Anjar Priandoyo

Kebebasan berpikir

leave a comment »

What is systems thinking and practice? The essence of systems thinking and practice is in ‘seeing’ the world in a particular way, because how you ‘see’ things affects the way you approach situations or undertake specific tasks
Systems Thinking and Practice

 

Sebagai sarjana komputer, dengan minat pada kecerdasan buatan (pada waktu itu) maka bagaimana system berpikir (bekerja), bagaimana konsep kecerdasan merupakan sebuah hal yang sangat menarik untuk dipelajari.

Written by priandoyo

Agustus 21, 2014 at 4:47 am

Ditulis dalam Kehidupan

Memahami cara kerja sistem

leave a comment »

Kita hidup dalam dunia yang sistematis, sejak 10.000 tahun yang lalu misalnya, dengan adanya sistem pertanian, dimana orang harus memikirkan cara menyiapkan benih, merawat tanaman, hingga menyimpan hasil panen. Dari 100.000 tahun yang lalu misalnya, dengan sistem keluarga dan suku, dimana ada kepala keluarga, anak tertua, peran lelaki, peran ibu dan seterusnya.

Sistem bekerja dengan banyak dimensi, peran dan tahapan. Dari dimensi waktu misalnya, sistem yang bekerja pada era zaman abad pertengahan tentunya berbeda dengan sistem yang bekerja pada era abad 20 seperti sekarang. Sistem yang bekerja di daerah sub tropis tentunya berbeda dengan sistem yang ada pada zaman tropis. Kedudukan masing-masing peran dalam tiap sistem pun berbeda satu sama lain. Peran seorang raja tentunya lebih ‘kuat’ dibandingkan peran seorang rakyat biasa, dalam zama apapun dan waktu apapun. Tahapan seorang BJ Habibie, tentunya juga memiliki deskripsi tertentu sesuai dengan mekanisme sistem yang dibuat.

Kita selama ini hidup dalam sebuah sistem. Sebuah sistem yang seringkali kita tidak menyadari bagaimana cara kerjanya sehingga selanjutnya kita tidak mengetahui apa tujuan sistem tersebut, bagaimana sistem tersebut dibangun, apa batasan sistem tersebut, hingga bagaimana untuk bisa survive, atau malah bagaimana bisa mengendalikan dan menguasai sistem tersebut. Dan jangan lupa, dalam banyak kasus lebih banyak kita yang terpuruk didalam sistem.

Mengapa kita harus berpikir secara sistematis
Berpikir secara sistematis merupakan salah satu kelebihan manusia, dan ini yang secara cepat membawa manusia masuk dalam tahapan kehidupan berikutnya. Seperti bagaimana manusia menemukan api, bagaimana manusia menemukan roda. Tanpa berpikir secara sistematis, tidaklah mungkin manusia bisa masuk dalam tahapan kehidupan berikutnya. Tanpa sistem pertanian, maka peradaban tidak akan maju, tanpa sistem kerajaan, sistem ekonomi, sistem politik dan seterusnya.

Apa yang harus kita lakukan setelah kita mengetahui cara kerja sistem
Untuk bisa mengetahui cara kerja sistem bukanlah hal yang mudah, namun lebih tidak mudah lagi untuk mengetahui apa yang harus kita lakukan setelah mengetahui cara kerja sistem. Setelah kita mengetahui bahwa seorang raja bukanlah siapapun, dan merupakan manusia biasa, maka biasanya orang akan melakukan beberapa pilihan hal.

Pilihan itu antara lain: Orang bisa memberontak, tidak patuh dan memutuskan untuk berdiri sendiri -ini yang terjadi pada kerajaan dan negara di eropa yang memutuskan berdiri sendiri. Orang bisa menguasai, berperang kemudian mengalahkan, ini yang terjadi pada kerajaan-kerajaan besar -romawi misalnya. Atau bisa jadi orang malah memutuskan diri untuk kalah.

Written by priandoyo

Agustus 21, 2014 at 3:22 am

Ditulis dalam Kehidupan

Barat

leave a comment »

‘This is Rome.’ Our city is a cesspool of humanity, a place of deceit, plots and vice of every imaginable kind. Anywhere you turn you will see arrogance, stubbornness, malevolence, pride and hatred. Amid such a swirl of evil, it takes a remarkable man with sound judgement and great skill to avoid stumbling, gossip and betrayal.

[Q. Cicero] A Short Guide to Electioneering, 54

Sejarah berulang, dan setiap kali melihat sesuatu dengan rasa takjub, saya selalu berusaha untuk selalu teringat bahwa di tiap episode apapun pasti ada nilai kebijakan yang harus kita ambil, pasti ada nilai sejarah disetiap kejadian, dan pasti seiiring bertambahnya pengetahuan dan kemampuan kita, maka layaknya layar yang semakin besar, maka jangkar pun harus semakin kuat.

Manusia, membutuhkan insipirasi dan inspirasi bisa datang dari mana saja, lewat event apa saja, dengan kadar kekuatan dan efek yang berbeda-beda satu sama lain. Dan sebagai salah satu destinasi inspirasi tentunya bisa membawa banyak energi baru untuk berkarya dengan lebih baik.

Written by priandoyo

Agustus 19, 2014 at 5:12 am

Ditulis dalam Kehidupan

Memahami perbedaan dan bagaimana menyesuaikan diri

leave a comment »

Pelajaran pertama mengenai menjadi dewasa adalah bagaimana menyadari bahwa dunia ini menghasilkan variasi produk yang berbeda-beda dan sangat unik. Bunga, Berry dan Bebek misalnya, ternyata ada sangat banyak varian yang belum pernah kita ketahui sebelumnya. Kenapa terjadi perbedaan merupakan bagaimana cara mahluk hidup untuk beradaptasi, untuk menyesuaikan diri. Sehingga terjadilah lingkaran siklus adaptasi yang tidak pernah berakhir menciptakan variasi yang demikian banyaknya.

Life long learning and life long progression

Written by priandoyo

Agustus 19, 2014 at 4:29 am

Ditulis dalam Kehidupan

Selamat datang era baru

leave a comment »

Saya membuka lembaran baru di tahun 2004, meninggalkan apa yang sudah saya miliki di masa itu. Pekerjaan yang lumayan, kesempatan part-time yang menghasilkan, masalah-masalah yang belum diselesaikan, hingga pertanyaan-pertanyaan seperti apakah ini keputusan yang tepat? tidakkah saya terlalu terburu-buru (bila dibandingkan peer yang lain). Waktu itu, saya tentunya menyiapkan backup plan, bahwa sanya segala hal bisa tidak sesuai dengan ekspektasi kita, bahwasanya kalau semua ini gagal pun, pasti ada nilai lebih yang saya dapatkan.

10 tahun berlalu, dan ternyata dunia lebih besar dari yang saya pernah perkirakan sebelumnya. Kalau dulu prediksi saya tentang bisnis hanya seputar Tanah Abang dan Mangga Dua, maka ternyata lebih dari itu. Kalau dulu prediksi saya hanya PC dan friendster, ternyata sekarang lebih dari apa yang saya bisa imajinasikan. Kalau dulu bagaimana SBY dan politisi Indonesia, maka kini segalanya berubah dengan sangat cepat.

Perubahan memang tidak bisa kita hindari, terjadi sangat cepat, setiap saat dan setiap detik. Tapi, tidak dengan momentum, tidak dengan era. Ada suatu ketika dimana perubahan berlangsung begitu cepat, ada suatu bagian permulaan dan suatu bagian akhir.

Apa yang kita rencanakan kedepan, sebenarnya adalah apa yang sudah kita lakukan di masa lalu. Ketika kita ingin tahu apa yang akan terjadi 5 tahun kedepan, maka lihatlah apa yang sudah kita lakukan 5 tahun yang lalu. Ketika kita ingin melihat apa yang terjadi 10 tahun kedepan maka lihatlah apa saja yang sudah kita kerjakan selama 10 tahun terakhir.

Ini adalah era baru. Era berbiaya tinggi, era penuh spekulasi, era penuh risiko, era kehati-hatian, era dimana kesempatan tidak akan datang dua kali, era dimana momentum adalah komoditas paling mahal, era dimana timing adalah hal yang paling penting, era dimana keberhasilan dihitung dari presentasi usaha yang kita lakukan. Berapa banyak attempt yang kita lakukan akan menggambarkan berapa jauh keberhasilan kita.

Esok hari, saya akan meninggalkan era terdahulu, untuk menuju suatu era yang baru, suatu fase kehidupan yang baru. Perasaan yang sama yang muncul 10 tahun yang lalu, debar jantung yang sama, rasa tidak bisa tidur yang sama, kekhawatiran yang sama. Dan segalanya terasa sama persis, persis seperti 10 tahun yang lalu.

Written by priandoyo

Agustus 13, 2014 at 6:03 pm

Ditulis dalam Kehidupan

Memahami bukan meyakini

leave a comment »

Belief systems are like whole boats in the water; it is extremely difficult to alter them all at once
Jonathan Glover

Lebaran merupakan momen yang sangat menarik karena kita bertemu dengan banyak orang, teman masa lalu, kerabat jauh, orang tua dan sanak saudara. Menarik, karena kita melihat bahwa pola berpikir kita, cara pandang dan keyakinan kita berbeda-beda satu sama lain, kondisi ekonomi kita berbeda, kondisi fisik kita berbeda. Mudahnya jangankan untuk cara berpikir mau kemana kita besok, terkadang untuk menyelesaikan apa yang terjadi hari ini saja beberapa orang punya pendekatan yang berbeda.

Dalam beberapa hal malah, jangankan untuk merencanakan secara strategis, bahkan untuk bisa mengerti mengapa kondisi ini bisa terjadi saja seseorang memiliki cara yang berbeda. Apalagi kalau dikondisikan untuk menerima, bertindak dan seterusnya. Apalagi kalau ternyata ada cara pandang alternatif yang bisa menghapus atau membuat seseorang menjadi malas untuk bergerak.

Dan semua ini dirangkum dalam suatu kerangka berpikir, kerangka keyakinan, yang dalam quote diatas sangat sulit untuk diubah secara langsung tanpa menenggelamkannya. Apalagi untuk sebuah pola berpikir yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun, dengan kondisi yang hanya bisa diterima tanpa bisa ditawar.

Jadi, yang terbaik kita lakukan? memahami.

Written by priandoyo

Agustus 2, 2014 at 11:26 pm

Ditulis dalam Kehidupan

Apa itu strategi

leave a comment »

High level plan to achieve one or more goals under conditions of uncertainty (wikipedia).

Strategi adalah cara untuk mencapai tujuan dalam kondisi ketidakpastian. Strategi adalah terdiri dari dua komponen besar, yaitu rencana/cara/metodologi/pendekatan dan komponen ketidakpastian/masadepan/ketidaktahuan/risiko/keterbatasan. Buat saya, komponen paling penting adalah komponen kedua: ketidaktahuan/ketidakpastian.

Karena masing-masing orang punya rencananya sendiri dan masing-masing orang pun sama-sama tidak mengetahui/tidak tahu bagaimana cara suatu tujuan bisa diraih, maka akan ada banyak sekali variasi strategi yang bisa seseorang pilih dan lakukan. Ada strategi yang efektif, ada strategi yang efisien dan ada juga yang sebaliknya: strategi yang tidak efektif dan tidak efisien.

Contoh pertama, ada dua orang yang sama-sama baru lulus kuliah dan sama-sama berusaha mencari pekerjaan. Baik orang pertama dan orang kedua sama-sama tahu tujuan mereka apa: mendapatkan pekerjaan. Namun kedua orang tersebut, sama-sama tidak tahu bagaimana cara mendapatkan pekerjaannya. Mereka bertanya-tanya, apakah perlu koneksi, apakah lewat rekrutmen kampus, ataukah direct recruit ke perusahaan.

Contoh kedua, Ada dua kelompok orang yang sama-sama akan pergi ke mall di tengah kota. Masalahnya kelompok mereka berjumlah 13 orang. Kira-kira bagaimana arrangement kelompok tersebut untuk membawa 13 orang ini ke kota. Apakah menggunakan 3 buah taksi, apakah menggunakan kombinasi angkot, taksi dan motor. Ataukah justru sama sekali mengubah tujuan dari mall ditengah kota, ataukah diganti sekedar jalan kaki ke taman komplek rumah.

Dari ilustrasi diatas, penyusunan strategi menjadi hal yang tidak mudah. Selain dua komponen diatas (cara dan ketidakpastian), faktor goal definition juga bisa berubah-ubah sehingga menyulitkan strategi untuk disusun. Belum lagi ditambah faktor-faktor lain yang mempengaruhi seperti keterbatasan waktu, keterbatasan biaya, masalah personil dan lainnya.

Buat saya, doktrin strategi yang efektif adalah sebagai berikut:

1. Understanding & accept all strategy constraint
Memahami dan mengerti bahwa resources kita memiliki keterbatasan namun disisi lain memiliki potensi. Memahami bahwa deadline kita ketat dan kita harus submit secepatnya, namun juga meyakini bahwa selalu ada alternatif dan sisi baik yang bisa kita lakukan.

2. Be patience, see the momentum & trust your feeling
See the momentum, see the unseen. Lihat potensi, lihat potensial improvement, lihat economic of scale. Lihat akselerasi, lihat pemberdayaan. Untuk melakukan sesuatu yang besar bisa jadi diperlukan sudut pandang yang berbeda. Untuk bisa menyelesaikan sesuatu yang ‘rumit’ bisa jadi dibutuhkan ruang berpikir yang lebih leluasa.

Dalam kasus yang kedua, mengenai perpindahan orang ke mall tadi. Ternyata, strategi yang paling efektif adalah bukan dengan memikirkan segala alternatif yang mungkin bisa diambil. Karena kondisi dilapangan jauh lebih sulit dari pada yang kita bisa bayangkan. Contoh ternyata angkot tidak ada yang beroperasi (karena masih suasana lebaran), dua buah taksi juga sulit didapatkan. Masalah biaya dan waktu juga terbatas. Maka untuk bisa menemukan solusi yang efektif harus dilihat dari situasional dilapangan.

Dalam kasus perpindahan tadi, ternyata solusi yang paling efektif adalah dengan mengambil 2 taksi. Satu taksi berisi bahkan 7 orang.

Written by priandoyo

Agustus 1, 2014 at 9:58 pm

Ditulis dalam Pekerjaan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 489 pengikut lainnya.