Anjar Priandoyo

Catatan Setiap Hari

Mengapa ilmu sosiologi tidak berguna?

leave a comment »

1.Jawab pertanyaan ini

1.Apa penyebab dan akibat modernisasi?
Ini pertanyaan yang tidak bisa dijawab sosiolog. Penyebab modernisasi adalah ilmu pengetahuan, akibatnya juga ilmu pengetahuan. Penyebab modernisasi adalah urbanisasi, akibatnya juga urbanisasi. Ini hanya bisa diselesaikan dengan ngotot-ngototan.

2.Mana yang lebih penting demokratisasi atau pembangunan?
Ini pertanyaan yang juga tidak bisa dijawab sosiolog. Demokratisasi dan pembangunan sama-sama penting.

2.Jadi kenapa sosiologi tidak berguna?

1.Sosiologi tidak bisa menjelaskan causal relationship. Causal relationship tidak bisa dijelaskan yang bisa adalah diceritakan (sejarah).

“History is the past Sociology and Sociology is the present History”
Professor G.E. Howard

2.Sosiologi tidak bisa dipisahkan dari framing berpikir. Ini artinya yang penting ngotot-ngototan.

3.Kalau sosiologi berguna, maka tidak perlu ada hakim.

3.Lalu apakah ilmu mesin (motor) lebih berguna dari ilmu sosiologi?
Ilmu mesin (motor) pastinya lebih berguna dari ilmu sosiologi. Tapi, bisa bisa mengendarai motor lebih berguna daripada punya ilmu motor. Dalam kerangka modernisasi, bekerja itu lebih berguna daripada mengajar, dan mengajar itu lebih berguna daripada meneliti.

Bekerja itu menghasilkan capital (prasyarat pembangunan), mengajar itu menghasilkan tenaga kerja (pendukung pembangunan), meneliti itu menghasilkan pengetahuan (inovasi pendukung pembangunan)

Sociology of energy development
Kita ambil contoh dalam bidang pengembangan energi di Indonesia. Apa faktor yang mempengaruhi perkembangan energi di Indonesia? kita pasti akan melihat ke masa lampau (sejarah) e.g krisis minyak, investor asing masuk. Padahal ketika melihat masa lalu ada berbagai framing yang dibuat, misalnya, teori modernisasi jadi asing pasti masuk, atau teori konflik, dimana kepentingan asing membuat ketergantungan.

Saat melihat faktor yang mempengaruhi, kita bisa melihat sejarah (masa lalu) dan kita bisa melihat paper untuk analisanya (penjelasan/masa depan).

Framing (teori/perspectives) apa dalam energy policy
Framing transisi energi (renewable energy), disamping framing lainnya seperti energy access atau energy justice. Driver dari framing energy access bisa sama persis dengan driver dari framing energy terbarukan (parah ya sosiologi itu, ampun tidak reliable).

Iklan

Written by Anjar Priandoyo

Juni 18, 2017 pada 1:40 pm

Ditulis dalam Society

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: