Anjar Priandoyo

Studi Kasus: Indonesia Comnets Plus?

with 111 comments

Sebenarnya ada pilihan lain yang cukup menggiurkan bro, PT. Indonesia Comnets Plus perusahaan telecomunication (status saat ini masih rebutan antara PLN sama Telkom), but not in seluler business. tapi fokus di telekomunikasi Fibre optic, IT services, VSAT, isp, network, internet, etc

Masuk fresh graduate, langsung 4,5jt. kenaikan gaji lumayan cepet. mekanisme penilaian pake balance score card, dalam setahun minimal 18 kali gaji keluar (gak jarang tembus 20-24 kali gaji dasar). Tunjangan kesehatan full untuk 3 anak (bisa terima rawat inap, kwitansi obat, rumah sakit, perawatan dari mana saja di seluruh indonesia, dari klinik kecil juga diterima). tuntutan kerjaan pasti sering banget travelling around indonesia (even the world). dalam sebulan bisa rutin (u/ fresh grad), gaji kotor rata2 sampe 12jt perbulan kalau kebetulan dapet di bagian project, dapet mobil dinas gratis pula.
Princetelco, di perlukah apply ke Sinarmas Telecom,

Ceritanya ada salah satu rekan yang komentar mengenai prospek bekerja di IconPlus. Dengan benefit seperti diatas, sebenarnya masuk akal tidak ya? apalagi untuk freshgrad. Kalau menurut saya, jelas tidak mungkin, karena:
1. Iconplus, lokal co.
2. bergerak di telco (backbone)

Tapi, siapa tahu? ada yang punya pendapat? atau bagaimana cara kita selektif melihat kesempatan?

Baca juga: Dalam industri sejenis, range gaji akan seimbang

Written by priandoyo

Agustus 1, 2007 pada 5:53 am

Ditulis dalam Standar Gaji

111 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. ga sebegitunya kok om :)
    tapi memang,kalau di tilik dari tunjangan.perjalanan dinas,dsb nya.itu iya =).

    tapi sayangnya,saya ga kerja disitu.hiks.. cuman jongos’e icon.hihihi

    Yudhi

    Agustus 1, 2007 at 6:18 am

  2. Karatau madang di hulu – babuah babungo balum
    Marantau bujang dahulu – di rumah baguno balun [minang]
    ………Pepatah Minang tentang Merantau…!

    k'baca

    Agustus 1, 2007 at 6:47 am

  3. kenapa tidak mungkin mas? well, it’s true by the way. tapi untuk 12jt, itu yg kena bagian project and otomatis hitungannya perjalanan bisnis dan gak semua divisi.

    princetelco

    Agustus 1, 2007 at 8:21 am

  4. Datanya kurang lengkap nih Mas Princetelco :), dibreakdown lagi dong, 4.5 itu apa? gross? thp atau komponen lainnya bagaimana. Gaji dasarnya berapa?

    priandoyo

    Agustus 1, 2007 at 8:43 am

  5. wah, itu gross mas… gaji dasarnya sih kecil :D
    ini kurang lebihlah perhitungannya

    Gaji Dasar Murni 2.317.136
    Index Koefisien Regional (23%) 532.941
    —————————————– +
    Gaji Dasar Dibayarkan 2.850.077

    Tunjangan Perumahan 600.000
    Tunjangan Transport 870.000
    Tunjangan Jabatan 480.000
    ========================================= +
    Sub Total 4.800.077

    Potongan
    Pensiun 103.029
    Koperasi 100.000

    Total dibayarkan (THP) 4.597.048

    princetelco

    Agustus 1, 2007 at 9:07 am

  6. Setuju sama Mas Pri.

    Sekalian diinfo juga involvement nya di Proyek itu untuk apanya? Project Manager? Field Engineer? atau apa?

    Kalo untuk perjalanan dinas, angka itu termasuk allowance sama advance ya? Kalau iya, berarti kecil juga dong Mas … kan musti bayar accomodation + meal + + + + …

    Dion

    Agustus 1, 2007 at 9:09 am

  7. yang jadi andalan perusahaan itu (iconplus, red) adalah tunjangan kesehatan, dan bonusnya serta perjalanan dinasnya (dalam atau luar) plus pembagian profit koperasi akhir tahunnya.

    princetelco

    Agustus 1, 2007 at 9:14 am

  8. Freshgrad nyampe 12 juta?
    Kalo orang bercerita biasanya lebih, kalo bagi-bagi duit sering malah kurang… :) ha…ha..haa….

    Baginda

    Agustus 1, 2007 at 9:53 am

  9. Gabrux!!!
    Aku ga tau musti comment apa,
    2 bulan yg lalu aku sempat 3 kali ditelpon orang ICON+ untuk datang test.
    Tapi aku tolak dengan alasan udah kerja di Jatis, padahal aku belum gitu tahu soal ICON+ selain dia anaknya PLN, duh klo tahu gajinya hampir setara TSEL, mungkin lain jadinya.

    Tapi gapapa lah, moga2 disini exposure lebih baik, paling ga bisa jadi stairway to ericsson :(

    Fadli

    Agustus 1, 2007 at 12:18 pm

  10. untuk princetelco… saya titip salam buat Dony ya.

    ICON masih buka lowongan nggak?

    Biho

    Agustus 2, 2007 at 3:18 am

  11. wah… minat nich gw pindah ke ICON+… email HRD-nya apa ya..? nuhun

    sombreng

    Agustus 2, 2007 at 8:57 am

  12. [...] Apapun, mungkin ada yang ingin sharing tentang PT Inti? Dengan jumlah karyawan 742 per Des 2006 harusnya benefitnya ga kalah dengan Freshgrad di Icon+ yang 4.5 juta [...]

  13. Waduh… kalo gajinya segitu, saya ga mau pindah mas ?

    ehehehehhe.

    mas, dapet kabar darimana nih ? beritanya darimana ? valid ga ?

    dulu mas sempet kp or magang di icon ?

    hebat bener nih ?.. hehhehehe.

    karyawan icon

    Agustus 14, 2007 at 10:52 am

  14. wah kayanya gaji yang diatas itu kayanya buat S2 deh.

    wah… kalo S2 segitu bukannya kecil ya ?

    karyawan icon

    Agustus 14, 2007 at 11:40 am

  15. Wah kayanya salary dan kesempatan buat belajar di icon+ lumayan besar niyh.
    Mas Princetelco, di icon+ masih ada lowongan lagi gak??
    Kalo masih ada, bisa dikirimin dong alamat email hrd-nya.. ;)

    vrenom

    Agustus 31, 2007 at 8:41 am

  16. mas anjar ada info ttg PT. aneka Spring Telekomindo ga?
    secara aku ada interview dengan mereka?
    btw di icon + tdk ada lowongan yah?
    aku ke web nya info lowongan karir nya tdk ada

    thanks

    desperado

    September 13, 2007 at 3:22 am

  17. Saya kira pendapat ‘karyawan icon’ perlu dicermati karena sepertinya sudah mengalami pahit getirnya ….. :-)
    Benefit yang diterima Fresh Graduate di Icon+ mohon diperjelas prosedur pelaksanaannya lebih detail.
    Apakah Fresh Graduate yang diterima di Icon+ *sudah pasti* cukup menjalani probation period (biasanya 3 bulan) atau masih harus melewati masa kontrak kerja lebih dulu.
    Masa kontrak kerja dengan waktu tertentu biasanya diberikan untuk menguji kemampuan karyawan. Maksimum kontrak kerja 2 kali, dan lama tiap kontrak tergantung kebutuhan dan permintaan User di perusahaan itu.
    Juga perlu ditanggapi rumor yang kemungkinan muncul, apakah Fresh Graduate yang memiliki hubungan dengan karyawan PLN (tentunya bukan karyawan biasa) memiliki keuntungan signifikan dibandingkan dengan yang tidak memiliki kedekatan hubungan apa-apa.
    Ini penting agar para peminat untuk Icon+ mendapat informasi yang jelas dan valid dengan realita sesuai dengan informasi itu.

    Fadli jangan menyesal. Saya yakin kamu tetap harus merasa beruntung. Percayalah!
    Thanks.

    A Karyadi

    September 24, 2007 at 3:00 pm

  18. Mas Priandoyo, kok ada statement yang dicoret. Apakah itu hasil cross-check dengan orang hrd icon+ ? Sudahkah melakukan cross-check juga dengan beberapa pegawainya, baik yang baru atau lama. Makasih.

    anjar: bukan cross-check dengan HRD icon+

    Firmano

    September 24, 2007 at 3:25 pm

  19. Rasanya saya kenal dengan Sdr. Yudhi.
    Kok kamu masih betah di situ, Yu .. eh … Yudhi :-D

    Firmano

    September 24, 2007 at 3:30 pm

  20. Gak ahh….

    saya pikir gak juga.. teman saya pindah dari sana karena gajinya kecil :)
    dan kalau masuk sana, dan sebelnya ada 2 hal:
    -pegawai asli PLN
    -pegawai Icon +

    infonya fasilitas nya beda …
    bener gak?

    Mr. Yull

    Desember 18, 2007 at 4:00 pm

  21. Ada yang tahu anggota grup ASTEL? he he… kasih comment …

    Mr. Yull

    Desember 18, 2007 at 4:03 pm

  22. Sangat sangat setuju sekali dengan pendapat A. Karyadi dan Mr. Yull.

    Info dari teman, kasta karyawan di icon+ ada 3:
    1) Pegawai tetap dari PLN yang di-karya-kan ke icon+
    2) Pegawai hasil rekruitmen icon+ sendiri (melewati masa percobaan, tenaga kontrak, calon pegawai hingga karyawan tetap).
    3) Pegawai Koperasi icon+ (outsource ke icon+)

    Hal yang sempat ANEH terjadi di icon+, operator-operator kontrol produksi di icon+ pernah dipegang oleh pegawai kasta nomor 3.
    Padahal UU Tenaga Kerja RI th 2003 yang masih berlaku hingga sekarang menyatakan karyawan perusahaan yang mengontrol produksi perusahaan dan sifat kerjanya terus-menerus harus berstatus pegawai tetap. Jadi dari rekruitmen hanya ada 1 jalur, yaitu masa percobaan dan jika lulus menjadi pegawai tetap. Tidak melalui masa kontrak atau di-outsource kepada perusahaan/badan usaha lain.
    Masa percobaan sendiri tidak boleh dicampuradukkan dengan masa kontrak kerja.

    Sedangkan tenaga outsource hanya untuk tugas-tugas di perusahaan yang bersifat pelengkap, misalnya: tenaga kebersihan, transportasi, keamanan lingkungan, administrasi penunjang (bukan utama), dsb.

    Thanks Mas Pri atas dimuatnya comment ini, untuk memperjelas situasi icon+ beberapa thn yg lalu.
    Silakan dari pihak icon+ memberikan comment atau contoh jika situasinya sudah berubah.

    I. Supriyanto

    Desember 19, 2007 at 7:57 pm

  23. waks… gua baru tau kalo ada peraturan kaya gituh. berarti hampir semuanya adalah penyelewengan dong. dari tenaga operation sampe maintenance hampir semuanya outsource. wakakakakaka kacau balau !

    karyawan icon

    Desember 27, 2007 at 6:24 am

  24. Perusahaan mapan dan bonafide tentu akan mematuhi peraturan tenaga kerja yang ditetapkan Pemerintah dan etika bisnis yang berlaku. Mereka membedakan tenaga kerja menjadi 2 kategori utama : 1) TENAGA INTI 2) TENAGA NON-INTI.
    Tenaga Inti adalah orang-orang yang terlibat langsung dalam mata rantai kegiatan produksi. Skill dan keahlian orang-orang ini ikut menentukan berjalan lancar atau tidaknya penjualan produk/jasa dari perusahaan. Terhadap tenaga inti sudah sepatutnya perusahaan memberikan status dan penghargaan yang memadai.

    Jadi jika Icon+ mengklaim dirinya adalah perusahaan telekomunikasi dan IT, maka tenaga-tenaga kerjanya yang memiliki kompetensi di bidang-bidang tersebut, sudah SELAYAKNYA langsung dimasukkan ke dalam kategori Tenaga Inti.
    Jika terbalik-balik prakteknya, berarti TIDAK ADA penghargaan yang memadai yang diberikan perusahaan terhadap karyawan yang memiliki skill dan kompetensi yang sejalan dengan bidang bisnis perusahaan itu, di samping itu TIDAK MASUK ke dalam kategori perusahaan mapan & bonafide yang concern dan menghormati peraturan yang disahkan dan dibuat Pemerintah dan DPR RI.

    Haloo …. Depnaker RI … bagaimana dengan status perusahaan-perusahaan model begini ??

    I. Supriyanto

    Desember 27, 2007 at 11:14 pm

  25. Indosat sells its 97% stake in Sisindosat to Aneka Spring Telekomindo for Rp40b ($4.4m), as part of its strategy to focus more on its core cellular business.

    source:
    http://findarticles.com/p/articles/mi_m0FGI/is_2_16/ai_n12414721

    rivasarra

    Januari 16, 2008 at 10:43 am

  26. Membaca comment dari eks. TMan ICON+ sbb : “Sedangkan tenaga outsource hanya untuk tugas-tugas di perusahaan yang bersifat pelengkap, misalnya: tenaga kebersihan, transportasi, keamanan lingkungan, administrasi penunjang (bukan utama), dsb.”
    Hal ini tidak sesuai di lapangan, buktinya tenaga inti buanyak yang di-outsource ke kasta level 3 hihihihihihi ??? and coba aja lihat kartu pegawai yg nempel di org outsource semua iconer tidak ada yg membedakan antar icon asli dan outsource….aturannya tahu dari mana tuh…??? sehingga kl ada human error oleh outsource ya……….iconers lah yang akan kena watunya. heheheheheheheh ……..aneh emang icon ini.

    karyawan icon+

    Januari 21, 2008 at 1:53 am

  27. Orang bijak berkata “tidak ada hal yang hebat dicapai dengan hal-hal yang sederhana”

    regex

    Januari 23, 2008 at 11:39 am

  28. Orang bijak lain juga berkata “Tidak ada prestasi yang dapat dibanggakan dengan membelokkan aturan atau kaidah yang ada.”
    Mengakali peraturan barangkali termasuk dalam kategori ‘membelokkan’ ini.

    seger

    Januari 25, 2008 at 9:48 pm

  29. Kok sudah tidak ada commentnya lagi nih,
    Mas princetelco, princedoddi atau Doddi Priyambodo ?

    Julianti

    Februari 23, 2008 at 2:39 am

  30. Kok sudah ada commentnya lagi nih,
    Mas princetelco, princedoddi atau Doddi Priyambodo ?

    Julianti

    Februari 23, 2008 at 2:44 am

  31. [...] Direktur Utama yang baru adalah Fahmi Mochtar, sementara Wakil Direktur Utama Rudiantara. Direktur Konstruksi Strategis Mochammad Agung Nugroho, Direktur Perencanaan dan Teknologi Bambang Praptono, Direktur Jawa-Madura-Bali Murtaqi Syamsuddin, Direktur Luar Jawa-Madura-Bali Hariadi Sadono, Direktur Sumber Daya Manusia Supriadi, dan Direktur Keuangan Setio Anggoro Dewo. Direksi PLN yang baru dilantik Dulu pernah menyinggung sedikit tentang ICON+ [...]

  32. wah…..saya baru tau ada yang ngebahas ICON+….
    mohon infonya lagi dunk mas…

    Qy

    Maret 23, 2008 at 1:26 pm

  33. ikut ngasih comment juga ya mas..
    menjawab pertanyaan dari karyawan icon+:
    “and coba aja lihat kartu pegawai yg nempel di org outsource semua iconer tidak ada yg membedakan antar icon asli dan outsource….aturannya tahu dari mana tuh…??? sehingga kl ada human error oleh outsource ya……….iconers lah yang akan kena watunya. heheheheheheheh ……..aneh emang icon ini”

    klo diperhatikan lagi..mungkin mas bisa liat di ID cardnya masing2 orang itu ada tulisan Outsource (bagi yang outsource)
    klo blum diganti ya IDCard nya…..

    Qy

    Maret 23, 2008 at 1:35 pm

  34. Info untuk salary dan karir di icon+ kok seperti iklan/promo tarif seluler GSM saat ini. Harga yang bagus/murah ditampilkan. Syarat mengenai durasi waktu, kondisi koneksi antar operator atau SLJJ-nya ada yang disembunyikan atau tidak ditampilkan dalam display iklan. Analoginya gaji/salary untuk posisi yang bagus, yang mungkin jumlahnya sangat sedikit, diinformasikan.

    Bagaimana dengan gaji/salary tenaga-tenaga outsource icon+ atau pegawai hasil rekruitmen icon+ sendiri yang murni bersaing bukan karena titipan relasi dari PLN.
    Adakah kesaksian dari pegawai icon+ yang murni masuk ke icon+ berani memberikan komentar di sini ?
    Atau juga tenaga outsource icon+ (PT KDK) ?

    regand

    Maret 25, 2008 at 1:37 pm

  35. ”Info untuk salary dan karir di icon+ kok seperti iklan/promo tarif seluler GSM saat ini. Harga yang bagus/murah ditampilkan. Syarat mengenai durasi waktu, kondisi koneksi antar operator atau SLJJ-nya ada yang disembunyikan atau tidak ditampilkan dalam display iklan. Analoginya gaji/salary untuk posisi yang bagus, yang mungkin jumlahnya sangat sedikit, diinformasikan.”

    maksudnya gimana nih??? ga ngerti..hihihh:D
    kasih tau dunk.

    Qy

    Maret 26, 2008 at 5:12 am

  36. @ Qy :
    Saya bisa memahami, mungkin daya tangkap (intelektual) Sdr/Sdri Qy agak terbatas.
    Boleh kami tahu, Sdr/Sdri Qy punya hubungan apa dengan icon+ ???

    regand

    Maret 27, 2008 at 12:37 pm

  37. @regand
    wah…bahasa tingkat tinggi toh ternyata….hhhmmm..

    ga ada hubungan apa2….anak ga,sodara juga nga….

    Qy

    Maret 27, 2008 at 3:17 pm

  38. Sesuai dengan topik yang dibuka Mas Anjar disini, Studi Kasus: Indonesia Comnets Plus?
    Cukup luas bukan? Jadi tentunya bukan sekedar membahas info penawaran kerja fresh graduate dari icon+ dengan gross income 4.5jt atau yg 12jt.

    Silakan pekerja-pekerja Outsource icon+ berkomentar tentang karir, penghasilan dan suka-duka berkerjanya. Mereka juga kontribusinya kepada icon+ tidak kecil lho.
    Ini jaman kerterbukaan, bukan jaman Orba. Jangan malu-malu, Anda-anda seperti pekerja-pekerja DGE yang di-outsource ke NSN spt dalam topik sebelah.
    Ayo Mas Yudhi (komentator no. 1), sdh jadi pionir dalam berkomentar kok masih malu/takut. Mas Alfin, Chriesna, dan yang lain ditunggu ….

    seger

    Maret 30, 2008 at 2:52 am

  39. saya dari Outsource KDK nih…. sebelumnya mohon maaf kalo ada yang tersinggung tetapi pada intinya tulisan saya disini berasal dari kenyataan yang ada di Lingkungan Kantor..

    Kalo dibilang soal penghasilan kami memang sangat jauh dengan ICONERS.. tetapi untuk masalah tanggung jawab kita sama lah… namanya juga disini kerja team.

    Dan Pertama masalah yang dirasa temen2 dan saya sendiri adalah disaat adanya kerja luar kota ( SPPD ) yang harus di talangin dulu baru di rembes, untuk orang ICONERS hal tersebut gak terlalu berat lah karena duit bulanan udah besar.. sedangkan untuk KDKERS hal tersebut sangat memberatkan.. karena salary kita udah kecil dan untuk menalangin dulu itu hal yang sangat susah..

    Untuk masalah Kedua adalah masalah pendapatan yang mungkin di perusahaan lainnya standartnya adalah kenaikan gaji akan berlaku secara langsung tanpa kita harus mengemis2 …untuk hal tersebut aja kita harus menagih2 atau bertanya2 kiri kanan… dan hasil belum tentu jelas…

    Masalah ketiga adalah jaminan kesehatan… untuk ICONERS jaminan kesehatan komplit dgn angka yang berbeda dengan KDKERS … yang pada penerapannya pekerjaan yang diterima lebih beresiko rekan2 KDKERS

    Note : maaf saya tulis kata KDKERS karena saya sendiri berstatus orang KDKERS… mungkin dari rekan2 koperasi lainnya dari SIMBIKA mau bercerita juga…pada intinya disini kita bicara jujur tanpa berniat menghina atau merendahkan pihak manapun juga

    terima kasih

    Chriesna

    Maret 31, 2008 at 3:42 am

  40. Salut untuk Chriesna atas keberanian dan kejujurannya.

    Jika kepastian jenjang karir dan kenaikan gaji tahunan tidak dapat diandalkan untuk perusahaan tipe Outsource, gunakan waktu yang berharga untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru, dan memandang dunia kerja yang lebih luas.

    Btw, setelah berubah status dari Koperasi menjadi perseroan terbatas (anak usaha Icon+), uang SPPD buat pekerjanya kok jadi bertambah buruk, pakai ditalangin segala?

    seger

    April 6, 2008 at 12:47 pm

  41. Memang sekarang jumlah uang SPPD berubah dan ada peningkatan. Kita bersyukur untuk perihal tersebut hanya mengenai cairnya SPPD tersebut memang masih selalu terlambat antara 2 sampai 3 hari setelah kita mengajukan Nota Dinas.

    Kemungkinannya harus melalui meja yang lebih banyak untuk mendapatkan restu karena pada dasarnya SPPD berlaku hanya untuk ICONERS sedangkan untuk Outsource menjadi pendukung di balik layar.

    Chriesna

    April 7, 2008 at 2:20 pm

  42. klo dilihat dari sisi salary…memang KDK lebih kecil dibanding simbika..tapi penerapannya sama sih klo ga salah ya…..simbika itu dapat uang piket dan gaji/bln tapi gaji merka kecil…sementra KDK dapat gaji bulanan aja……

    bener ga mas crisna??? mohon dikoreksi ya….^^

    Qy

    April 9, 2008 at 2:57 am

  43. Betul bos….

    untuk penerapan dan kebijaksanaan yang diberikan semua karyawan nya sama. Mengenai uang piket atau lembur di KDK juga dapat meskipun itu baru mulai berlaku dibulan Maret 2008. Biar terlambat daripada tidak sama sekali ha ha ha ……

    Mengenai nilai lembur keliatannya sama, hanya untuk salary kemungkinan lebih besar simbika.

    Chriesna

    April 13, 2008 at 6:06 am

  44. mas… boleh dapat informasi lowongan kerja di icon+ gak… soalnya aku sekarang masih pegawai outsource di bagian MGT di padang… terima kasih mas…

    hefrizon

    April 30, 2008 at 7:30 am

  45. iseng buka google eh ketemu diskusi ini, menarik..karena saya salah satu iconers..
    maaf saya ga bisa terbuka atas identitas saya, tapi saya akan coba jujur untuk kasih info sekedar untuk bisa sharing.
    betul gaji fg iconers sekitar 4,5 jt-an (THP) dan agak berlebihan kalo ditulis sampe 12 jt-an (meskipun include sppd) karena untuk perjalanan dinas yg cukup sering hanya ada 2 divisi. tidak semua pegawai mempunyai kesempatan yg sama. dan kalaupun yg sppd itu bisa save segitu banyak yah menurut saya itu cuman kecerdikan dan keikhlasan ybs untuk bersusah payah (nginep di mes pln yg murah misalnya atau naek pesawat yg ratenya murah) dan itu sah2 saja toh mereka sudah meninggalkan keluarga. benar di icon+ menerima lebih dari 12 kali gaji. dengan rincian sbb:
    - 12 x gaji
    - 1x thp untuk thr
    - 1x thp untuk uang cuti (waktu dan duitnya dapet)
    - 1x thp (minimal) untuk Insentif semester 1
    - 1x thp (minimal) untuk Insentif semester 2
    - 1x thp (minimal) bonus (tergantung pemegang saham-bisa juga ga dapet)
    - uang seragam sekitar (2 jt setahun-kalo dibagi tdk berbentuk barang)
    benar di icon+ ada 3 STATUS (bukan kasta) kepegawaian:
    1. pegawai PLN yg dikaryakan di iconplus
    2. pegawai organik iconplus
    3. pegawai outsourcing (KDK & Simbika)
    tidak ada perbedaan penghasilan atau fasilitas untuk pegawai PLN yg dikaryakan dan pegawai organik, hanya memang rata2 pegawai pln yg ada di icon rata2 sudah senior dan cukup berpengalaman sehingga penghasilannya otomatis lebih tinggi tapi semua perlakuannya sama termasuk penilaian karyawan untuk masalah ini iconplus cukup fair.
    benar bahwa ada outsource yg ditaro di field inti, tapi kayaknya manajemen sudah menyadari hal ini. iconplus kayaknya terkendala karena pemegang saham membatasi jumlah pegawai sementara bisnisnya terus tumbuh. tapi setiap ada penerimaan pasti temen2 outsource dapet prioritas tapi bukan prioritas buta yaa..mereka tetep melewati tes yg sama dengan pelamar yg lain, dan kalo nilainya sama atau beda2 tipis mereka pasti diutamain (udah banyak contohnya), tapi kalo ga lulus mereka harus resign. saya tidak menutup mata bahwa sampai saat ini memang masih ada outsource untuk pekerjaan2 inti tapi pelan2 mudah2an akan hilang, sbelum UU tenaga kerja yg baru yg melarang outsource keluar amin. selain itu menurut pendapat saya pribadi ada salah kaprah di manajemen iconers dalam memandang outsource, seharusnya yg di outsource adalah pekerjaannya bukan orangnya, contoh untuk pemeliharaan AC misalnya yg dioutsource seharusnya CV atau PT yg bergerak dalam bidang pemeliharaan AC ga peduli siapa orangnya. untuk urusan AC icon+ sudah benar, tapi kalo untuk pemeliharaan infrastruktur (jaringan FO) masih ada outsource orang ini yg salah.
    mudah2an info ini bisa bermanfaat (saya bukan sdm)

    “REVISI UU TENAGA KERJA”
    HENTIKAN PRAKTEK OUTSOURCING SEKARANG JUGA!!
    OUTSOURCING = PENJAJAHAN OLEH BANGSA SENDIRI

    one of iconers

    Mei 5, 2008 at 6:39 am

  46. oh iya saya lupa, status saya pegawai organik iconplus bukan pegawai pln dan bukan Outsource

    one of iconers

    Mei 5, 2008 at 6:48 am

  47. Salut atas komentar cukup detail dari “one of iconers”.
    Dilihat dari cara menulis kata iconers dengan huruf kecil, bukan semuanya dgn huruf kapital, dapat disimpulkan bahwa orangnya bukan tipe yg sangat fanatik dengan organisasi/institusinya. Good!
    Serikat Pekerja untuk icon+ bagaimana perkembangannya?
    Kalau icon+ mendukung dihapuskannya praktek outsourcing di negeri tercinta ini, tentunya juga mendukung tumbuh dan berkembangnya serikat pekerja di lingkungan perusahaan, dan diwujudkan dalam bentuk PKB (Perjanjian Kerja Bersama) antara Manajemen dan serikat pekerja.

    StringBuilder

    Mei 12, 2008 at 3:29 am

  48. All,
    Jika ingin mengetahui history dan perkembangan sp icon+ yang bernama spiconus, silakan disimak di url ini:
    http://ariric.multiply.com/journal/item/14/spiconus

    other iconer

    Mei 24, 2008 at 3:47 pm

  49. cuman mo komentar…
    perhitungannya lebih sesuai yg dibilang “one of iconers” timbang uraian mas priandoyo…hihihi
    *menteri keuangan rumah tangga yg ditopang icon+*

    kirana

    Mei 27, 2008 at 7:30 am

  50. @ Kirana
    Kalau disimak, uraian Mas Anjar Priandoyo di atas sumbernya tentu didapat dari orang yang bekerja di icon+. Hanya karena kelewat bersemangat, info yang diberikan orang tsb seperti agak berlebihan / kurang valid.

    dewa19

    Mei 28, 2008 at 9:42 am

  51. dear all,
    thx atas smua tulisannya, setidaknya membuka wawasan saya atas icon+. kebetulan tgl 3 Juni 2008 saya ada panggilan tes di icon+ untuk posisi Legal Staff.

    ilmiahbanget

    Juni 3, 2008 at 8:15 am

  52. Kebetulan saya berhubungan dg icon+ krn kebetulan juga dalam satu proyek yaitu transmission line 150 kV dari Muara Karang ke Petukangan. Hubungannya dg icon+ adalah pemasangan OPGW (Optical Ground wire). Pernah rapat dalam satu ruangan di PLN site office Muara Karang, saya lupa namanya. Melihat wajah dan gayanya masih muda banget dan (maaf ) tidak tampang borju,,,,jadi kalo fresh G sampai 12jt mungkin agak kegedean. Sekali lagi maaf..karena saya melihat realita saja, bahwa gaji saya dg pengalaman 12tahun di proyek tidak sampai 12 jt/bln. Sbg info saya kerja di Kontraktor jepang yg mengerjakan proyek di Muara Karang.
    Bagi pencari kerja tentu baik untuk mengetahui perkiraan penghasilan yg akan ditawarkan…..tapi lebih baik (menurut saya) adalah kita sendiri yang menentukan ingin gaji berapa untuk nego dg perusahaan tsb spt icon+, krn kalo negonya pintar akan dapat gaji lebih besar dari org yg pasrah saja….
    Salam kenal disini…..

    fajar

    Juni 3, 2008 at 9:48 am

  53. Salam kenal dan mau comment …
    Apa yang dituliskan Princetelco tentang F. Graduate dengan gross salary 12 jt di PT Indonesia Comnets Plus adalah berlebihan dan tidak benar.
    Demikian agar para pembaca maklum.
    Terima kasih.

    Deti

    Juni 7, 2008 at 9:45 am

  54. masa gajinya 4,5 juta? aku mau kerja di sana ah!
    Oh ya itu termasuk perusahaan bumn gak ya?

    ndok

    Juni 17, 2008 at 3:50 pm

  55. Icon+ resminya masih dimiliki oleh PT PLN, dan para karyawannya sangat bangga sekali dengan kepemilikan tersebut.
    Status perusahaan bisa dibilang jelas, bisa dibilang abu-abu/grey. Dibilang milik negara bisa, karena sebagian besar fasilitasnya berasal dari PLN/negara. Namun icon+ bukan termasuk BUMN. Tuntutan kerja mirip perusahaan swasta, jam kerja rata-rata melebihi jam kerja BUMN, ada Outsourcing, ada tenaga kontrak , dsb.
    Untuk perusahaan dengan tuntutan kerja yang cukup tinggi, gaji 4.5 jt (gross) menurut saya relatif kecil.

    Riana

    Juni 19, 2008 at 2:06 am

  56. Riana ini nama lengkapnya Titik Riana ya ? Maaf kalo salah

    doel

    Juni 23, 2008 at 3:05 am

  57. Riana ini nama lengkapnya Titik Riana ya ? Maaf kalo salah. dan Deti ? …ehm…ehm…

    doel

    Juni 23, 2008 at 3:07 am

  58. @ doel
    Kok mengenal dua nama karyawan di icon+.
    Anda masih atau sudah pernah di icon+ ?

    elitech

    Juni 26, 2008 at 4:42 pm

  59. To All.

    Sekarang icon+ kudu menjalankan sistem renumerasi 3P. Sebagaimana yang diwajibkan untuk seluruh BUMN dan keturunannya.

    Salam Kenal

    abu rafi

    abu rafi

    Juli 3, 2008 at 3:31 am

  60. bung priandoyo… sori sy mau tanya tentang buat imb ditangerang.. blog anda taun 2007 sih.. tolong banget yah… sebelum ke tiga raksa butuh surat rekomendasi dari mana aja… rt, rw, lurah dan camat semuanya ??? ataw bisa bypass langsung ke tiga raksa… tlong banget bung… email saya aja ke smokinbeat96@yahoo.com

    bayupras

    Juli 3, 2008 at 4:21 am

  61. bung doel, mungkin bisa cerita gimana kesejahteraaan iconers di region? :D

    abu rafi, 3P bukan untuk diterapkan di seluruh BUMN, tetapi hanya di PLN Group. Semoga ide ini bukan hanya keinginan PLN untuk disamakan kesejahteraan dengan anak perusahaan . Tentunya harus disesuaikan dengan result yang dicapai masing2. Pemerintah sendiri sudah akan membakukan ketentuan tantiem hanya diberikan kepada perusahaan yang profit.

    yaah..moga2 PLN berbesar hati dan cukup dewasa untuk menempatkan sesuatu pada tempatnya .. :)

    sdh eci

    Juli 3, 2008 at 10:09 am

  62. wah ada sdh eci kemari…

    bentar lagi merk apa yang keluar….

    abu rafi

    Juli 3, 2008 at 12:13 pm

  63. Tidak sengaja browsing lewat google dapet topik yg bahas icon+.
    Jadi ingat sewaktu masih di icon+, dulu ada kebijakan dari mantan Direktur Admin dan Finance yang kontroversial, Ignatius Supriyanto. Kebijakan tsb sbb.:
    Masuk kantor pk. 7:30
    Pulang kantor lewat pk. 17:00 disebut Baik.
    Pulang kantor lewat pk. 18:00 dikatakan Sangat Baik.
    Pulang kantor lewat pk. 19:00 dikatakan Istimewa.
    Namun sayang interval panjang kehadiran di kantor tersebut ternyata tidak ada pengaruhnya untuk penilaian dan promosi karyawan, calon pegawai dan pegawai kontrak saat itu.
    Tentu karyawan senior icon+ masih ingat dengan aturan ini.
    Yah, sekadar nostalgia saja.

    Change or Die

    Juli 30, 2008 at 6:41 am

  64. kok yg gw dapet kagak segitu ya? ga ada tuh gaji rp 4,5jt.. jauh kurang dr itu. ga pake nego2an langsung dikasih nilai.. apa karena masih OJT y? ada yg bisa menjelaskan? untuk info, gw fresh graduate jg nih…

    baru masuk icon

    Agustus 5, 2008 at 11:10 am

  65. Buat yang baru masuk ICON+
    OJT tuh apa ya? Saya ikut recruitment tahun ini. Tinggal interview Direksi yang harusnya jumat kemarin, tetapi direschedule, dan sampai sekarang saya belum dapat jadwalnya lebih lanjut. Kalo boleh tau, latar belakang pendidikannya apa? S-1/D-3?
    Saya S-1, non teknis, dan sudah pengalaman 3 thn. THP +/-4jtan. Is it worthed untuk masuk sana?

    (bakal???) masuk ICON+

    Agustus 6, 2008 at 5:54 am

  66. S-1 untuk entry level (0-3thn) wajar dapat 4 – 5 jt. Itu udah bagus koq, banyak yg dibawah itu spt di pabrik obat, pabrik electronic, pabrik makanan, dll.
    Icon+ mungkin setara dg perusahaan kontraktor baik kontraktor untuk O&M maupun EPC (bidang O&G maupun POwer)

    kentut busuk

    Agustus 6, 2008 at 6:14 am

  67. OJT=On job training. Gw s1 teknis

    baru masuk icon

    Agustus 6, 2008 at 6:23 am

  68. Gw udah lebih 3 tahun di icon+, gaji naik beberapa kali karena semua karyawan juga. Disini fasilitas ok, kesehatan dan gaji cukup (relatif juga sih…karena disini banyak juga karyawan yang anak babe…alias anak orang PLN yang gaya hidupnya lumayan mewah…segitu kurang kali……)
    Buat keluarga muda yang punya anak kecil, enak nya disini kesehatan anda sekeluarga dijamin…..
    Cuman ada gak enaknya:
    1. Ngga ada kejelasan peningkatan karir.
    2. Masih sangat feodalistik (penyakit turunan dari babenya).
    3. Banyak yang nggak bisa kerja, NATO banget deh….
    4. Semua merek alat bisa dicoba….hehehe…jadi ya wajar kalau banyak gangguannya….(sekarang lagi puncak2 nya gangguan…..) which is anda jadi bisa belajar banyak dan gratis lagi……..
    5. Yang jelas anda kerja disini berarti memberikan ‘remote control’ anda pada bos anda di sini….begitu kata pak Arvan Pradiansyah…..

    Cukup segitu uneg2 dan sharing gw…..do’akan gaji gw naik lagi bulan ini….hehehe…..

    abu

    Agustus 6, 2008 at 10:08 am

  69. wah bung abu… ga enak yang no.1 itu kayanya ga bisa dibilang “cuman” tuh, hehehe…

    oiya.. jadi kesimpulannya gmn? apakah ok kerja disana?
    sama apa informasi&tanggapan2 yg ada di forum ini benar? cross check aja.. didoa’in kok gajinya naek bulan ini… hehehe

    baru masuk icon

    Agustus 6, 2008 at 11:29 am

  70. buat yang ‘baru masuk icon’:

    Semua isu-isu itu bener adanya kecuali yang 12jt….

    abu

    Agustus 7, 2008 at 5:43 am

  71. Akhirnya ada juga karyawan icon+ organik yang mengaku dan berkata jujur.

    @ abu
    2 point teratas yg Anda sampaikan, yaitu KEJELASAN KARIR dan KULTUR PERUSAHAAN adalah yang SANGAT PENTING bagi orang-orang (smart) yang akan masuk kerja ke sebuah lingkungan yang baru.
    Apakah Anda belum merasakan peningkatan/perubahan yang dilakukan oleh pimpinan perusahaan Anda, DR Sukada, bila dibandingkan dengan kepemimpinan Waluyo-Supriyanto yang bahkan menelantarkan puluhan karyawan kontrak (S1 & D3) yang tidak mendapatkan fasilitas kesehatan dan janji-janji pengangkatan pegawai yang tidak dapat mereka (Waluyo-Supriyanto) laksanakan ?

    Pemberian gross salary 4,5 juta kepada fresh graduate untuk OJT apakah tidak menyakitkan bagi karyawan lama yang beberapa tahun lalu saat masuk dan langsung kerja, bukan OJT dulu, menerima salary jauh di bawah 4,5 juta ?

    Kalau untuk menyebut NATO untuk icon+, saya sangat percaya. Contoh yang nyata adalah produk PLC/BPL yang selama ini digadang-gadang untuk menjadi andalan icon+ untuk perorangan/publik masih belum menjadi kenyataan. Padahal promosinya sudah sejak 2002.

    JagaKarsa

    Agustus 8, 2008 at 11:01 pm

  72. Pertanyaan buat Pak Abu ==> Di grade berapakah seorang new comer di ICON+?, (di grade …. dari grade …. yang ada di ICON+)

    Pertanyaan buat (bakal???) masuk ICON+ ==> Nasib kita sama bro, sudah dipanggil untuk wawancara Direksi hari Jum’at 01/08/08, namun kemudian direschedule. Btw, sudah ada info terbaru mengenai perubahannya? (please japri ke saya kalau tidak keberatan di old_nakula at yahoo dot com). Yang saya tahu udah ada 14 orang yang training sampe sekarang.

    Abu Yahya

    Agustus 13, 2008 at 2:57 am

  73. mas nakula, kalon boleh tahu dari mana ya pa nakula tahu bahwa yang sudah traning 14 orang, sementara saya belum mendapat hasil wwcr dengan direksi hari kamis 31/7/8. setiap saya hubungi ke icon+ jawaban yang selalu saya terima belum ada keputusan.

    piden

    Agustus 14, 2008 at 6:50 am

  74. Icon+ maupun perusahaan di indonesia sangat pelit ngasih tahu hasil seleksi baik itu wawancara maupun tertulis…..peserta disuruh nunggu aja entah sampai kapan. Alhasil suka ambil kesimpulan sendiri bahwa jika sudah sebulan gak dipanggil berarti gagal.
    Sumbang saran aja: Apapun hasilnya harusnya diinfokan kepada peserta test jadi ada kejelasan status, lebih baik lagi jika gagal sekalian diberitahu gagalnya dimana jadi bisa dilakukan perbaikan dikemudian hari.

    kentut busuk

    Agustus 14, 2008 at 9:09 am

  75. para icon yang bakal masuk

    indrie

    Agustus 15, 2008 at 2:15 am

  76. mas abu, bisa nggak saya tahu sebagai anda yang sudah bekerja di icon+ kenapa setiap saya menghubungi rd icon untuk mendapat jawaban hasil wawancara jawabannya selalu belum ada keputusan. apakah ini jawaban secara halus bahwa saya itu nggak lulus ayau masih ada harapan untuk saya lulus.

    irwan

    Agustus 15, 2008 at 2:48 am

  77. @indrie ( Indriani Saputri ? )
    Bukan buat para icon, tapi para calon iconers !
    Ibu Indri lupa ya dengan istilah yang sudah dibangun di lingkungan Anda ?

    DurenTigaSelatan

    Agustus 15, 2008 at 5:19 pm

  78. @kentut busuk (nama samaran yg tidak enak & tidak simpatik)
    Setuju, kalau peserta tes harus introspeksi dan menyadari bila setelah 2-3 minggu wawancara/tes tidak dihubungi maka dapat diasumsikan perusahaan tidak cocok dengan peserta tes.

    @para pelamar icon+ yang tidak dihubungi
    Diterima pada suatu lowongan kerja pada dasarnya adalah kecocokan antara majikan (perusahaan) dengan pelamar. Bukan perkara paling pintar, lebih pintar, dsb. Oleh karena itu buat para fresh graduate jangan terpaku pada sedikit perusahaan, masih cukup banyak perusahaan yg lebih progresif dibandingkan PT Indonesia Comnets Plus untuk dilamar. Okey.

    DurenTigaSelatan

    Agustus 15, 2008 at 5:32 pm

  79. @ abu / abu rafi
    Uneg-uneg sampeyan membahayakan karir sendiri di Icon+.
    Sudah dipanggil HRD Icon+ ??

    Pesanggaran

    Agustus 16, 2008 at 11:54 pm

  80. Kalo proses sudah selesai dan tidak dipanggil, itu lain persoalan. Boleh lah diasumsikan tidak diterima. Tetapi kalau proses itu belum selesai, dan masih ada tahap akhir yang harus ditempuh, tapi direschedule dengan satus gak jelas, kan itu namanya gak etis. Wong untuk tahap sebelumnya suda dinyatakan lolos, dan sudah (sempet) dipanggil untuk tes.

    (bakal???) masuk ICON+

    Agustus 19, 2008 at 5:42 am

  81. banyak berdoa ajalah kalo memang rejeki kita kerja di icon+ pasti kita akan diterima. kalo memang ga masih banyak kesempatan yang lain

    irwan

    Agustus 19, 2008 at 8:23 am

  82. Setuju dg irwan…..selain icon+ masih ada ribuan kantor yg bisa dilamar………….
    sabar aja …. nanti lama-lama dapat juga kerjaan yg semoga lebih baik

    kentut busuk

    Agustus 19, 2008 at 9:39 am

  83. @kentut busuk
    @DurenTigaSelatan
    Sekali lagi, ini bukan masalah diterima atau ngga. Saya bukan pengangguran yang harus ‘mengemis’ kerjaan di ICON+, pun saya bukan fresh graduate yang baru sekali dua kali ikut proses recruitment.
    Yang saya minta sebenernya adalah pertanggungjawaban dari pernyataan yang mereka keluarkan sendiri bahwa saya:

    1. Lolos dalam proses assessment; dan
    2. Saya berhak untuk mengikuti proses selanjutnya, yaitu interview Direksi (yang sampai sekarang masih tidak jelas status reschedule’nya)

    Saya gak akan ngotot kalau dua statement itu tidak dikeluarkan sendiri oleh pihak ICON+.

    Sikap mereka dan jawaban mereka setiap kali saya konfirmasi ke mereka sangat tidak profesional dan tidak etis.

    (bakal???) masuk ICON+

    Agustus 20, 2008 at 1:16 am

  84. Saya pribadi sependapat dengan @(bakal???) masuk ICON+

    Jika case-nya adalah:
    (1). Saya belum (baca: tidak) dipanggil sejak terakhir mengikuti test assessment sampai sekarang
    (2). Saya dipanggil dan sudah mengikuti seleksi akhir (wawancara dengan direksi, red)

    Maka jika timbul kesimpulan “Saya tidak lolos”, itu masih bisa dimaklumi. Kenapa?, jawabannya bisa dilihat dari beberapa sisi:

    (1). Sudah ada yang dipanggil untuk mengikuti seleksi akhir (ini adalah jawaban untuk case peserta yang belum dipanggil)
    (2). Sudah ada peserta yang lolos dan mengikuti training (outbond) (ini adalah jawaban untuk case peserta yang sudah mengikuti seleksi akhir namun belum ada panggilan lagi (baca: keputusan HRD ICON+))

    Namun jika case-nya:

    (1). Saya sudah dipanggil untuk mengikuti seleksi akhir namun karena “suatu hal” akhirnya ditunda untuk “sementara waktu”.

    Maka jika ada kesimpulan “Saya tidak lolos”, menurut saya itu cukup janggal. Katakanlah kesimpulan itu benar, maka tanpa ragu saya mengatakan bahwa HRD ICON+ sangatlah tidak professional dan tidak konsekuen dengan ucapannya. Kenapa? Mereka mengatakan, “wawancara ditunda untuk sementara waktu karena direksi pada jam tersebut ada acara mendadak keluar kota”. Kata-kata “sementara waktu” menunjukkan bahwa akan ada penjadwalan kembali atau berlanjutnya proses yang tertunda. Ditambah lagi dengan pernyataan mereka via sms, “Kami akan menginformasikan lebih lanjut perubahannya” menunjukkan bahwa mereka akan menghubungi kita kembali. Disinilah letak ketidak-konsekuenan mereka.

    Namun menurut selentingan informasi dari new iconer, akan ada 2 gelombang rekruitasi. Gelombang pertama adalah mereka yang sudah masuk (+/- 19 orang), selebihnya akan diikutkan di gelombang kedua. Wallahu a’lam

    Abu Yahya

    Agustus 21, 2008 at 3:26 am

  85. bakal2 masuk icon
    ada nggak perkembangan terbaru, soalnya ini udh mendekati akhir bulan, karyawan yang baru masuk gm kapan mulai kerjanya. kasih tahu dong perkembangannya. tq

    irwan

    Agustus 26, 2008 at 8:50 am

  86. Blm tuh! Gw belum telepon lagi. Minggu depan (hari Senin/Selasa) akan gw telepon lagi. Kalo jawabannya masih sama, yah liat aja. I’ll make something…

    (bakal???) masuk ICON+

    Agustus 27, 2008 at 5:31 am

  87. @Abu Yahya, @irwan dan @(bakal???) masuk ICON+

    Saya merasa prihatin dengan apa yang telah Anda alami.
    Menunggu suatu janji yang telah diucapkan langsung bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Baru tahapan paling awal saja sudah mengalami hal sedemikian. Belum tahapan selanjutnya yaitu persaingan dalam pengangkatan menjadi karyawan tetap, kenaikan pangkat dan gaji, promosi jabatan, dst.
    Perlu dipahami sekali lagi, perusahaan yang Anda lamar adalah turunan BUMN yang memiliki kultur/budaya yang berbeda dengan perusahaan swasta idaman para pekerja.

    Di perusahaan swasta yg sudah established, keputusan memanggil karyawan baru (S1 entry level) cukup ditentukan oleh pimpinan departemen atau seksi yang membutuhkan. HRD tinggal melaksanakan permintaan User dan jajaran Direksi bahkan tidak perlu ikut campur.

    Apakah ada kemungkinan desakan pesanan karyawan baru yang dimasukkan lebih awal dibandingkan dengan yang lain ??? Wallahu a’lam.

    DurenTigaSelatan

    September 2, 2008 at 3:30 pm

  88. Masuk akal juga apa yg dikatakan DurenTigaSelatan.
    Turunan BUMN yg satu ini, HRD-nya ga berubah pola pikirnya dari 5-7 thn yg lalu.

    Saran kami: Jangan terlalu sering obral janji jika belum pasti dapat mewujudkan apa yg dijanjikan. Entar semakin banyak orang antipati dengan apa pun informasi yang dikeluarkan dari perusahaan Saudara.

    OraData

    September 7, 2008 at 10:01 pm

  89. icon+ dari dulu ya begitu. cari perusahaan lain sajalah. gak usah ditungu2

    doel

    September 15, 2008 at 4:06 am

  90. icon+ dari dulu ya begitu. cari perusahaan lain sajalah. gak usah ditunggu2

    doel

    September 15, 2008 at 4:06 am

  91. mu gaji gede ato kecil,,klo gk disyukuri yah gk bakal pnah ngerasa cukup,,kayak koruptor2 di pemerintahan,,=(

    satrio

    September 15, 2008 at 4:42 am

  92. saya keluar dari icon+ karena gajinya kegedean, hi..hi…

    doel

    September 15, 2008 at 5:03 am

  93. buat “satrio”..kalo gaji kecilnya masih layak gak jadi masalah…kalo kecilnya kecil banget sampai-sampai gak cukup buat kebutuhan hidup sebulan..gak layak kalau di hitung secara ekonomi. sekarang biaya hidup tinggi… pikir dong mas pake otak. bedakan antara cukup dan kekurangan. situ enak sudah lebih dari cukup. teori mensyukuri anda terlalu subyektif.

    retno

    September 16, 2008 at 9:35 am

  94. Setuju dengan retno.
    Di sini sudah ada yang mulai asbun dan ngomong ngaco.
    Kalau merasa risih dengan kritikan tentang kondisi Icon+, mulailah melakukan perbaikan. Misalnya menghilangkan secara bertahap dan pasti diskriminasi, penilaian objektif dan reward kepada karyawan yang telah bekerja baik terutama yang Outsource dan karyawan muda. Tanpa mereka yang bekerja keras, barangkali Icon+ hanyalah sekumpulan karyawan dari PLN dan para titipannya.

    SetuBabakan

    September 16, 2008 at 1:09 pm

  95. Saya sudah tidak menunggu ICON+ lagi. Gak worth it lah. Saya sudah diterima di perusahaan lain, yang lebih baik baik dari segi perusahaan maupun benefit yang diberikan. Tapi saya tetap akan kejar pertanggungjawaban dari ICON+. Kalau perlu saya akan masukkan surat pembaca. Biar menjadi pelajaran bagi pihak ICON+.

    (bakal???) masuk ICON+

    Nopember 4, 2008 at 1:31 am

  96. @ (bakal???) masuk ICON+
    GOOD LUCK atas karir yang Anda terima.
    Kami mendukungmu menulis pengalaman dan memasukkan ke kolom surat pembaca.
    Tuliskan apa adanya, jangan emosional, yang pernah Anda alami dan Anda dengar dari pihak SDM Icon+ beberapa waktu lalu.
    Pelajaran harus dipetik agar pihak SDM Icon+ tidak lagi melakukan hal-hal ceroboh dan tidak meremehkan para pelamar.
    GO AHEAD.

    OraData

    Nopember 10, 2008 at 2:22 pm

  97. Sudah saya telepon kembali, dengan Ibu Hesti dan tetap tidak mendapatkan jawaban apa-apa. Saya akhirnya sudah mengirimkan keluhan saya ke surat pembacadi Kompas dan Koran Tempo. Semoga cepet masuk.
    Finally, episode ICON+ ini selesai…he he he.

    (bakal???) masuk ICON+

    Nopember 21, 2008 at 5:25 am

  98. Testing … satu … dua … tiga … testing

    Test

    Desember 19, 2008 at 5:09 am

  99. Salam kenal mas anjar
    saya salah satu bekas outsource di icon untuk implementasi aplikasi di PLN, wah klo gaji pegawai icon sebesar itu kenapa kita2 yg outsource kecil bgt yah….trus pernah perusahaan kita yag rekanan ke icon sampe gaji kita telat gara2 icon belom bayar ke perusahaan kita….kok aneh yah……………

    yagus

    Desember 23, 2008 at 2:27 am

  100. yg sudah jadi pegawai kontrak di icon plus, ya jangan ngomel2 aja. mungkin rejekinya baru segitu. tetep bekerja dengan baek, bangun reputasi, tingkatkan kualitas diri, bangun networking, dan buka mata serta telinga utk kesempatan yg lebih baek.

    gak selamanya untuk ke penthouse harus langsung pake lift.mungkin anda2 yg jd pegawai kontrak mesti naek tangga dulu sampe beberapa tingkat, trus baru dapat kesempatan naek lift ke penthouse. :)

    tetep semangat!
    Hidup adalah perjuangan.

    aku

    Desember 24, 2008 at 1:40 am

  101. Yang namanya pegawai kontrak tentu belum aman, apalagi yang sudah mempunyai tanggungan (istri & anak).
    Pegawai kontrak tentu dialokasikan untuk pekerjaan/tugas yang bersifat temporer, misalkan project yang sudah pasti akan berakhir.
    Sedangkan untuk tugas/pekerjaan yang bersifat tetap, bukan temporer, apalagi masuk ke bidang inti bisnis perusahaan, WAJIB dimasukkan ke dalam pegawai tetap, sesuai dengan UU Tenaga Kerja No. 13 th 2003.
    Selama belum ada perubahan/revisi UU No. 13 tsb., kita semua wajib mematuhinya tanpa kecuali (termasuk keturunan perusahaan negara/BUMN).
    Penerapan yang bersifat akal-akalan jelas merupakan pelanggaran terhadap UU tsb. Yang menjadi persoalan adalah pengawasan dan tindakan terhadap pelanggaran UU itu.

    vsat_aku

    Desember 24, 2008 at 3:37 am

  102. assalaamualaikum wr.wb

    saya sanagat bersimpati dengan rekan2, yang sudah berada di icon+ dan yang akan menjadi peg icon+. Jujur aja nih..saya aja juga jadi bertanya2, sebenernya icon+ ini perusahaan yang prof ga ya?knp?karena saya calon customer icon+ yang berencana menggunakan layanan icon+ jadi khawatir. knp?karena sejak pertemuan pertama dengan team marketing (sudah 3 bln) belum dapat info apapun, padahal kita sudah memeberikan network topology dan daftar branches kita yang akan menggunakan layanan icon+. rencana kami menggnakan icon+ sebagai 2nd link kita di branches (kantor cabang). klw masalahnya spt ini bearti icon+ blm profesional, janagan2 klw ada permasalahn link bisa nunggu bulanan lagi…baru deh bis itu bisa up lagi jaringan. knp saya berkata demikian, krn menurut saya banyak karyawannya yang bekerja tidak sepenuh hati, masih banyak yang mendapatkan reward tidak selayaknya.
    Mungkin saran saya untuk pihak management dan HRD perlu dilakukan perbaikan diinternal dulu, budaya feodal harus dihapuskan, reward yang sepantasnya untuk para karyawan, dan juga lingkungan kerja yang bersahabat, keterbukaan pihak management dll. demikian, terima kasih

    GW JADI MIKIR LAGI DAH PAKE LAYANAN ICON+ DARI PADA GW KENA SEMPROT SAMA BOS.. TAKUT SLA-NYA GA OKE….

    wassalaamualaiakum wr.wb

    AKUDIRIKU

    Januari 31, 2009 at 4:51 am

  103. gimana icon+ …… ada comment untuk masalah ini ??
    jgn ngomongin intern sendiri…..

    polisi

    Januari 31, 2009 at 3:56 pm

  104. ck..ck..ck…
    lha kok jadi perdebatan panjang buangets yak??

    batmankasarung

    Februari 9, 2009 at 1:55 pm

  105. @AKUDIRIKU

    Saya pernah bertemu dengan karyawan IT PLN sewaktu bersama-sama mengikuti sebuah training.
    Saat saya tanya tentang Icon+, anak usaha PLN, dia bilang sebagian besar infrastruktur dan perangkat backbone Icon+ dibangun dan dibeli dari anggaran PLN, atau dengan kata lain anggaran Negara. Tentu saja layanan infrastruktur Icon+ yang dibangun tsb harus diberikan terlebih dahulu kepada PLN dan unit-unitnya (IP, P3B, PJB, PLN-PLN regional, dst). Kelebihan atau sisa infrastruktur baru boleh diberikan kepada corporate swasta yang membutuhkan.
    Namun ada juga sebagian infrastruktur dan perangkat yang dibangun dari modal Icon+ dan pinjaman modal lain. Jika dibandingkan dengan asset dari PLN / Negara, jumlahnya masih lebih sedikit.
    Itulah sebabnya Icon+ dalam kiprahnya di dunia telco Indonesia masih kurang gesit dibandingkan pemain-pemain Operator/Provider lain.

    Gurnadi Wisesa

    Februari 21, 2009 at 3:32 am

  106. ICON+ = Indonesia Comnet Plus atau Indonesia Comnets Plus ?

    tanya

    April 7, 2009 at 3:27 am

  107. wah kecele dong dgn ICon pantesan..network gw gagal terus dan berantakan byr udah nhl..

    pelanganIcon

    April 14, 2009 at 11:48 am

  108. Silakan apply ke Icon+, gaji gede ilmu kepake, karir lancar..
    Bravo PLN

    Regards
    Surip

    surip

    April 15, 2009 at 12:23 pm

  109. memang icon dalam proses rekrutmen, tidak pernah transpara, 3 tahun jadi pegawai kontrak ato kerennya outsource tetap tidak ada proses kejelasan karier, padahall melakukan pekerjaan inti walopun bukan teknis. unsur KKN yang kental, apabila ada babenya orang PLN maka pasti diprioritaskan. Kurang bener apa bila outsource mudah diangkat untuk jadi pegawai, tercatat karyawan outsource non teknis yang diangkat jadi pegawai tetap icon baru setelah 7 tahun mengabdi. dan outsource bukan diambil dari perusahaan di luar icon tetapi koperasi bentukan icon sendiri yang ddinamakana kdk ato simbika, yang salah satu sumber pemasukan SHU pada akhir tahun…jadi inilah perusahaan yang memeras keringat teman sendiri. tapi bagi yang punya keluarga PLN berbahagialah, kr

    namadisamarkan

    April 20, 2009 at 3:17 am

  110. Komentar di atas gw BENAR.
    Gw hanya ingin berkomentar, serapat apa pun kondisi internal di dalam perusahaan icon+ ditutup-tutupi, informasi yang BENAR tetap akan terbuka.
    Rekruitmen di Icon+ hanya cocok untuk calon karyawan yang memiliki keluarga di lingkungan PLN. Kalaupun tidak punya keluarga PLN, sebaiknya karir di Icon+ hanya untuk batu loncatan mengasah kompetensi ke tempat lain yang lebih baik.

    Buat Pak Surip: Anda pasti termasuk keluarga PLN, sehingga dapat dipastikan komentarnya tidak independen.

    Kebenaran Tidak Dapat Ditutupi

    April 22, 2009 at 4:32 am

  111. Memang perusahaan Icon+ masih terus dalam tahap tumbuh dan mencari jati dirinya. Bila diharapkan berlaku sebagai perusahaan yang professional tentu memerlukan waktu yang tidak singkat.

    M. Sri Julianti

    Mei 21, 2009 at 12:30 pm


Tinggalkan Balasan