Bika Ambon Zulaikha dan Bolu Gulung Meranti
Jumat kemarin akhirnya kembali lagi ke Medan -karena pekerjaan kantor. Mungkin ini perjalanan ke Medan yang paling pendek. Berangkat jam 6.00 pagi dan pulang dari Medan jam 18.00. Teman-teman yang berangkat membawa Bika Ambon dan Bolu Gulung. Saya sejujurnya lebih cocok dengan rasa Bolu Gulung Meranti dibandingkan Bika Ambon. Hebat ya, bagaimana sebuah perusahaan yang bisa fokus dengan satu produk -sehingga menjadi ‘signaturenya’ Kota Medan.
Focus on what you are good at
Problemnya kita seringkali tergoda untuk melakukan atau mencoba sesuatu yang diluar keahlian kita.
Peluang itu bernama Online Trading
Seorang teman menyampaikan kepada saya bahwa tahun ini merupakan tahun yang paling tepat untuk mulai belajar lebih giat seputar keuangan dan investasi. Menurut si teman, ada tiga hal mendasar yang menjadi alasan bahwa tahun ini merupakan tahun tahun yang paling tepat untuk memulai atau bahkan berkarir dalam bidang ini.
Alasan pertama adalah semakin besarnya ketertarikan orang untuk berinvestasi di pasar modal. Kalau bicara data maka hingga akhir November 2009 jumlah investor yang tercatat di KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia) mencapai 372.000. BEI (Bursa Efek Indonesia) sendiri menargetkan jumlah tersebut naik menjadi 650.000 hingga 700.000 pada akhir 2010 yang artinya naik menjadi dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Artinya orang semakin tertarik untuk berinvestasi langsung pada pasar modal dibandingkan dengan instrumen lain seperti Unit Link dan Reksadana
Alasan kedua adalah semakin pesatnya perkembangan infrastruktur teknologi informasi khususnya internet dan teknologi mobile. Kalau bicara mengenai ‘online’ misalnya, maka kemudahan dengan piranti bergerak yang semakin murah, ongkos komunikasi data yang semakin murah dan cepat menjadi pendorong utama pesatnya perkembangan usaha keuangan dan investasi di pasar modal.
Alasan ketiga adalah semakin banyak perusahaan sekuritas baik dari dalam maupun luar negeri yang merilis fasilitas online trading untuk semakin memudahkan nasabahnya memonitor perkembangan investasinya. Hal ini tentu saja akan disertai dengan dengan peningkatan tajam akan kebutuhan sumber daya manusia pada bidang tersebut. Peningkatan kebutuhan ini tentunya akan membuka peluang berkarir yang sangat luas dalam bidang keuangan dan investasi tersebut.
Lebih lanjut si teman menjelaskan bahwa sebagai sebuah pilihan berkarir maka bidang ini juga menuntut komitmen kuat dan motivasi untuk belajar secara terus menerus. Sebuah hal yang sebanding dengan hasil cemerlang yang akan didapat dari dunia ini.
Tertarik? Bisa memulai dari sini xpect-more.com yaitu sebuah media komunikasi untuk mendapatkan informasi mengenai karir dan pengembangan diri dalam bidang investasi dan keuangan. xpect-more sendiri dibangun oleh Valbury, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang investasi dan keuangan.
Kereta KRL Bintaro – Tanah Abang
Dulu, saya tidak begitu tertarik berangkat ke kantor menggunakan jasa kereta KRL, karena ‘takut’ keretanya tidak ontime dan juga pertimbangan besarnya biaya bila harus menggunakan jasa tambahan ojek ke dan dari stasiun. Alternatifnya saya lebih memilih naik feeder busway -yang belakangan sadar bahwa biayanya lebih mahal dibandingkan kereta api.
Saya biasa naik kereta pukul 7.30 pagi -seringnya di antar Dinda sampai stasiun dan pulang dengan kereta 18.45 malam. Kalau diperhatikan sebenarnya penumpang KRL itu ya orangnya itu-itu saja. Jadi kalau kita berdiri pada posisi yang sama pada waktu yang sama maka kemungkinan besar kita akan bertemu orang yang itu-itu juga -teorinya Dinda sih, dan ternyata betul juga teorinya.
Track record saya dalam berkereta KRL mungkin tidak sebanyak track record saya dalam berkereta antar kota. Dulu jaman kuliah, kenyang rasanya berkereta Jogja-Jakarta, Jogja-Cirebon. Dari yang bertumpuk-tumpuk di bordes kereta Progo sampai harus kehilangan dompet dan HP di kereta.
Ada yang mencintai kereta KRL juga?
btw sekilas jadwal KRL :)
http://www.krlmania.com/jadwal/serpong_express.php
http://www.krlmania.com/jadwal/serpong_ekonomi_ac.php
Akhirnya Unit Link itu saya tutup
Lima tahun sudah saya menjadi konsumen/nasabah dari sebuah Unit Link Asuransi. Akhirnya setelah berbagai macam pertimbangan saya tutup polis saya pada produk asuransi tersebut. Rugi lumayan besar, kalau dihitung saya menabung tanpa bunga, maka saya kehilangan lebih dari 75% nilai tabungan saya.
Pelajarannya?
Tips mengusir ular di rumah
Ya, Ular. Kemarin malam sekitar pukul 21.30 rumah kami kemasukan ular. Ceritanya, saat semua orang hendak terlelap, tiba-tiba Mbak Linda -sepupu Dinda melihat hewan melata ini disamping tempat tidurnya. Padahal saat itu kondisi jendala tertutup -sejak masuk magrib semua jendela ditutup. Dan pintu pun dalam posisi tertutup rapat. Seram juga rasanya, apalagi buat perempuan. Akhirnya, praktis malam itu suasana menjadi heboh dengan perburuan hewan melata ini.
Ular mungil yang panjangnya ‘hanya’ sekitar 40-60 cm dengan badan sebesar cicak ini ditangkap dengan kayu kemudian dimasukkan kedalam kantong plastik -metode yang sama seperti saat menangkap tikus dirumah. Di luar rumah, ular tersebut kemudian dipukul bagian kepalanya hingga hancur, kemudian diberikan kepada kucing -ada untungnya juga di komplek banyak kucing.
Sebenarnya ini bukan kali pertama rumah kami kemasukan ular, setahun yang lalu sekitar bulan Maret-April juga seekor ular mampir kerumah. Curiganya seputaran pergantian musim, sehingga ular-ular senang masuk ke area yang hangat -salah satunya kamar rumah. Atau kecurigaan kedua, ular-ular tersebut mencari makanan atau tikus dirumah.
Sempat curiga ular itu datang dari pohon-pohon sekitar rumah kemudian lompat lewat jendela yang terbuka. Tapi kalau melihat perawakan ular yang berwarna coklat -lebih mirip dengan ular kacang yang tidak berbahaya (dulu di Cirebon, ular kacang sering menjadi mainan anak-anak). Rasanya ini bukan tipe ular pohon berwarna hijau yang hobby melompat-lompat antar pohon.
Bicara ular saya teringat pengalaman saya semasa kecil di Cirebon. Karena rumah terletak disamping sawah, rasanya sering sekali Ular masuk ke rumah. Mulai masuk kedalam closet WC, hingga tiba-tiba ada di dalam lemari buku atau tiba-tiba tanpa jejak menghabisi anak ayam. Sebenarnya sampai sekarang pun ular masih banyak -terutama yang menyebrang jalan, kalau yang masuk rumah mulai berkurang.
Oh ya,sekedar tips atau catatan kecil seputar kejadian kemarin:
Tips seputar terkena gigitan ular:
1. Jangan serta merta membuang / membunuh ular
Kemarin saking semangatnya, ular dibuang begitu saja, padahal pesan si mbak, setiap kali tergigit ular usahakan untuk membawa atau menyimpan ular tersebut juga ke rumah sakit. Akan lebih mudah bagi si dokter untuk mengidentifikasi jenis pengobatan apa yang harus diberikan.
2. Bila tergigit ular, cukup bersihkan dengan air hangat
Umumnya ular berbisa berwarna mencolok -walau ular kemarin menurut si Mbak Wati adalah jenis ular Weling yang berbisa. Tapi apapun itu, cukup bekas gigitan ular dibersihkan dengan air hangat tanpa menggunakan detergen/antiseptik.
Tips seputar mengusir ular:
1. Sebarkan garam di sekitar rumah atau jalur kemungkinan ular masuk
Ternyata garam tidak hanya berfungsi secara metafisik untuk memanggil orang yang hilang -pengalaman kuliah nyari orang hilang dibantuin ustadz dengan nyebar garam di kamar rumah yang bersangkutan. Secara ilmiah garam ini hipertonis, sedangkan ular hipotonis (CMIIW).
Bersambung
Baca juga.
Seni dan tips mengontrak rumah (di Bintaro)


Mengontrak rumah bagi sebagian orang mungkin merupakan pilihan yang terbaik dibandingkan dengan membeli rumah. Selain faktor budget, mengontrak rumah memungkinkan orang tersebut untuk mendapatkan ‘feel’ dimana lokasi terbaiknya untuk bertempat tinggal, sebelum kemudian membeli rumah.
Pasalnya tidak sedikit kasus dimana orang sudah telanjur membeli rumah yang ternyata tidak cocok dengan ‘karakter’ dirinya atau ‘karakteristik’ pekerjaannya e.g ada pekerjaan yang mengharuskan pulang larut malam, ada pekerjaan yang wajib datang pagi kekantor. Atau kasus kecil seperti preferensi kedekatan dengan sekolah anak.
1. Dapatkan harga terbaik dilokasi terbaik
Sebenarnya, aturan memilih rumah kontrakan hampir sama dengan membeli rumah: Harga terbaik dengan lokasi terbaik. Untuk rumah kontrakan di komplek cara memilih pun lebih mudah karena umumnya harga-harga rumah yang dikontrakkan relatif sama, tinggal kita jeli untuk memilih rumah mana yang akan kita tempati.
2. Induk semang yang menyenangkan
Syukur-syukur Induk semang orangnya koperatif, tidak terlalu ‘rese’
3. Kondisi rumah
Banyak alasan orang mengkontrakkan rumahnya, untuk rumah kontrakan di kompleks, biasanya alasannya adalah bukan untuk investasi e.g dipindah tugaskan didaerah. Atau tempat kerja ternyata berlawanan arah dengan tempat tinggal. Atau memang untuk semata dikontrakkan (sudah punya rumah utama). Baca entri selengkapnya »
Belajar berkata tidak
Nasihat klasik ini sudah saya dengar sejak dulu, tapi menerapkannya luar biasa susah. Mungkin pembawaan dari kecil, bahwa kata TIDAK biasanya berarti negatif seperti tidak mampu atau tidak sanggup. Sementara didukung juga dari ‘pendidikan’ kata TIDAK pantang untuk diucapkan.
Kalau minggu yang lalu mulai belajar jangan serakah, maka pelajaran selanjutnya adalah belajar berkata tidak.
Jangan serakah
Beberapa hari belakangan ini kegiatan utama saya dalam berinternet adalah unsubscribe. Ya, akhirnya saya mulai menonaktifkan notifikasi dari banyak milis, social network dan email-email lain. Termasuk didalamnya melimitasi jumlah bacaan di google reader, di microblogging dan sejenisnya. Hasilnya lebih baik, inbox saya tidak bertumpuk sebagaimana biasanya, hati saya lebih tenang -karena keinginan untuk senantiasa mengecek email menjadi berkurang.
Sepertinya jargon ‘Jangan Serakah’ berlaku secara universal, bahkan untuk hal yang positif sekalipun. Selalu ada satu titik dimana kita harus belajar kapan harus berkata cukup.
Tiga kunci pembuka rezeki
Pernahkah kita berada dalam suatu kondisi dimana semua hal sudah sempurna tapi rezeki tidak kunjung datang? pencari kerja misalnya, IPK sudah bagus, lulusan PT ternama, network sudah banyak tapi rasanya tidak ada perusahaan yang mau menampung. Atau pengusaha misalnya, produk sudah Ok, teknik pemasaran sudah advanced, tapi customer tidak kunjung datang.
Seorang teman baik mengingatkan saya bahwa ada banyak kondisi dimana kita membutuhkan suatu ‘faktor keberuntungan’, suatu kunci pembuka rezeki, atau suatu hal metafisis yang memudahkan untuk mendapatkan pencapaian itu. menurut beliau, hal-hal yang memudahkan itu adalah:
1. Sedekah.
Sedekah ini sebenarnya sangat universal, dan karena universal ini sebenarnya ada banyak hal yang bisa dikategorikan sebagai sedekah. Seperti bersilaturahmi dengan sanak kerabat, memberikan bantuan pada orang tua atau saudara yang membutuhkan. Atau sangat universal seperti berusaha membantu, berusaha memposisikan diri sebagai ‘orang baik’
2. Doa (orang-orang terdekat kita).
Doa orang-orang terdekat, atau mudahnya kalau orang bilang “Anak pembawa rezeki” atau “Istri pembawa rezeki” kira-kira betul adanya. Pengalaman si teman, rezekinya memang lebih berkah saat sudah menikah atau memiliki anak. Si teman juga mengingatkan bahwa yang lebih penting bukan hanya kehadiran mereka dalam hidup kita, tapi doa yang mereka panjatkan itu yang sangat berperan.
3. Ikhlas.
Sekarang ini, walau rasanya uang dan kekuasaan seperti bisa membeli segalanya, tetap saja manusia itu memiliki keterbatasan. Seperti diilustrasikan diatas ketika semua daya dan upaya telah dikerjakan, bisa saja belum tercapai. Bukan karena strategi dan taktiknya yang kurang tepat, tapi memang jalannya belum datang
“Lihat si X, Jar, kurang apalagi sih dia, teori, praktek, kompetensi, product leadership, network, tapi kok rasanya susah ya”
“Tunggu saja waktunya, asal dia tetap ikhlas dan bersyukur, niscaya terkabul keinginannya”
Bintaro, minggu pagi
“Terimakasih kawan nasihatnya…”
Mungkinkah Tabung Elpiji Meledak?
Si mbak dirumah saya takut setengah mati setiap kali mendengar suara mendesis muncul dari tabung gas atau bila tiba-tiba muncul bau-bauan dari tabung gas.
“Takut nanti meledak mas, kayak di Tipi-tipi gitu” ujar si Mbak.
Mulanya saya juga takut bila memang si tabung ini meledak hebat, tapi sambil berjalannya waktu saya menemukan bahwa suara mendesis atau bau-bauan itu biasanya (tidak selalu) muncul menjelang tabung gas habis. Karena itu, saya selalu menandai tanggal setiap kali membeli gas. Dan biasanya mencocokkan bila tanda-tanda tersebut muncul dengan usia tabung gas saya. Biasanya pemakaian tabung gas saya berkisar 45 hari (1.5 bulanan), dipakai setiap hari, untuk makan 3 kali.
Beberapa hari yang lalu, saya melihat promosi sebuah produk klep penghubung tabung gas dengan kompor gas. Menurut si penjual produknya ini diklaim bisa mencegah terjadinya kebocoran antara Tabung ke Kompor Gas. Sayang, harga produknya relatif mahal sekitar 150ribuan -sementara klep dirumah saya baik-baik saja sehingga saya tidak tertarik membelinya.
Meskipun tidak tertarik dengan produknya, dari penjelasannya saya belajar bahwa masalah utama pada tabung gas bukan pada terjadinya ledakan, tapi kebocoran yang menyebabkan gas cepat habis. Di demonya, secara extrem si penjual membakar langsung tabung gas elpiji 12kg milik pertamina, atau membuat lubang pada selang penghubung dengan cara menusukkan pisau, dan kemudian membakar gas yang mengalir dari lubang tersebut. Ternyata betul, gas dari Tabung Elpiji tersebut bertekanan rendah. Hasilnya hanya terbakar kecil yang bisa dipadamkan dengan kain.
Saya jadi teringat, beberapa kali pemberitaan di TV, bahwa ada tabung elpiji yang meledak. Ternyata kondisi si tabung baik-baik saja. Yang terjadi adalah gas yang bocor terkonsentrasi dalam ruangan tertutup, dan membakar ruangan tersebut, apalagi ruangan yang memiliki banyak bahan mudah terbakar. Tapi, sekali lagi -tutur di si penjual, tidak mungkin tabung ini meledak hebat seperti ledakan di film-film Hollywood.
Entah benar atau tidak, tapi paling tidak demo kemarin membuat saya tidak terlalu khawatir lagi dengan masalah Tabung Elpiji yang meledak. Apalagi sekarang design dapur cukup terbuka, sehingga bila ada kebocoran pun gas akan menguap dengan cepat.
Ada pengalaman lain? atau mungkin orang Oil & Gas bisa menjelaskan dengan lebih detail secara teknisnya :)



