Anjar Priandoyo

Apa itu hidup?

leave a comment »

Apa itu hidup?
Hidup adalah bahagia dan sedih, sukses dan gagal.

Apa itu sukses?
Sukses adalah pencapaian suatu cita-cita (achievement of goal) tercapainya sebuah tujuan. Tujuan itu bisa macam-macam, umumnya adalah status sosial tertentu, keluarga yang baik, kesehatan, akademik, olahraga, popularitas, kemakmuran dan sebagainya.

Apa itu bahagia?
Bahagia adalah sebuah kondisi rangkaian perasaan positif: tenang, damai, senang dan gembira.

Apakah hubungan sukses dan bahagia?
Tidak terkait secara langsung dan bukan jaminan, sukses tidak selalu bahagia dan bahagia pun tidak selalu sukses.

Bagaimana cara menjadi sukses?
Merencanakan dengan baik (Planning), Melakukan dengan baik (Execution), Mengulanginya (Repeat). Secara konsisten, terus-menerus, sungguh-sungguh dan tidak menyerah

Bagaimana cara menjadi bahagia?
Hidup sehat, (Makan sehat, istirahat cukup, olahraga). Lingkungan baik (Keluarga, Teman). Pikiran positif (Berbuat baik, Bersyukur, Pemaaf, Optimis)

Written by priandoyo

Juli 23, 2014 at 11:23 pm

Ditulis dalam Kehidupan

Apakah saya

leave a comment »

Apakah saya terlalu tertekan
Apa iya? sehingga saya terlalu detail memikirkan segala sesuatu, dengan perhitungan matrix excel berwarna-warni, hanya sekedar memutuskan hal yang sebenarnya se-simple memilih menu makan siang.

Bisa jadi, karena saya terbiasa berpikir perfeksionis, didesain untuk menganalisa sesuatu secara detail, plus minus dan untung ruginya.

Apakah saya terlalu senang bekerja
Apa iya? kadang rasanya ingin weekend cepat berlalu dan selanjutnya kembali bekerja, walau dikesempatan lainnya justru ingin weekday cepat berlalu dan bisa beristirahat. Siklus yang sepertinya tidak ada habisnya, siklus yang kelihatannya terlalu dibuat, terlalu dirancang hanya untuk ketenangan sesaat.

Apakah saya dengan mereka dan kita semua?
Rasanya iya, di kelas perusahaan yang lebih kecil pun, ada yang sakit terserang liver karena terlalu banyak lembur. Sama seperti ternyata di Cirebon, kota yang lebih kecil pun ternyata ada orang yang sakit. Ternyata sama saja, cara berpikir orang, baik dalam organisasi besar maupun organisasi kecil, baik dalam masalah besar maupun masalah kecil.

Ketika masalahnya besar, orang cenderung membesar-besarkan. Bahkan ketika masalahnya kecilpun orang cenderung membesar-besarkan. Namun ada beberapa orang yang tetap tenang dan seakan tidak perduli menyikapinya. Bertindak secara smart, pasti ada solusinya.

Written by priandoyo

Juli 14, 2014 at 4:30 pm

Ditulis dalam Kehidupan

10 pertanyaan yang hanya bisa dijawab orang dewasa

with one comment

1. Mengapa kita harus bekerja?
Dewasa: Untuk bertahan hidup, memiliki uang untuk bertahan hidup, tetap sehat untuk bertahan hidup. Karena ini urusan hidup dan mati maka kita harus bekerja untuk bertahan hidup.

2. Apakah kita tahu dimana kita akan (sebaiknya) bekerja?
Dewasa: Tidak, karena untuk bekerja sangat bergantung dengan beberapa faktor. Bakat (apa yang sudah kita miliki), Minat (apa yang menjadi ketertarikan kita), Pendidikan (apa yang menjustifikasi kita), hingga Channel/Networking/Opportunity (apa yang menjadi kesempatan kita). Mudahnya, kombinasi dari seluruh faktor diatas, pendeknya, keberuntungan.

3. Harus seperti apa cara kita bekerja, dengan rajin, dengan malas atau dengan cuek?
Dewasa: Tidak ada acuan, sama seperti point diatas, bahwa sangat bergantung dengan beberapa faktor. Bos yang baik, lingkungan yang menyenangkan, kondisi perusahaan, kondisi pasar dan sebagainya. Namun akan ada suatu mekanisme sosial, contohnya kalau bekerja dengan malas maka gaji tidak naik, dan kalau rajin gaji naik. Dengan mekanisme tersebut kita akan terarahkan untuk rajin, malas atau cuek. Jangan lupa, mekanisme sosial ini pula-lah, yang menciptakan orang baik, orang jahat, bos menyebalkan hingga lingkungan korup.

4. Apakah orang baik pasti akan bernasib baik?
Dewasa: Tidak, sangat bergantung banyak faktor. Kembali ke pertanyaan diatas. Kalau kita malas, bisa saja kita naik gajinya, bila iklim perusahaan bagus, atau bila mood bos besar bagus. Orang baik belum tentu tidak punya musuh, bisa jadi orang baik justru tidak disukai diperusahaan. Sama seperti poin 2 dan 3.

5. Apakah suatu masalah pasti ada solusinya?
Dewasa: Tidak, makanya kenapa terjadi perang.

6. Apakah kita bisa merubah orang?
Dewasa: Tidak, makanya kenapa terjadi perang

7. Apakah yang membuat orang sukses?
Dewasa: Keberuntungan, lihat jawaban 2,3 dan 4. Semua tergantung banyak faktor

8. Apakah kita boleh menyerah?
Dewasa: Tidak, lihat jawaban 2,3 dan 4. Semua tergantung banyak faktor dan jangan lupa poin 5.

9. Apakah kita punya pilihan?
Dewasa: Tidak

10. Apakah kita bisa bahagia?
Dewasa: Bisa, tapi tidak selamanya. Bahagia itu hanya ada setelah kita tahu apa itu menderita. Kita tidak mungkin terus menerus bahagia.

Written by priandoyo

Juli 6, 2014 at 4:56 pm

Ditulis dalam Kehidupan

Cara menjadi bahagia

leave a comment »

Kebahagiaan adalah kata kunci yang semua orang menginginkannya, berusaha mendapatkannya, dan menjadikan segala sesuatu cara untuk memilikinya. Dan bahagia itu sama seperti keyakinan, sesuatu yang definisinya beragam, sama seperti penderitaan yang tiap-tiap orang punya arti dan maknanya sendiri.

Satu yang pasti tentang bahagia. Bahwa bahagia itu sangat relatif, tergantung waktu. Contoh dalam seminggu, hari paling berbahagia adalah hari jumat, dan hari paling menderita adalah hari senin -buat orang kantoran misalnya. Sementara buat pedagang misalnya, bulan paling bahagia adalah bulan desember menjelang pergantian tahun -karena tingginya angka penjualan.

Kebahagiaan juga sangat relatif, tergantung dilihat dari sudut pandang mana. Mendapatkan uang 100 ribu rupiah akan terasa sangat banyak buat seorang penjual bakso keliling, bila dibandingkan dengan penjaja semir sepatu.

Karena dimensi bahagia itu sangat tergantung dengan waktu, sangat tergantung dengan pembanding tertentu, sangat bergantung dengan sudut pandang orang. Maka dengan sangat klise, sebenarnya bisa dikatakan bahwa untuk mendapatkan kebahagiaan, maka orang harus menyesuaikan diri dengan dimensi-dimensi tadi. Dan dimensi terbesar dibandingkan waktu dan pembanding adalah dimensi sudut pandang orang tersebut.

Maka, berusahalah. Berusahalah untuk memiliki cara pandang tentang hidup yang lebih positif.

Written by priandoyo

Juli 6, 2014 at 4:24 pm

Ditulis dalam Kehidupan

Maklum

leave a comment »

Maklum itu apa ? menyikapi berkehidupan itu bagaimana?

Mulanya kita rendah hati.
Ah kita tidak perlu berkhotbah dan menceramahi mereka, toh mereka sudah besar. Toh anak-anak sekarang sudah mengerti bahwa terlalu banyak main handphone dan internetan tidak baik. Ya, karena kita berilmu lebih banyak, jadi kita harusnya lebih bisa memahami dari pada orang lain. Jargon ini harusnya terulang-ulang, seraya ilmu padi, makin berisi makin merunduk.

Kemudian kita maklum.
Ya tidak apa-apa, anak muda cara berekspresinya seperti itu. Tertawa keras misalnya. Ah tidak apa-apa, mungkin cara dia mencari uang memang seperti itu, dengan menjadi ‘meminta’ dari orang lain misalnya. Ya tidak apa-apalah, justru kita yang harusnya maklum dan bersyukur.

Akhirnya kita tersenyum.
Ya, karena memang seperti ini. Saya bisa berada disini pun sebenarnya tidak lebih dari sebuah ‘lotre’ besar. Saya beruntung masuk ke sekolah yang bagus, saya beruntung mendapat kesempatan yang baik. Dan seterusnya. Semoga semua mahluk berbahagia -kata banyak orang bijak.

Namun, ternyata menjadi bahagia itu susah, karena bahagia itu lebih banyak dari bagaimana cara kita bersikap. Cara kita menyikapi sesuatu, jauh lebih penting daripada proses yang dilakukan.

Written by priandoyo

Juli 5, 2014 at 2:51 pm

Ditulis dalam Kehidupan

Hidup di kepala tiga

with 2 comments

Hidup di usia kepala tiga atau tiga puluhan, identik dengan hidup dengan kedewasaan, hidup dengan bijaksana. Hidup seseorang yang sudah cukup (walaupun belum bisa dibilang banyak) punya pengalaman untuk bisa memahami apa yang sedang terjadi, bagaimana sesuatu bisa terjadi, dan mengapa sesuatu itu terjadi.

1. Memahami sebelum menerima
Hidup dengan bijak, artinya berusaha memahami terlebih dahulu sebelum menerima apa yang disampaikan oleh orang lain, oleh organisasi, oleh suatu pandangan dan ataupun oleh ajaran. Contoh kalau dulu meyakini bahwa bila seseorang rajin belajar pasti akan sukses. Kemudian melihat realita bahwa tidak semua yang rajin belajar sukses, dan kemudian kecewa dengan keyakinan tersebut.

Maka di usia kepala tiga, dengan semakin banyak pengalaman hidup, maka kita akan semakin paham bahwa ada banyak faktor yang mempengaruhi keyakinan tersebut agar bisa berjalan dengan baik.

Hidup dengan bijak artinya sudah (ataupun berusaha) memahami keseluruhan proses dari awal hingga akhir. Dari mengerti dan mengetahui bahwa keyakinan tersebut bergantung dengan berbagai situasi dan kondisi yang ada dilapangan, hingga bagaimana cara kerja suatu proses atau kegiatan dilakukan.

2. Menghargai sebelum menghakimi
Setelah suatu keyakinan dipatahkan, sebagai contoh rajin pangkal sukses tadi. Maka kita punya kecenderungan untuk memiliki keyakinan yang baru. Contoh, networking pangkal sukses. Kalau kita rajin berteman, kalau kita punya jaringan dengan baik, punya channel dimana-mana, maka kita akan lebih berhasil.

Di usia 30-an tadi, dengan keyakinan baru ini artinya kita tidak boleh langsung mehakimi orang-orang beraliran rajin pangkal sukses tadi. Kita tidak boleh menyatakan bahwa keyakinan itu 100% salah, dan keyakinan networking tadi 100% benar.

Orang yang bijak, adalah orang yang menghargai bahwa terdapat perbedaan keyakinan, terdapat perbedaan cara pandang, terdapat perbedaan bagaimana orang berproses untuk berada dalam suatu pandangan tertentu.

3. Tidak memilih adalah pilihan
Dalam banyak situasi, orang 30-an dihadapkan dalam berbagai pilihan. Pilihan yang terkadang tidak apple to apple, tidak bisa dibandingkan. Pilihan yang bukan antara memilih pesawat atau kereta ketika kita harus berada di Jogjakarta dari Jakarta. Pilihan yang bukan antara buah segar dan buah busuk. Pilihan yang sama-sama baik, atau pilihan yang sama-sama buruk.

Pada akhirnya kita akan memilih. Dan orang harus bisa memilih -walaupun pilihannya adalah tidak memilih, dan kemudian orang yang akan menjalani pilihannya. Pilihan yang secara spiritual lebih banyak faktor takdir yang tidak kita ketahui. Hingga pilihan yang kita tidak akan pernah tahu hasil akhirnya diatas kertas.

Written by priandoyo

Juli 4, 2014 at 5:52 am

Ditulis dalam Kehidupan

Sejarah

leave a comment »

Sejarah berulang, konsepnya tetap sama, dengan pola yang serupa. Hal ini terjadi sejak ribuan tahun yang lalu, terjadi dalam rentang yang panjang -1000 tahun sejarah london misalnya atau dalam rentang yang pendek -86 tahun usia Pak Harto sebagai contoh. Dan sama seperti halnya manusia, cara pandang yang sebenarnya sama. Cara pandang sebagai manusia yang tidak berubah banyak sejak ribuan tahun yang lalu.

Sejarah mengajarkan kita untuk bijak, untuk melihat dengan lebih luas, untuk berpikir dengan lebih sederhana.

Written by priandoyo

Juli 4, 2014 at 5:45 am

Ditulis dalam Kehidupan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 483 pengikut lainnya.