Prospek lulusan Teknik Fisika?
Mas, nanya. kalo Teknik Fisika itu gimana?? Kata alumni sma saya, Teknik Fisika lagi booming karena interdisiplin jadi bisa kerja dimana aja. Bener gak sih, aku suka banged fisika, dan pengen banget ambil teknik fisika tapi gak dibolehin ortu kecuali bisa ngasi bukti prospek teknik fisika. Aku udah mantap pilih Teknik Fisika ITB dan Teknik Fisika UGM. Mohon sarannya
Satria via comments
Ada yang bisa membantu memberi pencerahan pada anak SMA ini?


Kalo suka banget fisika ya gak harus ambil teknik fisika, banyak banget ilmu lain yang berbasis fisika tapi lebih marketable di dunia kerja :)
Contoh : Teknik Elektro (Telekomunikasi) hehe
pengamat telco
Oktober 9, 2007 at 5:40 am
Wah kalo T fisika mau masuk telecom equipment operator kayaknya match saja seh, tapi harus ditunjang skill non-perkuliahan. Butuh penyesuaian dikit deh 1 taon ato 2 taon
Wewed
Oktober 9, 2007 at 6:22 am
teknik fisika (FT kalo di ITB) bidangnya luas, dan FT jurusan yg paling deket amteri kuliahnya ama elektro. FT diambil dari kurikulum Belanda, makanya ga bakal nemu jurusan ini di US. pospek teknik fisika ya banyak, bisa jadi dosen, kerja di LEN (Lemabga Elktronik Nasional), bank, ato schlumberger sekalian. belajar yg bener kalo pengen masuk ITB.
aesculapius
Oktober 9, 2007 at 6:39 am
Ah, kalau tjap PT nya NgeTOB, ipk tigakoma, mau kerja dimana aja sih gampang yaaaa (dengan tidak melupakan campur tangan Tuhan tentunyaa)
rezayazdi
Oktober 9, 2007 at 6:50 am
Mayoritas alumni Teknik Fisika (ITB & ITS sih mostly yg gw temui) bekerja sebagai Instrument/Control Engineer. Kerjanya bisa di office (engineering) bisa juga di field. Scope kerja seorang Instrument Design Engineer meliputi Control & Safety System Design (DCS, SIS/F&G, PLC, etc.) & untuk Instrument Field Engineer lebih ke arah proses instalasinya di lapangan. Career path berikutnya bisa menjadi Project Engineer dan ada beberapa yang berhasil menjadi Project Manager. Basically pekerjaan seorang Instrument Engineer akan banyak mengalami interface dengan orang2 Process (background Teknik Kimia) dan tidak sedikit pula interface dengan orang2 Mechanical/Piping. Jadi nantinya seorang Instrument Engineer bisa memiliki pengetahuan yg cukup diverse sebagai bekal untuk menduduki posisi managerial.
papibonbin
Oktober 9, 2007 at 12:04 pm
Ass.Wr.Wb
Kebetulan saya alumni S1 Teknik Fisika ITS angkatan 2001.
Kuliah selama 9 semester. Lulus Bulan maret 2006, kerja bulan Juni 2006. Selisih kelulusan dengan diterima kerja kurang dari 3 bln (proses seleksi rekrutmen perusahaan membutuhkan waktu sekitar 3 bulan).
Siapa bilang teknik fisika tidak berprospek????
Tolong liat di website :
1. PLN (Persero) : http://www.pln.co.id
2. Indonesia Power : http://www.indonesiapower.co.id
3. PT. Pembangkitan Jawa-Bali (www.ptpjb.com)
4. Semen Gresik
5. Petrokimia Gresik
6. PERTAMINA EP
Saya sendiri secara pribadi telah kerja disalah satu BUMN yang telah saya sebutkan diatas. ^_^
ternyata jurusan teknik fisika dibutuhkan untuk mengisi posisi/jabatan engineer di bidang Instrumentation dan Control, untuk PLN (Persero) bahkan mengisi posisi/jabatan engineer pembangkit.
Bagi bagi mas satria yang lagi bingung/ragu untuk memilih jurusan teknik fisika bisa melihat lowongan-lowongan yang disediakan oleh BUMN-BUMN tadi, dan perusahaan-perusahaan besar lainnya untuk mengisi jabatan/posisi Instrumentation and Control.
Semangat terus dan pantang menyerah.
alamat situs teknik fisika ITS : http://www.ep.its.ac.id/
Wass.Wr.Wb
DoDit
Oktober 9, 2007 at 12:07 pm
Teknik fisika ITS mendapat nilai akreditasi A.
Bisa dilihat di situs :
http://www.ep.its.ac.id/content.php-menu=berita.htm
DoDit
Oktober 9, 2007 at 12:09 pm
Taon depan (2008 s/d 2010)
Proyek PLTU batubara 10000 MW membutuhkan banyak sekali sarjana-sarjana teknik (Elektro,mesin,industri,teknik kimia, teknik fisika).
Berita terbaru bisa dilihat di situs :
http://www.ptpjb.com
DoDit
Oktober 9, 2007 at 12:23 pm
@ DoDit:
Couldn’t agree more… Di company saya pun orang Instrument (alumni TF) cenderung lebih menonjol…. :-)
papibonbin
Oktober 9, 2007 at 12:31 pm
Mas Satria, saya ceritakan sedikit mengenai Jurusan Teknik Fisika FT-UGM ya…
Jurusan Teknik Fisika UGM terdiri dari 2 Program Studi:
1. Teknik Nuklir
2. Fisika Teknik, dng konsentrasi Energi atau Instrumentasi
Sebenarnya fokus jurusan adalah pada Energi (alternatif migas) tapi memang di bidang ini lahan pekerjaannya lebih terbatas. Sebagai alternatif bagi mahasiswa yg kurang berminat ke arah ini, dikembangkan juga konsentrasi Instrumentasi.
Website JTF FT-UGM ada di http://www.tfisika.ugm.ac.id
Di situ ada juga daftar alumni, bidang kerja, dan alamat kantor masing2. Silahkan dilihat2.
Saya sendiri alumni Jurusan Teknik Fisika UGM angkatan 99, Prodi Teknik Nuklir, konsentrasi Instrumentasi. Sekarang bekerja di bidang IT.
Kalo Mas Satria bukan org Yk, saya sarankan kuliah di UGM aja deh. Karena Jogja-nya itu loh. No place’s as homy as Jogja..:-D
acooljerk
Oktober 9, 2007 at 4:05 pm
Saya masih kuliah di jurusan Teknik Fisika prodi fisika teknik. Secara keseluruhan sih kuliahnya enak, walaupun susahnya nyari ipk 3,sekian.
Dalam dunia kerja kurang tahu banyak, tapi lihat kakak2 angkatan sepertinya prospeknya cerah, bahkan ada yang sudah bisa home industri, insdustri optik lab. Ya seperti membuat mikroskop digital, antena, ripiter, dll. kebanyakan memang sebagai instrumen engginering.
Adhitya Karima
Juli 23, 2009 at 12:47 am
aduh, jangan masuk TF ITS, soalnya kampusnya jejer sama mesin & elektro….garing…saya masuk thn 2000, tapi pindah jurusan tahun 2001…tujuannya, mendekati teknik industri…hehehe….gimana kabarnya dewan adat ?
bagus
Oktober 9, 2007 at 5:07 pm
Kalo menurut pertimbangan saya, Trend nya masih lebih bagus Teknik Elektro dibandingkan dengan Teknik Fisika.
Dari Passing Grade SPMB aja dah ketahuan tuh…..
Salah satu faktor pendukung tinggi rendahnya grade adalah Kwalitas & Peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih bagus.
SEKALI LAGI : KERJA YANG LEBIH BAGUS (”’secara rata-rata”")…
Kalo cuma asal kerja seh…jurusan apa saja bagus, tapi kalo ingin dapat pekerjaan yang lebih bagus ya Teknik Elektro…
Hal ini berdasarkan pengalaman saya bekerja dibidang Teknik. Karena secara rata-rata High Level diperusahaan Engineer rata-rata dipegang oleh lulusan Teknik Elektro…
Peace….
komandan
Oktober 10, 2007 at 3:01 am
Kebetulan istri saya lulusan Teknik Fisika dan sekarang jadi Instrumentation Engineer. Saya lihat -Alhamdulillah-dia gak ada masalah dengan cari kerjaan, bahkan belum luluspun udah ditawarin sana-sini. Kemungkinan hal itu terjadi karena dia memilih KP dan TA yang cukup tajem dan spesifik (berkaitan dengan Oil&Gas), juga kebetulan juga kita punya cukup network di bidang Oil&Gas, jadi Alhamdulillah gak ada masalah dengan prospek kerja.
Saya rasa banyak hal yang bisa dijelajahi oleh lulusan Teknik Fisika, tapi secara umum kuncinya adalah “Be Specific !”, jadi harapannya setelah lulus sudah ada skill dasar dan knowledge dasar yang memadai tentang bidang tertentu disamping memiliki knowledge yang lebih umum. Saya rasa hal itu juga berlaku untuk semua jurusan teknik dan IT.
andrias ekoyuono
Oktober 10, 2007 at 4:39 am
kalau mau instrumentika dan elektronika, bukannya di UGM malah jadi jurusan tersendiri ?. kalau di perusahaan elektronik, modelnya samsung, LG, panasonic, epson, malah pada kepake tuh …
papabonbon
Oktober 10, 2007 at 4:46 am
Setahu saya di industri telco banyak tuh lulusan TF ITB yg punya jabatan lumayan..misalnya..insialnya SJP yg kerja di NSN SBP..lalu ada IK di menara pondok indah…lalau ada bbrp nama lagi..trus di persh macam P&G juga ada…trus di oil apalagi..tp ya kebanyakan nggak kepake TFnya…
Mr.Humble
Oktober 11, 2007 at 11:40 am
Masa maw ngambil teknik fisika g boleh si….??
Aq mahasiswa Teknik Fisika Institut Teknologi SepuluhNopember (ITS) angkatan 2006, gambaran gampangnya gini nih…..
Di indonesia, cuma ada 4 kampus yang punya teknik fisika, UNAS (jakarta), ITB (bandung), ITS (surabaya), sama UGM (jogja)…….
klo jurusan laen, misalnya aja teknik elektro, teknik kimia, ato teknik informatika, dimana2 masih banyak….
lagian yg q tau, kerjaan kita tu punya spek2 sendiri, dan teknik fisika lulusanya g sebanyak elektro ato mesin, jadi tau kan gimana persainganya….
klo orang2 mesin tu besok banyak ke mechanical sm piping nya, klo teknik fisika lebih ke kontrol dan instrumen…..
klo model perkuliahanya d kampus q, banyak matakuliah tu yang mirip2 sama elektro sama mesin, kaya perpindahan kalor dan masanya tf mirip sama perpindahan panas nya mesin, ada lagi elektromagnetika, termodinamika, mekanika fluida, pokoknya banyak lg deh……
klo kata kajur q si, kita (tf) itu belajarnya dapet banyak, tapi kita belajarnya ngga dalem, paling cuma beberapa aja yang dalem kaya gambar instrumen, baca P&ID, de el el……
tapi besok pada dasarnya kita tu punya spek2 sendiri…..
background process tu tekim
background instrumen tu tekfis
background konstruksi tu bnyak dr sipil
masih banyak lg dan ke terbatas itu aja…..
klo teknik fisika ITS tu kebagi 5 bidang minat, klo ga salah :
*Rekayasa Instrumen
*Rekayasa Fotonik
*Rekayasa Bahan
*Rekayasa Energi dan pengkondisian lingkungan
*Rekayasa Akustik
kuliah dmanapun yang penting niat sama kembangin soft skill……
klo maw di teknik fisika ITS, passing grade g tinggi 2 banget, tapi tetep blajar, trus kuliah teknik (terutama teknik fisika, teknik kimia, teknik mesin, teknik elektro) ga gampang, jadi klo udah nyebur, skalian basah aja….
Satria bener2 doyan fisika?? klo doyan fisika bisa aja di jurusan fisika fakultas MIPA, tapi prospeknya lebih ke guru sama dosen….
bwt bagus, skarang mesin cewenya lumayan cakep2 loh, ngga nyesel neh,kabar dewan adat sehat22 aja….
ung
Oktober 12, 2007 at 11:57 am
@ung
Kmu anak baru di Tekfis ITS y?
Belajar yang rajin biar bisa mengharumkan nama besar Tekfis ITS. ^_^
Kutunggu kiprah para adek2 kelas di BUMN-BUMN besar Tanah air (PLN,Petro,Semen,Pertamina,Indonesia Power, PT. Pembangkitan Jawa-Bali, dll.)
Salam buat kajur TF yang baru (klo uda ganti sich), dulu khan masih pak Totok S.
Salam juga ke dosen pembimbing Tugas AkhirQ (Pak Ali Musyafa’)
Thx
DoDiT
Oktober 12, 2007 at 1:02 pm
mz keja d BUMN mana?q jg anak tekfis ITS juga lho
widiana himami imania
Oktober 23, 2009 at 6:34 am
[]Kalo suka banget fisika ya gak harus ambil teknik fisika[]
Kan ada banyak jurusan yang berhubungan dengan fisika.
sagung
Oktober 12, 2007 at 5:09 pm
Sekarang saya lagi jadi konsultan manajemen SDM di sebuah engineering company, dan kalau saya amati memang lulusan teknik fisika yang bekerja di perusahaan ini sangat hebat berkarir di bidang instrumentasi dan kontrol. Dalam beberapa hal juga memiliki karir hebat untuk bidang material science … Dengan semakin berkembangnya dunia instrumentasi (seiring dengan ekspansi bisnis di bidang engineering), maka tentu prospek lulusan teknik fisika juga semakin besar ..
salam sukses selalu
Riri Satria ( http://www.ririsatria.net )
Riri Satria
Oktober 14, 2007 at 5:21 am
@ung
ya jelas teknik mesin sekarang cewe2nya lumayan. wong syarat pendaftar PMDK kemitraannya yang nomer 1: WANITA…
wkwkwkwk…g percaya ? silahkan cek sendiri.
ngga nyesel koq pindah ndeketin TI, apalagi ada Putri raemawasti…ooh…putri…
maaf ya mas anjar, jadi OOT nih, maklum anak muda.
(^_^)
bagus
Oktober 14, 2007 at 10:08 am
Kenapa ga coba elektro saja? Kalo menurut gw, jurusan teknik fisika adalah jurusan yang NANGGUNG.. masih perlu spesialisasi lagi, sehingga kurang dapat dilihat core competency-nya dimana.. karena di dalam perkuliahan teknik fisika, ilmu yang didalami masih campur aduk antara listrik, mesin dan bangunan, nah lo.. kalo udah ginie, di bidang yang mana lo expert?
Jangan salah, elektro juga perlu dasar fisika yang kuat, kurikulum di dalamnya sebagian besar juga belajar tentang fisika..
Prospek kerja lulusan sangat-sangat luas, dari perusahaan minyak, telco, manufaktur sampai perusahaan IT, core competency-nya pun jelas, yaitu segala macam hal yang berkaitan dengan setrum-menyetrum dan signaling..
Saran gw sih, klo emang elo mampu, dengan persiapan baik n matang, ambil aja elektro ITB n teknik fisika UGM, biar lo bisa ngerasain kemana nasib akan membawamu.. (hehehe)
So, pikirkan baik2 guys..
engineer elektro
Oktober 14, 2007 at 12:44 pm
he he he … Mas Engineer Elektro …
tentu saja kita tidak bisa menghakimi sesuatu dengan cepat begitu saja, termasuk menghakimi sebuah jurusan nanggung atau tidak. Kalau memang sebuah jurusan itu tidak berguna atau nanggung, tentu tidak akan ada pohon kejuruan atau keilmuan di bidang itu …
Jadi, segala sesuatu itu didesain pasti ada maksudnya … mungkin pemahaman kita yang terbatas yang membuat kita belum mampu menilainya secara utuh dan menyeluruh …
Saya bukan orang teknik fisika, dan juga bukan teknik elektro, … tapi saya percaya pasti ada maksud dan kelebihan masing2 sehingga lahir bidang keilmuan atau keteknikan tsb, kalau nggak, tentu gak bakalan ada profesor di bidang keilmuan / keteknikan tsb … itu saja …
salam kenal en sukses selalu Mas …
Riri Satria ( http://www.ririsatria.net )
Riri Satria
Oktober 14, 2007 at 3:24 pm
@ Mbak Riri
Salam kenal juga n terima kasih atas masukannya ya..
Justru karena embak bukan orang elektro maupun tekfis, mungkin yang terlihat dari luar masih samar-samar n tebak tebakan..
so kalo embak memang bener2 pengen tau apa yang dipelajari di dalam kedua disiplin ilmu tersebut.. ya monggo dicoba sendiri..
he..he..
PISS
engineer elektro
Oktober 14, 2007 at 4:15 pm
Sory, bukan mbak Riri tapi Mas Riri yah.. hehehe…
PISS
engineer elektro
Oktober 14, 2007 at 4:19 pm
elektro ato teknik fisika?
gak masalah… mana yg lebih disukai aja, dan cocok di hati.
secara umum, elektro lebih luas bidang kajiannya, begitupun lapangan kerja yg sesuai bidang yg dipelajari. selain itu, lulusan dg ip yg sama dan universitas yg sama, beda jurusan (dlm hal ini elektro vs teknik fisika) biasanya dianggep lbh oke yg elektro.
lha masuknya lebih susah elektro. hehehe…
kl masalah sukses kedepannya, nggak ngaruh lulusan apa.
tergantung orangnya. di level tertentu, sdh nggak dilihat lagi dia lulusan jurusan apa. yg lebih penting, bs nggak dia memanage orang dan budget.
tp, kl boleh saran, kl memang mampu otak, ke elektro saja… rasanya sy nggak pernah denger GSM engineer yg lulusan teknik fisika. :D
buat mas dodit (alumni tf its)
klasnya masih bumn toh.. yg lebih advance doonk..
hihihiihi
f@ck1ng_henry76
Oktober 14, 2007 at 5:44 pm
saya rasa memilih jurusan apa saja tidak masalah yang penting minat..
jurusan teknik fisika adalah salah satu pilihan yang baik..
James
Oktober 15, 2007 at 10:25 am
to f@ck1ng_henry76
gue luluasan teknik elektro,tp gue nggak setuju dgn komen2 loe yg gak berkelas..dan ngomong tanpa fakta (asal ngejeplak)…
loe udh kena penyakit katak dlm tempurung..merasa udh jago..sehingga suka menghina org lain..
ini yg hrs dibasmi..kita hrs maju bersama2..spy negara ini jd lebih baik…
lo SALAH BESAR….
di ex ktr gue pancoran(vendor ternama dr jerman) ada tuh lulusan teknik fisika yg mulai karirnya dr BSS engineer..skr bahkan udh jadi big boss Care Manager buat INDOSAT project…
di ericsson pondok indah juga ada tuh yg udh jd manager juga..mengawali karirnya sbg msc engineer..
sekali lagi,smua itu tergantung gmn usaha kita..dan garis nasib..krn rejeki udh ada yg ngatur..so kita hrs berusaha sebaik2nya…
Mr.Humble
Oktober 15, 2007 at 2:48 pm
bener tuh…rejeki uda ada yg ngatur..
elektro bakal gag ada jika gag ada yg namanya fisika
calon mahasiswa tf
Agustus 3, 2009 at 12:59 pm
@all: Mungkin sebagian merasa bahwa kerjaannya sebagai engineer di industri telco adalah yg terbaik/terhebat. Tapi harap diingat bahwa tidak semua orang ingin berkarir di bidang telco.
acooljerk
Oktober 16, 2007 at 1:20 am
Teman2 alumni TF di PLN banyak yang ditempatkan di unit pembangkitan karena di situ ilmunya adalah kombinasi dari berbagai disiplin teknik: elektro, mesin, kimia, dll; ya itulah namanya teknik fisika. Menurut mereka, ketika tes di PLN, mereka mendapat keuntungan karena soalnya merupakan kombinasi dari teknik elektro, mesin dan kimia, jadi semuanya bisa dijawab dengan lancar karena itu dipelajari semuanya di Teknik Fisika.
Alumni TF UGM
Oktober 16, 2007 at 2:16 am
Hello….
saya andhy mhs TF UGM….
Emangsih banyak banget mhs yang jago fisika di Teknik Fisika UGM. Kebanyakan juara2 olimpiade Fisika dan Astronomi Nasional. Kalo di Elektro kebanyakan alumni olimpiade Matematika.
Kalo menurut saya Teknik Fisika sangat dibutuhkan beberapa tahun mendatang. Bukan hanya Instrumentasi dan Kontrol tapi juga Rekayasa Energi Terbarukan. Saat ini, sebuah perusahaan asal Korea akan membuka pabrik besar di Tengerang untuk memproduksi solar panel, solar cell, dan blade serta tower pembangkit tenaga angin. Perusahaan ini bekerjasama langsung dengan jurusdan Teknik Fisika UGM. Pekerjanya (dealam hal ini perencana dan supervisor) baru ada 3 yang semuanya alumni Teknik Fisika UGM. Mau gimana lagi, wong yang belajar energi terbarukan cuma teknik Fisika. Coba bayangin, beberapa perusahaan minyak termasuk yang udah jalan kayak Shell dan Pertamina mulai beralih ke energi terbarukan. Yang bikin enak, kita gak punya saingan padahal dibutuhin banyak tapi lulusandikit. Kakak angkatan saya cerita kalo ada perusahaan minyak di Sumatera Selatan butuh 4 engineer Teknik Fisika tapi yang daftar cuma 1. Otomatis dia lulus tanpa tedeng aling-aling macam PMDK aja.
Kalo0 dibilang gtak dalem kayaknya enggak juga deh, setelah 4 semester dijejali mata kuliah all round Teknik, kita bakalan milih mau masuk ke dunia yang kita mau. Sebagai contoh Instrumentasi dan Kontrol. Sebelumnya saya mohon maaf, di Teknik Fisika kita gak cuma belajar instrumentasi elektris tapi juga instrumentasi mekanis. Alumni Teknik Fisika UGM yang dah jadi kepala bagian di CNOOC cerita kalo perusahaan2 minyak mulai mengutamakan engineer control buat lulusan Teknik Fisika. Di CNOOC semua engineer control adalah alumni Teknik Fisika sedangkan alumni elektro ada di bagian Power. Kenapa?? Karena Control sangat berhubungan dengan Process dan elektro tidak belajar Process apalagi Kontrol Proses. Itulah keunggulan Teknik Fisika di bidang Control.
Yang jadi Programmer juga banyak banget. Yang kerja di Telco juga banyak. Tapi jelas gak sebanyak elektro. Bandingin aja mhsnya. Setiap tahun inpun mhs Teknik Fisika paling cuma 500 atau mungkin gak nyampe. Tapi elektro di Indonesia bisa sampai 10.000. Prosentase dapat kerjanya?? teknik Fisika hampir 100 persen. Sisanya yangf gak dapet kerja ya paling nerusin warisan ortu atau direbutin universitas swasta buat jadi dosen hehe
Kok bisa segede itu prosentasenya?? Yah, mau gimana lagi, kita banyak dibutuhin tapi lulusan dikit itu masalahnya….
andhy
Oktober 16, 2007 at 3:15 am
Hmmm…dari namanya aja aneh. Teknik Fisika. Jika ia adalah bagian dari satu kata, maka kalau meminjam komposisi model “Teknik Elektro” ia akan menjadi “Teknik Teknik Fisika”. Karena itu kadang harus diubah namanya menjadi “Fisika Teknik”. Sehingga kalau digabung dengan komposisi yang lazim menjadi “Teknik Fisika Teknik”
Saya menduga fenomena ini terjadi bermula dari kebingungan, begitu banyak kejadian fisika yang bisa diimplementasikan tetapi tidak bisa terwakili oleh fakultas-fakultas yang ada. Teknik Fisika (Fisika Teknik) mencoba merangkum semuanya menjadi satu. Apa kira-kira sanggup?
Maka dari itu kalau kita cermati masing-masing Univ, yang ada Jurusan TF, mengambil kompetensi yang berbeda-beda. UGM misalnya kelihatan lebih fokus di Energi, karena ia adalah metamorfosis Teknik Nuklir, nuklir adalah hal yang selalu didemo.
Soal prospek saya kira tergantung seberapa fokus ia pada kompetensinya. Semakin fokus, semakin ahli. Semua employer mencari yang ahli, bukan yang pengetahuan dan skilnya hanya berupa kulit.
Jadi kalau diminta memilih, tanyakan pada dirimu passion kamu dibidang fisika itu apa? Lalu cari univ yang fokusnya kesana.
Sebagai gambaran (sekaligus promosi he he he). Profesi dokter sekarang sudah berjibun, profesi ahli setrum juga banyak, apalagi ahli bangunan. Kedepan orang akan lebih banyak butuh energi. Dengan semakin tipisnya cadangan minyak mentah, energi semakin mahal. Ingat harga minyak sekarang 80USD/barel tahun 1999 padahal harganya 18USD/barel. Maknanya apa? Cepat atau lambat kita akan memasuki krisi energi. Jika kita tidak menemukan ahli dibidang TF, dokter-dokter akan kesulitan melakukan operasi, ahli-ahli elektro akan berhenti berkarya, ahli-ahli bangunan gak akan mampu mendirikan crane.
plesmines
Oktober 16, 2007 at 3:37 am
Gw alumni Fisika Teknik ITB Tahun 00 Lulus 05 Kemaren.
Dari Instrumen Engineer nyasar ke Programmer.
Sudah 2 tahun Nyangkul di Korea di R&D Embedded LCD/PDP TV.
Ga usah bingung kalo mau pilih jurusan..bisa debat kusir terus kan..ga bakal abis2.
Apapun Jurusan Kita jadilah Profesional.^^.
Kalo Kata Dosen Gw FOKUS PADA KEKUATAN SIASATI KELEMAHAN.
Gw kuliah IPK ngepas POLL..kuliah ngulang sama angkatan bawah..huehue..tapi yang penting perkuat soft skill kita biar bisa ngejual..Sering2 ikut project dosen en jalin relasi keluar negeri.
Insa4JJI jalan sukses itu ada..tinggal Doa, Usaha, Restu Orang tua end Lucky.
Impossible is Nothing
Kimchi
Oktober 16, 2007 at 6:32 am
maaf OOT, di indonesia power/pjb/pln itu gajinya (yang halal) brapa sih? kenaikan per tahunnya brapa persen?
trims.
abu rozin
Oktober 17, 2007 at 9:49 am
Apapun tekniknya, kalau sudah di dunia kerja pertanyaaanya cuma satu “Bisa kerja nggak?”
galangkangin
Oktober 18, 2007 at 3:28 am
kok debat kusir kayak gini seh….???
menurut gw seh semua jurusan bagus semuanya……
cuma kita bisa mendalami bidang itu tidak…
pasti semuanya ada rejekinya masing2….
rejeki orang beda2, mungkin ada yang kerja g sesuai bidang, eh malah berhasil….
yang penting gimana kita bisa menepatkan diri….
Dhen Bagose
Oktober 18, 2007 at 5:05 am
Sekedar meneruskan wejangan mantan dosen :
enaknya Lulusan TF, blm banyak yg tau, jadi pas diinterview ditanya apa yg dipelajari di TF ?
bilang aja : Perusahaan bapak butuh engineer spt apa ?
(alumnus TF yg nyasar di IT)
Vader
Oktober 19, 2007 at 7:00 am
mas_mas,mbak2,q mo tx nic,kira2 da yg bsa memprediksikn klasifikasi jurusan diITS g’? q binguung,cz otakq g’ ckp memedai untuk mask fak yg sembrgn nic,mohon bantuanx y,cp ja dec????
machi
Oktober 20, 2007 at 5:27 am
saya mahasiswa tf’06 ITB…
Teknik Fisika itu bisa dibilang pembajak teknik,,,
semua masalah engineering dibahas disini…
terutama instrumentasi dan kontrol…
tinggal bagian mana yang kita minati,,tinggal didalemin dan jadi pakarnya deh….
tapi saya bersyukur bisa belajar di prodi teknik fisika,,,prospek luas…
tergantung dari diri kita masing2 si ngeliatnya…
“setengah kosong atau setengah isi”…ok!!semangat!!
thoriq
Oktober 21, 2007 at 5:18 am
Tidak jarang lulusan teknik fisika (Engineering Physics) di Indonesia bekerja dibidang IT atau telekomunikasi. Lulusan TF sebenarnya bisa bekerja dimana saja di bidang engineering karena cakupannya yang luas. Saya rasa jika masih di bidang engineering hal ini tidak menyimpang dari bidang studi teknik fisika karena di teknik fisika, Anda diajarkan berbagai bidang engineering mulai dari sinyal/gelombang, mesin, generator, sensor, energi, pencahayaan, refrigerator, elektonika, mekanikal, kontrol, fluida, nuklir, nanoteknologi, optik/laser, suara/akustik. Jadi bahasannya TF itu multi disipliner sehingga saya rasa untuk menggeluti bidang apapun adalah mudah untuk para lulusan teknik fisika. Intinya prospek kerja lulusan teknik fisika itu sangat bagus, dan bidang kerja yang akan digeluti setelah lulus bisa difokuskan ketika mahasiswa berada ditingkat akhir dengan mengambil matakuliah yang sesuai dengan profesi yang diinginkan dan mengerjakan skripsi (tugas akhir) sesuai topik yang diinginkan.
ii
Oktober 22, 2007 at 2:53 am
Klo boleh tau mas “f@ck1ng_henry76″ kerja di pershn apa? Kok kesannya menghina orang yang kerja di BUMN.
Setahu saya selama ini (5x pindah perusahaan), belum ada 1 pershn pun yg mengadakan seleksi berdasarkan “grade” di PT.
Kalau sukses atau ga, bukan cm dari keahlian me-manage orang dan budget, karena anda belum tahu yang namanya “specialist”. Jadi saran saya, kalau belum tau banyak, jangan menghina orang lain.
Togog
Oktober 22, 2007 at 8:44 am
Teknik fisika…!!?? Apa itu…!!??
Di dunia yang ada Teknik Fisika Cuman Di “INDONESIA”
Sebenernya Teknik Fisika tuh buntutnya dari Teknik Mesin dan Teknik Elektro.
Diliat dari Passing Grade Universitas Negeri
Teknik Fisika Jauh Dibawah Teknik Elektro dan Mesin
Jadi gak Jarang banyak anak Teknik Fisika yang Minder sama anak Teknik Mesin dan Teknik Elektro
n sapa yang bilang di Teknik Elektro gak ada Process Control
Masuk aja Teknik Elektro Bidang Studi Control System Engineering” disitu anda akan dipelajari tentang process control dan jauh lebih baik dari Teknik Fisika
Jadi mending masukTeknik Elektro atau Teknik Mesin
karena ilmunya lebih mendalam
huehuehuehuehuehuehue
“Alumnus Teknik Elektro bidang Studi Control System Engineering”
NieaR
Oktober 22, 2007 at 10:13 am
Nggak usah debat kusir lagi deh. Tiap jurusan pasti ada kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Saya sendiri ketika kerja praktek menemukan adanya alumni Teknik Fisika (baik dari ITB dan UGM) yang bekerja di perusahaan minyak sekelas PT. Chevron Pacific Indonesia yang dulunya bernama PT. Caltex Pacific Indonesia (produsen minyak terbesar di Indonesia).
Jadi bagaimana seseorang bekerja nantinya akan ditentukan dari pribadi masing – masing. Lalu jika ditanya apakah lulusan Teknik Fisika dibutuhkan? Jawabannya iya. Apakah ketika pertama kali kita masuk kerja kita akan langsung mengerjakan sesuai bidang keahlian kita yang mendalam? Jawabannya tidak. Tidak mungkin perusahaan berkelas akan membiarkan lulusan S1 tanpa pengalaman untuk langsung bekerja dan bertanggung jawab di bidang yang spesifik, meskipun lulusan tersebut mengatakan “saya telah mendapatkan materi yang dalam dari kuliah”. Yang ada adalah perusahaan akan melakukan tes rekruitmen yang berupa psikotes, forum group discussion, dan wawancara. Wawancara yang bersifat teknis pun tidak dibuat begitu mendalam. Setelah lolos rekruitmen, maka lulusan S1 akan ditraining terlebih dahulu dalam jangka waktu tertentu, tidak peduli apapun jurusannya. Tren dunia kerja sudah bergeser dari anggapan bahwa lulusan S1 adalah siap pakai, menjadi bahwa lulusan S1 adalah siap untuk dididik lebih lanjut.
Sekarang tergantung mas Satriya sendiri, pilihlah jurusan sesuai keinginan. Tapi kalau ditanya apakah Teknik Fisika berpeluang? Mas Satriya tentu sudah bisa menarik kesimpulan.
Nuring
Oktober 22, 2007 at 1:59 pm
Ngomong2 mas Satria sendiri mana nih comment-nya? Kok ga nongol lagi? apa sudah kabur ke luar negeri? atau jangan-jangan dah ke dunia lain????
hahaha
engineer elektro
Oktober 25, 2007 at 9:10 am
gw lulusan fisika, ngambil subjur instrumentasi n berkutat ama PLC waktu TA, skrg berkutat ama sun fire V890 ngurusin core network.. :D
ga nyambung sama sekali pelajaran yg gw dapat waktu kuliah ama kerjaan gw skrg.
tp yg pasti, yg kita bawa setelah kita lulus itu bukan nilai atau ilmu kita, tp mungkin menurut gw, kemampuan serta kemapanan kita dalam berpikir sehingga kita bisa memanfaatkan pengetahuan kita di bidang yg membutuhkan :)
IMHO
millrasyad
Oktober 25, 2007 at 9:16 am
buat niear..
setahu saya TF dan mesin masih atas bawah, kadang tinggian TF kadang tinggian mesin
Mungkin di eleeeek-tro memang ada proces control (1 atau 2 universitas) tapi apa iya, di eleeeeeek-tro ada mekanika fluida, perpindahan panas, operasi unit, perancangan alat proses, termodinamika, analisis termal, dan dinamika sistem sebagai elemen utama ilmu proses?? Kok bisa2nya ngomong kontrol proses di eleeeeek-tro lebih dalam.
Kalo boleh tahu anda alumnus elektro mana??
di tempat saya, antara MS, EL dan FT justru saling terintegrasi. kadang2 emang saingan kalo bikin robot tapi kami sangat akrab bahkan sering mengerjakan proyek bareng.
FT buntutnya mesin dan elektro??? Yang bener….. ah… jangan ngaco…
Instrumentasi dan Kendali sangat booming di akhir 60-an dan gencar2nya dikembangkan Teknik Fisika ITB. Dasar Kontrol itukan elektronika. Nah, elektro merasa punya tuh ilmu, makanya elektro “ikut2an” garap bidang ini. baca sejarahnya di buku 50 tahun teknik fisika…
Trus, ilmu tentang AC yang sekarang banyak dikembangkan mesin bahkan menjadi beberapa dasar ilmu di mesin pertama muncul di Indonesia ketika hotel indonesia yang dilengkapi AC dibangun. Prof. Adiwijogo (FT ITB) menjadi pionir di Indonesia dalam mengkaji ilmu ini. Mesinpun “ikut2an” setelah ilmu ini dikembangkan lebih jauh oleh FT ITB. Nah, siapa yang jadi buntut??
Kalo anda ngfambil sistem kontrol berarti anda sama saja kuliah di FT tapi cuma sedikit. Coba saya tanya, anda pernah dapat tuning control??? (harusnya sudah kalo anda ngambil sistem kontrol proses)
who
process control engineer
ex-Newmont yang pengen balik ke kampus lagi…
who
Oktober 25, 2007 at 9:17 am
sebenernya yang mau saya tanya bukan elektro wong saya gak pengen ke elektro kok. Saya kan nanya Teknik Fisika. Tapi makasih banget buat wejangannya. Bagi saya Fisika itu teman sehari-hari. Kakak saya teknik Kimia sekarang di Badak, Satunya Elektro UGM. Masak saya ikut2an kakak saya. Tapi kata kakak saya, engineer kontrol yang masuk Badak pas rekruitmen dulu semuanya dari Teknik Fisika gak ada yang dari elektro !! Pantesan kakak saya yang di elektro ngambil konsentrasi informatika, takut sama teknik fisika kali kalo ngambil kendali hehe…
Yang jelas, saya lagi fight ni sama soal2 spmb sambil nunggu PMDK kalau2 diterima ….
doain ya….
Satria
Oktober 25, 2007 at 9:28 am
@satria
klo kendali sih udah makanannya sehari2 anak TF n sebagian anak fisika yg ambil instrumentasi..
klo yg dasarnya fisika baik itu teknik fisika atau fisika murni sekalipun, disiplin ilmunya bisa kmn2 kok, g usah takut porsi kerjaannya diambil yg dr disiplin ilmu yg lain :D
skrg rata2 tmn2 saya yg el malah banyakan jd java programmer atau web programmer, trus anak if kerja nya ngapain? ada yg tau?
millrasyad
Oktober 25, 2007 at 9:34 am
Saya lulusan Teknik Mesin UGM
sekarang kerja di pabrik Motor yang katanya paling gede di Indonesia , bagian ENG
disini ada lulusan TF di Procurement
lulusan Fisika ITB di Logistik
Sos Ek Pertanian IPB jadi Manajer HRD
Elektro ITB ngurusin cutting tools juga ada
Mesin/Elektro ITS banyak yang di Produksi
sarjana sastra jepang jadi R n D, yang kerjanya neliti-neliti itu loh.
malah lulusan Mesin ITenas ada yang jualan nasi uduk di kantor ama cukong sembako di kost-kostannya :)
jadi jurusan mana aja bisa kerja di mana aj
sesuai nasib yang digariskan oleh yang diatas.
Saya malah kepingin keluar mo jualan burger ato mie ayam aja kayaknya duitnya lebih guedhe he he he….jadi joni (Jongos Nippon) terus capee deh…apalagi jadi Jojon (jongosnya Joni)
Kalian-kalian kalo mau kuliah kuliah aja, jangan banyak mikir, mending liat acara mario teguh untuk menambah wawasan kalian….biar tidak berwawasan sempit..kerja gak harus jadi karyawan…jadilah PENGUSAHA…hidup entrepreneur.. ha ha ha…kalo mau konsultasi kirim ke email saya : janu_priambodo@yahoo.co.id ==> Mantan Tentor Bimbel Ternama yang terjebak di kawasan industri :)……capeeeee deccch
Janu
Oktober 31, 2007 at 7:37 am
wah, pada serius banget.. :)
apa yang ditulis mas janu, sy rasa mencerminkan dunia nyata di indonesia. banyak yang setelah lulus dari kuliah, malah bekerja/berkiprah di bidang yang bukan dia pelajari selama kuliah. sy dulu kuliah di teknik elektro, dr hampir 30-an orang teman kuliah, tinggal kurang lebih 5 org yang masih bergerak di bidang yg sama.
jadi, kl saran saya buat temen2 yang masih kuliah, ato lg bingung mo milih jurusan buat kuliah, cari yang paling anda minati dan merasa tertarik. kl mo ambil jalan aman, cari jurusan yang banyak difavoritkan oleh orang. selama kuliah, jangan lupa bergaul dan menambah wawasan.
dan nanti, jalanpun akan terbuka dg sendirinya untuk dipilih :)
wirausaha?? kenapa enggak?
me
November 7, 2007 at 6:50 pm
pada dasarnya baik Teknik Fisika, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin adalah merupakan saudara dari induk yang sama / sedarah yaitu berasal dari Ilmu exacta / ilmu pasti ( memiliki dasar yang sama ) dan kalau ada kesamaan baik sedikit atau dominan dalam hal mata kuliah bukanlah hal yang aneh melainkan hal yang wajar karena berasal dari induk yang sama, yang membedakan hanyalah konsentrasi dari disiplin ilmu apa yang akan kita ambil seperti halnya adalah materi yang terdiri dari zat gas, zat padat, dan zat cair
Muhammad Fajar Arman
Teknik Fisika Universitas Nasional
Angkatan 2005
Arman
November 15, 2007 at 2:49 am
Satriya, suka fisika bukan berarti harus masuk Teknik Fisika. Lebih tepat masuk ke jurusan fisika.
Bicara tentang Teknik Fisika/Elektro/Mesin terutama Control Systems, merupakan bidang ilmu yang sangat generik. Bisa diterapkan dimana saja tidak saja di Industrial Processes, Power Plant, tapi bisa juga di sistem2 biologi, keuangan, ekonomi. Inti dari Control Systems itu bicara tentang kestabilan dan design kontroller. Ditelaah lebih lanjut, justru pemahaman aljabar linier dan real analysis, lebih penting ketimbangan pengetahuan fisika. Ada yang memplesetkan Teknik Kontrol/Kendali adalah Teknik Matematika.
Jadi kalo suka fisika tidak berkorelasi penuh dengan jurusan teknik fisika.
gre
November 17, 2007 at 10:58 pm
Yang jadi masalah, memang saya pengen masuk jurusan yang ada kata fisika tapi tidak mau jadi peneliti. Yah, mau gak mau ngambil teknik fisika (entah ketika pendaftaran spmb). Udah freak banget. Takutnya kalo dah gak minat duluan meski jurusan bagus, jadi gak minat kuliah… Sebenarnya pilihan ini sedikit banyak dipengaruhi teman sekantor kakak saya di Badak. Selain itu, saya juga tertarik energi terbarukan yang bikin penasaran karena banyak diomongin. Gimana gak penasaran, hampir tiap hari banyak berita mengemukakan energi terbarukan adalah satu2nya solusi krisis energi. Setelah tak cari2 ternyata cuma TF yang mempelajari energi terbarukan secara keseluruhan….
satria
November 27, 2007 at 9:47 am
Saya juga teknik fisika ‘06 itb,,,, Pertama sebelum spmb emang bingung mau pilih yang mana…. Ndak taunya, pas lihat di daftar jurusan pilihan, Fisika Teknik lah yang mengena dihati saya… Ternyata di fisika teknik itu banyak yang kita dapatkan baik teori fisika apalagi aplikasiya nanti (engineeringnya)… (Jadinya saya berpikir “tersesat di jalan yang benar , keren,, hehehhe). Memang teknik fisika itu terkenal dengan Instrumentasi dan Control-nya, tapi sebenarnya tidak hanya itu. Di jurusan ini kita juga mempelajari tentang material, mesin, fenomena termodinamika, konversi energi (seperti yang Anda inginkan, ini memang bersangkutan dengan energi alteratif yang terbarukan), desain material, fisika medic, fisika bangunan (nah yang ini banyak lagi bidangya, ada Acoustic, Pencahayaan dll), Pemrograman.. bahkan banyak bidang yang dipelajari di Teknik Elektro, mAterial, mesin juga dipelajari di FT. JAdinya, menurut informasi yang saya dapatkan, para alumni TF banyak yang kerja diberbagai bidang. Yang penting, kitanya harus fokus pada bidang mana yang kita minati…
Fajri
Desember 6, 2007 at 4:00 pm
Mas, tanya donk.
Ada temen nih, anak Teknik Fisika, sudah pengalaman kerja 2 tahun di sebuah perusahaan manufakturing elektronik. Dia pengen pindah kerja, tapi agak khawatir karena IPK nya kecil (2,5 an). Soalnya masih banyak perusahaan yang mencantumkan IPK Mininum di requirement nya. Padahal sih anak nya pintar. Dia sih pengen cari yang non manufacturing. Kira-kira posisi/perusahaan apa yang cocok dengan kualifikasi nya ya mas?
Lina
Desember 17, 2007 at 2:39 am
Jurusan Mesin Berpeluang Dimana Seh???
Tlg Jawaban@ Ya…Alfi
Alfi
Desember 17, 2007 at 2:04 pm
Saya alumnus teknik Fisika ITB angkatan 99, sekarang sdg bekerja di Oil Company di Filipina. Sering mampir juga di Singapura, Malaysia, ama Thailand. Kalo menurut saya, yg paling penting dipelajari selama kuliah adalah kemampuan untuk “belajar”nya, “Learn how to learn” karena pasti setelah lulus, dimanapun kita bekerja pasti akan ada hal baru. How to Master Learning Skill…itu yg penting.
Semua jurusan, asalkan dipelajari dengan sungguh-sungguh (apalagi IPK >3.5) pasti prospektif dimanapun & kapanpun :)
Kemudian bagi temen2 yg udah terlanjur lulus dengan IPK yg tidak terlalu bagus, jangan berkecil hati. Asalkan punya spesialisasi, gaji USD 150-200 /day (ini gk salah nulis loh ya..) adalah hal biasa, bahkan bisa lebih. Asalkan punya spesialisasi & keahlian yg bisa dibanggakan di dunia internasional.
Ayoo maju terus Bangsa Indonesia :)
Adi
Desember 17, 2007 at 3:05 pm
ga usah debat antara elektro or TF . Kata orang di indosat bilang ” klo elektro itu belajar macem2 sebagai tujuan, kalo TF belajar yang elektro pelajarin sebagai tools” yang penting dari engineer adalah bisa men sinergiin semua ilmu buat design yg reliable. Gue bukan tf or elektro loh ……..tapi menurut gue sama aja sih, kebetulan bos gue TF ITB, yg terkenal dari pertama masuk, diakuin engineer handal coz bisa ngatasin smua trobleshooting mesin or listrik..ga ada yg nyangka kalo di fisika teknik.. btw kalo teknik kimia belajar apa lagi tuh?
elvira
Desember 24, 2007 at 3:47 pm
wah kalo yang gw tau sih teknik fisika kurang ngejreng kalo brada di Indonesia…bukannya ngledek tapi emang kita banyak kenal yang namanya teknik elektro, mesin, dll ketimbang yang namanya teknik fisika, waktu gw bilang ke orang gw teknik fisika jawabannya “teknik fisika??” atau “apa tuh ya?” kaya kesannya baru dibuka aj tu jurusan, tp jujur aj kita masih bisa berkarya di luar negri dan membawanya kembali ke Indonesia ini untuk memajukan negri sendiri, karena saya juga masih mahasiswa TF ITB, IP butut jg g masalah asal jgn kekecilan soalnya khan jarang lulusan tekfis tapi kerjanya lumayan mencakup semua bidang teknik, jadi kalo mau masuk ITB piihan pertama kalo mau elektro pilihan keduanya tekfis ITB ajah ato ITS ato mana lagi dah yang ada TFnya,, hehe
danta
Januari 10, 2008 at 4:48 pm
kalo cuma ngincernya kerjaan, yang, sebut aja, gaji fresh graduatenya besar (seperti di oil&gas company, gaji awal > 5 juta), maka TF juga merupakan pilihan yang bagus, temen2 saya pun anak2 TF banyak juga ko yang begitu lulus, ato ga lama stelah lulus langsung kerja di oil&gas company..
kalo pun ga di oil&gas company, masi banyak ko prusahaan laen yang mo nampung lulusan TF, ada di bidang akustik& pencahayaan, bidang mechanical & electrical, kontraktor, dll sperti udah disebutin ama rekan2 laennya
dari yang saya amati juga para alumni TF pada umumnya hidupnya di atas rata2..artinya hidupnya boleh dibilang makmur dari segi materi..
kalo tiba2 kepikiran mo sekolah lagi (S2 dan seterusnya) setelah lulus, maka TF juga bisa menjadi tempat yang bagus , karena TF merupakan jurusan yang luas,,
hal ini dibuktiin dari para alumni yang sekolah di berbagai jurusan/penelitian:
ada yang ke mesin, elektro, teknik kimia, bioteknologi, teknik fisika lagi (applied physics kalo di LN), dll
tapi yang terpenting dari semua, jangan memilih jurusan semata2 karena prospek kerjanya,, carilah yang sesuai minat & “hati”, jangan takut bahwa rezeki dapet dateng dari hal2 yang kadang jauh dari dugaan. karena kalopun anda masuk jurusan yang lebih “terkenal”, tetap saja ga ada yang bisa menjamin kalo anda pasti dapet kerjaan yang prospektif/bagus.
(ditulis oleh salah seorang alumni TF)
erzani
Januari 17, 2008 at 8:57 am
gw elektro ITB ‘03 di kosan punya temen seangkatan dari MS, FT,TK. dari TPB (tahun pertama) bareng kosan
saran gw:
Silahkan pilih FT jika kamu merasa tertarik dan minat dengan hal yang kamu yakin itu menarik. Gak masalah FT, El, MS atau TK, lha wong kita gak pernah debat soal jurusan kita malahan kita saling nanya2 dan membantu.
Tapi sekedar pengalaman di FT emang belajarnya nanggung sep Teori rangkaian nanggung, Elka nanggung, Digital signal processing juga nanggung ,Konversi nanggung gw dah liad sendiri. Namun nanggungnya itu kan diliat oleh gw yang secara langsung dapat SKS lebih banyak soal elektro (jadi gak emang gak bisa dibandingkan) sedangkan anak FT sendiri juga memiliki SKS lain yang khusus buat mereka.
Jadi kesimpulannya:: Silahkan pilih FT karena kamu minat dengannya , jangan karena pengaruh orang lain. but faktanya emang gak ada teknik yang bisa berdiri sendiri siapa yang bilang Elektro hebat? toh ngambil termo ke mesin, Mesin ngambil Teori rangkaian ke elektro, Lab FT sama lab Kendali elektro juga kerja sama, Anak Informatika ngambil sistem komputer ke elektro, begitu pula elektro ngambil daspro ke if dll….
semua teknik itu jadi hebat kalau saling membantu. Bohong! kalao ada yang bilang satu jurusan teknik itu super
regards
iqbal
Februari 5, 2008 at 12:13 pm
saya TF UGM angkatan 2006
Kalo menurutq, mw elektro,TF,TM,dll itu adalah satu kesatuan..
Kita adalah team..
Kita Satu yaitu seorang Engineer
Kata dosen saya sih emang bener TF itu nanggung,kita tahu banyak tapi gak dalem.. dan dari hal itulah kita memiliki kelebihan..banyaknya hal yang kita tahu dalam perkuliahan itu yang akan menjadi pondasi yang baik setelah kita lulus nanti..intinya selama kuliah kita sudah membangun pondasi-pondasi yang kuat dan tinggal gimana kita membangun dinding diatas pondasi-pondasi itu..
tapi semua pasti ada kelebihan dan kekurangan..
selama kita selalu positif dalam berpikir semua akan menjadi positif..
Yang selalu bikin saya semangat dan yakin di teknik fisika adalah karena saya selalu melihat kelebihan2 yang ada..
KMTF
Februari 13, 2008 at 5:32 pm
saya lulusan teknik fisika ugm (fisika teknik) dan udah melalang buana di dunia industri dan EPC oil dan gas…jadi jangan kuatir fistek sangat prospek…saya pernah menjadi supervisor produksi karena ga cocok pindah jadi project control kemudian pindah lagi di BATAN Jogja (PNS) karena gaji kecil kemudian keluar pindah di EPC. saya sendiri sekarang menjadi pipeline engineer dan process engineer padahal background saya konversi energi karena di fistek UGM ada dua konsentrasi : instrumentasi dan energi…adapun untuk memahami instrument tidaklah sulit karena telah belajar juga…PLC, DCS bahkan SCADA..yang berhubungan dengan kendali. sensor2..transmitter2..kalau masuk fistek kamu bisa memilih spesialisasi dirimu…tapi jangan sampai terlena karena fistek UGM pengajarnya aneh2..kebanyakan dari lulusan jerman jadi cara jerman yang dipakai..mahasiswa harus aktif sendiri kalau tidak dijamin gak lulus2..dosen datang cuman ngasih tugas dan diskusi doank..menurut saya mending kamu masuk di teknik fisika ITS atau ITB karena sudah lama dan jaringan alumninya sudah luas…kalau dari UGM karena masih baru, maka jaringannya masih lemah..
paijo
Februari 16, 2008 at 4:11 pm
Kalo saya sendiri bukan lulsan teknik fisika tapi fisika murni bidang minat komputasi dan instrumentasi.
Maslah mau pilih mana terserah kita. menurut saya baik fisika maupun fisika teknik sama2 berpeluang.
yang kita gunakan adalah logika dalam mengerjakan sesuatu didasarkan dengan ilmu kita dan itu sangatlah membantu kita.
Instrument Engineer di Big Pulp n Paper Company
Veliun
Maret 15, 2008 at 4:11 am
ya……………….kerja ama perussahaan yang punya orang asing disombong-sombongin… lama sda n sdm kita mereka ambil semua…
Dimana Jiwa TEchnopreneur indonesia !!!
Sudah saatnya kita bangkit !!!
Gmn klw semua engineer indonesia yang handal bersatu dalam membangun indonesia . … jgn cuma pamer2 kerja di perusahaan mana yg lebih prestigous..
AnaK PeACe-Tech (FT)
April 2, 2008 at 4:26 am
gmana pendapat senior2 FT dlm menanggapi kalo jur FT itu katanya “NANGGUNG”…
Mr. richo
April 2, 2008 at 1:38 pm
menurut saya kata2 nanggung dalam mata kuliah Teknik Fisika itu tidak ada yang ada adalah belajar serius klo kepengen bisa, karena Basic Engineering itu sederhana tetapi komplit dan luas.
dan mengenai antara T Fisika, T Mesin, T Elektro, T Kimia ,TS, Tek Industri, Tek Infor, Teknik Perbangan, Tek Perkapalan, Tek Nuklir, Tek Kimia, dll, kesemuanya adalah sama tetapi seperti kumpulan suatu persaman persegi banyak sisi yang mengerucut pada satu tujuan.
dan yang lebih penting adalah rajinlah bertanya kepada yang mengetahui karena selama kita hidup akan selalu membutuhkan tempat untuk bertanya sampai kita di akhir khayat.
NB :
1. kita adalah banyak dan berinduk satu yaitu sains
2. kita adalah engineering yang saya denger ketika terjun di dunia kerja kita adalah petugas paperwork yang mendisain dan merancang serta meninjau di lapangan/field dan semua itu tidak memandang asal jurusan tetapi satu yang semua orang ketahui bahwa kita adalah insinyur Indonesia.
3. berhubung saya mahasiswa Fakultas Teknik dan Sains Jurusan Teknik Fisika Universitas Nasional disini tidak mengenal kamu adalah TF atau TM atau TE yang ada masing2 bersedia saling bantu dan mengisi karena sama2 punya keingintahuan yang besar dalam arti hidup berdampingan.
Salam dari saya
Muhammad Fajar Arman
Teknik Fisika UNAS angkatan 2005
JAYA INDONESIA
JAYA INDONESIA
JAYA INDONESIA
JAYA INDONESIA
JAYA INDONESIA!!!!!!
Arman
April 4, 2008 at 10:20 am
Sebenarnya gimana sih ber-karir di bidang INSTRUMENT itu?
gimana bisa insinyur TF bisa ahli di bidang itu? apa emang mata kuliahnya yang mendukung kesitu ya? contohnya?
ini pertanyaan buat para senior2 TF, alnya aku tuh dah ngebet banget ama jur. TF ini!! jarang didengar tapi paten di dunia industri…. apa betul begitu…
thank’s……
Mr. richo
April 4, 2008 at 10:51 am
cek,cek
Physic Engineer
April 4, 2008 at 1:58 pm
kalo masalah berkarier, sebenarnya teknik fisika itu tidaklah ter-kotak-kan hanya pada bidang instrumentasi saja, malah kedepan fisika teknik lebih mengarah ke bidang fotonik, advanced medical physic&instrumentation, also renewable energy.
oh iya kalo mas satria/ mas richo ingin lebih mengetahui lebih jauh lagi mengenai apa sih “Engineering Physics” itu, monggo di buka aja situs di negeri paman sam and canada yang juga ngembangin bidang keilmuan ini:
Physic Engineer
April 4, 2008 at 2:02 pm
1. Cornell University http://www.aep.cornell.edu/eng10_page.cfm?webpageID=91
2.Miami University
http://www.cas.muohio.edu/advising/Majors/physicsandengphysics.html
3. Princeton University
http://www.princeton.edu/EngineeringPhysics/ or http://www.princeton.edu/pr/catalog/ua/07/EPP/
4. McMaster University
engphys.mcmaster.ca/
5. UBC Canada
http://www.engphys.ubc.ca/home.html
6. Moscow Engineering Physics Institute (State University)
http://www.mephi.ru/eng/sec3.html
7. Stanford University
http://www.stanford.edu/dept/app-physics/programs.html#undergrad
n laen2, di search engine cukup banyak…so buat mas yang tertarik dengan fisika teknik, jangan takut untuk tidak mendapatkan “lahan” dalam mengembangkan keilmuan ini, couz semua bidang keilmuan nanti akan berusaha untuk mengarah ke “cabang pohon” keilmuan Engineering Physics
juga, diakui ataupun tidak….”selamat bergabung di Komunitas Fisika teknik/Teknik Fisika/ Applied Physics and Science”, oh iya sebagai gambaran :
1.kalo kamu tertarik lebih berat ke bidang instrumentasi, sebaiknya ambil ke teknik fisika itb aja, couz di situ kemapanan ilmunya emang sudah mature banget
2. n kalo kamu tertarik ke bidang energi, teknik fisika ugm sebaiknya yang kamu pilih, couz di sini para dosennya (yang s2 n s3) emang lebih mengarah ke bidang itu nantinya, dengan tidak meninggalkan bidang instrumentasi &pengukuran lho…couz itu senjata mautnya anak fisika teknik.
3. Kalo di Fisika teknik ITS apakah ada yang bisa memberikan gambaran kira2 seperti apa fokus terberatnya?apakah di bidang energi, istrumentasi, fotonik & material or what else….???sepertinya rekan2 its juga lebih ke instrumentasi n agak ke bidang optika laser ya?(mohon koreksi kalo ada salah penulisan n informasinya)
NB:ini ada leaflet yang dibuat dari rekan2 fisika teknik its dalam mempromosikan jurusan mereka yang saya rasa cukup bagus, ini link nya:
http://www.ep.its.ac.id/TF%20-%201.jpg
dan
http://www.ep.its.ac.id/TF%20-%202.jpg
cukup keren, salut buat rekan2 fisika teknik ITS
Oke, yang terakhir buat mas satria n richo….kalo kamu emang udah bulat mau memilih “fisika teknik”, sebaiknya kamu mulai sekarang tetapkan pilihan ke bidang ini, n jangan takut tidak bisa menyaingi bidang keilmuan lain, oke…???
salam “PhysicEngineering The Master Key”
Physic Engineer
April 4, 2008 at 2:03 pm
oh iya tambahan buat mas richo, apakah ilmu yang didapatkan
ketika kita kuliah di fisika teknik dapat mendukung di bidang instrumentasi, saya pikir cukup banyak ya…dan saya mengatakan iya…untuk orang yang siap di train lebih lanjut. Contohnya di tempat kerja saya sekarang, mata kuliah di bidang fluid mechanic, fundamentals of Control Theory and Signal Processing, thermodynamics and Fluid and Heat Transfer
cukup mendukung banget di bidang kerja saya di bidang reservoir-seismic and logging-measurement…yang penting mas richo harus menetapkan bila ingin kuliah di jurusan apa aja,,,…u harus be spesific di bidang tertentu n mempunyai dasar yang kuat dan cukup luas terdiri dari ilmu-ilmu fisika dan matematika, serta dasar-dasar engineering sesuai bidang yang mau u ambil.
best regards,
Physic Engineer
April 4, 2008 at 2:15 pm
almost forget…this is an additional link:
eng.mcmaster.ca/prospective/physics.htm
Physic Engineer
April 4, 2008 at 2:55 pm
blow-out..www.eng.mcmaster.ca/prospective/physics
Physic Engineer
April 4, 2008 at 2:57 pm
Yo’a mas “Physics Engineer”… tapi kalau yang saya dengar2
malah fistek ITS yg unggul di bidang instrumentasi-nya..
and kalau ITB itu lebih ke bidang Akustik nya..
tul gk??! rencana sih saya mau ambil fistek ITS..
ada saran??….
Mr. Richo
April 6, 2008 at 2:11 pm
Mr Richo, kalo dah masuk dunia kerja, basic lulusan teknik fisika tuh sama aja (yg dipelajari jg basicnya sama) tinggal kemampuan ADAPTASI & KEMAUAN belajar qt nanti yg sangat berperan..
di tempatku, petrochemical company yg notabene 90% gas process, di bagian maintenance yg “bersaing” (secara sehat lho!) adalah T. fisika & T. mesin, tp qt saling membutuhkan ko’!ga ada yg ngerasa paling jago man!contoh: untuk sistem ESD compressor. kedua disiplin ilmu saling tolong-menolong. anak mekanik ngotak-ngatik bagian compresor & pump, anak fisika yg ngotak-ngatik vibration monitoring, oil ma interlock system. .
lo nanti kalo kerja di gas/liquid proses company, ilmu basic kul anak TF sangat membantu.mulai dari Heat transfer, Fluid Mechanic, Thermodynamic, sensor technology, process control, digital control, pompa dan kompresor (aq ga ngambil hehe) dll. klo masalah kerjaan, yah dimana2 klo instrumentation control engineer ya dari TF, jarang (belum pernah denger) dari basic electro pa lg mesin, da yg keberatan?? hehe.
itu mas “physics engineer” kayaknya satu alamamater nih, subject kuliah kayaknya aq jg pernah ngikut hehe. salam tuk semua physics engineer indonesia..
cah fistek
April 6, 2008 at 3:09 pm
ayo mas “cah fistek”, terusin ceritana????kasih penyegaran bwt mas richo???oiya, kyknya kita satu almamater ya??jangan2 adek tingkat gw ye???kerja di petrokimia mana?
gw di westerngeco skrng(sub-schumberger) Schlumberger Oilfield Services, Urb. Parque Humboldt Caracas, Venezuela…ayo mas “cah fistek”, ajak banyak2 temen2 mu gabung di schlumberger…kerjaaannya asik koq….tesnya juga gambang…2 hari full english, gax bertele2,..hehe.. n liburnya juga banyak…nie aja lagi off 3 minggu di Indonesia….best regards,
VIVAT Engineering Physics
Physic Engineer
April 9, 2008 at 5:04 am
oiya, bentar lagi gw mau move to brazil n sblumnya gw bbrapa bulan mau masuk “karantina” oilfield management site di Aberdeen, so di kabarin ya mas “cah fistek” kalo ada temen kita yg keterima di schlumberger, soale gw punya bbrapa rekan di jakarta n singapore yang dah position se level manager recruitment….ntar bisalah tak contact mereka masalah placement region kalian yang gax terlalu “extreme area”, kasihan juga kalo trainee engineer nya di tmpt yang remote bnget dari urban, yng lbh penting mrk keterima dulu or minimum ampe tahap interview full day….Suxses selalu….”Success Without Boundaries”
Physic Engineer
April 9, 2008 at 5:14 am
Buat mas richo, kayaknya fistek emang lagi booming banget deh. Malah menurut saya saat ini paling bagus teknik fisika sama teknik mesin (syaratnya masuk 4 terbaik ITB, ITS, UGM, UI). Biasanya jurusan lain masih memikirkan persaingan antar univ. Sementara TF beda banget. Kita di Indonesia kan cuma 4. Persaudaraan kita kental banget. Tiap tahun bisa 2-3 kali kumpul bareng. Kadang-kadang di ITB, UGM, ITS dan UNAS. Tahu ini aja kita baru aja kumpul-kumpul di Jogja dan Surabaya.
Antara keempatnya mana yang lebih bagus?? Sekelumit cerita, ada kakak angkatan saya yang baruuu aja keterima di salah satu EPC terbesar di Indonesia. Dari tekfis katanya 3 orang dan ITB,ITS dan UGM ada semua…
Sekarang dasar instrumentasi justru lebih ke ilmu proses kayak termodinamika, heat transfer dll dasar lain kayak PID dan sensor sangat mudah dipelajari. Nah, di bidang ini (proses dan energi) kayaknya tekfis UGM dan ITB lebih baik. Dosen2nya hampir semuanya untuk bidang ini sudah S3. Tapi kalo bidang instrumentasi industri harus diakui ITB tetap yang terbaik. untuk bidang energi terbarukan, TF UGM yang terbaik karena memang core curriculumnya ada disana. Kalau ITS sangat bagus di bidang aplikasi laser. kebetulan, yang saya dengar dari anak elektro, ahli laser di Indonesia ada 2, satu di ITS dan satu di UGM. Yang jadi masalah, yang di UGM ini lulusan TF ITS dan merupakan murid ahli di ITS itu. jadi terbuktilah kehebatan TF ITS di bidang laser.
Soal kerja saya pikir sama bagusnya.4 teknik fisika di Indonesia tetap akan diburu karena kurangnya lulusan teknik fisika saat ini…
andhy
April 10, 2008 at 3:54 am
“”Saya sudah cukup Puuaaaassssss”"
hidup TF………
akhirnya saya tau jg “apa sih TF itu…”…
Mr. Richo
April 11, 2008 at 2:02 pm
kalo boleh tahu, mas ‘physics engieer’ dari FT mana??
andhy
April 11, 2008 at 10:48 pm
mau nanya sama kakak2 semuanya…teknik fisika itu kalau di indonesia di universitas mana ya yang bgus untuk membuat bom?soalnya saya kepingin benget n tertarik menjadi teroris yang professional…trims yaa
anton
April 12, 2008 at 9:25 am
Bomb apaan skrg???
bombsex yaa!!! just kid…
Mr. Richo
April 13, 2008 at 2:01 pm
gilaaaa…
obrolannya pada seru banget…
yang pasti aye alumni FT, dan sekarang malah lebih heboh ngacak2 dunia mekanikal-elektrikal.
dulunya seh di kantor dikuasai anak2 mesin dan elektro, tetapi tidak kedepannya. cos, engineer2 mudanya sekarang kebanyakan dari FT. katanya bos sih karena lebih luas dasar ilmunya (ya elektrikal, ya HVAC, ya instrumen -kontrol, ya IT nya juga).
kalo ada yang bilang FT cuma ada di indonesie, saran ane cuma satu :”sering2 browsing ke univ gede di LN dunk??”
*piss
syofuan
April 13, 2008 at 11:47 pm
kalo ada yang bilang FT cuma ada di indonesie, saran ane cuma satu :”sering2 browsing ke univ gede di LN dunk??”
wuadaw…kykne ude dibhs de mah mas “Physic Engineer” diatas sblumne, wuadow..mas “syofuan” ketiduran ya???
Combat-Obat-Mencret
April 14, 2008 at 9:38 am
maunya buat bom cinta nich…lagie kesengsem sama “Aura Kasih-Mari bercinta” nich….coba dee’ di browsing di sini”
youtube.com/watch?v=y57CPQmT0rg…aduh sexy nya…ajarin dhouwnk buat bom cinta….kali aja mas-mas om-tante teknik fisika yang jago2 bisa membantu….bisa tokcer banget dech
Combat-Obat-Mencret
April 14, 2008 at 9:42 am
hihihihihihi1000000000x……topik teknik fisika nya diganti ama “Aura Kasih” Aja dhounwk….lebi muanteb…grazias
Combat-Obat-Mencret
April 14, 2008 at 9:44 am
yah jgn digantilah…
wong ini buat orang2 yg mgkn blum tw apa ituw TF…
n buat para senior2… yah kalo masih ada masukan…
yah dimasukin aja yah..yah..yah…
thank’s b4…
Mr. Richo
April 14, 2008 at 2:43 pm
Yang pasti, teknik fisika yang ngajarin bom cuma di TF UGM. Dijamin. Bahkan kalau gak salah, ada alumni yang sekarang kerja di PT DAHANA (BUMN pembuat bom nasional). Terbukti kannnn
minimagz
April 17, 2008 at 5:44 am
mas2 senior, aq TF ITS, bingung nentuin bidang minat. ada yang punya pandangan??? mohon pencerahan…
aad
April 18, 2008 at 10:23 am
dear aad…..
gak usah pusying2 deh ambil konsen minat…
ambil aja konsen instrumentasi-kontrol…dijamin masa depan udah bisa baek koq….tinggal doa n ikhtiyar aja….
n jangan lupa perdalam ilmu kontrol dari basically ampe advanced process control…pelajari software2 yang related ama instrumentasi kyk Citec SCADA, intouch Wonderware,matlab, real-time simulink ama
plant industrial simulation…..perkuat bidang ilmu kita:PFD, P&ID, PID, ama sensor2 n final control element (control valve) nya…..yakin manteb dech…sukses slalu
rambo
April 22, 2008 at 1:58 pm
tuk mas “physic engineer”, aq mo tanya klo di schlumberger tuh anak fistek jd apaan, maintenance engr ato instr engr. aq pernah dihire ma baker Hug, mas pst tau sapa baker (saingan situ), tp jd jr maintenance engr, wkt tes practical, krjnya ya maintain instrmen2 bor gt (calibrasi,mainan osiloskop, yah elektronika banget, ga da instr prosesnya). mnurutku boring banget, kaya technician aja tuh, (ngapain cr S1,cr ja D3) mknya aq tolak..
mohon pencerahab descr job di schlumberger untuk fistek/instr engr. thanx
cah fistek
April 25, 2008 at 10:18 am
teknik fisika merupakan teknik yang serba bisa! Bayangin, karena kita mempelajari semua dasar ilmu yang di pelajari orang-orang teknik. Tapi klo gak kuat jangan sekali-kali mencoba masuk teknik. ini bukan falkultas biasa. Semangat buat satria!
wahyu32900
April 28, 2008 at 9:42 pm
saya lulusan tf UGM kerja di BP jadi instr engineer kerja cman mondar mandir n pura2 kerja dibayar lumayan heheheh…..
hidup TF
bonjovi
April 29, 2008 at 3:04 am
to bonjovi: jangan nipu dech…dosa tau….emang kamu di bp mana?divisi mana?perasaan kagak ada deh orang2 yg kerja di BP cuman dibawa mondar mandir n pura2 kerja….bohong itu dosa mas
leviansyah-WellHead Control Engineer@BP West Java
leviansyah
Mei 2, 2008 at 8:22 am
buat tambah-tambahan …..
saya lulusan teknik fisika ITS ‘07 …..
saya wisuda bulan maret 07 dan mulai bekerja pada maret 07 juga ……. sebagai system engineer ……
selama bekerja saya menjadi bagian dari team yang mengimplementasikan sistim otomatisasi di pabrik ajinomoto mojokerto factory.
sekarang sedang dalam proses mengimplementasikan gas metering system untuk pipanisasi sumatra-jawa milik PGN.
(pada awal masuk kuliah hingga lulus, perasaan ragu akan jurusan yang saya pilih “TF” selalu ada karena pertanyaan “apakah jurusan TF itu, berprospekkah?” selalu muncul silih berganti ….. bahkan saya sendiri dulu juga pernah melontarkan pertanyaan yang sama)
Tapi setelah saya berada di dunia kerja, saya malah merasa senang telah mengambil kuliah di Teknik Fisika ….
Bidang kerja saya instrumentasi dan control, tapi saya bisa nyambung ketika orang Mechanical sedang membicarakan HVAC (Heating Ventilating Air Conditioning) system …..
Saya sebutkan beberapa tempat kerja temen2 seangkatan saya (angkatan 02 TF ITS):
- Yokogawa, Honeywell (Vendor)
- IKPT, Rekayasa Industri, Tripatra (Kontraktor)
- Energi management Indonesia
- VICO
- PJB
- PLN
- dll
ba_dank
Mei 7, 2008 at 4:47 am
TF” why not?
Mr. Richo
Mei 7, 2008 at 3:49 pm
aku Mahasiswa TF UGM 06…….
jika kamu bener-bener minat pada Fisika
T fisika is the best choice
you can learn and apllicate your knowledge about science to be a technology…
Bravo Teknik fisika ……………………….
mr_@
Mei 7, 2008 at 4:41 pm
Saya bachelornya dari Computer Science, kalau saya boleh memilih lagi dari awal, saya akan memilih teknik Fisika. Karena bidangnya luas sekali dan kita mempelajari mechanical engineering, electrical engineering maupun informatique. Masalah spesialisasi, bisa diteruskan di tingkat master/PhD.
Di dalam dunia kerja/riset, pengetahuan multidisipliner sangat dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan suatu persoalan.
Sebagai contoh sekarang saya mengembangkan suatu defect inspection system untuk Perusahaan raksasa di Perancis, selain concern pada image processing dan computer vision, saya harus juga berusaha mati-matian untuk mempelajari juga optics, instrumentation dan control system. Saya yakin kalau dulu kuliah di TF, saya tidak perlu berusaha sekeras ini.
Adhi
Mei 7, 2008 at 11:19 pm
http://programs.gradschools.com/usa/engineering_physics.html
imoRomi
Mei 8, 2008 at 4:13 pm
wih akeh wong TF ngumpul hahahaha….
jangan,,jangan masuk Teknik Fisika…
susah cari kerjanya…
saya aja lulus bulan september ‘06 tapi baru dapat kerja bulan juli’06 jadi saya harus nunggu – 2 bulan dari waktu lulus saya baru dapet kerja…
banyak yang temen2 saya yang senasib ama saya…
jadi tolong dipikir2 lagi lah kalo mau kuliah di Teknik Fisika..
=P
_RrIk_
+mantan dewan adat+
engineer ajaran
Mei 10, 2008 at 5:59 pm
Sebenernya mau teknik apa aja kek, mau jurusan apa aja kek, kalo emang bersungguh-sungguh belajar dan bekerja bakal jadi orang kok.
So, kalo emg minat di T. Fisika ya hajar ajalah….
Cepet2lah lulus dan cari kerja supaya membahagiakan org tua:)
Saya dulu kuliah bidang T. Informatika, tetapi malahan kerja di bidang Telekomunikasi yg beda banget dg bidang studi saya dulu (di kul saya mendalami bidang distibuted system development).
Sempet juga pas awal bekerja, saya kecewa dengan jenis pekerjaan yg menurut saya “kuli” dan harus bekerjasama tim dan ga ada intelek2nya (saya terbiasa kerja sendiri untuk mendevelop system).
Namun lama kelamaan baru merasa enjoy dengan kerja saya dan hasilnya yg sangat jauh dari bayangan saya sebelumnya
Just 2 of my cents
– cheers–
someone far from here
Mei 10, 2008 at 6:54 pm
TF ITS adalah tempat dimana semua sinergi kehidupan terjadi (ini berdasarkan pengalaman pribadi hehehehe…)
kalo pengen merasakan indah dan bahagianya kamu hidup tanpa punya UANG sepeserpun…(tapi kamu masih punya teman)…TF ITS is wonderful place…
as all of guys know…life is wonderful…
salam ama temen-temen GREEN CORP…semoga mimpi kita terwujud…amiiinnn…
-Alumni TF ITS yang lagi ngerjain project negara-
mag0_art
Mei 11, 2008 at 11:37 am
nganu….
terus terang t.elektro punya chance lebih besar drpd t.fisika kalo kamu pengen cari kerja. tapi kalo kamu pengen enterpreneur mungkin t fisika lbh baek karena tau macem2 n banyak tekanan takut gak dpt kerja, wahahaha (tambahin jg IP nya nasakom)….
yg t.fisika gak usah senewen, aku jga lulus dari sono!!!
yg t. elektro selamat!!!
Pak K
Mei 14, 2008 at 6:57 am
Jaman sekarang niey ya yang penting “BISA”
Banyak tokoh terkenal sebagai kiblatnya seperti, Thomas Alfa Edison dianggap bodoh pada masa kecilnya tapi akhirnya menemukan bola lampu karena dia yakin dalam 108 kegagalan pengujian kawat filamen setidaknya dia tahu letak kesalahannya sehingga pada pengujian 109 ditemukan kawat untuk filamen lampu adalah “WOLFRAM”
Bill Gates yang tidak pernah menyelesaikan kuliahnya di Harvard University tapi akhirnya menjadi “The Founder of Microsoft” karena dia yakin jalan yang diambilnya dengan melakukan riset dan penelitian di bidang komputer.
Begitu juga dengan memilih jurusan..
Yakini bahwa jurusan anda terbaik yang dapat merubah hidup anda, jiwa yang positif, ilmu yang positif juga, tetep aktif bergaul karena bisa bertukar ilmu dan kembangkan rasa ingin tahumu…
UNTUK PROSPEK PEKERJAAN POKOKNYA WAKTU DI TES AMA PERUSAHAAN POKOKNYA SIKAP, PENAMPILAN & BISAAAAA….
1. tes wawancara
2. tes keahlian
NGGAK LIHAT IPMU BERAPA, JURUSANMU APA, IJAZAHMU BERAPA???
PERHATIAN!!!
SEKARANG ADA PEMBUATAN IJAZAH PALSU LHO, PERNAH LIHAT TV GAK, MAKANNYA BENER2 MANFAATIN KULIAHMU, OK…
konsultasi hub: 081805355925
CERAMAH
Mei 15, 2008 at 2:56 pm
Prospek Teknik Fisika lumayan bagus kok…
Contohnya aja ada anak TF yang jadi Menteri, yaitu Pak Kusmayanto Kadiman yang jadi menristek…
Nyantai aja…
Klo mo searching apa sih yang dipelajari di teknik fisika, coba dilihat kurikulum dan mata kuliah yang diajarkan pada web universitas yang punya jurusan teknik fisika…
Prospek Teknik Fisika
Mei 15, 2008 at 3:48 pm
yg penting setelah lulus langsung melanglang buana di lucent, motorola, nortel. sekarang balik kampung di mobile-8. gaji dan bonus di fren tetep berlipat lipat..
actNow!
Mei 15, 2008 at 5:15 pm
alumni TF ITB.
actNow!
Mei 15, 2008 at 5:16 pm
[...] Sangat menarik memperbincangkan tentang Teknik Fisika di berbagai blog antara lain blog priandoyo, mas okto dll. Saya sempat membahas topik ini di Forum SPMB, dan posting Jurusan berprospek 5 tahun [...]
Memperkenalkan Prospek Teknik Fisika UGM « Muhammad Fathonezic
Mei 27, 2008 at 10:40 am
yeah..yeah…
go teknik fisika..go!!!!
mike
Mei 27, 2008 at 12:41 pm
disebalik TF, ternyata ahli Fisika Bangunan itu dari SMA 1 Yk lho, di ITB ada Dr. Sarwono, alumni Teladan87, S3 dari inggris, di UGM ada Sentagi Sasetyo utami, M.Sc (lagi S3 di USA), S1 dari arsitek UGM, S2 Akustik BYU, alumni teladan93.
anehnya temennya satu angkatan Dr. Joko Sarwono di SMA 1 Yk, Pak Balza Achmad yg lagi S3 di Elektro UTP (bidang instrumentasi), juga dosen Teknik Fisika, yaitu di UGM.
di TF UGM juga banyak alumni SMA 1 yk lainnya, ada Dr.Yudi Utomo Imarjoko (teknik nuklir) tld81, Dr.Eng. Kholid Ridwan (Energi), tld93, ada Abram Perdana, Cand. Ph.D di swedia(Wind Turbine generation) tld93, ada Bp. Rachmawan (energi) ketua OSIS angkatan tld90.
kalau yg disebut ahli Laser di TF UGM diatas pasti Bu Faridah, lulusan ITS, tapi kayaknya gak ke laser lagi soalnya S2nya di NTU sudah ke bahan semiconductor (elektro NTU)…di TF ITS pasti Pak Dr.Sekartejo tapi dia S3 nya di optika Laser UI, jadi untuk laser kayaknya jago UI dah.
Joko
Juni 30, 2008 at 9:40 am
Yang namanya prospek kerja dari lulusan teknik fisika bisa dilihat dari perusahaan-perusahaan yang membutuhkan alumni teknik fisika. Hampir beberapa perusahaan besar yang saya tahu membutuhkan lulusan teknik fisika. Mau ke luar negeri jg bisa. Sekarang tergantung dari kamu mau kembangkan diri di bidang apa. Kalo km suka fisika pasti bidang yang kamu senangi ada di teknik fisika. Tidak menutup kemungkinan juga di jurusan teknik yang lebih spesifik. Itu tergantung kamu, caranya cari tahu bidang yang dikembangkan di jurusan tersebut…
inst_eng
Juni 30, 2008 at 11:02 am
Hi semuanya, sy lulusan TF ITS angk. 9X , dulu waktu UMPTN TF saya jadikan pilihan no 2, no 1 nya adl Teknik elektro UGM, mungkin karena nilai pas2 an jd diterimanya di pilihan 2. Biarpun berat pada awalnya (karena gak niat dan males belajar) tapi akhirnya bisa lulus juga. Di TF saya mengambil prodi Konversi energi yg katanya kembarannya mesin. Tapi emang benar pada saat tes kerja pertama kali disebuah perusahaan Jepang, yang dibutuhkan adalah sarjana mechanical, mungkin orang HRD nya mengerti ttg jurusan TF jadi saya ikut di panggil. Dan bisa lulus dengan mengalahkan calon yang benar2 lulusan mesin. Akhirnya saya tekuni pekerjaan tersebut meskipun gaji tidak terlalu besar dan memang masih ada hubungan nya dengan kuliah saya di TF. Setelah berkarir dibidang yg sama selama 5 tahun, saat ini saya sdh bekerja peruasahaan asing, yang langsung menduduki level manajerial dan bayaran yang sangat jauh dari tempat saya bekerja terakhir kali. Ini bisa saya dapatkan karena kekonsistenan dalam berkarir. Jadi buat satria silahkan masuk TF dimana aja, jangan khawatir untuk takut akan susah bersaing dengan jurusan lain.
VIVAT TF !!!!! Vivat!!, Vivat!!, vivat!….
OYTES
Juli 3, 2008 at 7:16 am
Masalah jurusan kenapa harus ribut si..yang pasti saya juga lulusan tf, tapi gak maniak2 amat. kalo dasarnya suka ma fisika ya teknik fisika bisa jadi apa aja. jujur saya waktu lulus juga gak ngerti mo kemana, sedih juga karena lulusan tekfis belum dikenal luas, jd kadang ada perush yang mencantumkan lulusan blabla untuk instrumen tidak termasuk teknik fisika. tapi hebatnya teknik fisika dasar teknik nya kuat banget. dikembangin jadi apa aja jadi. saya pernah kerja di mekanik 5 taun sampe ke perush terbesar, sekarang pindah ke instrument engineer tanpa training tapi belum setaun sudah pegang instrumentasi se pabrik bisa bisa aja tuh.. di tekfis bagusnya kita tidak berkutat di satu profesi banyak hal yag jur lain belum kembangkan tapi di tekfis sudah, itu hebatnya. jadi pada saat butuh malah tekfis sudah siap menghadapi itu. jangan salah juga tekfis memang bukan jur bidang pemrograman komputer. tapi dasar instrument yang memahami banyak dasar ilmu seperti proces mekanika dan elektronika mau gak mau proses pemrograman meruapakan hal yang tidak bisa di pisahkan . jadi lah banyak lulusan teknik fisika yang berkutat di daerah pemrograman. karena apa kalo untuk instrumentasi engineer ada bagian dcs engineer atau PLC engineer itu bagian yang isinya murni pemrograman plus mengerti process di lapangan. instrumentasi sendiri lebih berkaitan dengan peralatan di lapangan untuk masalha desain maintenance calibration dan system dan satu lagi bidang yang akan berkembang di instrumentasi yaitu documen engineering yang lebih berkaitan dengan drawing PID PFD dll di bidang mekanika tekfis juga berkembang khususnya untuk vibration engineer kenapa?? karena di vibration engineer pengetahuan tentang matematika tingkat tinggi nya ke pake khususnya transformasi fourier nya , banyak anak mekanik yang nyerah kalo dah masalah ini jadi untuk vibration aja yang nota bene punya nya anak mekanik banyak di pegang sama anak tekfis.. lucu kahn?? walau pun di mekanik jg dapet mekanika tingkat tinggi tapi tujuan dari jur mekanik sendiri itu tidak berkembang ke arah itu, sedangkan di tekfis transformasi fourir, laplace, z dll dah makanan sehari hari dari tahun pertama kuliah sampe lulus. jadi kalo lulus tekfis nya pinter .. masalah matematika tingkat tinggi gak minder deh…
di telekomunikasi apa yang berkembang dari anak tekfis? selain dasar programingnya di telekomunikasi itu sedikit banyak berkembang dari ilmu instrumentasi dalam kata lain cuma sub bidang instrumentasi juga.. jadi wajarlah anak tekfis bisa berkembang juga di telkom, dan perlu diinget juga inti dari ilmu telekomunikasi juga dari transformasi fourier… kalo ma anak elektro okelah mereka juga sedikit banyak berkutat di daerah ini.
itu semua belum termasuk di bidang energi yang memang gak ada lawannya ( jur lain memang gak ada yang spesifik tentang ini) optik (kabel optik dan laser) fisika bangunan (pencahayaan dan akustik) setau saya dulu itb selalu mengagungkan akustik dan fisika bangunannya. selama kuliah gak pernah di tonjolkan instrumentasi nya. ugm itu tekfis nya jur baru.. setau saya kenapa ada jur itu .. salah satu nya dosen tekfis ugm banyak dari tekfis its.. bu farida ..ya itu salah satu teman saya juga.. gak nyangka ada yang bilang dia dah jadi ahli optik… bagus lah saya senang mendengarnya… jadi gak ada ga pe de nya lah jadi anak tekfis ..justru dengan cara banyak tau tentang banyak ilmu kemungkinan anak tekfis jadi pemimpin/manager itu di mungkinkhan sekali untk bisa membawahi mesin, elektro dan instrumentasi itu sendiri (maintenance manager)
Wong TF
Juli 9, 2008 at 12:53 pm
ya…ya…, inti nya teknik fisika/fisika teknik yang paling hebat yaaa?hidup deh buat para tentara2 dari jurusan itu….ntar jurusan laen kayak elektro,mesin,sipil n semua “school of engineering” laennya dilebur aja jadi satu jadi faculty of Enginering inside Physics Engineering….lha kumaha’ atuh….khan fisika teknik udah bisa semuanya…….btw, koq lebih banyakan orang nyari alumni elektro ya dibanding fistek?en yang jadi entrepreneur juga banyak yang dari elektro…contohnya aburizal bakrie dngn bakrie telecom n taipan bakrie brothers also lapindo brantas(upzzz…..no politic, pliz) n arifin panigoro dengan MEDCO energi juga dari elektro en banyak lagi alumni2 elektro from around the world yang dah unjuk gigi, n temen2 ane di schlumberger skrng banyak yang dari elektro, ada juga 1-2 orang anak fistek itb yang di qatar n balikpapan,setauku lho..ayo dhownk, mana alumni fisteknya???ntar kalo dah banyak kita2 juga mau koq jadi satu payung “raksasa” dengan kalian???hehehe
alumni elektro itb
Juli 24, 2008 at 12:03 am
ya……sudah berapa kali dibilangi…….
kan FISTEK adanya cuma di 4 universitas!!!!!!
eeeelllleeeekkktttrrrooooo????!!!!!!!!!!
hampir di seluruhhhhhhh univ. masssss!!!!!
MAKLUM aja jarang lw lihat!!!
n jelas aja kalah bersaing kalau dari segi nama n jumlah almamater!!! ya otomatis lw bakal jarang ketemu ma alumni fistek!!!
n klw soal mata kuliah??
kn emg betul cakupan fisika luas!!!benar gk??betul gk??
wong namanya teknik fisika/fisika teknik!!!
kritik puuueedasss!!
Juli 28, 2008 at 7:07 am
Sebenarnya tf itu dibuat untuk memenuhi kebutuhan bidang rekayasa untuk dua hal yaitu bidang yang mapan secara science dan layak untuk dikaji aplikasi nya ke engineering tetapi belum punya “rumah” misalnya nanotechnology, semiconductor material dll, yang kedua adalah untuk bidang engineering yang interdisipliner, memang kalau kita bicara intrumentasi dan kontrol kita akan bicara interdisipliner misal saat kita akan mengontrol suhu sebuah furnace maka kita akan di hadapkan sensor apa yang cocok, kalau begitu kita harus mengetahui fenomena fisis dalam furnace seperti neraca panas dan neraca massa nya shg tahu berapa suhu yg bekerja di sana, lalu sensornya apa, kemudian agar data sensor nggak hilang gimana ngolah sinyalnya, lalu pengontrol apa yang digunakan dan sebagainya, nah di sini yang dikaji di tf khususnya kalau bicara instrumentasi, emang sih sekarang yang ngembangin hal demikian nggak cuma tf, saya biarpun alumni dari tf pernah juga ngajar di elektro dan memang arah bidang kendali di elektro sekarang mirip saya waktu kuliah S1 di tf dulu, nggak lagi cuma bongkar kontroler doang, ya itu sah2 aja karena trend dunia untuk pendidikan engineering sekarang emang gitu, lebih meberikan hal2 umum kepada mahsiswanya karena cepatnya perkembangan teknologi
Kalau masalah dunia kerja sih menurut saya pengetahuan engineering memang penting tapi harus di akui apa yang di dapat dikampus memang belum cukup, tapi yang lebih penting adalah soft skill da kecepatan belajar, ingat sekarang sekat2 antar bidang engineering sudah tidak kelihatan lagi, kalau kita ngomong mechatronics misalnya, dia masuk mesin, elektro, komputer atau apa, ya semuanya bisa masuk, jadi dua hal tadilah yang utama saat anda di dunia kerja. Memang benersih kata temen saya yg seorang project manager di sebuah perusahaan kimia di jawa timur pernah erita bahwa alumi tf punya keunggulan cepat beradaptasi karena pengetahuan dasarnya luas, tetapi saya rasa asal kita mau bekerja keras untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan maka kita akan diterima.
Kalau memang tertarik di tf silahkan aja yg jelas serius dalam melakukan segala hal. Temen2 saya di TF dulu juga nggak susah nyari kerjanya, dan masuk diberbagai bidang termasuk di bidang pendidikan dan penelitian kayak saya walaupun saya ngajarnya nggak di tf lagi. tapi ya saya syukuri saya bisa lulus dari tf sebab saat saya jadi dosen sekarang justru saya bisa ngajar ke berbagai jurusan, nggak cuma di jurusan saya saja. Tapi di manapun anda kuliah saat anda niat jadi engineer maka satu yg harus anda pegang yaitu kemapuan untuk belajar cepat!!!!
tauhid
Agustus 2, 2008 at 4:57 am
Mas Anjar, mungkin bisa mereferensikan situs di Wikipedia mengenai Teknik Fisika ke anak SMA tersebut.
http://id.wikipedia.org/wiki/Teknik_Fisika
Pokok persoalan memilih jurusan pada anak SMA memang cukup pelik, jurusan A atau jurusan B atau jurusan lainnya. Lulusan dari TF, Elektro, Mesin, dll pada akhirnya semua akan ditantang menjawab persoalan yang sama: mampu mengkreasi sesuatu sesuai dengan bidang keilmuannya untuk masyarakat atau tidak? Sekali lagi, kuliah dengan tekun, fokus dan menghayati peran sebagai insinyur saya rasa akan memberi manfaat lebih positif. trust me!
weby
Agustus 4, 2008 at 7:00 am
Assalamu’alaikum…
Aku tidak mau berkomentar tapi aku mau tanya.
Aku juga salah satu mahsiswa TF di PTN, aku baru masuk tahun ini, tapi bedanya aku tidak bisa Fisika mungkin aku kebetulan kali ya masuk PTN itu?he….. Tolong…..
supaya aku suka dan bisa Fisika gimana?
jangan bilang suruh pindah jurusan, kan tantangan aku juga makanya aku mau tanya ma semua yang ahli dibidang Fisika.
Hikam
Agustus 11, 2008 at 9:52 am
buat HIKAM, bagus2…itu baru namanya calon anak TF n alumni TF, btw dulu pas masih kul fisika gw juga gax bagus2 amat2….semuanya C+, hahaha..but gax nutup kesempatan buat gw skrng kerja di service oil&gas company di malaysia….sukses buat hikam, n kalo bisa fisika nya dimantebin……ya minimal A…biar keren kalo dibaca transkrip nya oleh anak cucu…hehehe….VIVAT TF
ramboo
Agustus 13, 2008 at 10:24 am
Kok masih jalan ya posting di sini?
Kalo mau tantangan, masuk Teknik Nuklir UGM aja…
1. tantangan dari ortu, keluarga, & teman saat bilang memutuskan kuliah di Teknik Nuklir.
2. tantangan dalam berbagai mata kuliah yg berhubungan dengan perhitungan reaktor nuklir.
3. tantangan untuk meyakinkan orang2 bahwa di Indonesia ada program studi Teknik Nuklir.
4. tantangan menjawab berbagai pertanyaan orang tentang pembuatan bom.
5. tantangan menemukan topik skripsi yg mampu dikerjakan tapi masih berhubungan dengan nuklir.
6. tantangan menemukan lowongan kerja yg mau manggil lulusan Teknik Nuklir.
7. tantangan untuk meninggalkan Jogja tercinta dan melanjutkan hidup.
Salam untuk semua teman alumni TN ya..:-)
- TN99 -
acooljerk
Agustus 13, 2008 at 11:57 am
buat anak nuklir….pliz go out from these forum…..jangan skali2
nyenggol forum ini…….gatel deh dengernya
anti nuklir
Agustus 14, 2008 at 1:56 am
mas mau nanya…!
akreditasi & jaringan kerja TF UGM ma TF ITB & ITS bagusan mana si…??
apa bener lulusan TF skr banyak dibutuhin??
terimakasih!
ywdee
Agustus 24, 2008 at 12:55 pm
tuk mas ywde
klo akreditasi & jaringan kerja kykny TF ITB & ITS nilainy “A” dan jaringan lebih banyak coz dah dulu mapan ketimbang dr TF UGM yang nilainy “B” (ga tau skrng) serta berdiri th 98, jd msh baru. kebetulan aq dr UGM, skrng di fertilizer company.
dr pengalamanku yg prnah membimbing KP mhssw TF dr ITB,ITS & UGM di PT.xxx, aq pikir mereka sama aja dlm hal akademik coz basicnya kan sama, yg perlu diambil pelajaran yaitu yg penting kemauan belajar, haus ilmu & soft skill yg hrs dimiliki ketika mulai bekerja..
lulusan TF sangat dibutuhkan, tp memang quantitynya ga banyak klo di end-user/industri. tp klo di vendor & kontraktor EPC banyak. mang rata2 lulusan TF banyak di vendor & kontraktor EPO. harus diakui klo qt berbicara instrumentasi industri, maka yg dicari adalah anak TF dr 3 lembaga trsebut..
ok, semoga membantu..
cah fistex
Agustus 28, 2008 at 10:10 am
saya mahasiswa teknik fisika UGM,, Teknik fisika jelas beda dengan Teknik elektro walau banyak silabusnya yang sama dan salah satu konsentrasinya sama2 instrumentation and control engineering. Klo elektro itu hanya berkutat pada elektronika, tapi teknik fisika lebih ke pemodelan matematis sistem,, gimana mau mengendalikan sistem klo karakteristik sistemnya ga tau. Anak2 TF jago dalam pemodelan dan sekaligus pengendalian, karena semua sistem erat berhubungan dengan ilmu fisika, itulah mengapa banyak di industri2 besar TF lebih menonjol di bidang instrumentasi dan kendali.
fistek UGM 2006
September 1, 2008 at 3:00 pm
Ngemeng epe seh….
Yang penting itu bukan masuk jurusan apa tapi niat nggak kuliah!!!
Yang penting itu otak kreatif!!!
Kalo dah punya modal sendiri waktu lulus kuliah, mending bikin usaha sendiri, kalo ga punya modal ya cari modal, TF bisa juga dijadiin modal dengkul kerja di tempat orang.
Nggaji lebih baik daripada di gaji
WQ
“Dulunya pingin jadi dokter”
Wong Ndeso Suroboyo
September 4, 2008 at 7:58 am
mas numpang nanya nieh…
klo biaya kuliah di Ft ITS itu berapa ya??
klo dibandingin ma UGM gimana??
ryan
September 4, 2008 at 12:40 pm
untungnya gw bangga jd lulusan FT! gak pernah punya cita2 jadi dokter sama sekali! najiz gw jd dokter, gayanya doang selangit, klo udah selesai koas jg palingan praktek di pedalaman dgn gaji cuma 800rb. hueekksss..
“kuli selambersi”
dokter_sarap
September 4, 2008 at 1:37 pm
Haha ^^ atas gue lucu deh. Cewek gue spesialis obgyn dan di Indonesia penghasilan bersihnya 45 juta rupiah sebulan. Kata dia itu termasuk kecil, temen-temennya diatas itu. Sekarang dia subspecialist di Eropa, kalau lulus nanti gak kebayang deh berapa penghasilannya.
Sebagai sesama engineer dan mantan kuli SLB, cuman ingin mengingatkan: Jangan blagu deh jadi engineer.
adhiguna
September 4, 2008 at 4:55 pm
Udah keluar aja dr selumbersi, ngapain lama2 disitu bikin badan pegel semua, ntar kalo kelamaen keblinger, bikin aja usaha, duitkan dah banyak, buka aja kos2an deket kampus, udah deh jadi induk semang tinggal sarungan doang kipas2 duit, kl bosen kipas2 duit ya dibuat bisnis waralaba kek……
Wong Ndeso Suroboyo
September 10, 2008 at 1:23 am
di schlumberger FT kerja di bagian apa?ada yang tau???minta informasinya.
ft juga
September 12, 2008 at 12:24 pm
Aing lulusan FT…
Kebanyakan temen2 aing kerjanya di bidang instrumentasi (perusahaannya macem2, bisa sebagai vendor instrumentasi atau di perusahaan manufacturingnya, atau di oil & gas)…
Banyak juga yang kerja di telekomunikasi (telkomsel, XL, siemens, PSN)…
Tidak sedikit pula yang kerja di balai penelitian (Batan, Lapan)…
Jadi dosen juga ada…
Yang jadi wiraswastawan banyak…
FT sangat versatile… karena mata kuliahnya luas…
Sebagai contoh di kampus aing penjurusannya ada: instrumentasi & kontrol, fisika bangunan, akustik, material, dll…
Jadi tergantung minatnya kemana dan mau kerja di bidang apa…
Aing sendiri pernah kerja di perusahaan manufaktur, trus pindah ke perusahaan vendor telekomunikasi, trus pindah lagi ke operator telekomunikasi… sekalian coba2 nyambi berwiraswasta di bidang IT…
Jadi rekan-rekan yang ingin kuliah di FT, jangan ragu… Sikaaat…!!!
Kelebihan FT menurut aing adalah karena kuliahnya luas, kita jadi bisa melihat engineering secara lebih komprehensif… Walaupun pada akhirnya kita harus memilih ingin memiliki kompetensi di bidang apa…
Jurusan lain juga pasti punya kelebihan masing2… Intinya, tidak ada jurusan/fakultas yang lebih baik dari jurusan/fakultas lainnya… Tergantung kita yang mengaplikasikan ilmu yang kita punya…. Bukan begitu?
Jadi sebagai sesama engineer, saya cuma ingin mengingatkan… gak usahlah ber-chauvinisme jurusan… it’s so freakin’ childish… :)
Demikian, mudah2an berguna…
PS: FT (Fisika Teknik) atau TF (Teknik Fisika) ?
kalo teknik elektro = electrical engineering
kalo teknik industri = industrial engineering
kalo teknik mesin = mechanical engineering
Nah kalo teknik fisika masa = physical engineering ?
hahaha… artinya jadi rekayasa tubuh dong… :)
Yang bener: Engineering Physics… Yang kalo di-Indonesiakan jadi Fisika Teknik, bukan Teknik Fisika…
Tapi masih debatable… FT atau TF… gak penting ah…
FT 99ers
September 12, 2008 at 1:54 pm
Bang Andi,,
saya seorang mahasiswa bulaksumur…
saya kuliah di jurusan Teknik Geodesi…
apakah jurusan saya ini berprospek untuk masuk ke dunia perminyakan???
chocho
September 23, 2008 at 11:28 pm
wah Hebay juga ya,Untuk Arek TF.Pandai untuk Instrument,Design Control,PI,PID,PLC,SEDANGKAN TIDAK UNTUK AREK TE.
MAs – MAS SAYA INGATKAN WALAUPUN KEPINTARAN ANDA SETINGGI LAGI TETAPI MASIH ADA TUHAN YG MENUNTUN ANDA DALAM KEHIDUPAN INI….!BAIK REJEKI,MUSIBAH DAN SAYA INGATKAN LAGI”TIDAK ADA YANG KEBETULAN DALAM HIDUP INI”
Sebagai Sharing saja,sy orang Electro Specialis Elektronika Industri Control,1 thn Sebelum Lulus saya sudah Bekerja Diperusahaan Germany,untuk Design Control Main Enginee,Control Diesel Generator dgn PLC juga Microcontroller,Trouble shooting, Commissioning.Suatu waktu teman saya di Indosat memberikan Informasi Lowongan Pekerjaan di Operator CDMA,akhirnya saya coba dan di terima,sekarang saya menangani netwoknya.
Untuk pengalaman ini saya hanya mengambil HIKMAH DALAM HIDUP INI,SEMUA ORANG PASTI BISA JIKA MAU IKTIAR,BERDOA,DAN BELAJAR.
JADI ELU ANAK TF,ATAU ANAK TE,ATAU ANAK TM,ATAU ANAK ENGINEER LAINNYA JANGAN “SOMBONG”DENGAN KEMAMPUANMU,MASIH ADA YANG MENGATUR HIDUP INI MEN……….!!!!
Engineer......?
September 24, 2008 at 1:10 am
^
^
Setuju ama yang di atas, Salam kenal saya dari Teknik Sipil ITENAS, intinya jurusan atau kampus tidak akan mempengaruhi nasib kerja anda tetapi ikhtiar dan doa anda yang akan membantu, tetap berpegang dan berserah diri kepada Allah SWT
hidup engineer Indonesia !!
kembangkan terus teknologi Indonesia
Mhs ITENAS
September 26, 2008 at 2:48 pm
@adhiguna
cewek lo bisa 45jt sebulan? biji onta. umur cewek lo brapa? kalo 50 keatas gw percaya? kalo masih baru lulus atau rentang 25-35 mah MISKIN semua dokter rata2 di indo!kecuali ada koneksi alias bapak/emaknya dokter spesialis juga, baru boleh gaya.
dokter_sarap
(engga bangga ajdi kuli SLB, cuma terpaksa, yah namanya jgua cari makan)
dokter_sarap
September 26, 2008 at 3:10 pm
siapa bilang TF tidak berkompeten
buktinya menristek kita Kusmayanto Kadiman
dari TF ITB
jaco
September 27, 2008 at 6:36 am
Saya dari teknik fisika ITB angkatan 2007..
menurut saya, tidak masalah maw kuliah di jurusan apapun..
asalkan kita memang merasa senang & betah menjalani kuliah tersebut..
masalah prospek kerja, menurut saya itu bukanlah sesuatu yang perlu diambil pusing..
jika anda memang termasuk orang yang pandai, serius & mungkin IP-nya jg tinggi, maka tidak menutup kemungkinan akan mendapat pekerjaan lebih mudah..
maka dari itulah, tidak perlu ambil pusing masalah prospek kerja.. yang penting kuliah sesuai minat & belajar yg tekun.. insya Allah masa depan akan cerah..
Mengenai teknik fisika di ITB..
Teknik fisika ITB merupakan salah satu jurusan di ITB yg sedang dalam proses pengajuan untuk akreditasi internasional oleh ABET..
jika nanti teknik fisika ITB telah terakreditasi oleh ABET, maka lulusannya akan dapat bekerja di seluruh dunia dengan lebih mudah..
Paries
September 29, 2008 at 4:59 pm
Klo elektro itu hanya berkutat pada elektronika, tapi teknik fisika lebih ke pemodelan matematis sistem,, gimana mau mengendalikan sistem klo karakteristik sistemnya ga tau. ==
itu orang yang gak tau elektro, elektro yg control engineering juga matematis banget, apalagi di S2-S3, kalo S1 emang lebih praktis, lebih bisa diaplikasikan, jadi sama saja, cuma elektro lebih mendalam, karna dari semester tiga sudah mendalami instrumentasi dan kendali, kalau TF tau tapi sedikit, karna di semester awal belajar semua teknik, namanya juga Fisika, jadi yg dipelajari luas, masuk ke control nya hanya semester akhir sama Tugas akhir, jadi jelas lebih jago elektro normalnya, belajar semua aspek kendali, kalau TF memandangnya lebih komprehensif, kendali hanya sedikit tahu tapi bisa menghungkan dengan ilmu teknik/fisika yg lain
=
elektro bidang control –> tahu banyak tentang kontrol, tapi sedikit tahu yg lain
Joko
Oktober 11, 2008 at 3:20 am
Klo elektro itu hanya berkutat pada elektronika, tapi teknik fisika lebih ke pemodelan matematis sistem,, gimana mau mengendalikan sistem klo karakteristik sistemnya ga tau. ==
itu orang yang gak tau elektro, elektro yg control engineering juga matematis banget, apalagi di S2-S3, kalo S1 emang lebih praktis, lebih bisa diaplikasikan, jadi sama saja, cuma elektro lebih mendalam, karna dari semester tiga sudah mendalami instrumentasi dan kendali, kalau TF tau tapi sedikit, karna di semester awal belajar semua teknik, namanya juga Fisika, jadi yg dipelajari luas, masuk ke control nya hanya semester akhir sama Tugas akhir, jadi jelas lebih jago elektro normalnya, belajar semua aspek kendali, kalau TF memandangnya lebih komprehensif, kendali hanya sedikit tahu tapi bisa menghungkan dengan ilmu teknik/fisika yg lain
##
elektro konsentrasi control –> tahu banyak tentang kontrol, tapi sedikit tahu yg lain [sedikit tahu tapi banyak]
teknik Fisika konsentrasi kontrol –> sedikit tahu tentang control tapi banyak tahu teknik yang lain [banyak tahu tapi sedikit]
##
di UGM baru satu tuh doktor Control & Robotika, dosen D3 Elektro UGM, sama satu lagi dosen Elektro bidang control murni yg lagi S3 di Jepang [Pak Addy]
di TF UGM mah kalau ada juga adanya doktor control reaktor nuklir [aplikasi kontrol di reaktor], bukan kontrol murni secara S1-s2nya juga dari teknik nuklir, bukan kontrol, apalagi yg matematis/control theory kayak elu bilang tadi
Joko
Oktober 11, 2008 at 3:25 am
waaahhh ga usah takut..abang gw lulusan teknik kimia IPB…sekarang kerja di eveready..di batere gtu..n dia bisa bikin sabun pencuci piring hasil eksperimen dia…tiap dia datang kerumah pasti selalu bawa sabunnya..
cutemom cantik
Oktober 11, 2008 at 1:17 pm
jadi sama saja, cuma elektro lebih mendalam, karna dari semester tiga sudah mendalami instrumentasi dan kendali, kalau TF tau tapi sedikit, ==
sekedar sharing di jurusan Teknik Fisika, semester awal sudah dipelajari mata kuliah Teknik Sistem (System Engineering). Mata kuliah ini sebagai dasar ilmu mempelajari Instrumentasi dan Kontrol. Kalo masalah persamaan matematis sudah matrikulasi semester 1 mahasiswa teknik yang basic-nya matematika dan fisika.
-Salam-
belang
Oktober 17, 2008 at 3:03 am
udahlah ga usah pada ribut!!
tinggal buktiin & liat aja di dunia real industri proses (oil & gas, chemical, Petrochemical) ma EPCI, sapa tuh yg megang instrument engineer.silakan dibuat statistik aja yg dari elektro ato fistek/FT berapa persen, ambil sample 1000 orang aja..klo aq estimate dr 1000 orang tsb, berani taruhan klo 99% orang instrument itu dari fisika teknik, no doubt..lagian lo2 anak elektro kayakny kaga mo ngalah, maksain diri nimbrung nih blog, lebih baik kalian semuanya liat data aja ga usah banyak bacot doank.
panzer gruupen
Oktober 17, 2008 at 10:27 am
betul banget man, gue dukung ide lo panzer, ayo buat statistik ajalah, da yang masih mbacot?????????
alex
Oktober 17, 2008 at 10:30 am
hahaha bener jg tuh!!!
xxxx
Oktober 17, 2008 at 10:32 am
wah, seru banget ya obrolannya……
yang penting ,mau jadi apa aja…….mau kuliah dimana aja…. yang penting IKHLAS , SEMANGAT, HALAL & BERSYUKUR,ingat HIDUP ITU PILIHAN…tiap orang sudah punya jalan hidup masing-masing.mau kerja di BUMN,PEGAWAI NEGERI SIPIL,TENTARA,PERUSAHAAN ASING DLL,semua itu sudah jalan hidup manusia,yang penting kita sudah berusaha maksimal & berdoa.Seperti saya ,keinginan saya cuma satu,jadi IBU (YANG PROFESIONAL) bagi 2 BIDADARI KECIL SAYA.SAYA SANGAT BANGGA MENYANDANG STATUS ITU…….bayngkan tidak ada SEKOLAHnya diseluruh dunia…..tapi kita bisa belajar tentang KEHIDUPAN & REALITAS HIDUP,saya LULUSAN TEKNIK,tapi saya dituntut untuk menjadi DOKTER & PERAWAT pada saat Bidadari saya sakit, saya harus jadi AKUNTAN KEUANGAN ketika saya harus mengelolah gaji dari suami, saya harus jadi GURU ketika my little cupids minta belajar,KOKI,CLEANING SERVICE,DESAIN INTERIOR,dll.Karena bagi saya “ITULAH HIDUP YANG SEBENAR-BENARNYA”,karena itulah PILIHAN saya. BUAT ANAK_ANAK TF’97, WHERE ARE U GUEST?????
yang penting VIVAT TF!!!!!VIVAT SOLIDARITY TOGETHER fOREVER>……………………….
TF '97 2497100
Oktober 18, 2008 at 8:56 am
buat mas joko…..
bukan cuma elektro yang punya dosen murni control
fistek ugm juga ada tapi masih s3
pak balza dan pak agus arif. dua2nya sekarang sedang s3 control di malaysia
andhy
Oktober 25, 2008 at 5:08 am
Menurut Saya :
Electrical Engineering majoring in Control Engineering Sama Aja Dengan Teknik Fisika (SAMA_SAMA SUSAH KULIAHNYA).
PiSS.. Yah…
I’m Control Engineer
Prinsip Seorang PENGENDALI ” KENDALIKAN DUNIA INI “
A.Radityo
Oktober 25, 2008 at 9:33 am
halah… lulusan S1 di indonesia, gak perduli kamu lulusan ITS, ITB UGM, Tekfis, Tekel or Tekim… kalian adalah lulusan siap training… bukan siap kerja.
Mantan Dewan Adat
sawung kampret
Oktober 28, 2008 at 8:48 am
Saya adalah lulusan teknik elektro di salah satu PTN termuka di negeri ini, tetapi karena satu dan lain hal maka saya hanya dapat bekerja menjadi kasir, sedabgkan teman saya lulusan TekFis di xxx mnjadi seorang direktur dan berpenghasilan 40 juta
-tulisan ini tidak di buat2 dan ini berdasarkan kisah nyata-
santana
November 8, 2008 at 1:39 am
pak santana, nasib org memang beda2 pak. saya sendiri lulusan dokter dari univ. ternama di jawa barat, siapa sangka setelah 3 taun cuma praktek di klinik. jadi PNS aja belum. akhirnya saya capek sendiri. sekarang saya malah lebih sering bantu2 di bengkel kakak saya. abis capek jg bengong di klinik. pasien kadang ada kadang engga. klo ada jg paling berapa sih bayarannya. apa lagi mau ambil spesialis?? dari mana duitnya T_T?? ya tp emang begini jalan hidup saya, ya disyukuri aja deh.
dokter_mlarat
November 8, 2008 at 6:56 am
[...] menarik memperbincangkan tentang Teknik Fisika di berbagai blog antara lain blog priandoyo, mas okto dll. Saya sempat membahas topik ini di Forum SPMB, dan posting Jurusan berprospek 5 tahun [...]
Fisika Teknik 2008 » Blog Archive » Memperkenalkan Prospek Teknik Fisika UGM
November 17, 2008 at 2:05 pm
andhy Berkata:
Oktober 25, 2008 pukul 5:08 am
buat mas joko…..
bukan cuma elektro yang punya dosen murni control
fistek ugm juga ada tapi masih s3
pak balza dan pak agus arif. dua2nya sekarang sedang s3 control di malaysia
========
Mas Andhy
Pak Balza itu S1 nuklir (instrumentasi Nuklir), S2 Teknik Mesin (NDT), dan S3nya Teknik Elektro (EE dept. UTP), risetnya tentang Machine Vision itu lebih ke Pengolahan Citra [biasanya untuk mobile Robot].
sedang pak agus arif, itu S1 nuklir, s2 TF ITB, S3 Teknik Elektro UTP Malaysia, di UTP tidak kontrol murni, UTP itu aplikastif risetnya, S2nya di TF ITB malah control Murni.
yg di Elektro UGM, kedua dosen itu S1-S2-S3 nya Control Theory.
Joko
November 25, 2008 at 8:47 am
oo iya, dosen-dosen TF ITB yg bidang Control, S2-S3nya juga banyak yang ke Teknik Elektro (Electrical Engineering Dept.), kecuali yang S3 di ITB sendiri, kalau ini baru S3nya bisa di TF ITB.
sebagian lainnya ke Teknik Kimia dan Teknik Mesin, soalnya memang susah cari S2-S3 TF di LN.
Joko
November 25, 2008 at 8:54 am
mas2, mau tanya, ane juga tertarik ama TF,
kira2 alumni TF bisa kerja di perusahaan bidang semikonduktor maupun telekomunikasi gak?
dan kira2 untuk tahun 2009 nanti, apa bener TF benar2 booming?banyak saingan dong…
soalnya saat bulan oktober kemarin ane liat di situs USM nya ITB, dulunya TF di ‘gratiskan’ biaya sumbangan akademik karena termasuk jurusan yg kurang dikenal masyarakat (bersama klautan, seni rupa, astronomi), tetapi dibutuhkan…
lha pas bulan november ane liat lagi, kok ilang?malah diganti jadi oseanografi, astronomi, seni rupa, ama metalurgi….
apa ini tanda kalo peminat TF sekarang banyak?
icarus
November 27, 2008 at 2:47 pm
Saya baru tau tentang Fisika Teknik melalui blog ini… saya lulus Fisika Teknik UGM (tahun 2004) tapi karena pada waktu itu belum ada pencerahan mengenai jurusan ini, jadi saya ga jadi ngambil dan lebih memilih kuliah di Teknik Informatika di Kampus yang berada di Bandung Selatan. Malahan sekarang baru punya gambaran, sepertinya prospek Fisika Teknik lumayan.
Panji Winata
November 28, 2008 at 2:48 am
Saya punya temen pindahan dari TF ITS. Aku juga bingung kenapa dia tuh pindah ke TF ITB(?)
Anton
Desember 10, 2008 at 8:01 am
perasaan dari tadi bahas TF dan TE sih?sbnrnya bgusan yang mana ya antara ke2 nya?bingung nih…..
lia
Desember 17, 2008 at 12:46 pm
@Joko, cari beasiswa PhD di bidang TF di luar negeri tidak sulit. Banyak sekali disini tawaran PhD yang berhubungan dengan Control atau Dynamic Systems. Kalau tertarik memperdalam control, saran saya ambil dulu master di bidang Control di Indonesia misal di ITB, setelah itu cari beasiswa PhD di bidang control theory di Eropa atau Jepang.
Anak-anak TF pun bisa mengambil PhD di robotics, mechatronics, machine vision, nanotechnology, Photonics and optics, simulation (bahkan bisa ke economic /social simulation karena itu berhubungan dengan dynamic systems).
Kalau masalah TE dibandingkan TF, sama-sama baguslah prospeknya. Kalau mau mendalami instrumentasi/kontrol sebaiknya ambil TF, kalau mau mendalami Telekomunikasi sebaiknya ambil TE. Dua-duanya prospeknya bagus. Tergantung minat aja deh…
Adhiguna Mahendra
Desember 17, 2008 at 7:18 pm
Beberapa topik Control yang ‘ngetop’ disini antara lain :
Adaptive and learning control, Intelligent Transportation Systems, Discrete Event and Hybrid Systems,
Distributed and Large Scale Systems, Distributed Control,
Fuzzy and Computational Intelligence/AI based Control, Imaging and Adaptive optics (termasuk Optoelectronics), Monitoring and Fault detection, Multiagent Systems,
Nonlinear and LPV systems, Optimal and Model Predictive Control, Adaptive Signal Processing (statistical based), Robust and Fault tolerant control, Control Algorithm optimization, System Identification and Estimation.
Silakan memperdalam bidang-bidang tersebut dan mencoba cari reseach topiknya.
Adhiguna Mahendra
Desember 17, 2008 at 7:43 pm
kok pada ngomongin instrumen doang???
FT gak cuma instrumen
ada energi juga….
hayo…
mau debat lagi???
dilawanin mesin???
yak ampun, emang dunia cuma buat debat….
dasar…..
mau gede2an gaji????
gue entrepreneur
duit gue dikit
penghasilan gue dikit
tapi yang pasti, gue bukan antek kapitalisme…
bukan antek pemerintah yang teganya ngejual indonesiaku tercinta….
saya tantang anda semua dari elektro dan FT buat jadi entrepreneur….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
buat mengangkat ekonomi indonesia dan buat mengentaskan kemiskinan…
menghapuskan pengangguran……..
dan ini gak butuh belajar kontrol
gak butuh belajar elektronika
yang dibutuhkan cuma KEBERANIAN…!!!!
fathoni
Desember 22, 2008 at 7:08 pm
@ fathoni:
maaf mas, tapi topik yg lagi dibicarakan emang tentang Teknik Fisika, kan bisa diliat di paling atas, lha judulnya aja prospek Teknik Fisika
icarus
Desember 23, 2008 at 1:31 am
memang udah fitroh setiap manusia pasti membanggakan dirinya (lulusan teknik fisika bangga dg TF, lulusan elektro bangga dg TE, wirusahawan bangga dg usahanya, dll) cuma yg harus diperhatikan adalah setiap kita harus bisa mengendalikan kebanggan diri kita tersebut jangan sampe menjadikan kita orang yg sombong, karena kesombongan pasti akan membinasakan kita…
pendatang
Desember 23, 2008 at 6:34 am
TF..why not?
2009 bentar lagi..TF bakal booming..Serius kuliah kalo dah masuk TF..
bukti:
Yang pengen karir di BUMN:
Proyek PLTU batubara 10000 MW membutuhkan banyak sekali sarjana-sarjana teknik (Elektro,mesin,industri,teknik kimia, teknik fisika)
cek di: http://www.pjbservices.com/
PJB,PLN,Pertamina,Indonesia Power,Krakatau Steel dll
Yang pengen karir jadi PNS:
LAPAN,LIPI,BATAN,RISTEK,BPPT dll
Yang pengen karir di swasta asing/lokal gak keitung khususnya di bidang EPC and Oil & gas..
Ikatan Alumninya kuat banget..jadi ga usah khawatir..senior2 pasti bantu..^^
Just take it or leave it.. u decide..the choice is yours..
Alumnit TF nyasar di Lufthansa
kimchi
Desember 25, 2008 at 5:47 am
Hai, saya TF-ITS angkatan 2007, si Satria sama Richo jadi masuk mana nih?
fyiz
Desember 25, 2008 at 6:19 pm
Mau Tanya di Jkt Univ. mana aja yang ada Fakultas TF kebetulan saya tertarik dengan TF
dede
Januari 1, 2009 at 10:18 am
@dede:
di jakarta ngga ada TF mas, setau saya di Indonesia, TF hanya dimiliki 4 Perguruan Tinggi, 3 PTN yaitu UGM, ITB, dan ITS, serta 1 PTS yaitu Unas
icarus
Januari 1, 2009 at 1:50 pm
wedeh ternyata FT hebat juga ya,
gw FT ITB 2006, pengen nanya nih buat para alumni FT
gw mau KP bulan juli 2009, pengennya ngambil bidang instrumentasi atau maintenance kira2 perusahaan apa ya
yang cucok???
mau nambahin aja kalo di FT ITB ada bidang :
- instrumentasi dan kontrol
- akustik, lighting, thermal ( fisika bangunan )
- laser dan serat optik
- kontrol dan pemrosesan material
- Fisika medik
- menejemen energi
BANZAI!!!
VIVAT FT !!VIVAT FT !!VIVAT FT !!
- macankahim ft itb -
astra
Januari 5, 2009 at 9:36 am
@astra:
wah mas TF ITB yak, saya insya Allah pengen banget nyoba masuk TF ITB taon depan, tolong doakan semoga lulus tesnya :)
mau tanya fisika medik itu gimana ya?baru denger soalnya…
icarus
Januari 5, 2009 at 10:06 am
@ICARUS
fisika medik itu salah satunya mempelajari CT scan alat buat melihat jeroan manusia tanpa di bedah, yang lainnya juga alat2 medic hi tech juga dipelajari disini,,, kalo mau lengngkapnya
dateng aja ntar ada open house pas dies emas ITB
bulan 27- 28 februari 2009.
disitu bisa liat semua hal tentang FT ITB dan jurusan laen.
kalo mau masuk FT agak susah
harus belajar maksimal soalnya passing grade FTI
taun 2008 paling tinggi ngalahin STEI
- ini fakta -
saya doain biar masuk sini
astra
Januari 5, 2009 at 11:35 am
owww
gitu
betul2
abast
Januari 8, 2009 at 1:28 pm
ini adalah link daftar alumni TF ITB..
http://iatf-itb.openesc.com/index.php?option=com_comprofiler&task=usersList&Itemid=72
silahkeun disimpulkan sendiri, seperti apa itu makhluk yang namanya Teknik Fisika..
no offence terhadap jurusan lain yang “passing grade”-nya tinggi, tapi menurut saya pemahaman bahwa yang “passing grade”-nya tinggi akan lebih sukses nantinya, itu adalah pemahaman sempit, karena semua ilmu yang dipelajari di ITB mempunyai peluang sukses yang sama, tergantung dari definisi sukses menurut masing2..
salam,
ismail
Januari 8, 2009 at 2:03 pm
Gw lulusan TF ITB tahun 2008. Kterima kerja permanent di Petroleum Gas Service Oslo, Norwegia. Gaji 6 ribu euro(75jutaan) per 23 hari+apartment+asuransi kesehatan+tiket pp to indonesia tiap tahun+bonus 22ribu euro per tahun+pajak dibayarin perusahaan. Disini gw bukan pamer,tp bwt ngebuktiin kalo TF itu jurusan “mahal”..
Banzai!! Vivat FT!!
13304
Januari 8, 2009 at 11:06 pm
asik!!!
calon mahasiswa tf
Agustus 3, 2009 at 1:53 pm
@astra:
makasih mas,
wah, bener nih passing grade FTI ngalahin STEI tahun 2008?
tapi tingkat kesulitan relatifnya masih tinggi STEI,
apa itu sebabnya jurusan Teknik Fisika yg tadinya di situs USM ITB ditulis “kurang dikenal masyarakat tetapi sangat dibutuhkan” dan SDPA boleh nol rupiah, sekarang dihapus?
makin tertarik sama TF nih,
hmmm kalo gitu fisika medik mirip biomedika dong?
atau biomedika yg turunan fisika medik?
tapi biomedika dipelajari di Elektro kan ya?
@13304:
beneran nih?gila… tapi nasib orang beda2 emang.,
icarus
Januari 9, 2009 at 10:42 am
dear ka2k,
ak mw tanya ni,
klo keunggulan FT ITS dbndnng univ laenx ap??
ap prospek kerjax bgs?
tuz, ak bingung,
cz ada yg blng, bidang instrumentasi industri yg bagus d ITB, tapi ada jg yg blng terbaik d ITS?
tlong kasih pandangn dunn.
sispena
Januari 11, 2009 at 1:47 pm
hmm.. FT yah? saya masih mahasiswa sih..jauh pula dari lingkungan FT..Saya masuk FTSL ITB 2008(Fakultas Tek.Sipil n Lingkungan)..jauh kan?
tpai yang saya tau..sejauh ini lulusan FT itu gampang cari kerjaan..terlepas dari banyak yang bilang nanggung ilmunya atau tidak.. kenapa? karena d bidang industri, peranan ilmu fisika itu amat penting. yang saya tahu.. di FT yang dipelajari itu aplikasi dari science.. makanya punya embel2 “teknik”.. jadi klo teknik fisika itu, kita menggunakan ilmu fisika dan menerapkanya dalam memecahkan maslah industri..misalnya: dalam penentuan kualitas suatu barang..pengukuran standar.. dan lain2. nah..seperti anda pelajari waktu SMA..fisika itu sepertinya dibagi dalam dua macam ya? ada bagian dimana anda mempelajari fisika klasik..(yang berhubungan dengan hukum2 newton) dan fisika modern(yang menyangkut hukum2 einstein dan elektronika serta turunannya)..nah..yang membuat beda antara FT,EL dan MS itu..EL lebih condong mempelajari fisika modern..terutama elektronika, MS lebih condong mempelajari tentang fisika klasik, terutama hukum newton tentang rotasi dan gerak..dan FT itu mempelajari keduanya,,namun kurang spesifik. Bagi anda yang ingin mempelajari fisika secara keseluruhan..masuklah FT. dan jangan salah yaa.. FT juga belajar tentang sipil, arsitektur dan juga lingkungan (fisika bangunan dan akustik)..jadi senjatanya FT itu kajian ilmunya yang lebih luas.. namun seperti kata orang2 diatas.. semuanya tergantung pada anda dan pola pikir anda. toh kuliah itu lebih pada pembentukan karakter dan pola pikir. jika anda memiliki pola pikir yang bagus dan semangat pantang menyerah, semua pekerjaan yang anda hadapi bukan lah kendala. oke. segitu ajah..
priyo
Januari 14, 2009 at 2:31 pm
hmm saya jadi ingin bertanya.. klo jurusan teknik lingkungan itu prospek kerjanya seperti apa yah?? soalnya saya gag kesmpaian masuk FTI ITB sih..jadi pengen masuk TL..karena ilmunya dekat ama ilmu Teknik kimia…mohon bantuannya yah.. makasih..
priyo
Januari 14, 2009 at 2:35 pm
FT prospeknya bagus, soal kerja setelah lulus jangan dipikirkan, kerjaan datang sendiri
kang dede
Januari 14, 2009 at 4:16 pm
woy>>>>>>>
teknik yang pling prospek tuwh sbnernya ap to?????????
dengn tnp merndhkan 1 sama lain tntunya>
tpi bdasar realita yang ad>>>
plzzzzz,,,,,Bingung neeeeeeee pgen teknik yang mana…
para sesepuh,,,,
mohon bantuaNya yaaaa
om_u_suka
Januari 17, 2009 at 3:36 pm
langsung wae yaaa cz di balsnya lama,,,
lulusan teknik elektro ugm prospek g???
trus keunggulannya ap????
mhon para sesepuh memberi petunjuk
trimakasih>>>>>>>>>>>
om_u_suka
Januari 17, 2009 at 3:41 pm
Teknik Fisika itu ilmu yang menurut gue sangat sulit dan bila berhasil keterima selamat deh, berarti anda bisa dikatakan relatif ‘encer’ otaknya.
Tetapi kalo prospek karir, di lapangan kerja.sekali lagi tergantung strategi.Krn kl kerja biasanya spesifik. dan ini mesti benar2 diperhatikan.jg utk semua jurusan.
Banyak yg pintar tetapi salah strategi sulit mendapat kerjaan, ada yg biasa2 saja tetapi strateginya tepat, dapat perusahaan yg lumayan.
Tetapi nilai tinggi (2,8 keatas) waktu kuliah memang relatif mempermudah seleksi administratif masuk perusahaan.
Tetapi salah saat wawancara (mis over PD,tak tau yg dimau,dll) bisa jadi gagal.
tresna
Januari 18, 2009 at 12:57 am
.boleh gabung nih?,
.q lisa juga berminat mau ambil TF, cz q jga ngerasa klop bgt sama fisika,
.tpi yana bkin aq minder,
.q nie cew, kq kyaknya gender masih berpengaruh bgt di dunia krja ya..
.q bca comment temen2 jgha cow semua,
jdi,, ada saran gak buwat q yg gy bingung banget
Lisa
Januari 18, 2009 at 4:12 pm
Buat dik Priyandoyo, cerita nyata dibawah ini bisa menjadi pencerahan.
Diangkat dari milist tetangga (TF-ITB)
Ini cerita nyata:
ada seorang insinyur proses muda, dengan gayanya masuk pabrik. You know man, I am the king here. nobody can change the process plant integrity without get permission from me……
Dia berjalan melintas pabrik. Biasa, cek-cek dong. Selintas di kejauhan dia melihat kerumunan beberapa orang di dekat fuel gas facility. Apa yang mereka lakukan di sana ……..Kenapa pipa distribusi untuk bahan bakar kompresor dan turbin gue diutak-atik.
Nyampe di sana , gue liat ada seorang yang potongan badannya kecil,kurus, dan berkacamata, sedang mengotak-atik katup kendali fuel gas line.
Well, gue tanya aja
Insinyur muda (IM): Maaf pak, kok diutak-atik, kenapa sih
Dia: Emangnya kenapa, emangnya elu bisa!
IM: (dalam hati, siaaalan, siapa dia ini)
Dia: kenapa bengong, elu kaga liat itu bocor (sambil menunjuk ke katup kendali kedua)
IM: (gue jawab dengan mantap) oh, karena dinginnya makanya bapak bilang control valvenya bocor
Dia: kalo di pabrik gini iya, tapi kalo di PT badak sana, ada juga yang panas kalo bocor
IM: (wah, orang ini ngerti juga kayaknya konsep isentalphi di valve, apa dia orang TK yach, gue iseng ach…)
IM: Pak, kenapa kalo bocor ada yang panas tapi ada yang dingin.
Orang itu lalu memandang gue dengan rasa heran….
Dia: Wah dik, itu kan simple, pake aja prinsip joule thompson. Kan itu tergantung koefisiennya. Jadi kalau ada pressure drop, gas itu bisa dingin bisa pula panas, bisa juga tetap temperaturnya. Kalo tidak percaya pergi ke PT Badak sana ….sambil rada senyum meremehkan
IM: (sialan bener orang ini……)
Dia: (tiba-tiba ngomong) Adik lulusan TK yach, ITB?
IM: betul Pak, saya dari TK ITB (bangga dong dia menyebut nama almamater saya).
Dia : Ooo, pantesan (kembali sambil senyum meremehkan.. .)
IM: (wah..wah… , saya jadi curiga…jangan- jangan)
Dia: eh, elu tahu engga berapa suhu valve yang bocor tadi
IM: mana saya tahu pak…
Dia: dasar goblok….., pasti sekitar 70 F, kalo kaga percaya nih saya kasih termometer, ukur sendiri sana
IM: (kurang ajar dia, awas yach..) Lalu gue ukur aja…..Astaga bener man, suhunya kira2 72 F. Pak, koq tahu tanpa harus ngitung sih.?????
Dia: heh, di sini ada rule of thumb you know, setiap drop 15 psi, suhu turun 1 F.
IM : (langsung gue keluarin senjata, calculator) dari absorber suhu 110 F dan tekanan 800. Lalu tekanan di drop ke 200. berarti suhu keluaran valve = 110F – (800-200)/15 = 70 F (astaga….. )
Belum sempat selesai pembicaraan kita, segerombolan orang2 produksi datang…
Produksi (P): Pak, kita sudah siap Pak, apa yang harus kami lakukan…
Dia: OK, kirim 1 orangmu di power plant, awasi tekanan gas yang masuk ke sana , bilang segera kalau tekanannya osilasi..
IM: Ada kerjan apa sih..
Dia: Ini, kita mau menswitch semua fuel gas dari main header ke back-up sistem
IM: sesimpel itukan….
Dia: kalau iya, kenapa gue di sini, ini berhubungan dengan proses transient tau (dia rada kesal..)
Dia: Oh ya Pak, gue minta orang di kontrol room mengawasi tekanan fuel gas semua kompressor
P: ok pak, sambil terbungkuk-bungkuk. …
IM: (kurang ajar, dia bisa memerintah anak buah saya seenak udelnya….)
IM: Pak, kenapa begitu (?)
Dia: udah, jangan banyak tanya, liat nih gue ngapain… lalu tangannya digerak-gerakan mengatur sesuatu di control valve.
Dia: (bergumam), wah tumben kali ini rada bandel prosesnya… lalu dia ngomong di radio ke orang produksi…Rek, lagi banyak buka sumur HP yach (HP = high pressure)
P (di radio): betul Pak…
Dia : Pantas, gue set segini aja yach
IM: kenapa diubah set yang dulu pak…
Dia: eeehhh, kan proses gainnya berubah, yach setting nya ku ubah dong, kamu emang engga belajar kontrol waktu kuliah dulu….masa Pak Saswinadi engga ngajarin
IM: loh kog bapak tau Pak Sas
Dia: iya dong, kan dia suka diundang ke FT untuk seminar2 ttg kontrol..
IM: wah, orang ini lulusan TF toh….walah, muka gue rasanya gue pengen taruh di belakang kepala ketika dia bilang saya tidak mengerti kontrol..
(karena dia udah terbuka kedoknya, si insinyur muda (IM) diganti dengan TK dan bapak tua ini diganti dengan TF)
TF: elu pikir gue harus ngitung loop gain sama phase change-nya, yang kaya beginian pake , apa itu kriteria Routh Hurwistcxz.. . atau pakai bode segala, apalagi Nyquist atau enkuis plot…..kuno bego….itu tidak nyata….malah jangan2 udah shutdown duluan , kamu baru selesai ngitung. Iya kalo ngitungnya bener..
TK: (kurang ajar dia…) emangnya bapak engga ngitung sebelum tuning…
TF: egga ngitung bukan berarti engga mikir goblok, gue berani taruhan, elu kaga tahu penerapan control mode P, PI, PID. Gaji gua bulan ini,
setengahnya buat elu kalo elu tahu, karena yang setengahya lagi buat bini gue ha..ha..ha.. . (dia tertawa ngakak)
TK: (kurang ajar sekali dia….)
TF: selesai udah, yuk kita ke kantor gue…
TK:(meski gondok setengah mati, gue ikutin dia karena penasaran)
Kantornya itu sempit, ada plang besar bertuliskan: Instrument Maintenance section, oh..oh…dia itu superintendentnya toh…
TF: masuk dik, nih rokok….dia terus ngebul. di ruang kerjanya bergeletakan spare part dan kotak kecil ada penunjuk tekanannya
TK: apa ini pak
TF: itu controller, yach di sanalah kamu merancang mau P, PI atau PID
TK: tapi di sini tidak ada elemen D pak
TF: yach, karena itu buat flow
TK: kenapa pak
TF: astaga….kamu emang engga diajarin apa artinya elemen differential di situ. Coba kamu keliling ke seluruh plant kita, engga ada pengendali flow pake Differensial tahu. Masa yang praktis gitu kaga tahu. Gue heran, kok perusahaan kita nerima orang kayak kamu…..
TK:(kurang ajar banget dia……)
tiba2 telpon berdering dan dia berbicara dengan orang. Sambil merokok orang TK itu memperhatikan sekeliling kamar bapak tua tadi, astaga men, di pojok lemarinya yang lusuh itu, banyak majalah yang engga asing bagi si orang TK ini, Chemical engineering. …….
TF: eh anak TK, kita dipanggil Gas Plant control room untuk urusan pipa ke bontang..
TK: (oh, rupanya dia sudah selesai di telpon) Pipa?, kenapa pak..
TF: elu belajar mekanika fluida kan
TK: iya dong pak, apalagi gas, gue kan alumni teknologi gas…
TF: ok, kita lihat seberapa dalam ilmu TK-mu itu…
Di lapangan, orang produksi meminta bantuan untuk menutup valve yang macet. Valve itu adalah bagian dari 4 valve utama yang terdapat di 4 pipa utama, yang menyalurkan gas dari pabrik kami dan pabrik2 tetangga ke bontang.
TF: ok sudah selesai
TK: kenapa ditutup pak
TF: karena kita akan menurunkan flow ke bontang
TK: kan kalo saya alirkan gas dengan empat pipa, kompresor kita tidak akan kerja berat karena pressure dropnya turun
TF: siapa bilang, malah naik tahu..
TK: mana bisa, pressure drop itu setara dengan laju alir massa , wong massanya berkurang , eh pressure dropnya malah naik, instrumennya kali yang rusak…. Si insinyur TK in yakin betul karena pasti si bapak TF ini tidak mengerti ilmu mekanika fluida
TF: emangnya kamu pikir si bernoulli, panhandle, beggs & brill itu pinter, buktinya teori mereka gagal di sini
TK: (what, doi tahu jago2nya mekanika fluida men) Ok pak, tell me why the pressure drop increase with decreasing the flow
TF: ha..ha..ha.. .emangnya kamu engga pernah diajarin sama dosenmu tentang kesetimbangan fasa…ini nih contohnya, korek gas saya…..
TK: (astaga doi kenapa bisa tau yach), lalu apa hubungannya
TF : loh,loh, harusnya anak TF yang nanya anak TK bukan sebaliknya. Gini dik, sepanjang perjalanan dari sini ke bontang, gas kita akan kondensasi. Nah, kondensat itu kan cenderung di bawah pipa, apalagi yang konturnya turun naik, dia akan bersemayam di situ. Makin rendah tekanan justru semakin memperparah kondensasinya, jadinya pressure drop malah naik akibat liquid head tadi. Untuk itu dik, kita switch pipa, dari 4 ke 3 pipa. Gue kira elu tahu, ini kan cuma prinsip sederhana penerapan mekanika fluida dan kesetimbangan fasa….Masa sih elu kaga tau…engga mutu looh…Kalo elu banyak kaga tau, kasih aja kerjaan proses engineer itu ke gue…….
TK: (kembali muka gue rasanya ditampar dia, astaga…..tapi dia emang betul man…..)
TF: udah dulu yach, sudah suling tuh, kita harus makan biar kuat kerja, jangan cuma kaya mandor, makan kuat kerja kendor
TK: ha..ha… (tapi tertawa gue rada miris, gue tengsin bener man)
TF: jangan lupa dik, nanti kita rapat dengan TOTAL
TK: Ok pak
Ruangan rapat itu sudah penuh. Di sisi sini kebanyakan orang melayu, dan di sebelah sana orang bule, …….perancis man. Dengan bahas inggrisnya yang seperti orang kena flu, si mekanikal engineer bule itu menceritakan kenapa PSV-nya sering ngepop.Dia mulai dengan teori2 mekanikal yang ruwet.
Si Bapak TF tadi, yang masuknya aja telat tiba-tiba berkata:
TF: You are totally wrong
Bule: what? Do you have any idea about it
TF: it is simple, because you do not understand about unsteady state mass balance
Bule: ?????? (mukanya bingung dan merah kaya kepiting rebus setengah matang)
Bule satu lagi, yang keliatannya adalah bossnya berkata dengan bijak:
Boss Bule: Ok sir, would you please explain to me what is really going on here. I’d got frustrate since our PSV were popping frequently.
TF: Because you install the SDV at the upstream those PSV in auto open mode. Si bapak ini berhenti sebentar untuk batuk-batuk kecil. I am sorry…, You know, your SDV using pressure switch high (PSH) to trigger closing. But, because the rotation of your valve is too slow to close, the pressure already rise up to PSV setting so your gas release to vent stack……
Boss Bule: Oh, I understand.. ….(sok ngerti keliatannya)
TF: not yet, let me finished my explanation. Once your PSV popping, pressure of the pipe segment between PSV and SDV will suddenly decrease. At that time, the SDV which is in travelling time to close, will go back again to open because he feel no high pressure anymore so the SDV and PSV will be in oscillation (open and close). Imagine this happen
repetitively, so your PSVs damaged.
Boss Bule: Oh great, Ok I will as my process engineer to calculate the proper setting of PSH and give it to you for review
TF: Why you should give to me, I am not a process engineer (sambil melirik mengejek si TK, sialan…)
Boss Bule itu terkesima: So you are not a process engineer. OK anyway gentlemen, we close this very fast meeting, thank you. Dan meeting pun bubar….
Si TK itu merenung, sambil mengira-kira. Apa iya yach karena selalu berasumsi steady state, semua di pabrik jadi keliatan mudah……. .tiba-tiba
TF: eh jangan bengong, tenang dik, nanti ta’ didik kamu belajar proses transient, dan bukannya steady-state atau istilahnya apa itu dulu kamu pernah sebut2, tunak he..he… Kalau ikan tuna sih saya suka …
TK: (gue udah cape ngomong sialan, jadi lebih baik diem aja)
TF: daripada bengong, mendingan ke shop gue..
Di-shopnya, ketika si TK dan si Bapak TF ini lagi asik2 ngobrol,datanglah teknisi (T) seraya tergopoh gopoh.
T: Pak proteksi katodik di sana harus segera di pasang. Kami sudah merangkainya seperti ini apa betul
TF: sebentar, tak cek dulu modelnya, elu pake impress current atau sacrifice anode ?
TK:(astaga, gue kira cuma anak TK yang tahu model2 gituan..)
T:kayaknya model impress current
TF: Ok tak cek dulu diagramnya.. ..
TK: diagram apa itu pak
TF: he..he.., elu pasti heran gue bisa baca diagram ini
TK: (astaga , diagram pourboix man) si doi tau…..walah walah…..
TF: OK mas, segini saya kira cukup
T: terima kasih pak…..
Dan teknisi itupun ngeloyor pergi……. ……..
Si TK itu kembali berpikir. Kalau dulu waktu Os senior2 gue pernah ngomong bahwa TK itu seperti bulan yang bisa mengelilingi matahari, kayaknya orang TF itu persis pesawat ulang alik, ya bisa ngelilingi bumi, bulan, dan
yang pasti bisa bolak-balik ke bumi. Sedangkan bulan mana bisa…….. Yang bulan lihat cuma permukaan bumi aja….
Hari-hari berikutnya si insinyur TK ini karena kesibukan kerjanya, jadi jarang ketemu dengan si orang tua “aneh” alumni TF itu. Sampai suatu saat si Pak Tua TF itu nelpon.
TF: dik TK, mau ikut rapat penting engga…
TK: apa itu Pak…
TF: kita mau test ESD system kita
TK: apaan tuh….(wah ini kesempatan gue ngorek2 yang aneh dari doi nihhh, hi..hi…)
TF: hhhhhh, dia mendesah napas panjang, pokoke elu mau ikut kaga. Nanti abis itu elu baru gue tatar apa itu arti ESD…
TK: OK deh (sialan, apaan lagi nih…)
Gedung itu besar, mirip meja bundar. Terlihat para superintendent pabrik minyak dan pabrik gas duduk dengan angkernya. Disisi lainnya ada gas coordinator, itu tu, yang ngatur koordinasi pasokan gas ke bontang. Dan lagi-lagi Pak TF itu yang ngomong….
TF: bapak bapak sekalian, program ini akan memastikan pabrik kita itu sampai di mana tingkat keamanannya, dan bla..bla.bla. .Untuk itu adalah sangat penting untuk memverifikasi Emergency Shutdown System kita guna menyakinkan sampai berapa tingkat kehandalannya, sehingga kita akan dapat gambaran, tindakan apa yang harus dilakukan, dan bla..bla…
Si TF ini cerita lancar, termasuk ketika ditanya kemungkinan yang terjadi kalau ada instrumentasi yang gagal bekerja dan menimbulkan overpressure. .
TF: Well…, tenang bapak2, kita masih punya proteksi pabrik selain ESD, yaitu PSV and bla..bla…. Lalu gas coordinator menjelaskan waktu yang tepat untuk melakukan itu dan seterusnya, sampai pengaturan orang2, dst..dst…
TK: (oh, ESD itu Emergency Shutdown System toh, apaan lagi tuh, perasaan engga pernah denger sebelumnya) Si insinyur TK itu hanya diam saja sepanjang rapat. Sampai rapat berakhir, dia hanya dianggap angin lalu….kasihan
Si insinyur TK itu membuntuti Pak TF: Pak…
TF: Apa dik (sambil dia senyum-senyum)
TK: (memang empet gue liat mukanya, tapi gimana donk, gue butuh dia men…) Apa sih sebenarnya ESD itu..
TF: elu kaga tau lagi yach, pantes aja tadi di rapat elu cuma diem kaya arca ha..ha..ha.. Ok ikut gue ke shop…
Di shop……
TF: Gini young man, sebelum elu nanya hal-hal yang usang, gue tanya sekarang, emang waktu ngebuat pabrik, setelah elu ngelakuin FEED, elu buat apa
TK: (astaga naga, dia anggap yang pengen gue tanya ini udah usang baginya, eh dia tahu FEED juga men..) Ya buat PFD dong
TF: pake hysim-mu yang tunak itu, gitu…
TK: betul pak..
TF: abis itu…
TK: ………… ……… …(apaan yach, gue koq kaga tau) engga tau pak
TF: ha..ha..ha.. ..Elu itu ngaku2 insinyur proses, abis buat PFD kaga tau
harus apa ha..ha….Elu pikir pabrik kita itu cuma diatas kertas lalu langsung jadi….kalau gitu sih mendingan elu belajar sama orang yang buat Candi Prambanan… ..masa dulu engga diajarin…
TK: (Kurang ajar dia…) wah, jangan bawa-bawa masa lalu segala dong
TF: emangnya kenapa…denger2 elu kan ngerancang pabrik kimia sebelon lulus, terus udah lulus gini kok bego ha..ha..ha..
Si Insinyur TK cuma diam aja. Dia keliatannya udah kebal dengan perangai si tua aneh TF ini. Suasana diam sesasat, lalu si pak tua TF itu ngeluarin selembar kertas dan mulai corat-coret sambil mulutnya ngebulin asap rokok dan nyerocos dengan fasihnya. Tapi intinya adalah dia menjelaskan safety hierarcy pabrik kaya gini
Typical Layers of Protection in Modern Chemical Plants
1. Process design
Inherently Safe Process
Inherently Safe Equipment
2. Basic Process Controls & Process Alarm and Operator Supervision
3. Critical Alarms, Operator Supervision, & Manual Intervention
4. Automatic Safety Instrumented System
5. Physical Protection ( Relief Devises, PSVs )
6. Physical Protection ( Containment Dikes )
7. Plant Emergency Response
8. Community Emergency Response.
TK: Pak, pasti bapak punya bukunya, copy donk
TF: enak aja lu, beli dong, masa gue aja punya eh elu yang ngaku2 rajanya pabrik kaga punya?
TK: Ok deh Pak, wong sama temen aja
TF: OK, nih ta’ pinjemin, tapi jangan kaget ngeliatnya.. .
TF: Dia ngeluarin buku itu sambil jari keriputnya menuding sampul seraya ngomong “What the hell is this?”
TK: Astaga naga, ada lambang AIChE dengan manisnya tertera di sana ….Kenapa gue kaga pernah liat ini dulu di kampus yach (bertanya sendiri)
TF: Dik, wong gue aja heran elu sampe kaga tau dapur sendiri, …..yang gini2 sudah di jual bebas bak kacang goreng di luar sana . Dosenmu itu punya,
pasti punya, mereka itu kan ikut anggota AIChE seperti saya ikut anggota ISA, mungkin disimpen kali biar jadi juara kelas ha..ha..ha.. .
Si TK itu tertunduk lesu sambil memegang 2 buku utama yang berlambang institusi teknik kimia yang kesohor itu….
Cerita selesai frend……
………… Si TK itu ya saya sendiri….gents
dan si aneh itu kemudian dipercaya manajemen jadi Lead Engineer. Suatu jabatan profesional yang biasanya cuma bisa diduduki oleh orang-orang teknik kimia. Ternyata…. di balik kata-kata “bego”-nya yang bertubi-tubi, dia bermaksud membuat saya bangkit untuk maju. ….Ingat dik, jaman sudah berubah …..be prepare, mau globalisasi loo…
Sebenarnya, masih banyak hal-hal lain yang kalau diceritakan akan membuat saya malu sendiri. Biarlah saya simpan sebagai kenangan saja…. Buat bapak2 dosen dan ibu2 dosen,saya mengucapkan terima kasih atas bekal-bekal yang telah diberikan sehingga saya bisa mengikuti celotehan si tua TF yang aneh tadi, meski harus jungkir balik. Keliatannya eksistensi kita mendapat ancaman yang serius, dari sebuah jurusan yang dulu letaknya di pojok, yang
himpunannya pake gambar tengkorak lagi…
Kalau saya boleh saran, sebaiknya adik2 kita diberi bekal yang lebih banyak lagi, tapi yang membumi…Kalau buat saya mungkin sudah terlambat…
Oh ya, satu lagi, saya tak berani untuk menyampaikan salamnya ke Pak Arifin Wardiman jika saya berkunjung ke ITB, abis…nanti saya takut tidak bisa menjawab jika dia bertanya macam2…… .
Salam
Cahyo Hardo
Field Process Engineer
Field Engineering Department
VICO Indonesia
phone: 0541-525309
ian
Januari 26, 2009 at 12:51 pm
^^
keren…
beneran tuh…
intinya, manusia mesti selalu siap buat belajar yak…
jadi tambah pengin masuk TF…
smoga bisa, amin…
icarus
Januari 27, 2009 at 4:17 pm
TF insya Allah jg bisa bersaing kok
hidup TF!!!
TF ITB 08
Februari 3, 2009 at 1:44 am
@icarus:
beneran lo mw msuk TF??
coba aja lo angkatan 08 FTI
PASTI lo masuk TF.
soalny peminat ny dikit bgt
dari kapasitas 125 orang yg mw masuk
20 ORANG DOANK.
yg laen pada mw k tekkim ama TI.
Tapi klo k depan gw yakin bakal lebih banyak lg
yg pengen ambil TF.
Apalagi ITB sekarang lagi bikin kampus riset di Delta Mas, Bekasi.
dan salah satu gedung yang bakal d bangun adalah
lab. nanoteknologi termodern d Indonesia, bahkan mungkin d Asia Tenggara.
Selesainya palin cpat 2011 dan bisa d gunakan oleh angkatan 2007
kagak percaya?? masuk TF dong
lha wong kepala perencanaan pembangunannya aj salah satu dosen wali TF kok
maketnya bisa diliat di kantornya.
terima kasih
TF ITB 08
Februari 3, 2009 at 1:51 am
asw2…
kalo cewek ambil jurusan teknik fisika bagus gak ya?
lia
Februari 6, 2009 at 2:00 pm
@ lia
bagus..!! kamu tau dirut pertamina sekarang ???
KAREN AGUSTIAWAN, lulusan TF ITB
dia jadi perempuan pertama yang menduduki jabatan direktur utama pertamina !!!!
cukup inspiratif ???
interholic
Februari 7, 2009 at 1:01 am
mas, mw nanya
bagusan mana, TF ato TK??
saya liat di situs salah satu perusahaan minyak dunia yang sangat terkenal,,
di sana sepertinya mereka lebih membutuhkan TK daripada TF
ada ga peluang bwt TF berkarir d perusahaan minyak??
angga
Februari 7, 2009 at 5:33 am
@angga: baca2 postingan sebelumnya mas, TF bisa kok kerja di perusahaan minyak, nih liat di sini, sekedar info
http://usm.itb.ac.id/publik/Prodi/133.htm
icarus
Februari 7, 2009 at 11:16 am
Pertamina = perusahaan minyak
dirutnya lulusan FT jadi…
astra
Februari 8, 2009 at 10:43 am
iya hebat tuh dirut Pertamina yg baru, salut deh pokoknya…
btw dia lulusan S1 aja ya? Keren loh S1 bisa jadi dirut, karirnya mantab.
amin
Februari 12, 2009 at 6:26 am
bener, lulusan S1 doang, tapi pengalaman segudang tuh…
btw di FTI urutan jurusan yg paling diminati dari atas ke bawah tuh: Tekim, Tekin, Tekfis ya?
kalo iya, berarti setelah bisa masuk FTI, untuk ke Tekfis jalannya lebih lebar dong, apalagi kalo bener2 pemintanya dikit…
icarus
Februari 13, 2009 at 2:07 pm
Sebenernya, pertanyaan utama adalah pilihan antara FT ITB dan TF UGM, dan keterangan mengenai prospek masing masing,,
yang saya tau, prospek keduanya sama sama bagus dek,
namuun yang harus kita ingat,
“semua tergantung adek sendiri, banyak alumni sukses (dari jurusan apapun, institusi apapun) adalah orang yang semangat mengembangkan diri sendiri, bangga pada almamaternya, tapi tetep menghormati orang lain”
tetep semangat,
work together for our indonesia,,, ^^
Ardhie
Februari 16, 2009 at 2:46 am
hidup fisika teknik Indonesia…!!!!!
pras_fistek
Februari 16, 2009 at 6:56 am
Mau jurusan Teknik Fisika atau Teknik Elektro kek, yang penting jangan sampai membanggakan diri, karena semua kebanggaan diri itu akan menjadi laksana debu beterbangan ketika maut sudah menjemput & hanya amal kita yang menyertai kepergian kita menghadap-Nya.
Saya masuk TF dulu karena suka fisika & bingung milih jurusan yang paling cocok. Setelah masuk TF lalu bergulat dengan bermacam-ragam wacana / pemikiran ternyata membawa kesimpulan bahwa: mau tekfis, elektro, mesin, atau tekim kek yang penting niat kita dalam menjalani setiap gerak-langkah kehidupan ini, apakah memberikan manfaat untuk diri sendiri & sekitar atau justru sebaliknya.
So, hilangkan sekat-sekat kebanggaan terhadap jurusan masing-masing, di akhirat nanti Anda2 tidak ditanya jurusan apa yg dulu diambil di dunia!
Alumni TF
Februari 16, 2009 at 10:19 am
Komentar yg berbobot. setuju pak! ilmu apapun yg kita pelajari semasa kuliah asalkan dgn serius pasti hasilnya tidak sia2. pilih jurusan sesuai minat/kemampuan lo, gak usah resah/bingung. santai saja lah.
Rgds,
Propulsion Planning & Logistics
http://www.emiratesengineering.com
Alumni PN
Februari 16, 2009 at 6:22 pm
Sebenernya mau jurusan TF, Tekim ,Elektro dsb ga ada pengaruhnya
kapabilitas akan sesuatu,, semuanya kembali ke individu masing2..
satu lagi,, jgn merasa paling hebat di anatara yg lainnya…
KITA HIDUP DI DUNIA INI BUKAN UNTUK SALING MENYAINGI,,TAPI UNTUK SALING MELENGKAPI
anak ft ITB
Februari 22, 2009 at 3:18 am
Gue sering baca koran di periode 2008-2009 ini sering gue baca biografi pejabat yang baru dilantik;
- Dirut Pertamina yang baru = Karen (s1 TF ITB )
- Kepala Dewan Riset Nasional (DRN) = Prof.andrianto
- MENRISTEK = Kusmayanto Kadiman ( TF ITB)
Hmmm…..mungkin karena belajar system control kali yah sehingga ga hanya otak nya tersistem dan terkontrol mungkin……………..
Kebetulan ada teman masuk disana,,
seseorang di jakarta
Februari 22, 2009 at 4:45 am
Saya salah seorang alumni TF-ITB sekarang bekerja sebagai Instrumentation, Control & Automation Engineer di salah satu PSC oil & gas di Indonesia.
Dulu pada saat jamannya UMPTN pilihan pertama saya Teknik Elektro ITB, pilihan kedua Teknik Fisika ITB.
TAPIIIII, saya bersukur dan berterima kasih diterima di pilihan yang kedua karena di TF saya menemukan disiplin ilmu yang sangat luas, ada ilmu listrik, ilmu statistik, ilmu proses, ilmu termodinamika, ilmu HVAC, ilmu heat & mass transfer, ilmu intrumentasi, ilmu kontrol, ilmu akustik, ilmu optik fiber, ilmu material, ilmu energi surya, ilmu nano
Nah loooo kan hampir semua elmu2 itu dipake didunia kerja.
Jadi kebayangkan kalo anda menguasai 50%nya saja, memasuki dunia kerja rasanya gampang kan………
Siapa bilang TF itu nanggung?????
Orang2 yang bilang TF itu nanggung pasti bukan orang TF.
Ya wajarlah kalo mereka komentar seperti itu karena mereka belum mendapatkan pencerahan apa itu TF.
SATU LAGI yg tak kalah penting,
Sarjana TF di indonesia itu langka, sedangkan kebutuhan akan intrument & control engineer selalu ada.
Coba bedakan dengan jurusan2 lain, elektro misalnya, sudah berapa ribu sarjana elektro di indonesia ini? belum lagi dari universitas swastanya……..bandingkan dengan lapangan kerja yg ada.
Jadi, gak salah milih TF…..
Dwi Satriya Nurmansyah
Februari 23, 2009 at 2:20 pm
wah2….! blognya makin rame aja nee…!!
maw nanya ni…! klo tf pengen msk ke perusahaan oil & gas prospeknya gede g sih?? trs saingannya gmn??
mohon pencerahan bwt kk tf…!
-terymaksyh-^^
cupu_man
Februari 26, 2009 at 4:49 am
Bwt jurusan EL*****
yg merasa jurusannya adalah superior…
jgn merasa menjadi katak dalam tempurung…….
dalam sebuah presentasi On Job Traning di sebuah perusahaan fertilizer terbesar di indonesia
seorang sarjana elektro yang memilih bagian instrumentasi telah 3X prsentasi di hadaan bapak2 STM maupun Sarjana untuk syarat kelulusan OJT tetapi tetap gagal….
asal taw saja yang menjadi pembimbingnya adalah sarjana teknik fisika dan dia satu-satunya sarjana elektro di bagian itu.
akhirnya karena kasian dia diterima dan dipekerjakan di anak perusahaan………
sarjana elektro yang beruntung…….
anak_pantai
Februari 26, 2009 at 1:49 pm
mas, saya bner2 tertarik nih pngen msuk TF….
tapi, kira2 wkt kul nya berat g ya…..
cz, kt kan cewek gt…..
banyk yang blg sih….cwe tktnya g snggup sma krjaanya nti….
tks ya mas:-)
lia
Februari 27, 2009 at 3:02 pm
lha…..
bu karen…
dirut pertamina yg baru…..
bkannya dr teknik fisika y??????
anak_pantai
Maret 6, 2009 at 5:18 pm
betul itu..mana tek elektro ?
calon mahasiswa tf
Agustus 3, 2009 at 1:04 pm
dibawah ini link e-book engineering physics 50 years, mudah2an ada manfaatnya buat adik2 sma yang membutuhkan ‘peta’ seperti apa teknik fisika itu. salam.ard.
http://iatf-itb.openesc.com/index.php?option=content&task=view&id=86&Itemid=54
@rdcikalmart
Maret 24, 2009 at 3:54 am
@rdcikalmart:
wah, makasih mas, dari dulu nyariin itu, lumayan, nambah wawasan, jadi semakin tertarik ke TF :-)
sekarang saya sedang berjuang masuk sana…
icarus
Maret 28, 2009 at 10:31 am
Ayoo… Ayooo… Elektro vs Tekfis
(mode kompor :ON)
abstain
Maret 28, 2009 at 3:07 pm
saya Lulusan Teknik Elektro medik, rencanya mau melanjutkan L J Intrumenetsi medik di Teknik Fisika ITS…Ksih tau tau donk prospek ke depan dari bidang Instrumentasi medik di indonesia….. ???
idzoel
April 16, 2009 at 8:34 am
Teknis Fisika ITB itu jurusan buat anak2 yang bisa masuk Tek.kimia, yang IP tingkat 1 kecil….
kui
Mei 3, 2009 at 6:05 am
@kui:
komentar mas kui mengecewakan
anak FTI jg y??
justru sekarang ga kalah banyak anak2 yg bs masuk tekkim
tp malah milih FT
semuanya tergantung minat
ato jgn2 mas kui sedang membicarakan nasib sendiri?? :)
FTI 08
Mei 3, 2009 at 12:44 pm
Konon katanya..
Kurikulum dan dosen2 TF-IXX killer2 dalam penilaian. karena menurut mereka standard TF-IXX akan disamakan dengan kualifikasi ABET (www.abet.org). International Standard plus2 dengan sertifikasi ke-insinyuran pulaah..
dulu Ketika masa trial dijalankan tiap tahun ada saja mahasiswa TF-IXX yang stress, drop-out dan gagal lulus..
So hati2 masuk ke jurusan tersebut.. not for the faint hearted..
segi positif lapangan pekerjaan menjadi semakin international.
sukses selalu
bersama joni humarapus
Joni Humarapus
Mei 7, 2009 at 7:47 am
Saya baru lolos fti itb lwt usm daerah…
taun kedua mending masuk tekim atw tekfis ya?
mohon pencerahan
btw persaingan di fti gmn,, brat ga?
nugross
Mei 7, 2009 at 10:10 am
Halo,
numpang tanya……
saya maw msk FT UGM by SNMPTN (UM Teknik nuclear g ktrima T_T), kira2 peluangnya besar g ya????? Brp percent??????
Bravo Engineering Physics!!!!!!!!!!
Please reply…….
Axa
Axa
Mei 11, 2009 at 3:19 pm
hilangkan sekat-sekat kebanggaan terhadap jurusan masing-masing, di akhirat nanti Anda2 tidak ditanya jurusan apa yg dulu diambil di dunia!
netral
Mei 14, 2009 at 5:50 pm
@Joni Humarapus
soal Abetnya memang benar.
tapi soal “Kurikulum dan dosen2 TF-IXX killer2 dalam penilaian” itumah relatif tergantung cara pandang masing2 orang, klo gw sih sebagai mahasiswa di TF-IXX gak ada masalah.
dan soal “tiap tahun ada saja mahasiswa TF-IXX yang stress, drop-out dan gagal lulus” itumah bukan cuma di TF-IXX aja tapi hampir disemua jurusan2 di-IXX juga kaya gitu. sering gw liat anak IXX lagi jalan dikampus suka ketawa2 sendiri ^_^’.
2769849
Mei 29, 2009 at 12:53 pm
udah-udah orang tanyanya 2007 smp skarang msh dijawab aja,,,
ngeloco di kosan
Juni 27, 2009 at 10:21 am
maff sebelumnya,
saya dihinggapi kebingungan mengenai pilihan apa yang harus saya pilih,
antara S1 T. Informatika IT Telkom Bandung dengan STAN Jakarta..
mohon berikan pencerahan kepada saya manakah yang memiliki prospek kerja yang lebih bagus…trims
Hanung Adittya A
Juni 29, 2009 at 8:41 am
kebetulan banged q anak teknik fisika d ITS,,,
jadi kyak sales yang lage promosiin jurusan
yang q tau yaw,,, peminat teknik fisika tuh dikit loh….
lok suka fisika mending ke fisika murni ja..
soalnya beda fisika murni sama yang teknik
bedanya lok fisika murni 2 ya memperdalam j pa yang qta pelajari di sma jadi lebih ahli rumus
klo yg teknik,,,lebih keaplikasi rumusnya,
jadi ada rumus apa qta calon teknisinya yang buat alatnya getoh…
mangkanya q rada sebel klo dkira fisika murni
bukannya q skeptis ma fis murni
pi loh mang bukan i2 jurusan q
keunggulan tekfis????
loe mw kerja dimana ma bagian apa bisa…
dan yang dipelajari d tekfis 2 mencakup mesin, elektro, kimia (dikit), industri, termodinamika (ini yang penting), bahasa (hehehe),,,
lok dsini nmaX yak avatar getoh,,,
yang jlaz mang kontribusi ortu pling besar
pi masa depan loe ya punya loe!!!!
GAN bATE
ilusepha
Juli 1, 2009 at 1:15 am
Aku kebetulan anak Teknik fisika “00, di itb disebut FT atau TF, sekarang kerja di salah satu minig company sebagai Contract Specialist…idealnya emang jadi intrument engineer tapi rejekinya disini, and sekarang baru nyadar dengan apa yang dibilang anak-anak teknik fisika yang lain kalo TF = Teknik Flexibel hehehe…
intinya, mau kuliah jurusan apapun juga kalo di tekunin dengan baik pasti rejeki ngga kemana deh…(secara udah ada yang ngatur :))
Banzaiiiiiiiiiiiiiii…
Skuleeeeeeeeer 3x..
Skuleeer
Juli 1, 2009 at 1:10 pm
VIVAT TF……….!!!
alumni nya dmn2 ada…….ada2 aja…
skr aku masuk disperindag seksi MEtrologi (penera)…
so TF ternyata bisa juga jadi PNS… :)
ga nyesel kalo km masuk TF..mo ke BUMN,PNS,Swasta bisa smuaa….
bowie
Agustus 3, 2009 at 1:02 am
bener2..
TF emg lebih besar prospeknya..di TF gag hanya mempelajari kulitnya aja, tapi keseluruhan,..
TF bisa tek mesin, elektro, kimia, industri, bahkan pertambangan sekalipun..
hehehe
calon mahasiswa tf
Agustus 3, 2009 at 1:02 pm
wah….tambah naik dong passing gradenya ni tf ??….banyak saingan
maba'09
Agustus 18, 2009 at 10:17 am
Saya bukan siapa2, kuliah di teknik juga tidak, tapi saya ‘gumun’-ndeso ya…pada diskusi teman2 semua, pokoknya lucu2 deh :) Banyak fakta, sekolah tidak berbanding lurus dengan bidang kerja atau rejeki. Ada banyak teman2 yang ga gathuk antara sekolah dan profesinya sekarang.
Lulusan sejarah-ugm jadi pengusaha hortikulture
Lulusan ti-itb jadi pengusaha bakmi terkenal
Lulusan sastra inggris jadi pengembang perumahan
dan Dirut Pertamina adalah lulusan tf-itb
jadi sekolah saja yang bener,
hasilnya akan datang dengan sendirinya….
Arya
Agustus 19, 2009 at 4:38 pm
bener2… yg bingung apa itu TF adalah BUKAN orang TF. jadi yang sudah masuk ke TF pasti tau kemana arah untuk melangkah.
soal dimana kuliah… gue yakin, yg jelas adalh usaha loe buat maju.
PLEASE… bangga kpd jurusan boleh, tp jgn berlebihan. gue liat fenomena kalo anak2 ITB terlalu angkuh dgn almamaternya. apa dikira orang2 UGM ato ITS tdk brani bersaing dgn ITB???
yup….
koes
September 15, 2009 at 2:48 pm
mohon nanya apakah sama jurusan d3 fisika instrumentasi dengan d3 elktromedik,sebab aku bingung dengan penerimaan cpns tahun ini.dimana jurusan d3 elektromedik banyak diterima di setiap pemkab???????????
besli munte
Oktober 30, 2009 at 3:39 am
Makasih…
Indonesia Page – All About Indonesia
The Adsense Site – Guide to Online Adsense Earning
onesimpletech
Oktober 30, 2009 at 5:31 pm
sama aja lah…
memang di indonesia banyak orang bukan jurusannya yang memegang kendali utama :
kayak bu karen ( TF ITB di pertamina )
pak rinaldi ( arus kuat ITB di telkom )
kalo ga salah yang megang chevron dan Telkom di Indonesia banyak anak arus kuatnya ( CMIIW )
cuma kalo saya liat memang dari sisi materi kuliah lebih ringan TF daripada Mesin dan elektro, pengalaman teman saya anak FT cerita2 sharing dengan saya….
CMIIW
vivato ***!!!!
anak _elekttro
November 3, 2009 at 5:46 am
Waduh.. jangan salah smua..
Menristek kita sebelumnya : Pak Kusmayanto lulusan Teknik Fisika ITB lo..
Dirut Pertamina : bu Karen Agustiawan itu lulusan Teknik Fisika ITB juga lo..
Jadi ga usah takut ya.. anak Teknik Fisika..
nar
November 7, 2009 at 9:03 am
iki postingan opo seh.. uakeh eram..
yo wes seng penting ojo jotos2an yo…
vivat TF.. vivat solidarity.. together.. forever..
(F39) 2404.030.023
MARKI
November 7, 2009 at 3:41 pm
Jadi makin pengen ke TF
andri
November 15, 2009 at 7:36 am
mmmm wah kayaknya dah redanih gado- gadonya…!!!! ya iyalah wong semuanya dari sayur mayur kok sopasti enak dimakan oklah peace yaw
Arman
November 16, 2009 at 5:31 pm
sepertinya yang nanya sudah gak butuh jawaban lagi..
mungkin dia sudah kuliah di Fakultas non teknik, bukan di elektro, mesin atau teknik fisika. :)
hanya untuk mencoba mengingatkan kepada semua adik2 sma yang berniat melanjutkan kuliah… jangan pilih cuma karena gengsi, pilih karena kamu tahu dan merasa cocok.
harmoer
November 17, 2009 at 5:51 am
POKOKE TF ITS IS THE BEST… boleh di adu,,,yg lain jgn banyak ngomong!!!!!
wong ndeso
November 21, 2009 at 8:19 am