saja di tempat lain banyak yang belum dapet segitu.

    yah moga2 dengan gaji 5.5jt keinginan pegawai pajak untuk korup berkurang… walaupun logika orang awam sih kayaknya nggak efektif, lha kalo dgn korup mereka bisa dapet ratusan juta or malah milyaran, gaji 5.5jt itu enggak kerasa…

    donna

    Januari 6, 2008 at 1:02 pm

  105. Akyu mw Dongggg jd Istri Mas-Mas Pajak!!

    Wuahahaha…

    Sweet_GirL

    Januari 7, 2008 at 3:45 am

  106. Biaya pasti yg gw keluarin / bulan
    Take Home Pay gw 5.1jt
    – 1,1 jt / bulan bayar kredit bank >> Biaya Nikah (ortu gw ga mampu)
    – Kontrakan 500rb
    – Kredit Motor 500rb
    – Listrik / Telepon / Air 250rb
    – T.Cuci 250rb
    – Rokok 320rb
    – Kirim Ortu / Kuliahin adik 500rb
    – Pulsa HP 100rb
    – Bensin 200rb
    Bersihnya berapa tuh, gw udh males ngitungnya.
    Gw kerja dari jam 7.30 s.d 6.00,telat potong 75rb(pagi) (sore 75rb),ga masuk potong 190rb.
    Pertanyaan gw, bisa ga gw beli rumah dan mobil ???
    Udahlah jangan ribut soal Take Home Pay orang…

    Icarus_Dream

    Maret 12, 2008 at 11:00 am

    • mantabssss

      loolee

      Januari 7, 2010 at 1:38 pm

    • emang rokok penting…? gak penting buanget deh rokok… di buat anggaran…

      beningferianti

      November 19, 2012 at 5:08 am

  107. biaya makan dah di itung blm bos?:)

    haqy

    Maret 14, 2008 at 11:09 am

    • brarti minus dong..dan terpaksa cari seseran tuh..

      fahmi

      Januari 5, 2010 at 4:02 pm

  108. @Icarus Dream :
    Yang jadi masalah itu bukan kapan anda beli mobil atau buat apa aja gaji anda…yang jadi masalah adalah kok bisa lulusan D3 mendapat take home pay segede itu, di swasta favorit aja jarang yang segitu…

    Buat yg suka korupsi, inget karma lho..skarang anda ngambil jatah makan orang bisa2 keturunan anda kagak makan karena jatahnya direbut orang..hi..hi…

    takut karma

    Maret 14, 2008 at 3:04 pm

  109. Take home pay itu kebijakan, (katanya..) meminimalisir impian KKN dalam direktorat. Kenyataannya sistem ini cukup ampuh, sebagian taubat nasuha, sebagian tobat kepaksa, sebagian yg lain emang impiannya sistem seperti ini.
    Berat tidaknya pekerjaan, tergantung yg menjalaninya. Yang jelas aturan “take home pay” ini digrade berdasarkan tanggung jawab yg dipikulnya. Pangkat, golongan, dan masa kerja, bisa sama tapi grade bisa beda. Yaa jelas take home pay akan beda pula.
    Bagi yg tidak mengalaminya (pegawai pajak), dukunglah semoga ini jadi picuan perubahan moral dan menatl bagi yg dulunya nakal. Kalo cm mengeluh hasil yg belum optimal, mebanding2kan, dst.. Apakah tidak punya impian punya bangsa yg lebih baik?
    dari saya, selamat dech mas yg freshgraduate udah dpt 5,5jt. Saya di th2001 cm dpt 800rb dan jauh dari peradaban. Dan baru merasakan kegembiraan “itu” sejak 5 bulan lalu. Alhamdulillah, walau tidak punya modal awal seperti temen2 yg punya dari jaman belum sistem modern. Dan hidup asyik aja tuh. Yg penting gak ngambil jatah makan orang lain.
    Secara pajak sendiri bukan hal yg saya setujui, lebih asyik kalo diganti zakat kayaknya. Rakyat lebih ikhlash ngasihnya. Kalo gak mau zakat juga jelas hukumnya. Jadi gak cape kita ngubek2 penghasilan orang/perusahaan, yg hasilnya juga keberatan bayarnya. Mungkin mereka bisa bayar orang dipengadilan/keberatannya, enatah juga..
    dah ah kepanjangan.. piss

    Kenapa takut

    Maret 15, 2008 at 2:21 pm

  110. Ah orang pajak mikir kerjaanya gak sampe’ make ilmu kalkulus masak minta gaji segitu, gak relevan donk kalo dibandingkan gaji dosen yang gak seberapa. Ingat lho kemajuan negara tugh terletak pada kaum intelektual (Guru, Dosen , Peneliti) yang didukung kebijakan pemerintah

    wewed

    Maret 16, 2008 at 5:08 am

  111. takut karma:” yang jadi masalah adalah kok bisa lulusan D3 mendapat take home pay segede itu, di swasta favorit aja jarang yang segitu..”
    ^Ga urusan..Sapa suruh Ga Masuk Pajak.
    Kenapa itu dipermasalahkan, karena pada masa jahiliyah dahulu konon banyak anak D1/D3 yang baru masuk udah bisa hidup mewah2,secara THP mereka tidak seberapa..
    @wewed:emang tau kerjaan pajak apaan??Kasih tau dong…

    Logikanya gini,Kucing lo suruh jaga Ikan,emang mau tuh kucing jaga ikan dengan bener klo ga dikasih upah yang bener?Balik ke pribadi kucingnya kan..Klo kucingnya bagus ya bagus,nah klo kucingnya jelek ya dikasih upah yang menurut mereka sepadan,balik lagi ke pribadi kucingnya ngerasa cukup ga.Sebaik atau seburuk apapun Sistem semua tergantung dengan yang melaksanakan Sistemnya..
    THP tinggi,gw rasa cukup meminimalisir kebocoran dari sektor pajak..Kejaksaan juga ikut membri tunjangan tambahan buat jaksanya,kepolisian juga,ikut2ankah mereka?Karena mereka berpikir dengan kenaikan THP dapat membantu mengurangi praktek yang salah di Instansi mereka.Jadi gw tanya lagi, adakah yang salah dengan renumerasi THP pegawai Pajak??Atau pikiran sempit orang yang tidak setuju ajha atau kasarnya gw bilang iri????

    Icarus_Dream

    April 2, 2008 at 6:10 am

  112. kalo pegawai pajak gol 3b,S1 kerja di kpp modern di dki gajinya kira2 berapa ya?

    none

    April 3, 2008 at 5:39 am

  113. @none
    tergantung grade nya juga, tapi kalo gradenya normal (tengah2) utk gol 3b itu sekitar 8,5jt.
    jadi dalam tiap pangkat ada 3 grade, yaitu terendah, tengah2 dan tertinggi.
    grade ditentukan oleh pangkat dan kinerja, misalnya golongan 3b dgn grade tertinggi di pangkatnya penghasilannya setara dengan penghasilan gol 3c dgn grade tengah2.

    grade ini tdk melihat sudah berapa lama dan di kota mana anda bekerja, yg diliat ya itu tadi,pangkat dan kinerja.
    makanya byk yg milih tinggal di daerah asal, lha gmn gaji segitu klo buat di kampung bisa jadi tuan tanah, hehehe

    gembul

    April 3, 2008 at 6:22 am

  114. makasih banyak gembul.aku nanyain gajine suami ku,lulus dr STAN mulai tahun 1991.kita baru nikah 1 thn lalu.dia belum mau beli rumah jadi masih ngontrak .{dari nikah aku belum pernah dikasih tau gajinya(aneh banget khan?)}.. kalo ditanya ntar aja kalo gaji sudah oke…lha kalo segitu khan sebenarnya sudah banyak to…suamiku itu dulu kantornya di daerah,dia di kantor PBB, pernah jadi kasi juga berarti mungkin dia dapet lebih dari itu kali ya….oh iya, dia baru di KPP modern di DKI baru awal tahun ini

    none

    April 3, 2008 at 8:30 am

  115. mmmm mungkin ada “simpenan” yang lain tuuuuh,…….

    ikow

    April 3, 2008 at 9:46 am

  116. wah kalo kasi lebih banyak lagi.
    sekitar 10-12jtan…

    gembul

    April 3, 2008 at 10:04 am

  117. Mbak @none

    Perlu sewa detektif buat awasin lakinye situ …

    Sering pulang malem ngga ??

    He he he ..

    NGOMPORIN MODE ON.

    Iwan saja

    April 3, 2008 at 10:50 am

  118. moga2 gaji 5,5 juta itu sepadan dengan hasil kerjanya… udah ya nak, gak usah coba2 korupsi seperti senior-seniormu… 5,5 juta kan banyak banget. Kalo pengin korupsi, inget ke orang2 yg ngantri minyak tanah yak…

    roely

    April 4, 2008 at 10:50 am

  119. thanks gembul, iwan,ikows…..kalo dia ada affair sptnya nggak deh..masa br setahun nikah sudah cari gara2.ya mungkin masih adaptasi..kita dijodohin kok..(masih ada khan jaman sekarang?)mungkin dia nggak mau fair tentang gajinya karena buat bantuin keluarganya(ibunya janda tukang jahit)adiknya ehmm 6 orang..masih butuh biaya..kalo sudah segedhe itu gajinya ya alhamdulilllah..btw mas gembul kerja di KPP juga…mas biar nggak salah paham..kasi itu waktu dia masih di daerah lho…kalo nggak salah posisi jadi berubah kalo sudah di KPP?aku males nanya ma suami…

    none

    April 6, 2008 at 4:49 am

  120. Di KPU Customs juga segitu kok standar gajinya…

    Kalo sudah segitu gajinya dan bilang tidak cukup ya kebangetan banget…

    Apalagi masih males-malesan dan korupsi…

    Patut digantung…

    yuta

    April 7, 2008 at 9:13 am

  121. klo gol 3b kayanya blom kasi deh mbak, soale kasi itu minimal 3c (klo tdk salah). terus klo sudah jadi kasi, dia pindah kemanapun tetap kasi, kecuali promosi (naik) ato kena hukuman disiplin (turun).
    mungkin dulu korlak (kasubsi) terus sekarang jadi AR (Account representative)

    gembul

    April 7, 2008 at 9:30 am

  122. oh iya…he he he ..akhiirnya aku tanya dia bilang dulu sempet dipromosikan kasi jadi belum kasi….dan setelah dia pindah ke DKI kita jadi nggak serumah lagi karena setiap bulan dia pulang ke rumah ibuku..karena kita belum punya rumah..doain ya, habis ini kita punya rumah….so mas gembul menurutmu my hubby itu berapa gajine..tolong dong dikasih tau grade 3a tertinggi. gol 3b terendah, gol 3b tengah, 3b tertinggi…alhamdulillah aku juga kerja walo di swasta…jadi nggak terlalu sakit hati dia nyembunyiin gajine.aku cuma make sure aja ,kalo ntar aku tanya dia jujur apa nggak….terimakasih banyak mas gembul…emang di dunia ini ada banyak masalah yang aneh2 ya..mudah2an dengan komunikasikan ini semua kita bisa melewatinya..

    none

    April 8, 2008 at 1:17 am

  123. allow…kok belum direspon ya…..oh iya aku mau tanya…katanya di kpp ada uang insentif setiap 6 bulan itu bener ya..kalo itu ditentukan jugakah lewat grade or golongan..kalo golongan 3b, sperti suami itu berapa ya…

    none

    April 19, 2008 at 2:09 am

  124. ya kalo penghasilan ya sprti yg saya sebut diatas, pokonya diatas 8 jt per bulan.
    klo insentif tiap 6 bln (juni dan desember) besarnya satu sampe satu setengah kali dari penghasilan tiap bulan,

    orang awam

    April 25, 2008 at 12:39 am

  125. Waaaw… Staf lulusan D3 bisa dapet gaji segitu gede? mas2 dan mba2 mesti sujud dyukur tuh.. Janga pernah kepikiran untuk nambah THP dengan cara korupsi.. bener kata Roely, inget sama sodara2 kita yang ngantri minyak tanah..
    Kalo menurut saya, langkah pemerintah untuk menaikan gaji dengan alasan untuk meminimalisasi angka korupsi sangatlah tidak masuk akal.. The only way to minimize it is by educate the people, not the system. Selama orang itu tidak dapat membedakan mana yang halal dan haram maka korupsi tetap akan berjalan dan tumbuh. Ada satu lagi ketidakseimbangan tentang salary adjustment di berbagai instansi pemerintah, masa dengan naikin gaji? aneh..
    padahal seperti apa sih kerja beratnya? pagi2 buka email, ngetik di milis.. browsing..
    bandingkan senga par lulusan S1 dari universitas terkemuka di Indonesia dan begitu memulai pekerjaannya hanya dibayar dibawah 3 juta tanpa ada overtime di sebuah bank dengan alasan Job Title anda adalah Officer, sudah ada credit facility..
    Mau bayar credit pake apaan??

    dRe

    April 25, 2008 at 4:19 am

  126. Sebenernya di pajak itu g ada istilah korupsi duit.
    Orang itu bayar pajak di BANK.
    Jd duit pajak langsung masuk rekening negara.
    Jadi org pajak itu g mungkin bisa nyolong duit dari rekening ampe nangis2 juga.
    Yang ada kasus paling banyak itu kolusi alis kerja sama dg Wajib pajak yang bandel.
    Contoh ada WP yang kdu bayar 50jt dia nawarin tuh ke petugas pajak “ak bayar 20 jt aja deh pak, ntar aku kasih 5 jt….” nah itu tuh kasus yang sering.
    Kalo org pajak dibilang korupsi scara langsung bsa dibilang mustahil deh emang bisa nembus lemari besinya bank loe!?
    Jadi kalo menurut gw kdu dua2nya neh yang digembleng mentalnya. Aparatnya sama Tax payernya.
    Kalo g ada yang nawarin org pajak jg g bakal nemu jalan buat yg gitu2an kok.
    Trus parahnya lagi tu duit pajak bukan org pajak yg ngurusin.
    Yang ngurusin instansi laen, dibagiin jg ke instansi laen. Jd kalo ada yg tanya ‘mana nih udh bayar pajak tp jln masih bolong…..dll…..dll…’ y org pajak g tau donk.
    Kan bukan kita yang make tu duit.
    Tanyain tuh ke walikota/gubernur pilihan loe2 pada.
    Tu duit udah dikasih ke daerah msg2.
    Tanyain jg rumah sakit2 pmerintah, fasum2 yang laen. tu duit mereka yg pake.

    Sturdy

    Mei 14, 2008 at 12:37 pm

  127. Pemerintah memang dasar kikir and pelit naikin gaji PNS aja diencrit-encrit. Giliran naikin gaji pejabat langsung selangit.
    Segala pake istilah rumenerasi segala, banyak aturan tetek bengek yang yang dibuat-buat dan bakalan menyulitkan PNS golongan rendah. Oooh nasibmu PNS golongan rendah sampai kapankan akan berubah. Mau naikin gaji segitu aja aturannya bukan kepalang ruwetnya minta ampun deh rasanya. Hai pak menteri anda akan pusing sendiri bikin aturan mainya, makanya bikin aturan jangan berbelit-belit. Kelamaan bikin aturan tuh harga keburu melejit duluan. Memang yang pejabat diatas gak pernah peduli dengan rakyat kecil (orang rendahan). Cuma mikirin perut sendiri. Tuh BBM kalo mau naikin jangan tanggung-tanggung satu juta per liter sekalian, biar puaaas hatimu hai pejabat. Gak usah pedulikan rakyatmu yang sudah amat menderita. Rakyat kecil memang nyusahin pemerintah, makanya bergaulnya akam konglomerat melulu kongkalikong tuh pejabat. Kata mas Tukul biar puas … puaaaaasssss … !!!!!!

    Harnoko

    Mei 22, 2008 at 6:55 am

  128. sudah hapus pajak pendapatan aja.. .. bete gaji dipotong pajak, dapat bonus dipotong pajak, dapat THR dipotong pajak.. makan tuh pajak..

    dodol

    Mei 22, 2008 at 10:08 am

  129. klo menurut gw indonesia dijadikan negara tertutup saja, tidak perlu berhubungan dgn dunia luar. semua diatur sndiri, tdk boleh ada yg kaya dan ada yg miskin, semua sama rata, semua dibagi makanan, pekerjaan diatur pmrnth dg gaji sama rata.enak kan, tdk perlu aturan berbelit-belit.pokonya semua sama…dr presiden smp rakyat jelata.kerja dengan sistem rolling, gantian.hari ini jadi polisi, bulan depan jadi hakim, tahun depan jadi org pajak.semua orang punya pekerjaan.
    asik kan, satu punya mobil, yg lain harus punya mobil juga.
    gila kan ide gw ? ya mumpung lg musim democrazy.mari kita ber crazy-crazy ria.

    agak miring

    Mei 23, 2008 at 12:46 am

  130. wiiihh ati2 lhooh komunis baru niih

    ikow

    Mei 23, 2008 at 2:13 am

  131. weleh2, ni post uda setaon masi aja ditanggepin ya?
    hehehehe

    iwede

    Mei 23, 2008 at 4:02 am

  132. wah.. senengnya ya..
    punya rizki yang melimpah.jangan lupa berbagi ama yang ga punya ya…
    :P

    oiya, mas-mas yang pinter2. saya mau minta masukan. sy dah mau lulus dari Jur. Ilmu Komunikasi Unila. keahlian di presentasi, multimedia, komputer. pernah juara 1 Karya tulis tingkat Unila ’08, Penerima HIbah PKM Dikti 08, Finalis 10 besar International youth exchange program regional lampung, aktivis BEM (badan Eksekutif mahasiswa Unila sbg Menkominfo), dll.
    Sebaiknya saya melamar kerja dimana ya..?
    yang gajinya juga lumayan. sy sebenarnya pengen melamar ke BI, tap apa bisa ya…
    thanks.

    fajar

    Mei 24, 2008 at 6:47 pm

  133. mas mas /mbak-mbak–pajeg yang tahu tolong infonya dong kapan sih isu pengangkatan Fungsional pemeriksa keluar,yang direkrut tahun 2007 kemaren!makasih

    kadal_air

    Juni 12, 2008 at 5:14 am

  134. Alhamdulillah..
    baru Lulus di KPP modern dah dapat 5,5 juta…
    sekarang dapet gaji ke 13 (1,5jt) dan IPK (5.1jt)
    saya sangat bersyukur sekali…
    ngumpulin buat biaya nikah…
    jg ga bebani ortu lho…
    oiya bagi teman2 yg mau daftra STAN udak buka tuh di situs
    bppk depkeu

    Fiskus

    Juni 13, 2008 at 8:48 am

  135. huahahahaha…

    —mbaca komentar2—

    bangpay

    Juni 14, 2008 at 3:04 am

  136. sbnrnya gak etis klo ngomongin gaji.sbg calon pns depkeu sbnrnya sah2 aza dpt gaji segitu .yg terpenting itu adalh bagaimana cara kita memberikan sesuatu yang terbaik bwt bangsa kita ini.

    mahasiswa stan

    Juni 16, 2008 at 9:56 am

  137. Woalah…. target 400 T minta gaji 5.5 jt tugh freshgradute, Mbok yah nrimo, segitu tugh dah banyak buat pemula, lha wong Oemar Bakri yang ngoceh ilmu sampek ndower biar target anak2 bisa pinter kayak tukang pajak ajah gak sampek segitu??!!
    Mbok yang realistis togh

    NB: Aku pengalaman pertama kerja di Jakarta sktr 2.2jt… bersyukur dahhh!!

    wewed

    Juni 16, 2008 at 10:14 am

  138. [...] STAN merupakan salah satu sekolah tinggi terbaik di negeri ini dan kalau bicara gaji, konon lulusan Fresh Grad D3-nya saja diganjar 5.5 juta per bulan di salah satu instansi pemerintah paling basah di negeri [...]

  139. gw kesal liat sistem perpajakan di negri ini.
    pemerintah seenaknya motongin gaji orang, tp mana hasilnya buat negri ini??!!

    jangan sampai timbul kesan bahwa pemerintah/orang pajak hanyalah bentuk lain dari preman pasar yg suka malakin orang lewat!!. tiap bulan jutaan gaji gw habis dipotongin buat pajak, brengsek!

    oil_man

    Juli 22, 2008 at 1:29 am

  140. gw setuju dgr cerita sturdy. banyak tuh org pajak yg kya gitu. harus ditindak tegas!
    mudah2an ada perbaikan kedepannya. orang pajak yg ketauan nerima suap ditembak mati ditempat aja, gw setuju
    !

    oil_man

    Juli 22, 2008 at 1:32 am

  141. PNS yg berada di posisi ”basah” jg harus ditertibkan!
    setuju jg dgn gantang. udah banyak dpt tunjangan TAPI klo masih ketauan ”ngepet” kanan-kiri, ya di suntik mati aja!yg kya gini nih SAMPAH negara!

    gitulah klo niatnya masuk PNS/Pajak/ato apalah gak bagus. udah didalem kasak kusuk mau korup biar balik modal buat sogokan. akhirnya jd sampah negara. ”Garbage in garbage out” u know!. gak semuanya, tp MOSTLY. u know lah…

    oil_man

    Juli 22, 2008 at 1:41 am

  142. hidup adalah pilihan
    kita yang memilih, kita yang berusaha Allah yang menentukan
    ga’ di stan,ga’ di perpajakan, ga’ di BI, ga’ jadi pengusaha
    semua butuh proses, yang penting rejeki halal and barokah, gaji besar kalau hasil yang syubhat suatu saat nanti kita akan mempertanggungjawabkanya.kalau ga di dunia ya di akhirat,mau gaji 2 juta atau 5 juta atau pun pingin 10 juta semua butuh proses dan kerja keras.

    krida

    Juli 22, 2008 at 4:11 am

  143. Apa sih gunanya mempekerjakan pegawai pajak begitu banyak? Pensiunkan saja semua pegawai pajak… ganti dengan mesin, komputer dan robot saja, yang pasti tidak bisa disuap dan tidak akan ingin korupsi.

    Bikin saja sistem e-government yang canggih; wajib pajak bisa akses data dan hitung pajaknya lewat internet, bayar lewat ATM. Tidak perlu temu muka dengan pegawai pajak sama sekali. Jumlah pegawai bisa dipangkas habis, cukup sedikit saja orang untuk maintain sistem.

    kudanil

    Juli 22, 2008 at 3:08 pm

  144. terus kalo udah gitu emang pasti dibayar??? wong ditongkrongin orang aja males2an kok bayarnya???

    junet

    Juli 23, 2008 at 1:20 am

  145. junet, ya makanya pakai sistem. Bukan orang yang mentongkrongi, tapi sistem. Kalau wajib pajak ngemplang bayar pajak, sistem lah yang mendeteksi dan bertindak, misalnya blokir rekening ybs di bank, pasang denda pada saat ybs memperpanjang KTP atau SIM misalnya. Banyak cara.
    Yang jelas tidak perlu puluhan ribu pegawai seperti sekarang. Tidak efisien, hasilnya pun tidak maksimal. Belum pula yang dikorupsi.

    kudanil

    Juli 23, 2008 at 5:02 pm

  146. mari kita angkat kudanil jadi dirjen pajak,setuju bgt tuh bung dengan idenya.
    tapi, ada tapinya nih, klo dalam 5 tahun pajak belum beres juga kita rajam rame-rame.

    blocknote

    Juli 24, 2008 at 1:39 am

  147. mending diapus aja deh nih blog -.-

    wien

    Oktober 11, 2008 at 3:13 am

  148. aku heran dengan cara berpikir anda. saya Alumni STAN yang awalnya pengin masuk Pajak. tapi setelah membaca tulisan anda, saya jadi tak berminat lagi. anda sudah di gaji segitu banyak, masih mau nambah lagi…dasar manusia… kalo anda bekerja di ruangan ber-AC, ayah saya harus menantang terik sinat mentari di siang hari. buka mata anda atas kenyataan yang tersaji di sekitar anda……!!! turut prihatin, semoga anda bukan alumni kampus STAN tercinta

    harnanto

    Oktober 12, 2008 at 6:51 am

  149. sebenernya kalu d3 gaji 5,5jt dah lebih dari cukup, thoh kebanyakan dapat kerja klerikal (nginput data, getik, fotokopi, nulis-nulis, dll..) tapi ada juga fresh graduate yang jadi fungsional pemeriksa dan semacam tax consultant PNS dengan tugas yang lebih berat dan THP yang lebih dari 5,5jt. Memang gak adil kalu dibanding, mungkin dengan sesama PNS di instansi lain atau pegawai swasta yang masih merasa kurang.

    Tapi, menurut ay paling nggak angka minimal segitu cukup buat kami yang menahan diri dari budaya korup di kantor pajak. Banyak lhoh yang hidup pas-pasan, belum lagi kalu dimutasi ke bagian Indonesia lain, dan depkeu paling rajin untuk urusan ini.. Dan THP segitu juga diikuti dengan punishment bwt yang melanggar.

    Lagian kalu yang lain pada iri dengan THP segono.., itu kan kebijakan pemerintah untuk menekan kebocoran negara dari sektor pajak, jadi salahkan saja pemerintah.. Mungkin pemerintah ngeliatnya resiko kebocoran negara kalu reformasi birokrasi nggak dilaksanakan bakalan lebih besar dari kebalikannya. Thoh kebijakannya lumayan sukses kalu ngeliat dari realisasi pajak yg terus naik tiap tahun..

    Jadi bwt kami alumni STAN yang terbiasa pindah-pindah dan susah, reformasi ini sangat disyukuri.. Kalu masih iri juga, salah ndiri dulu gak masuk STAN.. hehehe.. piss

    budi

    Oktober 12, 2008 at 11:30 am

  150. yang iri or kenapa fresh graduate STAN daped sgitu??
    Yanh masuk STAN ajah lah sono..
    Ngapain komentarin gajinya orang..
    FYI
    DJP Modern itu buka jam 7.30-17.00
    Gada yang namanya ISTIRAHAT Siang
    Alias kalo lagi rame=Puasa Maksi
    Kerjaan bejubel apalagi buar AR n Pelayanan
    Mreka Smua BRILIAN n Kul STENGAH MATE di STAN
    Masa iya, mau dikasih gaji 2jt perbulan..
    Kalo kalian mau nyuruh saya buat mikirin orang yang lebih capek dari itu dan dengan gaji yang pas2an..
    KENAPA GA MASUK STAN JUGA AJAH ??

    Close this thread..

    Kardo

    Oktober 13, 2008 at 2:17 am

  151. THP tinggi, mutasi gila – gilaan…

    Secuplik duka di balik suka seorang PNS DJP…

    Ini adalah tulisan salah satu rekan kami, entah siapa. Menamakan diri sebagai laskar angin. Dikirimkan kepada para sahabatnya yang menamakan diri laskar senja.

    Assalamu’ alaikum

    Rekan-rekan Laskar Pelangi dan rekan-rekan senasib….

    Beberapa minggu yang lalu saya menerima email dari rekan-rekan yang menyebut dirinya sebagai Laskar Pelangi, Laskar Senja atau PJKA (Pulang Jumat kembali Ahad). Dalam emailnya, para laskar ini menyampaikan rintihan hati (kalo ndak mau disebut keluh kesah). Rekan-rekan ini pun menyebut dirinya sebagai korban modernisasi Direktorat Jenderal Pajak (mungkin sangking kesalnya atau saking beratnya mereka menjalani roda kehidupan mereka setelah mereka dimutasi sebagai AR di Jakarta , padahal tempat tinggal di Jogya). Mereka pun tiap Jum’at (di senja hari) hari berangkat menemui istri dan anak-anak mereka (yang masih kecil) untuk kembali mendapatkan butiran semangat untuk kembali bekerja di seminggu kedepan, bahkan semangat untuk tetap bergabung dengan DJP, karena ada diantara mereka yang sempat berpikir untuk keluar dari DJP. Hari ahad (di senja pula) mereka pun kembali ke tempat kerja. Oleh karena itu pula mungkin mereka menyebut dirinya sebagai laskar senja. Tapi apakah setelah menemui anak dan istri mereka lantas mereka menemukan semangat untuk bekerja? Setahu saya setelah pulang, berat hati ini untuk melangkahkan kaki ini untuk kembali ke tempat kerja. Bahkan kian lama kita jalani rutinitas pulang pergi itu, kian lama kita rasakan kian bertambah capek ya capek fisik dan capek pikiran kita).

    Rekan-rekan , saya pun mengalami hal serupa. Kalo rekan-rekan-rekan laskar pelangi bisa pulang tiap minggu, kami kadang harus satu bulan baru pulang (ada temen saya yang lebih dari satu bulan). Oleh karena dari segi jarak kami lebih jauh dan dari segi biaya lebih banyak. Perjalananpun tidak bisa kami tempuh melalui darat dan harus perjalanan udara. Mungkin kalo rekan-rekan menyebut sebagai laskar pelangi, ijinkan kami menyebut kami sebagai laskar angin atau laskar awan (asal jangan disebut laskar topan atau badai ) karena itu merusak. Karena kami tidak ingin merusak semangat DJP yang ingin modern, bahkan saya sangat bersyukur akhirnya DJP bisa memasuki era ini. Hanya kami inginkan bahwa perubahan juga diterapkan pada sistem mutasi kita. Harapan kami agar semua juga merasakan kepedihan yang kita alami. Dengan gaji yang sama, sangat tidak adil apabila kita yang jauh harus berada dikejauhan dan bahkan semakin jauh semakin tidak dilihat. Kita ini juga manusia yang juga punya keinginan hidup layaknya mereka sekarang yang tempat kerjanya dekat dengan rumah. Dengan gaji modern seperti sekarang mereka bisa mengurus pendidikan anak dengan baik, bahkan mereka kemudian bisa men-cicil (bukan mecicil dlm bhs jawa) rumah bagi yang belum punya rumah, merenovasi rumah yang telah mereka beli sekarang, atau bahkan dari fordis yang ada di intranet kita, banyak diantara mereka yang telah memikirkan investasi. Kami pun juga punya planing seperti itu, tapi kenyataannya tidak bisa. Bisa saving sedikit saja untuk sekedar berjaga-jaga apabila keluarga kami sewaktu-waktu sakit, harus kami lakukan dengan rit-ngirit. Untuk ini harus betul-betul kami lakukan. Karena saya tidak ingin belas kasihan apalagi hanya komentar “kasihan” dari temen2 kita bila mendengar kesulitan kita.

    Rekan-rekan Laskar Pelangi, sebenarnya sejak kami dimutasi ke luar jawa , waktu itupun kami ingin mengungkapkan segala macam unek2 kami dan berbagai kesulitan kami seperti rekan-rekan. Tapi kami selalu menahannya karena kami pikir kalo saya mengunkapkan kondisi kita, paling yang kita terima hanya komentar “kasihan” atau kalo masih punya nurani mereka hanya bilang “sabar’. Hari pun kami lalui dengan suatu harapan akan ada perbaikan dalam sistem mutasi kita. Untuk membesarkan harapan kami maka kami pun berpikiran positif. Ya mungkin ini suatu penghargaan bagi kita yang lulus test modern , sehingga harus merasakan modernisasi duluan. Karena saya yakin kami yang ikut test betul-betul punya niat untuk modern. Banyak diantara temen-temen pada waktu itu tidak mau ikut test. Ndak usaha ditutup-tutupi lagi, pertimbangan utama mereka adalah apakah gaji setelah modern nanti melebihi dari pendapatan mereka sekarang (terutama mereka yang menguasai seksi teknis). Jelas mereka tidak ingin modern sama sekali, dan kalo sekarang mereka modern, bisakah mereka memegang kode etik? No comment. Saya sering bicara dengan mereka ini. Saya tanya kepada mereka apabila sudah modern, apakah sampean masih masih menerima juga uang dari wajib pajak. Jawabnya; yang penting saya kan ndak minta. Tapi kenyataanya mereka pun akhirnya merasakan modernisasi dalam hal gaji, dengan tempat kerja ya di situ-situ saja (dekat rumah atau bahkan tetap di KPP asal). Inikah Modernisasi yang dibanggakan Direktorat Jenderal Pajak?.

    Sekali lagi, unek2 ini sudah lama kami pendam, ya, lama sekali, saat saya di awal Maret 2007 saya di mutasi di luar jawa (bukan promosi tapi di mutasi jadi AR di luar jawa). Kita pun yang dipindah di luar jawa, meski dengan berat kami terima. Ya mungkin setelah modern ini mutasi AR harus nasional. Ok kami terima. Tapi kemudian modernisasi di DJP terus bergulir dengan modernisasi di KPP Pratama di Jawa diikuti dengan penempatan para AR-nya yang notabene tidak ikut test (atau tidak mau modern) dengan tempat di situ-situ aja , bahkan tidak pindah kantor sama sekali.. Inilah biang yang membuat kami merasa kecewa dengan modernisasi di DJP. Setelah itu penempatan para fungsional yang juga 98% disitu-situ juga. Apakah sistem mutasi yang dipakai bagian kepegawai DJP masih seperti sebelum modern? Ndak ada pola yang jelas, sistem up line atau down line (emang DJP perusahaan multi level). Saya ndak berpikir buruk tapi jangan biarkankan orang berpikir begitu dengan membuat sistem yang tidak jelas.

    Saya tidak mau asal ngritik, tapi ndak ada penyelesaian. Agar modernisasi bisa dirasakan adil bagi semua pegawai, maka sistem mutasi harus jelas. Bikin pola yang baku. Jadi siapapun yang ada di kepegawaian kalo tidak melaksanakan aturan itu harus dikenakan sanksi, dan bagi pegawai yang seharusnya kena mutasi tapi tidak dimutasi segera dimutasi, pegawai yang yang seharusnya tidak kena mutasi dan kemudian dimutasi harus dikembalikan. Bagi pegawi yang seharusnya mutasi dan dimutasi namun tidak sesuai dengan pola, harus dikembalikan. Lalu polanyanya gimana? Terserah yang penting baku. Agar aturan lebih mengikat seharusnya aturan tsb minimal dalam bentuk Per Men Keu. Bisa saja dibuat per jabatan, pelaksana, AR, eselon IV eselon III atau eselon II. Misal untuk pelaksana hanya regional ya ndak apa2 tapi tetap ada polanya. Kalo regional tsb dalam arti satu kanwil maka mutasi harus meliputi kota2 di wilayah kanwl ybs. Untuk kanwil2 yang ada di DKI bisa saja regional tsb ditentukan tersendiri meliputi DKI , Propinsi Banten, dan Jawa Barat. Jangka waktu maksimal menduduki suatu posisi/kota juga harus ditentukan, misal maksimal 2 th. Jadi ndak ada lagi orang sampe tua disitu-situ aja. Apalagi sekarang gajinya gede.

    Untuk AR bisa aturan itu dibuat menyesuaikan, kalo harus nasional, maka bisa saja ditentukan 2 tahun diluar pulau , 2 tahun di daerah domisili. Begitu juga untuk eselon IV. Untuk promosi bisa dibuat aturan tersendiri. Untuk eselon III dan II juga bisa dibuat aturan tersendiri. Yang penting harus ada aturan jelas dan aturan harus ditaati kalo tidak yang yang membuat mutasi dikenakan sanksi dan yang dimutasi harus dikemblikan sesuai aturannya. Jadi ndak ada lagi pegawai dengan tempat kerja jauh dari domisili (di luar pulau) lebih dari 3 th. Otomatis begitu 2 th kembali ke domisili dan begitu seterusnya. Ndak ada lagi pegawai yang mengajukan surat permohonan pindah tempat kerja di daerah domisili (yang menurut orang kepegwaian sendiri surat macam gini sekarang numpuk)

    Pola aturan mutasi yang jelas tsb diatas diperlukan agar :
    1. Mutasi lebih adil. Sehubungan dengan setelah modern (asumsi) gaji dimana mana sama.
    2. Menghindari dari KKN. Mutasi tidak lagi memperhitungkan faktor kenal-mengenal ( up line dan down line) tidak ada patokan harga lagi (pokoknya faktor KKN juga dapat dihindari)
    3. Bagi pegawai yang ada dikepegawaian juga bisa terhindar dari fitnah yang bisa menyebabkan dosa. Ingat jabatan adalah amanah termasuk sampean2 yang ada dikepegawaian. Tatkala sampean harus me-mutasi orang lain dengan dasar yang tidak obyektif (tidak menurut aturan ) sampean sudah berbuat dzolim bagi pegawai yang sampean mutasi, Bukan itu saja sampean juga sudah berbuta dzolim kepada anak dan isteri pegawai yang sampean mutasi.

    Rekan-rekan laskar pelangi, untuk point yang ke-3 tsb, pada awalnya kami tidak merasa didzolimi, tapi kemudian melihat pola mutasi setelah kita (KPP Pratama) yang demikian itu, maka kamipun punya rasa seperti itu, tapi kami kita harus tetap menerima bahwa semua ini tetap atas kehendak Alloh. Namun sesuai Al Qur’an Surat Asy Syura Ayat 39-43 disebutkan bahwa :

    – ayat 39 artinya : Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan dzalim mereka membela diri
    – ayat 40 artinya : Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa yang memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Alloh Sesuangguhnya Dia tidak menyukai orang2 yang dzalim
    – ayat 41 artinya : Dan sesungguhnya orang2 yang membela diri sesudah teraniaya tidak ada satu dosapun atas mereka.
    – ayat 42 artinya : Sesungguhnya dosa itu atas orang2 yang berbuat dzalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.
    – ayat 43 artinya : Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal2 yang diutamakan.

    Dari ayat tsb kita seharusnya tidak bisa tinggal diam melihat sistem mutasi yang sudah banyak mendzolimi orang lain. Tapi kita pun juga harus memaafkan mereka agar mereka tehindar dari azab yang pedih. Masalahnya apa yang perlu dimaafkan, wong mereka tidak merasa bersalah.

    Sumber: http://masker-masker.blogspot.com/

    fofo

    Oktober 14, 2008 at 7:37 am

  152. Ngomong ngomong ada yg tahu hadi poernomo sekarang kemana gak ya?

    Terakhir katanya masuk bin… Setelah itu kok menghilang ya?

    cipluk

    Oktober 18, 2008 at 3:09 am

  153. uhm….
    syukurin aja apa yang ada….

    gw aja dulu mantan PNS golongan III-A dengan gaji 905 ribu…. sedih bgtz… tapi ya mau gimana lagi…

    bersyukur, sehabis nikah, gw bisa ninggalin semuanya yang haram-haram dengan pengunduran diri gw…

    ingat-ingat aja besok kalo dah tuwa….
    Anak gak beres, badan macam orang pesakitan…
    Uang yang dimakan, kalau memang bukan hak kita, dan juga gak halal… itu lha akibatnya…

    Udah banyak lho contohnya… :))

    Yani

    Oktober 22, 2008 at 5:02 am

    • SETUJU !!!

      KONTOL_GW_GAK_SUDI_BAYAR_PAJAK_SAMA_KORUPTOR_ANJING!!!

      Maret 28, 2010 at 3:37 pm

    • ane juga setuju ama yang ini

      Wajib Pajak Sejati

      Januari 9, 2011 at 7:38 am

  154. kepada petinggi pajak indonesia
    mohon di tindak tegas pegawai pajak yang bernama eko darmayanto, sekarang lagi dinas di rungkut surabaya, no. hp. 08128094416. dia sdh punya istri pertama bernama lies no . hp 08176322099, dan 4 orang anak, kemudian mengganggu keluarga saudara saya yang bernama RONI, yaitu istrinya RONI di ambil dan di nikahi oleh EKO DARMAYANTO tersebut masih dalam status istrinya RONI. mengapa pegawai pajak kok berprilaku seperti ini? tlg di tindak tegas. bukti2 dia nikah lagi yang kedua lengkap ada pada kami… berita ini akan kami kirim kan sampai kepada Presiden dan seluruh departemen. tolong di tertibkan EKO DARMAYANTO….

    TERIMA KASIH

    AGASI..

    agasi

    Oktober 23, 2008 at 9:10 am

  155. pak agasi, mungkin istrinya roni ini tipe perempuan matre dan tipis iman, saran saya buat pengaduan saja ke kantor polisi setempat dengan pasal perzinahan, setelah dibuat BAP nya, bisa segera dilakukan penyidikan dan penuntutan, apalagi kalau didukung barang bukti, misalnya foto

    alpha ww

    Desember 13, 2008 at 5:06 am

  156. Ehh.. kalo di PBB sudah modernisasi belom yahh..?
    Gw punya temen disitu.. udah sekitar 15 tahun.. kira2 gaji berapa?.. kekna kasi dah lama..

    pairo

    Desember 17, 2008 at 8:18 am

  157. keknya kurang tepat fresh grade sgitu(5,5jt tuh mungkin bwt yg msh staff plaksana) liat2 pegawai pajak gol brp..,klo dr sarjana(IIIa) trus jd AR or pemriksa kurang lebih 10 jt-11jt, klo yg masuk lewat STAN (msh gol II c) trus jd AR or Fungsional Pemeriksa skitar 7-8 jt lum insentif2 yg laen…,

    intinya sich Gw dah bsyukur dengan THP sgitu dah bs bantu ortu di kampung :)

    account_representative

    Desember 17, 2008 at 8:58 am

  158. gimana cara masuk ke pajak??? jangan pelit donk bagi infonya……biar semua org bisa masuk pajak dan jadi sejahtera….

    Wong ndeso

    Desember 17, 2008 at 9:46 am

  159. @ wong ndeso
    kalau br lulus SMA bisa coba tes STAn
    Kalau udh lulus S1 bisa coba tes CPNS Depkeu…

    Ada bisa ngasih informasi gak,rekan2 senior yg sudah di DJP, saya alhamdullilah diberi kesempatan untuk bergabung dgn DJP tahun ini (melaluli tes CPNS 2008), nah ada yang bilang sebelum bekerja penuh ada magang dan diklat, ada yg bisa bantu, kita2 yg calon CPNS udh dapet gaji belum ya?bagaimana perhitungganny??
    Hatur nuhunn…

    rookie

    Desember 24, 2008 at 5:39 am

  160. @rookie

    yup slamet ya..,biasannya diklat DTSD II (untuk yg dr S1) semacam diklat dasar2 perpajakan..,biz tuh magang sambil nunggu penempatan di kantor2 pajak sluruh indonesia..,klo diangkat jd fungsional da diklat pemeriksa..,

    tuh dah posisi cpns jd dpt 80 % gaji + 100 % TKPKN (tunjangan khusus pengelolaan keuangan negara)….,tp tergantung grade nya klo msh baru yg dr S1 masuk grade 8.

    account_representative

    Desember 24, 2008 at 9:33 am

  161. mas pajak..
    sampean ngeluh apa pamer seh.. gaji sgitu juga
    berapa seh beratnya kerja di pajak…
    rutinitas aja paling….
    gw yang PNS gol IV aja nggak segitu dech…
    mentang2 pegang duit yaa.. itukan amanat mas..mas..

    ndongkol banget

    Desember 28, 2008 at 9:52 am

  162. @account_representative
    wah thanks infonya..tapi masih ada yg mau saya tanyakan, teknis pembayaran gaji pada awal masuk, apakah terhitung masa magang dan diklat, atau setelah penempatan?trus ada yg bilang CPNS kalau baru masuk gajinya di rapel ya??wa bisa ga ada penghasilan untuk beberapa bulan dwong??

    rookie

    Desember 30, 2008 at 1:56 am

  163. @account_representative
    wah thanks infonya..tapi masih ada yg mau saya tanyakan, teknis pembayaran gaji pada awal masuk, apakah terhitung masa magang dan diklat, atau setelah penempatan?trus ada yg bilang CPNS kalau baru masuk gajinya di rapel ya??wa bisa ga ada penghasilan untuk beberapa bulan dong??

    rookie

    Desember 30, 2008 at 2:06 am

  164. sorry br blz coz biz liburan..,hehe..,mudik oi ke tangerang..,

    yup biasanya dirapel cm tergantung kebijakan bagian keuangan kantor pusat mekanisme nya kek gmn.

    terhitung mulai cpns jd ntr dirapel dr TMT di SK CPNS nya..,

    account_representative

    Desember 30, 2008 at 2:47 am

  165. @AccRep
    Oo..begitu ya, berapa lama siy magang sama diklatnya??Mulai magang ato diklat tunggu SK dulu yaa?

    rookie

    Desember 30, 2008 at 5:48 am

  166. Gaji lulusan DIII STAN bisa dipastikan lebih dari 4 juta
    Tapi banyak konsekuensi masuk STAN
    1. Bersedia ditempatkan diseluruh Indonesia
    Artinya banyak ditempatkan di luar jawa selamanya
    2. Pulang kantor jam 17.00 bahkan sampai lembur guna
    mencapai target penerimaan pajak negara
    ……………………………………………………………………………..
    Selamat bagi anak magang di KPP Pratama Bogor
    ……………………………Bravo Juventus…………………………..

    AlumniSTAN2008

    Januari 8, 2009 at 6:07 am

  167. buat mas-mas ato mbak2 yang kerja di kantor pajak benar sih memang diliat dari kacamata orang awam masyarakat biasa seperti kami-kami, lulusan STAN dilihat dari sisi kacamata keuangan lebih lebih lebih baik daripada PNS lain.. Gaji PNS lulusan STAN DI gol IIB dKPP berapa ya? bisa beli mobil xenia (ga tau juga seh mobil pribadi ato dinas kemana-mana pake mobil, kan udah enak),rumah …bersyukurlah. gaji guru PNS gol IVA S1 mengabdi puluhan tahun di luar jawa sekarang dengan masa kerja 32 tahun lumayan buat anak-anaknya kuliah kalo dibanding-bandingkan ya kalah ma beliau di Pajak.. tidak bermaksud menggurui sedikit banyak hasil yang kita dapat bersyukur ajalah masih banyak orang-orang yang masih belum berkecukupan dibawah kita, PHK-an, miris liatnya, gaji bukan gaji upah seh sebenarnya Rp 22500 perhari jam kerja 7.00-16.00 loh mas mbak. hah syukur masih bisa makan nyandang dan papan. kalo liat yang lebih alias dangak yah ga tau deh jadinya!! liat yang ada dibawah alias bersyukur….BTW kelebihan target penerimaan pajak dikemanian yach??? yang jelas target pajak tuk APBN terpenuhi sisanya???. Numpang opini aja koq…

    nak PNS

    Januari 10, 2009 at 5:04 am

  168. ada ada saja pajak gaji 5 juga masih mengeluh
    itu uang negara bukan uang gaji

    Anabaena

    Januari 12, 2009 at 6:50 am

  169. Para penikmat blog ini sudah lah jgn saling mencela & iri hati dll, sekarang intropeks diri apakah anda2 smua sudah benar2 baik? stiap orang punya kekurangan dan kelebihan! untuk mslh gaji! tiap orang pnya rezekinya masing2 itu sdh diatur tuhan besar kecilnya, maka syukurilah apa yg tlah tuhan berikan! karena ketahuilah dengan bersyukur tuhan akan menjaga dan bahkan menambah rezeki kita

    Bayu

    Januari 26, 2009 at 8:11 am

  170. Weleh2…menarik bgt kalo bicara soal duit, gaji, dll yang urusannya dengan kesenangan yang nampak di dunia ini. Alhmdulillah temen2 di Depkeu byk yang bergaji/ato istilah mereka THPnya besar….mudah2an anda2 inget bhw harta adalah titipan Allah,..dalam harta anda ada hak org2 yang kurang beruntung/miskin…Ingat seberapun gaji anda kalo tidak bermanfaat bagi org lain…kebahagian dan ketenangan hati anda tidak akan tercapai…padalah kebahagiaan adalah titik puncak dari hidup didunia ini…

    amiin ya rabb
    widiapidianto@yahoo.com

    widi prianto

    Januari 28, 2009 at 2:49 am

  171. kerja keras dan usaha maksimal pasti bisa masuk depkeu kalo temen-teman mau gaji pns yang banyak ini khan sesuai dengan remunerisasi selamat untuk pegawai pajak yang diterima tahun 2008 ini gaji diatas 5 juta untuk s1, selamat berkarya dan berjuang mningkatkan penerimaan pajak, usaha yang optimal belajar mengenai entitqas tiap perusahaan2x wajib pajak, kita akan tahu dimana selama ini kebocoran pajak yang terjadi.

    selamat yah untuk teman-teman yang lulus semoga tetap mengutamakan sifat idealis kita generasi perubah bangsa ini. kita ujian dengan berpuluh ribu orang perjuangan yang lama selama setengah tahun dari tahap ke tahap sungguh kenangan yang indah. tapi ini masih awal untuk kita harus terus belajar.

    kalo masalah duit sih saya rasa itu

    bona

    Februari 9, 2009 at 9:51 am

  172. payahkalo balas jasa pegawai (baca:gaji) cuma dinilai dari nilai tambah nominal yang dihasilkan. pegawai pajak ya memang dikasi wewenang untuk ngumpulin dana dari rakyat jadi jgn gitu trus dikasi gaji gede..
    cemburu juga kita kita.. yang bekerja menghasilkan nominal yang ga bisa dinilai dgn uang.. payah..payah
    kesimpulan : jgn cepat ngeluh ttg gaji krn ada yg lebih pantas untuk itu

    pns_gondok

    Februari 12, 2009 at 6:07 am

  173. lama-lama bener kata sebelumnya panas juga gw ma kutu kupret, sekali lo bilang gampar gw tarik paksa pala peler loe gw sumpel ke mulut loe, anjrit loe

    meska

    Februari 17, 2009 at 5:38 am

  174. [...] argumen yang saya tangkap mengenai STAN misalnya bahwa masuk STAN dijamin lulus jadi orang yang tidak akan kekurangan(kaya,red) yang secara tidak langsung bisa kita tangkap bersama bahwa setelah mahasiswa STAN lulus [...]

  175. stan stan stan,apa ada lagi PT yang lebih difavoritin selain stan, gratis, lulus kerja di depkeu.
    itu dulu,,
    sekrang kabar2 dari dalam lembaga lulusan stan gak mulu buat depkeu, tapi dibagi juga ke PemDa (sial, gara2 ipdn bubar kali y)
    di pihak djp makin kesini remunerasi semakin kerasa, thp emang naik, tapi reward n punishment bener2 ketat, buktinya banyak kok pegawai djp yang di punish karena pelanggaran kode etik…
    jadi kesempatan junior buat nerusin budaya senior ‘agak’ gimana gituu, beratt..

    system modernisasi yang dilaksanakan djp berjalan secara bertahap, gak semua mental berubah, setidaknya para ‘curut2 lama’ kan ntar bakal diganti ama yang baru, yang udah ditelurin dengan bersih

    Larcenciel

    Februari 24, 2009 at 9:18 am

  176. STAN mulai tahun 2009 sudah tidak sama dengan tahun 2008

    Akan ada ujian lagi untuk masuk Depkeu berupa uji CPNS

    Dengan bersaing bersama ribuan bahkan ratusan ribu calon

    STAN Mulai berbenah dengan adanya modernisasi DEPKEU

    Kampus STAN Mulai ditata ulang, diperbaharui, dibersihkan

    STAN sekarang sudah berbentuk Badan Layanan Umum

    Agar keuangan STAN dapat dipertanggungjawabkan

    Alumni STAN 2008

    Maret 24, 2009 at 1:51 am

  177. ^
    ^
    ^
    STAN 2009 blon jadi BLU.
    Lulusan masih akan ditempatkan di depkeu (ikatan dinas).
    Beban pelajaran makin bertambah.
    Jadi yg mw masuk siap-siap aja.

    Da_Bluw

    Maret 24, 2009 at 6:38 pm

  178. gile,…padahal khan kebanyakan PNS itu ga ada kerjaan,.. yang begini ne,..hambur2in anggaran negara, gaji itu harus di sesuain dengan kompetensinya dongs,…coba aja pemerintah bisa pangkas untuk gaji di departemen ttt, dan bisa dialokasikan ke yang lainya..???, anggaran habis untuk membiayai sesuatu yang mubadzir!

    roy

    Juli 3, 2009 at 9:06 am

  179. Jangan ngejelek2in DJP ya!!! DJP udah bagus bgt!! Sini gue gebukin sampe mampus yang ngejelek2in DJP!!!

    laskarpajak

    Juli 21, 2009 at 3:51 am

    • KONTOOOLLLL LOEEEE!!!

      UDAH BAYAR PAJAK MAHAL2 PAKE SURUH BIKIN LAPORAN LAGIIHH

      DASAR KONTOOOOLLLL!!!!!!!!!!!

      KONTOL_GW_GAK_SUDI_BAYAR_PAJAK_SAMA_KORUPTOR_ANJING!!!

      Maret 28, 2010 at 3:30 pm

    • biasa yg jelek2in pajak orang yang ga ngerti tujuan pajak bagi negara kita, dan pastinya bukan wajib pajak dan ga pernah bayar pajak.
      ga sadar sih smua fasilitas umum yg di gunakan orang banyak pembiayaan nya dari mana…….

      Noge Papua

      Mei 29, 2010 at 3:55 am

      • Bro Noge Papua & Laskar Pajak masalahnya penggunaan pajak di Indonesia belum optimal yang paling keliatan mah orang-orang Pajaknya aja yang hidup, maaf kata “unreasonable” walaupun tidak semuanya seperti itu.

        Andaikan saja para wajib pajak bisa mendapatkan imbal balik yang sebanding contohnya fasilitas pelayanan publik yang nyaman, layanan pendidikan berkualitas yang terjangkau, kesehatan dsb, Insya Allah kami-kami pun para pembayar pajak tidak akan keberatan.

        Buktinya bro liatlah di negara-negara barat yang sudah maju (saya berani bilang begini bro karena Alhamdulillah tanpa bermaksud sombong udah meliat sendiri secara langsung bukan hanya dari katanya) fasilitas pelayanan publiknya jauh lebih baik dari negara kita.

        Dan kalaupun menurut bro noge & laskar pajak beranggapan bahwa hanya pajaklah yang menjadi sumber utama pendanaan pembangunan di negara ini saya rasa tidak sepenuhnya benar. Buktinya secara faktual negara-negara di Timur-tengah mereka tidak menggunakan sistem perpajakan (tax free) tapi secara infrastruktur in general mereka jauh lebih maju daripada bangsa kita.

        IMHO yah memang harus dibenahin sumber daya pajak kita baik secara kelembagaan maupun SDM yang ada di dalamnya. atau gak usah bayar pajak aja kli ya ZAKAT aja.:D Peace Bro

        Wajib Pajak Sejati

        Januari 9, 2011 at 7:29 am

  180. semoga gw masuk djp

    loolee

    Januari 7, 2010 at 1:50 pm

  181. ad yg tau link daftar alumni stan yg keluar dr depkeu ato kerja di swasta?

    anakstan

    Januari 21, 2010 at 7:06 am

  182. utk meska n kutu kupret sama2 anjrit jgn ribut deh, yg penting gaji jalan terus yach..cuit cuit

    aku

    Februari 24, 2010 at 9:29 am

  183. Jangan pake arogansi profesi sgala lah.. berpendapat bahwa yang satu lebih hebat ataupun lebih pantas daripada yang lainnya. Pemikiran kayak gitu sungguh kekanak-kanakan.. memangnnya faedahnya apa? apa kinerjamu jadi lebih baik klo punya pikiran seperti itu???
    klo kmu percaya Tuhan.. smua hal baik yang kamu lakukan pasti mendatangkan berkah. dan itu semua ga melulu soal uang. tapi juga kebijaksanaan untuk menggunakannya..

    fikir

    Maret 1, 2010 at 11:24 am

  184. hmm, gaji 5,5 juta ya…
    knp masih banyak sih orang mau jadi pegawai……
    pdhal dengan gampang kita bisa dapet puluhan juta jika kita kreatif berwirausaha…

    arief

    Maret 24, 2010 at 2:35 pm

    • wirausaha apa lo?paling dimodalin ortu…bangganya…

      bagas

      April 27, 2010 at 3:34 am

  185. OH JADI UANG BAYAR PAJAK KITA HABIS UNTUK BAYAR GAJI PEGAWAI KANTOR PAJAK BAYANGKAN AJA PER SATU ORANG MINIMAL 5 JUTAAN X BERAPA RIBU ORANG SELURUH INDONESIA. KALAU BEGITU OGAH AH BAYAR PAJAK LAGI.

    Aan

    Maret 24, 2010 at 9:07 pm

  186. JADI, BAYAR PAJAK MAHAL2 CUMAN NAIKI GAJI PARA PEGAWAI PERPAJAKAN. MARI DEMO YUUUK, DAN JANGAN BAYAR PAJAK LAGI SEBELUM GAJI MEREKA DITURUNKAN.

    Aan

    Maret 24, 2010 at 9:13 pm

    • aaaahhhhhhhhhhh
      ngomongin duit waeeee

      gw aj yg gaji 1 ajh udh ngos2n cari tmbhn sana sini
      lw udh sgtu de msh ajh ribut binging daaaa

      bubum

      Mei 11, 2010 at 5:12 am

    • bayar pajak bukan utk gaji pegawainya bro… tapi untuk APBN negara kita, makanya banyak nonton berita trus baca koran.

      Noge Papua

      Mei 29, 2010 at 3:53 am

  187. Gw sihh percaya aja gaji fresh graduate di Pajak gajinya sampe 5.5 jt..
    Lahh itu tuhh si Gayus baru gol 3A, umur 30 th sudah punya duit 25 M….gilaaa benerrr..

    Dulkatin

    Maret 25, 2010 at 7:58 am

  188. [...] forumdetik, priyandoyo Related Posts:bisa2nya bikin thread ttg SPT di KASKUS !!!mertua bijak, pilih mantu anak [...]

  189. KONTOL LOE SEMUAAA!!!

    KONTOL_GW_GAK_SUDI_BAYAR_PAJAK_SAMA_KORUPTOR_ANJING!!!

    Maret 28, 2010 at 3:28 pm

    • PESAN GW BUAT SEMUA KONTOL_CREW (PARA KORUPTOR, PENGGELAP PAJAK, DSB)

      UANG HARAM YG LOE MAKAN HANYA AKAN MEMBAWA KESENGSARAAN SEUMUR HIDUP LO MENDARAH DAGING HINGGA KETURUNAN LOE SAMPAI PADA AKHIRNYA LOE CUMA AKAN HIDUP SENGSARA DAN PESAKITAN SERTA PENUH DERITA LALU MATI MASUK NERAKA JAHANAM

      BANGGSAAADDHHH LOE SEMUAAAAA!!!!

      KONTOL_GW_GAK_SUDI_BAYAR_PAJAK_SAMA_KORUPTOR_ANJING!!!

      Maret 28, 2010 at 3:36 pm

      • Aduh mas masih banyak kata-kata yang bagus ,… tapi milih kok kata-kata sampah sih….
        keluarga gue bukan orang pajak… tapi ya jangan gitu2 amat lah…. belum tentu lo orang pajak jahat semua….. yang jelas apa yang keluar dari mulut kita… itu cerminan dari diri kita….. gitu….

        beningferianti

        November 19, 2012 at 5:15 am

  190. Harusnya pegawai pajak instrospeksi diri, sudah pantaskah PNS pajak menerima gaji n remunerasi tinggi dengan pelayanan, kinerja, dan image nya sekarang??? modernisasi hanya menyentuh materi tetapi mental tak diperbaiki. jadi tetap aja banyak oknum yang bengkok, korupsi, ngemplang sana-sini, kumpulin harta haram.kalau laskar pajak masih punya hati nurani seharusnya kalian malu dan segera berbenah diri.
    sebagai gambaran dulu SPT dikirim ke alamat rumah sekarang kok harus ambil sendiri, biar kerjaan laskar pajak jadi gampang dengan gaji yang besar???? itu contoh modernisasi di pajak………..

    sunah pajak

    Maret 31, 2010 at 1:44 am

    • Remunerasi yg gagal..korupsi masih merajalela di pajak.. negara dirugikan 2X.. sebaiknya tumpes kelor dulu pegawai2 pajak..Hukum mati koruptor..

      Dulkatin

      April 10, 2010 at 4:06 am

    • yupsss…. seharusnya yang berbuat dosa harus ber kaca dengan sekitarnya, pegawai pajak itu ibarat nelayan yang mencari ikan dan pulangnya ga bawa ikan malahan hanya makan telur ayam yang harganya lebih murah dari ikan…
      aturan2 yang harus banyak dirubah, cth nya SPT yang ambil sendiri tidak dikirim, kern persentasi dikirim banyak yg kempos (kembali pos) lebih baik ambil sendiri krn kewajibannya WP (wajib pajak) lebih sadar dalam melaporkan pajaknya, kan sudah menganut self asesment.
      jangan hanya melihat kata “pajak” yg berkonotasi ga enak…. lihat hasilnya bro, negara ini terlalu besar menggantungkan APBN di sektor pajak, kalau Menkeu Sri Mulyani tdk mereformasi DEPKEU, mungkin KKN yang lagi marak lebih parah dibandingkan saat ini…..

      Noge Papua

      Mei 29, 2010 at 3:49 am

    • salahkanlah reformasi, ini tuntutan demonstrasi yang di agung2kan. apa anda mengerti, dengan self assesment, kami harus bekerja 2x lipat dari pada saat office assesment?

      xxx

      Januari 7, 2011 at 4:35 pm

  191. alhamdulillah …
    sangat beruntung memilih keluar dari STAN, memilih PTN yang favorit di bandung

    pindahan STAN

    April 5, 2010 at 5:15 am

  192. gw aja ngangur gk mikirin gaji…

    Bocah_Badunk

    April 6, 2010 at 4:24 pm

  193. udah sukuri aja friend berapapun rizki yang diberikan oleh sang pencipta. karena dengan kita mensyukuri tuhan akan menambahkan dua kali lipat, janganlah kita jadi orang yang kufur nikmat. karena kalo kita berbicara mengenai puas atau tidak, cukup atau tidak. yang namanya manusia itu berapapun rizki yang diberikan ga akan pernah cukup dan puas. hanya iman yang bisa membuat kita merasa cukup dan puas… orang ja masih banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan.. syukurilah anda uda punya penghasilan 5 jutaan.. itu adalah rezki yang diberikan leh tuhan

    yani

    April 10, 2010 at 2:47 am

  194. yang bilang jangan bayar pajak begooo ah..bukannya mau membela institusi tapi bayar pajak kan buat rakyat juga..tuh jalanan, jembatan, publik service dibiayain dari mana kl pd gg bayar pajak..toh itu buat kita…tapi mereka (ditjen pajak) emang perlu diperbaiki lagi sistemnya…

    ed

    April 22, 2010 at 10:47 am

  195. WAHAI KALIAN SEMUA BAYAR LAH PAJAK TEPAT PADA WAKTU NYA DAN DENGAN SEJUJUR JUJURNYA…
    AGAR AKU TAMBAH KAYA DAN TERUS KAYA…
    WHAHAUHEHEHEUHIHHAHIHUHIHAHAHAHEHA…….

    FIR'AUN

    April 26, 2010 at 5:17 pm

  196. mumet aku baca smua tulisan diatas…dari gaji yg 5jt an mpe 12 jtan, gajiku 2,2 jt aja dah bwt ngangsur bank 1,180 jt…kapan pemerintah merhatiin PNS daerah macam aku??

    bagas

    April 27, 2010 at 3:32 am

    • wah mas ini mumet, kalau PNS yang wajar bohonglah kalau nggak ada hutang bank, tapi lainlah kalau dia alergi hutang bank.

      gemeso

      Oktober 21, 2010 at 3:42 am

  197. kalau mau di pikir2 take home pay pegawai pajak itu wajar aja, krn ibarat petani yang bekerja harusnya membawa banyak padi ke rumah. tapi terasa amat menyedihkan pegawai yang home base nya jauh dari tempat kerja, contohnya indonesia timur (nusa tenggara, maluku, papua) pegawai pajak sering teriak kapan di rolling / mutasi ke daerah yang biaya hidupnya sesuai take home pay. seharusnya jadi perhatian pemerintah yang rutin untuk me rolling setiap pegawai yang ada, krn ada pegawai pajak yang lahir, hidup kerja, smpe mati di kota asalnya.
    Ada wacana baiknya DJP (direktorat jenderal pajak) menjadi badan yang mengelola setiap penerimaan negara yang diawasi langsung oleh presiden, agar setiap pegawainya sejahtera (take home pay) dari sabang sampai merauke.

    Noge Papua

    Mei 29, 2010 at 3:34 am

  198. untuk S2 telekomunikasi bagusnya ambil tek telekomunikasi atau manajemen telekomunikasi, perbedaan signifikan materi kuliah, waktu dan biaya studi ada yang bisa rincikan?
    trims

    mattnux

    Mei 31, 2010 at 9:01 am

  199. Kalau ngomongin gaji, gak bakalan habis deh. Ada yang gak bersyukur udah dapet gaji yang besar, ada yang malah cuma kritik tanpa tau apa yang ia kritik..
    Gaji besar, gaji kecil, itu sebenarnya sebuah pilihan dan penetapan pilihan(Takdir dari yang di atas).
    Setiap orang itu tentunya perlu berusaha untuk mewujudkan pilihanya tadi. Kalau kita bilang gaji pajak lebih besar dari gaji pns lain yang segolongan, mestinya dari situ kita bisa mendapat sebuah analisa, dan sebuah alasan.

    Setiap orang punya prioritas, kalau prioritas gaji, ya kerja di pajak. Kalau prioritas pngabdian, jadi guru. Kalau prioritas ke hobi, bisa milih jadi profesi yang ia hobikan, pesepak bola misalnya..

    Namun, antara pilihan dan prioritas tadi, tidak sepenuhnya bisa kita capai. Kita juga diberi kemampuan, bisakah kita mewujudkanya dan izin yang di atas menjadi penentunya.

    Dan yang terpenting,
    Lihatlah ke depan dalam mencapai sesuatu, namun lihatlah ke belakang atas hasil yang kita capai!!

    orangawamyangmaubelajar

    Juni 11, 2010 at 8:11 pm

    • Berpikir sederhananya begini : kita ini bayar pajak kan untuk pembangunan bangsa, lha buat apa kita rajin bayar pajak kalau ternyata uang pajak kita di hambur-hamburkan petugas pajak untuk menggaji mereka dengan gaji yang besar, padahal kita sendiri yang bayar pajak gajinya pas-pasan.

      orang yang ingin kejelasan

      Februari 11, 2013 at 5:04 am

  200. Mumpung nama gayus terangkat lagi..

    Gimana sistem remunerasi berhasilkah..????
    Berhasil ngemplang duit rakyat, itu baru bener ..
    Katanya Gayus itu hanya oknum..oknum mbahmu.. yg oknum tuhh orang yg bener2 bersih di pajak…kayaknya hanya 1-2 aja..itu baru oknum..yg korup..?? komputer aja susah ngitung..

    paijo

    November 16, 2010 at 1:13 pm

  201. saya mahasiswa d3 STAN
    saya cuma ketawa liat komentar2 di atas.
    terutama yang bilang masuk STAN itu gampang..

    REKRUITMENT STAN BERSIH tidak seperti departemen lain yang udah jadi KAPITALISASI BIROKRASI, bisa kalian tanyakan pada kenalan2 kalian. Kami di ajak hidup sederhana, silahkan hitung jumlah motor yang ada di parkiran kampus kami, kami jamin tidak ada 1/10 dari parkiran kampus2 lain. boro2 pake mobil.

    tidak ada TITIP MENITIP…
    gimana bisa nitip kalo buat makan aja sehari 4000?

    masuk stan gampang? kami 2800 siswa masuk setelah mengalahkan 112.000 pendaftar. jika kalian anggap gampang, tunjukkan pelamar departemen yang lebih dari itu.

    anda pikir sekolah di STAN gampang? tiap hari kami tidur dengan berfikir apakah kami masih ada di kampus pada esok hari.. 1 kesalahan, hanya 1 kegagalan di mata kuliah bisa membuat kami kehilangan mimpi2 kami, bahkan angkatan ke 2 sekalipun..

    gaji setelah lulus 5,5 juta? pajak yang harus kami kumpulkan untuk negara th 2010 harus 1000 TRILYUN.. ketika kami harus mengejar target, kami bahkan jarang untuk tidur. 1 orang dari kami harus setor ke negara 40 milyar setahunnya, dengan gaji 65jt per tahun,, silahkan anda camkan sendiri kemana uang pajak yang kalian bayar, ketika kalian MELIHAT PEMERINTAH DAERAH MASING KARENA KAMI MEMBERIKAN DANA PADA MEREKA DARI APBN YNG KAMI KUMPULKAN SECARA UTUH.. JADI KETIKA DANA TERSEBUT TIDAK SAMPAI SECARA SEMESTINYA PADA RAKYAT< SMESTINYA KALIAN TAU< SIAPA YANG TIDAK TRANSPARAN..

    KALAU ANDA MASIH RAGU AKAN KINERJA DAN TRANSPARANSI KAMI< LIHATLAH APBN DAN HAPALKAN DI KEPALA KALIAN< KARENA APBN ADALAH BENTUK KE TRANSPARANAN PEGAWAI PAJAK!

    Raka

    Januari 7, 2011 at 8:00 am

    • weits frustasi nih bro pake CAPS LOCK : ON klo baru masuk mungkin ada baiknya dipertimbangkan untuk pindah ke kampus lain yang Lower risk Better Prospect….hehhehee.Sabar deh bro. Intelektualitas Anda sebagai mahasiswa tercermin dari tulisan Anda jadi be more smart and wise karena tulisanmu juga merupakan refleksi dari hasil pemikiranmu dari hasil didikan Almamatermu. Otrechhh. Caiyoo

      Wajib Pajak Sejati

      Januari 9, 2011 at 7:52 am

  202. Assalamu’alaikum…………/ Salam Sejahtera utk semuanya…….
    Weleh2 banyak orang gak pada bersukur dengan apa yg telah diperolehnya, Ya Allah.. eling2 masih banyak sekali warga negara yg sulit utk cari makan sehari aja, pa lagi memenuhi kebutuhan setiap hari, dikota semakin banyak komplek kumuh(miskin), di desa2 yang pas2an juga boanyak sekali, kebetulan saya sendiri mengalaminya, sebelumnya kerja disuatu PT dibawah groupnya BANK CENTURY dan sekarang tinggal di desa hanya jadi tenaga honorer sekolah swasta dg gaji yg pas2an tapi masih bisa saja utk makan Alhamdulillah,
    ELING – ELINGO KARO DONYA SING GAWE LALI MENUNGSO
    ELING – ELINGO KARO DOSA SING GAWE WONG NGUMBAR NAFSU
    LAN ELING – ELINGO KARO KANG MOHO KUOSO BEN OJO RUMONGSO…….RUMONGSO…….RUMONGSO……..

    Theng Thengan

    Januari 11, 2011 at 11:52 am

  203. masing masing sudah ada jatahnya di dunia gan

    grosir Batik solo

    Maret 11, 2011 at 8:35 am

  204. Seharusnya remunerasi ga perlu lah….
    masing-masing unit di Dirjen pajak seharusnya diberi target atau KPI
    jika mereka dapat mencapai KPI maka mereka digelontor dengan bonus,, ga perlu remunerasi remunerasian…
    Tiru aja sistem BUMN…..klo semua diberi remunerasi ga ada MOTIVASI untuk mencapai target….
    Di BUMN kita harus ngejar target…. di BUMN kita kerja datang tepat waktu tetapi pulang haram tepat waktu pula….jadi pegawai dengan golongan yg sama seharusnya memiliki gaji beda tergantung performansi masing2… tidak dipukul rata….

    vero

    Juli 18, 2011 at 2:18 pm

  205. gw mau nanya nih..

    lebih enak mana masuk DJP dari jalur d3 STAN atau S1 Umum… Apakah d3 STAN “dianak emaskan” di berbagai hal..??

    sastro

    Agustus 26, 2011 at 1:28 am

    • Kalau anda tidak sanggup seharusnya anda mengudurkan diri aja masih banyak yang mau mengabdi

      tongon

      November 10, 2011 at 9:57 am

    • Lebih enak usaha sendiri bung…. gak ada yang ngatur…tinggal bagaimana diri kita sendiri…
      mau tancap gas atau mau berleha2… gak ada yang merasa di rugikan…

      beningferianti

      November 19, 2012 at 5:37 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 494 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: