Perusahaan yang menahan ijazah pegawainya?
Februari 23, 2008 — priandoyo“…Mau tanya nih. kalau ada perusahaan ingin menyimpan ijasah asli kita apakah aman? serem kan kalo ilang. soalnya ada kasus temen saya ilang -_-’…”
Chris,
“…seperti ajang merekrut para freshgraduate yang kemudian diikat kontrak plus ijazah ditahan dengan gaji rendah banget (dengan alasan “kan km lg kita training”) training dan kerjanya nothing spesial kaya MT2 lainnya..”
Happy,
Ada yang punya pendapat? bagaimana perusahaan yang menahan ijazah pegawainya? pernah kejadian hilang. Kalau di kampus saya, ijazah yang hilang tidak akan diganti, hanya akan diberi keterangan ini ijazah pengganti. Repot kan kalau sudah begini













Februari 23, 2008 pukul 3:20 am
Ada teman saya kerja juga ditahan ijazahnya. Awalnya dia ngak kasih, dia blg belum keluar ijazahnya. Beberapa bln kemudian terus diminta, akhirnya dia quit, karena ngak mau ijazahnya ditahan.
Februari 23, 2008 pukul 4:34 am
aduh… jangan pernah mau deh kalo ada yang nahan-nahan gitu… murid saya dulu ada yang gitu.. langsung tak suruh minta dan gak usah terus magang di sana :!
Februari 23, 2008 pukul 3:10 pm
Bener. Riskan banget kalo ijazah ditahan. Kalo ilang, walaupun ada pengganti, tetap aja itu bukan ijazah asli.
Februari 23, 2008 pukul 3:28 pm
kalo gaji masih memuaskan ya ngga masalah sih ijasah dipegang, paling hanya untuk beberapa waktu aja khan. kalo perusahaannya cukup bonavid/besar pasti juga ngga akan tu ijasah disimpen sembarangan, setidaknya itu yg saya alami saat ini :P
Februari 23, 2008 pukul 3:34 pm
Amat bertentangan dengan hukum perburuhan Internasional Pak. Dimana setiap buruh/pekerja berhak memperoleh hak untuk tetap menjaga milik pribadinya.
Kecuali, perusahaan pada contoh kasus di atas adalah perusahaan yang sengaja mengindahkan hukum perburuhan internasional (ini artinya perusahaannya illegal). Atau ada di negara yang bukan dalam list anggota bagian hukum perburuhan nasional. Contoh; negara-negara bukan bagian PBB.
Semoga ada komentator lainnya yang bisa menambahkan (atau mengkritik). Terimakasih.
Februari 24, 2008 pukul 4:36 am
@arifkurniawan: Wahhh… baru tahu kalo bertentangan dengan HPI!
Februari 24, 2008 pukul 4:36 am
Penahanan ijazah oleh perush itu membahayakan tenaga kerja. Awas, hati2. Sepengetahuan saya dampaknya buruk buat yang punya ijazah apalagi jika g betah kerja di sana.
Februari 24, 2008 pukul 8:41 am
riskan…. kalo ada apa2 susah
tapi biasanya ini berlaku bagi karyawan yg urusannya dgn duit. ( pengalamanku :D )
Februari 24, 2008 pukul 3:10 pm
kalo pake ijasah palsu yah pek-pek en
Februari 25, 2008 pukul 5:55 am
ada pengalaman dari temen
dia apply ke maskapai penerbangan lokal yang baru mo buka.
ketrima, kemudian training, setelah itu gak jelas kapan mulai kerjanya, dan ijasah ditahan. Setelah lama gak ada kepastian, akhirnya temen saya tadi bermaksud mundur dan kena denda 13 jt (itu yang paling murah).
Jadi mending pikir2 dulu aja kali ya kalo blom kerja tapi dah maen tahan ijasah.
Februari 25, 2008 pukul 7:53 am
tapi bagaimana kalo BPK a.k.a. Badan Pemeriksaan Keuangan yang menahan ijazah mu? Soalnya formasi CPNS thn 08 ini menjelaskan kalo kita fix jadi PNS di BPK, ijazah kita akan ditahan. Gmn tuh??!!
Februari 25, 2008 pukul 1:31 pm
Ijazah saya dulu juga ditahan, dan ini telah ada perjanjiannya, karena selama pendidikan dibiayai oleh perusahaan dan ditahannya adalah sampai batas waktu tertentu…kecuali jika ybs mau keluar dan membayar ganti rugi sebesar uang pendidikan yang telah dikeluarkan perusahaan tsb. Menurut saya ini sah saja, karena memang diperjanjikan sebelumnya, sehingga bagi yang tak mau, ya tak perlu masuk ke perusahaan tsb.
Awalnya perusahaan banyak mengirim pegawainya ke luar negeri untuk disekolahkan, bayangkan setelah dibiayai mahal, plus dapat mengajak anak isterinya, mereka keluar begitu saja….yang penting ada kesepakatan di awal, dan masing-masing pihak menyetujui kesepakatan tsb.
Februari 25, 2008 pukul 3:18 pm
Ijasah saya jg dthn mas:p insyaAllah c aman kalo d sdb,heheheh
Februari 25, 2008 pukul 10:13 pm
Menurut hemat saya, ijasah itu adalah hak dari yang belajar dan berusaha mendapatkan gelar tersebut. Kalau ada perjanjian yang dilanggar seperti contoh pindah ke tempat kerja lain padahal sudah di training atau dibiayai maka bisa di bawa ke pengadilan untuk hal tersebut.
Lebih baiknya sih buat copy dari Universitas, lalu simpan yang asli dan berikan yang fotocopy kepada perusahaan.
Februari 26, 2008 pukul 3:33 am
ya ngga apa apa tho.. just make sure first that the firm has adequate SAFE storage guys.. jangan ampe ada bencana ijasah kita ikut musnah juga
perkara mau bayar penalti kalo langgar kontrak ya itu risiko dari awal sewaktu teken kontrak dong.. jangan cari pembenaran buat diri sendiri trus nyalahin companynya dong, kan anda yang engage duluan ke company itu.
kalaupun terpaksa ijasah ditahan, LEARN carefully the contract first, jangan cuma dibaca aja, make sure mereka bisa assure kita terkait keamanan ijasah kita itu..
just analyze, analyze, analyze carefully the firm first.. ^^
Februari 26, 2008 pukul 8:48 am
wah, salah satu PMA korea yg setelah kerja 2-3 tahun baru pegawainya diangkat jadi permanent juga sistemnya nahan ijazah. dan kalau gak diperpanjang barudiberi tahu ke orangnya seminggu sebelum deadline.
mati kutu, gak sih ?
sementara kalau anaknya resign duluan, disuruh ganti rugi .. gaji per bulan dikalikan jumlah bulan kontrak yg belum dilakoni.
ada tuh temen yg harus ganti sampai 9 juta. padahal dia cuman pindah kerja jadi pns, karena ndak kuat dirudapaksa di perusahaan korea itu. :)
mbobol kartu kredit deh jadinya :p
Februari 26, 2008 pukul 8:53 am
salah satu alasan tahun lalu gak ambil BPK yah karena hal itu :) habis, pegawai BPK yg dinyatakan diterima, begitu ditaruh di daerah,pada kabur sih … terutama yg udah punya keluarga, baik bapak bapak maupun ibu ibu.
pikirannya daripada di masa depan depan saya mengkhianati bpk karena tak kuasa pisah dgn anak istri, yah, jadilah bpk di lepas. :)
Februari 26, 2008 pukul 1:41 pm
Ternyata orang Indonesia itu sangat menghargai ijazah. Pada hal itu kertas saja. Saya sering menemukan orang menyerahkan fotocopy ijazah kepada saya. Kepalsuannya bisa dilihat di tempat tempel foto yang dicap. Juga tempat nama yang dihapus dan ditulis lagi. Saya kasihan memang. Tetapi saya mau mengerti. Saya butuh tenaga dan otaknya. Walau pada satu sisi ada kebohongan. Dan saya suka menegur hal ini.
Ratusan lulusan dari sekolah kami tidak suka menyebut nama gelar. karena kepandaian harus dibuktikan.
Seorang Tamatan magister dari Universitas UI yang melamar kerja. Saya mewawancarai. Saya rasa dia tidak pintar. Tapi dia lulus. Dan bos saya , yang orang asing juga tidak menghargai ijazah itu.
Perusahaan yang menahan ijazah mungkin pimpinannya orang feodal yang menghargai gelar, yang gelarnya juga beli. Dia tahu mahalnya beli ijazah.
Begitu banyak anak kaya Indonesia yang sekolah di luar negeri karena tidak lulus tes di kampung sendiri. Di negeri orang mereka bisa buat apa? Mereka duduk di cafe dan beli ijazah dari universitas pinggiran. Pulang kampung pakai dasi dan memimpin. Modalnya cas cis cus bahasa Londo, Sok gede kepala tapi otaknya kecil. Kata teman itu alasan Indonesia jatuh. Makanya jangan percaya pada ijazah tes kepandaiannya.
Februari 27, 2008 pukul 4:38 am
banyak yg pilih sekolah keluar negeri, karena ada quota china di universitas negeri. ini sudah rahasia umum :)
coba ajah, SMA kristen 1 pintu air itu hampir selalu juara perolehan danem tertinggi selama puluhan tahun. tapi coba hitung, berapa orang lulusannya yg masuk universitas negeri. :p padahal jelas, ketika belum lulus, tiap tahun mereka selalu kirim siswanya jadiwakil di olimpiadi fisika dan matematika level internasional.
Februari 27, 2008 pukul 8:14 am
Buat teman yang menyuarakan SMA kristen 1, Pintu Air.
Kasihan memang soal rasialis , sukuis atau primordialis masih mengungkung orang kita. Kita masih ketinggalan. Kita masih tanya putrane sopo? Yang tukang becak ya kembali ke habitatnya. Yang pengeran bekerah putih bersih berhati kotor, itulah kelasnya. Untuk yang orang indonesia, maaf pakai huruf kecil karena saudara yang moyangnya china suka dikelaskan lain. Jangan-jangan sebelum kasih ijazah lihat dulu nama ayahnya. Lihat kalau urus KTP dan Imigrasi saudara saya ini lebih susah. Maaf ya….. Kita sama berjuang yang gitu biar hilang. Lihat sana si hitam Obama, yang pernah beria-ria di gang sempit Jakarta, bisa bikin pelajaran bagi kita sehingga kelak si Liong bisa naik mimbar istana yang merdeka. Tinggalkan sikap gelap rasialis, sukuis, primordialis dan mari menyongsong fajar Indonesia yang ramah bersaudara , dimana gema adzan yang halus syahdu dan Aleluya bertaut rapat menyejukkan.
Februari 27, 2008 pukul 8:59 am
Untuk urusan ijazah yang main tahan, aku paling gondok soal itu. Pasalnya aku juga pernah ngalamin bro pada perusahaan sebelumnya di bilangan Rawa Bambu Pasar Minggu Jaksel. Gara2 masalah itu aku malah udah nggak serek kerja disitu dan alhamdulillah sebelum dead line pengumpulan ijazah aku dah pindah perusahaan. Tapi kasihan teman2ku yang terpenjara diperusahaan yang digaji boleh dibilang menyesakkan. Aku pikir ini akal2an perusahaan supaya : 1. Karyawan apes tsb menerima gaji apa adanya karena mereka tidak bakalan berontak. 2. Menjaga jumlah karyawan kalo load kerjaaan lagi banyak2nya. 3. Perusahaan tsb cuma pengen meres keringat karyawannya ampe keringat darah. 4. Perusahaan tsb emang dasar dableg, katro, dan pelanggar hak azasi orang untuk berkembang. Bagusnya kalo anda mendapat pengalaman seperti itu, berontak dan maki2 pimpinannya tapi jangan lupa cari backup perusahaan dl tentunya, dan akhirnya ambil jurus langkah seribu…heee..hee…
Februari 28, 2008 pukul 7:22 am
lho ada tho perusahaan yang suka menahan ijazah kita..? saya 6x pindah perusahaan telco baik operator & Vendor. Tak satupun yang minta ijazah saya… dan hanya 2 company yang cukup minta copy ijazah. katrok bener tuch perusahaan yg suka nahan ijazah
Maret 2, 2008 pukul 1:47 am
klo perusahaan yang pke ditraining dlu biasanya emang ditahan ijazahnya..karena mereka ngeluarin biaya buat training kita…n takutnya setelah ditraining mereka kabur lagi…hehehe…
saya juga pernah ngalamin seperti itu…tapi karena ga mau ditahan ijazahnya ya cari yang lain aja….
Maret 3, 2008 pukul 4:45 am
sepanjang yakin dengan reputasi perusahaannya, ya boleh2 saja. di kantorku ijazah ditahan, tapi hanya untuk 3 tahun.. sesuai dengan kontrak wajib kerja setelah menjalani traning yang tentu biayanya tak sedikit. Jika belum 3 tahun tapi mau pindah kerja, tinggal minta dan mengganti sejumlah biaya yang telah disebutkan pada aturan waktu tandatangan jadi pegawai.. gitu..
Setelah 3 tahun, ijazah boleh diambil. Kalau mau pindah kerja ya monggo.. kecuali kalau menjalani ikatan dinas baru lagi, misal karena disekolahkan.. gitu..
Maret 9, 2008 pukul 9:37 am
wah pertanyaan dari saya ya yang dibahas ^^
perusahaan yg satu ini kemungkinan setuju saya ga naruh ijazah .. walau salary dipotong 500 rb :(
tp ya saya kira apalah artinya kalau dibanding dengan masa perjuangan kuliah 4 thn buat dapetin ijazah. :D
masi belum tau apakah akan diambil atau tidak, mengingat saya ada bisnis (walau kecil2an) yang tidak ingin saya tinggalkan
boleh mampir kalau mau liat lapak saya : http://cs-lighting.blogspot.com/
thx buat Mas Anjar :D
Maret 12, 2008 pukul 10:41 am
Gajah Tunggal tuh…. masih sering nahan ijazah orang ngga?
Udah gaji kecil pake nahan2 ijazah lagi…
Maret 18, 2008 pukul 5:07 am
Yang anehnya di kantorku (operator telco), ga pernah ditraining oleh perusahaan di bilang lagi training (OJT). Dah gitu pake tahan2 ijazah lagi.
Padahal kerja dah cukup berat. dan ada penaltinya kalau keluar sebagai ganti dari biaya training…
Untungnya saya ga mau kasih nih ijazah…
Mending keluar aja sekalian…
Setuju ga??:)
Maret 18, 2008 pukul 5:22 am
mas2, mbak2, saya mau tanya nih.
saya tinggal sign saja kontrak dengan Sigma untuk Java + SOA Trainee, katanya sih untuk balicamp di bedugul. tapi ijazah ditahan dan ada penalty, kotraknya 2 bulan trainee di surabaya, 4 bulan OJT di jakarta. Itu dapet 2 juta + home allowance 500 rb. lalu setelah itu kontrak 18 bulan salary bervariasi antara 2,5-3,5 jt tergantung performance semasa training. lalu masih ada renumerasi berdasarkan performance kerja lagi + jamsostek.
pertanyaan saya, bali kan tempat wisata. cukup gak tuh segitu ? terus biaya hidup di bali berapa sih ? rata-rata makan di warung, sewa kos2an, gaya hidup, gitu2 deh.
& saran2 dari praktisi2 senior lainnya, saya bingung banget nih.
Maret 18, 2008 pukul 5:23 am
oiya, penalty nya 6 juta jika keluar 2 bulan pertama, terus 18 juta antara 2- 6 bulan pertama, selanjutnya saya lupa
Maret 18, 2008 pukul 6:27 am
@jangan dipublish
Kalau 2,5 juta di bali saya rasa cukup.
Biaya kost2an yang non AC skitar 250rbu, saya selama 4 bulan disana, sehemat2nya saya habis buat biaya makan doang sekitar 750rb/bln.tergantung makannya dimana n ati2 kalau muslim disana banyakan daging babi.hihiihihihi….
saya juga gajinya segitu dulu pas di Bali udah bisa jalan2 tiap minggu…
Tapi ya harus pinter2 juga ngaturnya tergantung gaya hidup kamu…
Maret 19, 2008 pukul 1:07 am
Buat jangan dipublish Says:
Itu pegawai IT atau buruh Choy ?
gaji programmer kok murah banget .
Mending jualan mie ayam aja daripada prgramer gaji kuli .
Jualan mie ayam di jkt bersih sehari dapet 200 ribu
Sebulan tinggal kalikan aja … hehhehehe
IT memang gombal dan miris banget .
Mending ke Eropa atawa amrik perbulan minim dapet 5000 euro perbulan
April 1, 2008 pukul 3:24 pm
makanya itu sampai skr saya malah tetep berbisnis (jualan lampu mobil). walau masi kecil2an tp puas dan rasanya fun. daripada kerja dengan gaji minim
April 7, 2008 pukul 9:50 am
buat yg sedang cari kerja.
jangan pernah mau kerja di pt pyramid indo solution / indosol dan groupsnya.
karena owner nya si HT KAGA BENER.
dijamin KAGA BAKALAN BETAH.
apalagi gaji sering dipotongin tiap bulan .. waa .. kaga bener deh.
kalo mau pilih company lain saja
April 16, 2008 pukul 4:33 pm
Buat yang pengen nyari duit mending gak usah sekolah, jualan mie ayam aja atawa bakso, itu lebih baik daripada menghambur-hamburkan uang orangtua yang pada akhirnya cuma dapet gelar “pengangguran terpelajar”! Buat yang pengen pinter, baca buku aja sambil di praktekkin dengan sungguh-sungguh biar ada manfaatnya daripada sekolah / kuliah kerjanya cuma nyontek, gurunya / dosennya juga profit oriented, kapan majunya negara Indonesia kalo kayak gini mulu. Ada yang bilang, jaman sekarang adalah jaman cari uang, maka carilah teman sebanyak-banyaknya, ga nyambung ya, emang!
Mei 8, 2008 pukul 5:26 am
@jangan dipublish
kalau kamu memang sudah punya pengalaman & skill di dunia IT.. jgn diambil.. kamu bisa dapat lebih di company lain sebagai tenaga kerja IT berpengalaman..
tetapi kalau belum punya pengalaman.. ambil aja kesempatan ini.. lumayan khan di training dikasih duit lagi.. anggap aja cari pengalaman dan batu loncatan.. dan yg lebih penting kamu tunjukkan performance maksimal kamu saat training biar dapat salary yg lumayan selepas training..
Mei 18, 2008 pukul 5:10 am
Saya diterima kerja dengan syarat jaminan BPKB motor saya ditahan, karena saya diterima dibagian keuangan, tetapi ga ada penalty kalo resign,,,Kata banyak orang sih ini wajar kalo kita dibagian keuangan, sebagai jaminan ga bawa kabur uang perusahaan…Gimana?
Mei 18, 2008 pukul 5:43 am
Wah ini aneh lagi..
Masa kerja pake jaminan BPKB motor segala?
Emang tampangmu mencurigakan Mas?
Ada-ada aja sih aturan perusahaan yach
Bener dech, baru sekali ini ada penerimaan kerja dengan jaminan BPKB motor
Kenapa gak sekalian akte tanah atau kepemilikan rumah?
Aneh dech Mas kalo aku bilang
Just my opinion
Peace
Mei 18, 2008 pukul 1:04 pm
sama bos bos, bank mandiri dan bank bri juga gitu bos bos,
ijazahku juga ditahan bos bos. 5 tahun bos bos?
padahal mo ke amrik jualan buka kedai star buluk ,bos bos
pening bos bos
Mei 18, 2008 pukul 6:32 pm
Pada saat interview saya ditanya apakah anda setuju kalau untuk sementara ijazah anda kami simpan, saya sajawb boleh asalkan perusahaan menjamin tidak akan hilang atau rusak, saya melamar di perusahaan nasional dibidang consumer goods sebagai IT Support dengan gaji yg ditawarkan 1,7 s.d 2,2 Juta/Bulan, apakah wajar?
Mei 27, 2008 pukul 10:07 am
saya mau tanya nihh…
saya sudah ketrima kerja dari Perusahaan Air minum Dalam Kemasan yang berlokasi di SIdoarjo-JATIM.
sebelum bekerja kami yang diterima akan ditraining selama 3 bulan. jika lulus training maka kami akan Dikontrak selama 3 tahun. hal yang membuat saya aneh adalah pada hari pertama kami menjalani training, kami diminta untuk menyerahkan ijazah asli sebagai jaminan padahal belum tentukan kami diterima kerja disitu??
menurut bapak gimana??
Juni 3, 2008 pukul 11:11 am
saya mau share ttg penahanan ijazah…
emang ijazah salah apa kok ditahan…hehehe
begini ceritanya…
saya bekerja di BNI, diterima tahun 2003 bagian ODTP
(officer development training programme, semacam MT-nya BNI)
saat hari penerimaan kita disuruh bawa ijazah asli, ijazah asli tersebut diminta dan ditahan selama 5 tahun karena ikatan dinas adalah 2,5 X 2 masa pendidikan 1 tahun.
Pada hari yang ditentukan kita disuruh kumpul di salah satu kantor wilayah BNI, kami disodori kontrak yang harus ditandatangani saat itu juga, tidak menandatangani artinya tidak mau kerja di BNI atau dianggap gugur, kita saat itu hanya diberi kesempatan untuk membaca kontrak tebel banget hanya dalam waktu sekitar 10 menit, saya tanya teman2 saya ternyata semuanya pada tidak memahami isi kontrak kerja tersebut. Kami emang tau bahwa hari itu adalah hari tanda tangan kontrak, tapi yang kami tau adalah kontrak itu tidak harus ditandatangani saat itu, setahu kami dari rekan2 kami yang sudah bekerja dan sebelumnya tanda tangan kontrak maka biasanya calon pegawai disuruh bawa pulang itu kontrak lalu disuruh membaca dan memahami, bila setuju maka bisa menandatanganinya.
Dasar kita semua waktu itu pada perlu duit akhirnya tawaran kerja tersebut kami terima dengan cara membubuhkan tanda tangan kami diatas kontrak tersebut, setelah itu kita maju ke meja yang ditungguin orang SDM bni, kita disuruh serahin ijazah, ijazah kita serahkan dan sebagai gantinya kira terima selembar kertas ( dan bahkan kertasnya pun kertas buram, saya masih ingat itu), tanda terima itu nantinya dipakai untuk ambil ijazah.
Setelah penandatangan kontrak tersebut kita pulang semua, terus beberapa hari kemudian kita akan mulai pelatihan dasar sebagai pegawai BNI. Sebelum pulang sempat saya tanya teman2, ternyata sebenarnya ada rasa kecewa ttg cara penandatanganan kontrak yg terkesan diskenario dalam keadaan terpaksa secara waktu sangat terbatas, terlihat kegamangan teman2 saya.
Ijazah tersebut ditahan selama 5 tahun, saya pikir sangat terlalu lama. Kenapa?
Pegawai BNI ikatan dinas 5 tahun, ijasah ditahan, ganti rugi 70 jutaan
Pegawai BRI ikatan dinas 3 tahun, ijasah ditahan, ganti rugi ? jutaan
Pegawai Mandiri ikatan dinas 2 tahun, ijasah ditahan, ganti rugi ? jutaan
Pegawai BCA ikatan dinas 1 tahun, ijasah ditahan, ganti rugi ? jutaan
Pegawai Danamon ikatan dinas 1 tahun, ijasah ditahan, ganti rugi ? jutaan
(note ? artinya data tidak ada)
Alasan kenapa ijazah ditahan:
BNI tidak mau rugi
Dengan menahan selama 5 tahun, bni benar2 tidak mau rugi dengan pelatihan yang telah dilakukan. Dari pertanyaan yang kita ajukan ke sdm perihal penalti bila kita keluar dari ikatan dinas selalu tidak jelas. Ada yang nanya dijawab 50 juta adapula yg dijawab 70 juta…mana yg benar.
Selama masa ikatan dinas tersebut pegawai benar-benar seperti bidak catur, bisa dikemana-manain sesuai kebutuhan perusahaan , alias dipindah2..
Sebenarnya banyak teman yang ingin keluar dari ikatan dinas, tapi setiap ditanyakan perihal besarnya ganti rugi keluar dari ikatan dinas tidak jelas hitungannya.
Dariinformasi yang saya dapat dari internet, perihal ikatan dinas, kontrak kerja, dan penalti bila keluar saat ikatan dinas adalah, dalam perjanjian kerja / kontrak kerja antara pegawai dengan perusahaan selama jangka waktu tertentu yang disisipi penalti berupa sejumlah denda bila keluar dariikatan dinas sebelum habis masa ikatan dinas maka Rincian besarnya denda sebagai ganti dari pelatihan tersebut harus secara jelas dijelaskan dimuka, berupa rincian semua biaya pelatihan dan lain-lain yang telah dikeluarkan oleh perusahaan dan diketahui dan kemudian ditandatangani oleh perusahaan dan pekerja, dan rincian dana yg nantinya sebagai denda tersebut merupakan satu kesatuan paket kontrak kerja. Bila dalam kontrak kerja tidak disebutkan rincian ini, maka dianggap sebenarnya biaya denda tidak ada, karena bisa jadi atau ditakutkannya biaya denda ini akan dimainkan jumlahnya (dinaikkan) karena sebelumnya belum ada tertunjuk besarnya denda. Hal inilah yg terjadi dengan kontrak kerja kami sehingga saat ditanya berapa ganti biaya denda maka info dari SDM selalu berubah2.
Itulah kenapa sebagian dari pegawai dalam masa ikatan dinas tidak bisa keluar dari ikatan dinas bni. Karena jeratannya begitu kuat. Sehingga dalam hal ini yg banyak dirugikan adalah pegawai.
Demikian sekedar share..
Juni 3, 2008 pukul 11:13 am
@atas…..
walah…222
pikir2 ribuan kali deh kalau mau kerja seperti itu…
Juni 4, 2008 pukul 2:13 am
BENAR JUGA KATA PEGAWAI…SAYA MINGGU LALU JUGA DITERIMA DI SALAH SATU PERUSAHAAN BESAR YANG MENAHAN IJAZAH….TAPI SETELAH SAYA BACA KONTRAKNYA, AMAT SANGAT TIDAK JELAS DAN TERKESAN MENGAMBANG TERUTAMA MENGENAI DENDANYA…TIDAK DITULIS DAN DITANYAKAN KE HRDPUN JAWABANNYA BERLAINAN, BEGITUPUN FASILITASNYA…..YANG MAU TANDA TANGAN KEBANYAKAN ANAK FRESH GRADUATED EN YANG LAMA NGANGGUR….KENAPA YA SEKARANG BANYAK PERUSAHAAN YANG TERKESAN SEENAKNYA MENTANG-MENTANG BANYAK PENCARI KERJA ALIAS PENGANGGURAN TERSELUBUNG?HARUS DIUBAH TUW UU TENAGA KERJA KITA….MASA ANAK BANGSA JADI BUDAK GAYA BARU ALIAS KERJA RODI YANG DIBAYAR…MENDING KALO BANYAK GAJINYA
Juni 4, 2008 pukul 4:21 am
Cara mengikat pegawai itu bukan dengan cara menjeratnya dengan penahahan Ijasah, tetapi dengan memberikan fasilitas dll yang memungkinkan perusahaan itu memiliki nilai lebih di mata pegawainya.
Bisa jadi adanya penahanan ijasah di bank2 itu karena sebenarnya bank itu menyadari sebagai tempat kerja yang tidak enak, karena kesibukannya yang super tetapi dengan kemampuan membayar pegawai yang rendah, sehingga siapapun ( kecuali yang terpaksa) sebenarnya ogah kerja di bank.
menyadari hal itu maka dipersiapkanlah seperangkat aturan untuk mengikat pegawai sehingga apabila sudah masuk bank, tidak bisa keluar sebelum ikatan dinas selesai.
setahu saya emang bank itu getol banget nahan ijasah, karena emang mungkin sadar bahwa dari pegawai barunya itu banyak yg ingin keluar setelah masuk ke bank.
Juni 4, 2008 pukul 2:54 pm
cerita lama emang kalau bank suka nahan ijazah,,,
Juni 4, 2008 pukul 4:40 pm
klo emang gmw ditahan..ya ga usah cari kerja yang nahan ijazahnya..
masih banyak kok perusahaan yang ga nahan ijazah pegawainya…
Juni 6, 2008 pukul 12:37 pm
Perusahaan yg menahan ijasah pegawainya itu sebenarnya perusahaan yg tidak bagus di mata pegawainya,
Perusahaan tersebut memanfaatkan kondisi banyaknya pengangguran di indonesia, lalu dipaksa kerja rodi sesuai aturan yg parah, kalau gak kerja di intimidasi, kan ijazah sudah ditahan…
Juni 8, 2008 pukul 11:24 pm
Emang ijazah ada gunanya ?