Bagaimana cara memilih KPR yang terbaik

Pertanyaaan yang paling sering diajukan kepada saya adalah: program KPR apa yang terbaik? berdasarkan pengalaman saya selama ini dan pengalaman semakin lama membantu teman-teman yang mengurus KPR. Menurut saya KPR yang terbaik sangat bergantung dengan kebutuhan dan profil dari kita sendiri. Namun bila anda baru pertama kali memilih produk KPR saya sarankan untuk:

1. Cari Bank KPR terdekat dengan lokasi kerja/rumah anda.
Bila anda bekerja di Mega Kuningan, maka Bank KPR yang harus anda datangi pertama kali adalah Bank Danamon atau Bank NISP. Lokasi bank yang dekat memudahkan anda untuk berburu informasi ataupun bernegoisasi.

2. Hubungi Bank dengan interaksi terbanyak dengan anda.
Kalau selama ini gaji anda ditransfer di Bank BCA, kartu kredit anda juga BCA dan anda telah menjadi nasabah BCA selama beberapa tahun. Maka ada baiknya anda memulai memilih dari bank ini. Proses pengurusan akan lebih mudah jika bank telah mengetahui track record keuangan anda.

3. Hubungi Bank yang direkomendasikan oleh developer/broker.
Jika BSDCity merekomendasikan Bank Mandiri, maka anda wajib menghubungi Bank ini pertama kali. Bank rekomendasi tentunya memiliki pricing yang lebih baik, entah DP yang bisa diangsur ataupun bunga yang lebih rendah. Read the rest of this entry »

Mencintai itu bukan kejahatan

“Oh jadi yang jahat si A ya”
“Bukan Mas, si A itu pacarnya si B (tokoh utama cowok yang kaya raya) dari kuliah”
“Lho terus kok kaya gitu, padahal si C (tokoh utama cewek yang miskin) kan baru kenal si B ya?”
“Si B kan kemarin hilang ingatan, terus ditolong si C, si B jadi suka sama si C”
“Terus si D ngapain itu?”
“Si D itu bosnya si C dikantor, si D itu temennya si B”
“Jadi yang jahat si C ya?”
“Bukan mas, si A dan si C tuh ga jahat”

Beberapa hari mengambil cuti, saya berkesempatan menemani Dinda nonton sinetron-sinetron Korea di JakTV. Lucu-lucu juga ternyata, Sinetron yang tayang pagi hari ini punya genre yang berbeda dibandingkan dengan sinetron produksi tanah air. Selain tidak ada adegan teriak-teriak, karakter antagonis yang berlebihan sampai, konflik yang menurut saya jauh lebih sederhana daripada sinetron Indonesia.

Biasanya, kalau di sinetron Indonesia, kita bisa menebak dengan mudah tokoh mana yang antagonis -digambarkan kejamnya luar biasa, ataupun tokoh protagonis yang cantik, lembut dan sebagainya dengan hanya satu kali nonton. Tapi kalau di sinetron korea, tidak demikian.

Sebenarnya yang lebih dekat di dunia nyata yang mana ya?

Mas, anak kita jadi dua

SMS Dinda siang itu mengejutkan saya. Ternyata Bu Dhe yang beberapa hari ini pulang ke Malang, datang kembali ke Jakarta membawa cucunya. Usianya baru 4 tahun, Ayahnya menjadi TKI di Malaysia dan Ibunya kurang mampu merawat si anak. Akhirnya Bu Dhe berinisiatif untuk membawa cucunya kesini, tanpa pemberitahuan sebelumnya baik kepada kami ataupun mertua di Malang.

Mulanya kami keberatan, karena mengurus satu anak saja sudah sangat repot, kalau harus ditambah satu anak lagi rasanya kami akan betul-betul kewalahan. Tapi, karena tidak ada pilihan lain, apalagi Bu Dhe memang di plot untuk merawat Azkia hingga dia besar, maka satu-satunya pilihan adalah kami harus belajar menjadi orang tua bagi dua anak sekaligus.

SARA

Posting Axis dari Natrindo Telepon Seluler, (218 respons), terpaksa saya tutup karena sekali lagi saya kesulitan untuk memoderasi komentar-komentar yang mengarah pada perdebatan SARA. Ada usulan dan saran lain? Terimakasih Mas Edi untuk sarannya.

Internet untuk Dinda

Sebenarnya, selama ini kami sudah cukup puas berinternet menggunakan Telkomnet Instan. Untuk pekerjaan meremote server database di kantor, mengirim email hingga mengupdate blog cukup dilakukan dengan kecepatan <33.6Kbps. Kemudahan setup hingga biaya yang tergolong murah, 9000/jam dirasa sangat praktis untuk kebutuhan internet darurat atau disaat wiken.

Karena Dinda mulai cuti, dan sebagian besar waktunya berada dirumah. Maka menggunakan Telkomnet Instan yang dihitung dengan tarif berbasis waktu dirasa bukan pilihan yang tepat. Oleh karena itu kami memutuskan untuk berlangganan internet dirumah.

Pilihan pertama sebenarnya jatuh pada Indosat M2. Sinyal 3G Indosat di rumah sangat bagus, -kebetulan BTS 3G Indosat tidak jauh letaknya dari rumah. Sayangnya Indosat hanya mengizinkan opsi pembayaran lewat kartu kredit. Suatu hal yang sangat disesalkan, terlebih respon yang tidak menyenangkan dari petugas Indosat M2 terhadap calon pelanggan yang tidak memiliki kartu kredit. Read the rest of this entry »

Cara membasmi Tikus

Secara teknis tikus tidak dapat memanjat tembok, sehingga rumah dengan pagar yang baik hampir dipastikan terhindar tikus. Tapi tikus dapat dengan mudah memanjat tiang kecil, saluran air ataupun bahan lain yang memungkinkannya untuk mencengkram.

Ceritanya beberapa hari belakangan ini rumah kami diganggu oleh tikus. Sangat mengganggu, selain sangat berisik, beberapa kali si tikus buang air kecil dari atap membasahi lantai.

Setelah diusut, ternyata tikus ini masuk lewat salah satu kaki pergola yang baru beberapa minggu ini kami pasang. Kaki salah satu pergola tersebut menyentuh tanah sehingga memungkinkan tikus untuk naik keatap rumah lewat jalan ini. Read the rest of this entry »

Cuti

Hari ini saya mengambil cuti, maka terhitung kamis hingga minggu ini saya dirumah. Cukup panjang, karena kebetulan Bu Dhe yang biasa membantu kami merawat Azkia harus pulang ke Malang karena ada keperluan penting. Jadinya, hanya saya dan dinda serta Mba Jum yang ada dirumah. Dan praktis ini adalah pengalaman pertama saya mengawasi Azkia dari jam ke jam secara terus menerus.

Pengalaman mengawasi terus menerus ini ternyata sangat berbeda dibandingkan hanya mendengarkan ‘laporan’ dari Dinda atau dari Bu Dhe. Mulanya karena seharian dikantor, pulang ke rumah saya hanya menanyakan permasalahan tentang Azkia dan jawabannya “oh ga rewel kok, atau oh agak rewel tapi gpp”. Tapi ternyata setelah menjalaninya sendiri, rasa-rasanya badan capek betul.

Menjadi orang tua mungkin berat, tapi menjadi ibu pastinya jauh lebih berat lagi. Love you nda.

Bahan Bakar Nabati

“Jar, kira-kira prospek BBN ke depan bagaimana ya?”
“Bakrie Brothers maksudnya?”
“Bukan, Bahan Bakar Nabati, aku sekarang joint di Bioethanol Plant.
Bahan bakunya dari Singkong atau Molases, sekarang masih comissioning belum produksi, kira-kira arahnya ke Bioenergy lah”
“Hmm, kurang tahu juga ya kalau Bioethanol, tapi kalau CPO lagi bagus-bagusnya kan”
“Emang kapan mau operasi?”
“Targetnya sih akhir tahun ini sudah produksi tapi belum fuel grade, jadi masih nunggu juga”

Biofuel is seen as a substitute product and it will strengthen the country’s energy security. We have plenty of arable land, also good for palm oil. There is no need for deforestation
Reuters: Indonesia’s Medco eyes cassava in new ethanol plant

Bayi satu bulan

Azkia setelah satu bulan, apa yang terjadi?
1. Tambah tinggi 18% (9 cm, dari 49cm jadi 57cm)
2. Tambah berat 35% (1.2 kg, dari 3.4kg jadi 4.6kg)
3. Penurunan frequency Buang Air Besar dari 3-4 kali menjadi 1 kali setiap malam, alhamdulilah
4. Frequency Buang Air Kecil tetap 3-4 kali setiap malam, ganti popok jalan terus
5. Frequency ASI tetap 3-4 kali setiap malam
5. Semakin peka terhadap suara, suara pintu yang ditutup, suara batuk, bersin. Azkia semakin mudah terganggu suara dibandingkan bulan sebelumnya.
6. Masih belum bisa melihat dengan jelas, tapi sedikit lebih baik, beberapa sempat arah matanya mengikuti bundanya
7. Wajah tetap, masih model bayi bayi pada umumnya hehehe

Karet

“Karet (juga sawit) itu gak ada quotanya Jar,
beda sama Kopi. Kopi itu kalau sudah sampai quota tertentu harganya akan turun”
“Iya Jar, mulai mbangun nih di Prabumulih dan Baturaja.
Disini tanah masih murah. 1 hektar bisa 2-3 juta”
“Nanti ngelolanya gimana?”
“Tiap 3 hektar itu dikelola 1 keluarga. Om-ku punya 30 hektar
dirintis sejak 20 tahun lalu bekerja sebagai PNS”
“Omku sekarang secara finansial jauh lebih baik dibandingkan keluarga lain yang dokter dan insinyur”

Cerita seorang teman yang kemarin mampir kerumah. Sudah S2, bekerja di perusahaan mentereng diluar negeri, tapi ingin pulang jadi petani.

“Wah enak dong, modal kecil untung gede?”
“Ya kira-kira kalau naik motor Trail 5 jam PP lewat lumpur-lumpur itu enak”

“Dari situ aku juga belajar, bahwa membangun mental wirausaha itu tidak mudah.
dari situ juga aku tahu, yang pengen duit tuh bukan polisi atau tentara aja, tapi lurah sampai aparat desanya juga pingin”