Anjar Priandoyo

Prospek lulusan Teknik Fisika?

with 416 comments

Mas, nanya. kalo Teknik Fisika itu gimana?? Kata alumni sma saya, Teknik Fisika lagi booming karena interdisiplin jadi bisa kerja dimana aja. Bener gak sih, aku suka banged fisika, dan pengen banget ambil teknik fisika tapi gak dibolehin ortu kecuali bisa ngasi bukti prospek teknik fisika. Aku udah mantap pilih Teknik Fisika ITB dan Teknik Fisika UGM. Mohon sarannya
Satria via comments

Ada yang bisa membantu memberi pencerahan pada anak SMA ini?

About these ads

Written by priandoyo

Oktober 9, 2007 at 5:31 am

Ditulis dalam Pendidikan

416 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Kalo suka banget fisika ya gak harus ambil teknik fisika, banyak banget ilmu lain yang berbasis fisika tapi lebih marketable di dunia kerja :)

    Contoh : Teknik Elektro (Telekomunikasi) hehe

    pengamat telco

    Oktober 9, 2007 at 5:40 am

    • kalau suka fisika,progran studi teknik fisika bisa jadi pilihan,,jaman sekarang yang namanya dunia kerja tuh kompleks,,,kadang antar bidang ilmu saling membutuhkan,,dan teknik fisika adalah teknik yang mempelajari banyak hal,,termasuk di dalamnya elektro,mesin,kimia,sipil,,,dengan begitu lulusan teknik fisika akan lebih mudah menyesuaikan diri di dunia kerja karena cakupannya yang cukup luas,,tapi apakah itu membuat lulusan teknik fisika tidak fokus?oh..tidak,,karena di semester 5-8 kita bisa memilih bidang minat yang kita sukai misal energi terbarukan(ugm),instrumentasi dan kendali,laser dan serat optik(its) ,fisika bangunan dan laen2

      NN

      Januari 5, 2010 at 2:01 pm

      • khusus teknik fisika ugm,prospek untuk bidang energi juga bagus lho,,terutama untuk tingkat konsultan. Banyak sekali konsultan2 energi saat ini. nah, persaingan masuk kesini termasuk mudah, karena engineer2 energi terutama energi terbarukan dan kebijakan energi sangat sedikit. bidang ekonomi energi apalagi (hanya Fistek UGM nih yang punya. hehe)yang jelas instrumentasi sangat prospektif tapi energi jga tak kalah prospektif di masa depan,

        faris

        Januari 9, 2010 at 4:02 am

    • Lulusan Teknik Fisika bekerja di berbagai industri sebagai insinyur profesional di bidang instrumentasi dan kontrol (instrumentation and control), akustik dan teknik pencahayaan (lighting), teknologi bahan (material science), serta tata udara (refrigeration and air conditioning), staf peneliti di bidang teknologi terapan, staf pengajar di institusi pendidikan. Kelebihan yang spesifik dari lulusan Teknik Fisika adalah kemampuannya untuk bekerja dengan sistem yang melibatkan secara simultan banyak aspek fisika dan teknik.

      Meskipun demikian, dunia industri di Indonesia pada umumnya hanya mengenal keahlian instrumentasi dan kontrol adalah keahlian dari alumni Teknik Fisika. Sehingga profesi insinyur instrumentasi (instrument engineer), insinyur pengendalian (control engineer), insinyur otomatisasi (automation engineer) dan lain-lainnya selalu ditempati oleh para insinyur lulusan Teknik Fisika.

      Industri yang menyerap lulusan Teknik Fisika :

      * Industri Rekayasa dan Konstruksi (EPC : Engineering, Procurement & Construction)

      Industri ini dimotori oleh perusahaan-perusahaan yang menangani rancang bangun suatu pabrik (plant) (contohnya: kilang minyak, pabrik petrokimia, pembangkit listrik), atau merancang bangun fasilitas produksi (contohnya: anjungan minyak dan gas lepas pantai, jalur produksi / perakitan otomatis, dll.). Rancang bangun ini dilakukan mulai dari atas kertas hingga mulai beroperasi.

      Dalam pengerjaan rancang bangun suatu pabrik atau fasilitas produksi ini, lulusan teknik fisika akan bekerja sama sangat erat dengan process engineer (biasanya lulusan teknik kimia). Process engineer akan merancang dan menentukan alur proses dan unit-unit pemroses apa saja yang diperlukan, dan menuangkannya dalam process flow diagram serta P&ID (piping and instrument diagram). Sebagai instrument engineer, lulusan teknik fisika kemudian akan memberi input dan memfasilitasi otomatisasinya dengan diantaranya :

      1. Merancang dan atau memilih alat ukur besaran proses yang sesuai (mis.: orifice DP flowmeter atau ultrasonic flowmeter?)

      2. Merancang dan atau memilih final control element (mis.: menentukan kapasitas, karakteristik dan material dari control valve)

      3. Mendiskusikan dan menentukan strategi kontrol yang tepat (mis.: proses bersifat sequential atau kontinu?)

      4. Merancang sistem pengaman proses (process safety/safeguarding system) (mis.: safety logic diagram, cause and effect diagram)

      5. Merancang dan atau memilih implementasi teknologi otomasi yang sesuai (mis.: menggunakan PLC atau DCS?)

      6. Memfasilitasi agar representasi besaran-besaran proses tersedia di layar monitor control room (mis.: gambar pompa warna merah berarti pompa tersebut trip, dll.)

      7. Mengkaji P&ID beserta dokumen terkait lainnya dalam HAZOP (hazard & operability studies) bersama-sama process engineer, piping engineer, mechanical engineer, operation engineer, maintenance engineer, safety engineer, dll. untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kekurangan yang ada sebelum disain dari pabrik atau fasilitas produksi dibangun. (mis.: apakah tersedia alarm proses, alarm kebocoran gas, alarm kebakaran, emergency shutdown, dll. yang sesuai?)

      Interface dengan piping engineer dan mechanical engineer (lulusan teknik mesin) juga diperlukan untuk menentukan karakteristik dari material instrumentasi, menentukan cara penempatannya di perpipaan dan tanki / unit proses, dll. Sedangkan interface dengan electrical engineer (lulusan elektro arus kuat) diperlukan untuk memfasilitasi tersedianya indikasi dan alarm alat produksi (pompa, kompresor, turbin, dll.) di control room.

      Berikut adalah beberapa nama perusahaan nasional maupun multinasional yang bergerak dalam bidang rancang bangun pabrik dan fasilitas produksi yang banyak memiliki insinyur instrumentasi didalamnya: PT Tripatra, PT Rekayasa Industri, PT McDermott Indonesia, PT IKPT, PT Amec Berca, PT KBR Indonesia, PT Gunanusa Fabricator, PT. Technip, PT CeriaWorley, PT Pertafenikki, PT Saipem, dll. Untuk melihat contoh aktivitas pekerjaan apa saja yang dilakukan dapat dilihat di website masing-masing, seperti : tripatra.com, technip.com, etc.

      * Industri Produk Sistem Instrumentasi dan Integrator Sistem

      Industri ini dimotori oleh perusahaan-perusahaan yang memproduksi sistem instrumentasi dan kontrol (vendor) maupun perusahaan yang bersifat melakukan perancangan sistem kendali pabrik terintegrasi. Adanya produksi instrumentasi dengan berbagai jenis merek, memungkinkan suatu pabrik menggunakan sistem instrumentasi dan kontrol dengan merek yang berbeda-beda dimulai dari lapangan sampai ke tingkat manajemen parbik. Dibutuhkan suatu usaha untuk mensinkronkan kerja dari alat-alat tersebut supaya berfungsi dengan baik dan optimal. Suatu perusahaan bisa murni melakukan pekerjaan integrasi sistem ataupun melakukan pekerjaan integrasi sistem sekaligus menjual produk instrumentasi. Berikut adalah beberapa nama perusahaan nasional maupun multinasional yang bergerak sebagai supplier dan service provider perangkat instrumentasi dan kontrol, dan banyak memiliki insinyur instrumentasi didalamnya: PT Yokogawa Indonesia, PT Widya Pandu Ekatama, PT Control System Indonesia, PT Transavia Otomasi Pratama, PT Wifgasindo Dinamika Instrument Engineering, PT Somit Karsa Trinergi, dll. Untuk melihat contoh perangkat instrumentasi dan kontrol, website vendor induknya dapat dilihat, seperti : emersonprocess.com, yokogawa.com, etc.

      * Industri Pengolahan dan Manufaktur

      Pabrik atau fasilitas produksi yang sudah berjalan memerlukan insinyur instrumentasi dan kontrol untuk melakukan perawatan, penyelesaian masalah ataupun perancangan sistem baru yang akan ditambahkan pada pabrik atau fasilitas produksi. Hal ini karena semua industri sekarang menggunakan otomatisasi sebagai bagian integral dari unit proses atau fasilitas produksi. Tanpa otomatisasi atau instrumentasi pabrik atau fasilitas produksi akan menjadi sangat tidak efisien dan seringkali membahayakan.

      Industri pengolahan dan manufaktur memiliki banyak ragam, mulai industri hulu hingga hilir seperti : industri minyak dan gas, industri pupuk, industri semen, industri makanan dll. Industri manufaktur memiliki banyak ragam dari mulai industri manufaktur elektronika, manufaktur kendaraan bermotor (mobil/motor), manufaktur peralatan industri, dll. Berikut adalah beberapa nama perusahaan nasional maupun multinasional yang memiliki pabrik atau fasilitas produksi dan banyak memiliki insinyur instrumentasi didalamnya: PT ExxonMobil Oil Indonesia, PT Chevron Indonesia, PT. Total E&P Indonesie, PT Pertamina E&P, PT Medco Indonesia, PT Pupuk Kaltim, PT Chandra Asri, PT Asahimas Chemical, PT Semen Gresik, PT Unilever Indonesia, PT Panasonic Indonesia, PT Astra International, dll

      fredi

      Maret 2, 2010 at 2:20 pm

  2. Wah kalo T fisika mau masuk telecom equipment operator kayaknya match saja seh, tapi harus ditunjang skill non-perkuliahan. Butuh penyesuaian dikit deh 1 taon ato 2 taon

    Wewed

    Oktober 9, 2007 at 6:22 am

  3. teknik fisika (FT kalo di ITB) bidangnya luas, dan FT jurusan yg paling deket amteri kuliahnya ama elektro. FT diambil dari kurikulum Belanda, makanya ga bakal nemu jurusan ini di US. pospek teknik fisika ya banyak, bisa jadi dosen, kerja di LEN (Lemabga Elktronik Nasional), bank, ato schlumberger sekalian. belajar yg bener kalo pengen masuk ITB.

    aesculapius

    Oktober 9, 2007 at 6:39 am

  4. Ah, kalau tjap PT nya NgeTOB, ipk tigakoma, mau kerja dimana aja sih gampang yaaaa (dengan tidak melupakan campur tangan Tuhan tentunyaa)

    rezayazdi

    Oktober 9, 2007 at 6:50 am

  5. Mayoritas alumni Teknik Fisika (ITB & ITS sih mostly yg gw temui) bekerja sebagai Instrument/Control Engineer. Kerjanya bisa di office (engineering) bisa juga di field. Scope kerja seorang Instrument Design Engineer meliputi Control & Safety System Design (DCS, SIS/F&G, PLC, etc.) & untuk Instrument Field Engineer lebih ke arah proses instalasinya di lapangan. Career path berikutnya bisa menjadi Project Engineer dan ada beberapa yang berhasil menjadi Project Manager. Basically pekerjaan seorang Instrument Engineer akan banyak mengalami interface dengan orang2 Process (background Teknik Kimia) dan tidak sedikit pula interface dengan orang2 Mechanical/Piping. Jadi nantinya seorang Instrument Engineer bisa memiliki pengetahuan yg cukup diverse sebagai bekal untuk menduduki posisi managerial.

    papibonbin

    Oktober 9, 2007 at 12:04 pm

  6. Ass.Wr.Wb

    Kebetulan saya alumni S1 Teknik Fisika ITS angkatan 2001.
    Kuliah selama 9 semester. Lulus Bulan maret 2006, kerja bulan Juni 2006. Selisih kelulusan dengan diterima kerja kurang dari 3 bln (proses seleksi rekrutmen perusahaan membutuhkan waktu sekitar 3 bulan).
    Siapa bilang teknik fisika tidak berprospek????

    Tolong liat di website :
    1. PLN (Persero) : http://www.pln.co.id
    2. Indonesia Power : http://www.indonesiapower.co.id
    3. PT. Pembangkitan Jawa-Bali (www.ptpjb.com)
    4. Semen Gresik
    5. Petrokimia Gresik
    6. PERTAMINA EP

    Saya sendiri secara pribadi telah kerja disalah satu BUMN yang telah saya sebutkan diatas. ^_^

    ternyata jurusan teknik fisika dibutuhkan untuk mengisi posisi/jabatan engineer di bidang Instrumentation dan Control, untuk PLN (Persero) bahkan mengisi posisi/jabatan engineer pembangkit.

    Bagi bagi mas satria yang lagi bingung/ragu untuk memilih jurusan teknik fisika bisa melihat lowongan-lowongan yang disediakan oleh BUMN-BUMN tadi, dan perusahaan-perusahaan besar lainnya untuk mengisi jabatan/posisi Instrumentation and Control.

    Semangat terus dan pantang menyerah.
    alamat situs teknik fisika ITS : http://www.ep.its.ac.id/

    Wass.Wr.Wb

    DoDit

    Oktober 9, 2007 at 12:07 pm

    • nek yang cewek??apakh prospekny jg bagus??n pelajarany susah g??tktny nek jd gmpg pusing n pikiran trz,,,tlg blz ya,,

      yuni

      Januari 27, 2010 at 12:51 pm

      • cewek ato cewek prospeknya sama aja…teknik fisika bisa kerja dimana aja,,,,perminyakan,pertambangan,teknologi informasi,bidang energi.telekomunikasi,pembangkit listrik,departemen dan berbagai industri besar lainnya,,,,kalo masalah pelajaran sih ya sama susahnya kayak teknik yang lain,,,,pelajarannya,kalo teknik sih sama aja tingkat kesulitannya,,,yang penting kalo udah masuk teknik,,,nyebur aja sekalian ,,,basah sekalian,,belajar yang rajin kalo mo masuk teknik fisika…tapi prospeknya teknik fisika emang bagus banget,,,lulusannya dikit tapi amat dibutuhkan,,,

        alumni TF UGM,sekarang kerja di chevron

        Januari 28, 2010 at 4:17 am

    • Dear pak Dodit,
      kami sedang mencari insyinyur di bidang energy untuk proyek pabrik kelapa sawit dan biogas, silahkan kirim lamaran complete ke roberifin@yahoo.com bila berkenan. Lokasi kerja di pekanbaru, RIAU

      roberifin

      Mei 12, 2010 at 11:32 pm

  7. Teknik fisika ITS mendapat nilai akreditasi A.

    Bisa dilihat di situs :
    http://www.ep.its.ac.id/content.php-menu=berita.htm

    DoDit

    Oktober 9, 2007 at 12:09 pm

  8. Taon depan (2008 s/d 2010)

    Proyek PLTU batubara 10000 MW membutuhkan banyak sekali sarjana-sarjana teknik (Elektro,mesin,industri,teknik kimia, teknik fisika).

    Berita terbaru bisa dilihat di situs :
    http://www.ptpjb.com

    DoDit

    Oktober 9, 2007 at 12:23 pm

  9. @ DoDit:

    Couldn’t agree more… Di company saya pun orang Instrument (alumni TF) cenderung lebih menonjol…. :-)

    papibonbin

    Oktober 9, 2007 at 12:31 pm

  10. Mas Satria, saya ceritakan sedikit mengenai Jurusan Teknik Fisika FT-UGM ya…

    Jurusan Teknik Fisika UGM terdiri dari 2 Program Studi:
    1. Teknik Nuklir
    2. Fisika Teknik, dng konsentrasi Energi atau Instrumentasi

    Sebenarnya fokus jurusan adalah pada Energi (alternatif migas) tapi memang di bidang ini lahan pekerjaannya lebih terbatas. Sebagai alternatif bagi mahasiswa yg kurang berminat ke arah ini, dikembangkan juga konsentrasi Instrumentasi.

    Website JTF FT-UGM ada di http://www.tfisika.ugm.ac.id
    Di situ ada juga daftar alumni, bidang kerja, dan alamat kantor masing2. Silahkan dilihat2.

    Saya sendiri alumni Jurusan Teknik Fisika UGM angkatan 99, Prodi Teknik Nuklir, konsentrasi Instrumentasi. Sekarang bekerja di bidang IT.

    Kalo Mas Satria bukan org Yk, saya sarankan kuliah di UGM aja deh. Karena Jogja-nya itu loh. No place’s as homy as Jogja..:-D

    acooljerk

    Oktober 9, 2007 at 4:05 pm

    • Saya masih kuliah di jurusan Teknik Fisika prodi fisika teknik. Secara keseluruhan sih kuliahnya enak, walaupun susahnya nyari ipk 3,sekian.
      Dalam dunia kerja kurang tahu banyak, tapi lihat kakak2 angkatan sepertinya prospeknya cerah, bahkan ada yang sudah bisa home industri, insdustri optik lab. Ya seperti membuat mikroskop digital, antena, ripiter, dll. kebanyakan memang sebagai instrumen engginering.

      Adhitya Karima

      Juli 23, 2009 at 12:47 am

      • iya lulusan teknik fisika emang kebanyakan kerja jadi instrument engineer

        NN

        Januari 5, 2010 at 2:03 pm

  11. aduh, jangan masuk TF ITS, soalnya kampusnya jejer sama mesin & elektro….garing…saya masuk thn 2000, tapi pindah jurusan tahun 2001…tujuannya, mendekati teknik industri…hehehe….gimana kabarnya dewan adat ?

    bagus

    Oktober 9, 2007 at 5:07 pm

    • wkakaka…

      sedih banget pindah cuma gara2 mau deket teknik industri. kalo sekarang mah industri yang maen ke TF. hehe

      hadi

      Januari 8, 2010 at 9:25 am

      • ahahaha bener di, anak teknik industri malah ngedeketin anak tf .

        arief

        Januari 10, 2010 at 2:25 pm

    • aduh kasian banget ya pindah jurusan cma buat hal yang sepele…kalo pengen gak garing ke lokalisasi DOLLY sana….padahal TF ilmunya bagus banget,prospeknya jga bagus

      koko

      Januari 27, 2010 at 6:05 am

  12. Kalo menurut pertimbangan saya, Trend nya masih lebih bagus Teknik Elektro dibandingkan dengan Teknik Fisika.
    Dari Passing Grade SPMB aja dah ketahuan tuh…..
    Salah satu faktor pendukung tinggi rendahnya grade adalah Kwalitas & Peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih bagus.
    SEKALI LAGI : KERJA YANG LEBIH BAGUS (”’secara rata-rata””)…

    Kalo cuma asal kerja seh…jurusan apa saja bagus, tapi kalo ingin dapat pekerjaan yang lebih bagus ya Teknik Elektro…
    Hal ini berdasarkan pengalaman saya bekerja dibidang Teknik. Karena secara rata-rata High Level diperusahaan Engineer rata-rata dipegang oleh lulusan Teknik Elektro…

    Peace….

    komandan

    Oktober 10, 2007 at 3:01 am

    • teknik fisika emang blm tren di indonesia. tapi liat aja di amerika hampir semua PT punya teknik fisika. terjadi karena pergeseran teknologi yang semuanya menjadi saling terhubung. nah semua teknik adanya di TF. tapi kalo emang mau fokus di elektro ya monggo… no offense

      hadi

      Januari 8, 2010 at 9:28 am

    • sebenarnya kalo teknik itu relatif,antara elektro,mesin,tekim,fisika teknik bisa dibolak-balik di dunia kerja,kadang process engineer yang biasa ditempati oleh teknik kimia bisa ditempati lulusan teknik fisika,begitu pula sebaliknya,sekarang tidak ada pendidikan yang benar-benar menyiapkan lulusannya siap di dunia kerja,yang ada adalah kita siap untuk dilatih dengan basic keilmuan kita dan cepat beradaptasi di dunia kerja,dan itulah untungnya lulusan teknik fisika,dia dikasih basic keilmuan yang kuat sehingga lebih mudah beradaptasi di dunia kerja nantinya

      manusia netral

      Januari 14, 2010 at 8:52 am

    • kalo saya melihat,justru lulusan TF lebih mudah beradaptasi di lingkungan kerja dibanding lulusan teknik yang lain…. kenapa?itu karena dia dibekali dasar KETEKNIKAN yang kuat,,sekarang yang namanya dunia kerja tuh kompleks masalahnya, dan banyaknya keahlian yang dimiliki oleh teknik fisika memudahkan adaptasi tersebut,,
      saya kira lulusan teknik fisika prospeknya sama aja dengan teknik elektro,,,malah kalau tes mau masuk kerja,lulusan TF lebih enak,kalau soalnya mencakup elektro,mesin,kimia ,fisika,,paling ngga lulusan TF BISA TAU LEBIH BANYAK DARIPADA LULUSAN TEKNIK YANG LAIN…

      INI DARI PENGALAMAN SAYA KERJA DI CHEVRON…

      alumni TF UGM,sekarang kerja di chevron

      Januari 27, 2010 at 6:14 am

    • Passing grade bisa tinggi itu karena banyaknya peminat yang ingin masuk ke jurusan tersebut. Ga da hubunganya sama lapangan pekerjaan kalee….
      bisa saja suatu jurusan passing grade nya rendah tetapi prospek kerjaanya bagus.

      mdpfx.wordpress.com

      eisa

      September 21, 2010 at 4:09 am

    • Passing grade bisa tinggi itu karena banyaknya peminat yang ingin masuk ke jurusan tersebut. Ga da hubunganya sama lapangan pekerjaan kalee….
      bisa saja suatu jurusan passing grade nya rendah tetapi prospek kerjaanya bagus.

      http://www.mdpfx.wordpress.com

      eisa

      September 21, 2010 at 4:09 am

  13. Kebetulan istri saya lulusan Teknik Fisika dan sekarang jadi Instrumentation Engineer. Saya lihat -Alhamdulillah-dia gak ada masalah dengan cari kerjaan, bahkan belum luluspun udah ditawarin sana-sini. Kemungkinan hal itu terjadi karena dia memilih KP dan TA yang cukup tajem dan spesifik (berkaitan dengan Oil&Gas), juga kebetulan juga kita punya cukup network di bidang Oil&Gas, jadi Alhamdulillah gak ada masalah dengan prospek kerja.

    Saya rasa banyak hal yang bisa dijelajahi oleh lulusan Teknik Fisika, tapi secara umum kuncinya adalah “Be Specific !”, jadi harapannya setelah lulus sudah ada skill dasar dan knowledge dasar yang memadai tentang bidang tertentu disamping memiliki knowledge yang lebih umum. Saya rasa hal itu juga berlaku untuk semua jurusan teknik dan IT.

    andrias ekoyuono

    Oktober 10, 2007 at 4:39 am

    • saya mw tanya utk kehidupan rumah tangganya gmana?..kan sebagai seorang istri harus menomor satukan keluarga,.ga boleh sibuk2 bgt dong,.harus da waktu yg cukup untuk mengurus rumah tangga,.
      mohon bantuannya…

      Vina Yusriana

      September 1, 2011 at 12:00 am

  14. kalau mau instrumentika dan elektronika, bukannya di UGM malah jadi jurusan tersendiri ?. kalau di perusahaan elektronik, modelnya samsung, LG, panasonic, epson, malah pada kepake tuh …

    papabonbon

    Oktober 10, 2007 at 4:46 am

    • ya emang,,di ugm ada prodi yang namanya elins di MIPA…perbedaan paling mendasar,JIKA DIBANDINGKAN TEKNIK FISIKA, di elins tidak diajarkan mekanika fluida dan termodinamika serta berbagai ilmu yang berhubungan dengan proses. hal ini mengakibatkan lulusannya kurang dapat beradaptasi dengan fenomena kimia/fisika yang terjadi di berbagai indstri proses seperti di perminyakan. ilmunya terlalu oriented ke elektronik. namun, banyak juga elins yang masuk perminyakan karena memang tenga instrumentasi masih sedikit dan lulusan teknik fisika belum bisa memenuhi kebutuhan tersebut

      alumni TF UGM,sekarang kerja di chevron

      Januari 27, 2010 at 6:18 am

  15. Setahu saya di industri telco banyak tuh lulusan TF ITB yg punya jabatan lumayan..misalnya..insialnya SJP yg kerja di NSN SBP..lalu ada IK di menara pondok indah…lalau ada bbrp nama lagi..trus di persh macam P&G juga ada…trus di oil apalagi..tp ya kebanyakan nggak kepake TFnya…

    Mr.Humble

    Oktober 11, 2007 at 11:40 am

  16. Masa maw ngambil teknik fisika g boleh si….??
    Aq mahasiswa Teknik Fisika Institut Teknologi SepuluhNopember (ITS) angkatan 2006, gambaran gampangnya gini nih…..

    Di indonesia, cuma ada 4 kampus yang punya teknik fisika, UNAS (jakarta), ITB (bandung), ITS (surabaya), sama UGM (jogja)…….
    klo jurusan laen, misalnya aja teknik elektro, teknik kimia, ato teknik informatika, dimana2 masih banyak….
    lagian yg q tau, kerjaan kita tu punya spek2 sendiri, dan teknik fisika lulusanya g sebanyak elektro ato mesin, jadi tau kan gimana persainganya….

    klo orang2 mesin tu besok banyak ke mechanical sm piping nya, klo teknik fisika lebih ke kontrol dan instrumen…..

    klo model perkuliahanya d kampus q, banyak matakuliah tu yang mirip2 sama elektro sama mesin, kaya perpindahan kalor dan masanya tf mirip sama perpindahan panas nya mesin, ada lagi elektromagnetika, termodinamika, mekanika fluida, pokoknya banyak lg deh……

    klo kata kajur q si, kita (tf) itu belajarnya dapet banyak, tapi kita belajarnya ngga dalem, paling cuma beberapa aja yang dalem kaya gambar instrumen, baca P&ID, de el el……

    tapi besok pada dasarnya kita tu punya spek2 sendiri…..

    background process tu tekim
    background instrumen tu tekfis
    background konstruksi tu bnyak dr sipil
    masih banyak lg dan ke terbatas itu aja…..

    klo teknik fisika ITS tu kebagi 5 bidang minat, klo ga salah :
    *Rekayasa Instrumen
    *Rekayasa Fotonik
    *Rekayasa Bahan
    *Rekayasa Energi dan pengkondisian lingkungan
    *Rekayasa Akustik

    kuliah dmanapun yang penting niat sama kembangin soft skill……

    klo maw di teknik fisika ITS, passing grade g tinggi 2 banget, tapi tetep blajar, trus kuliah teknik (terutama teknik fisika, teknik kimia, teknik mesin, teknik elektro) ga gampang, jadi klo udah nyebur, skalian basah aja….
    Satria bener2 doyan fisika?? klo doyan fisika bisa aja di jurusan fisika fakultas MIPA, tapi prospeknya lebih ke guru sama dosen….

    bwt bagus, skarang mesin cewenya lumayan cakep2 loh, ngga nyesel neh,kabar dewan adat sehat22 aja….

    ung

    Oktober 12, 2007 at 11:57 am

    • vivat tf !!

      arief

      Januari 10, 2010 at 2:28 pm

      • vivat tf vivat solidarity
        together forever…

        Bambang L

        September 21, 2010 at 4:17 am

      • vivat TF ane 2011 !!!!!!!!!!!!!

        SEKARANG peminatnya udah mulai naik 150% -,-”

        tanya kenapa? IT telkom pun mendirikan nya -,-“

        andika

        Juli 22, 2011 at 9:30 am

    • Dear pak Ung,
      kami sedang mencari insyinyur di bidang energy untuk proyek pabrik kelapa sawit dan biogas, silahkan kirim lamaran complete ke roberifin@yahoo.com bila berkenan. Lokasi kerja di pekanbaru, RIAU

      roberifin

      Mei 12, 2010 at 11:35 pm

    • mas unggul sekarang jadi koor DA..
      dulu mas masih maba kebayang gak klo bakal jadi koor DA? hehehe
      cool,,, tetap semangat mas,,,
      aq sgt mendukung pengkaderan mas,,, klo perlu lebih dikerasin mas…angkatan 2010 masih agk lembek2 mas…
      VIVAT TF!! VIVAT SOLIDARITY!! TOGETHER!! FOREVER!!

      calon F45

      Desember 11, 2010 at 7:53 am

  17. @ung

    Kmu anak baru di Tekfis ITS y?
    Belajar yang rajin biar bisa mengharumkan nama besar Tekfis ITS. ^_^

    Kutunggu kiprah para adek2 kelas di BUMN-BUMN besar Tanah air (PLN,Petro,Semen,Pertamina,Indonesia Power, PT. Pembangkitan Jawa-Bali, dll.)

    Salam buat kajur TF yang baru (klo uda ganti sich), dulu khan masih pak Totok S.

    Salam juga ke dosen pembimbing Tugas AkhirQ (Pak Ali Musyafa’)

    Thx

    DoDiT

    Oktober 12, 2007 at 1:02 pm

    • mz keja d BUMN mana?q jg anak tekfis ITS juga lho

      widiana himami imania

      Oktober 23, 2009 at 6:34 am

  18. []Kalo suka banget fisika ya gak harus ambil teknik fisika[]

    Kan ada banyak jurusan yang berhubungan dengan fisika.

    sagung

    Oktober 12, 2007 at 5:09 pm

    • sekarang pemerintah lagi mbangun proyek PLTU yang diperkirakan beberapa taun lagi akan selesai dan banyak menyerap insinyur kususnya teknik mesin,elektro dan fisika,,,selain itu sekarang lagi krisis energi maka lulusan teknik fisika bisa beraksi disitu,,,

      JOHN

      January 6, 2010 at 3:34 am
      Reply

      manusia netral

      Januari 14, 2010 at 8:53 am

  19. Sekarang saya lagi jadi konsultan manajemen SDM di sebuah engineering company, dan kalau saya amati memang lulusan teknik fisika yang bekerja di perusahaan ini sangat hebat berkarir di bidang instrumentasi dan kontrol. Dalam beberapa hal juga memiliki karir hebat untuk bidang material science … Dengan semakin berkembangnya dunia instrumentasi (seiring dengan ekspansi bisnis di bidang engineering), maka tentu prospek lulusan teknik fisika juga semakin besar ..

    salam sukses selalu
    Riri Satria ( http://www.ririsatria.net )

    Riri Satria

    Oktober 14, 2007 at 5:21 am

  20. @ung
    ya jelas teknik mesin sekarang cewe2nya lumayan. wong syarat pendaftar PMDK kemitraannya yang nomer 1: WANITA…

    wkwkwkwk…g percaya ? silahkan cek sendiri.
    ngga nyesel koq pindah ndeketin TI, apalagi ada Putri raemawasti…ooh…putri…

    maaf ya mas anjar, jadi OOT nih, maklum anak muda.
    (^_^)

    bagus

    Oktober 14, 2007 at 10:08 am

  21. Kenapa ga coba elektro saja? Kalo menurut gw, jurusan teknik fisika adalah jurusan yang NANGGUNG.. masih perlu spesialisasi lagi, sehingga kurang dapat dilihat core competency-nya dimana.. karena di dalam perkuliahan teknik fisika, ilmu yang didalami masih campur aduk antara listrik, mesin dan bangunan, nah lo.. kalo udah ginie, di bidang yang mana lo expert?

    Jangan salah, elektro juga perlu dasar fisika yang kuat, kurikulum di dalamnya sebagian besar juga belajar tentang fisika..

    Prospek kerja lulusan sangat-sangat luas, dari perusahaan minyak, telco, manufaktur sampai perusahaan IT, core competency-nya pun jelas, yaitu segala macam hal yang berkaitan dengan setrum-menyetrum dan signaling..

    Saran gw sih, klo emang elo mampu, dengan persiapan baik n matang, ambil aja elektro ITB n teknik fisika UGM, biar lo bisa ngerasain kemana nasib akan membawamu.. (hehehe)

    So, pikirkan baik2 guys..

    engineer elektro

    Oktober 14, 2007 at 12:44 pm

    • kurang expert gmn? emang teknik fisika mempelajari banyak hal tapi di 4 semester akhir bisa mengambil bidang minat,,,gtu lho mas engineer elektro,,bidang minatnya itu bisa instrumentasi,energi terbarukan(ugm),laser dan serat optik,fisika bangunan…

      NN

      Januari 5, 2010 at 2:12 pm

    • iya mas tapi menrut survey di dunia kerja pelajarn dari kuliah yang ke pake cm 20%. karena saya haus pengetahuan makanya saya pilih tf, disana kita blajar semua teknologi. kan belajar itu harusnya ga di batesin, mau elektro, mesin, sipil. makanya saya pilih TF. hehe

      hadi

      Januari 8, 2010 at 9:34 am

    • beginilah orang yang sombong

      arief

      Januari 10, 2010 at 2:35 pm

    • heh mas engineer elektro…anda kalau ngomong jangan sembarangan ya,,,teknik fisika juga punya bidang minat ya,,memang di 4 semester awak kita belajar banyak tentang teknik(mesin,elektro,sipil.kimia,)tapi di 4 semestyer akhir kita bisa ambil bidang minat misalnya instrumentasi dan kendali,energi terbarukan,fotonika,teknologi bahan,akustika,laser dan serat optik dll)tapi itu justru keuntungan teknik fisika,,,kita belajar luas sehingga lebih mudah beradaptasi d dunia kerja,,,sekarang yang namanya dunia pekerjaan tuh kompleks banget,terkadang satu ilmu saja tidak cukup,itulah untungnya lulusan teknik fisika,paling nggak kita tahu sedikit2 tentang segala teknik,,,sehinnga kalau ditanyain ngga bengong,,,wakakakkakakkakakka

      manusia netral

      Januari 14, 2010 at 9:01 am

    • Tahun pertama emang sangat umum, tapi itu semua adalah basic buat seorang engginer. pastilah ada yang namanya kalkulus, matematika teknik, fisika dasar, statistika, dll tapi kan itu semua basic buat matakuliah diatasnya. sekarang Q sedang mempelajari/ focus pada instrumen dan kontrol, mata kuliah yang Q ambil beberapa diantaranya Instrumentasi, instrumentasi berbasis komputer, kontrol moderen, kontrol proses, pokoknya intrumen dan kontrol yang laennya dah…. nah mulai sem5 kemaren ja udah fokus kok.

      Adhitya Karima

      Januari 20, 2010 at 3:58 pm

      • iya bener..coba liat tuh mas adhitya karima,,semester 5 udah fokus k instrument dan kontrol,,,semakin luar biasa prospek teknik fisika

        manusia netral

        Januari 20, 2010 at 4:34 pm

    • jurusan TF sama sekali gak nanggung,,,spesifikasinya sangat jelas,,,emang di 4 SEMESTER AWAL KITA DIKASIH DASAR TEKNIK YANG KUAT,,tapi justru itu menguntungkan,karena kita bisa lebih mudah adaptasi d dunia kerja,karena dunia kerja sekarang kompleks permasalahannya,,keahlian mekanikal,elektrikal,kontrol,proses,energi dan instrument sangat memudahkan lulusannya bekerja,,karena keahlian itu semuanya berhubungan..
      makin lama, banyak memilih teknik fisika sbg pilihan pertama karena prospeknya luar biasa

      alumni TF UGM,sekarang kerja di chevron

      Januari 27, 2010 at 6:26 am

    • Dear pak,
      kami sedang mencari insyinyur di bidang energy untuk proyek pabrik kelapa sawit dan biogas, silahkan kirim lamaran complete ke roberifin@yahoo.com bila berkenan. Lokasi kerja di pekanbaru, RIAU

      roberifin

      Mei 12, 2010 at 11:36 pm

  22. he he he … Mas Engineer Elektro …

    tentu saja kita tidak bisa menghakimi sesuatu dengan cepat begitu saja, termasuk menghakimi sebuah jurusan nanggung atau tidak. Kalau memang sebuah jurusan itu tidak berguna atau nanggung, tentu tidak akan ada pohon kejuruan atau keilmuan di bidang itu …

    Jadi, segala sesuatu itu didesain pasti ada maksudnya … mungkin pemahaman kita yang terbatas yang membuat kita belum mampu menilainya secara utuh dan menyeluruh …

    Saya bukan orang teknik fisika, dan juga bukan teknik elektro, … tapi saya percaya pasti ada maksud dan kelebihan masing2 sehingga lahir bidang keilmuan atau keteknikan tsb, kalau nggak, tentu gak bakalan ada profesor di bidang keilmuan / keteknikan tsb … itu saja …

    salam kenal en sukses selalu Mas …
    Riri Satria ( http://www.ririsatria.net )

    Riri Satria

    Oktober 14, 2007 at 3:24 pm

  23. @ Mbak Riri
    Salam kenal juga n terima kasih atas masukannya ya..

    Justru karena embak bukan orang elektro maupun tekfis, mungkin yang terlihat dari luar masih samar-samar n tebak tebakan..

    so kalo embak memang bener2 pengen tau apa yang dipelajari di dalam kedua disiplin ilmu tersebut.. ya monggo dicoba sendiri..

    he..he..

    PISS

    engineer elektro

    Oktober 14, 2007 at 4:15 pm

  24. Sory, bukan mbak Riri tapi Mas Riri yah.. hehehe…

    PISS

    engineer elektro

    Oktober 14, 2007 at 4:19 pm

  25. elektro ato teknik fisika?
    gak masalah… mana yg lebih disukai aja, dan cocok di hati.
    secara umum, elektro lebih luas bidang kajiannya, begitupun lapangan kerja yg sesuai bidang yg dipelajari. selain itu, lulusan dg ip yg sama dan universitas yg sama, beda jurusan (dlm hal ini elektro vs teknik fisika) biasanya dianggep lbh oke yg elektro.
    lha masuknya lebih susah elektro. hehehe…

    kl masalah sukses kedepannya, nggak ngaruh lulusan apa.
    tergantung orangnya. di level tertentu, sdh nggak dilihat lagi dia lulusan jurusan apa. yg lebih penting, bs nggak dia memanage orang dan budget.

    tp, kl boleh saran, kl memang mampu otak, ke elektro saja… rasanya sy nggak pernah denger GSM engineer yg lulusan teknik fisika. :D

    buat mas dodit (alumni tf its)
    klasnya masih bumn toh.. yg lebih advance doonk..
    hihihiihi

    f@ck1ng_henry76

    Oktober 14, 2007 at 5:44 pm

    • iya2 mas anda anak teknik elektro…tapi jangan sombong donk..intinya semua ilmu tuh bagus,,ga perlu membandingkan dan menghakimi suatu jurusan,,kalau anda pintar,mari bersama-sama kita majukan bangsa ini..

      oke2,,wakakakkaka

      NN

      Januari 5, 2010 at 2:15 pm

    • saya melihat justru TF lebih luas kajiannya,,lapangan kerjanya jga sangat luas,,,karena keahliannya yang luas,,

      alumni TF UGM,sekarang kerja di chevron

      Januari 27, 2010 at 6:33 am

      • ass…..
        saya bjadi kagum dengan anda.saya ibnu masih 2 sma
        saya juga minat nih masuk TF UGM,saya mau nanya peluang dapet beasiswa ke luar negerinya gimana ya?

        ibnu

        Mei 23, 2011 at 1:10 pm

  26. saya rasa memilih jurusan apa saja tidak masalah yang penting minat..

    jurusan teknik fisika adalah salah satu pilihan yang baik..

    James

    Oktober 15, 2007 at 10:25 am

  27. to f@ck1ng_henry76

    gue luluasan teknik elektro,tp gue nggak setuju dgn komen2 loe yg gak berkelas..dan ngomong tanpa fakta (asal ngejeplak)…
    loe udh kena penyakit katak dlm tempurung..merasa udh jago..sehingga suka menghina org lain..
    ini yg hrs dibasmi..kita hrs maju bersama2..spy negara ini jd lebih baik…

    lo SALAH BESAR….
    di ex ktr gue pancoran(vendor ternama dr jerman) ada tuh lulusan teknik fisika yg mulai karirnya dr BSS engineer..skr bahkan udh jadi big boss Care Manager buat INDOSAT project…

    di ericsson pondok indah juga ada tuh yg udh jd manager juga..mengawali karirnya sbg msc engineer..

    sekali lagi,smua itu tergantung gmn usaha kita..dan garis nasib..krn rejeki udh ada yg ngatur..so kita hrs berusaha sebaik2nya…

    Mr.Humble

    Oktober 15, 2007 at 2:48 pm

    • bener tuh…rejeki uda ada yg ngatur..
      elektro bakal gag ada jika gag ada yg namanya fisika

      calon mahasiswa tf

      Agustus 3, 2009 at 12:59 pm

  28. @all: Mungkin sebagian merasa bahwa kerjaannya sebagai engineer di industri telco adalah yg terbaik/terhebat. Tapi harap diingat bahwa tidak semua orang ingin berkarir di bidang telco.

    acooljerk

    Oktober 16, 2007 at 1:20 am

  29. Teman2 alumni TF di PLN banyak yang ditempatkan di unit pembangkitan karena di situ ilmunya adalah kombinasi dari berbagai disiplin teknik: elektro, mesin, kimia, dll; ya itulah namanya teknik fisika. Menurut mereka, ketika tes di PLN, mereka mendapat keuntungan karena soalnya merupakan kombinasi dari teknik elektro, mesin dan kimia, jadi semuanya bisa dijawab dengan lancar karena itu dipelajari semuanya di Teknik Fisika.

    Alumni TF UGM

    Oktober 16, 2007 at 2:16 am

    • itulah untungnya teknik fisika,,ntar kalau masuk tes kerja kita lebih enak,,misalnya soalnya komsinasi teknik elektro,mesin,kimia,,kan kita udah ngerti walaupun ga terlalu mendalam,,,,jadi peluang ketrima pun lebih besar,,,,,,,,,,,,,,,wakakakak

      NN

      Januari 5, 2010 at 2:18 pm

  30. Hello….
    saya andhy mhs TF UGM….
    Emangsih banyak banget mhs yang jago fisika di Teknik Fisika UGM. Kebanyakan juara2 olimpiade Fisika dan Astronomi Nasional. Kalo di Elektro kebanyakan alumni olimpiade Matematika.
    Kalo menurut saya Teknik Fisika sangat dibutuhkan beberapa tahun mendatang. Bukan hanya Instrumentasi dan Kontrol tapi juga Rekayasa Energi Terbarukan. Saat ini, sebuah perusahaan asal Korea akan membuka pabrik besar di Tengerang untuk memproduksi solar panel, solar cell, dan blade serta tower pembangkit tenaga angin. Perusahaan ini bekerjasama langsung dengan jurusdan Teknik Fisika UGM. Pekerjanya (dealam hal ini perencana dan supervisor) baru ada 3 yang semuanya alumni Teknik Fisika UGM. Mau gimana lagi, wong yang belajar energi terbarukan cuma teknik Fisika. Coba bayangin, beberapa perusahaan minyak termasuk yang udah jalan kayak Shell dan Pertamina mulai beralih ke energi terbarukan. Yang bikin enak, kita gak punya saingan padahal dibutuhin banyak tapi lulusandikit. Kakak angkatan saya cerita kalo ada perusahaan minyak di Sumatera Selatan butuh 4 engineer Teknik Fisika tapi yang daftar cuma 1. Otomatis dia lulus tanpa tedeng aling-aling macam PMDK aja.

    Kalo0 dibilang gtak dalem kayaknya enggak juga deh, setelah 4 semester dijejali mata kuliah all round Teknik, kita bakalan milih mau masuk ke dunia yang kita mau. Sebagai contoh Instrumentasi dan Kontrol. Sebelumnya saya mohon maaf, di Teknik Fisika kita gak cuma belajar instrumentasi elektris tapi juga instrumentasi mekanis. Alumni Teknik Fisika UGM yang dah jadi kepala bagian di CNOOC cerita kalo perusahaan2 minyak mulai mengutamakan engineer control buat lulusan Teknik Fisika. Di CNOOC semua engineer control adalah alumni Teknik Fisika sedangkan alumni elektro ada di bagian Power. Kenapa?? Karena Control sangat berhubungan dengan Process dan elektro tidak belajar Process apalagi Kontrol Proses. Itulah keunggulan Teknik Fisika di bidang Control.

    Yang jadi Programmer juga banyak banget. Yang kerja di Telco juga banyak. Tapi jelas gak sebanyak elektro. Bandingin aja mhsnya. Setiap tahun inpun mhs Teknik Fisika paling cuma 500 atau mungkin gak nyampe. Tapi elektro di Indonesia bisa sampai 10.000. Prosentase dapat kerjanya?? teknik Fisika hampir 100 persen. Sisanya yangf gak dapet kerja ya paling nerusin warisan ortu atau direbutin universitas swasta buat jadi dosen hehe
    Kok bisa segede itu prosentasenya?? Yah, mau gimana lagi, kita banyak dibutuhin tapi lulusan dikit itu masalahnya….

    andhy

    Oktober 16, 2007 at 3:15 am

    • bagaimana kalo saya itu mau jadi ilmuan,saya juga bingung mas nentuin mau TF atau teknik mesin?
      terus kalo peluang beasiswa TF ke luar negeri gimana?

      ibnu

      Mei 23, 2011 at 12:59 pm

  31. Hmmm…dari namanya aja aneh. Teknik Fisika. Jika ia adalah bagian dari satu kata, maka kalau meminjam komposisi model “Teknik Elektro” ia akan menjadi “Teknik Teknik Fisika”. Karena itu kadang harus diubah namanya menjadi “Fisika Teknik”. Sehingga kalau digabung dengan komposisi yang lazim menjadi “Teknik Fisika Teknik”

    Saya menduga fenomena ini terjadi bermula dari kebingungan, begitu banyak kejadian fisika yang bisa diimplementasikan tetapi tidak bisa terwakili oleh fakultas-fakultas yang ada. Teknik Fisika (Fisika Teknik) mencoba merangkum semuanya menjadi satu. Apa kira-kira sanggup?

    Maka dari itu kalau kita cermati masing-masing Univ, yang ada Jurusan TF, mengambil kompetensi yang berbeda-beda. UGM misalnya kelihatan lebih fokus di Energi, karena ia adalah metamorfosis Teknik Nuklir, nuklir adalah hal yang selalu didemo.

    Soal prospek saya kira tergantung seberapa fokus ia pada kompetensinya. Semakin fokus, semakin ahli. Semua employer mencari yang ahli, bukan yang pengetahuan dan skilnya hanya berupa kulit.

    Jadi kalau diminta memilih, tanyakan pada dirimu passion kamu dibidang fisika itu apa? Lalu cari univ yang fokusnya kesana.

    Sebagai gambaran (sekaligus promosi he he he). Profesi dokter sekarang sudah berjibun, profesi ahli setrum juga banyak, apalagi ahli bangunan. Kedepan orang akan lebih banyak butuh energi. Dengan semakin tipisnya cadangan minyak mentah, energi semakin mahal. Ingat harga minyak sekarang 80USD/barel tahun 1999 padahal harganya 18USD/barel. Maknanya apa? Cepat atau lambat kita akan memasuki krisi energi. Jika kita tidak menemukan ahli dibidang TF, dokter-dokter akan kesulitan melakukan operasi, ahli-ahli elektro akan berhenti berkarya, ahli-ahli bangunan gak akan mampu mendirikan crane.

    plesmines

    Oktober 16, 2007 at 3:37 am

  32. Gw alumni Fisika Teknik ITB Tahun 00 Lulus 05 Kemaren.
    Dari Instrumen Engineer nyasar ke Programmer.
    Sudah 2 tahun Nyangkul di Korea di R&D Embedded LCD/PDP TV.
    Ga usah bingung kalo mau pilih jurusan..bisa debat kusir terus kan..ga bakal abis2.
    Apapun Jurusan Kita jadilah Profesional.^^.
    Kalo Kata Dosen Gw FOKUS PADA KEKUATAN SIASATI KELEMAHAN.
    Gw kuliah IPK ngepas POLL..kuliah ngulang sama angkatan bawah..huehue..tapi yang penting perkuat soft skill kita biar bisa ngejual..Sering2 ikut project dosen en jalin relasi keluar negeri.
    Insa4JJI jalan sukses itu ada..tinggal Doa, Usaha, Restu Orang tua end Lucky.

    Impossible is Nothing

    Kimchi

    Oktober 16, 2007 at 6:32 am

  33. maaf OOT, di indonesia power/pjb/pln itu gajinya (yang halal) brapa sih? kenaikan per tahunnya brapa persen?
    trims.

    abu rozin

    Oktober 17, 2007 at 9:49 am

  34. Apapun tekniknya, kalau sudah di dunia kerja pertanyaaanya cuma satu “Bisa kerja nggak?”

    galangkangin

    Oktober 18, 2007 at 3:28 am

  35. kok debat kusir kayak gini seh….???
    menurut gw seh semua jurusan bagus semuanya……
    cuma kita bisa mendalami bidang itu tidak…
    pasti semuanya ada rejekinya masing2….
    rejeki orang beda2, mungkin ada yang kerja g sesuai bidang, eh malah berhasil….
    yang penting gimana kita bisa menepatkan diri….

    Dhen Bagose

    Oktober 18, 2007 at 5:05 am

  36. Sekedar meneruskan wejangan mantan dosen :
    enaknya Lulusan TF, blm banyak yg tau, jadi pas diinterview ditanya apa yg dipelajari di TF ?
    bilang aja : Perusahaan bapak butuh engineer spt apa ?

    (alumnus TF yg nyasar di IT)

    Vader

    Oktober 19, 2007 at 7:00 am

  37. mas_mas,mbak2,q mo tx nic,kira2 da yg bsa memprediksikn klasifikasi jurusan diITS g’? q binguung,cz otakq g’ ckp memedai untuk mask fak yg sembrgn nic,mohon bantuanx y,cp ja dec????

    machi

    Oktober 20, 2007 at 5:27 am

  38. saya mahasiswa tf’06 ITB…
    Teknik Fisika itu bisa dibilang pembajak teknik,,,
    semua masalah engineering dibahas disini…
    terutama instrumentasi dan kontrol…
    tinggal bagian mana yang kita minati,,tinggal didalemin dan jadi pakarnya deh….

    tapi saya bersyukur bisa belajar di prodi teknik fisika,,,prospek luas…
    tergantung dari diri kita masing2 si ngeliatnya…
    “setengah kosong atau setengah isi”…ok!!semangat!!

    thoriq

    Oktober 21, 2007 at 5:18 am

  39. Tidak jarang lulusan teknik fisika (Engineering Physics) di Indonesia bekerja dibidang IT atau telekomunikasi. Lulusan TF sebenarnya bisa bekerja dimana saja di bidang engineering karena cakupannya yang luas. Saya rasa jika masih di bidang engineering hal ini tidak menyimpang dari bidang studi teknik fisika karena di teknik fisika, Anda diajarkan berbagai bidang engineering mulai dari sinyal/gelombang, mesin, generator, sensor, energi, pencahayaan, refrigerator, elektonika, mekanikal, kontrol, fluida, nuklir, nanoteknologi, optik/laser, suara/akustik. Jadi bahasannya TF itu multi disipliner sehingga saya rasa untuk menggeluti bidang apapun adalah mudah untuk para lulusan teknik fisika. Intinya prospek kerja lulusan teknik fisika itu sangat bagus, dan bidang kerja yang akan digeluti setelah lulus bisa difokuskan ketika mahasiswa berada ditingkat akhir dengan mengambil matakuliah yang sesuai dengan profesi yang diinginkan dan mengerjakan skripsi (tugas akhir) sesuai topik yang diinginkan.

    ii

    Oktober 22, 2007 at 2:53 am

  40. Klo boleh tau mas “f@ck1ng_henry76″ kerja di pershn apa? Kok kesannya menghina orang yang kerja di BUMN.
    Setahu saya selama ini (5x pindah perusahaan), belum ada 1 pershn pun yg mengadakan seleksi berdasarkan “grade” di PT.
    Kalau sukses atau ga, bukan cm dari keahlian me-manage orang dan budget, karena anda belum tahu yang namanya “specialist”. Jadi saran saya, kalau belum tau banyak, jangan menghina orang lain.

    Togog

    Oktober 22, 2007 at 8:44 am

  41. Teknik fisika…!!?? Apa itu…!!??
    Di dunia yang ada Teknik Fisika Cuman Di “INDONESIA”

    Sebenernya Teknik Fisika tuh buntutnya dari Teknik Mesin dan Teknik Elektro.

    Diliat dari Passing Grade Universitas Negeri
    Teknik Fisika Jauh Dibawah Teknik Elektro dan Mesin
    Jadi gak Jarang banyak anak Teknik Fisika yang Minder sama anak Teknik Mesin dan Teknik Elektro

    n sapa yang bilang di Teknik Elektro gak ada Process Control
    Masuk aja Teknik Elektro Bidang Studi Control System Engineering” disitu anda akan dipelajari tentang process control dan jauh lebih baik dari Teknik Fisika

    Jadi mending masukTeknik Elektro atau Teknik Mesin
    karena ilmunya lebih mendalam

    huehuehuehuehuehuehue
    “Alumnus Teknik Elektro bidang Studi Control System Engineering”

    NieaR

    Oktober 22, 2007 at 10:13 am

    • “Di dunia yang ada Teknik Fisika Cuman Di “INDONESIA””

      wkakaka, opini macam apa ini? coba anda search di google “engineering physic”. banyak mas di negara lain, malah di amerika udah jadi tren, disana udah jauh lebih bagus di banding teknik elektro.

      jadi begini pengetahuan anak elektro? malu2in aja, tmn saya anak elektro ga bego ky gini. alumnus mana sih? haha

      hadi

      Januari 8, 2010 at 10:28 am

    • eh siapa bilang teknik fisika cman di indonesia,,,,ngaco aja lu…di luar negeri namanya engineering physics ato applied physics…

      saya melihat lulusan teknik fisika jga gak minder sama lulusan mesin dan elektro,,,malah mereka lebih pede karena keahliannya lebih luas dan lengkap

      alumni TF UGM,sekarang kerja di chevron

      Januari 27, 2010 at 6:45 am

    • gtau nih..mungkin alumni elektro universitas gak terkenal di kota kecil kali..

      alumni TF UGM,sekarang kerja di chevron

      Januari 27, 2010 at 6:47 am

      • ato jangan2 alumni elektro dari UGM,ITB UI ato ITS,,duh malu banget ada alumni elektro ngomong kyak gtu..

        alumni TF UGM,sekarang kerja di chevron

        Januari 27, 2010 at 6:52 am

    • kalau diliat dari passing grade sih saya liat antara teknik elektro,mesin ato fisika hampir sama,,,teknik fisika mungkin dibawah sedikit dari elektro n mesin ,,tapi hampir sama jga,,,,,

      alumni TF UGM,sekarang kerja di chevron

      Januari 27, 2010 at 6:55 am

  42. Nggak usah debat kusir lagi deh. Tiap jurusan pasti ada kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Saya sendiri ketika kerja praktek menemukan adanya alumni Teknik Fisika (baik dari ITB dan UGM) yang bekerja di perusahaan minyak sekelas PT. Chevron Pacific Indonesia yang dulunya bernama PT. Caltex Pacific Indonesia (produsen minyak terbesar di Indonesia).

    Jadi bagaimana seseorang bekerja nantinya akan ditentukan dari pribadi masing – masing. Lalu jika ditanya apakah lulusan Teknik Fisika dibutuhkan? Jawabannya iya. Apakah ketika pertama kali kita masuk kerja kita akan langsung mengerjakan sesuai bidang keahlian kita yang mendalam? Jawabannya tidak. Tidak mungkin perusahaan berkelas akan membiarkan lulusan S1 tanpa pengalaman untuk langsung bekerja dan bertanggung jawab di bidang yang spesifik, meskipun lulusan tersebut mengatakan “saya telah mendapatkan materi yang dalam dari kuliah”. Yang ada adalah perusahaan akan melakukan tes rekruitmen yang berupa psikotes, forum group discussion, dan wawancara. Wawancara yang bersifat teknis pun tidak dibuat begitu mendalam. Setelah lolos rekruitmen, maka lulusan S1 akan ditraining terlebih dahulu dalam jangka waktu tertentu, tidak peduli apapun jurusannya. Tren dunia kerja sudah bergeser dari anggapan bahwa lulusan S1 adalah siap pakai, menjadi bahwa lulusan S1 adalah siap untuk dididik lebih lanjut.

    Sekarang tergantung mas Satriya sendiri, pilihlah jurusan sesuai keinginan. Tapi kalau ditanya apakah Teknik Fisika berpeluang? Mas Satriya tentu sudah bisa menarik kesimpulan.

    Nuring

    Oktober 22, 2007 at 1:59 pm

  43. Ngomong2 mas Satria sendiri mana nih comment-nya? Kok ga nongol lagi? apa sudah kabur ke luar negeri? atau jangan-jangan dah ke dunia lain????

    hahaha

    engineer elektro

    Oktober 25, 2007 at 9:10 am

  44. gw lulusan fisika, ngambil subjur instrumentasi n berkutat ama PLC waktu TA, skrg berkutat ama sun fire V890 ngurusin core network.. :D

    ga nyambung sama sekali pelajaran yg gw dapat waktu kuliah ama kerjaan gw skrg.

    tp yg pasti, yg kita bawa setelah kita lulus itu bukan nilai atau ilmu kita, tp mungkin menurut gw, kemampuan serta kemapanan kita dalam berpikir sehingga kita bisa memanfaatkan pengetahuan kita di bidang yg membutuhkan :)

    IMHO

    millrasyad

    Oktober 25, 2007 at 9:16 am

  45. buat niear..

    setahu saya TF dan mesin masih atas bawah, kadang tinggian TF kadang tinggian mesin
    Mungkin di eleeeek-tro memang ada proces control (1 atau 2 universitas) tapi apa iya, di eleeeeeek-tro ada mekanika fluida, perpindahan panas, operasi unit, perancangan alat proses, termodinamika, analisis termal, dan dinamika sistem sebagai elemen utama ilmu proses?? Kok bisa2nya ngomong kontrol proses di eleeeeek-tro lebih dalam.

    Kalo boleh tahu anda alumnus elektro mana??
    di tempat saya, antara MS, EL dan FT justru saling terintegrasi. kadang2 emang saingan kalo bikin robot tapi kami sangat akrab bahkan sering mengerjakan proyek bareng.

    FT buntutnya mesin dan elektro??? Yang bener….. ah… jangan ngaco…

    Instrumentasi dan Kendali sangat booming di akhir 60-an dan gencar2nya dikembangkan Teknik Fisika ITB. Dasar Kontrol itukan elektronika. Nah, elektro merasa punya tuh ilmu, makanya elektro “ikut2an” garap bidang ini. baca sejarahnya di buku 50 tahun teknik fisika…

    Trus, ilmu tentang AC yang sekarang banyak dikembangkan mesin bahkan menjadi beberapa dasar ilmu di mesin pertama muncul di Indonesia ketika hotel indonesia yang dilengkapi AC dibangun. Prof. Adiwijogo (FT ITB) menjadi pionir di Indonesia dalam mengkaji ilmu ini. Mesinpun “ikut2an” setelah ilmu ini dikembangkan lebih jauh oleh FT ITB. Nah, siapa yang jadi buntut??

    Kalo anda ngfambil sistem kontrol berarti anda sama saja kuliah di FT tapi cuma sedikit. Coba saya tanya, anda pernah dapat tuning control??? (harusnya sudah kalo anda ngambil sistem kontrol proses)

    who
    process control engineer
    ex-Newmont yang pengen balik ke kampus lagi…

    who

    Oktober 25, 2007 at 9:17 am

  46. sebenernya yang mau saya tanya bukan elektro wong saya gak pengen ke elektro kok. Saya kan nanya Teknik Fisika. Tapi makasih banget buat wejangannya. Bagi saya Fisika itu teman sehari-hari. Kakak saya teknik Kimia sekarang di Badak, Satunya Elektro UGM. Masak saya ikut2an kakak saya. Tapi kata kakak saya, engineer kontrol yang masuk Badak pas rekruitmen dulu semuanya dari Teknik Fisika gak ada yang dari elektro !! Pantesan kakak saya yang di elektro ngambil konsentrasi informatika, takut sama teknik fisika kali kalo ngambil kendali hehe…

    Yang jelas, saya lagi fight ni sama soal2 spmb sambil nunggu PMDK kalau2 diterima ….
    doain ya….

    Satria

    Oktober 25, 2007 at 9:28 am

  47. @satria
    klo kendali sih udah makanannya sehari2 anak TF n sebagian anak fisika yg ambil instrumentasi..

    klo yg dasarnya fisika baik itu teknik fisika atau fisika murni sekalipun, disiplin ilmunya bisa kmn2 kok, g usah takut porsi kerjaannya diambil yg dr disiplin ilmu yg lain :D

    skrg rata2 tmn2 saya yg el malah banyakan jd java programmer atau web programmer, trus anak if kerja nya ngapain? ada yg tau?

    millrasyad

    Oktober 25, 2007 at 9:34 am

  48. Saya lulusan Teknik Mesin UGM
    sekarang kerja di pabrik Motor yang katanya paling gede di Indonesia , bagian ENG
    disini ada lulusan TF di Procurement
    lulusan Fisika ITB di Logistik
    Sos Ek Pertanian IPB jadi Manajer HRD
    Elektro ITB ngurusin cutting tools juga ada
    Mesin/Elektro ITS banyak yang di Produksi
    sarjana sastra jepang jadi R n D, yang kerjanya neliti-neliti itu loh.
    malah lulusan Mesin ITenas ada yang jualan nasi uduk di kantor ama cukong sembako di kost-kostannya :)
    jadi jurusan mana aja bisa kerja di mana aj
    sesuai nasib yang digariskan oleh yang diatas.

    Saya malah kepingin keluar mo jualan burger ato mie ayam aja kayaknya duitnya lebih guedhe he he he….jadi joni (Jongos Nippon) terus capee deh…apalagi jadi Jojon (jongosnya Joni)

    Kalian-kalian kalo mau kuliah kuliah aja, jangan banyak mikir, mending liat acara mario teguh untuk menambah wawasan kalian….biar tidak berwawasan sempit..kerja gak harus jadi karyawan…jadilah PENGUSAHA…hidup entrepreneur.. ha ha ha…kalo mau konsultasi kirim ke email saya : janu_priambodo@yahoo.co.id ==> Mantan Tentor Bimbel Ternama yang terjebak di kawasan industri :)……capeeeee deccch

    Janu

    Oktober 31, 2007 at 7:37 am

    • Bener mas Janu. Saya alumni Teknik Mesin UI konsentrasi di Konversi Energi. Kerja malah di bag Instrumentasi dan Kontrol Engineering. Dapat training berkali2 di bidang itu sejak awal bekerja, akhirnya malah jadi spesialisasi. Menurut saya tidak ada ilmu yg tidak bisa dipelajari. Kalau punya basik nalar yg baik(kebanyakan lususan teknik), tidak sulit kok untuk belajar ilmu terapan lain. Cuma memang agak keringetan dikit kepalanya. Tapi yg paling penting di dunia kerja itu banyak banget ilmu terapan yg udah siap kok tool2 nya.

      Hanar Purwaka

      Agustus 25, 2010 at 2:21 am

  49. wah, pada serius banget.. :)
    apa yang ditulis mas janu, sy rasa mencerminkan dunia nyata di indonesia. banyak yang setelah lulus dari kuliah, malah bekerja/berkiprah di bidang yang bukan dia pelajari selama kuliah. sy dulu kuliah di teknik elektro, dr hampir 30-an orang teman kuliah, tinggal kurang lebih 5 org yang masih bergerak di bidang yg sama.

    jadi, kl saran saya buat temen2 yang masih kuliah, ato lg bingung mo milih jurusan buat kuliah, cari yang paling anda minati dan merasa tertarik. kl mo ambil jalan aman, cari jurusan yang banyak difavoritkan oleh orang. selama kuliah, jangan lupa bergaul dan menambah wawasan.
    dan nanti, jalanpun akan terbuka dg sendirinya untuk dipilih :)
    wirausaha?? kenapa enggak?

    me

    November 7, 2007 at 6:50 pm

  50. pada dasarnya baik Teknik Fisika, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin adalah merupakan saudara dari induk yang sama / sedarah yaitu berasal dari Ilmu exacta / ilmu pasti ( memiliki dasar yang sama ) dan kalau ada kesamaan baik sedikit atau dominan dalam hal mata kuliah bukanlah hal yang aneh melainkan hal yang wajar karena berasal dari induk yang sama, yang membedakan hanyalah konsentrasi dari disiplin ilmu apa yang akan kita ambil seperti halnya adalah materi yang terdiri dari zat gas, zat padat, dan zat cair

    Muhammad Fajar Arman
    Teknik Fisika Universitas Nasional
    Angkatan 2005

    Arman

    November 15, 2007 at 2:49 am

  51. Satriya, suka fisika bukan berarti harus masuk Teknik Fisika. Lebih tepat masuk ke jurusan fisika.
    Bicara tentang Teknik Fisika/Elektro/Mesin terutama Control Systems, merupakan bidang ilmu yang sangat generik. Bisa diterapkan dimana saja tidak saja di Industrial Processes, Power Plant, tapi bisa juga di sistem2 biologi, keuangan, ekonomi. Inti dari Control Systems itu bicara tentang kestabilan dan design kontroller. Ditelaah lebih lanjut, justru pemahaman aljabar linier dan real analysis, lebih penting ketimbangan pengetahuan fisika. Ada yang memplesetkan Teknik Kontrol/Kendali adalah Teknik Matematika.
    Jadi kalo suka fisika tidak berkorelasi penuh dengan jurusan teknik fisika.

    gre

    November 17, 2007 at 10:58 pm

  52. Yang jadi masalah, memang saya pengen masuk jurusan yang ada kata fisika tapi tidak mau jadi peneliti. Yah, mau gak mau ngambil teknik fisika (entah ketika pendaftaran spmb). Udah freak banget. Takutnya kalo dah gak minat duluan meski jurusan bagus, jadi gak minat kuliah… Sebenarnya pilihan ini sedikit banyak dipengaruhi teman sekantor kakak saya di Badak. Selain itu, saya juga tertarik energi terbarukan yang bikin penasaran karena banyak diomongin. Gimana gak penasaran, hampir tiap hari banyak berita mengemukakan energi terbarukan adalah satu2nya solusi krisis energi. Setelah tak cari2 ternyata cuma TF yang mempelajari energi terbarukan secara keseluruhan….

    satria

    November 27, 2007 at 9:47 am

    • dan satu satunya tf yang ngembangin energi terbarukan cuman teknik fisika ugm,,,,tf ugm melalui dosennya pak DR.andang widiharto bekerjasama dengan pt.geodipa,suatu perusahaan yang bergerak d bidang panas bumi….

      NN

      Januari 5, 2010 at 2:23 pm

  53. Saya juga teknik fisika ’06 itb,,,, Pertama sebelum spmb emang bingung mau pilih yang mana…. Ndak taunya, pas lihat di daftar jurusan pilihan, Fisika Teknik lah yang mengena dihati saya… Ternyata di fisika teknik itu banyak yang kita dapatkan baik teori fisika apalagi aplikasiya nanti (engineeringnya)… (Jadinya saya berpikir “tersesat di jalan yang benar , keren,, hehehhe). Memang teknik fisika itu terkenal dengan Instrumentasi dan Control-nya, tapi sebenarnya tidak hanya itu. Di jurusan ini kita juga mempelajari tentang material, mesin, fenomena termodinamika, konversi energi (seperti yang Anda inginkan, ini memang bersangkutan dengan energi alteratif yang terbarukan), desain material, fisika medic, fisika bangunan (nah yang ini banyak lagi bidangya, ada Acoustic, Pencahayaan dll), Pemrograman.. bahkan banyak bidang yang dipelajari di Teknik Elektro, mAterial, mesin juga dipelajari di FT. JAdinya, menurut informasi yang saya dapatkan, para alumni TF banyak yang kerja diberbagai bidang. Yang penting, kitanya harus fokus pada bidang mana yang kita minati…

    Fajri

    Desember 6, 2007 at 4:00 pm

  54. Mas, tanya donk.
    Ada temen nih, anak Teknik Fisika, sudah pengalaman kerja 2 tahun di sebuah perusahaan manufakturing elektronik. Dia pengen pindah kerja, tapi agak khawatir karena IPK nya kecil (2,5 an). Soalnya masih banyak perusahaan yang mencantumkan IPK Mininum di requirement nya. Padahal sih anak nya pintar. Dia sih pengen cari yang non manufacturing. Kira-kira posisi/perusahaan apa yang cocok dengan kualifikasi nya ya mas?

    Lina

    Desember 17, 2007 at 2:39 am

  55. Jurusan Mesin Berpeluang Dimana Seh???
    Tlg Jawaban@ Ya…Alfi

    Alfi

    Desember 17, 2007 at 2:04 pm

  56. Saya alumnus teknik Fisika ITB angkatan 99, sekarang sdg bekerja di Oil Company di Filipina. Sering mampir juga di Singapura, Malaysia, ama Thailand. Kalo menurut saya, yg paling penting dipelajari selama kuliah adalah kemampuan untuk “belajar”nya, “Learn how to learn” karena pasti setelah lulus, dimanapun kita bekerja pasti akan ada hal baru. How to Master Learning Skill…itu yg penting.

    Semua jurusan, asalkan dipelajari dengan sungguh-sungguh (apalagi IPK >3.5) pasti prospektif dimanapun & kapanpun :)

    Kemudian bagi temen2 yg udah terlanjur lulus dengan IPK yg tidak terlalu bagus, jangan berkecil hati. Asalkan punya spesialisasi, gaji USD 150-200 /day (ini gk salah nulis loh ya..) adalah hal biasa, bahkan bisa lebih. Asalkan punya spesialisasi & keahlian yg bisa dibanggakan di dunia internasional.

    Ayoo maju terus Bangsa Indonesia :)

    Adi

    Desember 17, 2007 at 3:05 pm

  57. ga usah debat antara elektro or TF . Kata orang di indosat bilang ” klo elektro itu belajar macem2 sebagai tujuan, kalo TF belajar yang elektro pelajarin sebagai tools” yang penting dari engineer adalah bisa men sinergiin semua ilmu buat design yg reliable. Gue bukan tf or elektro loh ……..tapi menurut gue sama aja sih, kebetulan bos gue TF ITB, yg terkenal dari pertama masuk, diakuin engineer handal coz bisa ngatasin smua trobleshooting mesin or listrik..ga ada yg nyangka kalo di fisika teknik.. btw kalo teknik kimia belajar apa lagi tuh?

    elvira

    Desember 24, 2007 at 3:47 pm

  58. wah kalo yang gw tau sih teknik fisika kurang ngejreng kalo brada di Indonesia…bukannya ngledek tapi emang kita banyak kenal yang namanya teknik elektro, mesin, dll ketimbang yang namanya teknik fisika, waktu gw bilang ke orang gw teknik fisika jawabannya “teknik fisika??” atau “apa tuh ya?” kaya kesannya baru dibuka aj tu jurusan, tp jujur aj kita masih bisa berkarya di luar negri dan membawanya kembali ke Indonesia ini untuk memajukan negri sendiri, karena saya juga masih mahasiswa TF ITB, IP butut jg g masalah asal jgn kekecilan soalnya khan jarang lulusan tekfis tapi kerjanya lumayan mencakup semua bidang teknik, jadi kalo mau masuk ITB piihan pertama kalo mau elektro pilihan keduanya tekfis ITB ajah ato ITS ato mana lagi dah yang ada TFnya,, hehe

    danta

    Januari 10, 2008 at 4:48 pm

  59. kalo cuma ngincernya kerjaan, yang, sebut aja, gaji fresh graduatenya besar (seperti di oil&gas company, gaji awal > 5 juta), maka TF juga merupakan pilihan yang bagus, temen2 saya pun anak2 TF banyak juga ko yang begitu lulus, ato ga lama stelah lulus langsung kerja di oil&gas company..
    kalo pun ga di oil&gas company, masi banyak ko prusahaan laen yang mo nampung lulusan TF, ada di bidang akustik& pencahayaan, bidang mechanical & electrical, kontraktor, dll sperti udah disebutin ama rekan2 laennya

    dari yang saya amati juga para alumni TF pada umumnya hidupnya di atas rata2..artinya hidupnya boleh dibilang makmur dari segi materi..

    kalo tiba2 kepikiran mo sekolah lagi (S2 dan seterusnya) setelah lulus, maka TF juga bisa menjadi tempat yang bagus , karena TF merupakan jurusan yang luas,,
    hal ini dibuktiin dari para alumni yang sekolah di berbagai jurusan/penelitian:
    ada yang ke mesin, elektro, teknik kimia, bioteknologi, teknik fisika lagi (applied physics kalo di LN), dll

    tapi yang terpenting dari semua, jangan memilih jurusan semata2 karena prospek kerjanya,, carilah yang sesuai minat & “hati”, jangan takut bahwa rezeki dapet dateng dari hal2 yang kadang jauh dari dugaan. karena kalopun anda masuk jurusan yang lebih “terkenal”, tetap saja ga ada yang bisa menjamin kalo anda pasti dapet kerjaan yang prospektif/bagus.

    (ditulis oleh salah seorang alumni TF)

    erzani

    Januari 17, 2008 at 8:57 am

  60. gw elektro ITB ’03 di kosan punya temen seangkatan dari MS, FT,TK. dari TPB (tahun pertama) bareng kosan

    saran gw:
    Silahkan pilih FT jika kamu merasa tertarik dan minat dengan hal yang kamu yakin itu menarik. Gak masalah FT, El, MS atau TK, lha wong kita gak pernah debat soal jurusan kita malahan kita saling nanya2 dan membantu.
    Tapi sekedar pengalaman di FT emang belajarnya nanggung sep Teori rangkaian nanggung, Elka nanggung, Digital signal processing juga nanggung ,Konversi nanggung gw dah liad sendiri. Namun nanggungnya itu kan diliat oleh gw yang secara langsung dapat SKS lebih banyak soal elektro (jadi gak emang gak bisa dibandingkan) sedangkan anak FT sendiri juga memiliki SKS lain yang khusus buat mereka.

    Jadi kesimpulannya:: Silahkan pilih FT karena kamu minat dengannya , jangan karena pengaruh orang lain. but faktanya emang gak ada teknik yang bisa berdiri sendiri siapa yang bilang Elektro hebat? toh ngambil termo ke mesin, Mesin ngambil Teori rangkaian ke elektro, Lab FT sama lab Kendali elektro juga kerja sama, Anak Informatika ngambil sistem komputer ke elektro, begitu pula elektro ngambil daspro ke if dll….

    semua teknik itu jadi hebat kalau saling membantu. Bohong! kalao ada yang bilang satu jurusan teknik itu super

    regards

    iqbal

    Februari 5, 2008 at 12:13 pm

  61. saya TF UGM angkatan 2006
    Kalo menurutq, mw elektro,TF,TM,dll itu adalah satu kesatuan..
    Kita adalah team..
    Kita Satu yaitu seorang Engineer
    Kata dosen saya sih emang bener TF itu nanggung,kita tahu banyak tapi gak dalem.. dan dari hal itulah kita memiliki kelebihan..banyaknya hal yang kita tahu dalam perkuliahan itu yang akan menjadi pondasi yang baik setelah kita lulus nanti..intinya selama kuliah kita sudah membangun pondasi-pondasi yang kuat dan tinggal gimana kita membangun dinding diatas pondasi-pondasi itu..
    tapi semua pasti ada kelebihan dan kekurangan..
    selama kita selalu positif dalam berpikir semua akan menjadi positif..
    Yang selalu bikin saya semangat dan yakin di teknik fisika adalah karena saya selalu melihat kelebihan2 yang ada..

    KMTF

    Februari 13, 2008 at 5:32 pm

    • kita adalah tim,tak perlu berdebat,kayaknya di ugm teknik elektro jg ga pernah ngrendahin teknik fisika begitu pula sebaliknya,,,,kita malah saling bersaudara,,lha wong kitajga 1 fakultas kok..organisasi bareng2,bwt robot bareng2

      NN

      Januari 5, 2010 at 2:27 pm

  62. saya lulusan teknik fisika ugm (fisika teknik) dan udah melalang buana di dunia industri dan EPC oil dan gas…jadi jangan kuatir fistek sangat prospek…saya pernah menjadi supervisor produksi karena ga cocok pindah jadi project control kemudian pindah lagi di BATAN Jogja (PNS) karena gaji kecil kemudian keluar pindah di EPC. saya sendiri sekarang menjadi pipeline engineer dan process engineer padahal background saya konversi energi karena di fistek UGM ada dua konsentrasi : instrumentasi dan energi…adapun untuk memahami instrument tidaklah sulit karena telah belajar juga…PLC, DCS bahkan SCADA..yang berhubungan dengan kendali. sensor2..transmitter2..kalau masuk fistek kamu bisa memilih spesialisasi dirimu…tapi jangan sampai terlena karena fistek UGM pengajarnya aneh2..kebanyakan dari lulusan jerman jadi cara jerman yang dipakai..mahasiswa harus aktif sendiri kalau tidak dijamin gak lulus2..dosen datang cuman ngasih tugas dan diskusi doank..menurut saya mending kamu masuk di teknik fisika ITS atau ITB karena sudah lama dan jaringan alumninya sudah luas…kalau dari UGM karena masih baru, maka jaringannya masih lemah..

    paijo

    Februari 16, 2008 at 4:11 pm

  63. Kalo saya sendiri bukan lulsan teknik fisika tapi fisika murni bidang minat komputasi dan instrumentasi.
    Maslah mau pilih mana terserah kita. menurut saya baik fisika maupun fisika teknik sama2 berpeluang.
    yang kita gunakan adalah logika dalam mengerjakan sesuatu didasarkan dengan ilmu kita dan itu sangatlah membantu kita.

    Instrument Engineer di Big Pulp n Paper Company

    Veliun

    Maret 15, 2008 at 4:11 am

  64. ya……………….kerja ama perussahaan yang punya orang asing disombong-sombongin… lama sda n sdm kita mereka ambil semua…
    Dimana Jiwa TEchnopreneur indonesia !!!
    Sudah saatnya kita bangkit !!!
    Gmn klw semua engineer indonesia yang handal bersatu dalam membangun indonesia . … jgn cuma pamer2 kerja di perusahaan mana yg lebih prestigous..

    AnaK PeACe-Tech (FT)

    April 2, 2008 at 4:26 am

  65. gmana pendapat senior2 FT dlm menanggapi kalo jur FT itu katanya “NANGGUNG”…

    Mr. richo

    April 2, 2008 at 1:38 pm

  66. menurut saya kata2 nanggung dalam mata kuliah Teknik Fisika itu tidak ada yang ada adalah belajar serius klo kepengen bisa, karena Basic Engineering itu sederhana tetapi komplit dan luas.

    dan mengenai antara T Fisika, T Mesin, T Elektro, T Kimia ,TS, Tek Industri, Tek Infor, Teknik Perbangan, Tek Perkapalan, Tek Nuklir, Tek Kimia, dll, kesemuanya adalah sama tetapi seperti kumpulan suatu persaman persegi banyak sisi yang mengerucut pada satu tujuan.

    dan yang lebih penting adalah rajinlah bertanya kepada yang mengetahui karena selama kita hidup akan selalu membutuhkan tempat untuk bertanya sampai kita di akhir khayat.

    NB :
    1. kita adalah banyak dan berinduk satu yaitu sains
    2. kita adalah engineering yang saya denger ketika terjun di dunia kerja kita adalah petugas paperwork yang mendisain dan merancang serta meninjau di lapangan/field dan semua itu tidak memandang asal jurusan tetapi satu yang semua orang ketahui bahwa kita adalah insinyur Indonesia.
    3. berhubung saya mahasiswa Fakultas Teknik dan Sains Jurusan Teknik Fisika Universitas Nasional disini tidak mengenal kamu adalah TF atau TM atau TE yang ada masing2 bersedia saling bantu dan mengisi karena sama2 punya keingintahuan yang besar dalam arti hidup berdampingan.

    Salam dari saya
    Muhammad Fajar Arman
    Teknik Fisika UNAS angkatan 2005
    JAYA INDONESIA
    JAYA INDONESIA
    JAYA INDONESIA
    JAYA INDONESIA
    JAYA INDONESIA!!!!!!

    Arman

    April 4, 2008 at 10:20 am

  67. Sebenarnya gimana sih ber-karir di bidang INSTRUMENT itu?
    gimana bisa insinyur TF bisa ahli di bidang itu? apa emang mata kuliahnya yang mendukung kesitu ya? contohnya?
    ini pertanyaan buat para senior2 TF, alnya aku tuh dah ngebet banget ama jur. TF ini!! jarang didengar tapi paten di dunia industri…. apa betul begitu…
    thank’s……

    Mr. richo

    April 4, 2008 at 10:51 am

  68. cek,cek

    Physic Engineer

    April 4, 2008 at 1:58 pm

  69. kalo masalah berkarier, sebenarnya teknik fisika itu tidaklah ter-kotak-kan hanya pada bidang instrumentasi saja, malah kedepan fisika teknik lebih mengarah ke bidang fotonik, advanced medical physic&instrumentation, also renewable energy.
    oh iya kalo mas satria/ mas richo ingin lebih mengetahui lebih jauh lagi mengenai apa sih “Engineering Physics” itu, monggo di buka aja situs di negeri paman sam and canada yang juga ngembangin bidang keilmuan ini:

    Physic Engineer

    April 4, 2008 at 2:02 pm

  70. 1. Cornell University http://www.aep.cornell.edu/eng10_page.cfm?webpageID=91
    2.Miami University
    http://www.cas.muohio.edu/advising/Majors/physicsandengphysics.html
    3. Princeton University
    http://www.princeton.edu/EngineeringPhysics/ or http://www.princeton.edu/pr/catalog/ua/07/EPP/
    4. McMaster University
    engphys.mcmaster.ca/
    5. UBC Canada
    http://www.engphys.ubc.ca/home.html
    6. Moscow Engineering Physics Institute (State University)
    http://www.mephi.ru/eng/sec3.html
    7. Stanford University
    http://www.stanford.edu/dept/app-physics/programs.html#undergrad

    n laen2, di search engine cukup banyak…so buat mas yang tertarik dengan fisika teknik, jangan takut untuk tidak mendapatkan “lahan” dalam mengembangkan keilmuan ini, couz semua bidang keilmuan nanti akan berusaha untuk mengarah ke “cabang pohon” keilmuan Engineering Physics
    juga, diakui ataupun tidak….”selamat bergabung di Komunitas Fisika teknik/Teknik Fisika/ Applied Physics and Science”, oh iya sebagai gambaran :
    1.kalo kamu tertarik lebih berat ke bidang instrumentasi, sebaiknya ambil ke teknik fisika itb aja, couz di situ kemapanan ilmunya emang sudah mature banget
    2. n kalo kamu tertarik ke bidang energi, teknik fisika ugm sebaiknya yang kamu pilih, couz di sini para dosennya (yang s2 n s3) emang lebih mengarah ke bidang itu nantinya, dengan tidak meninggalkan bidang instrumentasi &pengukuran lho…couz itu senjata mautnya anak fisika teknik.
    3. Kalo di Fisika teknik ITS apakah ada yang bisa memberikan gambaran kira2 seperti apa fokus terberatnya?apakah di bidang energi, istrumentasi, fotonik & material or what else….???sepertinya rekan2 its juga lebih ke instrumentasi n agak ke bidang optika laser ya?(mohon koreksi kalo ada salah penulisan n informasinya)
    NB:ini ada leaflet yang dibuat dari rekan2 fisika teknik its dalam mempromosikan jurusan mereka yang saya rasa cukup bagus, ini link nya:
    http://www.ep.its.ac.id/TF%20-%201.jpg
    dan
    http://www.ep.its.ac.id/TF%20-%202.jpg
    cukup keren, salut buat rekan2 fisika teknik ITS

    Oke, yang terakhir buat mas satria n richo….kalo kamu emang udah bulat mau memilih “fisika teknik”, sebaiknya kamu mulai sekarang tetapkan pilihan ke bidang ini, n jangan takut tidak bisa menyaingi bidang keilmuan lain, oke…???

    salam “PhysicEngineering The Master Key”

    Physic Engineer

    April 4, 2008 at 2:03 pm

  71. oh iya tambahan buat mas richo, apakah ilmu yang didapatkan
    ketika kita kuliah di fisika teknik dapat mendukung di bidang instrumentasi, saya pikir cukup banyak ya…dan saya mengatakan iya…untuk orang yang siap di train lebih lanjut. Contohnya di tempat kerja saya sekarang, mata kuliah di bidang fluid mechanic, fundamentals of Control Theory and Signal Processing, thermodynamics and Fluid and Heat Transfer
    cukup mendukung banget di bidang kerja saya di bidang reservoir-seismic and logging-measurement…yang penting mas richo harus menetapkan bila ingin kuliah di jurusan apa aja,,,…u harus be spesific di bidang tertentu n mempunyai dasar yang kuat dan cukup luas terdiri dari ilmu-ilmu fisika dan matematika, serta dasar-dasar engineering sesuai bidang yang mau u ambil.

    best regards,

    Physic Engineer

    April 4, 2008 at 2:15 pm

  72. almost forget…this is an additional link:
    eng.mcmaster.ca/prospective/physics.htm

    Physic Engineer

    April 4, 2008 at 2:55 pm

  73. blow-out..www.eng.mcmaster.ca/prospective/physics

    Physic Engineer

    April 4, 2008 at 2:57 pm

  74. Yo’a mas “Physics Engineer”… tapi kalau yang saya dengar2
    malah fistek ITS yg unggul di bidang instrumentasi-nya..
    and kalau ITB itu lebih ke bidang Akustik nya..
    tul gk??! rencana sih saya mau ambil fistek ITS..
    ada saran??….

    Mr. Richo

    April 6, 2008 at 2:11 pm

  75. Mr Richo, kalo dah masuk dunia kerja, basic lulusan teknik fisika tuh sama aja (yg dipelajari jg basicnya sama) tinggal kemampuan ADAPTASI & KEMAUAN belajar qt nanti yg sangat berperan..
    di tempatku, petrochemical company yg notabene 90% gas process, di bagian maintenance yg “bersaing” (secara sehat lho!) adalah T. fisika & T. mesin, tp qt saling membutuhkan ko’!ga ada yg ngerasa paling jago man!contoh: untuk sistem ESD compressor. kedua disiplin ilmu saling tolong-menolong. anak mekanik ngotak-ngatik bagian compresor & pump, anak fisika yg ngotak-ngatik vibration monitoring, oil ma interlock system. .
    lo nanti kalo kerja di gas/liquid proses company, ilmu basic kul anak TF sangat membantu.mulai dari Heat transfer, Fluid Mechanic, Thermodynamic, sensor technology, process control, digital control, pompa dan kompresor (aq ga ngambil hehe) dll. klo masalah kerjaan, yah dimana2 klo instrumentation control engineer ya dari TF, jarang (belum pernah denger) dari basic electro pa lg mesin, da yg keberatan?? hehe.
    itu mas “physics engineer” kayaknya satu alamamater nih, subject kuliah kayaknya aq jg pernah ngikut hehe. salam tuk semua physics engineer indonesia..

    cah fistek

    April 6, 2008 at 3:09 pm

  76. ayo mas “cah fistek”, terusin ceritana????kasih penyegaran bwt mas richo???oiya, kyknya kita satu almamater ya??jangan2 adek tingkat gw ye???kerja di petrokimia mana?
    gw di westerngeco skrng(sub-schumberger) Schlumberger Oilfield Services, Urb. Parque Humboldt Caracas, Venezuela…ayo mas “cah fistek”, ajak banyak2 temen2 mu gabung di schlumberger…kerjaaannya asik koq….tesnya juga gambang…2 hari full english, gax bertele2,..hehe.. n liburnya juga banyak…nie aja lagi off 3 minggu di Indonesia….best regards,
    VIVAT Engineering Physics

    Physic Engineer

    April 9, 2008 at 5:04 am

  77. oiya, bentar lagi gw mau move to brazil n sblumnya gw bbrapa bulan mau masuk “karantina” oilfield management site di Aberdeen, so di kabarin ya mas “cah fistek” kalo ada temen kita yg keterima di schlumberger, soale gw punya bbrapa rekan di jakarta n singapore yang dah position se level manager recruitment….ntar bisalah tak contact mereka masalah placement region kalian yang gax terlalu “extreme area”, kasihan juga kalo trainee engineer nya di tmpt yang remote bnget dari urban, yng lbh penting mrk keterima dulu or minimum ampe tahap interview full day….Suxses selalu….”Success Without Boundaries”

    Physic Engineer

    April 9, 2008 at 5:14 am

  78. Buat mas richo, kayaknya fistek emang lagi booming banget deh. Malah menurut saya saat ini paling bagus teknik fisika sama teknik mesin (syaratnya masuk 4 terbaik ITB, ITS, UGM, UI). Biasanya jurusan lain masih memikirkan persaingan antar univ. Sementara TF beda banget. Kita di Indonesia kan cuma 4. Persaudaraan kita kental banget. Tiap tahun bisa 2-3 kali kumpul bareng. Kadang-kadang di ITB, UGM, ITS dan UNAS. Tahu ini aja kita baru aja kumpul-kumpul di Jogja dan Surabaya.

    Antara keempatnya mana yang lebih bagus?? Sekelumit cerita, ada kakak angkatan saya yang baruuu aja keterima di salah satu EPC terbesar di Indonesia. Dari tekfis katanya 3 orang dan ITB,ITS dan UGM ada semua…

    Sekarang dasar instrumentasi justru lebih ke ilmu proses kayak termodinamika, heat transfer dll dasar lain kayak PID dan sensor sangat mudah dipelajari. Nah, di bidang ini (proses dan energi) kayaknya tekfis UGM dan ITB lebih baik. Dosen2nya hampir semuanya untuk bidang ini sudah S3. Tapi kalo bidang instrumentasi industri harus diakui ITB tetap yang terbaik. untuk bidang energi terbarukan, TF UGM yang terbaik karena memang core curriculumnya ada disana. Kalau ITS sangat bagus di bidang aplikasi laser. kebetulan, yang saya dengar dari anak elektro, ahli laser di Indonesia ada 2, satu di ITS dan satu di UGM. Yang jadi masalah, yang di UGM ini lulusan TF ITS dan merupakan murid ahli di ITS itu. jadi terbuktilah kehebatan TF ITS di bidang laser.

    Soal kerja saya pikir sama bagusnya.4 teknik fisika di Indonesia tetap akan diburu karena kurangnya lulusan teknik fisika saat ini…

    andhy

    April 10, 2008 at 3:54 am

  79. “”Saya sudah cukup Puuaaaassssss””
    hidup TF………
    akhirnya saya tau jg “apa sih TF itu…”…

    Mr. Richo

    April 11, 2008 at 2:02 pm

  80. kalo boleh tahu, mas ‘physics engieer’ dari FT mana??

    andhy

    April 11, 2008 at 10:48 pm

  81. mau nanya sama kakak2 semuanya…teknik fisika itu kalau di indonesia di universitas mana ya yang bgus untuk membuat bom?soalnya saya kepingin benget n tertarik menjadi teroris yang professional…trims yaa

    anton

    April 12, 2008 at 9:25 am

  82. Bomb apaan skrg???
    bombsex yaa!!! just kid…

    Mr. Richo

    April 13, 2008 at 2:01 pm

  83. gilaaaa…
    obrolannya pada seru banget…
    yang pasti aye alumni FT, dan sekarang malah lebih heboh ngacak2 dunia mekanikal-elektrikal.
    dulunya seh di kantor dikuasai anak2 mesin dan elektro, tetapi tidak kedepannya. cos, engineer2 mudanya sekarang kebanyakan dari FT. katanya bos sih karena lebih luas dasar ilmunya (ya elektrikal, ya HVAC, ya instrumen -kontrol, ya IT nya juga).
    kalo ada yang bilang FT cuma ada di indonesie, saran ane cuma satu :”sering2 browsing ke univ gede di LN dunk??”
    *piss

    syofuan

    April 13, 2008 at 11:47 pm

  84. kalo ada yang bilang FT cuma ada di indonesie, saran ane cuma satu :”sering2 browsing ke univ gede di LN dunk??”

    wuadaw…kykne ude dibhs de mah mas “Physic Engineer” diatas sblumne, wuadow..mas “syofuan” ketiduran ya???

    Combat-Obat-Mencret

    April 14, 2008 at 9:38 am

  85. maunya buat bom cinta nich…lagie kesengsem sama “Aura Kasih-Mari bercinta” nich….coba dee’ di browsing di sini”
    youtube.com/watch?v=y57CPQmT0rg…aduh sexy nya…ajarin dhouwnk buat bom cinta….kali aja mas-mas om-tante teknik fisika yang jago2 bisa membantu….bisa tokcer banget dech

    Combat-Obat-Mencret

    April 14, 2008 at 9:42 am

  86. hihihihihihi1000000000x……topik teknik fisika nya diganti ama “Aura Kasih” Aja dhounwk….lebi muanteb…grazias

    Combat-Obat-Mencret

    April 14, 2008 at 9:44 am

  87. yah jgn digantilah…
    wong ini buat orang2 yg mgkn blum tw apa ituw TF…
    n buat para senior2… yah kalo masih ada masukan…
    yah dimasukin aja yah..yah..yah…
    thank’s b4…

    Mr. Richo

    April 14, 2008 at 2:43 pm

  88. Yang pasti, teknik fisika yang ngajarin bom cuma di TF UGM. Dijamin. Bahkan kalau gak salah, ada alumni yang sekarang kerja di PT DAHANA (BUMN pembuat bom nasional). Terbukti kannnn

    minimagz

    April 17, 2008 at 5:44 am

  89. mas2 senior, aq TF ITS, bingung nentuin bidang minat. ada yang punya pandangan??? mohon pencerahan…

    aad

    April 18, 2008 at 10:23 am

  90. dear aad…..
    gak usah pusying2 deh ambil konsen minat…
    ambil aja konsen instrumentasi-kontrol…dijamin masa depan udah bisa baek koq….tinggal doa n ikhtiyar aja….
    n jangan lupa perdalam ilmu kontrol dari basically ampe advanced process control…pelajari software2 yang related ama instrumentasi kyk Citec SCADA, intouch Wonderware,matlab, real-time simulink ama
    plant industrial simulation…..perkuat bidang ilmu kita:PFD, P&ID, PID, ama sensor2 n final control element (control valve) nya…..yakin manteb dech…sukses slalu

    rambo

    April 22, 2008 at 1:58 pm

  91. tuk mas “physic engineer”, aq mo tanya klo di schlumberger tuh anak fistek jd apaan, maintenance engr ato instr engr. aq pernah dihire ma baker Hug, mas pst tau sapa baker (saingan situ), tp jd jr maintenance engr, wkt tes practical, krjnya ya maintain instrmen2 bor gt (calibrasi,mainan osiloskop, yah elektronika banget, ga da instr prosesnya). mnurutku boring banget, kaya technician aja tuh, (ngapain cr S1,cr ja D3) mknya aq tolak..
    mohon pencerahab descr job di schlumberger untuk fistek/instr engr. thanx

    cah fistek

    April 25, 2008 at 10:18 am

  92. teknik fisika merupakan teknik yang serba bisa! Bayangin, karena kita mempelajari semua dasar ilmu yang di pelajari orang-orang teknik. Tapi klo gak kuat jangan sekali-kali mencoba masuk teknik. ini bukan falkultas biasa. Semangat buat satria!

    wahyu32900

    April 28, 2008 at 9:42 pm

  93. saya lulusan tf UGM kerja di BP jadi instr engineer kerja cman mondar mandir n pura2 kerja dibayar lumayan heheheh…..
    hidup TF

    bonjovi

    April 29, 2008 at 3:04 am

  94. to bonjovi: jangan nipu dech…dosa tau….emang kamu di bp mana?divisi mana?perasaan kagak ada deh orang2 yg kerja di BP cuman dibawa mondar mandir n pura2 kerja….bohong itu dosa mas

    leviansyah-WellHead Control Engineer@BP West Java

    leviansyah

    Mei 2, 2008 at 8:22 am

  95. buat tambah-tambahan …..

    saya lulusan teknik fisika ITS ’07 …..
    saya wisuda bulan maret 07 dan mulai bekerja pada maret 07 juga ……. sebagai system engineer ……

    selama bekerja saya menjadi bagian dari team yang mengimplementasikan sistim otomatisasi di pabrik ajinomoto mojokerto factory.
    sekarang sedang dalam proses mengimplementasikan gas metering system untuk pipanisasi sumatra-jawa milik PGN.

    (pada awal masuk kuliah hingga lulus, perasaan ragu akan jurusan yang saya pilih “TF” selalu ada karena pertanyaan “apakah jurusan TF itu, berprospekkah?” selalu muncul silih berganti ….. bahkan saya sendiri dulu juga pernah melontarkan pertanyaan yang sama)

    Tapi setelah saya berada di dunia kerja, saya malah merasa senang telah mengambil kuliah di Teknik Fisika ….

    Bidang kerja saya instrumentasi dan control, tapi saya bisa nyambung ketika orang Mechanical sedang membicarakan HVAC (Heating Ventilating Air Conditioning) system …..

    Saya sebutkan beberapa tempat kerja temen2 seangkatan saya (angkatan 02 TF ITS):
    – Yokogawa, Honeywell (Vendor)
    – IKPT, Rekayasa Industri, Tripatra (Kontraktor)
    – Energi management Indonesia
    – VICO
    – PJB
    – PLN
    – dll

    ba_dank

    Mei 7, 2008 at 4:47 am

  96. TF” why not?

    Mr. Richo

    Mei 7, 2008 at 3:49 pm

  97. aku Mahasiswa TF UGM 06…….
    jika kamu bener-bener minat pada Fisika
    T fisika is the best choice

    you can learn and apllicate your knowledge about science to be a technology…

    Bravo Teknik fisika ……………………….

    mr_@

    Mei 7, 2008 at 4:41 pm

  98. Saya bachelornya dari Computer Science, kalau saya boleh memilih lagi dari awal, saya akan memilih teknik Fisika. Karena bidangnya luas sekali dan kita mempelajari mechanical engineering, electrical engineering maupun informatique. Masalah spesialisasi, bisa diteruskan di tingkat master/PhD.

    Di dalam dunia kerja/riset, pengetahuan multidisipliner sangat dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan suatu persoalan.

    Sebagai contoh sekarang saya mengembangkan suatu defect inspection system untuk Perusahaan raksasa di Perancis, selain concern pada image processing dan computer vision, saya harus juga berusaha mati-matian untuk mempelajari juga optics, instrumentation dan control system. Saya yakin kalau dulu kuliah di TF, saya tidak perlu berusaha sekeras ini.

    Adhi

    Mei 7, 2008 at 11:19 pm

  99. wih akeh wong TF ngumpul hahahaha….

    jangan,,jangan masuk Teknik Fisika…

    susah cari kerjanya…

    saya aja lulus bulan september ’06 tapi baru dapat kerja bulan juli’06 jadi saya harus nunggu – 2 bulan dari waktu lulus saya baru dapet kerja…

    banyak yang temen2 saya yang senasib ama saya…

    jadi tolong dipikir2 lagi lah kalo mau kuliah di Teknik Fisika..

    =P

    _RrIk_
    +mantan dewan adat+

    engineer ajaran

    Mei 10, 2008 at 5:59 pm

    • WAKKAKA UDAH KERJA SEBELUM LULUS YA…
      EMANG BANYAK PULA TEMEN2Q DI TF UGM YANG BEGITU

      seto

      Januari 27, 2010 at 12:34 pm

  100. Sebenernya mau teknik apa aja kek, mau jurusan apa aja kek, kalo emang bersungguh-sungguh belajar dan bekerja bakal jadi orang kok.

    So, kalo emg minat di T. Fisika ya hajar ajalah….
    Cepet2lah lulus dan cari kerja supaya membahagiakan org tua:)

    Saya dulu kuliah bidang T. Informatika, tetapi malahan kerja di bidang Telekomunikasi yg beda banget dg bidang studi saya dulu (di kul saya mendalami bidang distibuted system development).

    Sempet juga pas awal bekerja, saya kecewa dengan jenis pekerjaan yg menurut saya “kuli” dan harus bekerjasama tim dan ga ada intelek2nya (saya terbiasa kerja sendiri untuk mendevelop system).

    Namun lama kelamaan baru merasa enjoy dengan kerja saya dan hasilnya yg sangat jauh dari bayangan saya sebelumnya

    Just 2 of my cents

    — cheers–

    someone far from here

    Mei 10, 2008 at 6:54 pm

  101. TF ITS adalah tempat dimana semua sinergi kehidupan terjadi (ini berdasarkan pengalaman pribadi hehehehe…)

    kalo pengen merasakan indah dan bahagianya kamu hidup tanpa punya UANG sepeserpun…(tapi kamu masih punya teman)…TF ITS is wonderful place…

    as all of guys know…life is wonderful…
    salam ama temen-temen GREEN CORP…semoga mimpi kita terwujud…amiiinnn…

    -Alumni TF ITS yang lagi ngerjain project negara-

    mag0_art

    Mei 11, 2008 at 11:37 am

  102. nganu….

    terus terang t.elektro punya chance lebih besar drpd t.fisika kalo kamu pengen cari kerja. tapi kalo kamu pengen enterpreneur mungkin t fisika lbh baek karena tau macem2 n banyak tekanan takut gak dpt kerja, wahahaha (tambahin jg IP nya nasakom)….

    yg t.fisika gak usah senewen, aku jga lulus dari sono!!!
    yg t. elektro selamat!!!

    Pak K

    Mei 14, 2008 at 6:57 am

  103. Jaman sekarang niey ya yang penting “BISA”

    Banyak tokoh terkenal sebagai kiblatnya seperti, Thomas Alfa Edison dianggap bodoh pada masa kecilnya tapi akhirnya menemukan bola lampu karena dia yakin dalam 108 kegagalan pengujian kawat filamen setidaknya dia tahu letak kesalahannya sehingga pada pengujian 109 ditemukan kawat untuk filamen lampu adalah “WOLFRAM”

    Bill Gates yang tidak pernah menyelesaikan kuliahnya di Harvard University tapi akhirnya menjadi “The Founder of Microsoft” karena dia yakin jalan yang diambilnya dengan melakukan riset dan penelitian di bidang komputer.

    Begitu juga dengan memilih jurusan..

    Yakini bahwa jurusan anda terbaik yang dapat merubah hidup anda, jiwa yang positif, ilmu yang positif juga, tetep aktif bergaul karena bisa bertukar ilmu dan kembangkan rasa ingin tahumu…

    UNTUK PROSPEK PEKERJAAN POKOKNYA WAKTU DI TES AMA PERUSAHAAN POKOKNYA SIKAP, PENAMPILAN & BISAAAAA….
    1. tes wawancara
    2. tes keahlian

    NGGAK LIHAT IPMU BERAPA, JURUSANMU APA, IJAZAHMU BERAPA???

    PERHATIAN!!!
    SEKARANG ADA PEMBUATAN IJAZAH PALSU LHO, PERNAH LIHAT TV GAK, MAKANNYA BENER2 MANFAATIN KULIAHMU, OK…

    konsultasi hub: 081805355925

    CERAMAH

    Mei 15, 2008 at 2:56 pm

  104. Prospek Teknik Fisika lumayan bagus kok…
    Contohnya aja ada anak TF yang jadi Menteri, yaitu Pak Kusmayanto Kadiman yang jadi menristek…

    Nyantai aja…

    Klo mo searching apa sih yang dipelajari di teknik fisika, coba dilihat kurikulum dan mata kuliah yang diajarkan pada web universitas yang punya jurusan teknik fisika…

    Prospek Teknik Fisika

    Mei 15, 2008 at 3:48 pm

  105. yg penting setelah lulus langsung melanglang buana di lucent, motorola, nortel. sekarang balik kampung di mobile-8. gaji dan bonus di fren tetep berlipat lipat..

    actNow!

    Mei 15, 2008 at 5:15 pm

  106. alumni TF ITB.

    actNow!

    Mei 15, 2008 at 5:16 pm

  107. [...] Sangat menarik memperbincangkan tentang Teknik Fisika di berbagai blog antara lain blog priandoyo, mas okto dll. Saya sempat membahas topik ini di Forum SPMB, dan posting Jurusan berprospek 5 tahun [...]

  108. yeah..yeah…
    go teknik fisika..go!!!!

    mike

    Mei 27, 2008 at 12:41 pm

  109. disebalik TF, ternyata ahli Fisika Bangunan itu dari SMA 1 Yk lho, di ITB ada Dr. Sarwono, alumni Teladan87, S3 dari inggris, di UGM ada Sentagi Sasetyo utami, M.Sc (lagi S3 di USA), S1 dari arsitek UGM, S2 Akustik BYU, alumni teladan93.

    anehnya temennya satu angkatan Dr. Joko Sarwono di SMA 1 Yk, Pak Balza Achmad yg lagi S3 di Elektro UTP (bidang instrumentasi), juga dosen Teknik Fisika, yaitu di UGM.

    di TF UGM juga banyak alumni SMA 1 yk lainnya, ada Dr.Yudi Utomo Imarjoko (teknik nuklir) tld81, Dr.Eng. Kholid Ridwan (Energi), tld93, ada Abram Perdana, Cand. Ph.D di swedia(Wind Turbine generation) tld93, ada Bp. Rachmawan (energi) ketua OSIS angkatan tld90.

    kalau yg disebut ahli Laser di TF UGM diatas pasti Bu Faridah, lulusan ITS, tapi kayaknya gak ke laser lagi soalnya S2nya di NTU sudah ke bahan semiconductor (elektro NTU)…di TF ITS pasti Pak Dr.Sekartejo tapi dia S3 nya di optika Laser UI, jadi untuk laser kayaknya jago UI dah.

    Joko

    Juni 30, 2008 at 9:40 am

  110. Yang namanya prospek kerja dari lulusan teknik fisika bisa dilihat dari perusahaan-perusahaan yang membutuhkan alumni teknik fisika. Hampir beberapa perusahaan besar yang saya tahu membutuhkan lulusan teknik fisika. Mau ke luar negeri jg bisa. Sekarang tergantung dari kamu mau kembangkan diri di bidang apa. Kalo km suka fisika pasti bidang yang kamu senangi ada di teknik fisika. Tidak menutup kemungkinan juga di jurusan teknik yang lebih spesifik. Itu tergantung kamu, caranya cari tahu bidang yang dikembangkan di jurusan tersebut…

    inst_eng

    Juni 30, 2008 at 11:02 am

  111. Hi semuanya, sy lulusan TF ITS angk. 9X , dulu waktu UMPTN TF saya jadikan pilihan no 2, no 1 nya adl Teknik elektro UGM, mungkin karena nilai pas2 an jd diterimanya di pilihan 2. Biarpun berat pada awalnya (karena gak niat dan males belajar) tapi akhirnya bisa lulus juga. Di TF saya mengambil prodi Konversi energi yg katanya kembarannya mesin. Tapi emang benar pada saat tes kerja pertama kali disebuah perusahaan Jepang, yang dibutuhkan adalah sarjana mechanical, mungkin orang HRD nya mengerti ttg jurusan TF jadi saya ikut di panggil. Dan bisa lulus dengan mengalahkan calon yang benar2 lulusan mesin. Akhirnya saya tekuni pekerjaan tersebut meskipun gaji tidak terlalu besar dan memang masih ada hubungan nya dengan kuliah saya di TF. Setelah berkarir dibidang yg sama selama 5 tahun, saat ini saya sdh bekerja peruasahaan asing, yang langsung menduduki level manajerial dan bayaran yang sangat jauh dari tempat saya bekerja terakhir kali. Ini bisa saya dapatkan karena kekonsistenan dalam berkarir. Jadi buat satria silahkan masuk TF dimana aja, jangan khawatir untuk takut akan susah bersaing dengan jurusan lain.

    VIVAT TF !!!!! Vivat!!, Vivat!!, vivat!….

    OYTES

    Juli 3, 2008 at 7:16 am

    • Hahaha… VIVATnya salah tuh mas… ;p 2gether 4evernya mna..???

      Arek F42

      Desember 14, 2009 at 11:46 pm

      • vivat solidaritynya juga kurang. hehe

        calon F44

        Januari 8, 2010 at 10:45 am

    • Ketahuan klo gak melok pengkaderan…vivat aja lupa..
      peace mas…:)

      AM2010

      April 10, 2011 at 9:01 am

  112. Masalah jurusan kenapa harus ribut si..yang pasti saya juga lulusan tf, tapi gak maniak2 amat. kalo dasarnya suka ma fisika ya teknik fisika bisa jadi apa aja. jujur saya waktu lulus juga gak ngerti mo kemana, sedih juga karena lulusan tekfis belum dikenal luas, jd kadang ada perush yang mencantumkan lulusan blabla untuk instrumen tidak termasuk teknik fisika. tapi hebatnya teknik fisika dasar teknik nya kuat banget. dikembangin jadi apa aja jadi. saya pernah kerja di mekanik 5 taun sampe ke perush terbesar, sekarang pindah ke instrument engineer tanpa training tapi belum setaun sudah pegang instrumentasi se pabrik bisa bisa aja tuh.. di tekfis bagusnya kita tidak berkutat di satu profesi banyak hal yag jur lain belum kembangkan tapi di tekfis sudah, itu hebatnya. jadi pada saat butuh malah tekfis sudah siap menghadapi itu. jangan salah juga tekfis memang bukan jur bidang pemrograman komputer. tapi dasar instrument yang memahami banyak dasar ilmu seperti proces mekanika dan elektronika mau gak mau proses pemrograman meruapakan hal yang tidak bisa di pisahkan . jadi lah banyak lulusan teknik fisika yang berkutat di daerah pemrograman. karena apa kalo untuk instrumentasi engineer ada bagian dcs engineer atau PLC engineer itu bagian yang isinya murni pemrograman plus mengerti process di lapangan. instrumentasi sendiri lebih berkaitan dengan peralatan di lapangan untuk masalha desain maintenance calibration dan system dan satu lagi bidang yang akan berkembang di instrumentasi yaitu documen engineering yang lebih berkaitan dengan drawing PID PFD dll di bidang mekanika tekfis juga berkembang khususnya untuk vibration engineer kenapa?? karena di vibration engineer pengetahuan tentang matematika tingkat tinggi nya ke pake khususnya transformasi fourier nya , banyak anak mekanik yang nyerah kalo dah masalah ini jadi untuk vibration aja yang nota bene punya nya anak mekanik banyak di pegang sama anak tekfis.. lucu kahn?? walau pun di mekanik jg dapet mekanika tingkat tinggi tapi tujuan dari jur mekanik sendiri itu tidak berkembang ke arah itu, sedangkan di tekfis transformasi fourir, laplace, z dll dah makanan sehari hari dari tahun pertama kuliah sampe lulus. jadi kalo lulus tekfis nya pinter .. masalah matematika tingkat tinggi gak minder deh…
    di telekomunikasi apa yang berkembang dari anak tekfis? selain dasar programingnya di telekomunikasi itu sedikit banyak berkembang dari ilmu instrumentasi dalam kata lain cuma sub bidang instrumentasi juga.. jadi wajarlah anak tekfis bisa berkembang juga di telkom, dan perlu diinget juga inti dari ilmu telekomunikasi juga dari transformasi fourier… kalo ma anak elektro okelah mereka juga sedikit banyak berkutat di daerah ini.
    itu semua belum termasuk di bidang energi yang memang gak ada lawannya ( jur lain memang gak ada yang spesifik tentang ini) optik (kabel optik dan laser) fisika bangunan (pencahayaan dan akustik) setau saya dulu itb selalu mengagungkan akustik dan fisika bangunannya. selama kuliah gak pernah di tonjolkan instrumentasi nya. ugm itu tekfis nya jur baru.. setau saya kenapa ada jur itu .. salah satu nya dosen tekfis ugm banyak dari tekfis its.. bu farida ..ya itu salah satu teman saya juga.. gak nyangka ada yang bilang dia dah jadi ahli optik… bagus lah saya senang mendengarnya… jadi gak ada ga pe de nya lah jadi anak tekfis ..justru dengan cara banyak tau tentang banyak ilmu kemungkinan anak tekfis jadi pemimpin/manager itu di mungkinkhan sekali untk bisa membawahi mesin, elektro dan instrumentasi itu sendiri (maintenance manager)

    Wong TF

    Juli 9, 2008 at 12:53 pm

  113. ya…ya…, inti nya teknik fisika/fisika teknik yang paling hebat yaaa?hidup deh buat para tentara2 dari jurusan itu….ntar jurusan laen kayak elektro,mesin,sipil n semua “school of engineering” laennya dilebur aja jadi satu jadi faculty of Enginering inside Physics Engineering….lha kumaha’ atuh….khan fisika teknik udah bisa semuanya…….btw, koq lebih banyakan orang nyari alumni elektro ya dibanding fistek?en yang jadi entrepreneur juga banyak yang dari elektro…contohnya aburizal bakrie dngn bakrie telecom n taipan bakrie brothers also lapindo brantas(upzzz…..no politic, pliz) n arifin panigoro dengan MEDCO energi juga dari elektro en banyak lagi alumni2 elektro from around the world yang dah unjuk gigi, n temen2 ane di schlumberger skrng banyak yang dari elektro, ada juga 1-2 orang anak fistek itb yang di qatar n balikpapan,setauku lho..ayo dhownk, mana alumni fisteknya???ntar kalo dah banyak kita2 juga mau koq jadi satu payung “raksasa” dengan kalian???hehehe

    alumni elektro itb

    Juli 24, 2008 at 12:03 am

    • halah gak usah ribut milih jurusan….semua teknik bagus,,semua punya kelebihan dan kekurangan masing masing..yang penting kita dapet ilmu di bangku kuliah spy lebih mudah adaptasi d dunia kerja,,sy kira alumni dari teknik fisika bisa lebih mudah beradaptasi di dunia kerja karena basic ilmunya yang luas,mereka belajar mekanikal dan elektrikal sekaligus,,mereka belajar tentang kontrol dan proses industri sekaligus..adaptasi yang cepat itu jga diakui oleh lulusan mesin dan elektro…

      SALAM MAHASISWA UGM

      SESEORANG YANG BEKERJA DI PT.CHEVRON

      Januari 18, 2010 at 2:17 am

      • fistek memang hebat..chevron juga sangat membutuhkan alumni dari teknik fisika dan geologi,,,,,

        alumni TF UGM,sekarang kerja di chevron

        Januari 27, 2010 at 7:06 am

      • Assalamualaikum,
        mau tanyak,klo kuliahnya Teknik fisika UGM berat gak?masalahnya aku suka sm pel fisika,tp blum yakin ada bakat d situ.makasih

        wassalamualaikum.

        Adnan

        Januari 17, 2012 at 8:58 am

    • YA EMANG TEKNIK FISIKA ADALAH TEKNIK PALING HEBAT

      seto

      Januari 27, 2010 at 12:36 pm

    • NIH ALUMNI ELEKTRO ITB TAPI KOK GOOOOOOOOOBBBBBBBLLLLLLLLLOOOOOOOOOKKKKKKK BANGET SIH….YA JELASLAH BANYAK ALUMNI ELEKTRO YANG JADI PENGUSAHA,,,,LHA WONG LULUSANNYA JGA BANYAK,,,,PALING RATUSAN RIBU PER TAON…….BANDINGIN MA TEKNIK FISIKA…CMA 500 PER TAON……..TAPI HAMPIR 100% LULUSAN TEKNIK FISIKA TERSERAP KE DUNIA KERJA….

      seto

      Januari 27, 2010 at 12:39 pm

    • YAH JANGAN DIBANDINGIN DONK,,,,,ALUMNI ELEKTRO MA TEKNIK FISIKA……..KAN TEKNIK FISIKA CMAN 5…….GOBLOK BANGET ALUMNI ELEKTRO ITB

      seto

      Januari 27, 2010 at 12:43 pm

  114. ya……sudah berapa kali dibilangi…….
    kan FISTEK adanya cuma di 4 universitas!!!!!!
    eeeelllleeeekkktttrrrooooo????!!!!!!!!!!
    hampir di seluruhhhhhhh univ. masssss!!!!!
    MAKLUM aja jarang lw lihat!!!
    n jelas aja kalah bersaing kalau dari segi nama n jumlah almamater!!! ya otomatis lw bakal jarang ketemu ma alumni fistek!!!
    n klw soal mata kuliah??
    kn emg betul cakupan fisika luas!!!benar gk??betul gk??
    wong namanya teknik fisika/fisika teknik!!!

    kritik puuueedasss!!

    Juli 28, 2008 at 7:07 am

  115. Sebenarnya tf itu dibuat untuk memenuhi kebutuhan bidang rekayasa untuk dua hal yaitu bidang yang mapan secara science dan layak untuk dikaji aplikasi nya ke engineering tetapi belum punya “rumah” misalnya nanotechnology, semiconductor material dll, yang kedua adalah untuk bidang engineering yang interdisipliner, memang kalau kita bicara intrumentasi dan kontrol kita akan bicara interdisipliner misal saat kita akan mengontrol suhu sebuah furnace maka kita akan di hadapkan sensor apa yang cocok, kalau begitu kita harus mengetahui fenomena fisis dalam furnace seperti neraca panas dan neraca massa nya shg tahu berapa suhu yg bekerja di sana, lalu sensornya apa, kemudian agar data sensor nggak hilang gimana ngolah sinyalnya, lalu pengontrol apa yang digunakan dan sebagainya, nah di sini yang dikaji di tf khususnya kalau bicara instrumentasi, emang sih sekarang yang ngembangin hal demikian nggak cuma tf, saya biarpun alumni dari tf pernah juga ngajar di elektro dan memang arah bidang kendali di elektro sekarang mirip saya waktu kuliah S1 di tf dulu, nggak lagi cuma bongkar kontroler doang, ya itu sah2 aja karena trend dunia untuk pendidikan engineering sekarang emang gitu, lebih meberikan hal2 umum kepada mahsiswanya karena cepatnya perkembangan teknologi

    Kalau masalah dunia kerja sih menurut saya pengetahuan engineering memang penting tapi harus di akui apa yang di dapat dikampus memang belum cukup, tapi yang lebih penting adalah soft skill da kecepatan belajar, ingat sekarang sekat2 antar bidang engineering sudah tidak kelihatan lagi, kalau kita ngomong mechatronics misalnya, dia masuk mesin, elektro, komputer atau apa, ya semuanya bisa masuk, jadi dua hal tadilah yang utama saat anda di dunia kerja. Memang benersih kata temen saya yg seorang project manager di sebuah perusahaan kimia di jawa timur pernah erita bahwa alumi tf punya keunggulan cepat beradaptasi karena pengetahuan dasarnya luas, tetapi saya rasa asal kita mau bekerja keras untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan maka kita akan diterima.

    Kalau memang tertarik di tf silahkan aja yg jelas serius dalam melakukan segala hal. Temen2 saya di TF dulu juga nggak susah nyari kerjanya, dan masuk diberbagai bidang termasuk di bidang pendidikan dan penelitian kayak saya walaupun saya ngajarnya nggak di tf lagi. tapi ya saya syukuri saya bisa lulus dari tf sebab saat saya jadi dosen sekarang justru saya bisa ngajar ke berbagai jurusan, nggak cuma di jurusan saya saja. Tapi di manapun anda kuliah saat anda niat jadi engineer maka satu yg harus anda pegang yaitu kemapuan untuk belajar cepat!!!!

    tauhid

    Agustus 2, 2008 at 4:57 am

  116. Mas Anjar, mungkin bisa mereferensikan situs di Wikipedia mengenai Teknik Fisika ke anak SMA tersebut.
    http://id.wikipedia.org/wiki/Teknik_Fisika

    Pokok persoalan memilih jurusan pada anak SMA memang cukup pelik, jurusan A atau jurusan B atau jurusan lainnya. Lulusan dari TF, Elektro, Mesin, dll pada akhirnya semua akan ditantang menjawab persoalan yang sama: mampu mengkreasi sesuatu sesuai dengan bidang keilmuannya untuk masyarakat atau tidak? Sekali lagi, kuliah dengan tekun, fokus dan menghayati peran sebagai insinyur saya rasa akan memberi manfaat lebih positif. trust me!

    weby

    Agustus 4, 2008 at 7:00 am

  117. Assalamu’alaikum…

    Aku tidak mau berkomentar tapi aku mau tanya.
    Aku juga salah satu mahsiswa TF di PTN, aku baru masuk tahun ini, tapi bedanya aku tidak bisa Fisika mungkin aku kebetulan kali ya masuk PTN itu?he….. Tolong…..
    supaya aku suka dan bisa Fisika gimana?
    jangan bilang suruh pindah jurusan, kan tantangan aku juga makanya aku mau tanya ma semua yang ahli dibidang Fisika.

    Hikam

    Agustus 11, 2008 at 9:52 am

    • buat hikam …

      mungkin saya bisa share dari pengalaman saya …

      dulu kenapa saya mangambil jurusan teknik fisika ada tiga alasannya
      1. saran dari om saya yang alumni ITB
      2. saya gak terlalu paham mengenai fisika
      3. tebar pesona buat kaum hawa diseluruh dunia … (^_^) … hehehehe

      tapi yang paling krusial diantara ketiga hal tersebut adalah di nomor 2 karena saya hanya bisa paham pada matematika dan kimia terus saya juga gak suka biology gak kuat hapalin bahasa latinnya hehehe

      untuk bisa fisika caranya mudah, kamu harus paham dulu matematika dari yang basic sampe yang sudah masuk ke matematika rekayasa, selepas kamu paham akan matematika pastinya untuk fisikaakan mudah diserap dan buku yang saya sarankan untuk pendamping kamu belajar bagusnya pakai engineering mathematics karangannya KA Stroud sama Advanced Engineering Mathematics pengarangnya juga KA Stroud dan untuk fisika coba kamu pakai buku seri Schaum Ouline Modern Physics, Physics for Science and Engineering, ata Physiv University karangan zemansky dan Sears

      nah klo sudah ada kamu juga coba bertanya sama kaka kamu disana, dan klo kamu ingin paham sistem kontrol coba kamu pelajari OP AMP sama rangkaian comparator …

      NB : itu yang saya lakuin mudah-mudahan bisa kamu coba dengan mudah dan menyenangkan … (^_^) …

      salam buat semua yang ada disini ya minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin ya …

      Arman

      September 2, 2010 at 2:14 pm

  118. buat HIKAM, bagus2…itu baru namanya calon anak TF n alumni TF, btw dulu pas masih kul fisika gw juga gax bagus2 amat2….semuanya C+, hahaha..but gax nutup kesempatan buat gw skrng kerja di service oil&gas company di malaysia….sukses buat hikam, n kalo bisa fisika nya dimantebin……ya minimal A…biar keren kalo dibaca transkrip nya oleh anak cucu…hehehe….VIVAT TF

    ramboo

    Agustus 13, 2008 at 10:24 am

  119. Kok masih jalan ya posting di sini?

    Kalo mau tantangan, masuk Teknik Nuklir UGM aja…
    1. tantangan dari ortu, keluarga, & teman saat bilang memutuskan kuliah di Teknik Nuklir.
    2. tantangan dalam berbagai mata kuliah yg berhubungan dengan perhitungan reaktor nuklir.
    3. tantangan untuk meyakinkan orang2 bahwa di Indonesia ada program studi Teknik Nuklir.
    4. tantangan menjawab berbagai pertanyaan orang tentang pembuatan bom.
    5. tantangan menemukan topik skripsi yg mampu dikerjakan tapi masih berhubungan dengan nuklir.
    6. tantangan menemukan lowongan kerja yg mau manggil lulusan Teknik Nuklir.
    7. tantangan untuk meninggalkan Jogja tercinta dan melanjutkan hidup.

    Salam untuk semua teman alumni TN ya..:-)

    – TN99 -

    acooljerk

    Agustus 13, 2008 at 11:57 am

  120. buat anak nuklir….pliz go out from these forum…..jangan skali2
    nyenggol forum ini…….gatel deh dengernya

    anti nuklir

    Agustus 14, 2008 at 1:56 am

  121. mas mau nanya…!
    akreditasi & jaringan kerja TF UGM ma TF ITB & ITS bagusan mana si…??
    apa bener lulusan TF skr banyak dibutuhin??
    terimakasih!

    ywdee

    Agustus 24, 2008 at 12:55 pm

  122. tuk mas ywde
    klo akreditasi & jaringan kerja kykny TF ITB & ITS nilainy “A” dan jaringan lebih banyak coz dah dulu mapan ketimbang dr TF UGM yang nilainy “B” (ga tau skrng) serta berdiri th 98, jd msh baru. kebetulan aq dr UGM, skrng di fertilizer company.

    dr pengalamanku yg prnah membimbing KP mhssw TF dr ITB,ITS & UGM di PT.xxx, aq pikir mereka sama aja dlm hal akademik coz basicnya kan sama, yg perlu diambil pelajaran yaitu yg penting kemauan belajar, haus ilmu & soft skill yg hrs dimiliki ketika mulai bekerja..
    lulusan TF sangat dibutuhkan, tp memang quantitynya ga banyak klo di end-user/industri. tp klo di vendor & kontraktor EPC banyak. mang rata2 lulusan TF banyak di vendor & kontraktor EPO. harus diakui klo qt berbicara instrumentasi industri, maka yg dicari adalah anak TF dr 3 lembaga trsebut..
    ok, semoga membantu..

    cah fistex

    Agustus 28, 2008 at 10:10 am

  123. saya mahasiswa teknik fisika UGM,, Teknik fisika jelas beda dengan Teknik elektro walau banyak silabusnya yang sama dan salah satu konsentrasinya sama2 instrumentation and control engineering. Klo elektro itu hanya berkutat pada elektronika, tapi teknik fisika lebih ke pemodelan matematis sistem,, gimana mau mengendalikan sistem klo karakteristik sistemnya ga tau. Anak2 TF jago dalam pemodelan dan sekaligus pengendalian, karena semua sistem erat berhubungan dengan ilmu fisika, itulah mengapa banyak di industri2 besar TF lebih menonjol di bidang instrumentasi dan kendali.

    fistek UGM 2006

    September 1, 2008 at 3:00 pm

  124. Ngemeng epe seh….

    Yang penting itu bukan masuk jurusan apa tapi niat nggak kuliah!!!
    Yang penting itu otak kreatif!!!
    Kalo dah punya modal sendiri waktu lulus kuliah, mending bikin usaha sendiri, kalo ga punya modal ya cari modal, TF bisa juga dijadiin modal dengkul kerja di tempat orang.
    Nggaji lebih baik daripada di gaji

    WQ
    “Dulunya pingin jadi dokter”

    Wong Ndeso Suroboyo

    September 4, 2008 at 7:58 am

  125. mas numpang nanya nieh…
    klo biaya kuliah di Ft ITS itu berapa ya??
    klo dibandingin ma UGM gimana??

    ryan

    September 4, 2008 at 12:40 pm

  126. untungnya gw bangga jd lulusan FT! gak pernah punya cita2 jadi dokter sama sekali! najiz gw jd dokter, gayanya doang selangit, klo udah selesai koas jg palingan praktek di pedalaman dgn gaji cuma 800rb. hueekksss..

    “kuli selambersi”

    dokter_sarap

    September 4, 2008 at 1:37 pm

  127. Haha ^^ atas gue lucu deh. Cewek gue spesialis obgyn dan di Indonesia penghasilan bersihnya 45 juta rupiah sebulan. Kata dia itu termasuk kecil, temen-temennya diatas itu. Sekarang dia subspecialist di Eropa, kalau lulus nanti gak kebayang deh berapa penghasilannya.

    Sebagai sesama engineer dan mantan kuli SLB, cuman ingin mengingatkan: Jangan blagu deh jadi engineer.

    adhiguna

    September 4, 2008 at 4:55 pm

  128. Udah keluar aja dr selumbersi, ngapain lama2 disitu bikin badan pegel semua, ntar kalo kelamaen keblinger, bikin aja usaha, duitkan dah banyak, buka aja kos2an deket kampus, udah deh jadi induk semang tinggal sarungan doang kipas2 duit, kl bosen kipas2 duit ya dibuat bisnis waralaba kek……

    Wong Ndeso Suroboyo

    September 10, 2008 at 1:23 am

  129. di schlumberger FT kerja di bagian apa?ada yang tau???minta informasinya.

    ft juga

    September 12, 2008 at 12:24 pm

  130. Aing lulusan FT…

    Kebanyakan temen2 aing kerjanya di bidang instrumentasi (perusahaannya macem2, bisa sebagai vendor instrumentasi atau di perusahaan manufacturingnya, atau di oil & gas)…

    Banyak juga yang kerja di telekomunikasi (telkomsel, XL, siemens, PSN)…

    Tidak sedikit pula yang kerja di balai penelitian (Batan, Lapan)…

    Jadi dosen juga ada…

    Yang jadi wiraswastawan banyak…

    FT sangat versatile… karena mata kuliahnya luas…
    Sebagai contoh di kampus aing penjurusannya ada: instrumentasi & kontrol, fisika bangunan, akustik, material, dll…
    Jadi tergantung minatnya kemana dan mau kerja di bidang apa…

    Aing sendiri pernah kerja di perusahaan manufaktur, trus pindah ke perusahaan vendor telekomunikasi, trus pindah lagi ke operator telekomunikasi… sekalian coba2 nyambi berwiraswasta di bidang IT…

    Jadi rekan-rekan yang ingin kuliah di FT, jangan ragu… Sikaaat…!!!

    Kelebihan FT menurut aing adalah karena kuliahnya luas, kita jadi bisa melihat engineering secara lebih komprehensif… Walaupun pada akhirnya kita harus memilih ingin memiliki kompetensi di bidang apa…

    Jurusan lain juga pasti punya kelebihan masing2… Intinya, tidak ada jurusan/fakultas yang lebih baik dari jurusan/fakultas lainnya… Tergantung kita yang mengaplikasikan ilmu yang kita punya…. Bukan begitu?
    Jadi sebagai sesama engineer, saya cuma ingin mengingatkan… gak usahlah ber-chauvinisme jurusan… it’s so freakin’ childish… :)

    Demikian, mudah2an berguna…

    PS: FT (Fisika Teknik) atau TF (Teknik Fisika) ?
    kalo teknik elektro = electrical engineering
    kalo teknik industri = industrial engineering
    kalo teknik mesin = mechanical engineering

    Nah kalo teknik fisika masa = physical engineering ?
    hahaha… artinya jadi rekayasa tubuh dong… :)
    Yang bener: Engineering Physics… Yang kalo di-Indonesiakan jadi Fisika Teknik, bukan Teknik Fisika…

    Tapi masih debatable… FT atau TF… gak penting ah…

    FT 99ers

    September 12, 2008 at 1:54 pm

  131. Bang Andi,,

    saya seorang mahasiswa bulaksumur…
    saya kuliah di jurusan Teknik Geodesi…
    apakah jurusan saya ini berprospek untuk masuk ke dunia perminyakan???

    chocho

    September 23, 2008 at 11:28 pm

  132. wah Hebay juga ya,Untuk Arek TF.Pandai untuk Instrument,Design Control,PI,PID,PLC,SEDANGKAN TIDAK UNTUK AREK TE.
    MAs – MAS SAYA INGATKAN WALAUPUN KEPINTARAN ANDA SETINGGI LAGI TETAPI MASIH ADA TUHAN YG MENUNTUN ANDA DALAM KEHIDUPAN INI….!BAIK REJEKI,MUSIBAH DAN SAYA INGATKAN LAGI”TIDAK ADA YANG KEBETULAN DALAM HIDUP INI”
    Sebagai Sharing saja,sy orang Electro Specialis Elektronika Industri Control,1 thn Sebelum Lulus saya sudah Bekerja Diperusahaan Germany,untuk Design Control Main Enginee,Control Diesel Generator dgn PLC juga Microcontroller,Trouble shooting, Commissioning.Suatu waktu teman saya di Indosat memberikan Informasi Lowongan Pekerjaan di Operator CDMA,akhirnya saya coba dan di terima,sekarang saya menangani netwoknya.
    Untuk pengalaman ini saya hanya mengambil HIKMAH DALAM HIDUP INI,SEMUA ORANG PASTI BISA JIKA MAU IKTIAR,BERDOA,DAN BELAJAR.
    JADI ELU ANAK TF,ATAU ANAK TE,ATAU ANAK TM,ATAU ANAK ENGINEER LAINNYA JANGAN “SOMBONG”DENGAN KEMAMPUANMU,MASIH ADA YANG MENGATUR HIDUP INI MEN……….!!!!

    Engineer......?

    September 24, 2008 at 1:10 am

  133. ^
    ^
    Setuju ama yang di atas, Salam kenal saya dari Teknik Sipil ITENAS, intinya jurusan atau kampus tidak akan mempengaruhi nasib kerja anda tetapi ikhtiar dan doa anda yang akan membantu, tetap berpegang dan berserah diri kepada Allah SWT

    hidup engineer Indonesia !!

    kembangkan terus teknologi Indonesia

    Mhs ITENAS

    September 26, 2008 at 2:48 pm

  134. @adhiguna

    cewek lo bisa 45jt sebulan? biji onta. umur cewek lo brapa? kalo 50 keatas gw percaya? kalo masih baru lulus atau rentang 25-35 mah MISKIN semua dokter rata2 di indo!kecuali ada koneksi alias bapak/emaknya dokter spesialis juga, baru boleh gaya.

    dokter_sarap
    (engga bangga ajdi kuli SLB, cuma terpaksa, yah namanya jgua cari makan)

    dokter_sarap

    September 26, 2008 at 3:10 pm

    • buat dokter_sarap & @adhiguna…asli komunikasi anda berdua lucuuu banget…he….he….saya sampai terpingkal pingkal membacanya….kita kita emang sama sama engineer tapi kadang kocak juga ya.he…(kuli oil & gas).

      ayubjonathan

      April 11, 2013 at 2:23 am

  135. siapa bilang TF tidak berkompeten
    buktinya menristek kita Kusmayanto Kadiman
    dari TF ITB

    jaco

    September 27, 2008 at 6:36 am

  136. Saya dari teknik fisika ITB angkatan 2007..
    menurut saya, tidak masalah maw kuliah di jurusan apapun..
    asalkan kita memang merasa senang & betah menjalani kuliah tersebut..
    masalah prospek kerja, menurut saya itu bukanlah sesuatu yang perlu diambil pusing..
    jika anda memang termasuk orang yang pandai, serius & mungkin IP-nya jg tinggi, maka tidak menutup kemungkinan akan mendapat pekerjaan lebih mudah..
    maka dari itulah, tidak perlu ambil pusing masalah prospek kerja.. yang penting kuliah sesuai minat & belajar yg tekun.. insya Allah masa depan akan cerah..

    Mengenai teknik fisika di ITB..
    Teknik fisika ITB merupakan salah satu jurusan di ITB yg sedang dalam proses pengajuan untuk akreditasi internasional oleh ABET..
    jika nanti teknik fisika ITB telah terakreditasi oleh ABET, maka lulusannya akan dapat bekerja di seluruh dunia dengan lebih mudah..

    Paries

    September 29, 2008 at 4:59 pm

  137. Klo elektro itu hanya berkutat pada elektronika, tapi teknik fisika lebih ke pemodelan matematis sistem,, gimana mau mengendalikan sistem klo karakteristik sistemnya ga tau. ==
    itu orang yang gak tau elektro, elektro yg control engineering juga matematis banget, apalagi di S2-S3, kalo S1 emang lebih praktis, lebih bisa diaplikasikan, jadi sama saja, cuma elektro lebih mendalam, karna dari semester tiga sudah mendalami instrumentasi dan kendali, kalau TF tau tapi sedikit, karna di semester awal belajar semua teknik, namanya juga Fisika, jadi yg dipelajari luas, masuk ke control nya hanya semester akhir sama Tugas akhir, jadi jelas lebih jago elektro normalnya, belajar semua aspek kendali, kalau TF memandangnya lebih komprehensif, kendali hanya sedikit tahu tapi bisa menghungkan dengan ilmu teknik/fisika yg lain
    =
    elektro bidang control –> tahu banyak tentang kontrol, tapi sedikit tahu yg lain

    Joko

    Oktober 11, 2008 at 3:20 am

  138. Klo elektro itu hanya berkutat pada elektronika, tapi teknik fisika lebih ke pemodelan matematis sistem,, gimana mau mengendalikan sistem klo karakteristik sistemnya ga tau. ==
    itu orang yang gak tau elektro, elektro yg control engineering juga matematis banget, apalagi di S2-S3, kalo S1 emang lebih praktis, lebih bisa diaplikasikan, jadi sama saja, cuma elektro lebih mendalam, karna dari semester tiga sudah mendalami instrumentasi dan kendali, kalau TF tau tapi sedikit, karna di semester awal belajar semua teknik, namanya juga Fisika, jadi yg dipelajari luas, masuk ke control nya hanya semester akhir sama Tugas akhir, jadi jelas lebih jago elektro normalnya, belajar semua aspek kendali, kalau TF memandangnya lebih komprehensif, kendali hanya sedikit tahu tapi bisa menghungkan dengan ilmu teknik/fisika yg lain
    ##
    elektro konsentrasi control –> tahu banyak tentang kontrol, tapi sedikit tahu yg lain [sedikit tahu tapi banyak]
    teknik Fisika konsentrasi kontrol –> sedikit tahu tentang control tapi banyak tahu teknik yang lain [banyak tahu tapi sedikit]
    ##
    di UGM baru satu tuh doktor Control & Robotika, dosen D3 Elektro UGM, sama satu lagi dosen Elektro bidang control murni yg lagi S3 di Jepang [Pak Addy]
    di TF UGM mah kalau ada juga adanya doktor control reaktor nuklir [aplikasi kontrol di reaktor], bukan kontrol murni secara S1-s2nya juga dari teknik nuklir, bukan kontrol, apalagi yg matematis/control theory kayak elu bilang tadi

    Joko

    Oktober 11, 2008 at 3:25 am

  139. waaahhh ga usah takut..abang gw lulusan teknik kimia IPB…sekarang kerja di eveready..di batere gtu..n dia bisa bikin sabun pencuci piring hasil eksperimen dia…tiap dia datang kerumah pasti selalu bawa sabunnya..

    cutemom cantik

    Oktober 11, 2008 at 1:17 pm

  140. jadi sama saja, cuma elektro lebih mendalam, karna dari semester tiga sudah mendalami instrumentasi dan kendali, kalau TF tau tapi sedikit, ==
    sekedar sharing di jurusan Teknik Fisika, semester awal sudah dipelajari mata kuliah Teknik Sistem (System Engineering). Mata kuliah ini sebagai dasar ilmu mempelajari Instrumentasi dan Kontrol. Kalo masalah persamaan matematis sudah matrikulasi semester 1 mahasiswa teknik yang basic-nya matematika dan fisika.

    -Salam-

    belang

    Oktober 17, 2008 at 3:03 am

  141. udahlah ga usah pada ribut!!

    tinggal buktiin & liat aja di dunia real industri proses (oil & gas, chemical, Petrochemical) ma EPCI, sapa tuh yg megang instrument engineer.silakan dibuat statistik aja yg dari elektro ato fistek/FT berapa persen, ambil sample 1000 orang aja..klo aq estimate dr 1000 orang tsb, berani taruhan klo 99% orang instrument itu dari fisika teknik, no doubt..lagian lo2 anak elektro kayakny kaga mo ngalah, maksain diri nimbrung nih blog, lebih baik kalian semuanya liat data aja ga usah banyak bacot doank.

    panzer gruupen

    Oktober 17, 2008 at 10:27 am

    • ANAK ELEKTRO GA USAH BANYAK BACOT DAH…….INI BLOG TEKNIK FISIKA TAU

      seto

      Januari 27, 2010 at 12:47 pm

  142. betul banget man, gue dukung ide lo panzer, ayo buat statistik ajalah, da yang masih mbacot?????????

    alex

    Oktober 17, 2008 at 10:30 am

  143. hahaha bener jg tuh!!!

    xxxx

    Oktober 17, 2008 at 10:32 am

  144. wah, seru banget ya obrolannya……
    yang penting ,mau jadi apa aja…….mau kuliah dimana aja…. yang penting IKHLAS , SEMANGAT, HALAL & BERSYUKUR,ingat HIDUP ITU PILIHAN…tiap orang sudah punya jalan hidup masing-masing.mau kerja di BUMN,PEGAWAI NEGERI SIPIL,TENTARA,PERUSAHAAN ASING DLL,semua itu sudah jalan hidup manusia,yang penting kita sudah berusaha maksimal & berdoa.Seperti saya ,keinginan saya cuma satu,jadi IBU (YANG PROFESIONAL) bagi 2 BIDADARI KECIL SAYA.SAYA SANGAT BANGGA MENYANDANG STATUS ITU…….bayngkan tidak ada SEKOLAHnya diseluruh dunia…..tapi kita bisa belajar tentang KEHIDUPAN & REALITAS HIDUP,saya LULUSAN TEKNIK,tapi saya dituntut untuk menjadi DOKTER & PERAWAT pada saat Bidadari saya sakit, saya harus jadi AKUNTAN KEUANGAN ketika saya harus mengelolah gaji dari suami, saya harus jadi GURU ketika my little cupids minta belajar,KOKI,CLEANING SERVICE,DESAIN INTERIOR,dll.Karena bagi saya “ITULAH HIDUP YANG SEBENAR-BENARNYA”,karena itulah PILIHAN saya. BUAT ANAK_ANAK TF’97, WHERE ARE U GUEST?????
    yang penting VIVAT TF!!!!!VIVAT SOLIDARITY TOGETHER fOREVER>……………………….

    TF '97 2497100

    Oktober 18, 2008 at 8:56 am

    • pasti tf its. hehe

      vivat TF.

      calon F44

      Januari 8, 2010 at 11:06 am

      • @calon F44: saat ini psti udh dpat “F” y mas?? hahha
        sampeyan OC mas? aq maba mas,,,
        VIVAT TF!!

        calon F45

        Desember 11, 2010 at 7:20 am

  145. buat mas joko…..

    bukan cuma elektro yang punya dosen murni control
    fistek ugm juga ada tapi masih s3
    pak balza dan pak agus arif. dua2nya sekarang sedang s3 control di malaysia

    andhy

    Oktober 25, 2008 at 5:08 am

  146. Menurut Saya :
    Electrical Engineering majoring in Control Engineering Sama Aja Dengan Teknik Fisika (SAMA_SAMA SUSAH KULIAHNYA).

    PiSS.. Yah…

    I’m Control Engineer
    Prinsip Seorang PENGENDALI ” KENDALIKAN DUNIA INI “

    A.Radityo

    Oktober 25, 2008 at 9:33 am

  147. halah… lulusan S1 di indonesia, gak perduli kamu lulusan ITS, ITB UGM, Tekfis, Tekel or Tekim… kalian adalah lulusan siap training… bukan siap kerja.

    Mantan Dewan Adat

    sawung kampret

    Oktober 28, 2008 at 8:48 am

  148. Saya adalah lulusan teknik elektro di salah satu PTN termuka di negeri ini, tetapi karena satu dan lain hal maka saya hanya dapat bekerja menjadi kasir, sedabgkan teman saya lulusan TekFis di xxx mnjadi seorang direktur dan berpenghasilan 40 juta

    -tulisan ini tidak di buat2 dan ini berdasarkan kisah nyata-

    santana

    November 8, 2008 at 1:39 am

    • WAKAKKAKAK…SUKURIN TUH LULUSAN ELEKTRO JADI KASAIR DOANK…..WAKAKKAKAKKAKA

      seto

      Januari 27, 2010 at 12:49 pm

  149. pak santana, nasib org memang beda2 pak. saya sendiri lulusan dokter dari univ. ternama di jawa barat, siapa sangka setelah 3 taun cuma praktek di klinik. jadi PNS aja belum. akhirnya saya capek sendiri. sekarang saya malah lebih sering bantu2 di bengkel kakak saya. abis capek jg bengong di klinik. pasien kadang ada kadang engga. klo ada jg paling berapa sih bayarannya. apa lagi mau ambil spesialis?? dari mana duitnya T_T?? ya tp emang begini jalan hidup saya, ya disyukuri aja deh.

    dokter_mlarat

    November 8, 2008 at 6:56 am

  150. [...] menarik memperbincangkan tentang Teknik Fisika di berbagai blog antara lain blog priandoyo, mas okto dll. Saya sempat membahas topik ini di Forum SPMB, dan posting Jurusan berprospek 5 tahun [...]

  151. andhy Berkata:
    Oktober 25, 2008 pukul 5:08 am
    buat mas joko…..

    bukan cuma elektro yang punya dosen murni control
    fistek ugm juga ada tapi masih s3
    pak balza dan pak agus arif. dua2nya sekarang sedang s3 control di malaysia
    ========
    Mas Andhy
    Pak Balza itu S1 nuklir (instrumentasi Nuklir), S2 Teknik Mesin (NDT), dan S3nya Teknik Elektro (EE dept. UTP), risetnya tentang Machine Vision itu lebih ke Pengolahan Citra [biasanya untuk mobile Robot].
    sedang pak agus arif, itu S1 nuklir, s2 TF ITB, S3 Teknik Elektro UTP Malaysia, di UTP tidak kontrol murni, UTP itu aplikastif risetnya, S2nya di TF ITB malah control Murni.
    yg di Elektro UGM, kedua dosen itu S1-S2-S3 nya Control Theory.

    Joko

    November 25, 2008 at 8:47 am

  152. oo iya, dosen-dosen TF ITB yg bidang Control, S2-S3nya juga banyak yang ke Teknik Elektro (Electrical Engineering Dept.), kecuali yang S3 di ITB sendiri, kalau ini baru S3nya bisa di TF ITB.
    sebagian lainnya ke Teknik Kimia dan Teknik Mesin, soalnya memang susah cari S2-S3 TF di LN.

    Joko

    November 25, 2008 at 8:54 am

  153. mas2, mau tanya, ane juga tertarik ama TF,
    kira2 alumni TF bisa kerja di perusahaan bidang semikonduktor maupun telekomunikasi gak?

    dan kira2 untuk tahun 2009 nanti, apa bener TF benar2 booming?banyak saingan dong…

    soalnya saat bulan oktober kemarin ane liat di situs USM nya ITB, dulunya TF di ‘gratiskan’ biaya sumbangan akademik karena termasuk jurusan yg kurang dikenal masyarakat (bersama klautan, seni rupa, astronomi), tetapi dibutuhkan…

    lha pas bulan november ane liat lagi, kok ilang?malah diganti jadi oseanografi, astronomi, seni rupa, ama metalurgi….

    apa ini tanda kalo peminat TF sekarang banyak?

    icarus

    November 27, 2008 at 2:47 pm

  154. Saya baru tau tentang Fisika Teknik melalui blog ini… saya lulus Fisika Teknik UGM (tahun 2004) tapi karena pada waktu itu belum ada pencerahan mengenai jurusan ini, jadi saya ga jadi ngambil dan lebih memilih kuliah di Teknik Informatika di Kampus yang berada di Bandung Selatan. Malahan sekarang baru punya gambaran, sepertinya prospek Fisika Teknik lumayan.

    Panji Winata

    November 28, 2008 at 2:48 am

  155. Saya punya temen pindahan dari TF ITS. Aku juga bingung kenapa dia tuh pindah ke TF ITB(?)

    Anton

    Desember 10, 2008 at 8:01 am

  156. perasaan dari tadi bahas TF dan TE sih?sbnrnya bgusan yang mana ya antara ke2 nya?bingung nih…..

    lia

    Desember 17, 2008 at 12:46 pm

  157. @Joko, cari beasiswa PhD di bidang TF di luar negeri tidak sulit. Banyak sekali disini tawaran PhD yang berhubungan dengan Control atau Dynamic Systems. Kalau tertarik memperdalam control, saran saya ambil dulu master di bidang Control di Indonesia misal di ITB, setelah itu cari beasiswa PhD di bidang control theory di Eropa atau Jepang.

    Anak-anak TF pun bisa mengambil PhD di robotics, mechatronics, machine vision, nanotechnology, Photonics and optics, simulation (bahkan bisa ke economic /social simulation karena itu berhubungan dengan dynamic systems).

    Kalau masalah TE dibandingkan TF, sama-sama baguslah prospeknya. Kalau mau mendalami instrumentasi/kontrol sebaiknya ambil TF, kalau mau mendalami Telekomunikasi sebaiknya ambil TE. Dua-duanya prospeknya bagus. Tergantung minat aja deh…

    Adhiguna Mahendra

    Desember 17, 2008 at 7:18 pm

  158. Beberapa topik Control yang ‘ngetop’ disini antara lain :
    Adaptive and learning control, Intelligent Transportation Systems, Discrete Event and Hybrid Systems,
    Distributed and Large Scale Systems, Distributed Control,
    Fuzzy and Computational Intelligence/AI based Control, Imaging and Adaptive optics (termasuk Optoelectronics), Monitoring and Fault detection, Multiagent Systems,
    Nonlinear and LPV systems, Optimal and Model Predictive Control, Adaptive Signal Processing (statistical based), Robust and Fault tolerant control, Control Algorithm optimization, System Identification and Estimation.

    Silakan memperdalam bidang-bidang tersebut dan mencoba cari reseach topiknya.

    Adhiguna Mahendra

    Desember 17, 2008 at 7:43 pm

  159. kok pada ngomongin instrumen doang???
    FT gak cuma instrumen
    ada energi juga….
    hayo…
    mau debat lagi???
    dilawanin mesin???
    yak ampun, emang dunia cuma buat debat….
    dasar…..

    mau gede2an gaji????
    gue entrepreneur
    duit gue dikit
    penghasilan gue dikit
    tapi yang pasti, gue bukan antek kapitalisme…
    bukan antek pemerintah yang teganya ngejual indonesiaku tercinta….

    saya tantang anda semua dari elektro dan FT buat jadi entrepreneur….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    buat mengangkat ekonomi indonesia dan buat mengentaskan kemiskinan…
    menghapuskan pengangguran……..
    dan ini gak butuh belajar kontrol
    gak butuh belajar elektronika
    yang dibutuhkan cuma KEBERANIAN…!!!!

    fathoni

    Desember 22, 2008 at 7:08 pm

    • Buat mas fathoni salam sejahtera dan salam kenal

      untuk entrepreneur benar sekali semua bisa melakukannya dengan modal keberanian dan kejujuran. mungkin klo enterpreneurship untuk salah satu seorang engineer dan science itu sudah ada pelakunya dan sangat kental sekali dia bernama Alfred Benhard Nobel (klo gak salah namanya ya … !!!) yang di dalam perkerjaannya merekayasa bahan peledak yaitu dinamit dan memproduksinya secara masal …

      namun kita juga mengenal simbol penghargaan nobel baik itu dibidang ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, kedokteran, perdamaian, dll yang diberikan dengan fondasi hadiah berasal dari warisan kekayaan nobel yang dia siapkan di semasa hidupnya untuk mengenang dan mengingat bahwasannya sebagai mahkluk ciptaan Yang Maha Esa kita adalah sama disisinya dan yang membedakan adalah amal ibadahnya.

      dan untuk mas fathoni mungkin bisa mangajak kita untuk berkerja sama tetapi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dengan motonya to benefit and mankind (bermaanfaat dan berkemanusiaan)

      NB : klo di indonesia mungkin bisa di liat di PT DI, PT PINDAD, PT PAL, LAPAN. yang sekiranya sudah memproduksi karya dalam negri dan sudah di pasarkan di dunia dan memiliki daya saing yang kompetensi

      akhir kata salam sejahtera dan pendidikan adalah hal kebutuhan pokok di dalam suatu kemajuan dan derajat manusia setalah Beribadah Kapada Tuhan Yang Maha Esa … (^_^) …

      salam dari saya Muhammad Fajar Arman

      Arman

      Oktober 30, 2010 at 5:40 am

  160. @ fathoni:

    maaf mas, tapi topik yg lagi dibicarakan emang tentang Teknik Fisika, kan bisa diliat di paling atas, lha judulnya aja prospek Teknik Fisika

    icarus

    Desember 23, 2008 at 1:31 am

  161. memang udah fitroh setiap manusia pasti membanggakan dirinya (lulusan teknik fisika bangga dg TF, lulusan elektro bangga dg TE, wirusahawan bangga dg usahanya, dll) cuma yg harus diperhatikan adalah setiap kita harus bisa mengendalikan kebanggan diri kita tersebut jangan sampe menjadikan kita orang yg sombong, karena kesombongan pasti akan membinasakan kita…

    pendatang

    Desember 23, 2008 at 6:34 am

  162. TF..why not?
    2009 bentar lagi..TF bakal booming..Serius kuliah kalo dah masuk TF..

    bukti:
    Yang pengen karir di BUMN:
    Proyek PLTU batubara 10000 MW membutuhkan banyak sekali sarjana-sarjana teknik (Elektro,mesin,industri,teknik kimia, teknik fisika)
    cek di: http://www.pjbservices.com/
    PJB,PLN,Pertamina,Indonesia Power,Krakatau Steel dll

    Yang pengen karir jadi PNS:
    LAPAN,LIPI,BATAN,RISTEK,BPPT dll

    Yang pengen karir di swasta asing/lokal gak keitung khususnya di bidang EPC and Oil & gas..

    Ikatan Alumninya kuat banget..jadi ga usah khawatir..senior2 pasti bantu..^^

    Just take it or leave it.. u decide..the choice is yours..

    Alumnit TF nyasar di Lufthansa

    kimchi

    Desember 25, 2008 at 5:47 am

  163. Hai, saya TF-ITS angkatan 2007, si Satria sama Richo jadi masuk mana nih?

    fyiz

    Desember 25, 2008 at 6:19 pm

  164. Mau Tanya di Jkt Univ. mana aja yang ada Fakultas TF kebetulan saya tertarik dengan TF

    dede

    Januari 1, 2009 at 10:18 am

    • di jakarta teknik fisika adanya di swasta di uiversitas nasional

      Arman

      Oktober 30, 2010 at 5:45 am

  165. @dede:

    di jakarta ngga ada TF mas, setau saya di Indonesia, TF hanya dimiliki 4 Perguruan Tinggi, 3 PTN yaitu UGM, ITB, dan ITS, serta 1 PTS yaitu Unas

    icarus

    Januari 1, 2009 at 1:50 pm

  166. wedeh ternyata FT hebat juga ya,
    gw FT ITB 2006, pengen nanya nih buat para alumni FT
    gw mau KP bulan juli 2009, pengennya ngambil bidang instrumentasi atau maintenance kira2 perusahaan apa ya
    yang cucok???

    mau nambahin aja kalo di FT ITB ada bidang :
    – instrumentasi dan kontrol
    – akustik, lighting, thermal ( fisika bangunan )
    – laser dan serat optik
    – kontrol dan pemrosesan material
    – Fisika medik
    – menejemen energi

    BANZAI!!!
    VIVAT FT !!VIVAT FT !!VIVAT FT !!

    – macankahim ft itb -

    astra

    Januari 5, 2009 at 9:36 am

  167. @astra:
    wah mas TF ITB yak, saya insya Allah pengen banget nyoba masuk TF ITB taon depan, tolong doakan semoga lulus tesnya :)

    mau tanya fisika medik itu gimana ya?baru denger soalnya…

    icarus

    Januari 5, 2009 at 10:06 am

  168. @ICARUS
    fisika medik itu salah satunya mempelajari CT scan alat buat melihat jeroan manusia tanpa di bedah, yang lainnya juga alat2 medic hi tech juga dipelajari disini,,, kalo mau lengngkapnya
    dateng aja ntar ada open house pas dies emas ITB
    bulan 27- 28 februari 2009.
    disitu bisa liat semua hal tentang FT ITB dan jurusan laen.

    kalo mau masuk FT agak susah
    harus belajar maksimal soalnya passing grade FTI
    taun 2008 paling tinggi ngalahin STEI
    – ini fakta –

    saya doain biar masuk sini

    astra

    Januari 5, 2009 at 11:35 am

  169. owww
    gitu
    betul2

    abast

    Januari 8, 2009 at 1:28 pm

  170. ini adalah link daftar alumni TF ITB..

    http://iatf-itb.openesc.com/index.php?option=com_comprofiler&task=usersList&Itemid=72

    silahkeun disimpulkan sendiri, seperti apa itu makhluk yang namanya Teknik Fisika..

    no offence terhadap jurusan lain yang “passing grade”-nya tinggi, tapi menurut saya pemahaman bahwa yang “passing grade”-nya tinggi akan lebih sukses nantinya, itu adalah pemahaman sempit, karena semua ilmu yang dipelajari di ITB mempunyai peluang sukses yang sama, tergantung dari definisi sukses menurut masing2..

    salam,

    ismail

    Januari 8, 2009 at 2:03 pm

  171. Gw lulusan TF ITB tahun 2008. Kterima kerja permanent di Petroleum Gas Service Oslo, Norwegia. Gaji 6 ribu euro(75jutaan) per 23 hari+apartment+asuransi kesehatan+tiket pp to indonesia tiap tahun+bonus 22ribu euro per tahun+pajak dibayarin perusahaan. Disini gw bukan pamer,tp bwt ngebuktiin kalo TF itu jurusan “mahal”..
    Banzai!! Vivat FT!!

    13304

    Januari 8, 2009 at 11:06 pm

    • asik!!!

      calon mahasiswa tf

      Agustus 3, 2009 at 1:53 pm

      • Sebelumnya saya salut atas kebanggaan anda sebagai civitas teknik fisika..saya akui lulusan teknik fisika lebih unggul dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja ( terserah apakah di oil and gas, power plant, maupun telekomunikasi) bahkan boleh dibilang temen-temen dari disiplin lain entah itu mesin atau elektro pun mengakuinya,,,

        manusia netral

        Januari 14, 2010 at 9:12 am

      • untuk Manusai Netral salam kenal ..

        sebelumnya saya juga salah satu civitas akademik teknik fisika tetapi untuk saya pribadi tidak pernah merasa lebih dari teknik elektro, teknik mesin, maupun di luar bidang science ataupun yang tidak sempat mengenyam pendidikan tinggi, karena semuanya adalah sama dan yang dibutuhkan adalah saling berbagi untuk ilmu dan pengalamannya.

        karena saya sendiri untuk belajar sistem digital sering bertanya dengan teman saya yang di teknik elektro, dan untuk energi sering bertanya dengan teman saya di teknik mesin, serta untuk ekonomi teknik sering bertanya kepada teman saya yang di jurusan manajemen … (^_^) … intinya sama-sama belajar mas Manusia Netral

        Arman

        Oktober 30, 2010 at 6:00 am

  172. @astra:
    makasih mas,
    wah, bener nih passing grade FTI ngalahin STEI tahun 2008?
    tapi tingkat kesulitan relatifnya masih tinggi STEI,

    apa itu sebabnya jurusan Teknik Fisika yg tadinya di situs USM ITB ditulis “kurang dikenal masyarakat tetapi sangat dibutuhkan” dan SDPA boleh nol rupiah, sekarang dihapus?

    makin tertarik sama TF nih,

    hmmm kalo gitu fisika medik mirip biomedika dong?
    atau biomedika yg turunan fisika medik?
    tapi biomedika dipelajari di Elektro kan ya?

    @13304:
    beneran nih?gila… tapi nasib orang beda2 emang.,

    icarus

    Januari 9, 2009 at 10:42 am

  173. dear ka2k,

    ak mw tanya ni,
    klo keunggulan FT ITS dbndnng univ laenx ap??

    ap prospek kerjax bgs?

    tuz, ak bingung,
    cz ada yg blng, bidang instrumentasi industri yg bagus d ITB, tapi ada jg yg blng terbaik d ITS?
    tlong kasih pandangn dunn.

    sispena

    Januari 11, 2009 at 1:47 pm

  174. hmm.. FT yah? saya masih mahasiswa sih..jauh pula dari lingkungan FT..Saya masuk FTSL ITB 2008(Fakultas Tek.Sipil n Lingkungan)..jauh kan?

    tpai yang saya tau..sejauh ini lulusan FT itu gampang cari kerjaan..terlepas dari banyak yang bilang nanggung ilmunya atau tidak.. kenapa? karena d bidang industri, peranan ilmu fisika itu amat penting. yang saya tahu.. di FT yang dipelajari itu aplikasi dari science.. makanya punya embel2 “teknik”.. jadi klo teknik fisika itu, kita menggunakan ilmu fisika dan menerapkanya dalam memecahkan maslah industri..misalnya: dalam penentuan kualitas suatu barang..pengukuran standar.. dan lain2. nah..seperti anda pelajari waktu SMA..fisika itu sepertinya dibagi dalam dua macam ya? ada bagian dimana anda mempelajari fisika klasik..(yang berhubungan dengan hukum2 newton) dan fisika modern(yang menyangkut hukum2 einstein dan elektronika serta turunannya)..nah..yang membuat beda antara FT,EL dan MS itu..EL lebih condong mempelajari fisika modern..terutama elektronika, MS lebih condong mempelajari tentang fisika klasik, terutama hukum newton tentang rotasi dan gerak..dan FT itu mempelajari keduanya,,namun kurang spesifik. Bagi anda yang ingin mempelajari fisika secara keseluruhan..masuklah FT. dan jangan salah yaa.. FT juga belajar tentang sipil, arsitektur dan juga lingkungan (fisika bangunan dan akustik)..jadi senjatanya FT itu kajian ilmunya yang lebih luas.. namun seperti kata orang2 diatas.. semuanya tergantung pada anda dan pola pikir anda. toh kuliah itu lebih pada pembentukan karakter dan pola pikir. jika anda memiliki pola pikir yang bagus dan semangat pantang menyerah, semua pekerjaan yang anda hadapi bukan lah kendala. oke. segitu ajah..

    priyo

    Januari 14, 2009 at 2:31 pm

  175. hmm saya jadi ingin bertanya.. klo jurusan teknik lingkungan itu prospek kerjanya seperti apa yah?? soalnya saya gag kesmpaian masuk FTI ITB sih..jadi pengen masuk TL..karena ilmunya dekat ama ilmu Teknik kimia…mohon bantuannya yah.. makasih..

    priyo

    Januari 14, 2009 at 2:35 pm

  176. FT prospeknya bagus, soal kerja setelah lulus jangan dipikirkan, kerjaan datang sendiri

    kang dede

    Januari 14, 2009 at 4:16 pm

  177. woy>>>>>>>
    teknik yang pling prospek tuwh sbnernya ap to?????????
    dengn tnp merndhkan 1 sama lain tntunya>
    tpi bdasar realita yang ad>>>
    plzzzzz,,,,,Bingung neeeeeeee pgen teknik yang mana…
    para sesepuh,,,,
    mohon bantuaNya yaaaa

    om_u_suka

    Januari 17, 2009 at 3:36 pm

  178. langsung wae yaaa cz di balsnya lama,,,
    lulusan teknik elektro ugm prospek g???
    trus keunggulannya ap????
    mhon para sesepuh memberi petunjuk
    trimakasih>>>>>>>>>>>

    om_u_suka

    Januari 17, 2009 at 3:41 pm

    • pokoknya kalo teknik tenang aja lah,,semua teknik tuh berprospek,,,teknik fisika,mesin,elektro,kimia semua bagus

      seseorang

      Januari 5, 2010 at 10:45 am

  179. Teknik Fisika itu ilmu yang menurut gue sangat sulit dan bila berhasil keterima selamat deh, berarti anda bisa dikatakan relatif ‘encer’ otaknya.

    Tetapi kalo prospek karir, di lapangan kerja.sekali lagi tergantung strategi.Krn kl kerja biasanya spesifik. dan ini mesti benar2 diperhatikan.jg utk semua jurusan.

    Banyak yg pintar tetapi salah strategi sulit mendapat kerjaan, ada yg biasa2 saja tetapi strateginya tepat, dapat perusahaan yg lumayan.

    Tetapi nilai tinggi (2,8 keatas) waktu kuliah memang relatif mempermudah seleksi administratif masuk perusahaan.
    Tetapi salah saat wawancara (mis over PD,tak tau yg dimau,dll) bisa jadi gagal.

    tresna

    Januari 18, 2009 at 12:57 am

  180. .boleh gabung nih?,
    .q lisa juga berminat mau ambil TF, cz q jga ngerasa klop bgt sama fisika,
    .tpi yana bkin aq minder,
    .q nie cew, kq kyaknya gender masih berpengaruh bgt di dunia krja ya..
    .q bca comment temen2 jgha cow semua,

    jdi,, ada saran gak buwat q yg gy bingung banget

    Lisa

    Januari 18, 2009 at 4:12 pm

  181. Buat dik Priyandoyo, cerita nyata dibawah ini bisa menjadi pencerahan.

    Diangkat dari milist tetangga (TF-ITB)
    Ini cerita nyata:
    ada seorang insinyur proses muda, dengan gayanya masuk pabrik. You know man, I am the king here. nobody can change the process plant integrity without get permission from me……
    Dia berjalan melintas pabrik. Biasa, cek-cek dong. Selintas di kejauhan dia melihat kerumunan beberapa orang di dekat fuel gas facility. Apa yang mereka lakukan di sana ……..Kenapa pipa distribusi untuk bahan bakar kompresor dan turbin gue diutak-atik.
    Nyampe di sana , gue liat ada seorang yang potongan badannya kecil,kurus, dan berkacamata, sedang mengotak-atik katup kendali fuel gas line.
    Well, gue tanya aja
    Insinyur muda (IM): Maaf pak, kok diutak-atik, kenapa sih
    Dia: Emangnya kenapa, emangnya elu bisa!
    IM: (dalam hati, siaaalan, siapa dia ini)
    Dia: kenapa bengong, elu kaga liat itu bocor (sambil menunjuk ke katup kendali kedua)
    IM: (gue jawab dengan mantap) oh, karena dinginnya makanya bapak bilang control valvenya bocor
    Dia: kalo di pabrik gini iya, tapi kalo di PT badak sana, ada juga yang panas kalo bocor
    IM: (wah, orang ini ngerti juga kayaknya konsep isentalphi di valve, apa dia orang TK yach, gue iseng ach…)
    IM: Pak, kenapa kalo bocor ada yang panas tapi ada yang dingin.
    Orang itu lalu memandang gue dengan rasa heran….
    Dia: Wah dik, itu kan simple, pake aja prinsip joule thompson. Kan itu tergantung koefisiennya. Jadi kalau ada pressure drop, gas itu bisa dingin bisa pula panas, bisa juga tetap temperaturnya. Kalo tidak percaya pergi ke PT Badak sana ….sambil rada senyum meremehkan
    IM: (sialan bener orang ini……)
    Dia: (tiba-tiba ngomong) Adik lulusan TK yach, ITB?
    IM: betul Pak, saya dari TK ITB (bangga dong dia menyebut nama almamater saya).
    Dia : Ooo, pantesan (kembali sambil senyum meremehkan.. .)
    IM: (wah..wah… , saya jadi curiga…jangan- jangan)
    Dia: eh, elu tahu engga berapa suhu valve yang bocor tadi
    IM: mana saya tahu pak…
    Dia: dasar goblok….., pasti sekitar 70 F, kalo kaga percaya nih saya kasih termometer, ukur sendiri sana
    IM: (kurang ajar dia, awas yach..) Lalu gue ukur aja…..Astaga bener man, suhunya kira2 72 F. Pak, koq tahu tanpa harus ngitung sih.?????
    Dia: heh, di sini ada rule of thumb you know, setiap drop 15 psi, suhu turun 1 F.
    IM : (langsung gue keluarin senjata, calculator) dari absorber suhu 110 F dan tekanan 800. Lalu tekanan di drop ke 200. berarti suhu keluaran valve = 110F – (800-200)/15 = 70 F (astaga….. )
    Belum sempat selesai pembicaraan kita, segerombolan orang2 produksi datang…

    Produksi (P): Pak, kita sudah siap Pak, apa yang harus kami lakukan…
    Dia: OK, kirim 1 orangmu di power plant, awasi tekanan gas yang masuk ke sana , bilang segera kalau tekanannya osilasi..
    IM: Ada kerjan apa sih..
    Dia: Ini, kita mau menswitch semua fuel gas dari main header ke back-up sistem
    IM: sesimpel itukan….
    Dia: kalau iya, kenapa gue di sini, ini berhubungan dengan proses transient tau (dia rada kesal..)
    Dia: Oh ya Pak, gue minta orang di kontrol room mengawasi tekanan fuel gas semua kompressor
    P: ok pak, sambil terbungkuk-bungkuk. …
    IM: (kurang ajar, dia bisa memerintah anak buah saya seenak udelnya….)
    IM: Pak, kenapa begitu (?)
    Dia: udah, jangan banyak tanya, liat nih gue ngapain… lalu tangannya digerak-gerakan mengatur sesuatu di control valve.
    Dia: (bergumam), wah tumben kali ini rada bandel prosesnya… lalu dia ngomong di radio ke orang produksi…Rek, lagi banyak buka sumur HP yach (HP = high pressure)
    P (di radio): betul Pak…
    Dia : Pantas, gue set segini aja yach
    IM: kenapa diubah set yang dulu pak…
    Dia: eeehhh, kan proses gainnya berubah, yach setting nya ku ubah dong, kamu emang engga belajar kontrol waktu kuliah dulu….masa Pak Saswinadi engga ngajarin
    IM: loh kog bapak tau Pak Sas
    Dia: iya dong, kan dia suka diundang ke FT untuk seminar2 ttg kontrol..
    IM: wah, orang ini lulusan TF toh….walah, muka gue rasanya gue pengen taruh di belakang kepala ketika dia bilang saya tidak mengerti kontrol..

    (karena dia udah terbuka kedoknya, si insinyur muda (IM) diganti dengan TK dan bapak tua ini diganti dengan TF)
    TF: elu pikir gue harus ngitung loop gain sama phase change-nya, yang kaya beginian pake , apa itu kriteria Routh Hurwistcxz.. . atau pakai bode segala, apalagi Nyquist atau enkuis plot…..kuno bego….itu tidak nyata….malah jangan2 udah shutdown duluan , kamu baru selesai ngitung. Iya kalo ngitungnya bener..
    TK: (kurang ajar dia…) emangnya bapak engga ngitung sebelum tuning…
    TF: egga ngitung bukan berarti engga mikir goblok, gue berani taruhan, elu kaga tahu penerapan control mode P, PI, PID. Gaji gua bulan ini,
    setengahnya buat elu kalo elu tahu, karena yang setengahya lagi buat bini gue ha..ha..ha.. . (dia tertawa ngakak)
    TK: (kurang ajar sekali dia….)
    TF: selesai udah, yuk kita ke kantor gue…
    TK:(meski gondok setengah mati, gue ikutin dia karena penasaran)
    Kantornya itu sempit, ada plang besar bertuliskan: Instrument Maintenance section, oh..oh…dia itu superintendentnya toh…
    TF: masuk dik, nih rokok….dia terus ngebul. di ruang kerjanya bergeletakan spare part dan kotak kecil ada penunjuk tekanannya
    TK: apa ini pak
    TF: itu controller, yach di sanalah kamu merancang mau P, PI atau PID
    TK: tapi di sini tidak ada elemen D pak
    TF: yach, karena itu buat flow
    TK: kenapa pak
    TF: astaga….kamu emang engga diajarin apa artinya elemen differential di situ. Coba kamu keliling ke seluruh plant kita, engga ada pengendali flow pake Differensial tahu. Masa yang praktis gitu kaga tahu. Gue heran, kok perusahaan kita nerima orang kayak kamu…..
    TK:(kurang ajar banget dia……)
    tiba2 telpon berdering dan dia berbicara dengan orang. Sambil merokok orang TK itu memperhatikan sekeliling kamar bapak tua tadi, astaga men, di pojok lemarinya yang lusuh itu, banyak majalah yang engga asing bagi si orang TK ini, Chemical engineering. …….
    TF: eh anak TK, kita dipanggil Gas Plant control room untuk urusan pipa ke bontang..
    TK: (oh, rupanya dia sudah selesai di telpon) Pipa?, kenapa pak..
    TF: elu belajar mekanika fluida kan
    TK: iya dong pak, apalagi gas, gue kan alumni teknologi gas…
    TF: ok, kita lihat seberapa dalam ilmu TK-mu itu…

    Di lapangan, orang produksi meminta bantuan untuk menutup valve yang macet. Valve itu adalah bagian dari 4 valve utama yang terdapat di 4 pipa utama, yang menyalurkan gas dari pabrik kami dan pabrik2 tetangga ke bontang.

    TF: ok sudah selesai
    TK: kenapa ditutup pak
    TF: karena kita akan menurunkan flow ke bontang
    TK: kan kalo saya alirkan gas dengan empat pipa, kompresor kita tidak akan kerja berat karena pressure dropnya turun
    TF: siapa bilang, malah naik tahu..
    TK: mana bisa, pressure drop itu setara dengan laju alir massa , wong massanya berkurang , eh pressure dropnya malah naik, instrumennya kali yang rusak…. Si insinyur TK in yakin betul karena pasti si bapak TF ini tidak mengerti ilmu mekanika fluida

    TF: emangnya kamu pikir si bernoulli, panhandle, beggs & brill itu pinter, buktinya teori mereka gagal di sini
    TK: (what, doi tahu jago2nya mekanika fluida men) Ok pak, tell me why the pressure drop increase with decreasing the flow
    TF: ha..ha..ha.. .emangnya kamu engga pernah diajarin sama dosenmu tentang kesetimbangan fasa…ini nih contohnya, korek gas saya…..
    TK: (astaga doi kenapa bisa tau yach), lalu apa hubungannya
    TF : loh,loh, harusnya anak TF yang nanya anak TK bukan sebaliknya. Gini dik, sepanjang perjalanan dari sini ke bontang, gas kita akan kondensasi. Nah, kondensat itu kan cenderung di bawah pipa, apalagi yang konturnya turun naik, dia akan bersemayam di situ. Makin rendah tekanan justru semakin memperparah kondensasinya, jadinya pressure drop malah naik akibat liquid head tadi. Untuk itu dik, kita switch pipa, dari 4 ke 3 pipa. Gue kira elu tahu, ini kan cuma prinsip sederhana penerapan mekanika fluida dan kesetimbangan fasa….Masa sih elu kaga tau…engga mutu looh…Kalo elu banyak kaga tau, kasih aja kerjaan proses engineer itu ke gue…….
    TK: (kembali muka gue rasanya ditampar dia, astaga…..tapi dia emang betul man…..)
    TF: udah dulu yach, sudah suling tuh, kita harus makan biar kuat kerja, jangan cuma kaya mandor, makan kuat kerja kendor
    TK: ha..ha… (tapi tertawa gue rada miris, gue tengsin bener man)
    TF: jangan lupa dik, nanti kita rapat dengan TOTAL
    TK: Ok pak

    Ruangan rapat itu sudah penuh. Di sisi sini kebanyakan orang melayu, dan di sebelah sana orang bule, …….perancis man. Dengan bahas inggrisnya yang seperti orang kena flu, si mekanikal engineer bule itu menceritakan kenapa PSV-nya sering ngepop.Dia mulai dengan teori2 mekanikal yang ruwet.
    Si Bapak TF tadi, yang masuknya aja telat tiba-tiba berkata:
    TF: You are totally wrong
    Bule: what? Do you have any idea about it
    TF: it is simple, because you do not understand about unsteady state mass balance
    Bule: ?????? (mukanya bingung dan merah kaya kepiting rebus setengah matang)
    Bule satu lagi, yang keliatannya adalah bossnya berkata dengan bijak:
    Boss Bule: Ok sir, would you please explain to me what is really going on here. I’d got frustrate since our PSV were popping frequently.
    TF: Because you install the SDV at the upstream those PSV in auto open mode. Si bapak ini berhenti sebentar untuk batuk-batuk kecil. I am sorry…, You know, your SDV using pressure switch high (PSH) to trigger closing. But, because the rotation of your valve is too slow to close, the pressure already rise up to PSV setting so your gas release to vent stack……
    Boss Bule: Oh, I understand.. ….(sok ngerti keliatannya)
    TF: not yet, let me finished my explanation. Once your PSV popping, pressure of the pipe segment between PSV and SDV will suddenly decrease. At that time, the SDV which is in travelling time to close, will go back again to open because he feel no high pressure anymore so the SDV and PSV will be in oscillation (open and close). Imagine this happen
    repetitively, so your PSVs damaged.
    Boss Bule: Oh great, Ok I will as my process engineer to calculate the proper setting of PSH and give it to you for review
    TF: Why you should give to me, I am not a process engineer (sambil melirik mengejek si TK, sialan…)
    Boss Bule itu terkesima: So you are not a process engineer. OK anyway gentlemen, we close this very fast meeting, thank you. Dan meeting pun bubar….

    Si TK itu merenung, sambil mengira-kira. Apa iya yach karena selalu berasumsi steady state, semua di pabrik jadi keliatan mudah……. .tiba-tiba
    TF: eh jangan bengong, tenang dik, nanti ta’ didik kamu belajar proses transient, dan bukannya steady-state atau istilahnya apa itu dulu kamu pernah sebut2, tunak he..he… Kalau ikan tuna sih saya suka …
    TK: (gue udah cape ngomong sialan, jadi lebih baik diem aja)
    TF: daripada bengong, mendingan ke shop gue..

    Di-shopnya, ketika si TK dan si Bapak TF ini lagi asik2 ngobrol,datanglah teknisi (T) seraya tergopoh gopoh.
    T: Pak proteksi katodik di sana harus segera di pasang. Kami sudah merangkainya seperti ini apa betul
    TF: sebentar, tak cek dulu modelnya, elu pake impress current atau sacrifice anode ?
    TK:(astaga, gue kira cuma anak TK yang tahu model2 gituan..)
    T:kayaknya model impress current
    TF: Ok tak cek dulu diagramnya.. ..
    TK: diagram apa itu pak
    TF: he..he.., elu pasti heran gue bisa baca diagram ini
    TK: (astaga , diagram pourboix man) si doi tau…..walah walah…..
    TF: OK mas, segini saya kira cukup
    T: terima kasih pak…..

    Dan teknisi itupun ngeloyor pergi……. ……..

    Si TK itu kembali berpikir. Kalau dulu waktu Os senior2 gue pernah ngomong bahwa TK itu seperti bulan yang bisa mengelilingi matahari, kayaknya orang TF itu persis pesawat ulang alik, ya bisa ngelilingi bumi, bulan, dan
    yang pasti bisa bolak-balik ke bumi. Sedangkan bulan mana bisa…….. Yang bulan lihat cuma permukaan bumi aja….

    Hari-hari berikutnya si insinyur TK ini karena kesibukan kerjanya, jadi jarang ketemu dengan si orang tua “aneh” alumni TF itu. Sampai suatu saat si Pak Tua TF itu nelpon.
    TF: dik TK, mau ikut rapat penting engga…
    TK: apa itu Pak…
    TF: kita mau test ESD system kita
    TK: apaan tuh….(wah ini kesempatan gue ngorek2 yang aneh dari doi nihhh, hi..hi…)
    TF: hhhhhh, dia mendesah napas panjang, pokoke elu mau ikut kaga. Nanti abis itu elu baru gue tatar apa itu arti ESD…
    TK: OK deh (sialan, apaan lagi nih…)
    Gedung itu besar, mirip meja bundar. Terlihat para superintendent pabrik minyak dan pabrik gas duduk dengan angkernya. Disisi lainnya ada gas coordinator, itu tu, yang ngatur koordinasi pasokan gas ke bontang. Dan lagi-lagi Pak TF itu yang ngomong….
    TF: bapak bapak sekalian, program ini akan memastikan pabrik kita itu sampai di mana tingkat keamanannya, dan bla..bla.bla. .Untuk itu adalah sangat penting untuk memverifikasi Emergency Shutdown System kita guna menyakinkan sampai berapa tingkat kehandalannya, sehingga kita akan dapat gambaran, tindakan apa yang harus dilakukan, dan bla..bla…
    Si TF ini cerita lancar, termasuk ketika ditanya kemungkinan yang terjadi kalau ada instrumentasi yang gagal bekerja dan menimbulkan overpressure. .
    TF: Well…, tenang bapak2, kita masih punya proteksi pabrik selain ESD, yaitu PSV and bla..bla…. Lalu gas coordinator menjelaskan waktu yang tepat untuk melakukan itu dan seterusnya, sampai pengaturan orang2, dst..dst…
    TK: (oh, ESD itu Emergency Shutdown System toh, apaan lagi tuh, perasaan engga pernah denger sebelumnya) Si insinyur TK itu hanya diam saja sepanjang rapat. Sampai rapat berakhir, dia hanya dianggap angin lalu….kasihan
    Si insinyur TK itu membuntuti Pak TF: Pak…
    TF: Apa dik (sambil dia senyum-senyum)
    TK: (memang empet gue liat mukanya, tapi gimana donk, gue butuh dia men…) Apa sih sebenarnya ESD itu..
    TF: elu kaga tau lagi yach, pantes aja tadi di rapat elu cuma diem kaya arca ha..ha..ha.. Ok ikut gue ke shop…

    Di shop……
    TF: Gini young man, sebelum elu nanya hal-hal yang usang, gue tanya sekarang, emang waktu ngebuat pabrik, setelah elu ngelakuin FEED, elu buat apa
    TK: (astaga naga, dia anggap yang pengen gue tanya ini udah usang baginya, eh dia tahu FEED juga men..) Ya buat PFD dong
    TF: pake hysim-mu yang tunak itu, gitu…
    TK: betul pak..
    TF: abis itu…
    TK: ………… ……… …(apaan yach, gue koq kaga tau) engga tau pak
    TF: ha..ha..ha.. ..Elu itu ngaku2 insinyur proses, abis buat PFD kaga tau
    harus apa ha..ha….Elu pikir pabrik kita itu cuma diatas kertas lalu langsung jadi….kalau gitu sih mendingan elu belajar sama orang yang buat Candi Prambanan… ..masa dulu engga diajarin…
    TK: (Kurang ajar dia…) wah, jangan bawa-bawa masa lalu segala dong
    TF: emangnya kenapa…denger2 elu kan ngerancang pabrik kimia sebelon lulus, terus udah lulus gini kok bego ha..ha..ha..
    Si Insinyur TK cuma diam aja. Dia keliatannya udah kebal dengan perangai si tua aneh TF ini. Suasana diam sesasat, lalu si pak tua TF itu ngeluarin selembar kertas dan mulai corat-coret sambil mulutnya ngebulin asap rokok dan nyerocos dengan fasihnya. Tapi intinya adalah dia menjelaskan safety hierarcy pabrik kaya gini
    Typical Layers of Protection in Modern Chemical Plants
    1. Process design
    Inherently Safe Process
    Inherently Safe Equipment
    2. Basic Process Controls & Process Alarm and Operator Supervision
    3. Critical Alarms, Operator Supervision, & Manual Intervention
    4. Automatic Safety Instrumented System
    5. Physical Protection ( Relief Devises, PSVs )
    6. Physical Protection ( Containment Dikes )
    7. Plant Emergency Response
    8. Community Emergency Response.
    TK: Pak, pasti bapak punya bukunya, copy donk
    TF: enak aja lu, beli dong, masa gue aja punya eh elu yang ngaku2 rajanya pabrik kaga punya?
    TK: Ok deh Pak, wong sama temen aja
    TF: OK, nih ta’ pinjemin, tapi jangan kaget ngeliatnya.. .
    TF: Dia ngeluarin buku itu sambil jari keriputnya menuding sampul seraya ngomong “What the hell is this?”
    TK: Astaga naga, ada lambang AIChE dengan manisnya tertera di sana ….Kenapa gue kaga pernah liat ini dulu di kampus yach (bertanya sendiri)
    TF: Dik, wong gue aja heran elu sampe kaga tau dapur sendiri, …..yang gini2 sudah di jual bebas bak kacang goreng di luar sana . Dosenmu itu punya,
    pasti punya, mereka itu kan ikut anggota AIChE seperti saya ikut anggota ISA, mungkin disimpen kali biar jadi juara kelas ha..ha..ha.. .
    Si TK itu tertunduk lesu sambil memegang 2 buku utama yang berlambang institusi teknik kimia yang kesohor itu….
    Cerita selesai frend……
    ………… Si TK itu ya saya sendiri….gents
    dan si aneh itu kemudian dipercaya manajemen jadi Lead Engineer. Suatu jabatan profesional yang biasanya cuma bisa diduduki oleh orang-orang teknik kimia. Ternyata…. di balik kata-kata “bego”-nya yang bertubi-tubi, dia bermaksud membuat saya bangkit untuk maju. ….Ingat dik, jaman sudah berubah …..be prepare, mau globalisasi loo…

    Sebenarnya, masih banyak hal-hal lain yang kalau diceritakan akan membuat saya malu sendiri. Biarlah saya simpan sebagai kenangan saja…. Buat bapak2 dosen dan ibu2 dosen,saya mengucapkan terima kasih atas bekal-bekal yang telah diberikan sehingga saya bisa mengikuti celotehan si tua TF yang aneh tadi, meski harus jungkir balik. Keliatannya eksistensi kita mendapat ancaman yang serius, dari sebuah jurusan yang dulu letaknya di pojok, yang
    himpunannya pake gambar tengkorak lagi…

    Kalau saya boleh saran, sebaiknya adik2 kita diberi bekal yang lebih banyak lagi, tapi yang membumi…Kalau buat saya mungkin sudah terlambat…
    Oh ya, satu lagi, saya tak berani untuk menyampaikan salamnya ke Pak Arifin Wardiman jika saya berkunjung ke ITB, abis…nanti saya takut tidak bisa menjawab jika dia bertanya macam2…… .

    Salam
    Cahyo Hardo
    Field Process Engineer
    Field Engineering Department
    VICO Indonesia
    phone: 0541-525309

    ian

    Januari 26, 2009 at 12:51 pm

  182. ^^
    keren…
    beneran tuh…
    intinya, manusia mesti selalu siap buat belajar yak…

    jadi tambah pengin masuk TF…
    smoga bisa, amin…

    icarus

    Januari 27, 2009 at 4:17 pm

  183. TF insya Allah jg bisa bersaing kok
    hidup TF!!!

    TF ITB 08

    Februari 3, 2009 at 1:44 am

  184. @icarus:

    beneran lo mw msuk TF??
    coba aja lo angkatan 08 FTI
    PASTI lo masuk TF.
    soalny peminat ny dikit bgt
    dari kapasitas 125 orang yg mw masuk
    20 ORANG DOANK.
    yg laen pada mw k tekkim ama TI.
    Tapi klo k depan gw yakin bakal lebih banyak lg
    yg pengen ambil TF.
    Apalagi ITB sekarang lagi bikin kampus riset di Delta Mas, Bekasi.
    dan salah satu gedung yang bakal d bangun adalah
    lab. nanoteknologi termodern d Indonesia, bahkan mungkin d Asia Tenggara.
    Selesainya palin cpat 2011 dan bisa d gunakan oleh angkatan 2007
    kagak percaya?? masuk TF dong
    lha wong kepala perencanaan pembangunannya aj salah satu dosen wali TF kok
    maketnya bisa diliat di kantornya.

    terima kasih

    TF ITB 08

    Februari 3, 2009 at 1:51 am

  185. asw2…

    kalo cewek ambil jurusan teknik fisika bagus gak ya?

    lia

    Februari 6, 2009 at 2:00 pm

  186. @ lia

    bagus..!! kamu tau dirut pertamina sekarang ???
    KAREN AGUSTIAWAN, lulusan TF ITB
    dia jadi perempuan pertama yang menduduki jabatan direktur utama pertamina !!!!

    cukup inspiratif ???

    interholic

    Februari 7, 2009 at 1:01 am

  187. mas, mw nanya

    bagusan mana, TF ato TK??

    saya liat di situs salah satu perusahaan minyak dunia yang sangat terkenal,,

    di sana sepertinya mereka lebih membutuhkan TK daripada TF

    ada ga peluang bwt TF berkarir d perusahaan minyak??

    angga

    Februari 7, 2009 at 5:33 am

  188. @angga: baca2 postingan sebelumnya mas, TF bisa kok kerja di perusahaan minyak, nih liat di sini, sekedar info
    http://usm.itb.ac.id/publik/Prodi/133.htm

    icarus

    Februari 7, 2009 at 11:16 am

  189. Pertamina = perusahaan minyak
    dirutnya lulusan FT jadi…

    astra

    Februari 8, 2009 at 10:43 am

  190. iya hebat tuh dirut Pertamina yg baru, salut deh pokoknya…
    btw dia lulusan S1 aja ya? Keren loh S1 bisa jadi dirut, karirnya mantab.

    amin

    Februari 12, 2009 at 6:26 am

  191. bener, lulusan S1 doang, tapi pengalaman segudang tuh…

    btw di FTI urutan jurusan yg paling diminati dari atas ke bawah tuh: Tekim, Tekin, Tekfis ya?

    kalo iya, berarti setelah bisa masuk FTI, untuk ke Tekfis jalannya lebih lebar dong, apalagi kalo bener2 pemintanya dikit…

    icarus

    Februari 13, 2009 at 2:07 pm

  192. Sebenernya, pertanyaan utama adalah pilihan antara FT ITB dan TF UGM, dan keterangan mengenai prospek masing masing,,

    yang saya tau, prospek keduanya sama sama bagus dek,

    namuun yang harus kita ingat,

    “semua tergantung adek sendiri, banyak alumni sukses (dari jurusan apapun, institusi apapun) adalah orang yang semangat mengembangkan diri sendiri, bangga pada almamaternya, tapi tetep menghormati orang lain”

    tetep semangat,

    work together for our indonesia,,, ^^

    Ardhie

    Februari 16, 2009 at 2:46 am

  193. hidup fisika teknik Indonesia…!!!!!

    pras_fistek

    Februari 16, 2009 at 6:56 am

  194. Mau jurusan Teknik Fisika atau Teknik Elektro kek, yang penting jangan sampai membanggakan diri, karena semua kebanggaan diri itu akan menjadi laksana debu beterbangan ketika maut sudah menjemput & hanya amal kita yang menyertai kepergian kita menghadap-Nya.
    Saya masuk TF dulu karena suka fisika & bingung milih jurusan yang paling cocok. Setelah masuk TF lalu bergulat dengan bermacam-ragam wacana / pemikiran ternyata membawa kesimpulan bahwa: mau tekfis, elektro, mesin, atau tekim kek yang penting niat kita dalam menjalani setiap gerak-langkah kehidupan ini, apakah memberikan manfaat untuk diri sendiri & sekitar atau justru sebaliknya.
    So, hilangkan sekat-sekat kebanggaan terhadap jurusan masing-masing, di akhirat nanti Anda2 tidak ditanya jurusan apa yg dulu diambil di dunia!

    Alumni TF

    Februari 16, 2009 at 10:19 am

  195. Komentar yg berbobot. setuju pak! ilmu apapun yg kita pelajari semasa kuliah asalkan dgn serius pasti hasilnya tidak sia2. pilih jurusan sesuai minat/kemampuan lo, gak usah resah/bingung. santai saja lah.

    Rgds,
    Propulsion Planning & Logistics
    http://www.emiratesengineering.com

    Alumni PN

    Februari 16, 2009 at 6:22 pm

  196. Sebenernya mau jurusan TF, Tekim ,Elektro dsb ga ada pengaruhnya

    kapabilitas akan sesuatu,, semuanya kembali ke individu masing2..

    satu lagi,, jgn merasa paling hebat di anatara yg lainnya…

    KITA HIDUP DI DUNIA INI BUKAN UNTUK SALING MENYAINGI,,TAPI UNTUK SALING MELENGKAPI

    anak ft ITB

    Februari 22, 2009 at 3:18 am

  197. Gue sering baca koran di periode 2008-2009 ini sering gue baca biografi pejabat yang baru dilantik;

    – Dirut Pertamina yang baru = Karen (s1 TF ITB )
    – Kepala Dewan Riset Nasional (DRN) = Prof.andrianto
    – MENRISTEK = Kusmayanto Kadiman ( TF ITB)

    Hmmm…..mungkin karena belajar system control kali yah sehingga ga hanya otak nya tersistem dan terkontrol mungkin……………..

    Kebetulan ada teman masuk disana,,

    seseorang di jakarta

    Februari 22, 2009 at 4:45 am

  198. Saya salah seorang alumni TF-ITB sekarang bekerja sebagai Instrumentation, Control & Automation Engineer di salah satu PSC oil & gas di Indonesia.

    Dulu pada saat jamannya UMPTN pilihan pertama saya Teknik Elektro ITB, pilihan kedua Teknik Fisika ITB.
    TAPIIIII, saya bersukur dan berterima kasih diterima di pilihan yang kedua karena di TF saya menemukan disiplin ilmu yang sangat luas, ada ilmu listrik, ilmu statistik, ilmu proses, ilmu termodinamika, ilmu HVAC, ilmu heat & mass transfer, ilmu intrumentasi, ilmu kontrol, ilmu akustik, ilmu optik fiber, ilmu material, ilmu energi surya, ilmu nano
    Nah loooo kan hampir semua elmu2 itu dipake didunia kerja.
    Jadi kebayangkan kalo anda menguasai 50%nya saja, memasuki dunia kerja rasanya gampang kan………

    Siapa bilang TF itu nanggung?????
    Orang2 yang bilang TF itu nanggung pasti bukan orang TF.
    Ya wajarlah kalo mereka komentar seperti itu karena mereka belum mendapatkan pencerahan apa itu TF.

    SATU LAGI yg tak kalah penting,
    Sarjana TF di indonesia itu langka, sedangkan kebutuhan akan intrument & control engineer selalu ada.

    Coba bedakan dengan jurusan2 lain, elektro misalnya, sudah berapa ribu sarjana elektro di indonesia ini? belum lagi dari universitas swastanya……..bandingkan dengan lapangan kerja yg ada.

    Jadi, gak salah milih TF…..

    Dwi Satriya Nurmansyah

    Februari 23, 2009 at 2:20 pm

  199. wah2….! blognya makin rame aja nee…!!
    maw nanya ni…! klo tf pengen msk ke perusahaan oil & gas prospeknya gede g sih?? trs saingannya gmn??
    mohon pencerahan bwt kk tf…!
    -terymaksyh-^^

    cupu_man

    Februari 26, 2009 at 4:49 am

  200. Bwt jurusan EL*****
    yg merasa jurusannya adalah superior…
    jgn merasa menjadi katak dalam tempurung…….

    dalam sebuah presentasi On Job Traning di sebuah perusahaan fertilizer terbesar di indonesia
    seorang sarjana elektro yang memilih bagian instrumentasi telah 3X prsentasi di hadaan bapak2 STM maupun Sarjana untuk syarat kelulusan OJT tetapi tetap gagal….

    asal taw saja yang menjadi pembimbingnya adalah sarjana teknik fisika dan dia satu-satunya sarjana elektro di bagian itu.

    akhirnya karena kasian dia diterima dan dipekerjakan di anak perusahaan………

    sarjana elektro yang beruntung…….

    anak_pantai

    Februari 26, 2009 at 1:49 pm

  201. mas, saya bner2 tertarik nih pngen msuk TF….
    tapi, kira2 wkt kul nya berat g ya…..
    cz, kt kan cewek gt…..
    banyk yang blg sih….cwe tktnya g snggup sma krjaanya nti….
    tks ya mas:-)

    lia

    Februari 27, 2009 at 3:02 pm

  202. lha…..
    bu karen…
    dirut pertamina yg baru…..
    bkannya dr teknik fisika y??????

    anak_pantai

    Maret 6, 2009 at 5:18 pm

    • betul itu..mana tek elektro ?

      calon mahasiswa tf

      Agustus 3, 2009 at 1:04 pm

  203. dibawah ini link e-book engineering physics 50 years, mudah2an ada manfaatnya buat adik2 sma yang membutuhkan ‘peta’ seperti apa teknik fisika itu. salam.ard.
    http://iatf-itb.openesc.com/index.php?option=content&task=view&id=86&Itemid=54

    @rdcikalmart

    Maret 24, 2009 at 3:54 am

  204. @rdcikalmart:

    wah, makasih mas, dari dulu nyariin itu, lumayan, nambah wawasan, jadi semakin tertarik ke TF :-)

    sekarang saya sedang berjuang masuk sana…

    icarus

    Maret 28, 2009 at 10:31 am

  205. Ayoo… Ayooo… Elektro vs Tekfis
    (mode kompor :ON)

    abstain

    Maret 28, 2009 at 3:07 pm

  206. saya Lulusan Teknik Elektro medik, rencanya mau melanjutkan L J Intrumenetsi medik di Teknik Fisika ITS…Ksih tau tau donk prospek ke depan dari bidang Instrumentasi medik di indonesia….. ???

    idzoel

    April 16, 2009 at 8:34 am

  207. Teknis Fisika ITB itu jurusan buat anak2 yang bisa masuk Tek.kimia, yang IP tingkat 1 kecil….

    kui

    Mei 3, 2009 at 6:05 am

  208. @kui:
    komentar mas kui mengecewakan
    anak FTI jg y??
    justru sekarang ga kalah banyak anak2 yg bs masuk tekkim
    tp malah milih FT
    semuanya tergantung minat

    ato jgn2 mas kui sedang membicarakan nasib sendiri?? :)

    FTI 08

    Mei 3, 2009 at 12:44 pm

  209. Konon katanya..

    Kurikulum dan dosen2 TF-IXX killer2 dalam penilaian. karena menurut mereka standard TF-IXX akan disamakan dengan kualifikasi ABET (www.abet.org). International Standard plus2 dengan sertifikasi ke-insinyuran pulaah..

    dulu Ketika masa trial dijalankan tiap tahun ada saja mahasiswa TF-IXX yang stress, drop-out dan gagal lulus..

    So hati2 masuk ke jurusan tersebut.. not for the faint hearted..

    segi positif lapangan pekerjaan menjadi semakin international.

    sukses selalu

    bersama joni humarapus

    Joni Humarapus

    Mei 7, 2009 at 7:47 am

  210. Saya baru lolos fti itb lwt usm daerah…

    taun kedua mending masuk tekim atw tekfis ya?

    mohon pencerahan

    btw persaingan di fti gmn,, brat ga?

    nugross

    Mei 7, 2009 at 10:10 am

  211. Halo,

    numpang tanya……
    saya maw msk FT UGM by SNMPTN (UM Teknik nuclear g ktrima T_T), kira2 peluangnya besar g ya????? Brp percent??????
    Bravo Engineering Physics!!!!!!!!!!
    Please reply…….

    Axa

    Axa

    Mei 11, 2009 at 3:19 pm

  212. hilangkan sekat-sekat kebanggaan terhadap jurusan masing-masing, di akhirat nanti Anda2 tidak ditanya jurusan apa yg dulu diambil di dunia!

    netral

    Mei 14, 2009 at 5:50 pm

  213. @Joni Humarapus
    soal Abetnya memang benar.
    tapi soal “Kurikulum dan dosen2 TF-IXX killer2 dalam penilaian” itumah relatif tergantung cara pandang masing2 orang, klo gw sih sebagai mahasiswa di TF-IXX gak ada masalah.
    dan soal “tiap tahun ada saja mahasiswa TF-IXX yang stress, drop-out dan gagal lulus” itumah bukan cuma di TF-IXX aja tapi hampir disemua jurusan2 di-IXX juga kaya gitu. sering gw liat anak IXX lagi jalan dikampus suka ketawa2 sendiri ^_^’.

    2769849

    Mei 29, 2009 at 12:53 pm

  214. udah-udah orang tanyanya 2007 smp skarang msh dijawab aja,,,

    ngeloco di kosan

    Juni 27, 2009 at 10:21 am

  215. maff sebelumnya,
    saya dihinggapi kebingungan mengenai pilihan apa yang harus saya pilih,
    antara S1 T. Informatika IT Telkom Bandung dengan STAN Jakarta..
    mohon berikan pencerahan kepada saya manakah yang memiliki prospek kerja yang lebih bagus…trims

    Hanung Adittya A

    Juni 29, 2009 at 8:41 am

  216. kebetulan banged q anak teknik fisika d ITS,,,
    jadi kyak sales yang lage promosiin jurusan

    yang q tau yaw,,, peminat teknik fisika tuh dikit loh….

    lok suka fisika mending ke fisika murni ja..
    soalnya beda fisika murni sama yang teknik
    bedanya lok fisika murni 2 ya memperdalam j pa yang qta pelajari di sma jadi lebih ahli rumus
    klo yg teknik,,,lebih keaplikasi rumusnya,
    jadi ada rumus apa qta calon teknisinya yang buat alatnya getoh…
    mangkanya q rada sebel klo dkira fisika murni
    bukannya q skeptis ma fis murni
    pi loh mang bukan i2 jurusan q

    keunggulan tekfis????
    loe mw kerja dimana ma bagian apa bisa…
    dan yang dipelajari d tekfis 2 mencakup mesin, elektro, kimia (dikit), industri, termodinamika (ini yang penting), bahasa (hehehe),,,

    lok dsini nmaX yak avatar getoh,,,

    yang jlaz mang kontribusi ortu pling besar
    pi masa depan loe ya punya loe!!!!

    GAN bATE

    ilusepha

    Juli 1, 2009 at 1:15 am

  217. Aku kebetulan anak Teknik fisika “00, di itb disebut FT atau TF, sekarang kerja di salah satu minig company sebagai Contract Specialist…idealnya emang jadi intrument engineer tapi rejekinya disini, and sekarang baru nyadar dengan apa yang dibilang anak-anak teknik fisika yang lain kalo TF = Teknik Flexibel hehehe…
    intinya, mau kuliah jurusan apapun juga kalo di tekunin dengan baik pasti rejeki ngga kemana deh…(secara udah ada yang ngatur :))

    Banzaiiiiiiiiiiiiiii…
    Skuleeeeeeeeer 3x..

    Skuleeer

    Juli 1, 2009 at 1:10 pm

  218. VIVAT TF……….!!!
    alumni nya dmn2 ada…….ada2 aja…
    skr aku masuk disperindag seksi MEtrologi (penera)…
    so TF ternyata bisa juga jadi PNS… :)
    ga nyesel kalo km masuk TF..mo ke BUMN,PNS,Swasta bisa smuaa….

    bowie

    Agustus 3, 2009 at 1:02 am

  219. bener2..
    TF emg lebih besar prospeknya..di TF gag hanya mempelajari kulitnya aja, tapi keseluruhan,..
    TF bisa tek mesin, elektro, kimia, industri, bahkan pertambangan sekalipun..
    hehehe

    calon mahasiswa tf

    Agustus 3, 2009 at 1:02 pm

  220. wah….tambah naik dong passing gradenya ni tf ??….banyak saingan

    maba'09

    Agustus 18, 2009 at 10:17 am

    • kalo tambah saingan mungkin iya tapi peminatnya juga ga sebanyak teknik lain,,jadi peluang diterimanya lebih besar daripada teknik lain

      seseorang

      Januari 5, 2010 at 11:05 am

  221. Saya bukan siapa2, kuliah di teknik juga tidak, tapi saya ‘gumun’-ndeso ya…pada diskusi teman2 semua, pokoknya lucu2 deh :) Banyak fakta, sekolah tidak berbanding lurus dengan bidang kerja atau rejeki. Ada banyak teman2 yang ga gathuk antara sekolah dan profesinya sekarang.

    Lulusan sejarah-ugm jadi pengusaha hortikulture
    Lulusan ti-itb jadi pengusaha bakmi terkenal
    Lulusan sastra inggris jadi pengembang perumahan
    dan Dirut Pertamina adalah lulusan tf-itb
    jadi sekolah saja yang bener,
    hasilnya akan datang dengan sendirinya….

    Arya

    Agustus 19, 2009 at 4:38 pm

  222. bener2… yg bingung apa itu TF adalah BUKAN orang TF. jadi yang sudah masuk ke TF pasti tau kemana arah untuk melangkah.
    soal dimana kuliah… gue yakin, yg jelas adalh usaha loe buat maju.
    PLEASE… bangga kpd jurusan boleh, tp jgn berlebihan. gue liat fenomena kalo anak2 ITB terlalu angkuh dgn almamaternya. apa dikira orang2 UGM ato ITS tdk brani bersaing dgn ITB???
    yup….

    koes

    September 15, 2009 at 2:48 pm

  223. mohon nanya apakah sama jurusan d3 fisika instrumentasi dengan d3 elktromedik,sebab aku bingung dengan penerimaan cpns tahun ini.dimana jurusan d3 elektromedik banyak diterima di setiap pemkab???????????

    besli munte

    Oktober 30, 2009 at 3:39 am

  224. sama aja lah…

    memang di indonesia banyak orang bukan jurusannya yang memegang kendali utama :

    kayak bu karen ( TF ITB di pertamina )
    pak rinaldi ( arus kuat ITB di telkom )
    kalo ga salah yang megang chevron dan Telkom di Indonesia banyak anak arus kuatnya ( CMIIW )

    cuma kalo saya liat memang dari sisi materi kuliah lebih ringan TF daripada Mesin dan elektro, pengalaman teman saya anak FT cerita2 sharing dengan saya….

    CMIIW

    vivato ***!!!!

    anak _elekttro

    November 3, 2009 at 5:46 am

    • semakin luar biasa prospek teknik fisika,,,dunia kerja dalam industri makin kompleks…terkadang satu keahlian saja tidak cukup,,,lulusan teknik fisika mempunyai keahlian mekanikal dan elektrikal,instrument,kontrol dan proses,,,keahlian yang luas itu memungkinkan ia mudah beradaptasi dlm dunia kerja dan bisa bekerja di banyak bidang,,,

      tks

      alumni tf yg bekerja di pt.chevron

      Januari 19, 2010 at 1:57 pm

  225. Waduh.. jangan salah smua..

    Menristek kita sebelumnya : Pak Kusmayanto lulusan Teknik Fisika ITB lo..

    Dirut Pertamina : bu Karen Agustiawan itu lulusan Teknik Fisika ITB juga lo..

    Jadi ga usah takut ya.. anak Teknik Fisika..

    nar

    November 7, 2009 at 9:03 am

  226. iki postingan opo seh.. uakeh eram..
    yo wes seng penting ojo jotos2an yo…

    vivat TF.. vivat solidarity.. together.. forever..
    (F39) 2404.030.023

    MARKI

    November 7, 2009 at 3:41 pm

  227. Jadi makin pengen ke TF

    andri

    November 15, 2009 at 7:36 am

  228. mmmm wah kayaknya dah redanih gado- gadonya…!!!! ya iyalah wong semuanya dari sayur mayur kok sopasti enak dimakan oklah peace yaw

    Arman

    November 16, 2009 at 5:31 pm

  229. sepertinya yang nanya sudah gak butuh jawaban lagi..
    mungkin dia sudah kuliah di Fakultas non teknik, bukan di elektro, mesin atau teknik fisika. :)

    hanya untuk mencoba mengingatkan kepada semua adik2 sma yang berniat melanjutkan kuliah… jangan pilih cuma karena gengsi, pilih karena kamu tahu dan merasa cocok.

    harmoer

    November 17, 2009 at 5:51 am

  230. POKOKE TF ITS IS THE BEST… boleh di adu,,,yg lain jgn banyak ngomong!!!!!

    wong ndeso

    November 21, 2009 at 8:19 am

    • kita sesama tf harus saling mendukung,jangan saling merendahkan,mari bangun teknik fisika indonesia,,

      wendy

      Januari 11, 2010 at 1:33 pm

    • halaaaaaaaaahhhh….. vivat taek….
      together vorever…?? mw mati bareng bu’….. yo sepurane,, matio dewe….

      ojok bersama selamanya, tp keberanian selamanya…..

      SPAIN

      April 21, 2010 at 5:45 pm

  231. Kalian ini goblok alias bloon semua, merasa sombong, angku dan merasa diri dan jurusannya paling baik kebanding jurusan lain. Apa sih prestasi anda yang sudah diberikan pada bangsa ini? Apakah anda pernah juara olimpiade atau masuk ke salah satu perguruan tinggi top dunia misal Harvard, wisconsin, Illonois and …. atau paling tidak dengan ipk lebih besar dari 3.5. Jika tidak berhentilah membanggakan diri. Model seperti ini yang membuat bangsa Indonesia selalu ketinggalan khususnya bidang teknologi dibanding negara lain.
    alumnus Harvard unversity

    Alxandra

    Desember 14, 2009 at 2:33 pm

    • Kmu yg bloon…!! Seorang alumnus luar negeri gak bkalan ngomong sekelas ank SD sperti itu..

      Arek F**

      Desember 15, 2009 at 12:31 am

      • Maaf kesal melihat beberapa komentar diatas, lagian saya tidak bisa bicara berbelit belit, saya lebih suka langsung ke inti, bosan- dengan diskusi ini, bye bye silakan lanjut bagi yang merasa paling pintar

        Alxandra

        Desember 19, 2009 at 12:09 am

  232. teknik fisika ugm dibentuk juga untuk memenuhi kebutuhan akan energi terbarukan,makanya ada peminatan di energi terbarukan,selain instrumentasi tentunya..

    nonme

    Desember 30, 2009 at 1:19 pm

  233. assalamu’alaikum..
    Mas, saya mau tanya. Saya adalah mahasiswa kimia. Saya sangat ingin tau tentang perusahaan-perusahaan yang sekiranya bisa saya masuki saat saya lulus nanti. Mohon saya diberi informasi tentang urutan industri ( baik yang bergerak di bidang obat-obatan, makanan, minyak dsb) terbaik di Indonesia?
    Selain itu, saya juga ingin menanyakan berapa gaji seorang karyawan R&D?
    atas jawabannya, saya ucapkan banyak terimakasih..

    wien

    Januari 4, 2010 at 6:04 am

  234. gimana dengann teknik fiska di IT Telkom?
    meyakinkan ga?
    aku alhmduilah ditrima ni(USM) tp masi ragu ambil pa ngga.
    ktany prodi baru disaana.

    thanks

    alantitoo

    Januari 5, 2010 at 9:53 am

  235. emang sih kalo di telkom teknik fisika emang baru tapi jangan khawatir,,,lulusan teknik fisika sangat dibutuhkan oleh industri,,,karena pesaing kita emang sedikit,,coba bayangin cuma ada 5 teknik fisika d indonesia,,,,

    seseorang

    Januari 5, 2010 at 10:43 am

  236. yang penting kalo pengen kuliah di teknik fisika be specific aja supaya kita punya keahlian yang mendalam setelah lulus,,menurut saya justru lulusan teknik fisika bisa masuk kemana mana karena basic teknik mereka punya(instrument,proses,etc)

    asep

    Januari 8, 2010 at 9:54 am

  237. emang bener ya teknik fisika lagi booming,,?apa karena bidang ilmu tekniknya yang luas dan bidang kerjanya yang luas pula..jadi tambah semangat nih kuliah di teknik fisika ***..

    simon

    Januari 9, 2010 at 4:06 am

  238. perasaan jurusan yang lagi booming tuh kyak informatika,industri dll,yang peminatnya buanyak bgt,,kalo teknik fisika sih peminatnya ga terlalu banyak tapi sebenarnya sangat bagus untuk kdepannya,,karena kita dikasih ilmu keteknikan yang luas,,otomatis bidang kerjanya jga luas pula,,satu lagi kelebihan anak teknik fisika adalah mereka lebih mudah beradaptasi d dunia kerja karena sifatnya yang multidisiplin..karena dikasih dasar teknik(fisika dan matematik) yang kuat di 2 taun pertama,baru di 2 taun terakhir bisa memilih bidang minat sesuai minatnya,,,

    simon

    Januari 9, 2010 at 4:12 am

  239. fisika teknik makin menjanjikan dari hari ke hari,,,

    ROMI

    Januari 12, 2010 at 10:34 am

  240. saya jg kabita nih mau masuk TF ITB, dari komentar kalian semua nampaknya TF adlh jurusan yang menggiurkan dan masa depannya bagus..
    kalo ngelamar kerja di luar negeri gimana sih? saya tertarik bgt sama yang kerja di norwegia itu lho, gaji 6.000 EURO per 23 HARI (sabulan-bulan acan), 22.000 EURO PER TAHUN.. gokil anjir. hahaha

    ricardorisvan

    Januari 12, 2010 at 1:02 pm

  241. hHaaa…..
    Asik euy,,
    ternyata prospeknya luas,,,
    hHe…

    jadi makin semangat ajja buat masuk TF,,,

    Raha

    Januari 14, 2010 at 5:04 am

  242. sebenarnya kalo teknik itu relatif,antara elektro,mesin,tekim,fisika teknik bisa dibolak-balik di dunia kerja,kadang process engineer yang biasa ditempati oleh teknik kimia bisa ditempati lulusan teknik fisika,begitu pula sebaliknya,sekarang tidak ada pendidikan yang benar-benar menyiapkan lulusannya siap di dunia kerja,yang ada adalah kita siap untuk dilatih dengan basic keilmuan kita dan cepat beradaptasi di dunia kerja,dan itulah untungnya lulusan teknik fisika,dia dikasih basic keilmuan yang kuat sehingga lebih mudah beradaptasi di dunia kerja nantinya

    asep

    January 8, 2010 at 10:02 am

    derry

    Januari 14, 2010 at 8:40 am

  243. sekarang pemerintah lagi mbangun proyek PLTU yang diperkirakan beberapa taun lagi akan selesai dan banyak menyerap insinyur kususnya teknik mesin,elektro dan fisika,,,selain itu sekarang lagi krisis energi maka lulusan teknik fisika bisa beraksi disitu,,,

    derry

    Januari 14, 2010 at 8:41 am

  244. kalau suka fisika,progran studi teknik fisika bisa jadi pilihan,,jaman sekarang yang namanya dunia kerja tuh kompleks,,,kadang antar bidang ilmu saling membutuhkan,,dan teknik fisika adalah teknik yang mempelajari banyak hal,,termasuk di dalamnya elektro,mesin,kimia,sipil,,,dengan begitu lulusan teknik fisika akan lebih mudah menyesuaikan diri di dunia kerja karena cakupannya yang cukup luas,,tapi apakah itu membuat lulusan teknik fisika tidak fokus?oh..tidak,,karena di semester 5-8 kita bisa memilih bidang minat yang kita sukai misal energi terbarukan(ugm),instrumentasi dan kendali,laser dan serat optik(its) ,fisika bangunan dan laen2

    derry

    Januari 14, 2010 at 8:47 am

  245. ga usah takut lah masuk fistek yang penting dalami ilmunya,,,ntar kalo ip>3 kerjaan jga datang sendiri…apalagi lulusan teknik fisika sangat sedikit padahal banyak yang membuthkan,,

    manusia netral

    Januari 14, 2010 at 8:48 am

  246. pendidikan Teknik Fisika pada strata pertama (S1) ditekankan pada penguasaan ilmu dasar sains dan engineering yang kokoh, sehingga lulusannya dapat berperan sebagai katalisator atau integrator/ koordinator/ fasilitator/ project leader dimana usaha-usaha yang bersifat multidisiplin dalam industri, penelitan dan pengembangan (R&D / research and development) dan kegiatan-kegiatan lainnya. Pada strata yang lebih tinggi (S2), program pendidikan diarahkan untuk memberikan bekal pada penguasaan ilmu-ilmu baru dan penerapannya dalam berbagai bidang kajian dan industri. Bidang-bidang kajian yang kini menjadi pilihan antara lain Computational Materials Science & Engineering, Optics and Fiber Optics, Laser Communication, Instrumentation and Computation Systems, Medical Instrumentations and Biophysics, Control System and Engineering, dan Built-in Environment, Vibration and Acoustics. Oleh karena fungsi, visi dan misinya, profesi Teknik Fisika sering disebut sebagai frontier engineering, dan mampu bergerak pada garis batas pengembangan teknologi baru yang memanfaatkan ilmu-ilmu dasar, matematika dan fisika.

    manusia netral

    Januari 14, 2010 at 9:04 am

  247. minta penjelasan TF ITB dong, sedetil2nya kalo bisa.. hehe
    saya mo msk sana soalnya

    ricardorisvan

    Januari 24, 2010 at 5:43 am

  248. setahu saya,TF ITB adalah TF tetua dan terbaik di indunesia,,,ciri khas TF itb adalah instrumentasi industri,,,fasiliatsnya paling lengkap se-teknik fisika di indonesia,,,sudah menghasilkan ribuan alumni yang luar biasa,,,banyak yang jadi menteri dan pengusaha,,,jgn ragu kalo mo masuk TF ITB..

    alumni TF UGM,sekarang kerja di chevron

    Januari 28, 2010 at 4:25 am

  249. Aku bingung nih mw masuk teknik kimia ugm,tknk mesin ugm atw tknik fisika ugm ya???minta sarannya donk…

    Kapten_kolor

    Januari 30, 2010 at 11:11 am

  250. @joni;kalo teknik sih sama aja,,,yang penting kalo mo masuk teknik,km harus suka matematik dan fisika,itu dasar2 keteknikan,,,tergantung minatmu aja,tapi d teknik kimia jg banyak fisikanya lho,jgn km masuk teknik kimia utk menghindari fisika,karena justru fisikanya lebih banyak,kalo prospeknya antara ketiganya bagus semua,

    JONI

    Januari 30, 2010 at 4:14 pm

  251. gw udah smester4 d TF-ITB,, hwahahaha
    masuk sini aj… keren2 plajranny
    gokil2 anakny. d FT-ITB juga banyak yg bego2, nyantaylah
    SO enjoy this

    ngganteng

    Februari 9, 2010 at 3:45 pm

    • wow saya jg ngiler pengen masuk situ lho mas, saya udh daftar pmbp buat msk ITB..
      sharing2 dong gmn keterima di ITBnya, kul dari smt 1-4nya gmn.. hehehe
      obsesi pisan saya euy

      ricardorisvan

      Februari 11, 2010 at 11:52 am

  252. klo bidang minat fotonika tuh sekarang lagi dibutuhkan gak?
    binging nih milih antara instrumen ama fotonik nih…mohon pendapat dan saran ya…

    sekarang mahasiswa tf

    Februari 12, 2010 at 2:47 pm

  253. @sekarang mahasiswa tf: sebenarnya dua duanya bagus,,,tapi kalau lebih amannya milih instrument aja….soalnya lulusan teknik fisika udah terkenal di industri sebagai instrument enginner…padahal teknik fisika kan ngga hanya belajar instrumentasi kan….tapi faktanya 80% lulusan teknik fisika bekerja sebagai instrument engineer..

    tapi kalau mau lanjut S2 ngambil nanoteknologi kayaknya fotonika juga bagus,,

    faris

    Februari 14, 2010 at 1:47 am

  254. semakin luar biasa prospek teknik fisika

    joko

    Februari 14, 2010 at 3:13 am

  255. Halo pembaca !!
    Tulisan ini masih ada banyak sangkut pautnya dengan posting jurusan berprospek dan prospek Teknik Fisika tentunya. Makin lama, Teknik Fisika memang makin menarik. Banyak yang bertanya pada saya tentang posisi pasti aksi-aksi alumni Teknik Fisika. OK, tanpa berpanjang lebar, silakan langsung menikmati…

    1. Perminyakan dan Pertambangan
    Bidang ini adalah bidang yang palng banyak ditempati dan diminati lulusan-lulusan Teknik Fisika.Di Perminyakan, lulusan Teknik Fisika banyak menempati posisi sebagai Instrument engineer, Control Engineer, Process Engineer, Facility Engineer, dan Production Engineer. Jika anda mencari lulusan Teknik Fisika di suatu perusahaan perminyakan, maka carilah di posisi-posisi tersebut. Dijamin (terutama instrument engineer) akan banyak ditemukan lulusan Teknik Fisika

    2. Telekomunikasi dan Elektronika
    Dengan adanya spesialisasi di bidang Instrumentasi dan Kontrol, banyak pula lulusan Teknik Fisika yang mengadu peruntungannya di bidang-bidang tersebut. Kebanyakan, mereka beraksi di vendor-vendor yang ada. Contohnya di Yokogawa (banyak banget ni), Nokia atau Huawei. Namun tidak sedikit pula yang bekerja di operator telekomunikasi. Bahkan ada seorang alumni Teknik Fisika yang telah berhasil menjadi salah satu petinggi di salah satu operator Telekomunikasi terbesar di Indonesia.

    3. Teknologi Informasi
    Sekali lagi, dengan keberadaan keahlian Instrumentasi dan Kontrol, Teknik Fisika juga banyak melahirkan programmer-programmer handal. Ada pula yang sudah berhasil mendirikan perusahaan IT. Keahlian programming alumni Teknik Fisika biasanya sangat spesifik karena kesempatan belajarnya sendiri juga tidak terlalu banyak. Setidaknya tidak sebanyak mahasiswa Elektro, Informatika atau Ilmu Komputer. Namun justru itu yang menjadi keunggulan Teknik Fisika. Karena, meski hanya satu atau dua bahasa pemrograman, bahasa tersenut dikuasai sangat dalam. Perludiingat, banyak orang mampu menggunakan banyak bahasa pemrograman. Namun mereka jadi kurang fokus. Padahal yang dibutuhkan saat ini adalah yang spesifik.

    4. Energi
    Bidang ini memang tidak pernah mati. Selain perminyakan dan pertambangan, energi terbarukan adalah bagian yang banyak dirambah. Namun, karena sedikitnya peluang di dalam negeri, banyak yang menyerbu ke luar negeri dengan penghasilan yang amat sangat luar biasa besar. Selain itu, Teknik Fisika bisa dibilang penguasa tunggal bidang ini. Sampai saat ini, baru Teknik Fisika UGM dan ITS yang menyediakan kurikulum khusus bidang energi terbarukan. Saking tidak adanya pesaing, ada perusahaan multinasional bidang energi terbarukan yang SEMUA karyawannya adalah lulusan Teknik Fisika UGM (sampai saat ini). makin langkanya minyak bumi membuat karir di idang ini sangat menjanjikan. Bahkan, kalaupun anda hanya mau berkarir di Indonesia, itu bukan masalah yang besar. Karena saat ini saja, akan berdiri beberapa perusahaan energi terbarukan di Indonesa. Selain itu, beberapa perusahaan yang sudah mapan seperti MEDCO, PERTAMINA atau REKAYASA INDUSTRI juga akan melakukan ekspansi di bidang ini

    5. Pembangkit Listrik
    Tak bisa dipungkiri,pembangkit tetap menjadi primadona para lulusan Teknik Fisika. Banyak lulusan Teknik Fisika yang berkarir disini. Beberapa perusahaan tersebut antara lain PLN, Chevron Geothermal, Geodipa, Indonesia Power, Pembangkit PJB Paiton maupun Suralaya dll

    6. Industri Manufaktur, Petrokimia (pupuk, kimia,farmasi dll) dan Otomotif
    Industri ini membutuhkan sangat banyak instrument engineer. Tak heran, sebagian besar lulusan Teknik Fisika berkarir disini.

    7. Industri Kontraktor
    Kontraktor menjadi salah satu bidan yang sangat diminati lulusan Teknik Fisika. Industri Kontraktor disini meliputi Kontraktor Perminyakan, Kontraktor Bangunan, Konsultan Bangunan, Mekanikal Elektrikal. Yang paling tekenal tentu saja bidang HVAC (Heating, Ventilating and Air Conditioning). Sebuah bidang yang sudah membuat lulusan Teknik Fisika sangat dikenal.

    8. Berbagai Departemen
    Lulusan Teknik Fisika tidak hanya berkarir di bidang industri. Banyak juga yang berkarir di berbagai departemen. Contohnya Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Energi, LIPI, BATAN, BPPT dll. Banyak dech…

    Ingat juga, menteri RISTEK kita berasal dari Teknik Fisika lho. Trus, sudah tahu susunan komisaris Pertamina yang baru?? Kalo tidak salah dari 9 (jumlah pasti lupa) ada 3 orang alumni Teknik Fisika. Teknik Fisika memang luar biasa. Siap bergabung ??

    yogi

    Maret 1, 2010 at 1:02 pm

  256. Nama asli Teknik Fisika sebenarnya adalah Fisika Teknik (Engineering Physics bukan Physics Engineering). Jurusan ini dibawa para dosen Belanda yang dulu mengajar di ITB.Diubah menjadi Teknik Fisika karena dulu di ITB ada tuntutan agar semua Teknik menyeragamkan namanya dengan nama Teknik ada didepan. Tapi bagaimanapun, internal Teknik Fisika tetap pada pendirian. anak Teknik Fisika sering disebut FT (di ITB) dan Fistek (di UGM). Keduanya singkatan dari Fisika Teknik.

    Secara kurikulum, Fisika Teknik berperan menjadi jembatan bagi ilmu science (MIPA) dan ilmu Teknik. Teknik-teknik mapan meskipun selalu menyesuaikan diri, namun tetap tidak mampu mengcover setiap perkembangan yang ada. Disini Fisika Teknik bertugas mengcover ilmu-ilmu baru yang tidak mampu ditangani teknik-teknik mapan. Akhirnya di Indonesia mulai muncul keilmuan nanomaterial (FT ITB), Fotonika (Teknik Fisika ITS) dan Energi Terbarukan (Fistek UGM). Di Fisika Teknik, dalam 4 semester pertama akan dipelajari semua bidang teknik dan dasar matematika serta fisika yang sangat kuat. Dari Arsitek, Elektro, Komputer, Mesin, Kimia, kecuali Geologi. Apakah ini membuat mhs Fisika Teknik kurang expert?? Tentu saja tidak. Dengan mempelajari semuanya, mahasiswa dituntun untuk melihat potensi dan minat sebenarnya. Kemudian, baru ia memilih mana yang akan ia tekuni dalam 4 semester terakhir. Ada beberapa peminatan dalam dunia Teknik Fisika (saya mengambil dari perspektif UGM tapi secara umum sama)

    1. Instrumentasi dan Kontrol
    Ilmu ini adalah trademark Fisika Teknik di dunia industri. Kita akan belajar tentang mechanical dan electrical system sekaligus. Tugas utama seorang instrument/control engineer adalah mengontrol sistem proses industri. Contoh, Suatu industri kertas akan membuat kertas dengan tipis tertentu. ketipisan suatu kertas perlu dikendalikan untuk bisa didapatkan kertas dengan tipis yang diharapkan. Contoh lain adalah pengendalian robot-robot dalam dunia industri. Sub keahlian di bidang ini salah satunya adalah Komputasi. Komputasi disini lebih spesifik seperti aplikasi komputer pada Jaringan Syaraf tiruan, kecerdasan buatan, pengolahan citra digital, Interfacing (antar muka) instrumentasi. Programmable Logic Controller (PLC), pengelolaan data elektronik, sistem informasi manajemen dll. Fisika Teknik UGM memiliki ciri pada bidang telecontrolling atau pengendalian jarak jauh dan instrumentasi kedokteran. Di ITB lebih kuat instrumentasi industri. Elektronika juga menjadi salah satu sub keahlian bidang ini.

    2. Rekayasa dan Manajemen Energi (Terbarukan)
    Bidang ini akan mempelajari semua jenis energi alternatif baik terbarukan maupun tidak. Mulai dari energi matahari, angin, air, laut/gelombang, batubara, hidrogen power, fuel cell, biomassa sampai bioethanol. Mahasiswa dalam mengerjakan skripsi/tugas akhir biasanya langsung mendesain sistem energi terbarukan di suatu daerah berdasar pesanan.

    3. Fisika BAngunan dan Akustika
    Bidang ini mempelajari tentang kenyamanan termal dan akustik suatu bangunan. Bidang ini akan banyak bekerja sama dengan Arsitektur dalam bidang kerjanya. Di UGM, pembelajaran bidang ini dilakukan langsung ke masyarakat. Dimana mahasiswa diterjunkan langsung untuk menjadi konsultan/perancang sistem bangunan yang nyaman, hemat energi, tidak bising, tidak pengap dll. Perlu diketahui, untuk suatu interior ruang pertemuan, peletakan mic/speaker perlu diperhitungkan matang-matang dengan perhitungan matematika yang rumit tapi menyenangkan. Jika kamu masuk ke suatu gedung yang dari luar cantik tapi di dalam terasa bising, berarti arsiteknya tidak bekerja sama dengan ahli Akustika Fisika Teknik.

    4.Laser dan serat optik
    Seperti yang kita tahu, bidang ini banyak digunakan. Terlebih serat optik di bidang telekomunikasi. Dipelajari juga aplikasinya untuk komunikasi data, sistem wireless (nirkabel), laser untuk kedokteran dll. Bidang ini amat menarik karena memanfaatkan teknologi tinggi. Kedepan bidang ini akan sangat maju karena berbagai keuntungannya dalam pengiriman data/informasi. pengembangan mulai menyentuh pemanfaatan cahaya sebagai pembawa informasi (bayangkan jika cahaya bisa membawa informasi. Semuanya jadi serba cepat!!).

    Prospek Kerja Teknik Fisika :
    Dari uraian diatas Fisika Teknik jelas bisa memasuki semua area bidang kerja. Dengan keilmuan dasar yang sangat kuat, alumni Fisika Teknik sangat mudah mengembangkan diri termasuk menyeberang bidang keilmuan. Banyak teknik mapan yang kurang memperhatikan dasar. Pada akhirnya ketika teknologi semakin maju ia tidak mampu mengembangkan diri karena secara dasar kurang. Sebagai jembatan MIPA dan Teknik, dasar Fisika dan Matematika di Fisika Teknik sangat kuat, mungkin cuma kalah sedikit dari mahasiswa Matematika dan Fisika. Dalam beberapa perlombaan olimpiade teknologi Fisika, justru yang menjadi juara bukan mhs Fisika tapi dari Fisika Teknik.

    Lingkup kerja / Prospek Kerja Fisika Teknik meliputi : Telekomunikasi, Industri proses, petrokimia, minyak dan gas, energi, industri elektronika, teknologi informatika, kedokteran, pengendalian satelit dan peluru kendali, NASA, kontraktor bangunan, departemen energi, departemen pekerjaan umum, BATAN, departemen komunikasi dan informasi, kontraktor migas dan telekomunikasi, EPC, Konsultan umum dan migas, dosen di semua bidang teknik dll

    koko

    Maret 2, 2010 at 11:53 am

  257. woww….jdi tmbh smangad buad mcuk TF nehh…

    ZoRo

    Maret 3, 2010 at 7:05 am

  258. wah gtu ya…mantap2…
    luas bgt ya tekfis…
    maju terus…vivat TF

    sekarang mahasiswa tf

    Maret 5, 2010 at 3:46 pm

  259. mas-mas dsn, sy mw tanyak nehh.. prospek krja teknik fisika di ITS gmn?? bagus ga??? sy rncnax mw dftr dsn neh. tpi msh blum ykin. mngkn teknik fisika ITB n UGM emg myakinkan,diliat dri passing gradenya aja uda gde bget… tyuz knp pasing gradenya TF ITS koq kcil y?? ap TF ITS klah dengan TF ITB dan UGM??? mohon pencerahanya…plizzz..

    ZoRo

    Maret 24, 2010 at 3:41 am

  260. @Zoro:
    kualitas dari tekfis ITS,UGM,ITB tuh sama aja, passing grade bukan ukuran kualitas

    sekarang mahasiswa tf

    Maret 27, 2010 at 1:40 pm

  261. NASA?? itu mah yang ambil phd jur elktro kontrol di luar negri dulu kaliiii

    EmBer

    Maret 29, 2010 at 2:28 pm

  262. Rekan-rekan semua, jangan heran jika saya belajar Instrumentasi dan Kontrol. Kebanyakan orang menganggap bahwa dunia ini adalah milik Teknik Elektro. Padahal dunia kerja justru menganggap bahwa Teknik Fisika adalah pemilik sah keahlian jenis ini. Mengapa?? Karena keahlian ini sangat membutuhkan ilmu interdisipliner yang hanya didapat di Teknik Fisika dan (menurut saya) Teknik Mesin serta Ilmu Fisika di Fakultas MIPA. Semua mahasiswa yang kuliah di Teknik Fisika pasti merasakan bahwa kuliah akan banyak diisi dengan kata pemodelan, bagaimana mendapatkan variable fisisnya, bagaimana mengontrol atau memanipulasinya, dan bagaimana agar outputnya sedekat mungkin dengan yang kita inginkan. Tentunya kesemuanya itu juga dikombinasikan dengan kata-kata dari planet lain macam Signal Processing, System Dynamics/identification, matematika yang bikin mumet serta berbagai macam deret dan transformasi matematika.

    Dari sana sebenarnya saya bisa menyimpulkan bahwa akar dari Ilmu Kontrol sebenarnya pemodelan matematikanya. Hal ini terutama adalah pemodelan sistemnya. Contoh, di Kontrol Otomatis kita memodelkan system dengan domain waktu dan frekuensi (Persamaan Differensial dan Transformasi Laplace). Bergerak ke Kontrol Modern kita akan mengenal State-space equation sebagai bentuk pemodelannya. Beralih ke Kontrol Digital, kita akan mengenal Transformasi Z. Di Kontrol Cerdas kita akan bermain logika karena ini adalah system cerdas yang memungkinkan mesin dicoba untuk berfikir seperti manusia (banyak yang menyebutnya dengan sebutan Neuro-Fuzzy dan Artificial Neural-Network ). Di Kontrol Proses kita akan mengenal bentuk fisis nya dan bukan lagi pemodelan. Walhasil kita akan bener-bener tahu yang namanya Kontrol itu ya di Kontrol Proses menurut saya. Parahnya, di Teknik Fisika, kemampuan Kontrol benar-benar ditekankan. Buktinya, pembelajaran Kontrol banyak diulang diberbagai mata kuliah seperti Sinyal dan Sistem yang juga mempelajari berbagai macam jenis transformasi. Alhasil kita benar-benar menguasai karena diulang-ulang terus sampai ada di luar kepala.

    Ilmu Kontrol emang menarik. Lapangan kerjanya juga sangat luas. Bahkan disegala bidang industri manufaktur sekarang ini sangat banyak dibutuhkan lulusan dibidang Instrumentasi dan Kendali. So, anda tertarik?? Masuk aja ke Teknik Fisika UGM hehe… Ups, suatu saat saya mau bahas banyak tentang dunia Instrumentasi dan Kontrol melalui blog ini. Ditunggu ya….

    frasa

    Maret 29, 2010 at 4:47 pm

  263. Teknik Fisika atau Engineering Physics adalah disiplin ilmu yang tumbuh seiring dengan dan sebagai tanggapan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia. Sejarah menunjukkan bahwa program pendidikan Teknik Fisika di seluruh dunia, khususnya di Amerika Serikat, Eropa dan Kanada, berkembang dimulai sejak tahun 1940-an setelah perguruan tinggi menyadari perlunya mendidik satu jenis pendidikan keinsinyuran yang mempunyai dasar yang kuat dan cukup luas terdiri dari ilmu-ilmu fisika dan matematika, serta dasar-dasar engineering sesuai dengan perkembangan terakhir. Disiplin baru ini diharapkan dapat menjembatani, mendekatkan dan turut serta dalam berbagai kegiatan riset ilmu-ilmu terapan yang mendukung pengembangan perekayasaan dan teknologi (engineering and technology).

    Pada saat ini, para lulusan disiplin-disiplin perekayasaan dan teknologi yang dikelola sesuai dengan pembagian disiplin ilmu-ilmu teknik secara tradisional umumnya menghasilkan lulusan dengan keahlian spesifik dan terspesialisasi. Hubungan antar disiplin perekayasaan dan teknologi tersebut dengan ilmu-ilmu dasar murni dan ilmu dasar terapan belum terjembatani. Adanya engineer yang dibekali dengan basis matematika dan fisika yang kuat dan cukup lebar dapat meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan R&D dan pemanfaatannya secara cepat di sektor-sektor industri dan dunia usaha. Program studi Teknik Fisika dengan demikian dapat memasuki seluruh tahap proses hulu ke hilir dalam aplikasi ilmu-ilmu dasar, ilmu-ilmu terapan hingga di sektor hilir pada pengembangan engineering dan pemanfaatan teknologi. Oleh karena fungsi, visi dan misinya, profesi Teknik Fisika sering disebut sebagai frontier engineering, dan mampu bergerak pada garis batas pengembangan teknologi baru yang memanfaatkan ilmu-ilmu dasar, matematika dan fisika.

    Disamping itu, perkembangan yang cepat dari teknologi mutakhir (advanced technologies) memerlukan insinyur-insinyur yang mempunyai kemampuan antar-disiplin dan mampu dengan cepat mengasimilasikan dirinya untuk memanfaatkan kemajuan-kemajuan terakhir dari ilmu pasti dan alam. Seorang mahasiswa Teknik Fisika akan mendapatkan bekal yang cukup ilmu-ilmu dasar (kimia, fisika dan matematika) serta ilmu-ilmu keteknikan dari berbagai cabang (teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia, teknik material). Integrasi dari ilmu-ilmu pengetahuan ini sangat diperlukan untuk pengembangan teknologi tinggi, baik yang berlangsung saat ini maupun yang akan terjadi pada masa yang akan datang.

    Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pendidikan Teknik Fisika pada strata pertama (S1) ditekankan pada penguasaan ilmu dasar sains dan engineering yang kokoh, sehingga lulusannya dapat berperan sebagai katalisator atau integrator/ koordinator/ fasilitator/ project leader dimana usaha-usaha yang bersifat multidisiplin dalam industri, penelitan dan pengembangan (R&D / research and development) dan kegiatan-kegiatan lainnya. Pada strata yang lebih tinggi (S2), program pendidikan diarahkan untuk memberikan bekal pada penguasaan ilmu-ilmu baru dan penerapannya dalam berbagai bidang kajian dan industri. Bidang-bidang kajian yang kini menjadi pilihan antara lain Computational Materials Science & Engineering, Optics and Fiber Optics, Laser Communication, Instrumentation and Computation Systems, Medical Instrumentations and Biophysics, Control System and Engineering, dan Built-in Environment, Vibration and Acoustics.

    popo

    Maret 29, 2010 at 4:51 pm

  264. Secara “tradisional”, jurusan TF sangat diasosiasikan dengan bidang “instrumentasi dan kontrol”. Memang jumlah alumni yang berkiprah di bidang ini cukup signifikan jumlahnya. Tetapi tentu saja, TF agak terlalu luas untuk didefinisikan hanya dengan kata “instrumentasi dan kontrol”. Ada banyak sekali bidang-bidang profesi yang digeluti oleh alumni TF. Bidang-bidangnya sangat beragam, mulai dari fisika bangunan, pencitraan (imaging), instrumentasi medik, optika, teknologi-nano, sampai ke bioteknologi

    popo

    Maret 29, 2010 at 4:53 pm

  265. Lulusan Teknik Fisika bekerja di berbagai industri sebagai insinyur profesional di bidang instrumentasi dan kontrol (instrumentation and control), akustik dan teknik pencahayaan (lighting), teknologi bahan (material science), serta tata udara (refrigeration and air conditioning), staf peneliti di bidang teknologi terapan, staf pengajar di institusi pendidikan. Kelebihan yang spesifik dari lulusan Teknik Fisika adalah kemampuannya untuk bekerja dengan sistem yang melibatkan secara simultan banyak aspek fisika dan teknik.

    Meskipun demikian, dunia industri di Indonesia pada umumnya hanya mengenal keahlian instrumentasi dan kontrol adalah keahlian dari alumni Teknik Fisika. Sehingga profesi insinyur instrumentasi (instrument engineer), insinyur pengendalian (control engineer), insinyur otomatisasi (automation engineer) dan lain-lainnya selalu ditempati oleh para insinyur lulusan Teknik Fisika.

    Industri yang menyerap lulusan Teknik Fisika :

    * Industri Rekayasa dan Konstruksi (EPC : Engineering, Procurement & Construction)

    Industri ini dimotori oleh perusahaan-perusahaan yang menangani rancang bangun suatu pabrik (plant) (contohnya: kilang minyak, pabrik petrokimia, pembangkit listrik), atau merancang bangun fasilitas produksi (contohnya: anjungan minyak dan gas lepas pantai, jalur produksi / perakitan otomatis, dll.). Rancang bangun ini dilakukan mulai dari atas kertas hingga mulai beroperasi.

    Dalam pengerjaan rancang bangun suatu pabrik atau fasilitas produksi ini, lulusan teknik fisika akan bekerja sama sangat erat dengan process engineer (biasanya lulusan teknik kimia). Process engineer akan merancang dan menentukan alur proses dan unit-unit pemroses apa saja yang diperlukan, dan menuangkannya dalam process flow diagram serta P&ID (piping and instrument diagram). Sebagai instrument engineer, lulusan teknik fisika kemudian akan memberi input dan memfasilitasi otomatisasinya dengan diantaranya :

    1. Merancang dan atau memilih alat ukur besaran proses yang sesuai (mis.: orifice DP flowmeter atau ultrasonic flowmeter?)

    2. Merancang dan atau memilih final control element (mis.: menentukan kapasitas, karakteristik dan material dari control valve)

    3. Mendiskusikan dan menentukan strategi kontrol yang tepat (mis.: proses bersifat sequential atau kontinu?)

    4. Merancang sistem pengaman proses (process safety/safeguarding system) (mis.: safety logic diagram, cause and effect diagram)

    5. Merancang dan atau memilih implementasi teknologi otomasi yang sesuai (mis.: menggunakan PLC atau DCS?)

    6. Memfasilitasi agar representasi besaran-besaran proses tersedia di layar monitor control room (mis.: gambar pompa warna merah berarti pompa tersebut trip, dll.)

    7. Mengkaji P&ID beserta dokumen terkait lainnya dalam HAZOP (hazard & operability studies) bersama-sama process engineer, piping engineer, mechanical engineer, operation engineer, maintenance engineer, safety engineer, dll. untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kekurangan yang ada sebelum disain dari pabrik atau fasilitas produksi dibangun. (mis.: apakah tersedia alarm proses, alarm kebocoran gas, alarm kebakaran, emergency shutdown, dll. yang sesuai?)

    Interface dengan piping engineer dan mechanical engineer (lulusan teknik mesin) juga diperlukan untuk menentukan karakteristik dari material instrumentasi, menentukan cara penempatannya di perpipaan dan tanki / unit proses, dll. Sedangkan interface dengan electrical engineer (lulusan elektro arus kuat) diperlukan untuk memfasilitasi tersedianya indikasi dan alarm alat produksi (pompa, kompresor, turbin, dll.) di control room.

    Berikut adalah beberapa nama perusahaan nasional maupun multinasional yang bergerak dalam bidang rancang bangun pabrik dan fasilitas produksi yang banyak memiliki insinyur instrumentasi didalamnya: PT Tripatra, PT Rekayasa Industri, PT McDermott Indonesia, PT IKPT, PT Amec Berca, PT KBR Indonesia, PT Gunanusa Fabricator, PT. Technip, PT CeriaWorley, PT Pertafenikki, PT Saipem, dll. Untuk melihat contoh aktivitas pekerjaan apa saja yang dilakukan dapat dilihat di website masing-masing, seperti : tripatra.com, technip.com, etc.

    * Industri Produk Sistem Instrumentasi dan Integrator Sistem

    Industri ini dimotori oleh perusahaan-perusahaan yang memproduksi sistem instrumentasi dan kontrol (vendor) maupun perusahaan yang bersifat melakukan perancangan sistem kendali pabrik terintegrasi. Adanya produksi instrumentasi dengan berbagai jenis merek, memungkinkan suatu pabrik menggunakan sistem instrumentasi dan kontrol dengan merek yang berbeda-beda dimulai dari lapangan sampai ke tingkat manajemen parbik. Dibutuhkan suatu usaha untuk mensinkronkan kerja dari alat-alat tersebut supaya berfungsi dengan baik dan optimal. Suatu perusahaan bisa murni melakukan pekerjaan integrasi sistem ataupun melakukan pekerjaan integrasi sistem sekaligus menjual produk instrumentasi. Berikut adalah beberapa nama perusahaan nasional maupun multinasional yang bergerak sebagai supplier dan service provider perangkat instrumentasi dan kontrol, dan banyak memiliki insinyur instrumentasi didalamnya: PT Yokogawa Indonesia, PT Widya Pandu Ekatama, PT Control System Indonesia, PT Transavia Otomasi Pratama, PT Wifgasindo Dinamika Instrument Engineering, PT Somit Karsa Trinergi, dll. Untuk melihat contoh perangkat instrumentasi dan kontrol, website vendor induknya dapat dilihat, seperti : emersonprocess.com, yokogawa.com, etc.

    * Industri Pengolahan dan Manufaktur

    Pabrik atau fasilitas produksi yang sudah berjalan memerlukan insinyur instrumentasi dan kontrol untuk melakukan perawatan, penyelesaian masalah ataupun perancangan sistem baru yang akan ditambahkan pada pabrik atau fasilitas produksi. Hal ini karena semua industri sekarang menggunakan otomatisasi sebagai bagian integral dari unit proses atau fasilitas produksi. Tanpa otomatisasi atau instrumentasi pabrik atau fasilitas produksi akan menjadi sangat tidak efisien dan seringkali membahayakan.

    Industri pengolahan dan manufaktur memiliki banyak ragam, mulai industri hulu hingga hilir seperti : industri minyak dan gas, industri pupuk, industri semen, industri makanan dll. Industri manufaktur memiliki banyak ragam dari mulai industri manufaktur elektronika, manufaktur kendaraan bermotor (mobil/motor), manufaktur peralatan industri, dll. Berikut adalah beberapa nama perusahaan nasional maupun multinasional yang memiliki pabrik atau fasilitas produksi dan banyak memiliki insinyur instrumentasi didalamnya: PT ExxonMobil Oil Indonesia, PT Chevron Indonesia, PT. Total E&P Indonesie, PT Pertamina E&P, PT Medco Indonesia, PT Pupuk Kaltim, PT Chandra Asri, PT Asahimas Chemical, PT Semen Gresik, PT Unilever Indonesia, PT Panasonic Indonesia, PT Astra International, dll

    yudit

    Maret 29, 2010 at 4:57 pm

  266. DOAKAN SAYA KETERIMA DI TF-ITB TAUN INI YE….
    SAYA BARU BERES PMBP ITB 2010 KEMAREN :D:D:D
    matdas susahhhhh

    ricardorisvan

    Maret 29, 2010 at 6:02 pm

  267. @tuk Alxandra:Tai kowe….sok kepintaran…lulusan Harvard..bicara saja gax lurus…berlagu lu….maybe ente cuman mimpi doank kpengen kuliah disana….masuk Univ/Institute TOP di Indonesia aja malah gax tembus2…hahaha, jangan sok paling pintar sendiri lah kowe….IPK >3.5????bullshit…..emang ente kerja dimana???kagak ada nama “alexndra” perasaan jebolan olimpiade dunia dr Indonesia….malah masuk Harvard lg…ngarang banget orang ini…..dasar orang sarap…..gax cocok nimbrung ikutan komunitas disini…piyggggh

    Brother Fistek

    Maret 30, 2010 at 1:27 pm

  268. Saya tertarik dengan teknik fisika karena sesuai dengan cita-cita saya sebagai sarjana teknik. Sedangkan jurusan fisika karena saya ingin mendalami dalam bidang energi terbarukan. Engineering Physics adalah disiplin ilmu yang tumbuh seiring dengan dan sebagai tanggapan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia. tekfissetefis2Teknik fisika mendekatkan dan turut serta dalam berbagai kegiatan riset ilmu-ilmu terapan yang mendukung pengembangan perekayasaan dan teknologi. Pada saat ini, para lulusan disiplin-disiplin perekayasaan dan teknologi yang dikelola sesuai dengan pembagian disiplin ilmu-ilmu teknik secara tradisional umumnya menghasilkan lulusan dengan keahlian spesifik dan terspesialisasi. Hubungan antar disiplin perekayasaan dan teknologi tersebut dengan ilmu-ilmu dasar murni dan ilmu dasar terapan belum terjembatani. Adanya engineer yang dibekali dengan basis matematika dan fisika yang kuat dan cukup lebar dapat meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan dan pemanfaatannya secara cepat di sektor-sektor industri dan dunia usaha. Program studi Teknik Fisika dengan demikian dapat memasuki seluruh tahap proses hulu ke hilir dalam aplikasi ilmu-ilmu dasar, ilmu-ilmu terapan hingga di sektor hilir pada pengembangan engineering dan pemanfaatan teknologi.Oleh karena itu Teknik fisika mampu bergerak di garis technologi baru. Disamping itu, perkembangan yang cepat dari teknologi mutakhir memerlukan insinyur-insinyur yang mempunyai kemampuan antar-disiplin dan mampu dengan cepat mengasimilasikan dirinya untuk memanfaatkan kemajuan-kemajuan terakhir dari ilmu pasti dan alam. Seorang mahasiswa Teknik Fisika akan mendapatkan bekal yang cukup ilmu-ilmu dasar (kimia, fisika dan matematika) serta ilmu-ilmu keteknikan dari berbagai cabang (teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia, teknik material). Integrasi dari ilmu-ilmu pengetahuan ini sangat diperlukan untuk pengembangan teknologi tinggi, baik yang berlangsung saat ini maupun yang akan terjadi pada masa yang akan datang.

    Saya ingin berkerja di dalam institusi dalam bidang energi terbarukan. Energi terbarukan saat ini banyak dibicarakan di dunia. Energi terbarukan merupakan sumber energi yang dapat diperbaharui dalam jangka waktu yang masuk akal, artinya tidak sampai ribuan/jutaan tahun sumber energi ini dapat terbentuk kembali. Sedangkan energi alternatif belum tentu terbarukan tetapi menawarkan metode baru yang lebih baik dalam menggunakan sumber daya energi di alam, misalnya teknologi nuklir, teknologi penangkap karbon, pencairan batu bara. Alasan klasik mengapa kita harus menggunakan energi terbarukan/alternatif dalam mencukupi kebutuhan energi kita adalah energi fosil yang saat ini menjadi sumber energi primer dunia tidak akan lagi dapat bertahan lama dan dampak buruk ke lingkungan yang makin meningkat. Dampak lingkungan nyata pada lingkungan saat ini adalah efek dari pemanasan global. Mungkin di masa depan dampak buruk ke lingkungan dari pembakaran sumber energi fosil akan lebih dahulu menyengsarakan umat manusia sebelum kita kehabisan sumber energi fosil. Alasan lain adalah energi fosil terlalu berharga apabila hanya dibakar untuk memenuhi kebutuhan energi kita. Terdapat nilai lebih lain dari energi fosil ini Oleh karena itu energy terbarukan ini memiliki prospek yang menjanjikan. Namun tidak hanya mencari kerja tetapi biasa menjadi kontraktor. Dalam hal ini saya dapat lebih mengembangkan ilmu saya dan mengrekrut teman_teman yang cocok dengan bidang saya.

    Lulusan Teknik Fisika bekerja di berbagai industri sebagai insinyur profesional di bidang instrumentasi dan kontrol , akustik dan teknik pencahayaan , teknologi bahan , serta tata udara , staf peneliti di bidang teknologi terapan, staf pengajar di institusi pendidikan. Kelebihan yang spesifik dari lulusan Teknik Fisika adalah kemampuannya untuk bekerja dengan sistem yang melibatkan secara simultan banyak aspek fisika dan teknik.

    Meskipun demikian, dunia industri di Indonesia pada umumnya hanya mengenal keahlian instrumentasi dan kontrol adalah keahlian dari alumni Teknik Fisika. Sehingga profesi insinyur instrumentasi , insinyur pengendalian, dan lain-lainnya selalu ditempati oleh para insinyur lulusan Teknik Fisika.

    kiki

    Maret 31, 2010 at 4:17 pm

    • Dear pak Kiki,
      kami sedang mencari insyinyur di bidang energy untuk proyek pabrik kelapa sawit dan biogas, silahkan kirim lamaran complete ke roberifin@yahoo.com bila berkenan. Lokasi kerja di pekanbaru, RIAU

      roberifin

      Mei 12, 2010 at 11:27 pm

      • @roberifin:jika anda ingin mencari insinyur di bidang energy khususnya energi terbarukan ,anda bisa mencari di teknik fisika ugm,karena disana ada konsentrasi energi terbarukan untuk prodi fisika teknik

        sendi

        Mei 20, 2010 at 3:31 pm

  269. @sekarang mahasiswa tf: klo bole tau, mas tf mn yah??

    ZoRo

    April 4, 2010 at 8:24 am

  270. Joni Humarapus tu jangan dipercaya.
    Namanya rejeki mah ga liat jurusan.
    Kuliah di TF ITB mah cetek
    ga ada ujian lisan kaya teknik kimia.
    Praktikum TP nyonteeek
    Dan kalau ujian ada soal taun kemaren yang bisa dipelajari.
    Hidup santai, kuliah santai,
    Kerja gaji gede.
    Wakakakakakakakaka
    Prikitiw lah

    prikitiw

    April 8, 2010 at 4:55 am

  271. assalamu’alaikum..
    sya bru za d trima d ugm fistek..
    mulai kuliah beberapa bulan age..
    saya mau tanya ;
    “apa benar,jurusan fisika teknik itu sulit banget..
    katanya,banyak yg di DO atau keluar scara sengaja krena materinya yang sangat sulit..”

    toong beri saya keterangan yang jelas..
    karena hal tsb membuat orang tua sya takut kalo saya berhenti kuliah di tengah jalan..

    trima kasih

    rifky iyan

    April 10, 2010 at 5:23 pm

  272. @RIFKY IYAN:kalau di fistek ugm materinya gk lebih sulit dibanding jurusan lain di fakultas teknik ugm,,,sama sulitnya kayak di teknik kimia,mesin,sipil dll..yang penting kalau kamu dah minat di fisika teknik,jangan ragu utk kuliah disana,,,,salah besar kalau banyak mahasiswa yang di DO ATAU KELUAR SECARA SENGAJA,,,saya mahasiswa fistek ugm jadi saya tau benar kenyataannya,,,,jadi jangan percaya ma isu2 kayak gitu,,kalau dah minat ya ambil aja,jgn ragu2,,

    fredi

    April 12, 2010 at 8:44 am

  273. Assalamualaikum wr. wb.

    karena sekarang ilmu tidak bisa berkembang sendiri-sendiri, harus ada keterkaitan dengan bidang ilmu lain. Makanya, Teknik fisika memberikan solusi untuk permasalahan ini. Untuk itulah saya berminat untuk kuliah di Teknik fisika.

    Mas Anjar Priandoyo punya kenalan mahasiswa Magister Teknik Fisika ITS, atau kalau boleh, saya bisa dikasih gambaran Magister Teknik Fisika ITS.

    Terimakasih.

    Dedy Kurniawan Setyoko

    Mei 3, 2010 at 9:12 am

  274. @zoro
    aku di tf ITS zor, km pgn msuk tf ITS ya?

    sekarang mahasiswa tf

    Mei 6, 2010 at 8:20 am

  275. saya kuliah di fisika teknik (sebutan kampus saya buat teknik fisika), semster 2, dan pusing dengan seluruh makul2nya, hahahaha
    tapi overall, buat orang yg emg dasarnya suka dgn dunia teknik dan instrumentasi (control, sensor digital, dsb), maka bagi saya sih di TF lah yg paling asik,
    aal iz well laahh.. si rancho itu juga kayaknya fisika teknik deh, hehe

    bayuyeah

    Mei 7, 2010 at 2:05 pm

  276. Ia emang tek fiska mrupakan jurusan yang menantang bg kita. Tapu aku msh bgung kk apa yang dipelajari dalam mata kulnya ?? bersifat umum ?
    trus sebagian besar bagaimana kesulitan kemudahan dan yang menyenangkan masuk tek fisika ini kk ???

    Ikhsan M

    Mei 9, 2010 at 9:40 am

  277. om anjar nanya dong. bukannya teknik elektro juga ada pilihan instrumentasi dan kontrol yah, terus apa bedanya inst & kontrol teknik fisika sama teknik elektro?

    unknown is better

    Mei 16, 2010 at 10:43 am

    • Elektro : Lebih banyak melihat sisi elektronik dari sistem instrumentasi itu sendiri
      TF : Mempelajari hal2 lain diluar dari IK itu sendiri

      Gw akui emang Elektro jauh lebih fokus daripada FT. Tapi, tantangan di dunia industri membutuhkan orang yang bisa mengaplikasikan ilmu tentang IK ini di sistem yang notabene bukan cuma sistem elektrik saja.

      Mana yang lebih bagus, semua pilihan kamu. So, cheers =)

      13308xxx

      Mei 31, 2010 at 8:16 am

      • ni malah ngejunk di trit yang udah gw buat sejak 3 tahunan lalu :nohope:

        andhy

        Oktober 1, 2010 at 11:02 am

  278. liat smua komen2ny dri 2007-skrg(2010) mmbuatku driku ykin akn ksana. Tapi,tkutnya ortu g mngijinkan driku ksna.. ktanya”apa itu fistek?”, “ntar kl lulus ssah cr kerja lho..”,”mlah bru dnger..” dn bla bla… gmna y utk meyakinkann mereka semua…???

    clon mhs fistek ugm

    Mei 23, 2010 at 9:49 am

  279. @calon mhs fistek ugm:ya cara meyakinkan mereka suruh baca komen2 yang udah ada diatas,yang udah ditulis oleh para alumni dan akademisi,,kalau ditanya apa itu fistek ya fisika teknik..fisika teknik sama aja ma teknik fisika…udah terbukti kompetensi teknik fisika dengan banyaknya alumni yang tersebar di berbagai industri dll

    deni

    Mei 24, 2010 at 9:00 am

  280. @clon mhs fistek ugm
    semangat ya!!aku tunggu kiprahmu

    sekarang mahasiswa tf

    Mei 24, 2010 at 4:07 pm

  281. Teknik fisika (Inggris: engineering physics) adalah ilmu teknik atau rekayasa yang mempelajari berbagai bidang aplikasi ilmu dasar, ilmu terapan dan pemanfaatan teknologi. Insinyur teknik fisika diharapkan memiliki basis matematika, fisika, kimia yang kuat serta ilmu perekayasaan yang menonjol karena bidang pekerjaannya yang cakupannya sangat luas dimulai dari industri hulu hingga hilir.

    Saat ini di Indonesia pendidikan Teknik Fisika dilaksanakan di lima universitas yaitu Institut Teknologi Bandung di Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember di Surabaya, Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, Universitas Nasional di Jakarta, dan Institut Teknologi Telkom di Bandung.
    Penjelasan Umum

    Teknik Fisika atau Engineering Physics adalah disiplin ilmu yang tumbuh seiring dengan dan sebagai tanggapan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia. Sejarah menunjukkan bahwa program pendidikan Teknik Fisika di seluruh dunia, khususnya di Amerika Serikat, Eropa dan Kanada, berkembang dimulai sejak tahun 1940-an setelah perguruan tinggi menyadari perlunya mendidik satu jenis pendidikan keinsinyuran yang mempunyai dasar yang kuat dan cukup luas terdiri dari ilmu-ilmu fisika dan matematika, serta dasar-dasar engineering sesuai dengan perkembangan terakhir. Disiplin baru ini diharapkan dapat menjembatani, mendekatkan dan turut serta dalam berbagai kegiatan riset ilmu-ilmu terapan yang mendukung pengembangan perekayasaan dan teknologi (engineering and technology).

    Pada saat ini, para lulusan disiplin-disiplin perekayasaan dan teknologi yang dikelola sesuai dengan pembagian disiplin ilmu-ilmu teknik secara tradisional umumnya menghasilkan lulusan dengan keahlian spesifik dan terspesialisasi. Hubungan antar disiplin perekayasaan dan teknologi tersebut dengan ilmu-ilmu dasar murni dan ilmu dasar terapan belum terjembatani. Adanya engineer yang dibekali dengan basis matematika dan fisika yang kuat dan cukup lebar dapat meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan R&D dan pemanfaatannya secara cepat di sektor-sektor industri dan dunia usaha. Program studi Teknik Fisika dengan demikian dapat memasuki seluruh tahap proses hulu ke hilir dalam aplikasi ilmu-ilmu dasar, ilmu-ilmu terapan hingga di sektor hilir pada pengembangan engineering dan pemanfaatan teknologi. Oleh karena fungsi, visi dan misinya, profesi Teknik Fisika sering disebut sebagai frontier engineering, dan mampu bergerak pada garis batas pengembangan teknologi baru yang memanfaatkan ilmu-ilmu dasar, matematika dan fisika.

    Disamping itu, perkembangan yang cepat dari teknologi mutakhir (advanced technologies) memerlukan insinyur-insinyur yang mempunyai kemampuan antar-disiplin dan mampu dengan cepat mengasimilasikan dirinya untuk memanfaatkan kemajuan-kemajuan terakhir dari ilmu pasti dan alam. Seorang mahasiswa Teknik Fisika akan mendapatkan bekal yang cukup ilmu-ilmu dasar (kimia, fisika dan matematika) serta ilmu-ilmu keteknikan dari berbagai cabang (teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia, teknik material). Integrasi dari ilmu-ilmu pengetahuan ini sangat diperlukan untuk pengembangan teknologi tinggi, baik yang berlangsung saat ini maupun yang akan terjadi pada masa yang akan datang.

    Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pendidikan Teknik Fisika pada strata pertama (S1) ditekankan pada penguasaan ilmu dasar sains dan engineering yang kokoh, sehingga lulusannya dapat berperan sebagai katalisator atau integrator/ koordinator/ fasilitator/ project leader dimana usaha-usaha yang bersifat multidisiplin dalam industri, penelitan dan pengembangan (R&D / research and development) dan kegiatan-kegiatan lainnya. Pada strata yang lebih tinggi (S2), program pendidikan diarahkan untuk memberikan bekal pada penguasaan ilmu-ilmu baru dan penerapannya dalam berbagai bidang kajian dan industri. Bidang-bidang kajian yang kini menjadi pilihan antara lain Computational Materials Science & Engineering, Optics and Fiber Optics, Laser Communication, Instrumentation and Computation Systems, Medical Instrumentations and Biophysics, Control System and Engineering, dan Built-in Environment, Vibration and Acoustics.

    aan setiawan

    Mei 27, 2010 at 11:12 am

  282. Lulusan Teknik Fisika bekerja di berbagai industri sebagai insinyur profesional di bidang instrumentasi dan kontrol (instrumentation and control), akustik dan teknik pencahayaan (lighting), teknologi bahan (material science), serta tata udara (refrigeration and air conditioning), staf peneliti di bidang teknologi terapan, staf pengajar di institusi pendidikan. Kelebihan yang spesifik dari lulusan Teknik Fisika adalah kemampuannya untuk bekerja dengan sistem yang melibatkan secara simultan banyak aspek fisika dan teknik.

    Meskipun demikian, dunia industri di Indonesia pada umumnya hanya mengenal keahlian instrumentasi dan kontrol adalah keahlian dari alumni Teknik Fisika. Sehingga profesi insinyur instrumentasi (instrument engineer), insinyur pengendalian (control engineer), insinyur otomatisasi (automation engineer) dan lain-lainnya selalu ditempati oleh para insinyur lulusan Teknik Fisika.

    Industri yang menyerap lulusan Teknik Fisika :

    * Industri Rekayasa dan Konstruksi (EPC : Engineering, Procurement & Construction)

    Industri ini dimotori oleh perusahaan-perusahaan yang menangani rancang bangun suatu pabrik (plant) (contohnya: kilang minyak, pabrik petrokimia, pembangkit listrik), atau merancang bangun fasilitas produksi (contohnya: anjungan minyak dan gas lepas pantai, jalur produksi / perakitan otomatis, dll.). Rancang bangun ini dilakukan mulai dari atas kertas hingga mulai beroperasi.

    Dalam pengerjaan rancang bangun suatu pabrik atau fasilitas produksi ini, lulusan teknik fisika akan bekerja sama sangat erat dengan process engineer (biasanya lulusan teknik kimia). Process engineer akan merancang dan menentukan alur proses dan unit-unit pemroses apa saja yang diperlukan, dan menuangkannya dalam process flow diagram serta P&ID (piping and instrument diagram). Sebagai instrument engineer, lulusan teknik fisika kemudian akan memberi input dan memfasilitasi otomatisasinya dengan diantaranya :

    1. Merancang dan atau memilih alat ukur besaran proses yang sesuai (mis.: orifice DP flowmeter atau ultrasonic flowmeter?)

    2. Merancang dan atau memilih final control element (mis.: menentukan kapasitas, karakteristik dan material dari control valve)

    3. Mendiskusikan dan menentukan strategi kontrol yang tepat (mis.: proses bersifat sequential atau kontinu?)

    4. Merancang sistem pengaman proses (process safety/safeguarding system) (mis.: safety logic diagram, cause and effect diagram)

    5. Merancang dan atau memilih implementasi teknologi otomasi yang sesuai (mis.: menggunakan PLC atau DCS?)

    6. Memfasilitasi agar representasi besaran-besaran proses tersedia di layar monitor control room (mis.: gambar pompa warna merah berarti pompa tersebut trip, dll.)

    7. Mengkaji P&ID beserta dokumen terkait lainnya dalam HAZOP (hazard & operability studies) bersama-sama process engineer, piping engineer, mechanical engineer, operation engineer, maintenance engineer, safety engineer, dll. untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kekurangan yang ada sebelum disain dari pabrik atau fasilitas produksi dibangun. (mis.: apakah tersedia alarm proses, alarm kebocoran gas, alarm kebakaran, emergency shutdown, dll. yang sesuai?)

    Interface dengan piping engineer dan mechanical engineer (lulusan teknik mesin) juga diperlukan untuk menentukan karakteristik dari material instrumentasi, menentukan cara penempatannya di perpipaan dan tanki / unit proses, dll. Sedangkan interface dengan electrical engineer (lulusan elektro arus kuat) diperlukan untuk memfasilitasi tersedianya indikasi dan alarm alat produksi (pompa, kompresor, turbin, dll.) di control room.

    Berikut adalah beberapa nama perusahaan nasional maupun multinasional yang bergerak dalam bidang rancang bangun pabrik dan fasilitas produksi yang banyak memiliki insinyur instrumentasi didalamnya: PT Tripatra, PT Rekayasa Industri, PT McDermott Indonesia, PT IKPT, PT Amec Berca, PT KBR Indonesia, PT Gunanusa Fabricator, PT. Technip, PT CeriaWorley, PT Pertafenikki, PT Saipem, dll. Untuk melihat contoh aktivitas pekerjaan apa saja yang dilakukan dapat dilihat di website masing-masing, seperti : tripatra.com, technip.com, etc.

    * Industri Produk Sistem Instrumentasi dan Integrator Sistem

    Industri ini dimotori oleh perusahaan-perusahaan yang memproduksi sistem instrumentasi dan kontrol (vendor) maupun perusahaan yang bersifat melakukan perancangan sistem kendali pabrik terintegrasi. Adanya produksi instrumentasi dengan berbagai jenis merek, memungkinkan suatu pabrik menggunakan sistem instrumentasi dan kontrol dengan merek yang berbeda-beda dimulai dari lapangan sampai ke tingkat manajemen parbik. Dibutuhkan suatu usaha untuk mensinkronkan kerja dari alat-alat tersebut supaya berfungsi dengan baik dan optimal. Suatu perusahaan bisa murni melakukan pekerjaan integrasi sistem ataupun melakukan pekerjaan integrasi sistem sekaligus menjual produk instrumentasi. Berikut adalah beberapa nama perusahaan nasional maupun multinasional yang bergerak sebagai supplier dan service provider perangkat instrumentasi dan kontrol, dan banyak memiliki insinyur instrumentasi didalamnya: PT Yokogawa Indonesia, PT Widya Pandu Ekatama, PT Control System Indonesia, PT Transavia Otomasi Pratama, PT Wifgasindo Dinamika Instrument Engineering, PT Somit Karsa Trinergi, dll. Untuk melihat contoh perangkat instrumentasi dan kontrol, website vendor induknya dapat dilihat, seperti : emersonprocess.com, yokogawa.com, etc.

    * Industri Pengolahan dan Manufaktur

    Pabrik atau fasilitas produksi yang sudah berjalan memerlukan insinyur instrumentasi dan kontrol untuk melakukan perawatan, penyelesaian masalah ataupun perancangan sistem baru yang akan ditambahkan pada pabrik atau fasilitas produksi. Hal ini karena semua industri sekarang menggunakan otomatisasi sebagai bagian integral dari unit proses atau fasilitas produksi. Tanpa otomatisasi atau instrumentasi pabrik atau fasilitas produksi akan menjadi sangat tidak efisien dan seringkali membahayakan.

    Industri pengolahan dan manufaktur memiliki banyak ragam, mulai industri hulu hingga hilir seperti : industri minyak dan gas, industri pupuk, industri semen, industri makanan dll. Industri manufaktur memiliki banyak ragam dari mulai industri manufaktur elektronika, manufaktur kendaraan bermotor (mobil/motor), manufaktur peralatan industri, dll. Berikut adalah beberapa nama perusahaan nasional maupun multinasional yang memiliki pabrik atau fasilitas produksi dan banyak memiliki insinyur instrumentasi didalamnya: PT ExxonMobil Oil Indonesia, PT Chevron Indonesia, PT. Total E&P Indonesie, PT Pertamina E&P, PT Medco Indonesia, PT Pupuk Kaltim, PT Chandra Asri, PT Asahimas Chemical, PT Semen Gresik, PT Unilever Indonesia, PT Panasonic Indonesia, PT Astra International, dll.
    Beberapa Lulusan Teknik Fisika yang Menonjol

    Meskipun banyak sekali lulusan Teknik Fisika yang berprofesi insinyur sebagai karir pertamanya, tak sedikit pula yang sudah sukses menduduki posisi yang menonjol dibidangnya Kusmayanto Kadiman sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia dibawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, Fadel Muhammad sebagai Gubernur Gorontalo, Rama Royani sebagai pemilik berbagai macam perusahaan yang bergerak dibidang instrumentasi dan Ahmad Faisal sebagai Corporate Senior Vice President, Marketing and Trading di PT Pertamina, Karen Agustiawan sebagai Dirut Pertamina.

    faris arianto

    Mei 27, 2010 at 11:14 am

    • Mungkin bisa ditambahkan sedikit..TF bisa masuk ke dunia IT , –> IBM, HP, Juniper Networks, Astra graph (my exp :)

      Atau bisa pindah ke telco : Ericsson (coba tanya senior dm bnyk TF disini) , Nokia Siemens Netwrk

      Tapi kebanyakan teman2 saya di Oil n Gas sih….memang tetep primadona untuk industri ini..

      tehanget

      Oktober 24, 2010 at 4:12 am

  283. What is Area IV “Engineering Physics” about? Is Area IV about engineering or is it about physics? The simple answer is that Area IV has both, and a multitude of both in numerous multidisciplinary fields, including chemistry, materials science, mathematics, physics, electrical engineering, biology and bioelectrical engineering, and in mechanical engineering too! Area IV Engineering Physics uses the foundation and underlying principles of physics to enable the engineering of complex integrated systems. For a few examples, the systems under investigation span electronics, optoelectronics, photonics, lasers, plasma fusion, quantum communication and computation, microelectromechanical and microfluidic structures.

    To help you navigate Area IV in EECS, the faculty and staff have identified nine topics that are broadly covered in the many research activities underway. The highlighted topics are electromagnetics, photonics, power, energy, materials, devices, microsystems, nanotechnology, and physics of information. For each topic, we have compiled a sampling of the research that is carried out, along with a listing of undergraduate and graduate subjects that may cover some aspect of the particular topic. In addition, many different seminars are offered each week with a particular theme that aligns well with a topic or topics. And finally, a number of central laboratories, as well as individually-supervised laboratories, are also available to conduct the multitude of Area IV research activities.

    Within EECS and affiliated with Area IV, approximately 50 faculty and staff supervise research projects. The scientific and technical expertise of the faculty and staff is very broad, and their respective laboratories enable a vast array of experiments to be conducted. For your convenience, with the listing of Area IV faculty and staff, their respective alignment with an Area IV topic is also provided. You will quickly notice, however, than many topics are easily included within a single research group or research endeavor; seldom will a single research project be contained in a unique topic, but rather will span multiple research topics. The multidisciplinary nature of Area IV is very exciting and is viewed as an important enabling asset when researchers strive for an Area IV research goal or objective. In summary, Area IV contains a wealth of physics and engineering, embodied in nine topics. No boundaries exist between Area IV topics. Moreover, there also are no boundaries with the other four Areas (Area I, II, III, VII) in EECS; there is considerable overlap and many additional valuable and rewarding connections.

    The amount of information regarding Area IV is overwhelming. The many, many research activities throughout Area IV are very exciting. A person, who is new to EECS at MIT, may appreciate a guide to Area IV “Engineering Physics”; I am happy to discuss Area IV and welcome your contact.

    faris arianto

    Mei 27, 2010 at 12:05 pm

  284. KK minta doanya ya supaya aku sukses di fistek dan bisa membangun Indonesia kedepannya soalnya saya ingin jadi Insinyur Instrumen kelak .
    Amiiiiieeeeen .
    Thanks :D

    iKHSAN

    Juni 8, 2010 at 7:53 am

  285. amin dah..

    sekarang mahasiswa tf

    Juni 27, 2010 at 7:51 am

  286. uuyyy aalll ada yang tau mengenai robust control maksudnya itu apa yah couse gw gak semepet dapet dikuliahnya hiks hiks kasih tau secara garis besar dong apa bedanya sama PID atau Fuzzy … (^_^)

    Arman

    Agustus 14, 2010 at 12:03 pm

  287. @sekarang mahasiswa tf: iyah… sy pengen bgt msuk TF ITS. tpi takdir brkata lain. sy ga diterima SNMPTN dsn. akhirx sy msuk T.MESIN brawijaya.
    nooo problemooo…

    ZoRo

    Agustus 20, 2010 at 2:07 am

  288. zoro: wah gpp zor, yang penting kamu belajar,semangat!!

    sekarang mahasiswa tf

    Agustus 22, 2010 at 1:26 pm

    • mas, angkatan 2009 ya?
      aq angkatan 2010 tf its

      calon F45

      Desember 11, 2010 at 7:48 am

      • iya..aku anak 2009…vivat tf

        sekarang mahasiswa tf

        Maret 31, 2011 at 9:54 am

  289. Menarik yaa kalo ngomong Teknik Fisika…

    Dulu pas masuk Fistek UGM tahun 2006 saya belum terlalu paham mendetail soal kurikulum dasar di Teknik Fisika. Materi mata kuliahnya yg luas dan beragam membuat saya bingung, sebenarnya kompetensi apa yg bisa saya miliki nantinya setelah lulus S1. Selama 2 tahun pertama memang mempelajari hal2 basic engineering dan applied science/math, baru setelah 2 tahun berikutnya kita bisa memilih course sesuai minat konsentrasi. Saya sendiri lebih berminat di Fluid Mechanics, Thermal Sciences dan Energy [ketiga major track tersebut seringkali digabung karena memang aplikasinya yg cenderung berseberangan satu sama lain]

    Setelah lulus S1 April 2009 lalu saya melanjutkan studi S2 di Timur Tengah, sebelumnya saya ikut research internship di University of California Berkeley. Berbeda dengan periode S1, untuk S2 saya memilih shifting ke Mechanical Engineering, karena memang lebih bisa mengakomodasi minat saya di Fluid-Thermal Sciences. MEskipun demikian, selama di S2 saya juga belajar banyak hal. Selama di Berkeley saya belajar banyak tentang Organic Rankine Cycle dan Solar-Thermal Energy, dan sekarang saya juga belajar sebagian aplikasi fluid mechanics di Geophysics, lebih dari itu belajar juga di Biotech dan Bioengineering. Menarik memang, meskipun belajar banyak hal, saya tidak menemui banyak kendala dalam beradaptasi dengan dunia baru. Saya meyakini, dasar2 engineering yg saya dapat sewaktu S1 di Teknik Fisika memberi bekal yang cukup untuk belajar banyak hal. Namun tetap, saya punya basic skill dan minat yang saya tekuni, yaitu di Fluid-Thermal.

    Ada nasehat dari profesor saya di S2 sekarang yg saya ingat, “Ketika kita melamar pekerjaan, jangan pernah bilang saya spesialis di bidang ini atau itu, semisal di bidang kontrol instrumentasi, process, IT dst. Karena dunia science-tech sekarang cenderung multi-interdiscipliner, seorang engineer dituntut untuk “acknowledgeable” di beragam sektor dan bekerja dengan sektor lainnya, tidak hanya sebatas di area tertentu yg menjadi dasar kompetensinya. Jika Anda bilang Anda spesialis di bidang tertentu, bersiap-siap saja karir anda akan selamanya “stagnan” di posisi dan area itu.”

    Well, that’s all my comment!

    Sullivanovic

    September 3, 2010 at 8:13 pm

  290. TF ITU MEMANG JUJARA.
    KEMANA SAJA BISA.
    KERJA DIMANA SAJA BISA.
    JADI APA SAJA BISA.
    POKOKNYA BISA DECH…!!

    Yang penting mau selalu berusaha & berdo’a. :)
    buktinya, experiment sedikit kayak gini juga bisa:
    klik here : http://mdpfx.wordpress.com/
    hehehe.. pizz,

    md11jbg

    September 21, 2010 at 2:54 pm

  291. cooollll’ss
    TF emang keren..
    aq maba TF ITS…
    tpi msih dalam tekanan, akibat dewan adat..hahaha
    aq sngat berhsrat utk mempunyai perusahaanrenewable energi, utk mnyelamatkan indonesia n dunia tentunya!!!

    TF maniak

    Oktober 16, 2010 at 12:56 pm

  292. Dear TF-ers
    Saya Alumni TF ITS angkatan 2005. Memang TF bisa bergerak kemana saja. karna TF multi disiplin ilmu. Saya sangat setuju itu. Saya bangga masuk TF. Tetapi, perlu diingat bahwa selalu ada yang memulai duluan secara kontinyu (traditional engineering kaya Tek kim, elektro mesin de el el). Tentunya keunggulan kita tidak perlu kita tonjolkan melalui merendahkan jurusan lain. memang agak sulit tapi bisa..Jangan seperti iklan di TV2 yang cenderung menjelek2 kan produk pesaing nya.. Sekarang saya mengambil s2 bidang Teknik Mesin khususnya konversi energi. Yang saya rasakan sangat jauh berbeda ketika saya berada di TF. Di mesin, saya merasakan banyak hal yang baru yang di TF tidak dibahas..setiap bidang ada kelemahan dan kelebihan nya.. Mari kita tutup kelemahan kita dengan sesuatu yang lebih baik..
    Untuk TF yang Lebih BAIK
    VIVAT TF
    Teguh TF ITS

    teguhtf

    November 2, 2010 at 12:43 pm

    • @mas teguhtf: mas, saya maba TF ITS, tertarik ama bidang minat rekayasa energi, skill apa saja yg akan didapat klo dari bidang minta rekayasa energi mas?
      makasih

      ponkzTF

      Desember 11, 2010 at 6:31 am

    • tapi mas, di lowongan kerja teknik elektro kok lebih banyak dibutuhin ya???

      Ard

      Januari 8, 2011 at 12:28 pm

      • ya karena emang gitu, teknik elektro lebih unggul dibanding teknik fisika

        biasanya orang yang masuk teknik fisika, kan orang yang ga bisa masuk teknik elektro ( ex: masuk tekfis ugmgara gara ga bisa masuk tek el ugm)

        hahahaha

        Januari 14, 2011 at 12:47 am

  293. TEKFIS MANTEP POKONYA.

    buat ponkz salut atas kerja kerasmu menjadi komting pertama buat maba
    hhehe

    temennya ponkz

    Desember 19, 2010 at 10:13 pm

  294. kok bisa banyak banget kayak gini komennya, ini yang pengen masuk ft mas Anjar?

    nurhidayanto09

    Januari 9, 2011 at 12:06 am

  295. @all: mohon pertimbangannya,,,,,

    skarang kan IT TELKOM punya TEKNIK FISIKA juga,,,,,
    trus bedanya sama univ, lain apa…???(untuk pertimbangan)

    LIFTER

    Januari 9, 2011 at 7:01 am

    • di TF IT TELKOM saya udah keterima,,,
      sekarang msi nyari skolah lain buat pertimbangan….

      LIFTER

      Januari 9, 2011 at 7:07 am

  296. saya mau masuk perusahaan minyak,kira kira gedega prospeknya lewat tf nie???

    reza

    Januari 16, 2011 at 5:01 am

  297. haloooo..salam kenal..

    saya anak tf’05 univ. nasional..:)

    sejatinya pertama kali tf ada di ITB kemudian berurutan ITS UNAS baru kemudian UGM (*untuk pastinya silakan googling aja)

    dari ke-empat universitas di atas hanya UNAS yg merupakan swasta satu2-nya..walaupun kami lebih dahulu daripada UGM dan kadang2 suka tenggelam dalam peradaban dan anak bawang bnget deh (*ahaha lebay maaf)..sesungguhnya kami ada dan walaupun peminatnya sedikit..:D

    fyi that physic engineering is awsome..tapi sesungguhnya dalam bidang engineering kita tuh bekerja dalam satu team dan bidang keahlian masing2..:)

    memang lulusan tf secara keseluruhan tuh cuman secuil (*seiprit) yaa tau lah kenapa..karena para calon mahasiswa belum benar2 mengenal apa itu tf sebenarnya dan prospeknya buat masa depan..

    fyi lagi dulu saya mahasiswa murni dan kemudian karena semangat untuk memperbaiki nasib maka saya mulai bekerja di konsultan engineering PTSM (*yaa sebut sajalah begitu) ketika masih berkuliah sebagai I/E draftsman..sekarang saya ada di PT Synergy Engineering sebagai I/E PDMS dan masih kuliah..sekarang saya bekerja dengan berbagai almamater serta disiplin yg berbeda2 sambil kuliah..untuk kedepannya saya berniat menjadi engineer seperti teman2..dunia ini sungguh menarik untuk dipelajari..jadi tetap semangat yaa..cheers..;)

    doakan saya agar cepat lulus (*lagi skripsi gan..T__T)

    regards,
    mawan

    Ma_1

    Maret 23, 2011 at 4:13 am

  298. @temennya ponkz: eh kau sapa??

    AM2010 (ponk)

    April 10, 2011 at 9:08 am

  299. okedah,,

    Dany Fold

    Juli 26, 2011 at 7:06 pm

  300. wah panjang sekali pembahasan rekan-rekan mengenai jurusan Teknik Fisika, sekedar sharing saja ya lulusan TF tahun 2002 yang himpunannya di P100. Dari pertama kali lulus sampai sekarang belum pernah yang namanya nganggur, karena dari sebelum wisuda sudah dapet pekerjaan. Banyak bidang pekerjaan yang pernah saya jalani mulai dari instrumentasi medis, otomotif dan yang terakhir instrumentasi dan control. Saat ini alhamdulilah sudah 5 tahun bekerja di Oil & Gas Company asing, pernah d bdg production dan sekarang kembali lagi sebagai instrument engineer. Terus terang lulusan TF yang bekerja di tempat saya lumyan banyak, dan menyebar di berbagai bidang. Mengenai bisa tidaknya lulusan TF bersaing dengan jurusan lain, itu kembal ke individu masing2, pada dasarnya semua jurusan baik itu TF, TE, TM itu sama bagusnya, dan itu hanya sebagai start awal kita untuk bersaing masuk ke dunia pekerjaan selebihnya adalah usaha dari individu2 itu sendiri. Bahkan ada juga jurusan TM yang kerjanya dibidang instrumentasi, sebaliknya ada jurusan TF yang kerjanya dibidang turbomachinery.
    Adapun Kelebihan dari TF yg saya rasakan karena mempelajari banyak bidang, ketika interview dgn user jd lebih nyambung dengan banyak hal meskipun pemahamannya hanya sedikit. Lagi pula jurusan TF belum begitu banyak jadi persaingan tidak begitu ketat. Pasti setiap test ketemunya elo lagi elo lagi hehehe.
    Sekian sharing dari saya, bagi yang ingin sukses pertajam juga soft skill dan jangan selalu berfikiran untuk jadi pegawai terus karena jadi pengusaha itu lebih bermanfaat untuk banyak orang. Thanks

    bintoix

    Agustus 3, 2011 at 3:09 pm

  301. hihi..lucu yaaa semuanya… aq dlu jg kesasar pas masuk TF ITS..kesan pertama SEREM SAMA SUSAH..serem di bidang dewan adat nya..susah dipelajaranya..nyesel..pngn pindah..tp dsna aq dpt mnemukan bnyaak kisah yg trnyta ga bisa aku nikmatin sampe akhir krna skg aq nyasar lg ke KEMENTRIAN PERHUBUNGAN UDARA…ga nyambung bgt ya…dr TF ITS…blom lulus..diterima DI KEMENTRIAN PERHUBUNGAN UDARA…hidupku kok pnuh dalam KESASARAN Ya…tp gpp…mngkin krena TF ITS aq bisa bertemu sama cwoku ma masuk ke KEMENHUB..Hihihi…
    vivattt teman….
    together forever dalam uhkuwah….
    salam bwt temen temenku TF ITS 09….
    MISS U ALL…kalian kenangan terindahku..
    dan juga para dewan adat…
    seharusnya skg aq jd DA..hahaha..
    pokoknya TF ITS TOP…..AKU BANGGA PERNAH KULIAH DISANA WALAU SEMENTARA AJA…

    GalihNovel

    Agustus 11, 2011 at 3:44 am

  302. Project pembangunan pabrik kelapa sawit membutuhkan lulusan teknik fisika yang handal dan kuat di perhitungan2 teknis engineering dan matematika, Bila lulusan baru dan tidak berpengalaman dalam civil and mechanical projects, harus memiliki niat dan kredential akademis yang tinggi. Lulusan yang diterima akan ditraining untuk menjadi palm oil mill engineer.

    Lamaran ditujukan ke roberifin@gmail.com Scope pekerjaan adalah:

    To back up project manager :
    1. planning organize , direct, control and evaluate Palm Oil Mill construction project from start to finish according to the schedule, specification and budget.
    2. prepare effective & efficient Palm Oil Mill construction & process drawing design with head drafter.
    3. prepare and submit Palm Oil Mill construction project budget estimates with finance
    4. selection appropriate materials for construction & process design with purchasing
    5. make plan and prepare construction schedules, milestones and monitoring progress against established schedules
    6. evaluate the quotation with negotiate, revision, changes and additions to contractor agreements, clients, suppliers and subcontractor
    7. evaluate weekly report from the site before send to Project Director
    8. closing project coordination with cost control,

    Setelah selesai project mempunyai opsi untuk langsung masuk kerja di pabrik yang baru selesai dibuat atau masuk ke project yang lain.

    Fasilitas:

    1. Tinggal di Riau disediakan di mess dan di site.
    2. jamsostek
    3. bonus prestasi project.
    4. Laptop, Digital camera, Black Berry dan internet modem disediakan sebagai inventaris Perusahaan

    lamaran ditujukan ke roberifin@gmail.com
    Mohon di forwardkan ke yang sekiranya membutuhkan, thank you

    roberifin

    September 1, 2011 at 12:30 am

  303. slam Teknik Fisika.
    Mohon dijawab alumni TF, SEtiap ane liat pamplet tentang lamaran kerja,
    jarang bgt liat yang membutuhkan t.fisika. plingan perusahaan besar kyk exxon yang butuh itupun harus ip 3,5

    jgdfasf

    September 30, 2011 at 1:19 pm

    • jangan kawatir walaupun terkadang tidak dicantumkan, tapi masih bisa dicoba kok.. asal yakin dengan kemampuan yang dimiliki serta dirasa cocok dengan bidang yang dipilih.. sedikit info tentang tempat kerja alumni fistek UGM lihat link berikut..
      http://tf.ugm.ac.id/?page_id=95
      itu webnya blum di update lagi cz akan ada web baru yang sedang dalam maintenance..
      smg bermanfaat..

      uslud

      Desember 31, 2011 at 4:04 pm

  304. mohon dampingan alumnus2 FisTek dari perguruan tinggi lain kepada kami “anggota baru” Fisika Teknik Indonesia.
    Mohon saran dan ide alumnus2 maupun sedang sebagai mahasiswa FisTek agar dapat membimbing dan membantu kami,calon2 alumnus Fisika Teknik dari IT Telkom.saya tunggu via email : vj.sent92@gmail.com
    trims

    Sidharta_Fisika Teknik_IT Telkom

    Oktober 18, 2011 at 2:33 am

  305. bgusan mana tf itb its sma ft ugm? sy pgen bgt msuk teknik fisika

    rifai

    November 6, 2011 at 9:44 am

  306. assalam…. bismillahirrahmanirrahim..

    mau tanya saya siswa yg suka banget sama namanya fisika.. dan saya insyaAllah ingin mencoba TF, namun ada pertanyaan, untuk TF bidang instrumentasi n control apa tidak kalah dengan lulusan ELINS… trus kelebihan TF dg teknik elek n kimia apa..??? soalnya saya ingin masuk di antara mereka,, trims…

    wssalam….

    onank

    Desember 18, 2011 at 8:10 am

  307. assalamualaikum,
    mau tanya, klo kuliahnya di teknik fisika UGM berat g?masalahnya aku suka sm pel.fisika tp blum tau pnya bakat di situ p gak.makasih

    wassalamualaikum.

    Adnan

    Januari 17, 2012 at 9:05 am

  308. kalau cewek gimana?? q pengen teknik fisika UGM, tapi kata or2q ntr kerjanya berat. bner gag sih???

    Indah Fatma Wiratama

    Februari 4, 2012 at 6:26 am

  309. yang tanya kan tanya Teknik Fisika, Jadi wajar donk kalo penjelasan kebanyakan dari TF, Bukannya sombong, tapi mang kita kasih advise buat dia, kok malah kayaknya banyak yang mengganggu keteguhan hatinya, bilang suruh masuk elektro lah, jangan TF lah, dll. Biar semua ditentukan dari mina dan kemauan. Toh rejeki yang tanggung yang maha kuasa.

    Salam mahasiswa FisTek UGM.
    HIDUP MAHASISWA INDONESIA

    IPK 3,02

    Februari 18, 2012 at 1:15 am

  310. Ada yang terdaftar jadi mahasiswa S3 teknik Fisika ITB ga? kalo ada japri fajri.julisyah[at]gmail.com

    fajri

    Maret 4, 2012 at 8:06 am

  311. Saran untuk teman-teman di bloq ini.

    Kuliah dijurusan apapun jangan mikiran masalah bekerja dimana. pada prinsipnya semua ilmu di FTI (Tek Kimia, Tek Fisika, Tek Industri, Tek Elektro, Tek Mesin, dll) tujuannya ke Industri semua, namanya juga FTI = Fakultas Teknologi Industri.
    Ada satu hal yang perlu di cermati yaitu mampukah kita berkarya dengan bidang ilmu yang kita miliki? kalau anda sudah bisa menjawab ini tekuni bidang ilmu itu. Seharusnya setelah menjadi mahasiswa, mental jadi karyawan dikurangi dan perbanyak mental wirausahawan.

    Tangan Di Atas Lebih Baik Daripada Tangan Di Bawah

    fajri, S2 TekFis

    Maret 4, 2012 at 10:38 am

  312. saya tahun ini masuk TF IT Telkom, itu gimana ya prospeknya? apakah hanya akan di salurkan di instrumentasi yang menjurus ke telekomunikasi apakah bisa juga ke perusahaan spt oil&gas?

    anak SMA galau cari tempat kuliah

    Maret 13, 2012 at 2:58 pm

  313. Bagaimana dengan perempuan ? Apa jenis pekerjaannya cocok ?
    Mohon bantuannya.

    Perempuan di Teknik Fisika/ Instrumentasi

    Mei 16, 2012 at 4:44 am

  314. haduh saya siswi kelas 2 SMA di SMA N 10 melati Samarinda, bentar lagi saya mau naik kelas 3. akhir-akhir ini saya suka sekali dengan pelajaran fisika. dan rencanya ketika kuliah nanti saya mau ambil teknik fisika. tapi saya masih takut prospek lulusan teknik fisika kedepannya, gimana ya? mohon saran dan infonya :)

    Linda

    Juni 15, 2012 at 5:04 pm

  315. Banyak sekali pekerjaan yang membutuhkan basic fisika, tapi kalau kita sudah bekerja yang paling dibutuhkan adalah orang yang terus mau dan cepat belajar hal-hal baru yang dijumpai didunia pekerjaan. Bill gates dulu selalu merekrut orang-orang yang mempunyai basic sains, kenapa ? karena siswa yang berasal dari basic ini mempunyai rasa ingin tahu dan kecepatan belajar yang tinggi selain mempunyai kemampuan analisa yang tinggi |Di komunitas fisika saja, justru anak fisika murni yang melejit di dunia kerja, banyak dari mereka bekerja di oil & gas company menjadi leader yang merupakan sarang orang-orang teknik

    Dina

    Juni 28, 2012 at 4:29 am

  316. mau nanya…
    kalau pas kuliah, teknik fisika itu susah pa gampang…
    lebih bnyak praktek..??

    Niki Jug'ha Sii Geholl

    Juli 15, 2012 at 3:46 pm

    • gampang2 susah , ane sebagai anak TF nganggep materinya emang berat,tpi kalo kita niat jadi mudah kok
      hehe

      reza

      Juli 21, 2012 at 6:01 pm

    • susaaaaah bgt hahaha. bahkan dulu saking susahnya waktu thn pertama sempet kepikiran mau ikut snmptn lg haha jgn ditiru

      mahasiswi teknik fisika ugm 2011

      Maret 3, 2013 at 5:42 pm

  317. weitss salam ane tf its’03 sekarang kerja di mcdermott nyasar jadi piping engineer hehe.
    gimana kawan kawan tf? kangen kampus nih hehe

    VIVAT TF! TOGETHER FOREVER!

    Engineering Physics!

    Agustus 4, 2012 at 4:28 pm

  318. Jadi pengen masuk TF, pengennya TF UGM, tapi yang masih sangat ngganjal buat ortuku “kamu kan cewek”.

    Dewi Setiyani Putrii

    Februari 27, 2013 at 3:03 pm

    • hehe emg kenapa kalo cewe? ga ada yg salah kok :) kamu jelasin aja ke orgtuamu ttg prospek teknik fisika ini, pastiii dibolehinnn krn emg bagus bangeeet :)

      mahasiswi teknik fisika ugm 2011

      Maret 3, 2013 at 5:38 pm

  319. Kakak” smua.. :D
    Nanya dong, saya tertarik untuk SMBPTN 13, untuk memilih Tekfis..
    dan ingin mengambil peminatan Instrumetasi..
    nah yang saya bingungkan apa yang membedakan Instrumentasi (Fisika Murni), Instrumentasi (Elins), dan Instrumentasi (Fisika Teknik)..
    hehehe, butuh penjelasan nih mas perbedaan’a dari ketiga prodi itu..
    karena saya nanya” kemana” jawabannya Nihil.. T,T
    karena sedikit lagi SMBPTN, jadi butuh pencerahan.. :D
    dan apakah Prospek kerjanya berbeda??
    dan kelebihan di setiap Prodi apa?? :D
    terima kasih atas jawabannya.. :D

    Fhidye

    Maret 9, 2013 at 7:09 pm

  320. Sy lulusan tekfis ITS, saat ini saya mengabdi di Kementerian ESDM , jabatan saya inspector mewakili pemerintah, kerjaan saya melakukan pemeriksaan dan pengawasan atas instalasi oil and gas, khususnya metering system, tugas saya memastikan instalasi migas khususnya metering system yang menghitung pendapatan negara dari sektor migas dalam kondisi aman, akurat dan handal, Tools kerja saya yaitu standard/code macem ASME, ANSI, API, API MPMS, AGA, GPA, ISO, kemudian juga software macem kelton flocalc, flowserve, costflow wilayah kerja saya seluruh indonesia yang terdapat operasi migas baik darat maupun lepas pantai pernah juga beberapa kali penugasan luar negeri, alhamdulillah teknik fisika adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah saya ambil dalam hidup saya

    Im

    Maret 17, 2013 at 2:00 pm

  321. wow, masih berlanjut tentang prospek teknik fisika. kalo dibaca dari awal sampe akhir bisa2 serasa kuliah 4 tahun nih… hahaha

    yoyo

    November 13, 2013 at 8:29 am

  322. Mau tanya kerja teknik perminyakan dan teknik fisika untuk cewek supaya kerjanya d office gimana? Kan cewek harus mikirin keluarga dll juga

    dian

    Juli 25, 2014 at 9:54 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 483 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: