Anjar Priandoyo

Mengendalikan diri

leave a comment »

Mengendalikan diri itu susah. Mengendalikan makan misalnya, kalau kita punya program diet, sementara dalam suatu kondisi kita diberikan ‘secara cuma-cuma’ makanan, e.g ada teman yang ulang tahun, atau ada acara event kantor, ada prasmanan dari client secara cuma-cuma. Maka menolaknya saja sangat sulit.

Mengendalikan amarah misalnya, itupun sangat sulit. Ketika, posisi kita benar, posisi kita adalah atasan, dan anak buah kita jelas-jelas salah. Mengendalikannya marah juga sangat sulit. Sesulit mengendalikan makan, sesulit mengendalikan waktu istirahat -kalau kita sudah merencanakan jam 23.00 untuk tidur, tiba-tiba ada artikel menarik tentang planet mars misalnya, maka mengendalikan diri untuk segera tidur ternyata sangat sulit.

Tapi, hidup ini harus dikendalikan. Dan dalam mengendalikan selalu ada dua kondisi. Kondisi sulit dan kondisi mudah. Kalau dalam kondisi mudah semua orang bisa mengendalikan situasi. Kalau mau diet dan kondisi keuangan tidak mendukung, tidak ada event maka menjaga makan mudah dilakukan. Kalau posisi kita anak buah misalnya, maka mengendalikan amarah lebih mudah dilakukan.

Sama seperti kepemimpinan, pekerjaan dan seterusnya. Tantangan yang harus kita hadapi adalah bagaimana menghadapi kondisi-kondisi sulit. Kondisi-kondisi tipe 2. Kondisi yang tidak standar, kondisi emergency, kondisi dalam tekanan dimana keputusan harus segera dibuat, dimana ada konflik antara logika dan emosi.

Selamat mengendalikan diri.

Written by priandoyo

April 15, 2014 at 10:45 pm

Ditulis dalam Kehidupan

Tetap tenang dalam kondisi apapun

leave a comment »

Kalau kondisi tenang itu bisa dilatih, maka latihan apa yang bisa membuat diri kita selalu tenang? jawabannya pasti adalah latihan tenang itu sendiri -Agak mbulet ya. Seperti hari ini, setelah mengetahui bahwa bawang putih bermanfaat, maka pilihan menyertakan menu 2 siung bawang putih setiap sarapan pagi tentunya lebih efektif daripada menambah satu jadwal khusus untuk mengunyah bawang putih -kemarin sudah dicoba dan ternyata gagal.

Karena ketenangan itu bisa dilatih, melalui kesadaran tentunya, maka kondisi apapun harusnya selalu mengingat bahwa ini adalah latihan ketenangan jangka panjang. Jangka panjang artinya harus dilakukan secara terus menerus dan tanpa henti. Pelajaran pertama terkait ketenangan adalah konsistensi dan kesabaran menjalaninya.

Latihan-latihan panjang ini, seharusnya bisa dinikmati nanti: 50 tahun lagi.

Written by priandoyo

April 13, 2014 at 11:58 pm

Ditulis dalam Kehidupan

Stop tekanan

leave a comment »

Secara teori dan dalam jangka panjang, menjalani sesuatu tanpa tekanan, dengan penuh ketenangan dan dalam suasana hati yang senang adalah kunci utama untuk berhasil. Namun kalau melihat dalam jangka pendek kondisi sebaliknya bisa terlihat lebih menjanjikan dibandingkan dalam kondisi tenang. Contoh, terkadang pekerjaan kita bisa cepat selesai jika kita dalam kondisi ditekan sana-sini. Konon, kalau kepepet maka segala potensi bisa terkeluarkan.

Namun 10-20 tahun terakhir, hidup dengan mekanisme ‘carrot and stick’ seperti ini saya merasa bahwa ternyata ada banyak cara yang bisa kita gunakan untuk mencapai tujuan yang sama. Contoh tujuannya adalah mencari uang sebanyak-banyaknya, maka caranya adalah bisa dengan bekerja sangat keras atau dengan bekerja pada bidang lain -teorinya ya, sekali lagi teorinya. Dan sebenarnya sebelum menjawab pertanyaan bagaimana mencari uang, (karena bisa jadi tujuan mencari uang itu salah) maka tujuan dari hidup tenang ini bisa dijawab dengan melalui hidup hemat ataukah melalui rajin bekerja, -karena akhirnya pun bisa sama kan..

Jadi, kongkritnya, saya akan mengawali hari, dan senantiasa menjalani hari dengan suatu keyakinan berpikir. Hari ini tidak ada masalah, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tidak ada yang perlu dikejar atau dinanti-nanti.

Written by priandoyo

April 9, 2014 at 10:43 pm

Ditulis dalam Kehidupan

Mempersiapkan diri menjadi Kapolri

leave a comment »

Jadi saya tidak pernah memikirkan bagaimana menjadi Kapolri njar. Yang saya lakukan hanya mempersiapkannya saja, nanti jika tiba waktunya didaulat menjadi Kapolri maka saya sudah siap.

Jadi bukan karena aspek pendidikan? bukan, orang yang berilmu bukan tidak semata langsung menjadi orang yang bijak kan
Bukan karena masalah uang? bukan juga, banyak uang tidak menjamin menjadi orang yang kaya kan

Kita ini harusnya bermain di level wisdom, level kebijakan. Bagaimana instruksi seorang pimpinan itu didengar oleh anak buahnya dari Sabang sampai Merauke. Kalau panglima sudah memberikan instruksi maka semua mengikutinya. Kenapa bisa mengikutinya? ya karena anak buahnya percaya, percaya pada pimpinan yang akan melindungi dan mengayominya. Sederhana bukan.

Kurang lebih itu intisari dialog dengan beberapa teman disuatu hari. Intinya adalah bagaimana kita bisa menjadi bijak. Tadinya saya hanya berpikir bahwa dengan semakin banyak maka akan semakin baik. Semakin banyak ilmu pengetahuan maka akan lebih baik -padahal banyak juga yang ilmunya dipakai menyesatkan orang bukan. Semakin banyak harta maka makin bisa beramal -padahal kerusakan yang ditimbulkan juga banyak. Semakin banyak teman maka bisnis akan semakin bagus -padahal hidup tidak tenang. Semakin bagus kita mengelola maka perusahaan akan makin maju -padahal perusahaannya membahayakan.

Tapi, realitanya tidak demikian kan. Kita butuh lebih banyak rem.

Written by priandoyo

April 9, 2014 at 8:19 am

Ditulis dalam Kehidupan

Mimpi buruk yang membuatmu tertidur lelap

with one comment

Tidur adalah episode dalam hidup yang paling menyenangkan. Namun rasanya adilnya hidup menyatakan bahwa dalam kondisi paling menyenangkan sekalipun hal terburuk bisa terjadi. Mimpi misalnya, mimpi buruk adalah mekanisme adilnya hidup dimana dalam kondisi paling damai sekalipun hidup kita tidaklah seindah dan semudah yang kita bayangkan.

Namun tidur merupakan mekanisme paling pasti dalam hidup ini, dimana setelah lelah mendera kita pasti akan tertidur. Seberat apapun yang kita hadapi, akan selelah apapun, maka tidur akan menjadi jawaban. Dalam kondisi mimpi terburuk yang pernah terjadi, berulang sekalipun, mengeringkan air mata sekalipun, dalam gelap gulita atau pun terik membahana sekalipun, pada akhirnya akan membantu kita tertidur lelap.

Written by priandoyo

Maret 29, 2014 at 10:57 pm

Ditulis dalam Kehidupan

Menghadapi kenyataan hidup

with 2 comments

Seorang teman, yang latar belakangnya mumpuni, menyatakan bahwa seorang pilot itu harus tetap tenang. Dalam kondisi apapun, dalam situasi sesulit apapun, dalam ketidak-ada-pilihan sekalipun dia harus tenang. Bahkan ketika pilihannya harus jatuh pun si pilot tidak perlu panik, dia harus menyampaikan dengan tenang bahwa pesawat akan jatuh.

Hebat, konsep seperti ini hebat sekali. Setengah berteriak saya menyatakan bahwa dengan memiliki ketenangan yang luar biasa, maka kondisi hidup seperti apapun akan bisa saya lalui. Lalu pertanyaannya bagaimana melatih diri agar bisa memiliki tingkat ketenangan mental seperti pilot tadi. Si teman menyatakan bahwa cara melatih ketenangan adalah dengan melakukan simulasi terus menerus, simulasi apabila pesawat terjatuh, simulasi apabila pesawat mengalami gangguan mesin dan seterusnya.

Sebentar, jadi prosesnya adalah prosedural terus menerus. Di bagian mana ada episode pelatihan mental, pikiran, konsentrasi dan sebagainya, tanya saya. Si teman menyatakan bahwa proses pelatihan mental itu tidak akan bisa membantu dalam situasi darurat. Pesawat adalah rangkaian mesin dengan rangkaian prosedur yang tepat. Contoh ketika terjadi kebakaran di pesawat, langkah pertama adalah mencari sumber api, bukan mencari alat pemadamnya.

Seketika itu saya menjadi terdiam. Analogi pilot dan pesawat itu sepertinya mirip dengan cara yang saya pakai untuk menghadapi rumitnya hidup yang sedang kita hadapi. Ketika sebuah pesawat sudah terjatuh, dan semua langkah-langkah prosedural sudah dilakukan, maka aspek mental bukanlah solusi. Tidak ada yang bisa kita lakukan saat pesawat sudah meliuk terjatuh.

Written by priandoyo

Maret 29, 2014 at 10:36 pm

Ditulis dalam Kehidupan

Efisiensi

with one comment

Ahli itu adalah orang yang bekerjanya efisien. Kenapa dia bisa efisien? karena dia melakukan hal yang sama berulang-ulang. Setiap hari, sepanjang minggu, sepanjang bulan, sepanjang tahun dan selanjutnya bertahun-tahun, berpuluh-puluh tahun. Dimana, disetiap perulangan itu, si ahli terus menerus melakukan inovasi, melakukan cara yang berbeda, melakukan proses penciptaan yang baru. Area-nya makin lama makin sempit, tidak lagi meluas bisa macam-macam, tapi hanya satu area saja. Bicaranya pun tidak lagi utara selatan tapi menjurus ke satu arah. Fokus namanya.

Semangat

Written by priandoyo

Maret 22, 2014 at 8:51 am

Ditulis dalam Kehidupan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 475 pengikut lainnya.