Begitu cepatnya jaman berubah
Kemarin saya dan sekeluarga mampir ke ITC BSD untuk berjalan-jalan dan membeli beberapa barang keperluan sehari-hari. Memperhatikan perubahan yang terjadi di ITC BSD seakan memberikan saya potret nyata bahwa perubahan terjadi dengan sangat cepat dan tidak dapat dihindari. Sesuatu yang dulunya megah dan menjanjikan bisa tidak berprospek pada hari ini dan bahkan hilang sama sekali di masa depan.
Bisnis Wartel, Warnet, Air Minum Isi ulang misalnya, ataupun Bisnis Software bajakan dan DVD bajakan yang hilang sama sekali di ITC BSD merupakan suatu keniscayaan bahwa ketika berhadapan dengan pasar dengan selera konsumen, dengan tren masyarakat, maka tidak ada satupun hal yang bisa kita lakukan untuk menantangnya, untuk melakukan perubahan atasnya selain untuk mengikuti, berjalan bersama arus dan menyesuaikan diri didalamnya.
Istri saya -yang salah satu dari sedikit orang bisa bertahan selama lebih dari 4 tahun dalam bidang usahanya- mengatakan bahwa kunci untuk bertahan dibalik perubahan yang begitu cepat ini adalah inovasi dan kreatif. Inovasi dan kreatif akan membuat kita adaptif disetiap perubahan yang terjadi.
Setuju, dan saya ingin menambahkan satu hal, khususnya bagi saya sendiri: Produktif.
Rapat, rapat, rapat
Salah satu client di kantor memiliki agenda rapat rutin setiap minggu sekali dengan durasi hampir setengah hari. Wajar sebenarnya karena clientnya besar, scopenya luas dan waktunya sangat sempit. Selepas mengikuti rapat-rapat yang cukup melelahkan tersebut saya jadi teringat inisiatif Pak Dahlan Iskan untuk mengurangi durasi rapat di BUMN menjadi 50% dari rapat yang biasa dilakukan. Mungkin mengelola rapat yang efektif adalah dilema dan ironi tersendiri di banyak perusahaan. Keputusan-keputusan penting selalu hadir dari hasil rapat panjang sementara disisi lain orang cenderung ‘pilih-pilih’ dengan komitmen dari hasil rapat ataupun tentang inisiatif tertentu yang dihasilkan dari rapat.
Tapi bukan, saya bukan ingin membahas mengenai efisiensi dan efektivitas rapat, tapi saya ingin mengingatkan diri saya bahwa kita harus senantiasa berpikir kreatif dan inovatif disela-sela waktu rapat yang panjang dan melelahkan tersebut. Bayangkan, dalam durasi satu proyek, maka lebih dari 10% dari waktu proyek dihabiskan untuk melakukan rapat progress report. Dan rasanya cukup ‘menyeramkan’ apabila membayangkan bertahun-tahun kita tidak mengalokasikan sedikit 5-10% dari waktu untuk melakukan kreatif dan berinovasi.
Karena masing-masing dari kita memiliki waktu yang sama-sama panjangnya, maka selain ‘kesederhanaan’, alokasi-alokasi untuk waktu yang ada pun harus dilakukan dengan sangat baik dan efisien. Semoga ya. Tulisan pendek disini pun intinya mengingatkan kembali saya untuk berani dan tidak takut bertindak kreatif.
Mengundang
Aturan Undang-Mengundang, terutama dalam lingkungan formal akademik/korporasi ternyata sangat unik bila dibandingkan aturan undang-mengundang dalam lingkungan entertainment/consumer product. Teori aturan ini tidak berlaku pada launching produk seperti Mobil, Majalah atau produk-produk populer lainnya.
1. Pada dasarnya orang tidak mau di undang
Pada dasarnya orang tidak mau diundang ke sebuah acara seminar, launching product baru, acara gathering kelompok tertentu (alumni sekolah/universitas). Jangankan pada tingkat manager atau direksi, staf yang diundang pun seringkali malas untuk hadir dalam sebuah corporate event.
2. Bila pada akhirnya orang tersebut mau datang maka penyebabnya adalah karena alasan personal
Yang saya amati, seorang manager sales handal tidak hanya perlu mengirim email, tapi juga mengirim undangan hardcopy, menelpon hingga meminta secara langsung dan personal kepada target undangan untuk bisa datang ke acara tersebut.
Susah ya ternyata, walau kata kuncinya adalah ‘personal’, tapi ternyata tidak semua orang bisa dan mampu mengkondisikan dirinya menjadi manager sales yang handal.
Tujuh Tahun
Hari ini genap sudah tujuh tahun saya bekerja -bekerja setelah lulus dengan bukti potong pajak tepatnya. Selama tujuh tahun ini saya melihat naik turun, spekulasi dan berbagai hal yang sangat menarik mengenai takdir dan pilihan hidup seseorang. Saya melihat ada tren, ada musim, ada perubahan dan ada perjalanan panjang akan suatu hal.
Saya melihat bahwa yang terpenting bukan bagaimana orang bereaksi terhadap sesuatu hal, tapi lebih bagaimana orang berusaha untuk tetap konsisten dengan apa yang dicita-citakannya. Kalau cita-citanya adalah mendidik anak dengan sukses maka tentunya anak yang menangis di pagi hari karena tidak mau sekolah adalah suatu hal kecil yang pasti bisa dicapai dengan mengingat akan konsistensi akan cita-citanya.
Pendeknya, segala hal yang kita lakukan pada hari ini dampaknya mungkin baru bisa kita lihat 4-5 tahun kedepan. Bila kita ingin melakukan sesuatu hal atau ingin mencapai suatu hal maka hasilnya baru terlihat di 4-5 tahun berikutnya. Buah atas konsistensi terhadap suatu apapun itu baru terlihat dalam jangka panjang. Sama halnya seperti buah konsistensi atas pesimisme suatu hal, atau atas optimisme suatu peluang bisnis. Hal-hal yang hanya bisa dilihat dalam beberapa tahun kedepan. Baca entri selengkapnya »
Menentukan harga wajar dan kompetitif nilai proyek
Pembahasan tentang bagaimana sulitnya menentukan harga wajar dan kompetitif suatu proyek jasa konsultasi mungkin sudah pernah dibahas dibanyak tempat. Tulisan ini hanya sekedar berbagai pengalaman saya dalam menentukan harga dan lebih penting bagaimana dengan harga tersebut perusahaan dapat memenangkan tender di sebuah institusi dengan baik.
1. Kemampuan memprediksi harga adalah segalanya
Di banyak pekerjaan, kemampuan meramal (baca: memprediksi) atau kemampuan yang berhubungan dengan ‘feeling’ sangat mutlak diperlukan. Mulai dari petroleum engineer yang meramal cadangan minyak disuatu titik, trader saham dengan feeling pergerakan sahamnya hingga konsultan dalam memprediksi owner estimate (OE) dari sebuah nilai proyek dan competitor fee dalam sebuah bidding.
Sebegitu pentingnya kemampuan memprediksi ini sampai perusahaan seringkali menempatkan manajemen seniornya untuk menghadiri acara acara penentuan harga semodel e-auction ataupun tender terbuka. Wajar, karena kerja persiapan berbulan-bulan bisa lenyap hanya karena kegagalan si wakil dalam menekan tombol e-auction.
2. Harga pasar tidak mungkin berbohong
Perusahaan bisa saja membuat aturan dan rumus perhitungan nilai proyek dengan menggunakan estimasi mandays, durasi, recoveryrate ataupun kompleksitas kerja. Tapi, apapun model perhitungannya harga yang paling tepat adalah harga yang terbentuk berdasarkan persepsi pasar.
Tahu penempatan perusahaan dan bagaimana persepsi pasar terhadap perusahaan merupakan kunci untuk memenangkan tender dengan baik. Mudahnya sama seperti membeli mobil, ada kelas-kelas mobil dimana harga atas dan harga bawah sudah ditentukan
3. Tahu tata nilai perusahaan dan internal procurement
Penentuan nilai proyek merupakan suatu strategi bisnis yang harus dipelajari dengan baik bagi tiap perusahaan yang bidang jasanya bergerak dalam bidang proyek. Salah satu yang wajib adalah mengenai aturan procurement di perusahaan tempat kita berkompetisi. Mulai dari PP 54 tahun 2010, Peraturan Internal, aturan 80:20, 70:30 dan 60:40 Baca entri selengkapnya »
Mencari Auditor (dan Konsultan) Teknologi Informasi
Ternyata, mencari konsultan dan auditor teknologi informasi itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Sebagai sebuah pekerjaan yang merupakan penggabungan antara dua bidang pekerjaan yaitu Audit (Akuntansi) dan Teknologi Informasi, proses pengawakan (resourcing) untuk pekerjan seperti ini -sekali lagi- bukanlah sebuah hal yang mudah.
Sebagai orang yang berlatar belakang TI saya ingin sharing sedikit beberapa hal yang menyebabkan proses rekrutmen tenaga konsultan dan auditor teknologi informasi ini sangat sulit dilakukan. Tentunya pendapat ini bisa jadi sangat berbeda dibandingkan cerita dari orang yang berlatar belakang Audit (Akuntansi) dan tempat dimana dia bekerja.
Nama Audit Firm / Kantor Akuntan Publik bukanlah nama yang ‘populer’ buat lulusan TI
Bagi yang ingin bekerja di core business, bila dibandingkan Microsoft, Google atau Samsung tentunya nama kantor akuntan publik adalah nama yang amat sangat asing. Jangankan bertanya mengenai gaji dan prospek karirnya kedepan. Mengeja namanya pun banyak yang kesulitan. Baca entri selengkapnya »
Apa yang bisa kita pelajari dari kesalahan
Sudah pernah gagal? sudah pernah berbuat kesalahan? sudah pernah di’maki’ dimuka publik, dihadapan para petinggi-petinggi dan para decision maker?
Ternyata belajar dari kesalahan dan kegagalan bisa jadi memberikan pelajaran yang jauh lebih banyak dibandingkan pelajaran yang kita dapat dari sebuah pencapaian. Dan bukankah inovasi-inovas terbaik didunia ini datang dari milyaran (hahaha lebay) kegagalan.
1. Belajar mengakui dan menerima bahwa proses yang kita lakukan menyebabkan kesalahan dan kegagalan
2. Belajar mengerti dan memahami dimana letak kesalahan yang terjadi
3. Belajar berinovasi dan berkreasi menemukan, memperbaiki dan meningkatkan proses dimana kesalahan tersebut terjadi
4. Belajar mengulang proses yang sama dengan lebih cepat dan lebih baik
Mencari programmer ASP berbakat
Kantor saya mencari programmer ASP berbakat dan berkelakuan baik, syukur-syukur mengerti mengenai Oracle. Benefit sangat kompetitif dan berkesempatan untuk mengembangkan diri semaksimal mungkin. Fasilitas yang diberikan:
1. Duduk sebelah meja dengan saya
2. Mendapatkan bonus bimbingan karir dan jaringan kerja di bidang TI
3. Bisa pulang pergi ke kantor bareng saya *khusus di daerah Bintaro, Tanah Kusir, Kebayoran dan sekitarnya
4. Kalau masih single bisa saya bantu mencarikan jodoh dan rumah
Tertarik? silahkan kirim email ke priandoyo@gmail.com dengan CV terakhir
Membaca waktu
Seandainya saya diberi kemampuan untuk membaca waktu, membaca masa depan dengan cepat dan akurat tentunya saya bisa menjadi orang paling ‘kaya’ didunia ini. Dengan kelebihan ini hampir dipastikan dalam berbagai sektor dari perdagangan hingga makanan tentunya melibatkan banyak hal seputar prediksi memprediksi kebutuhan di masa depan.
Lalu riilnya bagaimana?
Mudah saja, lihat saja program BPS BI, BPS Pertamina, MT Astra, MT Citibank, Letnan Dua Akmil, seperti apa profil anak mudanya, seperti apa kesukaannya, apa restoran favoritnya, berasal dari belahan mana di negeri ini.
Masa depan ada ditangan mereka.
Kendali hidup
Jam 2 pagi, anak saya yang berusia 3 tahun terbangun, wajar sebenarnya karena hari ini dia sangat lelah selepas pulang balik dari rumah neneknya di Cirebon. Perjalanan hampir 9 jam diatas mobil, ditambah dengan agenda bersih-bersih rumah yang tidak kalah padatnya membuat dia hampir tidak tidur nyenyak sejak 2 pagi kemarin.
Terbangun kemudian menangis dan merengek untuk meminta digendong, membuat perasaan saya campur aduk antara kesal dan kasihan melihatnya seperti itu. Namun apa mau dikata karena badan pun sudah sangat lelah, akhirnya saya biarkan dia tertidur disamping ibunya dengan tangis yang masih nyaring terdengar, akhirnya 5-10 menit kemudian dia kembali tertidur dengan lelapnya. Ternyata.
Hari ini saya kembali belajar dan kembali mengingat-ingat mengenai pelajaran pelajaran terdahulu yang pernah saya terima mengenai bagaimana membentuk manusia berkarakter. Sebuah pelajaran penting yang akan sangat berguna bagi kita menjalani kehidupan yang tidak jelas, samar dan serba tidak menentu ini.
Kelas pembentukan karakter ini memang tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mengikutinya, suatu kelas yang universal tidak melulu monopoli orang kaya dan berada dan justru lebih banyak tersedia bagi kelas ekonomi menengah dan bawah.

